Jump to ratings and reviews
Rate this book

Endless Love

Rate this book
Bermula dari suatu kejadian yang melibatkan benang merah, kenangan-kenangan manis di antara mereka pun perlahan terukir. Namun, seiring dengan berlalunya waktu, salah seorang dari mereka memilih untuk mengubur kenangan itu dalam-dalam.

Siapa yang mengira bahwa Liang Jing Hao, laki-laki dingin perwakilan perusahaan Red Line Soft Tech yang berhati dingin itu, dulunya adalah pria yang selalu penuh dengan tawa?

Dan siapa juga yang akan menyangka bahwa Song Rui En, pelukis jalanan yang selalu menunggu di depan bandara itu, dulunya adalah wanita yang hidup penuh kemewahan?

Saat mereka bertemu kembali, dapatkah kenangan tentang benang merah itu menghadirkan kebahagiaan bagi kedua orang tersebut?

Atau... malah sebaliknya?

278 pages, Paperback

First published January 1, 2010

3 people are currently reading
59 people want to read

About the author

Wu Xiao Yue

3 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (7%)
4 stars
25 (27%)
3 stars
42 (46%)
2 stars
16 (17%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
July 13, 2022
Hmm gimana ya...

Pertama aku ngerasa kasian sama Rui En yg udah nunggu lama Jing Hao balik ke Taiwan, dan pas balik eh kena skandal sama artis namanya Xin Jie. Duh Xin Jie ini karakter cewek yg perlu dijauhin pokoknya.

Terus dikasi flashback perihal gimana Rui En dan Jing Hao ketemu sampe bisa punya feeling each other gitu kan... akhirnya aku mutusin gaosah mau lah ama Rui En kalo kayak gitu orangnya. *wkwk maaf*

Then balik ke masa skrg, Rui En masi ngejar Jing Hao dan si Jing Hao plin plan mau balikan apa kagak like😑😑😑

Dan taraaaa endingnya ogeb banget dah Jing Hao, I know family first, tp masa iya udah CEO gitu milih nyerah aja heyy gak realistis. Gjls

Actual rating 2.2🌟
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 6, 2015
[Diikutkan dalam lomba review Haru]

"Pria dan wanita yang sudah terhubung oleh benang merah, betapa pun keduanya saling membenci dan mendendam, pada akhirnya tetap akan menikah, menjadi sepasang suami istri."

Berawal dari sebuah kejadian tanpa sengaja sebuah rok merah ikut tertarik pada gantungan baju oleh Liang Jing Hao saat melarikan diri dari kejaran aparat keamanan, Jing Hao bertemu dengan sosok Song Rui En. Sejak hari itu seakan ada benang merah tak kasat mata yang telah mengikat keduanya, hingga akhirnya mereka pun bersama.

Namun, kebersamaan mereka tak berlangsung lama, mereka pun akhirnya terpisah kembali karena Jing Hao memutuskan untuk pergi meninggalkan Rui En. Rui En masih terus menunggu dan menunggu kehadiran kembali Jing Hao dengan terus melukis dan melukis.

Baik Jing Hao maupun Rui En saling memendam kerinduan satu sama lain, hingga saat Jing Hao kembali lagi tetapi tetap saja seakan ada jarak yang memisahkan mereka. Rui En tak tinggal diam, memutuskan untuk merebut kembali seluruh cinta dan perhatian Jing Hao, karena dia yakin Jing Hao masih mencintainya.

Namun, Jing Hao terlalu keras kepala menolak semua perasaannya terhadap Rui En , ternyata ada alasan mengapa Jing Hao memutuskan berpisah dari Rui En.

Awalnya, aku pikir ini tentang cinta beda status sosial ternyata aku salah. Ada sesuatu yang menjadi pemicu mengapa Jing Hao dan Rui En sulit untuk bersatu dan itu hanya diketahui oleh Jing Hao. Untungnya, si benang merah pengikat mereka terlalu kuat dan sulit untuk dipisahkan, mereka seakan ditakdirkan untuk terus bertemu dan bertemu lagi.

Diceritakan dengan alur flashback, aku bisa merasakan bagaimana perasaan Jing Hao dan Rui En perlahan-lahan tumbuh, ketika mereka harus berpisah, bertemu kembali, berusaha menutupi perasaan, dilema mereka hingga ketika satu demi satu keping rahasia terbongkar, aku ikut larut dengan kisah mereka.

Bahasa terjemahannya juga tidak kaku, begitu mengalir sehingga aku bisa menikmati kisah benang merah pengikat jodoh ini.^^
Profile Image for ima.
102 reviews3 followers
July 12, 2017
Review :
Di jalan sepi dengan sinar yang remang, Tuhan seolah sedang bercanda pada mereka dengan membuat untaian benang merah panjang yang menghubungkan mereka berdua… (hal. 52)


Benang dari rok merah yang dikenakan Song Rui En tersangkut pada gantungan baju Liang Jing Hao saat lelaki itu melarikan diri dari kejaran polisi. Itulah awal mula pertemuan dua manusia yang sudah terikat oleh benang merah dari Dewa Jodoh. Setelah kejadian tersebut, mereka terus dipertemukan dalam berbagai situasi. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bersama.

Tapi nahasnya, sebelum mereka resmi menikah, Jing Hao pergi meninggalkan Taiwan dan, tentunya Rui En.

Tiga tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali. Tapi sikap Jing Hao telah berubah. Ia menjadi sosok yang sangat dingin dan sering mengeluarkan kata-kata kejam untuk Rui En. Tapi gadis itu yakin, kalau Jing Hao masih mencintainya. Ia pun bertekad untuk membuktikan hal tersebut. Hingga Rui En tahu apa alasan dari kepergian Jing Hao.

Sanggupkah mereka menerima kenyataan yang diketahui dengan sedemikian rupa?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Lagi-lagi aku dapat kisah yang ‘seharusnya’ menjadi kisah favoritku, tapi nyatanya tidak seperti yang kubayangkan. Sejujurnya sih, ngga ada ekspektasi apapun, tapi aku berharap untuk mendapatkan lebih dari ini.

Walaupun begitu, saat aku menulis resensi ini (yang mana waktu membacanya sudah lewat dari kemarin-kemarin) tapi masih ada beberapa adegan ikonik di novel ini yang aku ingat. Kesan beberapa adegannya sangat mendalam untuk aku pribadi.

Aku cukup terkejut dengan alasan kepergian Jing Hao dan nyaris ikutan membeku. Ikutan nyesek, iya.

