Seorang gadis muda Bernama Moenasih terusir ke belantara kota. Ia berupaya mencari penghidupan demi kelanjutan hidupnya, keluar dari jerat kemiskinan. Namun, petualangan hidupnya tidak mudah. Moenasih terhempas sebagai pelayan pesanggrahan Kawedanan hingga kemudian mendorongnya menjadi seorang pengasuh dari keluarga Belanda. Di keluarga itulah ia menemukan sejumlah misteri, mulai dari perselingkuhan, foto sebuah keluarga yang membalut teka-teki, hingga kasus pembunuhan. Namun, dari karut-marut keluarga itu, seorang anak tertua Bernama Luigi dari keluarga Belanda telah membuat Moenasih merasai diri sebagai gundik. Nyai Moena, kemudian ia dikenal.
Petualangan yang tiada henti inilah yang membentuk Moenasih mengambil sikap sebagai seorang wanita yang mendaulat diri. Hingga perpisahan dengan anak terkasihnya dan pertemuan dengan lelaki yang benar dicintainya, mewarnai cerita Moenasih. Lagi, dan lagi, petualangan hidupnya tidaklah mudah. Sebuah roman Epik tersaji tentang cinta, perjuangan martabat, dan pilihan hidup seorang perempuan, melukiskan spirit kehidupan di tengah belenggu Kolonial.
Galih Pranata merupakan seorang penulis yang lahir di Subang, Jawa Barat pada 29 Juni 1994. Ia telah terlibat dalam beberapa penelitian dan penulisan di sejumlah media massa. Salah satunya adalah National Geographic Indonesia. Alumni magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret Surakarta ini juga telah menelurkan buku-buku tentang sejarah dan pendidikan.