Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jurnal Cinta Andromeda

Rate this book
kontradiksi /kon·tra· dik· si/ n pertentangan antara dua hal yang sangat berlawanan atau bertentangan.

Sejak pertama kali bertemu Edith, semesta Andromeda telah berpusat pada perempuan itu; perempuan yang terpaut 10 tahun lebih tua; gadis bukan, janda bukan—karena telah beranak tiga tetapi belum menikah. Namun, bagi Andromeda tak ada yang lebih penting dalam dunianya selain Edith.

Segala hal tentang Edith tidak pernah mudah dan sederhana bagi Andromeda yang tertutup. Segala hal tentang perempuan itu misterius dan kontradiktif. Meski perasaan Andromeda begitu kuat dan dalam, semua kekaguman, harapan, dan mimpi-mimpinya tentang Edith hanya tercatat dalam jurnal-jurnal yang ia simpan begitu rapi.

Ketika jurnal itu ditemukan Tim SAR di perairan Nusa Penida bersama jenazah seorang pria, ada begitu banyak yang menimbulkan pertanyaan. Salah satunya: Apakah Edith terlibat dalam kematian pria itu?

312 pages, Paperback

First published March 1, 2015

6 people are currently reading
59 people want to read

About the author

S.J. Tsurayya

3 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (14%)
4 stars
21 (36%)
3 stars
21 (36%)
2 stars
6 (10%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for ale.
12 reviews4 followers
July 11, 2018
iya kontradiksi banget. hahah.
sinopsisnya mancing sekali, sukses bikin penasaran.

kaya dalemnya (dari masak, parenting, social-life, love-drama, sampai budaya negeri orang), rapih. tapi kubaca sampai tinggal chapter akhir kok twist-nya mana.. padahal halaman tinggal berapa lembar lagi.. dan yah, padahal chapter penutupnya bisa jadi lebih rapi kek chapter sebelumnya. kesampingkan masalah teknis, aku suka banget endingnya hahahah karena aku bukan pecinta happy-end.
buku ini mengisahkan perjuangan Andromeda untuk memenangkan hati Edith, banyak pahitnya--tapi Andro gak kenal menyerah. Edith.. Edith.. karakter yang luar biasa, sampai berasa sinetron--tapi masih betah dipantengin sampai habis. poin plus loh.
oh iya masalah point of view sempet bikin bingung di salah satu chapter karena ada tanda pemisah yang kurang ditempatkan pada posisi tsb sepertinya, dari orang ketiga langsung jatoh ke pov-nya Andro. dan di akhir tiba-tiba pov-nya jatoh Pilar. itu aja sih.

4/5
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
November 8, 2017
Buku ini mengingatkan saya pada pemenang DKJ beberapa tahun lalu yang latarnya di pesantren... oh, ya. Hubbu.

Sebelumnya, saya mau bilang gini dulu: Edith is really a fcked up character.

UPDATE

Jurnal Cinta Andromeda adalah novel yang menarik. Entah bagi pembaca lain, tapi buat saya, saya bisa merasakan betapa penulis berhati-hati menempatkan segala sesuatunya, mulai dari adegan, latar belakang tokoh, sudut pandang, hingga pemilihan unsur yang menggerakkan cerita seperti kuliner ala dua bintang Michelin. Ini pun terlihat dari jalinan plotnya yang 'memaksa' kita terus membaca, bak mengendarai mobil di jalan tol yang mulus--susah untuk menjadi pelan dan berhenti.