Perjuangan Rui En benar-benar patut aku acungi jempol. Nunggu selama tiga tahun dengan harapan-harapannya lalu sempat dipatahkan dengan kenyataan tapi masih mau menunggu sedikit lebih lama lagi. Wow, benar-benar, benang merah sudah mengikat mereka.

Tapiiii, endingnya kampret banget. Gitu aja. Gitu doang. Iya, udah gitu aja! Bete deh, huft.
Profile Image for Jasmina.
50 reviews2 followers
November 12, 2017
Aku menyelesaikan bacaanku ini kemarin, tapi reviewnya kutulis hari ini. Jadi, ya...:D

Buku ini berada di posisi tengah-tengah untuk daftar buku favoritku, ataupun sebaliknya.

Entahlah.

Untuk terjemahannya, cukup halus dan lancar, dibacanya pun nggak begitu kaku. Alurnya, walaupun mainstream, tapi cukup menarik. Penokohan, eung, jujur, aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah ataupun karakter seorang Liang Jing Hao dan Song Rui En dengan begitu baik. Karena kurasa, penulisnya tidak begitu fokus pada penggambaran fisik, mungkin?

Untuk hubungan Rui En dan Jing Hao, entah, tapi aku tidak merasakan feel di antara mereka berdua. Mereka memiliki chemistry, tapi tidak diperkuat oleh penulis. (Ini murni pendapatku)

Endingnya menurutku terkesan terburu-buru. Setelah permasalahan ini itu, lalu konflik diselesaikan dengan hanya lewat pembicaraan (Jing Hao dan ayah Rui En). Menurutku, agak sedikit memaksa.

Tapi secara keseluruhan, buku ini cukup bagus, kok. Sebenarnya aku sangat tertarik dengan cerita-cerita yang bertema tentang benang merah. Ada sensasi tersendiri bagiku ketika membacanya.

Covernya lucu, nggak tau kenapa aku suka! :D
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
March 22, 2015
Sudah pernah nonton dramanya, tapi tetep merasa sedih & kasihan ngeliat Jing Hao yang selalu kesusahan. Sayang endingnya cuma gitu aja.
Profile Image for Altair Poetry.
21 reviews
January 14, 2025
Ini merupakan M-Novel pertama yang kubaca; karena penerbitnya adalah penerbit Haru! Bagi saya, kunci utama bagi novel terjemahan dapat nyaman dibaca adalah bagaimana mengonversi gaya bahasa dan diksi dari bahasa asing (bagi saya Mandarin adalah bahasa yang sulit) diubah dan dicocokkan dengan bahasa Indonesia, itu sangat penting agar pembaca dapat tetap menikmati buku tersebut.

Dan, lagi-lagi, selain Korea dan Jepang, Haru berhasil membawa novel Mandarin ke rak buku Indonesia. Dan bagi saya hasilnya sangat bagus!

***

Bercerita tentang sepasang kekasih yang terpaksa berpisah karena sebuah insiden besar; ditambah masa lalu yang berat dari tokoh sang pria, Jing Hao, akhirnya pasangan kekasih ini berpisah dan bertemu lagi setelah tiga tahun lamanya. Fyi, latar yang digunakan adalah Taiwan.

Alasan saya tertarik membeli novel ini, karena sependek yang saya ingat, Endless Love pernah tergaung melalui sebuah lagu Mandarin dan sebuah drama dengan judul serupa. Kalau kamu penyuka drama Taiwan di bawah tahun 2015, kamu pasti akan merasakan vibrasi yang sama dengan topik cerita yang dibawakan; tentang sentimen dan trauma masa lalu tokohnya yang membuat tokohnya sulit jatuh cinta, mengekspresikan diri, dan berpacaran.

Gaya bahasa yang digunakan ringan tapi tetap terasa dalam. Mungkin saya jarang menemukan novel yang sangat smoot ketika membawa saya masuk ke alur maju mundur, adegan demi adegan, dan perasaan demi perasaan. Bahkan unsur komedi yang ditorehkan pun sangat terasa.

Overall, this is good novel.

***

Kekurangan bagi saya adalah tampilan teks pada novel yang anehnya menurut saya agak kurang membuat nyaman untuk dibaca dibanding buku-buku Haru lain. Tapi, itu tidak memengaruhi isi cerita.
Profile Image for Jessica.
1,219 reviews40 followers
February 23, 2020
Dibeli pas Val’s day sale Haru. Murahh bangettt.

Ceritanya yaa tentang Liang Jing Hao dan Song Rui En yang dipertemukan oleh benang merah.

Tapi ga berasa banget perkembangan karakter meskipun udah lewat 3 tahun, dan penyelesaian masalahnya cepet banget. Kilat di akhir. Bertele-tele di awal. Well, bagian bertele-tele ini sih bagian angst antara Jing Hao dan Rui En yg akhirnya bertemu kembali setelah 3 tahun berpisah. Tapi aku juga ga ngerasa angst banget sih.

Would I recommend it? Maybe. Would I re-read? Nope.
Profile Image for Senli Marliana.
648 reviews3 followers
September 22, 2019
Bakal oke banget kalau lebih detail, panjang dan tidak cuma ber-ending 'gampang.
Sumpah ending-nya bikin gregetan, penyelesaian konfliknya nyaris lebay kaya sinetron dan endingnya cuma bikin bilang 'halaaaaaah'
Buat saya sih ya ✌️

Terjemahan atau emang gaya penulisannya yang agak kaku ya, kurang ngalir enak sih waktu bacanya. Awal-awal boring dan bikin 'eh maksudnya apa sih' , semacam itulah 😂

Selera ✌️✌️
Profile Image for Rosita Dewi Nuraeni.
19 reviews
April 8, 2020
Gimana ya, aku ngerasa kecewa sama beberapa hal yang gak diceritain dengan jelas. Contohnya konflik Jing Hao dengan ayah Rui En. Bingung aja tiba-tiba ada statement dia yang jadi penyebab kematian ibu Jing Hao. Terlebih saat Jing Hao sama Rui En mulai berhubungan sampai akhirnya mutusin buat pergi. Mungkin alasannya bisa jadi karena Penulis gak mau bukunya ketebelan kalo dijabarin semuanya, cuma menurutku sayang banget point-point pentingnya jadi kaya hambar gitu.
Profile Image for Hikari Mio.
13 reviews1 follower
April 30, 2015
[Diikutkan dalam lomba review Haru]

“Kau adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan kepadaku. Tuhan menghadiahkan kau padaku, atas semua kesabaranku. Seperti hadiah natal. Karena aku sangat tegar, jadi Tuhan akhirnya menghadiahkanku dirimu yang begitu indah. Menghadiahkanmu padaku.” —Liang Jing Hao

Liang Jing Hao tidak menyangka bahwa rak gantungan baju yang dibawanya lari karena dikejar oleh polisi akan membuat dirinya mendapat masalah. Gantungan baju miliknya secara tidak segaja membuat benang merah rok seorang wanita tersangkut. Alhasil, mereka berdua harus berlarian bersama. Sementara Jing Hao berlari karena kejaran polisi, sedangkan wanita bernama Rui En harus berteriak menghentikan Jing Hao agar rok miliknya tidak semakin pendek. Ya, Tuhan seolah sedang bercanda pada mereka dengan membuat untaian benang merah panjang yang menghubungkan mereka berdua.

