Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gloomy Gift

Rate this book
Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. Kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi.

Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakkan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.
Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?

Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut yang berkepanjangan.

for book trailer: https://www.youtube.com/watch?v=nT93g...

288 pages, Paperback

First published March 1, 2015

Loading...
Loading...

About the author

Rhein Fathia

7 books173 followers
Unromantic Author who writes romance novels.

She was born in and grew up Indonesia, now living in Prague, Czech Republic. Rhein is a cat person, love traveling, sometimes jumped to stupid situations, and always seek for adventurous things.

Her first novel published when she was in senior high school. Once she stopped writing novel when she was studied in university majoring Physics (sure, she was busy writing lab reports). After graduated, she's back writing novel and traveling until now.

Follow her daily activities on instagram and twitter: @rheinfathia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
76 (30%)
4 stars
98 (39%)
3 stars
58 (23%)
2 stars
14 (5%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 88 reviews
Profile Image for Rhein.
Author 7 books173 followers
March 15, 2015
"It was amazing.", "It" refers to the writing process, of course.

Menulis novel ini sebuah pembelajaran baru bagi saya. Pertama kalinya saya menghabiskan waktu kurang lebih 4 bulan hanya untuk riset dan membuat plot, tanpa menulis sama sekali. Kemudian, saya memang penulis yang beruntung. Mata kuliah di kampus memberi banyak bahan untuk materi problematika bisnis yang menjadi salah satu topik dalam novel ini. Semua narasumber yg saya wawancara sangat kooperatif. Mempelajari jenis-jenis senjata dan peralatan canggih salah satunya saya dapatkan dari adik yang maniak dengan hal-hal berbau secret agent (she was a seller of some kind of that stuffs. Yes, SHE). Bahkan saya sampai ikut perguruan muaythai White Tiger selama setengah tahun (eh, ini mah emang saya ngikut-ngikut temen, sih.. Haha). Setidaknya, saya sedikiiiiit lebih paham teknik bertarung (dan teknik bertarung paling dahsyat dalam dunia nyata adalah kabur secepatnya).

Itu saja? Oh, tentu tidak. Yang bikin pusing kepala barbie juga belajar teknik menulis karena deskripsi-narasi adegan action tidak bisa dituliskan hanya dengan bag-big-bug! ciyat-ciyat! kazoom!. Lagi-lagi saya beruntung karena menemukan jurnal ilmiah literasi yang membahas tentang crime fiction (iya, jurnal ilmiah ga cuma hasil penelitian LHC. Oh, you don't know LHC? Just google it).

Namun tetap dong.. Saya kan perempuan berhati lembut pecinta romansa.. Kisah cinta tak lepas dari novel ini. Hihihi.. Maka, saya persembahkan novel action-romance ini untuk pembaca. Harapan saya, semoga tidak ada yang bertanya, Itu pengalaman pribadi kamu?, seperti di novel-novel sebelumnya.

Love,
Rhein Fathia
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books111 followers
July 13, 2015
Novel action-romance karya penulis lokal PEREMPUAN pertama yang kubaca.

Sempat skeptis novel aksi ini akan jadi mendayu-dayu kayak gaya tulisan Rhein Fathia di novel Seven Days (novel pertama penulis yang kubaca), tapi untungnya aku salah. Novel ini melebihi ekspektasi. Porsi romance-nya pas, aksinya apa lagi! Pasti risetnya serius, makanya nyaris tanpa plot hole.

Membaca novel ini seperti sedang berkunjung ke minimarket. Niatnya cuma mau beli mi goreng, tapi waktu tahu ada promo produk lain, jadi beli yang lain-lain juga. Dapat banyak.

Selain ceritanya yang seru untuk diikuti dan eksekusi ending yang cukup bagus, ada bagian yang bikin gemas juga. Bukan, bukan persoalan teknis seperti typo, tapi soal scenes di mana Kara konsisten menyalakan handphone-nya padahal itu salah satu kebodohan yang bikin pelariannya dan Zeno mudah dilacak. Sadar kalau ini bagian dari konflik biar alurnya jalan, tapi tetap aja aku geregetan sama si Kara. Hih. *baper*

Btw, adegan-adegannya cukup filmis. Mungkin bukan ide buruk kalau Gloomy Gift diadaptasi ke layar lebar nantinya. (PENTING: Reza Rahadian nggak cocok jadi Zeno).

Pencinta novel romance yang mau coba varian baru, wajib baca novel ini!

"Someone you love has at least one secret that would break your heart."
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
Aku merasa sangat menyesal setelah membaca buku ini. Penyesalan yang bukan dalam arti buku ini tidak bagus, bukan jelas bukan itu. Aku menyesal kenapa aku tidak cepat-cepat menyelesaikan novel ini...

Wow, baca buku ini ibarat naik roller-coaster, kita dibuat sport jantung dengan alurnya yang naik turun. Ditambah kepiawaian penulis yang mampu menggambarkan adegan-adegan action secara detail, sehingga aku serasa mendapat front-row seat untuk menonton adegan-adegan itu secara live. Sewaktu si tokoh merasa curiga, aku pun ikut merasa curiga. Waktu dia merasa takut & bingung, aku pun turut merasakan hal yang sama.

Bukan, aku bukanlah orang yang empatis, yang bisa merasakan perasaan orang lain. Sang penulis lah yang berhasil membuatku bisa merasakan perasaan Kara, tokoh di dalam cerita ini melalui tulisannya.

Buku ini dimulai dengan scene yang cukup wow menurutku, sebagaimana digambarkan di blurb, hari itu adalah hari pertunangan Zeno dan Kara. Hari yang seharusnya membahagiakan bagi Kara mendadak berubah menjadi mencekam dan penuh dengan teror karena kehadiran tamu-tamu tak diundang bersenjata api yang merupakan kroco Lintang Samudera. Zeno yang tak ingin Kara terluka akhirnya membawanya pergi secara diam-diam. Kara yang kebingungan dan kalut mau tak mau mengikuti tunangannya itu.