Beberapa riviu sudah menjelaskan karakter, fokus utama (yang bukan pada cinta Andromeda ataupun hilang di Nusa Penida--another misleading blurb and title) serta akhir ceritanya, jadi saya coba lihat dari sisi lain. Secara konsep, gaya penulisan, dan perkembangan karakter, novel ini sudah sangat matang sampai rasanya tak ada yang perlu ditambah-kurangkan lagi. Ini faktor besar yang membuat saya nyaman membacanya. Namun menjelang akhir, saya dihadapkan dengan banyak kebetulan yang buat saya terkesan memaksa, bahkan kalaupun tidak ada tidak jadi soal (). Yang kedua, kulinernya sendiri meski restorannya digambarkan megah dan eksklusif (bahkan kokinya diseleksi dulu ala Masterchef, dengan demo masak dan sebagainya. Bagian ini mirip-mirip manga/anime sebetulnya) tapi saya melihat menunya tergolong biasa. Contohnya pai buah yang ternyata dibuat dengan teknik standar. Lalu penggambaran kitchennya juga kurang meyakinkan. Mungkin ketika membacanya saya teringat film Chef dan saya tak menemukan gambaran seperti di kitchen itu di kitchen restoran Edith.

Dan sekali lagi, saya mau bilang begini: Edith is really a fcked up character. I've warned you. Watch her out, readersss.

Bacalah. Sebagai buku, novel ini sudah menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu menghibur dan enggan melepaskan perhatian kita kepada ceritanya.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book267 followers
February 19, 2016
Andromeda jatuh cinta pada Edith, seorang wanita yang memiliki 3 orang anak. Dia tidak peduli dengan perbedaan yang ada di antara mereka. Juga tidak peduli dengan tingginya tembok yang dibangun oleh Edith.

Usaha pendekatan Andromeda menguak siapa Edith sebenarnya. Bagaimana kisah masa lalunya hingga dia punya 3 orang anak, bagaimana Edith bisa berkarir di dapur restoran terkenal, bagaimana keluarga Edith yang dermawan bisa mengubah hidup banyak orang.

Sebenarnya novel ini menceritakan perjalanan cinta Edith. Bukan Andromeda. Sejak awal hingga akhir kisah sangat terasa bahwa yang menjadi tokoh utamanya adalah Edith. Sedikit membosankan bagi saya. Andromeda sendiri seperti nyaris tidak punya peran apa-apa. Penggambaran karakternya nanggung. Sama nanggungnya dengan perjuangannya atas cinta Edith.
Profile Image for Nidos.
300 reviews78 followers
January 7, 2016
I knew it's a four-starred read since its first sentences.

The cover is so pretty that I loved it at the first sight, yet its blurb gave me such a doubt. Too heavy for my liking, I thought. You know, KLA material and stuffs--I barely touch this kind of books.

But that's before I finally took a sip of one of those copies whose plastic was broken. And I didn't lie when I said its first sentences were magical. They're not as laid-back as my daily reads, but still acceptable even enjoyable. Maybe it got similar taste to Malonka's Sylvia's Letters.

And man, the blurb is such a disguise! The story itself is waaaaay more complex than it seems. It offers values. It offers philosophical thoughts. It offers reality. It offers love, indeed, for better for worse. And after all it offers life. We just don't know how "connected" we are all to each other. We just don't know that Newton's Third Law is no shit at all. All of the ppl involed in our lives played a role, they made us who we are.

Moreover, there're many local cultures the author brought here, but she mixed it up with "nowadays" ingredients. Just like what Edith puts in her dishes. Yes, you foodreads lover, this book may suit your cup.

Minor flaws exist (nothing's perfect, anyway, just like what the book just showed me)--tiny-sized font, flashbacks by alternating PoV that didn't feel so smooth (it's like, w-wait, who's telling us the story?), few dialogs that seemed too long and the name "Kota PD"--why not making up a new imaginary name than using such a weird acronym? Just saying.

What kind of review I'm making, ffs? LOL it's just so good that I'm afraid that reviewing it would just ruin it. Go read it by yourself, will ya?

Because to me, it deserves undoubtedly four bright stars and a place in my favorite shelf.
Profile Image for Istyq Isty.
1 review11 followers
November 26, 2015
Saat memulai membaca novel ini, novel ini terasa begitu berat. Awal cerita sudah dimulai dengan kisah yang berliku liku yang memainkan logika kita. Tapi setelah membaca lebih lanjut, ringan saja saya membaca dan membalik balik terus halaman hingga tak terasa lembaran buku yang tersisa telah menipis..
Iya, di bagian2 awal novel, awal membaca, aq butuh 2 hari, tapi menginjak pertengahan cerita, aq terus membacanya dan selesai dlm hitungan jam saja.. tak terasa..
Mungkin banyak yg sebel sama ending nya, tp aq justru suka banget sama ending yg dibuat Author. Begitu menggoda reader untuk terus berangan angan, memancing komentar, dan memainkan logika. I love it.