“Pria dan wanita yang sudah terhubung oleh benang merah, betapa pun keduanya saling membenci dan mendendam, pada akhirnya akan menikah, menjadi sepasang suami istri” —hal.67

Setelah kejadian itu, perasaan aneh membuat mereka semakin dekat. Ya, Jin Hao mencintai Rin En, begitu juga sebaliknya. Cinta mereka awalnya berjalan dengan saat baik, hingga saat waktu pernikahan, hal yang tidak diinginkan-pun terjadi. Jin Hao menghilang…

Selama tiga tahun, Rin En selalu setia menanti kepulangan Jin Hao, dia percaya bahwa laki-laki yang disukainya itu akan kembali. Dia melepaskan semua-nya, melepaskan mimpinya untuk pergi ke Paris, melepaskan diri dari segala kekayaannya dan tinggal dirumah yang dulu pernah ditempati oleh Jin Hao dan juga memilih menjadi seorang pelukis jalanan dan selalu datang ke bandara untuk menunggu kepulangan Jin Hao.

Lalu setelah akhirnya Jin Hao kembali, apakah hubungan mereka tetap berlanjut seperti dulu, atau malah sebaliknya?

Awal baca-nya agak bingung dengan alurnya, tapi lama-kelamaan bisa masuk juga ke dalam alur ceritanya walaupun sedikit monoton sih ceritanya! Belum dapet feel gitu, maksudnya. Apalagi banyaknya tokoh dalam novel ini, sedikit membuat saya kebingungan dan selalu membalikkan halaman sebelumnya untuk mencari lagi tokoh serta peran mereka. Maklumlah, namanya hampir sama semua makanya saya kebingungan untuk mengingat satu-per-satu peran mereka.

Dan yang paling membuat saya kecewa adalah tidak adanya pembatas antara kejadian yang satu dengan yang lain, apalagi di dalam cerita ini saya menemukan banyak sekali hal itu. Kesannya jadi terlalu mendadak dan membuat saya kelimpungan, dari adegan yang ini lalu tiba-tiba langsung beralih ke adegan yang lain. Seharusnya ada jeda, di-spasi mungkin juga bisa biar ada jaraknya, jadi pembaca tidak dibuat kebingungan.

“Lihatlah lebih dekat ke dalam hatimu! Kalau tidak mampu melepaskannya, maka peganglah dia dengan erat. Kalau dia tidak mencintaimu, ya kau lepaskanlah dia dengan ikhlas, jangan pikirkan dia lagi! Kau kan Cuma perlu memilih satu di antara dua, apa susahnya, sih??” —Liang Jin Hao

Walaupun mencoba untuk mendapatkan feel dari ceritanya, tapi entah kenapa saya nggak bisa tersentuh saat membaca novel ini. Ceritanya, kesannya, biasa-biasa aja nggak ada yang special banget. Hampir mirip dengan novel Korea kebanyakan —menurut saya. Unsur benang merahnya memang ada, tapi kurang greget. Terlalu banyak flashback—nya, jadinya alur majunya kurang dapet. Walaupun alur mundur itu perlu karena untuk mengetahui kenapa para tokohnya berubah sikap, tapi kalo banyak-banyak ya nggak bagus juga.

Tapi meskipun begitu, saya amat sangat salut dengan penulisnya, Wu Xiao Yue yang konsisten saat mengungkapkan karakter para tokohnya. Tidak ada yang secara mendadak berubah drastic, semua diatur dengan cara apik dan tentunya dengan sebab yang pasti sehingga para pembaca mengerti mengapa para tokohnya berubah sifat.

Di cerita ini, kesel banget sama tokoh Jin Hao. Menunggu tiga tahun itu nggak bentar lho! Lama banget dan bikin nyesek, apalagi kalau yang ditunggu itu nggak pernah kasih kabar atau kepastian. Because I ever cause, makanya aku bisa bilang begitu. Dan tentunya, aku sangat salut dengan tokoh Rui En yang mau menunggu Jin Hao.

“Ternyata, ketika jantung lupa berdetak, akan terasa sangat menyakitkan.” —hal. 111

Endingnya bikin shock dan nggak terduga tentunya! Tapi sayangnya mendadak banget, jadi kesannya ceritanya itu dipaksakan. Nggak bisa mengalir begitu saja. Yeah, saya menyayangkan hal itu. Apalagi konfliknya kurang banget. Intriknya itu nggak ada yang bikin aku shock dan bikin aku bilang WOW… ceritanya biasa aja—menurutku.

Yang paling plus itu adalah covernya. Girly banget dan aku suka. Pinky dengan ilustrasi yang cocok dengan isi keseluruhan cerita. Perpaduan warna dan semuanya itu eye catching. Apalagi semua unsur-unsur yang disebutkan dalam novel, ada semua di cover novel. Mulai dari ilustrasi wanita mengenakan rok merah yang terkena gantungan baju sampai bermacam-macam pakaian serta jins.

Last not but least, saya merekomendasikan novel ini buat kalian-kalian yang memang percaya dengan adanya ikatan benang merah.

