DRUNK DIAL verb past tense: drunk dialed; past participle: drunk dialed: make a phone call to (someone) while drunk, typically one that is embarrassing or foolish--"the temptation to drunk dial an ex"
Irish menyalakan ponselnya dengan sedikit gemetar. Jantungnya berdebar kencang memikirkan kebiasaan buruknya menelepon mantan pacar saat dikuasai oleh alkohol. Siapa yang dia telepon semalam?
Satu demi satu kemungkinan dia periksa, mulai dari history chat, SMS, hingga riwayat panggilan keluar. Irish lega karena hanya menemukan nama Caraka (RedBuzz) di sana. Tidak ada nama Agas, Wira ataupun Bregas. Agastya adalah nama gebetannya, sedang dua yang lain adalah mantan pacar Irish.
Namun, kelegaan itu tidak bertahan lama, karena Irish menyadari ada yang salah dengan history teleponnya.
"Caraka," gumam Irish perlahan.
Dia nggak ingat ada percakapan via telepon dengan Caraka Jumat kemarin. Penasaran, Irish mengetuk list itu untuk melihat detail panggilan. History-nya menyatakan ada dua riwayat panggilan. Seketika mata Irish melebar panik.
Demi apa? Dia melakukan drunk dial kepada bosnya?!
Aaaaaa seru bangeeet. Kapan ya aku terakhir baca romance terus kek suka banget. Ada kupi2 di perut karena bacanya? Keknya udah lama deh. Nggak inget juga deng aku. Soalnya dari kmren-kemaren klo baca romance tuh bawaannya nggak mood aja. Pas baca ini malah asyik banget.
Tingkah Irish nih ya ampun kocak banget. Kek adaa aja celetukan-celetukannya yang bikin ngakak. Dan menurutku, ini salah satu karakter ekstrover yang digambarkan dengan sangat baik. Nggak ada keraguan sama sekali kalau dia emang social battery-nya selalau 100%. Semua tokoh di sini juga muncul dengan pas dan nggak ada yang too much. Agak ketar-ketir karena kali aja si Agas bakalan jadi konflik, tahunya enggak dan aku bersyukur banget karena itu, wkwk.
Penggambaran keluarga Irish juga asyik banget tolooong. Dan gimana jomplangnya keluarga dia sama Caraka itu bener-bener oke. Terus keluarga Caraka juga bukan yang annoying gitu. Mereka nih selayaknya manusia normal aja. Caraka juga walopun bos bukan yang abuse of power. Dia profesional sih. Yang nyebelin malah si Desi. Kesel banget aku sama dia. Yah, tapi untungnya dia juga jadi kunci kelanggengan hubungan Irish-Caraka, jadi ya okelah, wkwkw.
Jangan lupa chemistry Irish-Caraka juga sangat top notch. Build up nya tuh enggak gitu bagus. Nggak kecepetan tapi nggak yang kelamaan juga. Pas lah pokoknya.
Caraka nih digambarkan sosok yang kaku, kikuk, tapi klo udah kerja serius. Jdi sebetulnya awalnya aku agak aneh masa dia bisa kalah gitu aja dari Shaka, tahunya pay off-nya oke banget. Seenggaknya ditunjukin lah seuprit gimana kalau Caraka lagi di persidangan, wkwk.
Bukunya ringan, menghibur, dan nggak bosen sama sekali buat dibaca. Enjoyable.
📞 BERAWAL DARI SALAH SAMBUNG, BERAKHIR GAGAL MOVE ON! REVIEW LENGKAP DRUNK DIALING ✨
Akhirnyaa, selesai juga baca novel ini… Setelah bergelut sama novel-novel CTM akhirnya aku putusin buat penyegaran bacaan, dan pilihanku jatuh ke novel ini. 📞 Novel ini bercerita tentang kebiasaan agak unik dari Irish yaaang… kalo mabuk dia suka nelepon atau mengirim pesan ke mantan-mantannya alias drunk call. Naaah kali ini sasarannya bukan mantan atau geetannya, tapi Caraka, bosnya, dan menurut Irish Bosnya itu menyebalkan karna menggagalkan misi PDKT nya dengan Agastya gebetannya. Heemm… Kira-kira Irish ngoceh apa yaa ke Caraka? 🤭 📞 Tokoh utamanya adalah Irish, meski di CV nya dia memiliki banyak pengalaman di berbagai bidang pekerjaan. Tapi karir nya mentok di Perusahaan yang sesuai dengan bidang studi yang dia ambil saat kuliah. Dia merasa teman-teman seangkatannya sudah memiliki level yang lumayan tinggi, tapi hal itu gak menyurutkan Irish untuk bergelung dengan nestapa. Dia tetap seorang pekerja keras, dan extrovert parah, energinya yang gak pernah habis selalu disalurkan ke hal-hal yang positif (kayak kl diem di rumah sebentar udah kelabakan gituuu). . Lain Irish lain pula Caraka 😊, meskipun dia memiliki prestasi gemilang di bidang akademik dan jabatan menterng di perusahaannya, ia merasa tekanan dari keluarganya membuat dia menjadi agak ambisius. Caraka yang introvert, sekaku seperti kanebo kering dan sedikit kurang peka (tapi lebih cenderung cuek siih 😂 menurutku). Tapiii aku suka sama chaemistry mereka, . Keluarga Irish dan Caraka ini kayak saling