Novel ini tak sekedar novel biasa. Tak hanya bercerita sebuah kisah tapi juga sangat informatif ttg berbagai hal, dr tips2 memasak, ttg bahan2 makanan, lokasi dll.. sangat informatif, serasa membaca novel dan ensiklopedi secara bersamaan dan dikemas dengan apik dan cukup ringan.
Profile Image for Bulan Sasmita.
17 reviews1 follower
August 26, 2015
Novel yang pintar. Agak bingung dengan sudut pandang yang kerap berubah, namun karena itulah saya akui novel ini cerdas.

Novel yang menggiurkan. Disini saya di buat lapar oleh mbak siti. Makanannya dijelaskan secara gamblang dan menggiurkan. Kalo mau sekalian belajar masak juga bisa, karena ada resep umumnya. Keren deh, jadi tau nama-nama masakan yang jarang terdengar.

Novel yang bermoral. Jarang ada novel yang mengajarkan kita untuk menghargai sesama dan mensyukuri hidup yang kita punya, keren.

Novel yang seru. Novel ini tidak bisa ditebak. Oke saya akui saya bisa menebak beberapa adegan, tapi jelas akhirnya sangat berbeda dari dugaan.

Novel sastra yang tidak membosankan. Keliatan banget kualitas nulisnya mbak siti. Aku tau ini bukan novel seberat novel sastra, namun bahasa yang diangkat membuatnya memiliki taste.

Great job mbak
Profile Image for Siti Julaihah FD.
1 review2 followers
May 24, 2015
buku ini mempunyai ruh di setiap halamannya. "nyawa" yang ditiupkan oleh penulisnya cukup mampu membuat pembaca cekikikan kemudian mewek.
Dengan gaya bercerita yang blak-blakan, "menampar", informatif, dan sedikit "nakal".

Buku ini ditulis oleh orang yang belum pernah menulis di media manapun, apa lagi memenangkan sayembara sastra, dsb. Namun, keputusan para editor Gramedia Pustaka Utama untuk menerbitkannya, menjadi jawaban atas kualitas roman JCA.
Profile Image for Aisyia Zahra.
61 reviews2 followers
April 24, 2020
Judul: Jurnal Cinta Andromeda
Isi: Jurnal Cinta-nya Andromeda. Atau, Jurnal Bagaimana Edith menjadi Edith.

Sigh... 2.7 bintang deh..

Pertama, saya tertipu dengan blurb-nya dan cover-nya yang cantik. Saya diberi ekspektasi bahwa cerita ini akan menuturkan suasana yang berlatar laut yang indah, lalu kebucinan yang menyayat hati tentang Andromeda kepada Edith (mmf soalnya aku memang lagi butuh bacaan bucinㅠㅠ). Tapi saya nggak merasakan keromantisannya sama sekali, meskipun maksudnya bukan cerita yang menye-menye pula. Dari awal sampai pertengahan buku cuma membahas; Edith yang begitu cantik dan mulia, dengan keluarga yang juga sangat mulia, dengan anak-anak bulenya, dengan kemampuan memasak sebagai Asisten Chef... yang sebenarnya, pesona Edith menurut saya belum tergambar dengan baik. Penuturan dialognya di awal-awal juga terkesan seperti... idk, mendikte? Meskipun perlu diapresiasi bahwa penulisnya sebenarnya bertujuan untuk membuka pikiran pembaca, memberi pesan dengan hal-hal baik. Tapi menurut saya masih kurang mulus.