“Pernahkah kau mendengar tentang legenda benang merah? Di mana setiap manusia diikat oleh benang merah tak kasat mata pada kelingkingnya, dan ujungnya terikat pada kelingking belahan jiwanya. Sejauh apapun mereka terpisah, suatu saat mereka akan bertemu lagi karena benang itu tidak akan pernah putus.”
15 reviews2 followers
March 18, 2019
Awalnyaa bagus banget tp entah knp tambah lama tambah aneh
Profile Image for Bibli Fy.
27 reviews
October 15, 2020
Ceritanya tuh bagus sebenernya, cuman agak kurang sreg sama Endingnya Aja yang agak terkesan tidak 'realistis' Dan plotnya terkesan menggebu2, but.. it's still entertaining😊
This entire review has been hidden because of spoilers.
21 reviews
February 12, 2021
awal cerita menarik namun penyelesaian konflik kurang memuaskan yang membuat saya merasa endingnya antiklimaks.
Profile Image for Lala.
128 reviews46 followers
January 15, 2016
Liang Jing Hao adalah seorang perwakilan perusahaan Red Line Soft Tech. Kesuksesannya tidak ia dapatkan secara mudah, ia harus terlebih dahulu melalui lika-liku kehidupan. Jika tidak bertemu dengan Song Rui En, seorang pelukis jalanan, mungkin saja jalan hidupnya akan berbeda. Tetapi, Tuhan menakdirkan mereka bertemu, tiga tahun lalu, oleh literally, seutas benang merah. Jing Hao mulanya adalah seorang penjual pakaian di pasar malam bersama sahabatnya NoQ. Jing Hao bekerja serabutan untuk menghidupi dirinya dan ayahnya, setelah ibunya meninggal dunia sewaktu ia kecil yang menyebabkan ayahnya mengalami depresi yang berujung pada gangguan kejiwaan. Suatu malam, tragedi kejar-kejaran dengan polisi membawanya bertemu dengan Rui En--wanita kaya yang berprofesi sebagai pelukis. Rok merah Rui En tanpa sengaja tersangkut pada troli baju yang ditarik Jing Hao. Mulai saat itu, Jing Hao dan Rui En kerap berurusan masalah ganti rugi dan permintaan maaf serta mulai tertarik dengan satu sama lain.

Jing Hao mengetahui telah ada seseorang dalam hati Rui En, yaitu Min Shuo, seorang dokter yang pertama ditemuinya saat pameran lukisan Rui En. Rui En bertekad memutuskan benang merahnya terhadap Min Shuo karena selama ini Min Shuo hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Lambat laun Rui En menyadari bahwa Jing Hao adalah satu-satunya pria yang dicintainya. Tetapi, kisah cinta mereka berdua tidak semulus itu. Peristiwa masa lalu membawa perpisahan di antara keduanya, menyebabkan Jing Hao meninggalkan Rui En ke Jepang, selama tiga tahun tanpa kembali. Demi pengorbanannya untuk Jing Hao, Rui En rela meninggalkan ayahnya dan kehidupan mewahnya, serta melanjutkan sekolah di Paris, untuk tinggal di tempat dimana ia bertemu dengan Jing Hao. Ia terus menunggu Jing Hao, menumbuhkan harapan di hatinya bahwa Jing Hao akan kembali untuk menemuinya. Namun, harapannya hampir pupus saat ia melihat Xu Xin Jie--seorang aktris terkenal--mencium Jing Hao di depan matanya. Juga, sikap Jing Hao yang sangat dingin dan seperti tak lagi mencintainya.

***

Ini kali kedua saya membaca M-novel, setelah yang pertama yaitu You are the Apple of My Eye. Jika dulu You are the Apple of My Eye berhasil membuat saya menitikkan air mata, kali ini Endless Love tidak 'sesukses' pendahulunya itu. Meskipun begitu, novel ini tetap punya kisah yang sama menariknya.

Thoughts:
Pemicu konfliknya unik sekali. Saat membaca sinopsisnya tentang benang merah, saya pikir benang merah yang berarti ungkapan, tetapi yang terjadi malah sebaliknya, yaitu benang merah secara harfiah. Saya menyukai bagaimana kisah berjalan. Di awali dengan kisah di masa kini, saat Jing Hao sedang dalam perjalanan kembali ke Taiwan, kilas balik peristiwa tiga tahun lalu kembali terulang di benaknya. Kilas balik itu lah yang menjadi kunci terungkapnya masa lalu mereka berdua. Saya menyukai bagaimana penulis membuat saya penasaran dengan mengungkap secara satu persatu apa saja yang Jing Hao dan Rui En lalui, kenangan apa saja yang terbentuk, mengapa bisa sampai seperti sekarang. Meskipun di awal kisah penceritaannya kurang mudah saya pahami (karena kilas balik yang campur-campur itu), tetapi dengan membalik halamannya sedikit-sedikit saya mulai mengetahui titik permasalahannya. Saya gemas dengan Jing Hao dan Rui En yang terkadang denial dengan perasaan mereka, sehingga seringkali menimbulkan kesalahpahaman dan konflik kecil.

Baca selengkapnya di http://readingvibes.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Inge.
150 reviews3 followers
February 24, 2015

Kisah tentang Song Rui En dan Liang Jing Hao, mereka yang bertemu bisa dikatakan karena tidak sengaja. Namun perjalanan selanjutnya membuat mereka akhirnya terikat satu sama lain, oleh benang merah seperti awal perjumpaan mereka.

Perbedaan tingkat sosial antar keduanya membuat hubungan mereka awalnya seakan saling bermusuhan karena seakan tak bisa memahami keadaan satu dengan lainnya. Ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh Rui En menyakiti hati Jing Hao. Perbuatan baik yang kemudian diberikan oleh Rui En juga disalah artikan oleh Jing Hao.

Namun lambat laun mereka bisa mengerti satu dengan lainnya. Walau mungkin semua berawal dari ikut campurnya Jing Hao dalam urusan asmara Rui En.

Tapi ada hal yang akhirnya memisahkan mereka, selama tiga tahun Jing Hao meninggalkan Rui En, meninggalkan negaranya, meninggalkan sahabat-sahabatnya. Sesuatu yang membuat Jing. Hao berubah, bahkan setelah tiga tahun dan ia harus kembali lagi ke Taiwan.

***

Kisah cinta beda status sosial ini mungkin sudah banyak ditemu, namun cerita ini memiliki cerita tersendiri untuk konfliknya. Sesuatu yang tidak saya duga. Saat awal membacanya saya berpikir bahwa yang memisahkan keduanya adalah Ayah Rui En yang tidak bisa menerima Jing Hao karena kemiskinannya. Dan kemudian Jing Hao harus meninggalkan Taiwan untuk membuktikan bahwa ia pantas untuk Rui En.

Namun ternyata semua bayangan saya tadi salaaaah! Walau jalan cerita untuk novel ini banyak flash back, namun justru itu yang membuat menarik. Dimana kita diajak merasakan dulu apa yang tengah dirasakan oleh kedua tokoh utama, baru kemudian dibeberkan mengapa ia melakukan itu semua.

