Kabar itu sungguh menggelisahkan Sang Filsuf—Ibn Rusyd. Mimpi mistikal yang dialami pemuda 19 tahun itu jadi buah bibir di Seville, meluas hingga ke Fez di Maroko. Lalu, harapan Sang Filsuf merekah saat pemuda yang lebih senang menjadi musafir itu mengunjunginya. Namun malang bagi Sang Filsuf, usai Pertemuan Agung tersebut, ia justru menanggung derita kesedihan—galaba—tak terperi. Sang Musafir membenamkan pencapaian falsafahnya hanya dengan tiga kata, “Ya,” “Ya,” dan “Tidak.”
Jadi, itu sajakah?
Bagi penjelajah mistik Islam, novel ini menyuguhkan secara gamblang visi Ibn ‘Arabi—Sang Musafir yang lebih dikenal sebagai Syaikh Al-Akbar—tentang perjalanan spiritualnya mencapai kematangan ruhani menjadi Al-Insan Al-Kamil (Manusia Sempurna). Seolah kita mengikuti perjalanan Sang Syaikh ke Maroko, Tunisia, Mesir, Damaskus, Baghdad, Makkah, Madinah, Malatya, dan Konya; “mengunjungi” para sufi besar Islam sekelas Mansyur Al-Hallaj, Rabiah Al-Adawiyyah, Hasan Al-Bashri, Bayazid Al-Bastami, Uways Al-Qarni, Bahauddin Walad, dan Rumi.
Karya ini juga mengajak kita merasakan dari jarak dekat bagaimana Ibn ‘Arabi menjalani hidupnya selama beberapa tahun, demi melayani Fatimah binti Ibnu Al-Muthanna, sufi perempuan paling terkenal di Andalusia.
Sadık Yalsızuçanlar (d. 1962, Malatya), roman ve öykü yazarı, TRT Ankara Televizyonu'nda yapımcı.
İlk ve orta öğrenimini burada tamamladı. Hacettepe Üniversitesi Türkoloji Bölümünü bitirdi (1983). Bir süre yayıncılık ve öğretmenlik yaptı. Halen TRT Ankara Televizyonu’nda yapımcı olarak çalışıyor. Şehirleri Süsleyen Yolcu ve Rüya Sineması’yla TYB öykü ve deneme ödülünü, Ozanın Kopuzu Aşığın Sazı ve Kırkambar belgeselleriyle TMKV ve TYB tv program ödüllerini kazandı.
Sufiisme. Satu tema yg bernada negativ di kalangan umat muslim sekarang ini. dan setelah saya membaca buku ini, sy bisa mengerti kenapa..
"... dengan cermat kudengarkan suara itu, yang menyerupai suara yg berasal dari tubuh-ku, dan kusadari bahwa keadaanku hanyalah pantulan dari suara ini, akibat ketunggalan Allah, aku menjadi Dia, dan Dia menjadi Aku, gambaran-Nya telah menjadi penampilan-ku dan penampilan-ku telah menjadi Gambaran-Nya..."
mulai dari mengaku bertemu muhammad saw, bertemu isa as, bertemu musa as, bahkan mengaku bertemu allah dalam mimpinya,
subhanallah.
allahualam, sy tidak berani berkomentar apa2 tentang semua kesaksian2 beliau, karna sy merasa masih sangat kurang ilmu untuk mengomentari kesaksian seorang yg bergelar syeikh al-akbar. tapi secara pribadi, semua itu terasa berat untuk sy pahami. terlepas dari buruknya penerjemahaan atas buku ini, isinya pun benar2 membuat hati tidak tenang. banyak pemahaman2 yg saya rasa kalau dipahami oleh orang awam seperti saya, malah justru bisa merusak agama kita. merusak ketahuhidan kita.
allahualam, sy cuma bisa berpesan kpd siapapun yg berniat membaca ini, lebih baik ditemani oleh seorang ustad yg mempunyai pemahaman yg mumpuni dalam agama islam. ini penting, agar kita tidak justru diliputi syubhat yg berpotensi menjadi tunggangan setan untuk menyesatkan kita, nauzubillah.
untuk mereka yg belum berniat untuk mendalami ilmu agama secara serius, dan hanya mencari refrensi sejarah islam secara umum, lebih baik mencari buku lain. banyak buku lain yg lebih bagus daripada buku ini.
Novel perjalanan hidup Ibn Arabi mencari Allah SWT melalui jalan sufi. Dilahirkan di Murcia, Sepanyol pada tahun 1165 dan meninggal di Damsyik pada tahun 1240. Digelar Guru Agung (Syeikh Al-Akhbar) kerana mampu menggabungkan pelbagai pemikiran kebatinan di zamannya serta pandangan tasawuf ke dalam ajaran Al-Quran dan hadis.
Di sisi lain novel ini juga menceritakan keadaan umat Islam di Sepanyol dengan pelbagai aliran sufi, kehidupan rakyat, Cardova yang gemilang dengan perpustakaan. Dicatatkan bila seorang terpelajar meninggal bukunya dibawa ke Cardova untuk dijual, dan ketika seorang pemuzik meninggal, alatannya dijual di Seville.
Tentang perjalanan sufinya, saya hanya dipinggir lautan yang maha luas. Tidak berkemampuan untuk memahami apa lagi merasainya. Jadi tidak adil untuk kita yang bukan ahlinya memberi ulasan negatif akan pencarian Allah SWT oleh Ibn Arabi.
Bukunya kereeen banget, tapi bahasa nya emang agak berat sih. Tentang perjalanan spiritual Ibn 'Arabi mencapai tingkatan-tingkatan nya hingga tingkatan tertinggi. Butuh waktu dua minggu buat ngabisin bacanya. Ngerasa speed read berkurang. Meresapi setiap kata-katanya, tapi ada beberapa jugak yang kurang paham mengenai terjemahannya. But, still oke lah
The rating is for the translation. Some passages are headscratching and she couldn't even get geographical names right. I shudder to think what Ibn Arabi's doctrines that might be misrepresented.