Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bastian dan Jamur Ajaib

Rate this book
Jamur ini bukan sembarang jamur. Jamur ini mampu membuka luka hati siapa pun yang memakannya.
Buku ini bukan sembarang buku. Buku ini mampu membuka dunia imajinasi yang penuh makna.


Dunia cerita Ratih Kumala mengandung rasa takut yang tidak main-main. Karakter-karakter imajinernya sedemikian nyinyir mengingatkan, bahwa dalam romantika yang bergelimang keriangan, suka-cita, dan bahagia, senantiasa ada ancaman yang bakal tiba secara tak terduga; kematian.
—Damhuri Muhammad, cerpenis, esais, editor sastra harian Media Indonesia

Enjoyable reading and interesting story that when i finish, i don’t want the story to end just yet.
—Awi Suryadi, sutradara

Membaca tulisan Ratih Kumala, imaji dan batinku berkelana.
—Ahmad Yusuf, sutradara

130 pages, Paperback

First published February 1, 2015

9 people are currently reading
118 people want to read

About the author

Ratih Kumala

19 books215 followers
Ratih Kumala, lahir di Jakarta, tahun 1980. Buku pertamanya, novel berjudul Tabula Rasa (Grasindo 2004, GPU 2014), memenangkan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2003. Novel keduanya, Genesis (Insist Press, 2005). Kumpulan cerita pendeknya, Larutan Senja (Gramedia Pustaka Utama, 2006). Buku keempat berjudul Kronik Betawi (novel/GPU, 2009) yang sebelum terbit sebagai buku juga terbit sebagi cerita bersambung di harian Republika 2008. Buku kelimanya berjudul Gadis Kretek (GPU, 2012) dan buku keenamnya adalah Bastian dan Jamur Ajaib (GPU, 2015). Novelnya Gadis Kretek (GPU, 2012) masuk dalam Top 5 kategori prosa Khatulistiwa Literary Award 2012, dan telah diterjemahkan ke Bahasa Inggris –Cigarette Girl (GPU, 2015), bahasa Jerman – Das Zigarettenmadchen (culturbooks publishing, 2015), dan tengah diterjemahkan ke Bahasa Arab untuk diterbitkan di Mesir.

Selain menulis fiksi, Ratih juga menulis skenario untuk televisi dan film layar lebar. Saat ini ia tinggal di Jakarta.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (8%)
4 stars
90 (40%)
3 stars
100 (45%)
2 stars
14 (6%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 58 reviews
Profile Image for Uci .
617 reviews123 followers
October 9, 2018
Satu lagi harta karun yang saya temukan di acara diskonan. Setelah terpikat Gadis Kretek dan kecewa pada Wesel Pos, saya masih penasaran dengan karya Ratih Kumala. Dan kumpulan cerpen ini kembali membuat saya jatuh hati. Sebagian dari 13 cerpen dalam buku ini sudah pernah dimuat di media massa, tapi untungnya belum ada yang pernah saya baca, jadi semua baru bagi saya.

Kisah-kisah sederhana tetapi diimbuhi sentuhan magis di sana-sini, dengan gaya bercerita yang membuat saya langsung "terjaga" sejak paragraf pertama. Tentang cinta, tentang pengkhianatan, tentang laut, tentang hidup yang berjalan semaunya sendiri tetapi mau tak mau harus dijalani. 

"Ibuku, seperti foto-fotonya, tahu sisi mana yang paling apik yang harus diperlihatkan kepada orang lain. Kepadaku. Meski itu berarti ia harus menahan diri." (Cerpen Foto Ibu)
Profile Image for Nindya Chitra.
Author 1 book22 followers
March 11, 2019
Baca kumcer itu sekali duduk bisa dapat banyak. Hehe

Dalam kumpulan ini, Ratih Kumala memadukan unsur magic, dongeng dan realitas. Komplit. Ada cerita anak sehari-hari, mitologi, sampai urusan rumah tangga. Yang paling absurb menurutku adalah cerpen yang dijadikan judul. Dari gaya bercerita sampai alurnya mirip bayangan cerita pas nulis jaman-jaman SMA. Bukan ceritanya lho. Perpindahan adegan, kejutan tiba-tiba dan celetukan-celetukan tokohnya. Tipe ceplas-ceplos yang bikin geli sendiri. Dan cuma cerpen ini yang kesannya 'kurang matang' tapi pesannya sampe kok.

Cerpen favoritku yang kisah tentang Mencar yang dibawa putri duyung. Bener, itu bikin melongo. Selebihnya, semua asyik dan mudah dicerna.
Profile Image for Baiti Rahma Asy-Syifa.
84 reviews1 follower
November 16, 2025
Kumpulan cerpen dari Ratih Kumala. Aku kira banyak plot-twist. Ternyata biasa tapi bagus.

1. Ode Untuk Jangkrik: jangkrik untuk pertarungan ternyata tidak sengaja menjadi pakan burung ayahnya
"Selama beberapa hari yang bersamaan dengan ngambeknya yang berkepanjangan, ia memandang benci pada ayam peliharaan Bapak."

2. Nonik: Nonik yang kaya ternyata karena ani-ani. Nonik akan menikah dan si sugar daddy cemburu. Akhirnya Nonik dib*nuh.
"Toh, Nonik tak pernah percaya bahwa cinta itu buta. Cuma uang yang bisa bikin buta."

3. Nenek Hijau: nenek hijau yang membuat perjaka tidak lajang lagi sehingga sulit mencari istri. Usut punya usut ternyata nenek hijau adalah representasi dari mimpi basah.
"Bagaimanapun, harga mangga yang telah rompal dimakan ulat takkan seharga mangga utuh walaupun keduanya kuning dan ranum."