Pada akhirnya, setelah pertengahan buku baru benar-benar terungkap kekacauan Edith itu sendiri. Which is good. Ketidaksempurnaan dan kerapuhan yang menggoda. Padahal Edith-nya aja yang memang genit dan gatel, apalagi sama bule (well, jika memang bertujuan untuk membuat pembaca gregetan dan kesal, ini berhasil). Tapi sekali lagi, karena buku ini tentang "Jurnal Cinta-nya Andromeda", maka tiba-tiba hop! Pindahlah sudut pandang begitu aja buat menceritakan masa lalunya Edith. Loh, ini si Andro sebenarnya dibiarkan tau, tapi darimana? Mungkin ini karena saya aja yang missed, mungkin.

Salah satunya yang bikin saya akhirnya agak respect ama Edith justru karena membangkang ke Prof. Krasna. Menurut saya kebaikan orangtuanya itu agak lebay(?), sampai makan tempe-tahu setiap hari karena prihatin dengan orang-orang yang kekurangan. Maaf saya nggak bisa relate sama kebaikan yang menurut saya kesannya seperti nggak menghargai diri sendiri begitu:(

Karena ada nama Andromeda di judulnya, mari kita bahas sedikit tentang dia. Pilihan namanya bagus, tapi karakternya masih terasa ngambang(?). Kasihan sih iya sama bocah yang dibutakan 'cinta' ini, tapi saya lebih kasihan lagi sama Manggis. Haduh.

Thanks to this corona-quarantine thing, saya sempat mau berhenti baca aja, tapi ternyata bisa juga dibaca sampai habis. Tapi... bukan cuma karena soal karantina tersebut, buku ini sebenarnya potensial karena ceritanya memang unik. Hanya saja masih kurang rapi, seperti pemilihan judul misalnya, pemilihan sudut pandang, dsb. Lalu setelah selesai saya baru menyadari bahwa ini buku yang terbit 18 tahun yang lalu. Wow! (terima kasih diskon grobmart yang telah mempertemukan saya dengan buku ini). Saya rasa jika ditulis lagi 18 tahun kemudian, pasti akan lebih berkembang dan jauh lebih baik lagi.

(Wow panjang nyinyirnya).
Profile Image for Fitria Wardani.
118 reviews3 followers
October 10, 2019
Sedang rehat pasca operasi dan memilih buku ini untuk dibaca mengisi waktu luang. Sebenarnya misuh-misuh sendiri dengan cerita betapa bucinnya Andromeda, idealisnya Prof.Krasna, karakter Edith yang mampu membuat 'pria impor' menggilainya. Tetapi endingnya yang membuat surprised dan justru membuat saya bertepuk tangan untuk buku ini.
Meski entah kenapa saya melihat ada kontradiksi dari penulis akan karakter Edith. Agak aneh kenapa karakter Edith yang sesungguhnya berlawanan dengan Prof Krasna, yang tidak ingin berbagi dengan orang lain justru sampai akhir cerita Edith terus memperjuangkan semangat ibunya itu.
Overall, saya terkesima dengan endingnya. Sungguh memukau
Profile Image for Bunga ✿.
186 reviews10 followers
June 15, 2020
Jujur pertama beli karena tertarik dengan covernya yang cantik meskipun sederhana, juga dengan blurbnya yang membangkitkan rasa penasaran. Dari kalimat pertama sudah suka dengan gaya penulisannya yang menggunakan orang pertama alih-alih cenderung kurang tertarik seperti biasanya. Tetapi, ada beberapa bagian yang cukup membuat bingung siapa yang sedang membacakan narasi sehingga harus membaca bagian yang sama kembali. Endingnya cukup plot twist tetapi masuk akal apabila ditelusuri kembali.

4/5
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
December 16, 2019
Suka penggambaran tokoh Andromeda.
Suka pas bagian chapter Menyelam dan Menyelamatkan.
Dulu circa 2015 atau 2016 gitu pernah liat buku ini tapi cuek cuek aja.
Pas iseng saya kemarin scrolling-scrolling baca blurb nya, kok tertarik, lagi nyari nyari, eh kebetulan jastip buku andalanku jual sengan harga terjangkau, buru buru beli, dan tidak menyesallll 💛
Profile Image for Hidayah Atik.
2 reviews4 followers
January 14, 2018
Untuk sebuah karya pertama (novel) cukup bagus. Agak bertele2 di beberapa bagian yg sebenarnya bisa di skip. Beli karena penulisnya adalah teman sendiri (ngaku2) :D Jadi dapet edisi khusus tanda tangan tanpa harus PO.
Profile Image for Aishaa Lula.
31 reviews
February 5, 2019
Saat membaca sinopsisnya, saya pikir ini adalah cerita tentang pemecahan sebuah kasus pembunuhan, tapi ternyata bukan. Hehe.