Kara kemudian dibawa bersembunyi dari kejaran orang-orang yang mengincar nyawanya dan nyawa Zeno. Ia pun harus menyamar & merubah penampilannya. Sesampainya di apartemen Zeno, ia mendapat panggilan dari salah satu pelanggan dari tokonya. Pelanggan tersebut menyampaikan suatu pesan yang aneh, ia mewanti-wanti Kara agar waspada terhadap Zeno. Kara merasa Zeno yang membawanya kabur berbeda dengan Zeno yang biasanya ia kenal. Apalagi Zeno menolak untuk memperjelas keadaan pada Kara karena alasan keamanan.

Kara pun mulai menaruh rasa curiga terhadap Zeno. Dari apartemen Zeno, mereka menuju satu safehouse di daerah Bekasi. Tak disangka, nyawa Kara hampir melayang oleh peluru Sniper. Ia pun berusaha untuk kabur dari safehouse itu. Dalam usahanya untuk kabur, ia dihadang oleh kroco LS. Untungnya Zeno berhasil menyelamatkan Kara untuk kedua kalinya. Perjalanan pun dilanjutkan ke Bandung. Disinilah akhirnya cerita mencapai klimaks dengan scene penculikan lengkap dengan adegan baku tembak. Scene ini lah yang berhasil membuat saya ternganga-nganga saking serunya. Disitu terungkap juga pengkhianat yang memberikan info kepada kroco LS untuk menangkap Zeno dan Kara.

Selama ini Kara sangat menghindari laki-laki dengan profesi yang membahayakan nyawanya karena ayahnya yang seorang anggota kepolisian meninggal waktu menjalankan tugas. Kara pun dibuat kaget begitu mengetahui Zeno ternyata menjalankan profesi yang juga mengancam nyawa.

Menurutku, buku ini cukup sukses sebagai debut penulis yang mengusung tema action romance. Tidak kalah deh sama buku-buku action luar. Aku dibuat terpesona dengan adegan klimaks yang walaupun sebenarnya agak klise dalam dunia action, tetapi penulis berhasil membangkitkan suasananya. Aku suka dengan adegan waktu Violet dan Dewo, rekan kerja Zeno mengumpulkan info di kantor LS. Berasa banget deg-degannya. Aku juga suka sama nama-nam samaran yang diberikan penulis pada anggota team Zeno. Dan untuk Zeno, aku bisa merasakan besarnya rasa cinta dan sayangnya pada Kara, istilah kerennya protective instinct lah.

"There’s no safer place in the world than right here with me, Kara.”

Kalau ada cowo yang ngucapin kalimat tersebut kepadaku, mungkin aku pun bakal klepek-klepek terkena pesonanya.

Namun, dibalik semua cerita dalam buku ini, aku masih merasakan ada sesuatu yang mengganjal, terutama di bagian menuju endingnya. Walau memang itu hanyalah sebuah karya fiksi, aku masih menanyakan kenapa hukuman yang diterima hanya 1 bulan apalagi kejadian penembakannya itu di area publik yang pastinya melibatkan banyak orang.

Endingnya pun dibuat agak menggantung, coba kalau buku ini ditutup dengan happy ending layaknya sebuah buku romance, lengkap dengan adegan Zeno & Kara plus anak-anaknya, pasti saya gak akan segan untuk menobatkan buku ini sebagai salah satu karya lokal terbagus yang pernah saya baca.

All in all, this book is really worth the time I spent reading & the money I spent on it. Thanks to Ms Rhein! Semoga karya-karyanya makin sukses ya ke depannya.
Profile Image for Heryani.
120 reviews22 followers
April 7, 2015
INI KEREN BANGET!!

Ya ampun saya sampai tidur jam 2 pagi (padahal besoknya ngantor) saking nggak bisa ninggalin ceritanya. Baru pertama kali ini baca novel lokal genre action-romance dan sama sekali nggak mengecewakan. Berasa kayak lagi baca Conan, sepanjang baca sibuk menerka ini-itu. Dan bersorak girang pas tebakan saya bener, walaupun nggak seratus persen bener (sempet bengong juga) Hmm, action nya kerasa banget buat saya. Chemistry antara Zeno dan Kara dapet banget. Saya suka, di tengah ketegangan sempat beberapa kali Zeno melucu. Semua ketakutan dan kegalauan mereka kerasa banget. Ah ya, saya juga suka (pake banget) chemistry antara Dhewa dan Violet, dan setuju banget lho kalo Rhein mau bikin cerita sendiri tentang mereka *kedip2*

Endingnya... hmmm... novel ini berhasil mempermainkan perasaan saya di bagian ending :)

oh iya, saya juga setuju banget kalo novel ini dijadiin film! Saya nggak bakal ragu ngantri buat beli tiketnya :D
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
March 13, 2015
4.5 shocking stars from me. Saya sangat menyesal setelah membaca buku ini. Menyesal kenapa saya gak cepat2 selesain! Salut sama penulis yang mampu menggambarkan adegan2 action secara detail. Mampu membangkitkan suasana sehingga saya merasa sedang menonton adegan2 itu secara live. Coba klo endingnya dibuat HEA, saya gak bakal segan buat genapin bintangnya. Ahh.. *off to swoon*
Profile Image for Sella   (claudieslibrary).
126 reviews10 followers
September 25, 2022
Suka caranya menarasikan kisah.. menurutku ya pemilihan kalimatnya cukup efektif dan efisien. Tapi aku ga terima endingnya gitu huaaaa
Profile Image for Rany Dwi.
43 reviews2 followers
May 5, 2015
“Sometimes, love is about facing your biggest fear.” –hlm. 242

Novel ini masuk kategori romance action menurut saya pribadi. Karena, yahh…akan banyak adegan action yang ditampilkan disini. Mulai dari teka-teki siapa sebenarnya Zeno, adegan action macam perkelahian + tembak menembak sniper handal ala film-film Hollywood, kejeniusan hacker dan segala informasi membobol jaringan perusahaan juga ada.

Saya akui saya penikmat film-film action, namun entah kenapa, setelah baca novel ini, scene action yang coba dihadirkan penulis kok monoton gitu ya? Beberapa kali saya bahkan men-skip cerita-ceritanya. Agak terlalu membosankan menurut saya.

Yang saya sukai dari novel ini adalah ceritanya yang to the point alias nggak bertele-tele. Langsung hajar gitu! Hal lainnya adalah roman yang dihadirkan juga bukan roman yang lebay atau menye-menye. Pas-lah untuk porsi roman dewasa muda.

