Seorang jurnalis terkenal, seorang wanita penghibur, seorang dealer mobil bekas, seorang dosen bahasa Jepang, dan seorang calon pewaris perusahaan menerima surat aneh yang beramplopmerah muda. Lalu, mereka berlima lenyap tanpa jejakdi Kyushu.
Saat keluarga dan kerabat terdekat mencari kelima orang itu, mereka mendapati fakta bahwa orang-orang yang hilang itu mendapatkan surat dari seseorang yang telah mati 16 tahun lalu.
Premis menarik. Eksekusi kacau, heran kenapa milih buku ini buat diterjemahin. Semuanya terasa terburu buru, ketebak dan ga masuk akal. Banyak typo yang mengganggu. Hal positif cuma polisinya yang gercep & ga meremehkan laporan orang hilang aja udah
Udah selesai baca ini dari lama. Kelar shift, baca sejam kelar. Sekarang baru sempet nulis review. Premisnya udah menarik banget. Soal lima orang yang hilang tiba-tiba karena sebuah surat. Plot twistnya bisa aja works kalau pengembangan motivasi dan konflik batin karakter-karakternya diperdalam, nggak asal muncul dan ditempel gitu aja. Punya potensi besar untuk dibuat lebih clear.
Begitu selesai baca, saya langsung mikir, mending buku ini dijadiin film pendek aja. Kalau dijadiin novel 100 halaman begini, mohon maaf, enggak lagi-lagi mau baca ini. Agak bete dikit.
jujur bingung kenapa ni buku bisa lolos di terbitin MAAF KASAR tapi emang sementah itu. cuman bikin penasaran di premisnya aja tapi eksekusinya jelek bgt. akan lebih baik kalau dikembangin lagi penokohan dan konfliknya.
Premisnya bikin penasaran,tapi kecewa dgn ceritanya.Bahasanya terlalu sederhana sih,endingnya juga kurang greget. Tokoh2nya kurang digali jd semua terasa dangkal. Ah kecewa deh :(
Awalnya aku kira buku ini akan bercerita tentang sebuah aliran sekte “sesat” yang menculik satu per satu jemaatnya demi kepentingan kedidgayaan koloni. Namun, ternyata tidak demikian. Lima sekawan waktu SMA mendapatkan surat dari seseorang yang telah meninggal. Premisnya mungkin cukup “biasa”, tetapi memiliki potensi untuk penelusuran kisah thriller-mystery.
Yang sayangnya eksekusinya amburadul. Buku ini tipis hanya 160 halaman sekian, tetapi bukan berarti ditulis dengan plot yang bolong sana-sini.
1. Plotnya maju mundur tidak jelas Kita tidak tahu apa kah ini sedang berbicara di masa kini atau masa lalu. Penceritaannya lompat-lompat dan nggak ada perbedaannya. 2. Kurangnya karakterisasi pada setiap karakter Saat satu per satu, kita memang dikasih latar belakang tokohnya, namun semua hanya sekadar tempelan. Bahkan ada tokoh yang ternyata “cukup penting” tetapi tidak ada bridging-nya. Kek tiba-tiba jadi saling berhubungan dengan ini dan itu. Dan karena kurangnya karakterisasi ini pula yang membuatku sebagai pembaca nggak merasa attach dengan para pemerannya. Saat mereka “dihukum” pun kayak biasa aja. Kasihan nggak, sedih juga nggak. 3. Isu perundungan yang sayangnya tidak digali secara mendalam Buku ini bercerita cross-country antara Jepang-Korea. Di mana ada budaya yang mirip namun berbeda satu sama lain, namun hal itu tidak digali lebih dalam. Motif perundungannya juga apa. Kenapa orang-orang itu punya tendensi merundung? Karena di masa kini hidup para pelaku nggak ada kesan untuk di masa lalunya. 4. Ending-nya udah gitu aja Tidak menyelesaikan apa pun. Kalau ada twist juga nggak nge-twist karena orangnya segitu-gitu aja. Akhirnya jadi fokus ke 1 pelaku, lalu yang lainnya gimana? Hanya penulis dan editornya mungkin yang tahu.