4. Tulah: kisah Nabi Musa yang membelah Laut Merah.
"Itu adalah kali pertama aku memberi jalan bagi orang. Dan kukatakan padamu, jika kau mau coba-coba mengacungkan sebilah tongkat lalu memukulkannya ke tubuhku, takkan aku beri jalan. Lagipula, jika terus kuberi jalan, apa guna kapal-kapal yang berlayar di tubuhku? Kecuali jika kau bisa memukul tongkat itu sekeras Musa memukulnya padaku waktu itu."

5. Telepon: tentang Anggit yang dimabuk asmara saat remaja. Hingga akhirnya ia menikah dengan pria itu. Namun, akhirnya suaminya selingkuh.
"Anggit seperti kembang, dia sedang mekar-mekarnya. Warnanya sedang cerah-cerahnya, baunya sedang wangi-wanginya, ini berarti madunya juga sedang manis-manisnya, dan ini juga berarti kumbang sedang banyak-banyaknya yang mendatanginya. Anggit suka senyum-senyum sendiri setelah menerima telepon."

6. Ah Kauw: terkait bisnis kematian. Ah Kauw pindah dari Semarang ke Jakarta untuk menjadi tukang gali kubur dimana kuburan tersebut akan menjadi gedung tinggi. Kuburan yang digali adalah kuburan China. Banyak peninggalan perhiasan dan barang berharga di situ. Ia membawa barang tersebut dan menjualnya. Istrinya bisa kuliah karena hal tersebut. Namun, rezeki yang tidak berkah memang menyebabkan celaka. Istrinya tidak hamil selama bertahun-tahun dan ayahnya pun meninggal karena dihidupi oleh Ah Kauw.
"Orang mati harus dikasih hormat, bukan diganggu. Kamu juga ambil barang mereka, kamu jual itu barang. Biarpun sudah mati, tapi namanya tetap mencuri."
"Ia seperti merasa ditampar: di tanah itu babahnya dikuburkan."

7. Lelaki Di Rumah Seberang: nenek jompo yang sudah berusia sangat tua (lebih dari 100 tahun) yang tinggal di panti jompo. Keluarganya sudah jarang mengunjunginya. Ia mempunyai teman di rumah seberang. Kakek jompo yang dirawat oleh pengasuh. Namun, lama kelamaan kakek tersebut dirawat oleh menantunya. Ia suatu ketika Nenek jompo tersebut sadar bahwa perlakuan menantu kepada kakek tersebut kasar. Puncaknya adalah nenek jompo tersebut mengetahui dan melihat ketika si menantu membunuh kakek tersebut.
"Tapi aku tak lagi punya cukup tenaga untuk membentak mereka dan mengatakan betapa tidak sopannya melupakanku dengan sengaja. Aku cuma bisa berdoa semoga aku cepat-cepat mati. Menyebalkan sekali, menjelang sore mereka baru pulang."
"Jika bulan depan aku masih hidup, maka usiaku genap 102 tahun dan aku telah menjadi saksi sebuah pembunuhan. Percaya tidak?"

8. Keretamu Tak Berhenti Lama: Ning si penjual makanan pecel di stasiun yang menikah dengan tukang becak yang suka judi dan main perempuan. Ning berjualan di stasiun dan mempunyai satu pelanggan rutin yaitu Pak Kasdi yang juga kerap memberinya uang lebih. Suatu ketika suaminya ketauan main perempuan. Ning marah dan suaminya berujar bahwa apa beda dengan Ning yang selingkuh dengan Pak Kasdi. Ning merasa itu bukan selingkuh karena tidak ada hal apapun dengan Pak Kasdi. Ia marah dan pergi ke stasiun kereta. Menanti Pak Kasdi dan kabur bersamanya. Dono, anaknya ditinggalkannya dengan keadaan nangis bersama suami Ning. Usut punya usut ternyata Pak Kasdi mencintai Ning dan pernah sekali menciumnya.
"Utang setoran becak sudah menunggak tiga hari. Jika dituruti terus berjudi, kami benar-benar akan puasa."
"Ya dua-duanya yang nyari setoran pak. Kalau cuma satu bisa-bisa puasa. Wong dua orang saja masih lapar."
"Heh, aku ini tukang becak, patut kalau ngelonte. Kamu itu ayu juga enggak, sok ngelonte sama masinis."

9. Rumah Duka: suaminya meninggal dan ternyata selama 16 tahun ini suaminya punya istri kedua. Istri pertama merasa bahwa istri kedua lebih sedih daripada dia. Istri pertama mengizinkan suaminya untuk main perempuan, asal tidak dijadikan 'rumah'.
"Mungkin, awalnya perempuan itu hanya makanan, tapi ia makanan yang diramu oleh chef yang andal, jadilah suamiku ketagihan. Lama kelamaan, makanan itu menjelma menjadi anjing peliharaan."
"Sehari setelah suamiku meninggal, aku baru bisa memahami air mataku. Bahwa ia mengalir untuk 'bapak dari anak-anakku' yang kini jadi yatim (mesti semua telah dewasa dan mandiri), dan bukan mengalir untuk 'suamiku'."
"Sebab, meski aku memilikinya, aku tak pernah benar-benar bisa menggenggamnya. Lihat saja daftar perempuannya. Mungkin juga aku bukan istri yang baik, jika, ya, tentu ia tak akan jajan di luar. Bahkan diam-diam memelihara 'anjing'."
"Entah kenapa, aku seraya lega. Meski kulihat perempuan itu mencium suamiku. Suamiku yang semakin tampan dengan dasi ini."