Menarik karena yang dirasa pertama malah sebel dengan tingkah Jing Hao yang seakan begitu tega menyakiti Rui En. Gemes juga saat sedikit demi sedikit tau bahwa sebenarnya Jing Hao sendiri ternyata juga belum move on. Dan penasaran apa yang menjadi penyebab semuanya terjadi.

Mungkin ada satu hal yang kurang saya suka dari novel ini. Keputusan Jing Hao di akhir, bukan tentang endingnya. Kalau endingnya saya suka, maniiiiis. Hanya saja keputusan Jing Hao yang membuat saya mengerutkan dahi. Mengapa seakan tidak ada jalan keluar lain yang membuatnya tetap bisa bersama orang yang ia sayangi tapi tak melepas kesempatan besar lainnya.

Secara keseluruhan, saya suka dengan novel ini. Selain ceritanya yang menarik, terjemahannya pun enak. Mengalir, dan saat membacanya seakan membaca novel lokal. Tidak terkesan kaku.

Beberapa kalimat dalam novel ini yang aku suka :
“Pria dan wanita yang sudah terhubung oleh benang merah, betapa pun keduanya saling membenci dan mendendam, pada akhirnya tetap akan menikah, menjadi sepasang suami istri."
“Kau adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan kepadaku. Tuhan menghadiahkan kau padaku atas semua kesabaranku. Ya, pasti begitu …”
“Lihatlah lebih dekat ke dalam hatimu! Kalau tidak mampu menjelaskannya, maka peganglah dia dengan erat. Kalau dia tidak mencintaimu, ya kau lepaskanlah dia dengan ikhlas, jangan pikirkan dia lagi!”

4/5 Bintang untuk benang merah yang mengikat Rui En dan Jing Hao.
Profile Image for Hana Ardha.
1 review1 follower
May 1, 2015
[Diikutkan dalam lomba review Haru]
Endless Love - ketika membaca judul dari cover simple dan colorfull pasti akan penasaran. Dengan tumpukan-tumpukan baju dan 2 orang cewek cowok. Kalau yang terlalu kepo pasti akan membaca sinopsis singkat yang ada di belakang buku. Kurasa, hanya melihat cover bisa memunculkan persepsi singkat. Cinta Abadi - Benang Merah.
Selanjutnya, kisah Song Rui En dan Liang Jing Hao berawal dari sebuah ingatan masa lalu Jing Hao tentang pertemuan yang tak terduga olehnya. Benang rok milik Rui En tersangkut di gantungan baju Jing Hao yang dikejar petugas keamanan. Kemudian beralih waktu saat Jing Hao kecil melihat tubuh Ibunya terbujur kaku, meninggal di depan matanya. Kenangan pahit di dalam otaknya terukir kembali.
Kisah Jing Hao dan Rui En memang sedikit membuat pembaca bingung dengan alur maju mundur dari penulis. Pembaca diharuskan fokus apa yang sedang ia baca agar tak ketinggalan kisah menyedihkan diantara Jing Hao dan Rui En. Jika si pembaca lengah, pasti ia akan membaca berulang kali.
Halaman-halaman selanjutnya, saat sisi seorang Rui En lebih ditekankan. Pembaca akan tau isi hati wanita yang menunggu sang kekasih yang meninggalkannya. 3 tahun berlalu, sampai akhirnya mereka bertemu dalam keadaan yang jauh berbeda. Rui En yakin bahwa Jing Hao adalah Benang Merahnya. Cinta beda status membuat kisah cinta mereka merenggang. Bukan hanya itu, kehadiran orang lain yang mencintai mereka membuat konflik-konflik cinta sederhana (cemburu,salah paham) menjadi rumit. Jing Hao yang ingin menjauh dari sosok Rui En dengan sikap dinginnya, namun Rui En yang pintar mengetahui bahwa masih ada harapan untuk gadis ini memperjelas perasaan mereka.

Namun bukan hanya kisah cinta saja yang ditekankan oleh penulis. Novel ini juga menyelami sisi kekeluargaan yang hancur namun saling menyayangi. Jing Hao dengan setianya menguerus ayahnya yang depresi berat dan harus bekerja siang malam untuk membayar perawat.

Ketika membaca akhir cerita, kok rasanya aneh gini. Gak ada manis-manisnya.Memang, Rui En dan Jing Hao bersatu. Mereka memang ditakdirkan sebagai jodoh. Namun, Setelah aku berjibaku dengan tissue yang menggunung di tempat sampah, aku harus menerima kepahitan yang mendalam. Kesan terburu-buru. Ending tidak terlalu buruk sih, tapi gak ada kesan.