Karakter-karakter yang dihadirkan penulis pun saya suka. Bagaimana sikap Zeno yang mencintai Kara. Iya…di dalam buku ini, karakter Zeno digambarkan lebih mengutarakan rasa sayang dan cintanya melalui tindakan. Dengan melindungi Kara, menjaga agar gadis itu tetap aman bersamanya, sampai rela mati demi melindungi Kara. Bukan sekedar omongan gombal atau apapun itu. It’s nice! Siapa yang nggak bakal klepek-klepek coba?

Roman-nya sedikit. Itu yang agak membuat saya bosan. Deskripsi tentang LS dan para kroco-kroconya, organisasi SYL serta konflik-konfliknya terasa begitu banyak dan membuat roman dalam buku ini tampak tak terekspos. Menurut saya pribadi buku ini lebih menyorot tentang bagaimana cara kerja sebuah organisasi yang bekerja dengan cepat+lincah seperti bayangan (seperti detektif-detektif gitu) yang diisi oleh orang-orang genius dan siapa sebenarnya tokoh Zeno itu sendiri.

Meskipun begitu saya senang bisa berpetualang ala film-film action Hollywood bersama Zeno dan Kara melalui buku ini. Covernya nggak usah dikomentari saja ya…karena…urm…saya suka. Cowok dalam covernya, gagah banget. Dan kalau boleh saya mengumpamakan, mungkin dia mirip Zeno.
Profile Image for Elsa Puspita.
Author 10 books44 followers
July 28, 2015
Aku gak pernah betah baca novel action sebelum ini, pun lah yang berbalut romance. Lebih milih nonton dan ngelihatin para detektif/agen rahasia yang ganteng-ganteng itu. Hehehehehe

Terus pas lagi iseng buka fb, Mbak Rhein bagi-bagi link buat baca bab awal-awal novel ini. Jadilah kubaca dan akhirnya baca novel benerannya.

Aku salut sama keberanian Mbak Rhein nulis tema ini. Ini novel pertama penulis yang kubaca, dan setauku penulis biasanya nulis di genre romance. Meskipun ada beberapa bagian yg rada ganjel, tapi secara keseluruhan aku nikmatin baca novel ini.

Terutama bagian Zeno. Ehehehehe

Ditunggu karya selanjutnya, Mbak ^^
Profile Image for Ditta.
63 reviews35 followers
May 2, 2015
This book is my cup of tea.
Sebagai penyuka genre thriler dan suspense saya cukup salut dengan kepiawain Rhein untuk menulis novel ini. Walaupun memang ceritanya agak mirip dengan drama korea Healer tapi buku ini memang menarik.
Buku ini jadi salah satu buku yang kalau kita baca, pengen terus membuka halaman selanjutnya apalagi pace yang cepat ini memang disenangi oleh pembaca buku bergenre seperti ini. Ditunggu karya yang lain yah Rhein terutama yg mirip kaya gini cuma saran si tokoh utama ceweknya jangan terlalu "lemah" hahaha kita kan cewek2 juga kuat. *oh yes dit, kenapa ga bikin novel sendiri ajah* *kemudian hening*
Profile Image for Marista yunis.
67 reviews15 followers
May 3, 2015
Hmm. Tertarik dg novel ini pstinya karena penulisnya. Dan novel sbelumnya yg saya baca "coupl(ov)e" adl salah satu novel favorit sya. Agak ga nyangka, ternyata kak rhein akan nulis dg genre yg berbeda, kalo saya baca dr novel sblumnya dan di wattpad, lebih ke romance, nah skrg ada bumbu2 actionnya, yg trnyata ga kalah keren dan menarik. Satu kata buat novel ini "Seru" :D
Profile Image for Vivie Hardika.
Author 5 books11 followers
August 10, 2015
keren abis, sumpeh! Berasa nonton film action. Banyak kejutan yang bikin emosi berubah-ubah. Takjub banget ama strategi-strategi SYL--namanya sederhana tapi keren. Juga gombalan Zeno yg bikin pengen nggetok palanya. Nggak bisa ngebayangin dah kalo jadi Kara. Huhuhuhu
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews63 followers
July 7, 2021
Di hari pertunangan mereka, Kara dan Zeno mendapat kado mengerikan: upaya pembunuhan.
Meskipun mereka berhasil meloloskan diri dari kejaran pembunuh bayaran, hubungan mereka terancam bubar, karena selama ini Zeno menyembunyikan identitasnya sebagai seorang PI (private investigator), sedangkan Kara punya trauma masa lalu yang membuatnya ogah menjalin hubungan dengan orang berpekerjaan berbahaya.
.
Secara obyektif bisa kukatakan kisah Gloomy Gift ditulis dengan sangat baik. Plotnya rapi dan alurnya cepat, detail dan back-story-nya cukup. Aku yang tidak suka romance bisa menikmati membaca buku ini.
.
Secara subyektif, harus kubilang bahwa aku tidak suka kepada dua tokoh utamanya. Aku sulit bersimpati pada pria yang melandaskan hubungannya pada kebohongan, dan pada wanita yang tidak bisa move on dari masa lalu. Memang mereka berdua punya alasan kuat, tapi aku tak peduli.
Alasanku menyelesaikan membaca buku ini bukan karena ingin tahu apakah nantinya mereka bakal putus atau lanjut nikah. Aku sekadar ingin tahu akhir ceritanya aja, dan memutuskan bakal kasih rating berapa bintang.
.
Ending-nya bikin aku membatin, "Hah? Gitu doang? Ngga mungkin." Dan iya aja, ada penjelasan tambahan di Epilog. Tipikal twist cerita agen rahasia 😂
.
Direkomendasikan buat yang suka romance dengan bumbu thriller dan action.
Profile Image for Qunny.
202 reviews9 followers
April 15, 2020
Wah, novel pertama yang ditamatkan tahun ini. (I know, I know, tidak sepatutnya dibanggakan karena sudah bulan April dan baru menamatkan satu novel?)

Nggak menyesal memilih novel ini untuk dibaca. Semua alurnya apik diceritakan dan karakterisasinya juga benar-benar konsisten, meskipun saya gregetan banget sama Kara :) Anyhow, kira-kira bisa dapet scene lebih banyak soal Dhewa dan Vio nggak ya? << yang selalu salfok sama karakter pendamping.