10. Foto Ibu: tentang ibu yang gemar difoto. Ia adalah ibu yang digambarkan sempurna. Hingga suatu ketika ia menemui foto anak kecil di dompet suaminya. Ia marah. Dan anak ibu tersebut berniat memasang tato foto ibu di punggungnya.
"Cita-cita ibuku adalah: kami sekeluarga masuk surga bersama-sama."
"Sedang cita-citaku adalah: di kehidupan yang akan datang, aku ingin dilahirkan sebagai ibu dari ibuku, agar aku bisa membalas kasih sayangnya di kehidupan yang sekarang."
"Nasabah bergantian dilayani. Tiba-tiba aku melihat mereka mirip robot yang sudah diprogram: caranya memberi salam, melayani, tersenyum, sampai mengucapkan terima kasih. Aku keluar bank dan mendapati diriku muntah-muntah demi melihat itu semua. Sejak itulah aku bersumpah: tak mau kerja di bank."
"Hidup ibuku berjalan seperti seharusnya kehidupan seorang perempuan: sekolah, menikah satu kali, membesarkan anak, mengurus rumah, menjahit, menanam bunga, sementara suaminya bekerja."
"Baginya, kerja di bank berarti kemapanan: ada gaji tetap, ada tunjangan untuk keluarga, ada uang pensiun. Singkatnya, kehidupan terjamin."
"Ibuku selalu bilang, bahwa seorang istri membawa rezeki sendiri-sendiri bagi suaminya."
"Ibuku mengingatkan bahwa berdoa lebih baik ketika sedang merasa teraniaya. Sebab Tuhan akan menjamin doamu terkabul. Tentu ini lebih baik ketimbang marah-marah tak jelas juntrungannya."
"Jangan terlalu girang, sebab bisa saja setan lewat dan mengubah segala kesenangan jadi musibah."
"Aku tahu bu, sesekali kau ingin girang menari. Maka izinkanlah jarum tinta itu bermain di kulitku, kau boleh berdansa di punggungku."

11. Bau Laut: tentang Mencar yang menikahi putri duyung. Awalnya ia menjadi kaya raya karena berhasil memberi tahu ke para neyalan terkait letak ikan. Ia jadi saudagar. Namun, suatu ketika ia hilang di laut karena telah melihat putri duyung.
"Mencar segera terjun, menenggelamkan diri ke laut. Ayahku mencoba mencegahnya, tetapi sosok itu memegang tangan Mencar dan menariknya jauh ke dalam laut."

12. Pacar Putri Duyung: tentang Gede si peselancar berbakat. Suatu ketika ia berselancar dan di gulungan ombak ia bertemu dengan sosok putri duyung yang sangat cantik. Namun, orang lain melihat itu adalah hiu putih, bukan putri duyung. Gede resign dari pekerjaan berselancar. Ia membuat usaha resort di dekat pantai sambil menunggu putri duyung.
"Baginya, perempuan itu ibarat kucing: manja dan sensual."
"Alasan lain yang membuatnya tak jenak berada di satu wanita terlalu lama adalah seperti halnya kucing, wanita membutuhkan perhatian yang konstan. Tak seperti anjing, mereka tak bisa diperintah untuk duduk diam. Perempuan juga pencuri sejati. Jika kucing yang kau pikir manis akan mencuri ikan asinmu di meja makan, maka perempuan yang kau pikir menarik akan mencuri hatimu. Kucing dan perempuan sama-sama pencuri. Ia tak suka pencuri."
"Jika semua orang mengira bahwa Gede menang kompetisi selancar karena ambisi, maka mereka salah. Gede sejatinya telah ketagihan tube wave. Ini semacam candu baginya. Satu-satunya tempat dimana ia bisa menemukan kebahagiaan yang absolut."
"Kini, dia lebih suka berdiam di bibir pantai, sambil mengisap ganja hingga matanya merah dan menyipit, dan penglihatannya jadi demikian tajam."

13. Bastian dan Jamur Ajaib: tentang Bastian yang patah hati dan ia mencari obat untuk mengobati hal tersebut. Ia menemukan jamur ajaib. Ketika ia minum jamur tersebut, ia menjadi bertemu kekasihnya yang sudah meninggal. Kekasih yang tengah hamil yang bukan anaknya, Bastian marah dan kekasih tersebut tertabrak di jalan pulang. Bastian merindukan kekasih itu. Ia mencari jamur kepada seorang nenek. Ia merebut paksa dan memakan jamur dalam jumlah yang besar. Ia overdosis. Ia tertabrak dan melihat banyak wajah kekasihnya di jalanan.
"Satu-satunya cara untuk bisa jalan lurus ke depan, kamu harus berbaikan dengan masa lalu. Kamu harus bisa melepas orang yang sudah tidak satu dunia lagi denganmu."
"Kalau kamu terus terjebak di masa lalu, hidup kamu dalam dua tahun ke depan akan hancur."
"Gadis yang datang ke dalam fantasimu tidak nyata. Rasa bersalah dan amarahmu takkan habis dengan kehadiran dia yang cuma sementara."


Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
March 31, 2015
Sejak membaca novel Gadis Kretek, saya jadi ingin membaca karya Ratih Kumala berikutnya. Ketika saya melihat buku ini diterbitkan, tanpa pikir panjang saya langsung membelinya. Tadinya saya pikir karya terbaru Ratih Kumala ini adalah sebuah novel. Tenyata kumpulan cerpen. Bahkan beberapa cerpen di dalam buku sudah pernah ada yang dipublikasikan, meski satupun belum pernah saya baca sebelumnya.
Ada total 13 cerpen dengan berbagai tema di dalam buku ini. Semua cerpen disajikan dalam gaya yang mengalir, membuat saya bisa menghabiskannya dalam sekali duduk. Setelah sebelumnya saya sempat membaca kumpulan cerpen yang membuat kening saya berkerut, saya seperti mendapatkan udara segar nan menyejukkan saat membaca kumpulan cerpen yang satu ini.

