Aku tahu, sih, itu bukan nama aslimu. Tapi, aku tak mau mencari tahu namamu sebenarnya. Cukup menanti teleponmu setiap siaran dan chatting denganmu setiap malam. Ya, itu sudah membuatku bahagia.
Bahagia di tengah kesibukanku di kantor dengan tantangan barunya. Bahagia sekalipun setiap hari aku harus berhadapan dengan Axel, partner kerjaku yang super menyebalkan. Dan, memang sepantasnya aku bahagia ketika Brannon, mantanku itu mengajak balikan.
Ah, Knight ....
Tetapi, sejujurnya lama-lama aku penasaran. Siapa, sih, kamu sebenarnya? Aku ingin cerita denganmu panjang-lebar. Tentang Axel, Brannon, dan kita. Tanpa telepon, tanpa chatting, tapi hanya kita. Saling bertatap muka.
Di sini, Axel emang nyebelin banget sih. Asli kalo aku jadi Keyra, aku gak bakal tahan sih sama sikap nyebelinnya Axel mau setampan dan seatletis apapun juga. Ya tapi di balik semua itu, aku suka saat Axel sigap dalam membantu Keyra pas mobil Keyra mogok mendadak dan pas kram datang bulan Keyra kambuh. Gemessss banget sama mereka berdua. Keduanya punya sifat yg sama: jutek , gengsinya tinggi dan keras kepala.
Bacaan ini page turner dan bisa selesai dalam 1-2 kali duduk. Alur ceritanya disajikan dengan sangat baik. Ceritanya ringan, lucu, manis dan sederhana macam drakor gitu lah. Bikin betah dan gak bisa berhenti baca. Yaa walaupun jujurly emosiku agak dikocok diaduk bacanya sambil mencoba menghadapi sikap dan tingkah Axel thd Keyra.