Saya nggak bisa berbicara banyak selain twist yang di tengah itu nendang buat saya. (Bukan yang di akhir ya, kalau yang di akhir sih ketebak). Saya suka tema yang nggak klise dan romance menye-menye. Indonesia butuh lebih banyak yang seperti ini.

Thumbs up! Keep up the good work, Author.
Profile Image for Viona.
185 reviews6 followers
April 7, 2015
More: https://starlibrary.wordpress.com/201...
Kara dan Zeno. Di hari pertunangan mereka, sekelompok orang tidak di kenal menyerbu masuk membawa senjata api dan melepaskan tembakan. Kontan saja, seluruh orang di ruangan mulai panik, termasuk Kara. Entah kenapa, terhitung dari ‘waktu’ pertunangan mereka, Kara dan Zeno ‘resmi’ jadi buronan. Bukan buronan polisi. Melainkan buronan Lintang Samudra.

Kara memang mengenal Zeno. Tapi, masih banyak hal yang belum Kara ketahui tentang Zeno. Kara mengetahui bahwa pekerjaan Zeno adalah arsitek. Hanya saja, kenapa seorang arsitek bisa menyimpan sebuah pistol dalam laci di ruang apartemennya?

“Satu setengah tahun kenal, setahun pacaran, dan baru hari ini aku tahu sisi lain dari kehidupanmu.” Kara merasa dirinya telah ditipu.

Save Your Life, disingkat SYL merupakan organisasi yang membantu seorang/sekelompok dalam memecahkan masalahnya. Biasanya masalah yang ‘dituntaskan’ SYL merupakan masalah yang terlalu rumit jalur biroaksinya jika harus melalui kepolisian. Cara kerja anggota SYL pun sangat terutup, hanya anggota inti saja yang mengetahui identitas masing-masing, anggota lainnya bahkan tidak pernah bertemu muka/sekedar mengetahui nama asli (Anggota SYL biasanya berkomunikasi melalui telepon khusus dan menggunakan ‘nama samaran’ agar tidak terlacak keberadaannya. Menurutnya, semakin terutup organisasinya, semakin lancar proses kerjanya)

Setelah ditelah lebih lanjut, segerombol orang yang menyerbu masuk di acara pertunangan mereka merupakan kroco Lintang Samudra. Lintang Samudra baru-baru ini meminta cairan dana ‘yang tidak masuk akal’ terlalu besar kepada pihak asuransi karena tenggelamnya kapal miliknya di perairan manui. Yang menjadi masalah, pihak asuransi merasa bahwa kasus kecelakan kapal milik Lintang Samudra sangat mencurigakan, seperti ‘kecelakaan’ yang direncanakan. Maka dari itu, pihak asuransi meminta ‘bantuan’ SYL untuk memecahkan kasus ini.

Tapi, apa hubungan Zeno dan Kara dengan Lintang Samudra? Mengapa Kroco Lintang Samudra mengincar mereka?



Ya, ini merupakan pertama kalinya aku membaca karya penulis, Rhein Fathia.

Jujur saja, aku sangat terkesan akan ide cerita dalam novel ini. Tidak klise. Hanya saja, aku kurang menyukai gaya penulisan penulis yang menuliskan cerita dari sudut pandang penulis, mungkin, jika ditulis dari sudut pandang tokoh utama, baik Zeno maupun Kara, atau bergantian setiap babnya pasti akan lebih ‘terasa’ perasaannya. Mungkin, aku akan ‘lebih’ terbuai dalam cerita ini.

Buku ini dibuka dengan prolog yang sangat menjanjikan, membuat pembaca (aku) sangat penasaran akan apa yang akan terjadi selanjutnya/ kenapa bisa terjadi? Lalu, tiba di bagian bab pertama yang pada awalnya aku kira Flashback (berhubung potongan kisah pada prolog sangat berbeda dengan bab pertama), lalu saat tiba di bab 3 atau 4, aku mulai menyadari tentang ‘keterkaitan’nya.

Ada beberapa hal yang ‘tidak’ dapat aku uraikan. Seperti klimaks pada konflik (atau mungkin, karena aku ‘ngebut’ baca kali ya? Btw, aku baca buku ini dalam sekali duduk :D mungkin 3 jam? #lupakan). Nah, aku sedikit binggung sih pada klimaksnya. Jadi, aku akan ‘membahas’ tentang ending cerita ini. Sangat unbelievable! Pada bab 16- bab terakhir sebelum epilog, aku mulai ‘berpikir’ bahwa penulis akan menyajikan sad ending. Lalu, saat menuju epilog…

Bicara soal tokoh favorit, tentu saja Zeno! Zeno merupakan tipe yang ‘setia’ meskipun sedikit dingin, dia juga ‘rela’ mengorbankan nyawanya untuk Kara (hu..uh.. jadi terharu). Tapiiiiiii… aku nggak begitu suka Kara, Kara terlalu gimana ya… cenggeng? Bodoh? Lebih percaya dengan orang lain daripada tunangannya sendiri. Menyimpulkan sesuatu tanpa bertanya ‘kebenaran’ pada Zeno. Sebenernya aku bisa sih toleransi sikap Kara, berhubung karena Kara memiliki trauma gara-gara kehilangan ayahnya. Hanya saja, karakter Kara kurang cocok sih sama buku bergenre romance dengan ‘selipan’ action didalamnya :D

Pada awalnya, aku tidak begitu tertarik dengan buku ini. Entah kenapa. Mungkin karena Rhein Fathia masih merupakan ‘penulis’ baru untukku, aku belum pernah membaca satupun karyanya. Dan disusul dengan cover yang ‘kurang’ menarik sih, mungkin harus ‘diselipin’ muka si doi ya? Hehe. Tapi, jika dilihat lebih rinci, cover dari buku ini ‘sangat’ mencerminkan genre cerita (perhatikan pistol yang dipegang di kedua tangannya), ‘aksi’ banget. Pada akhirnya, setelah ‘melihat’ beberapa ulasan teman ditambah dengan lomba review yang diinformasikan dalam komunitas BBI (ditambah hadiah yang *kalo menang* sangat menarik #nyarigratisan), jadi beli deh buku ini :D

Overall, aku sangat menikmati buku ini. Aku rekomendasikan kepada semua pembaca yang ingin ‘membaca’ sesuatu yang berbeda dan tidak klise (jangan tanyakan tema gimana yang klise, semua pembaca tahu itu). Diselipi adengan aksi dan romantis :D serta ending yang sangat.. unbelievable! Like it! Planned to read the others Rhein’s books :O
Profile Image for Biondy.
Author 9 books236 followers
March 22, 2015
Judul: Gloomy Gift
Penulis: Rhein Fathia
Penerbit: Bentang Pustaka
Halaman: 288 halaman
Terbitan: Maret 2015

Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. Kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi.

Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakkan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.
Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?

Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut yang berkepanjangan.

Review

Akhirnya direview juga, yah. Kemarin keasyikan baca buku lain sih. Batal deh tulis reviewnya XD.

"Gloomy Gift" ini adalah salah satu novel yang sukses menarik perhatian saya hanya dari kovernya. Kapan hari pernah lihat penulisnya mengajukan poling antara 2 bakal kover yang ada. Waktu itu saya lebih suka kover yang sekarang ini.


Bakal kover

Yeah, saya juga kurang paham kover yang sebelah kiri itu apaan :').

Anyway, "Gloomy Gift" ini bercerita tentang Kara, seorang gadis yang akan segera bertunangan dengan pacarnya, Zeno. Selama ini Kara mengenal Zeno sebagai seorang arsitek, tapi saat ada sekelompok orang menyerbu rumahnya saat hari pertunangan mereka, barulah Kara tahu bahwa Zeno sebenarnya memiliki kehidupan lain. Sebuah kehidupan yang penuh bahaya.

Yeah, romance dan aksi. Formula yang kalau diolah dengan tepat, pasti akan jadi favorit banyak orang. Dan Rhein Fathia cukup berhasil mengolah cerita ini dengan baik.

Saya suka dengan alur Kara dan Zeno yang terpaksa melarikan diri dan harus berpindah-pindah untuk menghindari pengejar mereka. Melihat kebingungan Kara dan Zeno yang super protektif, membuat saya merasakan chemistry yang kuat di antara mereka. Aksinya juga cukup baik. Kurang banyak dan kurang intens untuk seleraku, tapi cukuplah.

Yang kurang saya suka dari novel ini ada di karakter utamanya. Yang mana ayo? Jawabannya yang Kara-nya. Duh, sumpah. Kara yang naif dan pasif di sepanjang cerita bawaannya bikin BT aja. Saya cukup paham sih kenapa karakternya seperti itu. Secara logika karakter juga masuk akal, tapi... entah ya. Saya tidak melihat ada satu momen yang membuat Kara terlihat "wah". Untukku, di antara entah berapa banyak karakter yang ada di buku ini, Kara yang paling tidak menarik.

Tapi, berhubung buku ini ditutup dengan gaya ini-mau-ada-sekuelnya-loh, semoga Kara bisa lebih berkembang di buku berikutnya. Minimal tidak senaif di sini.

Secara keseluruhan: buat yang suka genre romance dan aksi, serta tokoh utama cowok yang keren dan protektif, buku ini patut dibaca.

"Satu serbuan, tiga tembakan, dikuntit, dan tenggelam, apa sekarang aku boleh tahu bagaimana situasi yang sedang kita hadapi?"

"Situasi apa pun, aku hanya ingin kamu menurut dan tidak lepas dari pengawasanku."

"Kenapa?"

"There's no safer place in world than right here with me, Kara." (hal. 152)


Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 New Authors Reading Challenge
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
- 2015 100 Days of Asian Read Reading Challenge
Profile Image for Fitriii.
54 reviews3 followers
March 15, 2015
Apa sih, yang lebih memuaskan 'pembaca demanding' dibandingkan penulis favoritnya 'subur' menerbitkan karyanya??! Novel sang penulis di filmkan? Hmm, bahkan hanya membaca review positif pembaca lain yang sama antusiasnya saja saya ikut puas, padahal belum pernah bantuin apa-apa. hihihi.. ;)

Okay, saya memang bukan tipe pembaca yang dengan teliti bisa menemukan pretelan-pretelan kesalahan cetak atau sedikit kejanggalan pada cerita yang dibaca, saya nggak seteliti itu. Tapi kalau boleh bilang sih, saya kurang suka covernya. Ya sudahlah.

Jadi begini,

Zeno menyimpan identitas lain dirinya selain sebagai seorang arsitek. Tidak hanya dari orang lain tapi bahkan dari tunangannya sendiri, gadis yang dicintainya, Kara.
'Hati-hati dengan perasaan wanita jika menyangkut urusan rahasia, Zeno.' (hal.228)

Yang dirasakan sewajarnya 2-3 hari pasca bertunangan itu gimana sih? Meski saya belum pernah bertunangan, dari cerita saudara, teman atau cerita fiktif di novel bahkan film seharusnya suka-cita-gembira-ria-lah yang dirasakan. Kecuali kalau ada salah satu atau justru kedua pasangan yang terpaksa melakukan pertunangannya. Tapi Kara dan Zeno jelas saling mencintai, lalu kenapa setelah mereka bertunangan justru kemalangan menimpa mereka? 2-3 hari yang menggoyahkan keyakinan Kara terhadap Zeno, 2-3 hari yang membangkitkan ingatan kenangan pedih masa lalunya. Gadis itu hanya takut, takut kehilangan lagi.
'Sometimes, love is about facing your biggest fear, Darling.' (hal. 264)

Ini bukan murni novel action, karena diramu dengan romance. Apa kebalik ya?! Jadi adegan bak-bik-buknya memang nggak terlalu banyak, lagian kalau adegan berantem ditulis detail pada sebuah novel tetap nggak akan mengalahkan puasnya menonton langsung di layar. Dilayar lho, dalam bentuk film, FIKTIF. Kalau betulan pasti ngeri lah, bukannya puas. Tapi penulis berhasil membuat saya serasa menonton sebuah film betulan, seru. Saya selalu spontan berekspresi entah itu meluapkan rasa kesal, haru, atau gemas saat membaca halaman demi halaman novel ini yang seolah menghipnotis.