Ode untuk Jangkrik bercerita tentang seorang anak bernama Aldi yang gemar mengadu jangkrik, meski orangtuanya sudah melarangnya. Nanti jangkriknya nangis, kata ibunya Aldi. Mengambil latar belakang suasana kampanye, Aldi pun turut serta dalam aduan juara, meski jawaranya adalah seekor jangkrik jeliteng.

Cerpen kedua berjudul Nonik menceritakan tentang seorang perempuan yang tidak tahu apa-apa tentang sahabatnya meski dia sering bersama. Ternyata sahabatnya adalah istri simpanan seorang pejabat negara. Senada dengan cerita Nonik, Telepon, Keretamu Tak Berhenti Lama, Foto Ibu, dan Rumah Duka juga bernuansa perselingkuhan.

Kisah Ah Kauw mungkin yang paling miris diantara kisah lainnya. Seorang penggali kuburan berusaha menyenangkan keluarganya meski dia tahu pekerjaannya akan membawa petaka. Namun duit berbicara, Ah Kauw memilih pekerjaannya daripada keluarganya.

Kisah yang menyerupai legenda juga disajikan oleh penulis. Nenek Hijau berisi cerita asal mula mimpi basah, sementara Bau Laut menceritakan seorang pria yang kawin dengan putri duyung dan mempunyai kemampuan mencium letak gerombolan ikan di laut. Sementara Pacar Putri Duyung dan Bastian dan Jamur Ajaib menggambarkan para pria yang tidak bisa move on dari cintanya.

Ada satu cerpen yang terasa spesial, judulnya Tulah. Kisahnya tentang Musa dan bangsa Israel yang keluar dari tanah Mesir. Mengapa spesial? Di dalam cerita ini ada kisah Paskah ala Perjanjian Lama. Ketika saya menemukan kisah tentang Paskah di saat menjelang Hari Paskah di buku populer, ada perasaan istimewa yang menyelip di hati.

Lantas yang mana menjadi favorit saya? Semua! Saya suka dengan kesederhanaan kisah namun kaya imajinasi. Rasanya saya ingin membaca dan membaca lagi. Satu kekurangan buku ini adalah terlalu tipis. Ya itu..bisa dibaca sekali duduk saja, padahal saya masih ingin cerita-cerita lainnya.
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
June 1, 2015
Darah Domba di Pintu Budak.

Masuk, Joshua. Jangan kau tonton kematian itu. Biarkan malaikat maut tunaikan tugasnya. Itu sudah menjadi titah embannya. Menyedihkan bukan? Andai terkaruniai akal, tentu malaikat maut akan menangisi nasibnya. Beremban tugas yang paling tidak menyenangkan di muka dunia; mencabut nyawa. Ah, tentu dia akan berpikir sama dengan kita, bahwa dunia ini tak adil dan keadilan harus diperjuangkan. Seperti kita. Dan seperti aku, mungkin dia akan jadi pemberontak. Setidaknya mempertanyakan ulang cara kerja segala sistem aturan. Seperti kita.

Ayo, lekas tutup pintu, Joshua. Biarkan kematian lewat dan kita dengarkan jeritan-jeritan para ibu demi malam yang dikutuk ini, sekaligus malam pembebasan bagi kita sebab anak laki-laki sulung mereka akan mati. Mulai dari anak sulung domba, sapi milik mereka, para pengikut hingga anak sulung Firaun. Lalu mereka akan melihat kebenaran yang sudah lama kugembar-gemborkan namun tak hendak didengarkan. Bithiah sudah datang pula. Ia kini menjadi salah satu dari kita. Ramses tak sudi lagi melihat wajahnya karena lebih dari tiga puluh tahun lalu perempuan itu berbohong pada Raja Mesir, memungutku dari sungai dan menenggelamkan kotak anyaman jerami yang mengapungkanku ke dalamnya padahal perca tua yang membungkusku adalah kain budak. Dan aku tak hendak melepaskannya sebagai jubahku kini. Sekarang dan nanti.



-- Dikutip dari cerita pendek berjudul "Tulah"
Profile Image for Darnia.
769 reviews113 followers
February 5, 2017
Ada beberapa cerpen yg sudah pernah gw baca sebelumnya (tapi lupa di mana...mungkin antologi gitu), yaitu Foto Ibu dan (kalo gak salah) Bau Laut. Twist untuk cerpen Nonik paling oke, IMO. Hampir semua cerpen di kumcer ini gw suka

Terima kasih iJak atas peminjaman bukunya
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books63 followers
August 22, 2023
"Aku tahu, dan diam-diam aku tak keberatan, dengan syarat; perempuan-perempuan itu tetap sebagai 'makanan' dan bukan 'anjing'. Ya, sebab jika sudah menjadi 'anjing', berarti dia dipelihara." Hal.73.

Si tokoh aku dalam cerpen "Rumah Duka" mengutarakan pendapatnya tentang kelakuan suaminya yang baru-baru ini meninggal namun ternyata memiliki gundik. Sebagai istri jelas ini fakta yang berat, walaupun selama ini ia sudah merasa dan, sudah menduga-duga.

"Entah siapa yang mewartakan, tahu-tahu perempuan itu muncul di depan kamar rumah sakit ini. Wajahnya menghitam karena duka. Ia hendak masuk ke kamar ini, mendekati mayat suamiku. Tapi aku tak membiarkannya." Hal.72.

Sungguh, ketika saya meminang buku ini, tadinya saya kira ini adalah buku cerita anak. "Wah Ratih Kumala juga nulis cerita anak rupanya," pikir saya dulu. Nyatanya, 13 cerpen yang ada di kumcer ini sepenuhnya cerpen dewasa. Berbagai topik diangkat, termasuklah tentang perempuan yang mendapati jika suaminya memiliki simpanan ketika sang suami meninggal.