Aku rekomendasiin ini untuk pembaca yang sangat menyukai genre layaknya telenovela. Kisahnya yang pasti terjadi di dunia nyata, membuat novel ini hidup. Narasi penulis yang tak bertele-tela dan lugas membuat pembaca akan merasakan kepahitan dan rasa berbunga-bunga saat membacanya. Terjemahan dari novel ini juga sangat membantu, typo tak terditeksi, font besar dan cover yang di kemas simple yang bisa mengidentifikasikan inti novel.
Profile Image for Siti Robiah A'dawiyah.
174 reviews23 followers
February 19, 2015
Ide cerita dari Endless Love adalah tentang takdir yang menyatukan sepasang kekasih. Kisahnya mengenai kepercayaan pengikatan jodoh melalui benang merah. Konon, di setiap jari manusia ada benang merah tak kasat mata yang menghubungkan dirinya dengan jodoh si manusia. Entah benang itu akan merenggang atau kusut pada akhirnya benang merah ini akan tersambung pada jodoh sebenarnya. Sama halnya dengan benang merah takdir ini, secara tak sengaja Jing Hao dan Rui En juga betemu gara-gara benang merah dari rok milik Rui En tesangkut di gantungan dagangan milik Jing Hao. Dari segi tema dan idenya unik. Kisah dari Jing Hao dan Rui En juga tentang kisah cinta si kaya dan si miskin yang ditentang oleh keluarga.
Tokoh Jing Hao adalah si miskin dan Rui En adalah cewek kaya yang manja dan bemulut pedas pada awalnya. Karakter Jing Hao yang pekeja keras dan perasa seringnya berbentuan dengan sifat Rui En yang bermulut pedas. Seringkali Rui En bukan ingin menghina keadaan Jing Hao tapi yang terjadi karena ketajaman mulut dirinya yang terjadi adalah sebaliknya. Sehingga hal ini yang menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka. Berbicara mengenai tokoh, kira-kira hanya ada 5 tokoh yang muncul hingga akhir cerita. Sisanya tak diceritakan kembali. Seperti tokoh Bi Yun dan Tong Tong, tak muncul kembali setelah di awal cerita mereka muncul. Mungkin agar cerita lebih berfokus pada tokoh Jing Hao dan Rui En, sehingga yang lainnya tak muncul kembali. Tapi hal ini menimbulkan keingintahuan mengenai nasib mereka selanjutnya di novel ini.
Pembaca akan diajak menyelami kisah Jing Hao dan Rui En dengan alur maju-mundur. Di beberapa bab akan dijelaskan mengenai masa lalu mereka lalu di bab lain akan berkisah mengenai mereka sekarang. Membaca Endless Love layaknya menonton drama. Dan kisah mereka memang bisa tertebak bagaimana akhirnya tapi tetap tidak mengurangi keharuan dari kisah cinta Jing Hao dan Rui En.
Terjemahan dari Endless Love ini baik dan mengalir (meskipun saya tidak membaca versi aseli juga). Saat membacanya, pembaca takkan tersendat karena terjemahan aneh. Gampang diikuti dan mudah dibaca sekali duduk. Ukuran huruf yang digunakan juga cukup besar, jadi bagi saya sendii yang minus 3 hal ini tidak membuat mata lelah dan harus benar-benar dekat dengan bukunya untuk membaca. Dan yang tak kalah kece adalah sampul bagian depan yang menarik. Gambar sepasang cewek dan cowok yang sepetinya Rui En dengan Jing Hao, terhubung melalui benang merah dari rok milik si cewek. Salah satu nilai lebih untuk novel ini.
review di blog
Profile Image for Naomi Chen.
229 reviews14 followers
May 6, 2015
[Diikutkan dalam lomba Review Haru] - dan lagi-lagi buat versi Indo-nya :3

Sebenarnya, saya suka tipikal cerita seperti ini, karena otomatis mengingatkan saya pada karya buatan saya sendiri, Hehehe. Apalagi ada perihal tentang legenda benang merah, salah satu cerita tradisional yang saya suka sejak saya beranjak remaja..

Tapi.. tunggu dulu. Sepertinya saya setuju dengan reviewer lain yang menulis kalo endingnya kurang greget dan tidak memuaskan. Tidak ada drama yang lebih menjanjikan? Lalu bagaimana nasibnya Xiao Jie? Red Line Tech? Dan juga Rui En - Jing He? *biarkan kalian makin penasaran, jadi baca deh novelnya. hehehe*

Pertamanya saya pikir, membaca buku ini akan menghabiskan waktu yang cukup banyak. Tapi ternyata, saya berhasil menyelesaikannya hanya dalam waktu 1 jam ++ (ga sampe 2 jam yang pasti). Wu Xiao Yue banyak menulis deskripsi, dan mungkin itu yang membuat novel ini jadi terlihat 'pendek', karena biasanya halaman novel akan sebakin tebal ketika sang penulis banyak mendeskripsikan konflik dalam bentuk dialog atau event, bukan sekedar deskripsi semata. Selain itu juga, tulisannya besar dan spasinya cukup jauh, jadi saya sebenarnya agak sedikit 'tertipu' dengan mengira bahwa novel ini tebal, karena kenyataannya tidak demikian.

Tapi karena saya menyukai tipikal cerita seperti ini, tetap.. 4 bintang untuk novel ini. :)

***

Actually, I love this typical story. Makes me remind with my own work. Also, I really love "red-line" theme, one of mythical story that I adore since teenager days.

But.. wait a minute. I agreed with other reviewers who said that the ending wasn't satisfying at all. No more melancholic drama? And.. what happened with Xiao Jie? Red Line Tech? And... Rui En - Jing He?

At first I thought that I will take a long time to read this book. Guess what? I've done in about 1 hour ++. Wu Xiao Yue wrote mostly, description. Maybe that's made this novel seems short, because usually, it'll thicker when the writer wrote many conflict in dialogue. And also the novel format (Indonesian translation), big font and wide space. Made me 'tricked' and think that this novel has thick pages, and that's not the truth ~

But still, because I love this typical, I'll gave 4 stars. LoL
Profile Image for Amanda Bahraini.
70 reviews11 followers
February 25, 2015
Ini adalah pertama kalinya saya baca novel romantis terjemahan mandarin, dan saya lumayan suka. Lagi2, saya harus memuji translasi yang jelas dan mudah dimengerti (penerjemah Endless Love : Jeanni Hidayat) karena serius deh, itu adalah hal terpenting dari membaca novel terjemahan, utamanya korea, mandarin dan jepang. Saya juga menemukan banyak hal baru mengenai budaya di mandarin sana, seperti istilah wu guan (istilah ilmu pengobatan tradisional tiongkok, mencakup 5 indera yang ada di kepala), julukan dalam keluarga (Ge Ge, Jie Jie, Ba Ba, Ma Ma). Mungkin udah banyak yang tahu, terutama yang keturunan tionghoa, tapi ini informasi baru lho buat saya :D

Alurnya rapih, ada beberapa flashback tapi penulisnya berhasil membungkusnya dengan lumayan rapih. Membaca novel ini seperti sedang menonton drama rom-com mandarin, adegan tiap adegan, penggambaran raut, meetcute yang manis, semuanya mengingatkan saya akan Meteor Garden, Love at the Dolphin Bay dan drama mandarin lainnya - jadi buat kamu2 yang mengaku hopeless romantic, novel ini bisa dijadikan pilihan ;). Yaaahh coba dibuat drama beneran yaaa. Oh tunggu dulu, tapi drama taiwannya emang udah tayang tahun 2010 yang lalu kok.

Saya belum nonton sih, tapi ganteng2 cantik2 yes? Wilber Pan sebagai Jing Hao, Sandrine Pinna sebagai Rui En (artisnya blasteran taiwan-inggris), Lin You Wei sebagai Min Shuo (tunangan Rui En), dan Sumiya Nemi sebagai Xu Xin Jie. Kira2 bakal tayang di Indonesia gak ya? Apa udah pernah?


Adapun saya sempat sedikit kesulitan dengan nama2 tokohnya : Liang Jing Hao, Song Rui En, Xu Xin Jie, dll dsb. Padahal sebenarnya gak jauh beda ya sama struktur nama orang korea? tapi mungkin karena saya lebih sering baca-nonton drama korea dan semua hallyu2, jadilah saya lebih merasa nyaman dengan itu, sepertinya ini masalah kebiasaan aja.

