BUKOWSKI
Charles Bukowski adalah penulis Amerika Serikat kelahiran Jerman. Gaya hidupnya liar dan sering mabuk-mabukan. Mungkin itu sebabnya, 30 cerita pendek dalam buku "The Most Beautiful Woman in Town & Other Stories" selalu beririsan dengan pengalaman bercinta, alkohol, judi pacuan kuda, dan pikiran-pikiran mesum. Sebagian judulnya memperlihatkan itu: "Life in Texas Whorehouse", "The Fuck Machine", "Non-Horseshit Horse Advice", "Another Horse Story", "My Big-Assed Mother", "All the Pussy We Want", "A Drinking Partner", atau "A White Pussy". Dalam buku ini, Bukowski 'The Dirty Old Man' menuliskan kejujuran yang brutal tentang hidup yang liar.
Bukowski pernah mengatakan bahwa ia menulis apa saja yang ia pikirkan. Kehidupan bebasnya barangkali memberinya ide-ide tulisan yang cenderung liar. Lagipula seseorang, menurut Bukowski, tidak mungkin bisa menulis tanpa suatu kehidupan, sementara menulis sepanjang hari bukan lah suatu kehidupan. Oleh sebab itu, Bukowski tak pernah menyesal dengan gaya hidupnya, meskipun kerap kali bolak-balik ke rumah sakit. Pergulatannya dengan perempuan, alkohol, dan judi adalah hal yang sangat ia nikmati. Namun, berbeda dengan stensilan yang cenderung sekedar mengandalkan ke-mesum-an, tulisan Bukowski mengandalkan plot yang bertenaga dan kejutan yang kuat. Tulisannya tidak berbelit-belit, seperti tempo metropolitan yang cepat dan penuh bahaya.
Dalam karyanya, Bukowski merekam caranya memandang nasib serba sulit dengan cara menikmati segala yang ditawarkan kehidupan. Bagi saya, cerita-cerita pendek Bukowski tahun 1960-1970-an waktu itu adalah olok-olok terhadap Perang Dingin yang serius dan mencekam. Bahkan ketika ia menulis tentang perang dan bom dalam cerpen "Politics is like Trying to Screw a Cat in the Ass" (karena ada yang pernah bertanya kenapa ia tak pernah menulis tentang politik atau dunia internasional), ia masih sempat menyisihkan bagian akhir untuk menegaskan: "[M]aafkan aku, para pembaca, aku mesti kembali kepada pelacur dan kuda dan minuman keras..."