"Sudah kupikir masak-masak, jika aku kelak membuat tatto, maka tatto itu adalah wajah ibu.... tentu ia akan mengamuk jika tahu aku membuat tatto, meskipun itu tatto wajahnya. Aku bisa membayangkan ibuku akan berkhotbah; orang yang ada gambar di kulit, salatnya tidak akan diterima, lalu akan masuk neraka. Sayangnya aku tak percaya neraka itu ada, seperti pesimisnya aku akan keberadaan surga." Hal. 81.

Dialog yang menjadi bagian dari cerpen "Foto Ibu" itu juga salah satu dialog favorit saya. Tak banyak yang tahu jika saya pun menyukai 'seni' tatto hehe, tapi ya sejauh ini masih sebatas mengagumi namun dialog di atas cukup banyak dapat dijadikan gambaran dan referensi.

9 dari 13 cerpen yang ada di kumcer ini sudah tayang di berbagai media cetak. Jadi, jelas secara kualitas cerpen-cerpennya gak perlu diragukan, ya. Saya suka dengan semua ceritanya yang terasa dekat di keseharian. Bahasa yang digunakan pun enak, anti njlimet-njelimet club. Sehingga, rasanya buku ini akan sering saya baca ulang.

Skor 8,6/10
Profile Image for Fauziah Ramadhani.
38 reviews20 followers
May 19, 2019
Aku pertama kali membaca karya Ratih Kumala saat aku membaca kumpulan cerpen dari GPU. Sudah lama sekali. Sejak itu, aku langsung tertarik membaca karangan-karangan Ratih Kumala. Apalagi saat ku ketahui bahwa ia merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret. Wah, ternyata satu almamater denganku hehehe.

Cerita-cerita pendek milik Ratih Kumala memang sangat nyentrik. Singkat, ringan, mudah dicerna, tapi tak ku sangka bisa dikemas menjadi terasa 'penting sekali'. Ide-idenya menggelitik dan sangat dekat dengan keseharian kita, sehingga selalu menarik untuk dibahas.

Di cerita pertama, kita akan disuguhi Ode untuk Jangkrik yang bercerita mengenai Aldi dan kawan-kawannya yang sedang gemar adu jangkrik. Iya, ceritanya hanya begitu, latarnya pun di perkampungan sederhana. Ah, tapi membaca cerita ini seperti melayangkanku ke puluhan tahun yang lalu di daerah yang jauh dari hiruk pikuk kota. Menenangkan.

Bahasa yang Ratih Kumala gunakan juga sangat humanis. Meski ada yang nyeleneh seperti menyintai atau lelaut. Membacanya memang terasa aneh, tapi lucu juga. Yah, aku tak keberatan sih untuk membaca cerita-cerita ini berkali-kali.

Buku ini ku rekomendasikan untuk orang-orang yang lelah dengan buku-buku tebal dan cerita yang rumit. Membaca buku ini sepertinya bisa menyegarkan pikiranmu yang sedang keruh.
Profile Image for Kimi.
404 reviews30 followers
May 27, 2020
Bastian dan Jamur Ajaib adalah buku kumpulan cerpen lainnya dari Ratih Kumala. Ini adalah buku kumcernya kedua yang saya baca setelah Larutan Senja.

Terdapat tiga belas cerita pendek di buku ini. Berikut adalah ringkasan masing-masing ceritanya.

1. Ode untuk Jangkrik
Aldi dan teman-temannya sedang senang bermain adu jangkrik. Lawan terberatnya adalah Indro. Dalam permainan adu jangkrik, Aldi belum pernah menang melawan Indro. Jelabang milik Indro besar, sebesar jempol. Pada suatu hari dalam perjalanan ke sekolah, Aldi menemukan jeliteng. Jeliteng ini besar dan kuat. Bisa menjadi jagoan barunya. Pulang sekolah mereka bermain adu jangkrik dan Aldi bisa mengalahkan mereka semua, termasuk jelabangnya Indro.

Aldi pulang ke rumah. Karena dia pulang telat, jelitengnya disita ibunya. Esoknya ia membawa jelitengnya ke sekolah untuk diadu lagi, tapi teman-temannya tidak mau. Ketika pulang dia membuka bambu jelitengnya. Betapa kagetnya dia setelah melihat ke dalam bambunya. Jelitengnya berubah menjadi jangkrik biasa. Ternyata Bapak tanpa sengaja mengambil jeliteng Aldi untuk memberi makan ayamnya dan menukarnya dengan jangkrik biasa.


Resensi lengkap ada di sini.
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
March 11, 2019
Sejak membaca salah satu buku penulis satu ini, saya langsung jatuh cinta. Plus, salah seorang sahabat saya alm Nico sering berbagi kisah ketika berada satu Tim dgn beliau. Seakan ada kedekatan emosional yg terjalin.

Entah kenapa saya seakan pernah membaca buku ini, bukan kisah yang yg di muat di media tapi pernah memegang dan membaca buku ini. Duh faktor u.

Dua kisah seakan saling berhubungan, kisah Bau Laut dan Pacar Putri Duyung. Sama-sama mengusung tema tentang laut dan putri duyung. Tentang cinta yang tak sampai.

Dan cintalah benang merah kisah dalam buku ini. Istri muda yang diam-diam punya kekasih dan berniat kabur,rasa sakit akibat pacar dan lainnya. Cinta memang topik yang tak ada habisnya.

Oh ya, kelebihan penulis ini antara lain ada pada detail. Ia mampu membuat uraian tentang suatu hal secara detail tapi tidak membuat pembaca merasa bosan membacanya. Padahal umumnya uraian panjang lebar bisa membuat jenuh pembaca.