Akhir kata, kalau butuh bacaan thriller-mystery sekali duduk bisa baca buku ini.
plotnya menjanjikan, mirip I know what you did in the last summer lah. Tapi penulisannya ga banget. Character begitu banyak, tapi semua nya cuma marah2 sepanjang waktu, typical pembawaan karakter dlm tulisan korea. Ga ada satupun character yg ngga ngegebrak meja. Drama nya gemoy bgt. membosankan. Dan tolong itu typo ngeganggu bgt. Ga disunting dl apa sebelum turun cetak? bisa bgt yg beginian dijual d gramedia? tolong y Gramed kurasinya dibenerin. yg begini sih hrs nya cuma boleh masuk event pameran kota sih imo. Bahkan doujin lokal indo banyak yg jauh lbh bagus structure penulisan n story tellingnya.
Lima orang menerima "surat" dan kemudian dilaporkan hilang. Mereka merupakan alumni dari SMA yang sama. Dan surat itu dikirim oleh seseorang yang sudah mati.
Another series of "Shanya baca buku ini di Jalma karena tipis".
Tiap bab buku ini menceritakan kisah dari tiap karakter yang berbeda. Plotnya tidak linier, jadi ada cerita tentang masa sekarang, apa yang terjadi sebelumnya, bagaimana itu bisa terjadi, kembali diceritakan lagi dari sisi karakter lain, dan begitu lagi. Imagine how good it would be if it's a TV series, dengan satu episode nyeritain tiap karakter... Tapi menurutku, struktur seperti ini di buku ini membuat kesan bahwa karakternya terlalu banyak. The writer somehow failed in delivering this concept smoothly. Terlalu loncat ke sana-sini. Yang diceritakan bukan hanya lima orang yang hilang itu, tapi juga orang-orang terdekatnya. Sometimes I couldn't even catch up with who is who anymore... But the premise is so interesting and promising! Should've lowered my expectations :]
Beli buku ini murni tertarik dengan cover dan blurbnya. Tiap orang pasti memiliki selera berbeda terkait genre yang disuka.
Dan aku adalah salah satu yang suka dengan buku ini. Minus kurang banyak aja halamannya. Kalau 300an pasti makin keren konflik dan misterinya. Ngarep ada gore gitu. kwkwkw.
Ulasan ku :
"Beberapa hari lalu, seorang pria Korea datang melapor bahwa menerima surat aneh dari Kyushu. Dia datang ke kantor polisi dengan wajah pucat ketakutan. Sekarang, dia juga berstatus sebagai orang hilang." Hal 38 - Orang-orang Hilang di Kyushu // Han Go-un BIP, 2026// Penerjemah: Intan Ekapratiwi 📔160 Halaman - Laporan pertama datang dari seorang wanita paruh baya yang kehilangan putrinya di Jepang. Namun, kepolisian Korea menganalisis bisa jadi memang tengah liburan. Tetapi, setelah mengatakan bahwa putrinya mendapatkan surel aneh yang mengenai undangan reuni. Putrinya tak lagi bisa dihubungi hingga kini. - Laporan yang sama datang dari dua orang berbeda di kepolisian Jepang, yang semakin membuat pusing. Bagaimana bisa laporan orang Korea dan Jepang mengenai orang hilang berakhir di Jepang dan pelakunya adalah orang yang telah meninggal dunia 16 tahun lalu. Apa yang terjadi sebenarnya? - Untuk konfliknya seru. Ada indikasi balas dendam. Yang sempat aku pikir apakah mungkin arwahnya gentayangan? Ternyata tidak ya. Genrenya misteri dan bukan horor. Meskipun tipis, tapi aku sebagai pembaca dibuat terus penasaran hingga di halaman terakhir. 160 halaman itu plotnya padat dan terasa pas. Ada sudut pandang dari para pelaku juga korban. Penyelesaiannya terlalu sederhana nggak bikin darderdor. Yang bikin betah adalah terjemahannya yang enak banget. Bikin nyaman. - Buat kalian yang suka misteri, pemecahan kasus orang hilang serta hukum tabur tuai yang tidak bisa dibilang adil, tapi inilah kenyataannya. Bisa baca buku ini sekalian misuh-misuh ke para pelakunya. Buku yang menarik.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Tokohnya banyak. Antagonisnya aja ada 5 tapi tidak ada yg meninggalkan kesan jadi sulit membedakan tokoh satu dg yg lain.
Alur maju mundur yg gk jelas bedanya.
Si Yurika ini tau cowok yg sedang dipacarinya itu salah satu yg membully kakaknya sampai tewas. Tapi dia ngapain? Ngambil harta si cowok trs ditinggalin. Terus cari tau ttg pelaku yg lain, begitu ketemu malah dipacarin lagi sampe mau nikah??? Konsepnya gimana sih Yurika??
