Let the suffering begin. I can't judge on writing here, but the descriptions were very tasteful, characters are suffering and/or confused, Takaya does not know he is the MC. Yet. Poor boy. Anyway, this volume is good, builds up the setting and introduces main characters. On to the next one
Sejak zaman dahulu, para bangsawan saling berperang memperebutkan daerah kekuasaan. Meski sudah ratusan tahun, perang itu masih terus berlanjut, hanya saja kali ini dalam bentuk supernatural. Sudah takdir Ougi Takaya untuk terlibat dalam peperangan Yami Sengoku saat menolong sahabatnya -- Narita Yuzuru. Takaya tidak percaya pada Naoe Nobutsuna yang mengatakan ia adalah kanshousha Uesugi Kagetora, namun Takaya setuju bekerja sama dengan Naoe untuk menjaga Yuzuru. Dalam peperangan ini Takaya tidak sendirian. Selain Naoe, ia juga dibantu kanshousha lainnya seperti Chiaki Shuuhei dan Kadowaki Ayako. Semakin jauh Takaya terlibat dalam peperangan ini, ingatannya sebagai Kagetora perlahan mulai kembali. Ia akhirnya mengingat masa lalunya yang menyakitkan dan pengkhianatan Naoe 30 tahun yang lalu. Sanggupkah Takaya sebagai reinkarnasi terakhir Uesugi Kagetora membunuh sahabatnya sendiri supaya mencegah kehancuran dunia ? Bagaimana bisa ia bekerja sama dengan Naoe yang membenci sekaligus mencintainya sejak 400 tahun lalu ?
Honoo no Shinkirou atau Mirage of Blaze (Mirage) adalah novel karya Kuwabara Mizuna, terbit pertama kali tahun 1990 oleh penerbit Cobalt – Bunko (Shueisha) dan tamat volume 40 di tahun 2004. Selain Mirage, sensei juga menulis prequel yang menceritakan kehidupan Uesugi Kagetora dan Naoe Nobutsuna pada zaman dahulu. Beliau juga dikenal lewat novel Aka no Shinmon yang menceritakan kehidupan novelis dan penulis naskah drama. Sebuah novel dinilai dari cerita dan karakterisasi, Mirage termasuk dari sedikit novel yang memiliki kelebihan dalam dua hal tersebut. Beliau berhasil memadukan unsur sejarah dan mitologi menjadi sebuah karya fiksi. Mayoritas karakter dalam Mirage adalah tokoh-tokoh sejarah yang cukup berpengaruh dalam sejarah Jepang dahulu. Sejujurnya, review di atas baru menceritakan permukaan cerita Mirage. Sebagai fan Mirage, sulit untuk menceritakan Mirage secara singkat karena konflik yang dialami Takaya dan Naoe tidak sederhana. Hubungan cinta-benci, kejar - mengejar antara mereka berdua begitu dalam dan twisted, sehingga membuat fans depresi membacanya (termasuk saya). Emosi pembaca diaduk - aduk mengikuti perkembangan hubungan kedua tokoh utama. Bahkan setelah keduanya bersatu di volume 20, bukan berarti mereka hidup bahagia bersama. Hebatnya, sensei mengakhiri serial ini dengan ending mengejutkan sehingga pembaca akan selalu mengenang serial ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.