Profile Image for Launa.
239 reviews51 followers
January 10, 2019
Rating: 3.5/5

"Aku bisa membayangkan ibuku akan berkhotbah; orang yang ada gambar di kulit, salatnya tidak akan diterima, lalu akan masuk neraka. Sayangnya aku tak percaya neraka itu ada, seperti pesimisnya aku akan keberadaan surga. Yang aku percaya adalah reinkarnasi." (cerpen Foto Ibu hlm. 81)

Kumcer menarik berisi cerita-cerita tentang kematian, ketidakberdayaan, pengkhianatan, cinta seorang anak pada ibu, rasa bersalah, keputusasaan, ketamakan, dll. Semua cerita tidak ada yang membahagiakan. Cerpen yang saya suka, yaitu Nonik, Nenek Hijau, Telepon, Ah Kauw, Lelaki di Rumah Seberang, Rumah Duka, dan Foto Ibu. ❤️

"Aku sendiri heran, sampai sekarang aku belum mati juga. Padahal, demi Tuhan, aku tak punya resep awet hidup atau berdoa minta umur panjang tiap malam. Justru aku ingin cepat mati. Aku ingin cepat pergi dari dunia brengsek ini." (cerpen Lelaki di Rumah Seberang hlm. 54)
Profile Image for Nike Andaru.
1,643 reviews111 followers
March 18, 2019
66 - 2019

Ini kumpulan cerpen kedua dari Ratih Kumala yang saya baca setelah sebelumnya membaca Larutan Senja. Saya harus bilang saya suka banget semua cerita dalam kumcer ini.

Seperti biasa, Ratih Kumala dengan mudah membuat pembaca mengikuti ceritanya satu demi satu dan rasanya mudah buat saya menikmati setiap cerpen yang ada. Saya baca sambil ngeteh sore atau sarapan pagi, semuanya menarik.

Merupakan hal yang menyenangkan ketika saya inget bahwa beli buku ini di diskon gramedia.com yang kalo gak salah saya beli dengan harga 10rb saja. Ah tambah seneng banget karena ceritanya bagus-bagus.

Kalo harus pilih cerita favorit saya suka Lelaki di Rumah Seberang, Ah Kauw, Nenek Hijau, Foto Ibu juga Bastian dan Jamur Ajaib. Banyak ya, susah sih milihnya karena memang ceritanya jempolan semua. Pesan tiap cerita pun mudah kita pahami.
Profile Image for J. Fisca.
33 reviews3 followers
June 12, 2019
Bngsd. Setelah beberapa tahun menghindari baca kaya penulis ini karena masih trauma dengan kumpulan cerpen Larutan Senja yang luar biasa jeleknya (aduh), akhirnya buku ini selesai saya baca. Dan... masih kecewa juga.
Memang sih, kelihatan jelas perkembangan teknik pengarang (dibandingkan dengan kumcer sebelumnya, Larutan Senja). Applaus. Tapi setelah ini, kayaknya trauma baca karya pengarang ini bakal jadi permanen.

Saya suka cerpen pertama di buku ini, "Ode untuk Jangkrik". Beberapa cerpen yang juga lumayan menurut saya adalah "Nonik", "Nenek Hijau" dan "Ah Kauw". Lumayan karena bahasanya yang mengalir, namun idenya biasa saja.

Cerpen yang judulnya dijadikan judul buku kumpulan cerita ini malah tidak menarik bagi saya. Membosankan, bertele-tele, dan sangat tidak indah. Padahal idenya bagus.

Sekian.

PS.
Yang paling saya suka adalah cover-nya. Imut sekali.
Profile Image for Riski Oktavian.
465 reviews
September 20, 2020
bastian dan jamur ajaib ini adalah buku kumcer kedua yang sudah kubaca setelah ayah pemilik cinta yang terlupakan tahun lalu, sekaligus menjadi kumcer pertama yang kubaca di tahun ini.

aku suka dengan cerita-cerita yang ada di dalam sini. cocok dibaca waktu santai atau lagi bosen mau ngapain. ceritanya beragam macam, mulai dari yang cerita anak-anak, misteri, bahkan romance juga ada. buku ini mengajarkan banyak sekali pesan moral kehidupan yang membuat nyaman bacanya.

bahasa yang dipakai juga ringan dan santai jadi bacanya juga gak kerasa. konflik yang disodorkan juga enteng banget intinya gaperlu mikir. sebenernya buku ini bisa saja selesai dalam waktu sehari tapi karena kemarin sibuk (padahal males) akhirnya selesai 2 hari. overall buku ini cocok kalo lagi males baca buku tebel atau lagi padet aktifitas tapi masih pengen mengembangkan imajinasi.
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
December 21, 2015
Ini adalah buku Ratih Kumala yang kedua yang saya baca setelah Gadis Kretek. Bastian dan Jamur Ajaib sendiri adalah sebuah kumpulan cerita pendek yang terdiri dari 13 cerita. Favorit saya adalah Tulah. Nah, saya mau ulas satu per satu kisahnya di sini.


Ode untuk Jangkrik
Ode untuk Jangkrik beriksah tentang Aldi dan jangkriknya, di mana seorang anak kecil yang bernama Aldi ini suka mengadu jangkrik. Jangkrik milik Indro adalah jangkrik jagoan yang mengalahkan jangkrik Aldi. Aldi tidak pantang menyerah, ia mencari jangkrik jagoan lainnya demi bisa memenangkan pertarungan.

Nonik
Alda dan Nonik berteman baik. Aida seorang mahasiswi yang biasa-biasa saja, sedangkan Nonik adalah orang kaya. Meskipun Aida ternyata tidak tahu-menahu tentang bagaimana kehidupan Nonik yang sebenarnya, atau siapa Opa Pierre yang ditanyakan polisi kepadanya.

Nenek Hijau
Ini kisah fenomena mimpi basah yang terjadi pada bocah yang hendak beranjak dewasa.