Gimana? tertarik gak? Selamat baca dan nonton ya!

Mandhut.

Lebih lengkap : https://mandhut.wordpress.com/2015/02...

Profile Image for Tri Ciduk.
20 reviews3 followers
September 8, 2015
Alur, dengan alur cerita yang melompat antara masa lalu dan sekarang kita bisa lebih merasakan bagaimana perasaan Jing Hao pada Rui En. Tapi sayangnya, menurutku cerita ini terlihat biasa saja dengan ending ceritanya yang sudah bisa ditebak. Tidak ada sesuatu yang bisa membuat pembaca jadi merasa terkesan setelah membaca novel ini.

Penokohan, karakter setiap tokoh begitu kuat. Terlebih atas perubahan karakter yang di alami oleh Jing Hao, tidak terkesan dibuat-buat, perubahannya di atur dengan begitu baik atas semua kejadian yang dia alami, membuat ia harus mengambil keputusan yang baik meskipun itu dengan berdiam diri demi menghindari perdebatan.

Cover, sangat menarik perhatian para calon pembaca. Suka sekali dengan pewarnaannya dan penggambarannya yang telah mewakili inti dari novel ini, benang merah yang terhubung diantara Jing Hao dan Rui En. Seperti buku-buku terbitan Haru lainnya, juara banget masalah cover yang selalu membuat para pengunjung toko buku tertarik untuk membelinya.

Penulisan, font sizenya pas banget diiringi dengan terjemahannya yang baik kurasa tidak membuat pembaca kesulitan untuk menikmati ceritanya.

Rekomendasi, cocok buat para penikmat novel bergenre romance-drama yang mungkin selama ini terbiasa dengan membaca novel terjemahan dari negeri gingseng untuk pertama kali bisa mulai menikmati kisah novel drama dromantis terjemahan dari negeri yang memiliki tembok raksasa ini.

Novel ini sudah dibuat dalam bentuk drama loh, diperankan oleh Wilber Pan dan Sandrine Pinna. Tak jauh dari inti cerita di novel, drama ini lebih membuat kita merasakan perjuangan dalam mempertahankan cinta. Mungkin untuk bisa menikmati kisah cinta Jing Hao dengan Rui En, setelah kalian membaca novelnya bisa langsung nonton dramanya ya. Supaya bisa mendapatkan feel-nya lebih lagi.

link reviewku http://utsukijurnal.blogspot.com/2015...
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
March 3, 2015
"Begitu besar keinginan Jing Hao untuk keluar dari tempat persembunyiannya dan memeluk Rui En, melepas semua kerinduannya selama tiga tahun ini.... Akan tetapi, ia merasa tidak memiliki hak untuk itu. Tuhan pun tidak mengizinkannya melakukan semua itu...."

Pertemuan pertama Liang Jing Hao dan Song Rui En memang tidak biasa. Jing Hao tinggal dengan Ayahnya yang punya masalah kejiwaan sejak Ibunya meninggal karena kecelakaan, oleh karena itu ia harus bekerja keras membiayai kehidupannya. Sewaktu ia sedang berjualan pakaian, gantungannya tersangkut pada rok Rui En yang kemudian secara tidak sengaja benangnya tertarik hingga rok tersebut tidak berbentuk lagi. Rui En yang terlahir dalam keluarga kaya menuntut ganti rugi dari Jing Hao. Sejak saat itulah, seutas benang merah mengaitkan takdir keduanya—akan tetapi mereka tidak menyangka semuanya akan jadi semakin rumit.
"Jing Hao berharap dewa mau mengabulkan permohonannya untuk menjadikan Rui En sebagai jodohnya. Berharap dewa membuatnya terikat benang merah dengan Rui En."

Beberapa tahun kemudian, situasi telah jauh berubah. Jing Hao baru saja kembali dari Jepang setelah pergi selama tiga tahun. Sedangkan Rui En masih dengan senantiasa menantikan kembalinya lelaki tersebut. Akan tetapi Jing Hao malah berusaha menjauhkan diri dari Rui En, bersikap dingin pada perempuan yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya beberapa tahun silam. Selain itu, dalam kehidupan Jing Hao kini ada Xin Jie, aktris populer yang ingin menikahi Jing Hao. Dan di sisi Rui En ada Min Shuo, lelaki yang dulu ia cintai. Apa yang sebenarnya terjadi antara Jing Hao dan Rui En?....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/0...
Profile Image for Mpur Chan.
Author 1 book39 followers
March 16, 2015
Endless Love diceritakan dengan alur maju-mundur. Kisah dibuka dengan keadaan yang terjadi saat ini. Lalu, beralih ke masa lalu yang menjadi alasan situasi saat ini. Lalu, kembali lagi ke keadaan saat ini. Pembaca seakan harus fokus dengan penuturan sang narator, karena jika lengah, pembaca mungkin akan kebingungan dengan timeline yang disajikan dalam buku ini.

Kisah ini tipikal cerita Asia. Cinta beda status sosial seolah menjadi tren. Buku ini pun mengambil tema tersebut. Namun, satu hal yang membuatnya berbeda adalah cerita ini memiliki satu fokus. Tidak melebar kemana-mana. Ceritanya berpusat pada Jing Hao dan Rui En. Ini membuat pembaca menyelami perasaan Jing Hao dan Rui En dengan baik. Hanya saja, ending-nya terkesan beres terburu-buru. Kesan saya ketika beres membaca sampai halaman terakhir: Solusinya semudah ini? Dibandingkan dengan penderitaan Rui En dan Jing Hao selama tiga tahun ini? Oh, man! I want more, pleaseee! T__T

Saya merekomendasikan buku ini untuk kalian yang tidak punya waktu banyak untuk membaca. Sepertinya, Endless Love termasuk novela. Pembaca bisa membaca kisah ini sampai tamat hanya dalam satu hari saja (paling cepat). Belum lagi ukuran hurufnya yang cukup besar membuat pembaca tak akan kesulitan. Apalagi, novel ini sudah dibuat drama-nya dengan judul yang sama lho! Diperankan oleh Wilber Pan sebagai Jing Hao dan Sandrine Pinna sebagai Rui En. Hayo, mau baca bukunya dulu atau nonton dramanya dulu? XDD

Read more in readingwonderland.tumblr.com
6 reviews
May 5, 2015
[Diikutkan dalam lomba review Haru]

"Endless Love is Takdir Benang Merah"