"Tidak ada gunanya berlama-lama di sini. Lebih baik aku menunggu di bandara saja " Lantaran tak ada hal lain yg bisa dilakukan, Yurika memutuskan utk berangkat lebih awal ke bandara. - halaman 157
Kalimat tdk efektif. Kan udah disebutin di dialog, kenapa di narasi diulang lagi??? Dan ini banyakkkkkkkk dari awal sampai akhir gaya nulisnya tuh seperti ini.
Cerita 159 halaman, tokohnya ada banyak (antagonis ada 5). Genre misteri, kalimat nggak efektif. Bisa dibayangkan 159 halaman ini isinya seperti apa utk buku misteri dg setting waktu maju-mundur.
1 kata yg cocok menggambarkan buku ini: Dangkal. Kurang digali. Baik itu penokohannya, alurnya, latarnya, dll.
Struktur cerita gajelas antara bagian 1 dan 2 tidak saling sambung, timeline maju mundur yang tanpa diberi penjelasan tiba tiba asal lompat aja, penokohan karakter yang tidak diperdalam baru baca dari tokoh A tiba tiba udah loncat ke B woy itu maksudnya diberesin dulu atuh, terus banyak banget pengulangan yang disebutin di dialog tapi disebutin lagi di narasi hmmmm.
Premis ceritanya mengingatkan ku ke buku Absolute Justice yang sama sama dapet surat dari orang yang sudah lama mati, eh tapi yang ini eksekusinya kacau banget duh. Atau apakah ceritanya horror gitu melihat cover versi Indo dan Korea yang bernuansa horror. Lah taunya engga cuma cerita aneh aja yang plot hole nya bolong banget wkwkwkwk kaya si "pelaku" ngirim surat ke pelaku perundungan Nishime Yuri ini ga dijelasin kenapa bisa tau alamat tempat tinggal sekarang, maksudnya kan itu kejadiannya 16 taun lalu dan pelaku pelaku itu pun udah pada pindah dong
This entire review has been hidden because of spoilers.
Baiklah, singkat saja seperti buku ini yang tergolong singkat. Dibilang novel, tapi rasanya kayak cerpen haha.
Premis milik buku ini yang mendorong saya untuk melakukan transaksi atasnya. Walaupun ternyata dibuat kaget karena jumlah halamannya yang bisa dibilang cimit.
Buku ini betul-betul menjadi page turner. Sangat ideal untuk orang yang waktunya sempit namun tagihan TBR nya tidak sedikit.
Ceritanya mengalir dengan ringan, tidak ada plot yang berlebihan. Walaupun saya sempat berimajinasi bahwa yang menculik lima orang ini adalah Yuri.
Hal singkat yang bisa diambil dari 156 halaman buku ini adalah: Bukan hanya hal baik yang bisa berbalik kepadamu atas hal baik lainnya yang telah dilakukan. Hal buruk pun bisa.
Tambahan: andaikan BPHP sudah ada di Zaman Universe Kyushu ini, Saya yakin penculikan ini tidak akan terjadi.
Pantes ratenya pada ga tinggi… karena emang gitu aja endingnya. Judulnya agak bikin berekspektasi kalau mereka hilang karena misalnya sesuatu yang berkaitan dengan cult kah, atau hantu kah. Tapi engga.
Karakternya banyak bgt, terus perpindahan ceritanya juga lompat2 bahkan maju mundur dan ga ada detail timeline, jadi kita sebagai pembaca jadi nerka2 sendiri.
Plot twist pertama dari buku ini adalah halamannya yang sedikit bangeeeet. Sampai heran ini endingnya bakalan gantung ga ya, masa ctm tapi singkat banget.
Dan sebenarnya masih kurang eksplor ceritanya. Dari premis nya aku suka banget. Tokohnya juga banyak, harusnya bisa di perjelas lagi tentang mereka. Saat masih masa sekolah dulu, cara meninggal nya bagaimana, tapi ya karna singkat jadi kurang berkesan aja.
Tapi aku tetap kasih rating bagus karna oke lah aku masih bisa menikmati ini.
do not judge a book by its title! diclaimer: aku beli ini dengan ekspektasi cukup tinggi setelah baca Kinki, ternyata isinya meh.. entah ini dari sumbernya yang memang kurang atau penerjemahannya? selama baca ini tuh rasanya kayak ngeliat puzzle yang udah jadi, tapi rasanya kayak ada yang kurang padahal puzzlenya udah lengkap. jalan ceritanya kayak patah-patah, alurnya kurang mengalir, terus dialog antar karakternya juga ngga nyambung. lebih sebel lagi karena banyak typo penulisan dan tanda baca. ada beberapa kalimat yang aku baca berulang kali karena aku ngga paham maksudnya. padahal ide ceritanya tuh menurutku menarik, tapi cara menceritakannya yang seharusnya bisa lebih baik lagi.