Tulah
Ini favorit saya. Ceritanya tentang Joshua (saya nggak tahu Joshua ini siapa, omong-omong). Namun sebenarnya menceritakan tentang Musa dan Firaun. Mengambil sudut pandang laut belah (bayangkan saja yang bercerita adalah benda mati yaitu laut terbelah yang dibelah oleh Musa dan menjadi mukjizat baginya). Unik, menarik. Dan juga ini karena saya suka dengan kisah zaman Musa.

Telepon
Berceita tentang kisah sepasang kekasih hingga menikah (dan selingkuh) dengan telepon sebagai penghubung kisah mereka.

Ah Kauw
Ini ceritanya miris. tentang Ah Kauw sang penggali kubur. Ia ditawarkan pekerjaan menggiurkan di Jakarta, pekerjaan yang sama seperti profesinya yaitu menggali kubur, dengan gaji yang jauh lebih besar. Yang dikerjakannya adalah menggali kubur untuk membongkar makam yang akan dijadikan mal. Kehidupannya tidak direstui oleh sang ibu. Istrinya juga tidak bisa memiliki anak, yang di mana ibunya menganggap bahwa pekerjaannya membawa sial dan tidak direstui oleh leluhur. Endingnya, di hari terakhir ia bekerja, Ah Kauw harus menggali kuburan ayahnya sendiri.

Lelali di Rumah Seberang
Seorang nenek tua, jompo, di panti jompo yang menganggap dirinya bisa berkomunikasi dengan seorang pak tua seusia anaknya di rumah seberang. Si nenek yang hidupnya kesepian, mendadak mendapatkan teman yang juga sama-sama kesepiannya seperti dia, yang menjalani sisa umur di hari tua tanpa kasih sayang dari anak cucu mereka. Suatu hari, dengan bahasa telepati mereka, si bapak tua mengatakan kalau dia akan dibunuh oleh anak menantunya. Nenek Yasmin, membiarkan dirinya mengamati rumah sebelah dan tidak mau dipindahkan untuk membuktikan apakah pembicaraan mereka selama ini betulan, atau hanya sekadar khayalannya semata.

Keretamu Tak Berhenti Lama
Berkisah tentang seorang ibu dengan anaknya, yang harus menafkahi hidup dengan menjual dagangan di stasiun. Suaminya seorang tukang becak penjudi bermulut kasar. Ning nama ibu itu, menyadari kalau dia ditaksir oleh Pak Kasdi seorang masinis kereta. Suatu hari dia berhadapan dengan suaminya yang sedang mabuk dan kalap. Ning melarikan diri dan turut serta ke Solo dengan kereta Pak Kasdi, tapi dia melupakan anaknya yang menangis tertinggal.

Rumah Duka
Bercerita tentang istri sah dari seorang lelaki yang ternyata mempunyai istri simpanan. Sebenarnya sang istri mengetahui kalau suaminya punya selingkuhan, kenal di sebuah kafe, seorang penyanyi jazz. Sang suami yang memang penikmat jazz merasa nyambung dengan penyanyi itu dan akhirnya mereka memiliki hubungan. Suaminya meninggal, di satu sisi sang istri sah mengetahui kalau simpanan suaminya ingin hadir pula di rumah duka. Di sisi lain, si simpanan merasa bahwa ia lebih dicintai sang suami ketimbang istri sahnya, namun dia cukup tahu diri bahwa statusnya adalah istri simpanan.

Foto Ibu
Tentang seorang anak yang mentattoo punggungnya dengan foto ibunya, yang bercita-cita masuk surga sekeluarga, tapi ternyata dikhianati si bapak yang menyimpan foto seorang anak di dompetnya yang ternyata foto anaknya dengan perempuan lain.

Bau Laut
Tentang Mencar yang menikah dengan putri duyung.

Pacar Putri Duyung
Gede yang seorang peselancar pencari ombak yang tiba-tiba mengalami kecelakaan saat turnamen selancar karena bertemu dengan putri duyung.

Bastian dan Jamur Ajaib
Bastian yang bertemu dengan seorang gadis bartender yang menawarkan jus jamur ajaib kepadanya, yang bisa menghadirkan bayangan kekasihnya yang telah tiada.



***

Sorry to say kalau ternyata bukunya tidak sesuai dengan ekspektasi saya, tapi untuk buku yang dihabiskan sekali baca atau sekali duduk, buku ini cukup bagus juga. Secara umum kisahnya cukup gampang ditebak, tapi sayang nggak ada plot twist atau sesuatu yang bikin... ooooh yah karena beberapa cerita sudah bisa ditebak akhirnya bagaimana. Seperti misalnya di cerita Nenek Hijau, saya sudah bisa menebak itu nenek hijaunya siapa. Atau di kisah Nonik (lupa judulnya apa). Cerita-ceritanya memang sederhana, meskipun barangkali mungkin tidak sesederhana yang saya tangkap (tapi memang nggak berhasil saya ketahui makna lain di balik kesederhanaannya.

Dari segi penulisan, agak terganggu dengan kata "mencintaimu" yang ditulis "menyintaimu". Sepengetahuan saya, KTSP itu meluruh, jadi kalau "cinta" berarti tidak meluruh jadi "nyinta". Entahlah ya.

Dan, cerita yang menurut saya berhasil membuat decak kagum sayangnya cuma satu; Tulah. Bercerita dengan sudut pandang laut belah dalam kisah Firaun dan Musa. (Oh well, tapi saya masih nggak tahu Joshua itu siapa. Yang jelas bukan Joshua Suherman apalagi Joshua G---#heh.) Angkat jempol saya, bagaimana Ratih Kumala bisa kepikiran untuk membuat kisah dari sudut pandang benda seperti laut merah.

