Jump to ratings and reviews
Rate this book

Parenting di Negara Gagal

Rate this book
"Negara ini sedang krisis keteladanan. Itulah mengapa orang tua di rumah sangat cemas. Anak bisa jadi jahat walaupun ayah dan ibunya di rumah telah membekali dengan segala kebijaksanaan."

Buku ini adalah upaya Kalis Mardiasih memperlihatkan kaitan antara beban pengasuhan anak dengan situasi politik. Bagi Kalis, lingkungan yang kurang baik bagi tumbuh kembang anak mula-mula muncul dari kebijakan politik yang tak berpihak. Anak jadi kehilangan ruang bermain yang aman, kesulitan memahami konsep kekayaan, sehingga tidak mengenal kerja-kerja perawatan.

Buku ini serupa doa sekaligus tuntutan bagi negara untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi masa depan anak.

110 pages, Paperback

Published March 28, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Kalis Mardiasih

8 books24 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (45%)
4 stars
16 (43%)
3 stars
3 (8%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,444 followers
Read
April 10, 2026
Walau judulnya 'parenting', buku ini lebih dari itu dan saya suka sekali. Sebagaimana diungkapkan di pengantar oleh penulis, "Parenting bukan hanya soal teknik, fasilitas, maupun media pembelajaran. Tentu semua unsur berkontribusi meningkatkan keterampilan yang jadi bekal anak menavigasi kehidupan setelah dewasa. Tapi, parenting juga soal visi dan imajinasi dunia yang akan ditinggali anak di masa depan."

Buku ini terdiri dari lima bab yang penting menjadi bahan refleksi tentang kehidupan masyarakat Indonesia di dalam sistem hukum dan tata kelola negara yang kusut dan 'toxic'. Bab satu tentang kolektivisme, kedua tentang martabat, ketiga tentang ketimpangan, keempat tentang kerja perawatan, kelima tentang memelihara ingatan.

Kalis menggugat bagaimana 'parenting' dan 'motherhood' yang secara alamiah adalah proses kolektif kini menjadi kian berat karena rasa solidaritas yang terkikis. Hal ini tak lepas dari bagaimana alam kian rusak dan ruang-ruang untuk 'berkumpul' harus dikorbankan atas nama pertumbuhan ekonomi. Selain tata kelola ruang dan sumber daya, di bab ketiga, Kalis juga menghighlight ketimpangan sosial yang terjadi dan teramplifikasi melalui korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sialnya, dengan menyedihkannya tingkat pendidikan di negara kita, alih-alih mengkritisi jurang sosial, banyak dari kita yang malah memuja mereka yang tersohor dan kaya.

Sebagai aktivis perempuan dan HAM, tentu Kalis menyertakan kegelisahannya tentang bagaimana kerja perawatan dinihilkan di dalam sistem yang maskulin dan patriarkis. Buku sepanjang 110 halaman ini diakhiri dengan pentingnya kita sebagai warga negara untuk tidak lupa pada sejarah kelam, agar tidak terulang lagi.

Walau judulnya 'parenting', menurut saya buku ini perlu dibaca oleh WNI secara umum. Ini bukan hanya tentang menjadi orang tua yang sukses, tapi juga soal menjadi bagian dari sistem yang harus diperbaiki, tentang menjadi berani untuk masa depan yang lebih baik, tentang perjuangan yang harus dirawat bersama-sama.

Sangat recommended dan khas Kalis Mardiasih: ringkas, padat, jelas.
Profile Image for Christan Reksa.
187 reviews12 followers
May 17, 2026
Hari-hari ini, elit-elit penyelenggara negara sedang dengan bangga mempertontonkan kegagalannya menyelenggarakan negara dengan layak, keberhasilannya merampas hak rakyat, dan inkompetensinya dalam mengerjakan hal paling simpel sekalipun. Jika Anda orang tua, punya keponakan, atau sesimpel punya pikiran mengenai generasi ke depan, tidakkah Anda gelisah?

Kalis Mardiasih bersama suami, Agus Mulyadi, jelas punya kegelisahan yang membuncah soal ini, termasuk dalam merawat sang anak. Bagaimana mendukung tumbuh kembang anak di hadapan otoritas negara yang menginginkan rakyatnya tidak berdaya? Rasanya untuk itulah Mbak Kalis menulis buku ini.