Ide cerita dan covernya menarik, sayang alurnya terlalu diburu-buru menurut saya. Dari satu sudut pandang tokoh ke tokoh yang lain juga tidak terlalu diperdalam. Baru baca dari pov tokoh ini, tiba-tiba belum tuntas sudah ganti pov tokoh lain. Kemudian, endingnya juga diburu-buru, tidak dijelaskan secara mendetail. Seperti nanggung
Di awal cukup membangkitkan rasa penasaran dan ngerasa plot akhirnya bakal banyak plot twist ternyata endingnya hanya bisa ditutup dengan kata "oh.." karakter yang tiba tiba ga ada jadi pembunuhnya, pembaca ga mendalami karakter tsb, malah terlalu banyak menceritakan tentang Fumito yang ternyata ya bukan dia..
This entire review has been hidden because of spoilers.
definitely a fast reading book, cuman endingnya kurang sreg. well, the whole story jg kurang. Each character seharusnya bisa digging deep lagi(?) yahh buat killing time oke lah cuman tetep endingnya super kurang. Perasaan yg ditinggalkan kayak yg "huh? udh? pov terakhir si buku ini ternyata dari si adik tirinya?" dah gitu aja..
mungkin bintang tiga terlalu tinggi untuk buku ini. bahkan kata "kecewa" rasanya gak cukup untuk mendeskripsikan seberapa besar rasa kecewa saya saat menyelesaikan buku ini.
premisnya menarik banget. begitu liat sampulnya di-spill di twitter langsung tertarik untuk baca. kirain akan ada unsur horor sedikit, berkaitan dengan sekte atau semacamnya, tapi ternyata...
yah, intinya, kalau ada yang mau baca ini tanpa ekspektasi apa pun dan tanpa baca sinopsisnya, mungkin kalian bakal lebih menikmati. kata kuncinya: jangan berekspektasi apa-apa, ya.
1 bintang untuk effort nulisnya, 1 bintang lagi karna ceritanya menarik jujur tapi ga dikembangin dengan baik. alurnya cepet banget buru2 mau kemana sih, jadi ga ada keterikatan sama karakternya. rasanya anak sd nulis cerita, idenya doang yang ditulis tapi ga "ditulis" NGOMONG APASI
Suka ceritanya. Ada lima orang yang punya masa lalu yang saling terhubung dengan satu orang yang sudah meninggal dan satu orang korban lainnya. Kalau nggak terbiasa dengan drama Korea mungkin bingung ya soalnya tokohnya banyak sekali. Tapi nanti di bagian akhir ketemu benangnya. Seru ceritanya.
Idk man, yang bagus chapter 1 doang. Gaada karakter yang bisa membuatku bersimpati. Sampai akhir aku uda ga peduli lagi mereka jadi gimana. Twist-nya kaya ga penting, ada ato ga gaada efeknya. Sedihnya ini jadi K-lit pertamaku hahaha
typo nya banyaak banget. tokoh juga banyak tp gak ada cerita/pengantar yg buat kita bisa membedakan tiap tokoh. alur maju mundur gak jelas keterangannya jd bikin bingung. ceritanya terkesan buru-buru dan maksa. sebenernya dari premisnya udh menarik tp eksekusinya kurang, berasa masih raw banget
Alur terlalu cepat dan terlalu meninggalkan kesan “ending yang dipaksakan”. Ada beberapa part yang mungkin editor tidak sadar ada kesalahan penulisan karakter dan karakter yang terbalik.
this could be better if everything explained carefully, i always have to check what's place they took because the plot goes too fast and it could be better if this also telling us about Jung-Hoon after the false accusation that he decided to take revenge
buku jelek. penulisan jelek. dialog jelek. pacing jelek. pesan moral jelek. kritik sosial ya lumayan walaupun cetek banget. ending jelek. karakterisasi jelek.
idk gaada yg gw suka dr buku ini… plotnya shallow, gaya tulisannya pun gak engaging samsek… entah karena di bahasa aslinya emang begitu atau karena terjemahannya yg kurang…