Saat membaca novel ini, yang terbayang Zeno itu diperankan model yang akhirnya jadi petugas Commuter Line itu lhoo. Lupusnya Aryo Bayu, hehe. Trus Violet-nya Kamidia Radisti. Kara-nya malah nggak kebayang diperankan siapa. Nah ini juga nih salah satu kepuasan seorang pembaca demanding, yaitu bisa membaca novel yang disuka sambil (iseng) memilih kira-kira aktor/aktris mana yang pas memerankan si tokoh a/b/c/dll.

Kesimpulannya sudah jelas, KEREN! dan saya suka Nona Furky! pssst.. . ^_^
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews180 followers
April 27, 2015
"Takut, bingung, khawatir, dan trauma masa lalu yang mencair telah membuat Kara gamang dalam beberapa jam terakhir ini. Kepercayaannya kepada Zeno perlahan luntur. Kemudian, semanis dan selembut itu Zeno berkata bahwa hanya jika bersamanya Kara akan aman, tanpa ia tahu Kara sudah menyadari kebohongan yang disembunyikan. Tanpa Zeno tahu ada yang memahit dalam hati Kara karena sudah dikhianati."

Kara tidak menyangka hari pertunangannya dengan Zeno akan dimeriahkan oleh suara tembakan dan dipenuhi oleh aksi kejar-kejaran. Tanpa mengerti satu pun hal yang sedang terjadi, Kara mengikuti Zeno yang dengan gesit melarikan diri dari kejaran—seolah semuanya telah terencana dengan baik. Di sisi lain, yang paling dipentingkan oleh Zeno adalah keselamatan tunangannya dan juga data penting yang susah payah ia kumpulkan beberapa waktu yang lalu. Zeno bertanya-tanya bagaimana sekelompok orang yang mengejar selalu bisa mengetahui keberadaan mereka. Sedangkan Kara semakin bertanya-tanya tentang apa yang dirahasiakan oleh Zeno darinya selama ini.
"Kamu tidak paham seberapa besar ketakutanku kalau kamu terluka atau harus kehilangan kamu."

"Organisasi mereka tidak memiliki pekerjaan biasa. Sedikit saja pihak lawan melihat celah untuk mengancam, nyawa siapa pun bisa menjadi taruhan."

Dalam pelarian mereka, Kara mendapatkan telepon misterius dari salah satu kliennya yang menyatakan bahwa kekasihnya adalah seorang pembunuh. Perlahan-lahan, kepercayaan Kara terhadap Zeno pun luntur—dan ia mulai mempertanyakan kepada siapa ia harusnya percaya. Tidak hanya sekali nyawa Kara terancam dan bahkan nyaris terbunuh, dan hal tersebut membuat trauma masa lalu Kara yang pahit terkuak. Dulu ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menikahi lelaki dengan kehidupan berbahaya; dan saat Zeno mengungkapkan identitasnya yang sesungguhnya, Kara harus dihadapkan dengan pilihan yang amat sulit.
"Masih ingat kisah para Putri Disney yang kamu sukai, Sayang? Belle mencintai si Buruk Rupa, Putri Yasmin menikahi pencuri, dan Ariel rela menemui penyihir jahat untuk menukar suara indahya demi sepasang kaki. Sometimes, love is about facing your biggest fear, Darling."
....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/0...
Profile Image for Dinur A..
275 reviews99 followers
August 20, 2018
mengingatkan sama Kingsman ga sih? wkwkwk bagian organisasi rahasia dan kacamata canggihnya doang sih. lumayan seru lah, walaupun nggak semenegangkan ekspektasi awal, mungkin karena tema sebenernya ga sepenuhnya action yah, porsi romance-nya banyak juga.

kekurangannya yang paling menonjol ada di pembangunan situasi yang masih kurang terperinci. banyak logika yang miss. contoh:

aksi pembukanya kurang heboh sih kalau menurut saya, suara letusan tembakan seharusnya bisa membuat satu komplek hebring dan cukup untuk ngedatengin beberapa satpam, apalagi diceritain bahwa banyak anak kecil bersepeda juga di sekitar rumah Kara.

adegan sniper di apartemen juga, apalagi kacanya sampe hancur. terus, waktu Kara dan Zeno kabur ke Bandung, kenapa Zeno nggak ngasih perintah ke pasukannya untuk nyamar sebagai pengamen atau tukang bakso aja ya? kesannya tiba-tiba mereka jadi sepenuhnya sendirian, padahal biasanya protokol keamanan yg menyangkut SYL itu superketat, apalagi ini pimpinan tertingginya lagi ada dalam pelarian.

terus, yang paling bikin geregetan, kenapa Zeno ngembaliin handphone Kara? seharusnya otaknya yang penuh kalkulasi itu mikir dong kalo bisa aja handphone Kara itu dimanfaatin GPS-nya oleh penjahat. kenapa nggak dibuang aja dari awal coba? di sini mulai ilfeel sama zeno, ternyata dia nggak secerdas yg seharusnya.

lama2 saya aja dah yg jadi agen.

untuk pengkhianatnya sendiri udah cukup ketebak sih, walaupun di beberapa bagian sempet miss, eh ternyata beneran dia orangnya. overall ini buku bagus, ngehibur banget apalagi dengan kehadiran Dhewa dan Violet, juga Furky.

cerita macem gini kayaknya kurang banget kalo cuma satu buku, enaknya sih nggak ada lanjutannya ya kalo menyangkut hubungan Zeno dan Kara (btw endingnya keren banget), mungkin spin-off aja gitu. masih penasaran sama Furky. oh, kalau hubungan Dhewa dan Violet mau dilanjutin juga boleh deh.
Profile Image for Nazta.
134 reviews
April 22, 2015
Sejujurnya, pertama kali saya lihat cover buku ini saya sudah jatuh cinta. Saya ingat betul bagaimana penulisnya, Rhein Fathia mengadakan semacam polling terbuka pemilihan cover Gloomy Gift. Syukurlah cover ini yang terpilih, walau saya tidak ikut-ikutan polling tapi sejujurnya dibandingkan cover yang satunya, saya merasa yang ini bisa lebih dramatis. Baik, sudah dulu dengan cover-covernya. Buku ini termasuk buku yang agak sulit ditemukan, setidaknya di Cibinong. Sejak awal rilis, saya coba cari tapi tidak ketemu. Sekalinya ketemu, ada buku lain yang mendesak untuk saya beli. Selang 1 minggu, malah buku ini sudah habis. Beruntung 1 minggu sebelum saya membaca buku ini saya menemukan 5 eksemplar Gloomy Gift diantara buku-buku terbitan Bentang lainnya.

