“Kalau kau menatapku lembut begitu, aku jadi berharap, lho. Jangan-jangan… kau…”
Arima menceritakan tentang mantan pacarnya, Mayu, pada Tsukasa. Saat uji nyali musim panas, mereka berada di satu ruangan berdua dan jarak di antara keduanya pun terasa mendekat. Pergi ke kelas bersama, diajak pulang bareng… tapi karena Arima begitu sering mendapat pernyataan perasaan dari anak perempuan lain, Tsukasa ingin lebih dekat dengan Arima 1 langkah lagi…
Jilid ke tiga yang membuat hati berdebar tanpa henti.
*7* Me encanta el desarrollo que está teniendo el manga, creía que iba a empezar a estancarse en la historia de Tsukasa pero noooooo😏 En este tomo he estado al límite máximo de la taquicardia real, es todo demasiado cuqui menos Hasebe que es un capullo y tienen que sacarlo del manga YA
Di solito mi relaziono bene con la cultura giapponese e le storie di ragazzi, ma probabilmente inizio ad essere troppo vecchia per potermi immedesimare in certi drammi adolescenziali del tutto inutili xD. Quello che succede a Tsukasa in questo volume mi ha fatto roteare gli occhi tutto il tempo. Arima è l'amore e anche i disegni.