Novel ini mengangkat sebuah kisah tentang legenda BENANG MERAH yang berasal dari negeri Cina.
Ceritanya menarik, meskipun dengan tema Benang Merah yang pastnyai kita bisa menebak akhir ceritanya. Namun untuk menghinoptis para readers sang penulis mempunyai rumus tersendiri, ia membuat novel ini mempunyai nilai plus tersendiri. dengan alur cerita flashback. salah satu jurus jitu sang penulis adalah membuat perbedaan karakter sang tokoh, disaat sekarang dan masa lalu, sangat berbeda. tidak hanya itu. dari segi kehidupan para tokoh utama pun berbanding terbalik. kisah yang komplit, sedih, romantis, dan dengan sedikit tambahan part lucu sebagai penyegar.
terjemahannya juga pas. tidak membuat suasana menjadi bosan. good job. thank's to Wu Xiao Yue, Penerbit Haru dan Jeanni Hidayat.

novel ini cocok buat para pasangan kekasih yang sedang berjuang mempertahankan cintanya, untuk tetap saling menjaga satu sama lain dalam keadaan apapun. saling percaya. jika benar benang merah yang terikat di kamu itu menyatu dengan benang merah pasanganmu, maka tidak akan ada yang bisa memisahkan kalian, meskipun banyak hal yang harus dikorbankan.
dan buat yang jomblo, selamat mencari ujung benang merah kalian ^^
Profile Image for Neneng Lestari.
296 reviews1 follower
February 19, 2016
M-Novel kedua yang aku baca setelah The Stolen Years. Dan dua-duanya memang berhasil menyentuh hati.

Bedanya dengan The Stolen years yang berhasil merebut perhatian aku, di Endless Love aku menemukan beberapa hal yang aneh.

Pertama kisah kematian ayah Jing Hao, lalu fakta yang terkuak di akhir buku. Rasanya janggal.

Terus kenapa hal ini menjadi perhatian aku?

Oh tentu dong, kematian ayah Jing Hao adalah salah satu penyebab Jing Hao menghindari Rui En dan memutuskan untuk tidak mencintainya lagi.

Alur terlalu cepat. Banyak hal yang dilewatkan oleh penulis yang sebenarnya bisa mempermanis kedekatan Rui En dan Jing Hao.

Hilangnya tokoh pendukung secara mendadak. Ada satu tokoh yang nempel terus dengan Jing Hao dan dia hilang tanpa kabar di dalam novel ini. Padahal menurut aku dia lumayan ada pengaruh buat hubungan Rui En dan Jing Hao.

Momen paling aku suka adalah terhubungnya kedua tokoh utama dengan benang merah. Ya ampun itu lucu banget dan gemesin. Pengen ngeringkus dua orang ini dan bawa pulang *Emang martabak haha .... * dan hubungan mereka yang terus terjalin pun cukup mengesankan.

Secara keseluruhan, aku suka. Cuma penulis kurang "bumbu" sedihnya, masih agak hambar sehingga aku bacanya ngerasa biasa aja.
Profile Image for Lintang Nolscore.
11 reviews
February 26, 2016
Sang penulis, membentuk tokoh Jing Hao sebagai seorang pria yang bertanggung jawab dan tangguh. Walaupun, di sisi lain ia juga tersirat sebagai sosok yang rapuh. Kehidupan yang ia jalani begitu berat semenjak kematian ibundanya. Sedangkan, Rui En bermetamorfosis dari wanita manja menjadi wanita mandiri. Aku menyukai cara penulis menyatukan dua tokoh yang notabene nya memiliki lingkungan yang berbeda.

Secara keseluruhan, aku menyukai novel ini. Penerjemah menyisakan kata-kata mandarin dan mengubahnya dalam bentuk pinyin. Jadi serasa membaca fan fiction mandarin. Sebenarnya agak terusik dengan kaki tokoh pria di cover yang terlalu panjang dan kurus. Tapi, itu tidak terlalu mempengaruhi mood baca ku. Alangkah baiknya jika novel ini ada kelanjutannya.

Karena aku sangat tegar, jadi Tuhan akhirnya menghadiahkanku dirimu yang begitu indah… menghadiahkanmu padaku. (Endless Love, hlm 22)

Four point five notes untuk bang bang tang yang berani menjelma menjadi hong xian. Juga untuk sang pelukis jalanan yang begitu setia menunggu di bandara.

Review lengkap : http://nolscore.blogspot.co.id/2016/0...
Profile Image for LiLa.
317 reviews12 followers
June 4, 2020
*Sudah dibuatkan drama series dibintangi Wilber Pan dan Sandrine Pinna*

Baca buku ini setelah Silent Separation bikin saya berasa agak bosan karena garis besar ceritanya hampir mirip; walau ga 100% mirip sich. Beberapa point kemiripannya:
1. Perbedaan status sosial: perempuan menengah atas vs pria menengah bawah
2. Salah satunya "kabur"
3. Ayah pihak perempuan menjadi penyebab tragedi yang dialami pihak pria
4. Saat bertemu kembali, pihak pria berubah menjadi dingin

Well... saya kurang tahu mana yang terbit duluan. Tapi kalau dari sisi penggarapan, saya merasa Silent Separation lebih tergali dengan baik; konfliknya lebih kuat dan anti klimaksnya lebih menenangkan jiwa.

*** Review akan dilengkapi jika ada mood ***
Profile Image for Dian Putu.
232 reviews9 followers
June 5, 2015
Untuk tema dan konfliknya, bisa dibilang hampir setipe dengan sinetron-sinetron di Indonesia, penuh dengan kebetulan, penuh dengan tindakan yang alasannya tidak jelas. Termasuk, apa salah Rui Eun sampai Jing Hao bersikap begitu keras pada Rui En. Apa karena masa lalu ayah Rui En? Bukannya dulu Jing Hao sudah bisa menerimanya?
Satu lagi, kenapa orang yang sudah mati tiba-tiba bisa hidup lagi? Ini sinetron Indonesia sekali! Penyelesainnya juga absurd banget, deh. Kenapa Jing Hao harus keluar dari perusahaan segala? Meskipun dia tetap jadi pimpinan Red Line Soft Tech nggak ada masalah, kan?
Novel ini punya alur maju-mundur yang lumayan cepat. Bab pertama cukup membuat aku tertarik. Tapi, berikutnya benar-benar bikin – aih, kenapa begini, sih?

Baca selengkapnya >> http://dianputu26.blogspot.com/2015/0...
Displaying 1 - 30 of 41 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.