Secara keseluruhan, ceritanya begitu menyenangkan. Saya ikut-ikutan berdebar-debar sepanjang cerita. Kejar-kejaran dan pelarian Zeno, dan kasus yang perlahan-lahan mulai terkuak membuat saya semakin asyik membacanya. Membaca buku ini, saya seperti menonton film roman-laga. Dan tiba-tiba saya malah berkhayal sendiri, siapa sosok yang bisa mencerminkan Zeno? Lalu tiba-tiba sudah habis saja. Membaca buku ini menjadi sebuah selingan yang sungguh menghibur. Saya menikmati membacanya, Gloomy Gift, ketika saya baca, bagaikan menonton film laga dengan alur dan cerita yang sudah jelas namun pemainnya saya pilih sendiri secara acak. Suka-suka saya.

Sayangnya, saya kurang suka akhirnya. OH OH SAYA KURANG SUKA AKHIRNYA!! Tapi yang lebih disayangkan lagi, saya justru tidak bisa membayangkan akhir bagaimana yang seharusnya terjadi. Akhir bagaimana yang bisa lebih asyik dibandingkan dengan yang dibuat oleh Rhein Fathia. 3.5 bintang untuk buku ini. Saya suka.
Profile Image for Wardah.
965 reviews172 followers
December 11, 2015
Buku pertama Kak Rhein Fathia yang saya baca. Penulisannya bagus, alurnya rapi, adegannya jelas, ciamik deh.

Sayangnya:
(1) Terlalu banyak karakter yang orang tuanya single parents. Dua tokoh utama. Tokoh lainnya. Tokoh-tokoh lain. Dan semuanya semacam punya keterikatan dengan orang tuanya, jadi terasa sama.
(2) Kurang banyak roman. Interaksi Zeno sama Kara itu kurang bikin greget. Belum lagi kisah mereka yang ditimbun masalah soal SYL itu. Jadi action-nya buanyak.
(3) Karakter Kara kok entah kenapa bikin sebel ya? Dia terlalu ... biasa?

Tapi, alasan utama saya enggak bisa kasih lebih dari 3 bintang itu karena ending-nya. Rasanya ga logis banget sih ada adegan penembakan di stasiun gitu. Duh itu bakal ribet banget ga sih? Si LS itu apa enggak mikir gimana dampaknya habis itu? Penjelasan seperti apa yang harus dikasih? Dan saya enggak menemukan bagaimana kehebohan yang terjadi setelah itu.

Alasan lain adalah karena akhirnya seperti itu.

Yah berhubung buku ini pinjam dan sudah dikembalikan, kemungkinan nggak bakal ada review lebih panjang di blog. :""
76 reviews
June 7, 2015
Seru. Nagih.

Masih nggak terima dengan ending-nya. Tapi di sisi lain, juga nggak begitu mengharapkan happy ending. (Jadi mau lo apa, hah?)

Masih menuntut Rhein untuk membuat sekuelnya.

Maksud saya, I was like, GILA GUE GABISA BERHENTI MIKIRIN ZENO SAMA KARA BAKALAN GIMANA. Zeno dengan rahasianya, Kara dengan ketidaktahuannya. Zeno dengan perjuangannya demi Kara, dan Kara dengan kegalauannya akan Zeno.

Masih menuntut penjelasan akan hal-hal janggal yang menurut saya nggak seharusnya terjadi sebegitu mudahnya di Gloomy Gift. Juga akan hal-hal yang seharusnya nggak dibiarkan berlalu begitu saja. (Yes, I need explanation...

and details
.)

Tapi, lagi-lagi, di sisi lain juga nggak begitu mengharapkan sekuelnya. Biar kita berimajinasi sendiri aja, mungkin? Ho-ho.

Well, nggak tau, deh, ya. Rhein berhasil bikin saya uring-uringan. In a good way, sih. Tapi tetep, salut sama keberanian dan kepiawaian penulis yang tertuang dalam Gloomy Gift ini.

Dan, ya, Zeno resmi masuk ke dalam daftar Book-Boyfriend saya, by the way.

XX

P.S.
Gue suka cover-nya! AAAAAA! Suka juga sama judulnya. Kesannya, wushh, keren aja, gitu. Hehehe.

Oke maaf, random abis.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews363 followers
June 4, 2015
** Books 94 - 2015 **

Buku ini untuk memenuhi New Author Reading Challenge 2015

3,4 dari 5 bintang!


Sejujurnya ini adalah buku suspense romance yang saya baca selama ini. Biasanya kalo ga historical romance ataupun erotic romance. Maka itulah saya memilih untuk membaca novel ini..

Di hari pertunangan Zeno dan Kara yang seharusnya merupakan hari yang paling bahagia untuk mereka berdua diselimuti dengan adanya penyerangan tembakan di rumah Kara yang membuat Zeno terpaksa membawa Kara lari dan pergi ke tempat yang aman.

Siapa orang-orang yang mengejar Zeno, tunangannya itu? siapakah Zeno sebenarnya? Apakah kara yakin benar2 mengenal tunangannya itu selama setahun ini?

Saya cukup menikmati kisah-kisah action yang diracik apiknya oleh Rhein dan membuat mata saya tidak bisa lepas dari buku ini hingga halaman terakhir. *Saya penggemar kisah action jadi buku ini menghibur saya mulai dari kisah kejar-kejaran dengan pembunuh bayaran, pencarian informasi dan penyamaran yang sempurna membuat saya serasa menjelajahi dunia 007 versi Indonesia hhehe..

Tetap sukses ya Rhein untuk menulis bukunya :)
Profile Image for Dionita.
8 reviews22 followers
March 12, 2015
Buku ini sangat menarik dan tidak membosankan. Malah bikin deg-degan bahkan kebawa sampai ke mimpi. Hahahaha... Sekali baca keterusan pengennya ga berhenti. Cuma sekarang udah ga sanggup lagi menghabiskan 1 buku dalam sehari. Buku ini habis saya baca dari Senin - Rabu. Bacanya malam hari setelah pulang ngantor. Hahaha...
Saya lagi bingung, ini penulis makan apa sampai bisa mikirin dan bikin cerita beginian? =))
Ceritanya keren, sistematis dan mau ga mau membawa kita berimajinasi seperti hal yang dialami oleh Kara dan Zeno. Emosi diaduk-aduk. Saya bacanya ikutan merasakan ketakutan-ketakutan yang dialami oleh Kara. Ga kebayang kalau berada di posisinya. Sereeemmm...
Tapi kok endingnya gitu banget ya? Apa mau dibikin sequel atau trilogy? Kalau iya, ditunggu banget!!