Buku ini cukup pendek, 110 halaman, tapi begitu padat merangkum unek-unek Mbak Kalis yang pedas tapi tak melupakan substansi argumen yang sehat. Dari sorotan akan kegagalan negara beberapa tahun ini, dia melontarkan alternatif nilai yang diperlukan untuk kerja-kerja kepedulian akan generasi masa depan negara ini.

Secara ringkas, Mbak Kalis membahas lima poin penting yang perlu tertanam: kolektivitas, makna sebuah martabat, ketimpangan menuju kesetaraan, kerja-kerja merawat yang tak boleh terlupakan, dan ingatan yang harus terus dipelihara.

Dengan mengambil contoh konkret kekejian, kelicikan, dan ketidakpedulian elit negara dan pemodal hari-hari ini dengan bahasa yang nikmat dicerna dan dihayati rasa kesalnya, Mbak Kalis mengajak kita marah, kesal, tapi juga mengupayakan daya merawat masa depan yang berbeda dengan yang dicontohkan mereka-mereka yang patriarkis, kapitalistis, feodalistis, dan rasis yang sayangnya digaji menggunakan uang hasil jerih payah kita.

Buku ini tak hanya untuk orang tua yang memiliki dan/atau akan memiliki anak, tapi juga untuk semua orang yang peduli akan dunia yang mau kita wariskan untuk generasi kini dan ke depan. Juga untuk refleksi pribadi dalam menyadari trauma karena negara maupun mengupayakan daya bersama merawat upaya peduli.

Karena negara bisa jadi gagal, tapi kita tak boleh gagal merawat pengharapan akan lingkungan yang lebih adil, sehat, dan waras bagi anak dan generasi ke depan.
Profile Image for yun with books.
739 reviews246 followers
May 3, 2026
"Saat menjadi seorang ayah dan ibu, kita selalu punya harapan agar anak yang dilahirkan dapat menjadi tulang punggung masa depan negara. Sayangnya, kita sering kali absen menuntut hak atas ekosistem baik bagi mereka."


Buku tipis yang penuh dengan kritik logis dan mudah dicerna. Kali ini Mbak Kalis tidak begitu nggetu bahas perempuan. Tapi, masih nyerempet dikit dengan membahas peran sebagai orang tua. Semua pembahasan buku ini terasa relate karena kami sama-sama seorang ibu dari anak balita.

Baca buku ini ada harapan, tapi lebih banyak was-was karena negara kita masih dipimpin oleh elit-elit bangsat itu.
Profile Image for Nida.
55 reviews
May 17, 2026
Parenting di Negara Gagal menurut aku bukan sekadar buku parenting, tapi buku yang membuat aku benar-benar melihat ulang pertanyaan: lingkungan sosial-politik seperti apa yang sedang membentuk keluarga itu?

Hal paling kuat dari buku ini adalah cara Kalis Mardiasih menunjukkan bahwa pengasuhan anak tidak pernah benar-benar bisa dipisahkan dari politik. Parenting selalu berada di dalam struktur yang lebih besar, seperti kebijakan negara, kondisi ekonomi, akses pendidikan, budaya patriarki, kelas sosial, regulasi kerja, sampai sistem kesehatan dan perlindungan sosial.

Dari situ aku jadi sadar bahwa parenting tidak bisa disederhanakan menjadi sekadar “orang tua yang baik atau buruk”. Pertanyaannya bergeser menjadi: dalam lingkungan sosial seperti apa keluarga itu hidup, dan tekanan apa yang mereka hadapi setiap hari?

Misalnya orang tua yang kelelahan karena jam kerja panjang, ibu yang dibebani standar pengasuhan yang tidak realistis, ketimpangan akses gizi dan pendidikan, normalisasi kekerasan dalam lingkungan tertentu, atau absennya negara dalam menyediakan perlindungan yang layak untuk anak. Semua itu bukan sekadar isu personal, tapi juga isu politik yang langsung masuk ke ruang keluarga.

Buku ini juga membongkar ilusi bahwa pengasuhan sepenuhnya urusan domestik. Kenyataannya, negara, budaya, agama, dan struktur sosial terus ikut menentukan definisi “anak ideal”, “ibu ideal”, siapa yang punya kesempatan membesarkan anak dengan layak, dan siapa yang tidak.