Sebuah novel yang menceritakan lika-liku perasaan Andromeda terhadap sang pujaan hati, Edith. Kompleks.
Profile Image for Valentin Maurentina.
9 reviews
August 23, 2020
I just love the ending.

Cerita cukup bertele-tele dengan banyak pendiktean tentang menolong sesama, hidup sederhana, sampai wanita harus perawan. Menurut saya, ada banyak bagian di buku ini yang "terlalu" mendikte. Sejujurnya, lebih cocok disebut jurnal cinta seorang Edith dibanding Andromeda.
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
February 14, 2016
Aku beli buku ini karena penasaran dengan nama Andromeda yang dipake sebagai judul. Aku berpikiran pasti bakalan banyak bercerita tentang laut. Tapi gak nyangka ternyata malah banyak bercerita tentang makanan. But it's great. Kelihatan banget penulisnya tahu apa yang dia ceritakan. Termasuk soal tanaman, Skotlandia, Jepang dan beberapa setting luar negeri yang dipake di novel ini.

Di buku ini banyak juga sisi filosofisnya, tapi berbeda dengan sebuah novel yang dulu pernah kubaca, cara penulis mengungkapkan kefilosofisannya gak bikin aku merasa aneh. Malah beberapa nasihatnya ada yang cocok sama kondisi aku hehehe. Jadi merasa disupport sama seorang teman.

Judulnya kan Jurnal Cinta Andromeda, tapi kok aku justru merasa kisah cinta Edith yang lebih banyak disorot. Di samping itu, kisah cinta Edith juga yang lebih berliku dan gak biasa dibanding Andromeda. Selain itu, aku bener-bener gak nyangka sama endingnya, but sadly in a bad way. Mungkin penulis mencoba untuk membuat twist, tapi sayang hasilnya malah jadi rancu menurutku. Terlalu banyak kebetulan yang dipaksakan. Aku sungguh kecewa dengan endingnya. Dan juga soal penggunaan sudut pandang yang diganti di akhir cerita. Kenapa harus Pilar???

Kalo boleh memilih, aku lebih suka happy ending di sini, dan itu berarti . Meski klise, tapi ini lebih bisa diterima olehku. Hiks. Sayang banget pokoknya.

And you know what, aku kan gak baca blurbnya waktu beli novel ini. Aku main comot aja karena merasa ini patut jadi koleksiku. Tapi begitu selesai baca novelnya, dan aku baca blurbnya soal Nusa Penida, maka semakin aku berpendapat kalo novel ini memiliki ending yang mirip dikejar deadline. Terburu-buru, gak apik, maksa, dan gaya penulisannya gak secantik di bab-bab sebelumnya. Why oh Why???
2 reviews
July 29, 2015
novel yang sangat menarik, dengan penggunaan bahasa yang 'renyah' dan sabgat menghibur. Banyak pelajaran yang didapatkan melalui tokoh Prof. Krasna & pak Saga dalam memaknai kehidupan. Tidak hanya itu, melalui tokoh Prof. Krasna & pak Saga sangat memberikan inspirasi bagi semua orang khusunya saya sendiri. Novel yang memiliki suspense dan surprise yang tinggi sehingga membuat pembca selalu penasaran untuk membaca bab demi bab, dan diakhiri dengan ending yang mengejutkan dan tak terduga... sangat menarik.
Profile Image for Ruri _.
4 reviews
April 7, 2015
buku keren, with twists and happy ending but NOT perfect ending.
Profile Image for Tinawulandari.
1 review
April 3, 2015
nice
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 19 of 19 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.