Membaca buku ini, aku jadi mikir ternyata filsafat itu gak bisa membahas semesta secara total. Filsafat yang jadi nenek moyang ilmu pengetahuan ternyata cuma mengumpulkan fragmen-fragmen semesta, pun itu syarat dengan kemungkinan-kemungkinan.
Namun dengan gaya pemaparan yang mudah diikuti, aku jadi bisa sedikit paham dengan yang dimaksud "menubuh". Sebuah kata kunci dari fenomenologi Ponty. Manusia, menurut Ponty, tidak berada di dalam tubuh, melainkan menubuh. Kemenubuhan manusia membuatnya mendunia. Tubuh lebih tahu tentang hal-ihwal dunia ketimbang akal budi.
The book is great actually. I somehow understand it (even though most of the time I feel like I'm actually sleep-reading, if you understand what I mean). However, it makes me think twice about everything I know and suddenly, I'm interested in philosophy.