Suka quote-nya yang berbunyi "Sometimes love is about facing your biggest fear" - p.264

Seperti pesan penulis di buku yang saya beli yang ada ttd penulis "BE BRAVE"
Profile Image for Putri Annisa.
1 review
April 20, 2015
Ini emang tipe novel aku banget. Jarang-jarang ada novel action-romance karangan penulis Indonesia dan bisa se-menegangkan ini!

Sebagai pembaca riwil, aku bisa lihat novel ini ditulis apik, tiap adegan diperhitungkan, tiap tokoh punya peran penting, dan dijamin kalau ada satu adegan atau tokoh dihapus, pasti keseluruhan cerita terasa ganjil. Mikirin sampai hal kecil seperti nama samaran dengan tema astronomi (yg jarang dibahas, dan kalau emang SYL ini beneran ada, urusan nama ini menguntungkan karena orang2 Indonesia pasti ngga ngeh sama nama2 samaran tersebut) itu unik dan brilian, menurutku,

kejar-kejarannya seru, romantisnya pas (untuk aku yang bukan penggemar romansa menye-menye), penggambaran setting yang bisa kebayang serunya hajar-hajaran. Aaaaahhhhh Zenoooo~~..
Kak Rhein, lanjutannya dong...
Profile Image for Dhia Citrahayi.
Author 3 books21 followers
April 20, 2015
Kovernya itu lhoooooo....., bikin jatuh cinta :">

Saya langsung terkesan begitu melihat kovernya, langsung terbayang karakter gagah dan cool di dalam novel ini. Ketika membaca review dari teman-teman yang selesai membacanya dan memberikan bintang tinggi, mau tidak mau saya tertarik untuk membacanya. Menunggu novel ini masuk ke toga mas lama banget, cyiiin. 2 minggu pesen, gak dateng-dateng novelnya. Saking gak sabarnya buat baca, akhirnya saya cabut ke gramed dan beli buku ini dah. Saat pertama kali membaca buku ini, prolognya terasa sangat menjanjikan. Saya suka adegan gak biasa di bawah laut itu. Namun, setelah membaca keseluruhan novel, saya merasa... ehm... kurang sreg.

review lengkap di sini >> http://imajinasi-takberbatas.blogspot...
Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
May 12, 2015
hmmm apa yah... udah lama bacanya jd lupa mo bilang apa...
buat action romance lokal udah cukup bagus lah ini... cuma sayang awal si... eh siapa nama tokohnya ya kok gw lupa hmmmm hmmmmm hooo kara #nyontekdulu
yg bikin gw nurunin ekspektasi pas di halaman2 awal adalah ketika awalnya si kara percaya2 aja ma zeno pas dibilang semuanya gara2 kartu kredit... kara masih sempet mikirin mo dinner tp ga punya make up duuuh males bener.... masa sih lugu (kalau ga mau dibilang bodoh ya) bener... tp setelah lanjut baca gw cukup menikmati lah... cuma berkurang keasyikan bacanya ya karena kisah awal itu...
atau mungkin mbak rhein membuat tokoh kara sebagai contoh dr orang yg kalo jatuh cinta membuat dirinya sendiri mempercayai apapun yg diucapkan org yg dicintainya?
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
July 24, 2015
dalam sekitar dua minggu, ini novel kedua yang bikin saya bilang: oke fine, ini fiksi. segala hal bisa terjadi karena ini fiksi.
serius, itu raymond dan kroco2 cuma dipenjara SEBULAN setelah menembaki Zeno di stasiun? gagal paham, mungkin otak saya kurang genius, terlebih sebenarnya action bukan genre favorit saya. di sini dramanya tersamar banget dengan adegan2 action dan segala hal tentang penyelidikan, penyamaran, organisasi rahasia yang film-is banget.
well again this review really subjective... can't really enjoy it because its not my cup of tea.

ps to author: at least saya tidak mengulas dari segi aksara saja, ya. meski kalau mau komen tg aksara, cukup rapi kok tapi ada nemu beberapa kesalahan saja--tidak saya catat. :)
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
March 12, 2015
Udahlah difilmin ajalaah.. tapi siapa yg pas jd Zeno yak? Jgn Vinno Bastian pls, suaranya ga nahan. hahaha.... Pengennya Samuel Zylgwyn.. kan ganteng tuh. Tapi dia mah sinetron bgt ya aktingnya???? Atau Restu Sinaga? ketuaan gak siiihh???

INI REVIEW BUKU ATAU ARTIS FILM SIH NAAAA???!!!!!

Btw jd keinget tukang es goyang depan kantor yg suka nongol di saat tak terduga dan suka ngasih gue es goyang gratisan. jangan-jangan... *ilang sinyal*

Keren. Nih udah berapa menit lalu selesai baca masih deg-degan. Endingnya aja sih yg minta ditendang *siapa Na? Zeno atau Rhein?*

REVIEW LENGKAP:
http://glasses-and-tea.blogspot.com/2...
Profile Image for Sofi Meloni.
Author 8 books92 followers
May 24, 2015
YANG INI BEDA!

hehehe.
Dari covernya sudah beda dan jalan ceritanya apa lagi!!!

Pas baca openingnya masih meraba-raba.. lalu ketika dimunculkan pemeran utama pria & wanita berserta insiden pertama... di situlah ketegangan dimulai.

Jujur jadi berasa nonton film "THE RAID" yang isinya duor duor duor.
Karakterisasi digambarkan dengan baik mulai dari tokoh utama sampai tokoh pendukung. Meskipun saya bukan pecinta "action", porsi action yang dihadirkan pas & nggak mengurangi porsi romansanya.

Novel ini bener-bener membuktikan kalau Mba? Rhein ini daya hayal & kemampuan risetnya nggak main-main.

Zenooo... culik aku! hahahaha.

Top Markotop!
Displaying 1 - 30 of 88 reviews