bertolak belakang, ada 1 moment yang mungkin ketika aku di situasi itu pasti bakal nangis deh. Yups moment ketika Caraka diajak makan bareng keluarga Irish, disitu kehangatannya sangat terasa. Obrolan random dari kakak-kakak Irish dan Papanya membuat hati Caraka menghangat. Dan begitu kontras dengan keluarganya yang ketika makan malam suasananya sangat hening, pun ketika ada obrolan, pembahasannya hanya seputar karir. Capek yaa Ara…😬 . Aku sebel sih sama Shaka, aku bayangin dia sangat menarik sampai” Irish pun minder. Tapi pas tau baaah, gak habis pikiiir 😩 📞 Novel ini menggunakan alur maju tapi sesekali diselingi kilas balik/flashback untuk memberikan konteks kenapa hubungan mereka bisa serumit ini, kehadiran Masa lalu Caraka membuat Irish agak kurang yakin dengan hubungan yang mereka Jalani, tapi beruntung Caraka mampu meyakinkan bahwa hubungan dengan masalalu itu sudah benar-benar berakhir. Dialog antar karakter pun terasa hidup, penuh sarkasme yang menghibur, juga ada ketegangan romantic yang bikin kita merasa baper sendiri. Kak Pradnya selalu sukses membangun atmosfer cerita yang seolah-olah kita ikut merasakan kegalauan yang di rasakan Irish. 📞 Overall novel ini cukup menghibur dengan ceritanya yang ringan dan related yaa. Buat kalian yang cari bacaan ringan buat mengisi hari libur, aku rasa novel ini wajib untuk masuk wish list kalian 😉
gue udah baca hampir semua karya Pradnya Paramitha, dan jujur aja, ini masih masuk banget ke comfort zone gue: metropop / citylite yang manis tapi tetap mature. the kind of story yang nggak heboh, tapi page-turner banget karena dialognya kerasa hidup.
premisnya sederhana: Irish lagi nggak stabil, terus drunk call… ke orang yang shouldn’t be called alias bosnya sendiri. dari situ kebuka semua: awkward tension, unresolved feelings, sampai keputusan-keputusan yang makin lama makin messy. klasik sih, but it works.
highlight terbesar gue jelas Caraka. dia tuh tipe yang calm, grounded, emotionally intelligent dan itu kerasa banget. nggak berisik, nggak drama, tapi kehadirannya solid. bener-bener kerasa “ini laki-laki udah selesai sama dirinya sendiri.” dan di tengah Irish yang lebih impulsif, dinamika mereka jadi hidup banget.
cuma ya… satu hal kecil yang surprisingly ganggu: panggilan “kak ara”. i don’t know why, tapi tiap baca itu, visual Caraka di kepala gue langsung buyar. dari yang tadinya mature, composed, tiba-tiba jadi kebayang lebih “anak kampus”. padahal gue suka banget sama karakternya. it’s such a small detail, but it shifts the whole vibe for me.
dan kita harus ngomongin ending.
…what was that?
serius, rasanya kayak belum selesai. bukan tipe open ending yang bikin mikir atau lingering in a good way, tapi lebih ke “lah ini lanjutannya mana?” apalagi epilognya, berasa kayak teaser yang nggak cukup buat nutup rasa penasaran. gue ngerti mungkin mau dibikin realistis atau ambiguous, tapi di sini rasanya payoff emosinya kurang ditarik sampai tuntas.
overall, gue tetap menikmati banget. nyaman, relatable, dan dialognya strong as always. tapi di saat yang sama, gue ditinggal di titik yang bikin gue mikir: ini sengaja digantung, atau emang belum selesai ya?
Akhirnya mbak Pradnya Paramitha is back, kembali dengan writing style-nya yg biasa (gak kayak buku terbitan sebelumnya, sumpah kayak kesurupan penulis lain🥹), bertahanlah dengan editor dan penerbit ini mbak eheheheu..
Tema-nya klise sih, office romance, tapi eksekusi-nya seru dan kocak..jujur gregetan banget sama karakter Irish, semua pemikiran dan sikap Irish understandable dan kadang relate tapi aku tetep gak bisa menghilangkan rasa sebalku kepada sikap2 Irish disini.
Cukup plotwist juga sih di bagian extra, overall not her best writing but not the worst dan aku pasti bakal baca tulisan mbak Pradnya yang berikutnya..
Akhirnya aku nyelesaiin bab terakhirnya. Setelah dulu mandek di wattpad, akhirnya aku baca bab terakhirnya di karyakarsa. Fyuhh, airish caraka, finally aku tau ending kisah cinta kalian yah. Abis baca buku yg cukup berat, aku jadi pengen baca yg manis dan ringan aja. Makanya aku pilih buat selesaiin novel ini deh.
Overall okee lah. Bukan cerita favoritku dari kak pradnya, karena monik-agni masih nomor satu buat aku wkwk. Tapi ya emg aku selalu suka cerita kak pradnya sihh. Jadi ini bagus. Kalo mau yg lucu, manis, dan ringan, ya buku ini pilihan yg cukup tepat.