Bisa baca di sini juga http://resensibukunisa.blogspot.co.id...
Profile Image for rosie.
59 reviews
December 30, 2025
biasanya kalo baca kumcer, ada cerita yang biasa-biasa saja atau justru kurang berkesan, ada cerita yang kusuka sekali. tapi di kumcer ini semua ceritanya aku sukaaaa!! ada perasaan dekat dan membumi di setiap cerita; entah karena karakternya orang-orang biasa, seperti penjual keliling di stasiun, nelayan, atau anak di pedesaan; aku rasa juga karena beberapa cerita diramu dengan cerita legenda atau folklore, misalnya putri duyung. terus ada juga cerita yang saking membekasnya bikin merenung karena ikut sedih dengan tokoh atau nasib mereka (seperti pada cerpen berjudul "Ah Kauw", "Lelaki di Rumah Seberang", "Foto Ibu"). aaa senang sekali pokoknya nemu kumcer inii!!
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
February 12, 2019
Ode untuk Jangkrik membawa kita pada keriangan ringan di masa kecil, ketika jangkrik, gasing, layangan dan kelereng adalah harta berharga dan sawah serta halaman adalah area mabar yang sesungguhnya. Walau ending cerita ini biasa, kekuatannya ada pada perjalanan membaca cerpennya yang dengan cantik mampu membawa kita kepada kenangan di masa kecil. Kisah kecil ini mengingatkan bahwa kebahagiaan juga bisa hadir dalam kesederhanaan dan kebersahajaan.

Ulasan di blog
Profile Image for Siraa.
259 reviews3 followers
November 27, 2021

Cerita Ratih dimulai dengan ringan, tentang seorang anak pengadu jangkrik. Lucu dan hangat. Namun cerita selanjutnya mulai merambah lebih jauh menuju tema "Sugar Daddy" kemudian cerita selanjutnya, lebih jauh lagi ketema pelakor, horor, perselingkuhan, sampai fantasi dengan melibatkan putri duyung. Kumpulan cerita dari buku ini seperti menapaki tangga, semakin dipijak semakin tinggi dan semakin "Dark" cerita itu. Saya suka hampir semua cerpen di buku ini, terutama "Foto Ibu" yang pernah pernah masuk di buku kumpulan cerpen kompas juga.
Profile Image for Sarah.
31 reviews5 followers
May 25, 2023
Judulnya menipu 😭👈 aku pikir cerita fantasi kaya di negeri dongeng. Tapi sangat jauh dari kata seru. Kumpulan cerpennya mind blowing. Aku merasa cukup sulit menyelesaikan buku ini. Karena setiap cerita itu ngagetin, bikin sedih, endingnya bikin hatiku campur aduk. Gatau bingung utarainnya.

Aku suka sama beberapa cerita karena pesan moralnya bisa aku dapetin. Ada juga beberapa cerita yang buat aku kaya "hah" gitu. Tapi dari buku ini aku cukup paham gimana tulisannya mba Ratih Kumala. Ini cerpen buat dewasa sih.
1 review
July 13, 2019
Cerita-cerita di dalamnya membuatku menahan nafas. Setelah usai menghatamkan buku ini, aku baru tahu bahwa Ratih Kumala adalah istri dari Eka Kurniawan. Dan menariknya, gaya bercerita dia membuatku lebih menyukainya dari pada si Eka. Muehehe.

Bacalah buku ini di akhir pekan. Sangat menarik dan memanjakan imajinasi.
Profile Image for Aguspratama.
33 reviews1 follower
October 20, 2020
Jenius. Ekspetasi gua sama sekali gak ada ketika membaca buku ini. Awalnya kira cuma buku fiksi fantasi untuk anak-anak , namun ternyata Ratih membawa kedalam nuansa magis yang menghanyutkan.

These work's from Ratih Kumala was so fascinating and must be read for all of you. It brings me the magical feeling that i hate to end from every short story that she write for this book.
Profile Image for Sevma.
70 reviews14 followers
September 25, 2017
Empat cerpen favorit sy judulnya yakni Nonik, Foto Ibu, Telepon, & Keretamu Tak Berhenti Lama. Dramatis sekali. Menyayat sekali. Semua pembaca pasti bisa membayangkan kisah itu secara imajinasi visual.
Profile Image for Millenysm .
68 reviews3 followers
April 22, 2022
Sebuah kompilasi tiga belas cerita pendek yang jika semakin dibaca akan semakin terasa 'edan' dan terkadang mengandung satir.
Cerpen favorit saya jatuh kepada "Kakek di Rumah Seberang", ciri khas cerita slow burn dan menyisakan banyak tanda tanya.
Profile Image for Gita.
115 reviews2 followers
July 18, 2024
Meskipun tidak setinggi rating Larutan Senja, buku kumpulan cerpen ini tetap jauh dari mengecewakan.
Buku kesekian Ratih Kumala yang dibaca dan tidak pernah ber-rating rendah. Cerita favorit jatuh kepada Rumah Duka dan Lelaki di Rumah Seberang, selanjutnya penasaran sama novel Saga Dari Samudra
Profile Image for Astri Rizki.
9 reviews3 followers
July 28, 2017
"Maut memang suka bergurau dengan hidup." (76)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
August 9, 2017
Kumpulan cerpen yang menyenangkan dan buat jumpalitan.
Profile Image for David Dewata.
342 reviews3 followers
July 20, 2018
Selalu suka baca naratif yang memikat dan selalu ingin mengikuti sampai selesai seperti menu dalam buku ini.
Profile Image for Yulia.
7 reviews
October 15, 2018
Di bbrp part berasa baca tulisan sendiri, meskipun aku malas menulis :p
Profile Image for M. Agung Triwijaya.
80 reviews4 followers
November 10, 2018
Buku ini benar-benar memiliki daya imajinasi yang luar biasa. Sebuah teknik bercerita yang fantastis.
Displaying 1 - 30 of 58 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.