Kisah tentang perempuan yang mengalami kehilangan juga penderitaan yang sama. Masa lalu ternyata menghubungkan mereka untuk tiga kejadian mengerikan di bulan Maret.
Seruni: Ia berani mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan apa yang menjadi miliknya lima tahun lalu.
Anggrek: Sejak kejadian itu, hidupnya penuh dengan kepahitan. Dan ia menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam.
Lily & Rose: Mereka berbeda, tetapi mempunyai satu kesamaan, yaitu masa lalu. Jika konsekuensi dari sebuah perbuatan adalah kematian, salah satu dari mereka dengan senang hati akan menuntutnya!
Not quite impressed by the type of novelet. Ada 3 kisah yang semuanya saling berkaitan. Tokoh utamanya adalah korban perkosaan dan suka banget ke Cafe Library Serenity
Adanya malah kesel wooy, ngeselin banget ini kisahnya. Lyke, why semuanya kampret? Villainnya jahat banget lagi. Dan kok bisa FL-nya malah begitu?
1st story ended like.. giiiirl, that—now dead man—used to be raped you, then got unwanted pregancy, and you 'mau menjaga nama baiknya'? HAAAAH??
Meski kata si Seruni dia mau berdamai dengan masa lalu, I can't stand with this type of logic
2nd story judulnya Revenge. Tapi nggak berasa revenge-nya. Itu si Om jahat juga gajelas dapet hukuman berapa taun. FL-nya si Anggie cuma ditekankan legowo sama penyakitnya dan mau berdamai dengan diri sendiri
3rd story yang paling lumayan, trauma membuat Lily kena DID. Kepribadian kedua ini membunuhi orang yang merkosa doi alias ayah tirinya. Dia juga ngebunuh orang lagi yang mau berbuat jahat.
Jejeng pas kisahnya tamat ada kepribadian ketiga yang muncul~
Thanks a lot Scoop for the 70% discount from IDR 39.000 into IDR 11.700! Happy Harbolnas!
why i choose this books? simply i've randomly pick this books since the title is "March". My most favorite months in a year! my birthday is in March anyway :p ---------------------------------------------- ** Books 326 - 2016 **
3 dari 5 bintang!
Seruni. Anggrek dan Lily tiga perempuan yang memiliki kisah hidup pahitnya masing-masing.
Sebenernya udah baca buku ini tahun 2015 lalu, baca lagi soalnya belum dimasukin ke list Read di GR dan agak lupa juga sama ceritanya. Dari 3 penulis di buku ini, cerita yg paling lumayan menurut saya punya si Kezia. Dalam buku ini, saya menemukan beberapa percakapan dan pemilihan kata yang kurang cocok, jadi terkesan kaku gitu bacanya. Jadinya kurang bisa menikmati jalan ceritanya. Yaudah sih gitu aja.
Yak, novel ketiga dari month series-nya Grasindo, untuk novel ini, hmm.. sorry to say, membosankan banget! Sedih aku. Padahal novel sebelumnya bisa bikin aku penasaran, kalo yang ini tuh kayak kebanting gitu. Beneran deh. Kecewa banget.
Read More: starlibrary.wordpress.com Jujur saja, hanya karya mbak Kezia yang pernah aku baca sebelumnya, You’re Invited dan Till it’s Gone. Dua penulis lainnya benar-benar masih ‘orang’ baru untukku.
Maret: Flowers merupakan buku ke-3 dari proyek Monthly Series oleh Grasindo. Untuk pertama kalinya, aku mengomentari tentang judul dari buku ini. Bukankah lebih cocok judulnya inggris semua? March: Flowers. Menurut aku sih lebih cocoknya gitu. Masa bulan ‘Maret’-nya bahasa Indonesia diikuti ‘Flowers’ bahasa Inggris.
Konflik utama dari Losing You, Revenge, dan Deja vu mirip semua, dengan klimaks yang berbeda tentunya. Masa lalu kedua tokoh sama. Sama-sama kelam. Tapi, aku lebih menyukai kisah Losing You daripada Revenge. Entah kenapa, mungkin karena Losing You lebih ‘nyesek’ (?) [minus konflik yang klise, tentunya.]
Membaca kisah Lily dan Rose membuat aku teringat dengan drama korea yang baru-baru ini kutonton, Kill Me Heal Me. Tentu saja, kisah Lily dan Rose yang ‘lebih’ kelam.
Sederet mimpi buruk yang menimpa semua tokoh di masing-masing cerita semuanya terjadi pada bulan Maret. Tokoh-tokoh dalam setiap cerita, meskipun tidak ‘saling’ berhubungan secara langsung, minimalnya, mereka semua pernah bertemu.
Meskipun konflik yang ditawarkan cukup klise, entah kenapa, rata-rata aku menyukai semua cerita yang ditawarkan penulis. Menurut aku, ketiga penulis di sini, bisa ‘menggambar’ sesuatu yang sudah mainstream dengan ‘keahlian’ penggambaran yang berbeda. Dan tentunya, membuat aku ikut ‘terhanyut’.
Overall, membaca tiga kisah di sini membuat aku ikut ‘merasakan’ ‘nyesek’. Apalagi, cerita pertama yang sad ending, mengingat banyak cerita yang Happily Ever After, membuat aku ‘nyesek’ parah. Bagi pembaca yang ‘ingin’ membaca ‘sesuatu’ yang berbeda. Fiksi yang kelihatan ‘non-fiksi’, (meskipun cerita yang ditawarkan drama banget, my opinion), hanya saja ‘kedramaan’ tersebut ‘ditawarkan’ dengan ending yang… yahh… Singkat kata, aku menyukai buku ini :D
Novel yang terbagi atas tiga cerita dengan tema yang sama, yaitu pemerkosaan.
Seruni, diperkosa oleh teman dari sang kakak. Hamil, keluarganya menjauhkannya dari rumah dan saat anaknya lahir, tidak lama kemudian anaknya meninggal. Lima tahun kemudian, keluarganya mengatakan bahwa anaknya masih hidup dan diberikan pada saudara jauh. Maka Seruni pun bertemu kembali dengan sang ayah agar dapat bertemu dengan anak mereka.
Anggrek, diperkosa berkali-kali oleh omnya dari umurnya 11 tahun hingga SMA. Sudah beberapa kali mencoba bunuh diri tetapi gagal, pada akhirnya tertular HIV dari salah sati one night stand nya. Mencari omnya untuk menuntut pembalasan dan menghabiskan hidupnya kembali pada sang mama.
Lily Rose Aprilia -yang anehnya lahir bulan Maret- diperkosa sberkali-kali oleh sang ayah tiri, mengakibatkan dirinya memiliki Dissociative Identity Disorder. Membunuh sang ayah tiri dalam ketidaksadarannya, dan bertahun-tahun kemudian membunuh seseorang yang juga berusaha memperkosanya.
Novel ini menceritakan kejamnya hidup yang harus dialami oleh wanita-wanita muda karena kebejatan dan keegoisan laki-laki.