Ajahn Brahm dikenal dan disukai bukan hanya karena isi ajarannya, namun juga gaya penyampaian dan selera humornya. Lelucon "parah"-nya adalah hal yang kita harap-harapkan untuk dengar pada hampir setiap ceramahnya. la menanggapi pertanyaan dengan hati ringan yang menjunjung perasaan dan membuka hati ke sudut pandang yang lebih ramah dan welas.
Sering kali kebenaran dari apa yang ia katakan ada dalam leluconnya. Namun tujuan utamanya adalah melihat sisi cerah kehidupan untuk mengatasi masalah dan membuat kita maju dalam jalan Dhamma.
Buku ini berisi kumpulan pertanyaan dan jawaban yang disalin dari retret yang dipimpin Ajahn Brahm di pusat retret Jhana Grove, Serpentine, Perth, pada kurun 2010-2013.
Ajahn Brahmavamso Mahathera (lovingly known to most as Ajahn Brahm) was born Peter Betts in London, United Kingdom in August 7, 1951. He came from a working-class background, and won a scholarship to study Theoretical Physics at Cambridge University in the late 1960s. After graduating from Cambridge he taught in high school for one year before travelling to Thailand to become a monk and train with the Venerable Ajahn Chah Bodhinyana Mahathera.
Whilst still in his years as a junior monk, he was asked to undertake the compilation of an English-language guide to the Buddhist monastic code - the Vinaya - which later became the basis for monastic discipline in many Theravadan monasteries in Western countries.