Karena itu, judul Parenting di Negara Gagal terasa sangat kuat dan provokatif. Seolah buku ini sedang mengatakan bahwa ketika negara gagal menyediakan sistem sosial yang adil dan sehat, beban pengasuhan akhirnya dipindahkan ke keluarga, terutama perempuan, tanpa dukungan yang memadai.

Pada akhirnya, buku ini menurut aku tidak hanya relevan untuk isu parenting, tapi juga untuk feminisme, kebijakan publik, ketimpangan sosial, dan cara kita memahami hubungan antara individu dan struktur sosial secara lebih luas.
Profile Image for Hadissa Primanda.
271 reviews5 followers
May 17, 2026
tulisan mbak Kalis selalu daging semua!

menularkan semangat yang menggelora untuk tetap waras sebagai orang tua di tengah negara yang ampun-ampunan karut marutnya.

buku ini wajib banget dibaca untuk para ibu-ibu terutama yang masih mikir urusan politik gak ada hubungannya sama mengasuh anak. 😌
Profile Image for Aqroba Ruhma.
35 reviews
April 29, 2026
parenting di negara gagal - Kalis Mardiasih
TW! : mention of child abuse

this is the first parenting book i ever bought and read. to me, the topic of parenting feels both too intimidating to learn, but also mandatory knowledge whether you have a child or not. however, no parenting book has piqued my interests like this one. just when i realised i have been on a fiction reading spree for the last few months, a book about parenting in a developing (failed) country written by Kalis Mardiasih was released. i am literally spamming chat to every independent bookstores around my area if this book is in stock.

by the time i write this review, the news about the daycare who abused children and the train accident that killed women, some of them working mothers, had just broken out. my heart broke for all the victims. these tragedies really resonate with the first chapter of the book. how everything in our lives is, indeed, a collective effort. especially raising a kid, you don't need a village, you need the whole government. the good ones. where the villagers are present, the governments truly stand on the people’s side. sadly, in our country, that is not what is happening.

if you regularly open social media, there is a high chance of news about food poisoning from the government's free lunch project would appear on your page. tidbits of a systemic failure in our country. this book does a great job in explaining how everything is connected in a system, especially how we raise kid. and although it is hard to do that in a place where the government fail to provide a safe world for children, there are some ways we can nurture kid despite this systemic failure.

one of the insights i get from this book is to teach children to remember dan preserve the history. to look around and see the injustice and oppression thorough the time period. a way to nurture their sense of empathy and justice. it is our responsibility to raise them not only to be a good individual, but also to be attentive and able to take care to their surroundings.

iam not a parent yet, and i dont know if i ever be one, but this book is a must read to everyone. easily a five star book for me!
39 reviews
May 2, 2026
buku dengan jumlah halaman tidak banyak ini begitu padat dan seperti sedang mengobrol dengan seorang kalis beserta gagasannya selama ini. Menyampaikan bagaimana pengasuhan, perawatan dan paradoks yang diajarkan oleh negara saat ini. Pengalaman yang diceritakannya relevan dan faktual dengan yang sedang kita alami. Membaca ini tidak terasa, tau-tau sudah habis. mudah sekali dilahapnya. bagiku yang belum punya anak, mungkin sesekali aku hanya membaca saja aktivitas yang disarankan diajarkan pada anak, tanpa sibuk mencernanya hehe. mungkin nanti aku renungkan aktivitasnya pas sudah punya anak.
Profile Image for Dewi Hannan.
3 reviews
May 11, 2026
Mba Kalis selalu membawakan logika yang menampar dan mencerahkan.

Baik sudah menjadi orang tua ataupun masih di tahap proses menuju peran itu buku ini memperlihatkan jatuh bangun peran orang tua di negara ini.

Beratnya tanggungjawab dan negara yang meninggalkan orang tua sendirian, ini bukan cuma tentang anak kita seorang tapi tentang seluruh anak Indonesia
Profile Image for Desvira.
2 reviews
May 6, 2026
Kalimat yang dipake ga njelimet, mudah dipahami, dan sangat relate bagi calon orangtua gen Z (dan WNI) dengan ketakutan punya anak dan mengasuhnya di rezim pemerintahan super aneh bin tolol ini🫶🏻🫶🏻
Displaying 1 - 9 of 9 reviews