Buku ini mengakrabkan kita lebih dekat dengan Ahlul Bait Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, terutama dua cucu kesayangan beliau: al-Hasan dan al-Husain. Ia bukan sekadar memoar yang mengingatkan kita pada kehidupan generasi yang lalu, tetapi juga membawa kita untuk menyaksikan langsung seluruh fragmen kehidupan dua pemimpin para pemuda penghuni Surga ini secara utuh dan jauh dari distorsi sejarah. Disarikan dari riwayat-riwayat sejarah yang valid dan dikemas secara menarik, fase demi fase kehidupan mereka menggugah kesadaran kita betapa besar peran al-Hasan dan al-Husain dalam perjalanan sejarah umat Islam.
Setiap langkah kehidupan mereka sarat dengan nilai luhur dan kearifan yang patut kita teladani. Al-Hasan tampil sebagai tokoh pemersatu umat setelah perpecahan yang berkepanjangan, sementara al-Husain menjadi simbol perjuangan melawan kelaliman demi menegakkan sunnah Rasulullah dalam suksesi kepemimpinan.
Nikmatilah kisah demi kisah di dalamnya. Renungilah, lalu petiklah setiap hikmah dan nilai yang disajikannya. Dengan begitu, kita tidak hanya mendapat pencerahan tentang sejarah Ahlul Bait dalam mengantarkan ajaran Islam hingga ke tangan kita, tetapi juga akan membuat kita semakin mencintai mereka. Sungguh, kecintaan terhadap mereka dengan cara yang benar adalah ibadah, sedangkan kebencian terhadap mereka adalah salah satu bentuk kemunafikan.
Buku ini menceritakan kisah Al Hasan dan Al Husein secara adil. semua riwayat di ambil dari sumber yg sahih. ditambah penulis menyebutkan kesalahan2 orang2 yg mencoba memutarbalikan sejarah. membuat kita sebagai pembaca lebih aware dalam mengambil kisah para ahlul bait ini. insya allah penulis dan tulisannya sesuai dengan manhaj ahlusunnah wal jemaah. salah satu refrensi penting mengenai salah satu episode terpenting sejarah islam
Ramai peristiwa asyura membuat kita selalu bingung soal syiah, soal kegiatan asyura itu sendiri, soal sejarahnya peristiwa asyura, dan buku ini menjadi jawaban yang tepat agar orang-orang memahami lebih dalam lagi. Fun fact; penulis buku ini adalah ahlul bait dari jalur al-Husain, beliau juga memiliki lembaga khusus untuk menyadarkan orang-orang syiah agar kembali lurus untuk menjadi Ahlussunnah wal Jamaah. Buku ini ditulis oleh beliau dalam rangka penyadaran kepada kelompok-kelompok yang bersikap ekstrem dalam mencintai Ahlul Bait, agar kembali kepada ajaran Sunnah. Beberapa bagian dalam buku ini juga mencantumkan pandangan syiah mengenai peristiwa yang ada sangkut pautnya dengan Ahlul Bait.
Tebal buku ini 516 halaman, dengan terjemahan yang sangat mudah dipahami, tidak lupa mencantumkan beberapa hadits yang sesuai dengan peristiwa yang sedang terjadi (dan ada beberapa yang baru dengar ada hadits itu..). Buku ini memiliki beberapa bagian; 1. pernikahan antara Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah az-Zahra, 2. Kelahiran al-Hasan dan al-Husain. 3. Keutamaan al-Hasan dan al-Husain, interaksi keduanya saat bersama Rasulullah, 4. Peran al-Hasan dan al-Husain saat kekhalifaan, dan 5. ditutup dengan tragedi Karbala.
Buku ini telah banyak memberikan kesadaran, pemahaman, banyak nasihat Rasulullah yang selalu cocok disegala zaman, contohnya salah satu hadits saat Abu Huara as-Sa'di bertanya kepada al-Hasan, "Apa yang masih kamu ingat dari Rasulullah? al-Hasan menjawab; aku ingat beliau bersabda; Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan lakukanlah apa yang tidak meragukanmu. Karena kebenaran adalah yang dapat membuat tenang, sedangkan kekeliruan adalah yang menimbulkan kau resah.."
Membaca buku ini seolah-olah kita melihat sendiri dengan mata kepala kita kehidupan dua penghulu pemuda syurga Imam al-Hasan dan Imam al-Husin Radhiauallahu Anhuma.
Sesungguhnya kedua cucunda Rasulullah Saw ini telah diperlakukan secara zalim dan dibunuh oleh kelompok manusia yang berhati syaitan.