Tidak pernah bertemu sejak lulus sekolah, tiba-tiba Wen Yifan bertemu lagi dengan Sang Yan di sebuah bar baru dekat kantornya. Pertemuan itu membuat Wen Yifan mengingat kenangan-kenangan lama mereka. Namun, Wen Yifan tak terlalu mengindahkan pertemuan itu.
Wen Yifan sedang mencari rumah baru karena rumah lamanya tidak kondusif. Selain rumah baru, dia membutuhkan teman serumah yang kooperatif, apalagi budget yang dimilikinya cekak. Setelah melalui berbagai intrik, akhirnya Wen Yifan malah menjadi teman serumah Sang Yan. Kisah mereka yang sempat terputus saat SMA, mulai tersambung kembali. Wen Yifan yang kaku, minder, dan sulit dimengerti oleh Sang Yan, perlahan-lahan mulai membuka diri. Rahasia yang membuatnya terpaksa mengingkari janji dengan Sang Yan pun terungkap.
Dia pun merasa, Sang Yan selalu menjadi orang yang memberinya segala sesuatu, dan dia yang selalu menerima malah menyakitinya. Kali ini, dia tak ingin kehilangan kesempatan dan mencoba untuk lebih dahulu mendekati Sang Yan. Kali ini, dia ingin memberanikan diri untuk memberi Sang Yan segalanya, sebanyak yang lelaki itu beri.
“Thank you, Zhu Yi, for bringing Wen Yifan and Sang Yan into this world,” we all say in unison.
I LOVE LOVE LOVE THEM WITH EVERY FIBER OF MY BEING.
Wen Yifan finally getting the life she’s been quietly dreaming of. The life she fought for. The life she deserves. I’m violently sobbing.
Seeing her finally feel wanted, chosen, and loved after EVERYTHING she went through, all the ups and downs and roller coasters, that healed something in me.
And Sang Yan. A MAN WHO YEARNS IS A MAN WHO EARNS. He yearned. He waited. He stayed. Total green forest. The standard. The blueprint. The bar is in the clouds.
The romance in this second volume is so, SO soft. I want what they have. I’m filing a formal petition to be their third wheel.
I love how the book is more straightforward than the drama. Less branching plotlines and it only focuses on what matters: Wen Yifan and Sang Yan. The build-up. The bonding. The slow-burn. The quiet healing.
I’m OVERWHELMED with delight that Zhao Yuandong, Che Xingde, and Che Yanqin finally got their karma. SERVED THEM RIGHT.
And yes, I’m still mourning the fact that Dian Dian the cat exists only in the drama and not in the book. You will be missed. You were bigger than the whole sky.
Menyakiti seseorang tidak cuma bisa lewat ucapan. Diam dan menghindar juga bisa menyakiti kalian berdua.
Finally, tamat juga baca buku ke 2nya!! DAN SANG YANG I LOVE YOU!!! Sekarang aku mengerti kenapa banyak sekali yang mencintai karakter Sang Yan :'))))))) Dan untuk Yifan, terimakasih sudah tumbuh dengan baik, serta kuat untuk tetap menjalani hidup di dunia yang kejam ini hikss. Untuk kak Naomi yang sudah menerjemahkannya, terimakasih banyak kak! Alur ceritanya mengalir dan tidak kaku untuk terjemahannya.
Akan tiba saatnya seseorang muncul dihidupmu. Dia yang membuatmu menyadari bahwa... orang dewasa pun bisa percaya pada dongeng.
..., seakan-akan ingin memberitahuku bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang akan menolak datangnya cahaya. Rasanya benar juga. Kenapa meolak datangnya cahaya? Siapapun berhak untuj berdiri di bawah naungan cahaya mentari. Tidak peduli apa yang terjadi kepadanya di masa lalu, asalkan bertekad untuk berjalan ke depan, orang itu pasti akan menemukan cahayanya sendiri.
I feel like I'm more in love with Sang Yan than with Jia Xu. I really can't believe that Sang Yan was the type of man who fell in love with only one woman in his entire life. This makes me respect him more 🥺❤️
Watching the show and obviously I couldn’t control my curiosity so I read it and it was fun. Sang Yan and Xen Yifan are my favorite trope ever: second chance. Their story was dark and windy but they finally did make it to each other and that’s beautiful.