Jump to ratings and reviews
Rate this book

Anatomi Berpasangan - Kejatuhan

Rate this book
Jatuh cinta tidak pernah berlangsung selamanya. Setelah dijalani dalam keseharian, gairah yang menggebu akan mereda dan ilusi tentang pasangan perlahan hilang. Enam bulan, delapan belas bulan, atau tiga tahun menurut para pakar.

Buku ini membedah tema abadi umat manusia, cinta, dengan pendekatan psikologi yang penuh empati. Ditulis untuk mengabarkan bahwa cinta dapat dipetakan secara secara jernih untuk semakin mematangkan kemampuan kita dalam merawat telasi dengan pasangan

200 pages, Paperback

Published March 28, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Ester Lianawati

7 books20 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (54%)
4 stars
2 (18%)
3 stars
3 (27%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,067 reviews2,030 followers
April 3, 2026
Perkawinan cinta secara historis telah dimaknai sebagai pembebasan perempuan. Tapi hal ini tidak berarti mengeluarkan perempuan dari ranah domestik, melainkan semakin mengurungnya.


Membaca Anatomi Berpasangan - Kejatuhan saat aku sudah punya peran baru sebagai istri, hit me different. Alih-alih mendapatkan wawasan baru, aku malah menjadi reflektif dengan posisiku sebagai seorang perempuan di sebuah relasi intim dan romantis bernama pernikahan. It makes me wonder whether I am a good wife already or just become a burden. Aku nggak bisa bohong bahwa aku punya kekhawatiran tersebut.

Menggunakan pendekatan psikologi dan pisau bedah feminisme, bu Ester menjelaskan bahwa pernikahan tidak sesederhana mengatakan "I do". Pertanyaan di dalam kepala pembaca terkait "Apakah suamiku akan sayang kepadaku ketika aku keriput nanti?" dijawab oleh bu Ester dengan teori-teori terkait gairah, ilusi, juga atrraction. Setiap babnya membuatku kembali flash back bagaimana aku memperlakukan diriku juga pasanganku dalam hubungan kami. Jangan-jangan, karena pola pikir patriarki yang terlalu bercokol di kepala, secara tidak sadar aku "menyerahkan" diriku begitu saja untuk menjadi the one-down. Lalu, bagaimana caranya agar relasi romantis dalam pernikahan tidak hanya sekadar legitimasi resmi dua orang untuk tinggal bersama, melainkan juga berisi hubungan yang sehat, saling menghargai - menghormati, dan saling mendukung?

Aku rasa, dengan membaca Anatomi Berpasangan - Kejatuhan ini, pembaca diajak untuk memahami dulu dasar ilmunya. Bukan sekadar percaya "kata orang..." apalagi "kata Twitter/Thread/IG." Agar nantinya, ketika kita menemukan masalah dalam relasi romantis, tidak serta merta menuduh tanpa saling berkomunikasi dan merefleksikan diri. Minimal, ada sesuatu yang bisa ditelusur secara ilmiah. Bukan asbun dan mengungkit-ungkit hal yang barangkali tidak berkaitan dengan pokok permasalahannya.

Bagiku pribadi, membaca buku ini cukup butuh usaha keras. Minimal, harus fokus. Sebab, ada beberapa istilah, teori, dan bahkan kalimat yang perlu dicerna perlahan. Aku rasa, salah satunya adalah karena aku belum membaca buku Revolusi Hati (bagian pertama dari serial Anatomi Berpasangan ini). Selain itu, ada juga paragraf yang sepertinya lebih mudah dibaca jika disajikan dalam bahasa Inggris karena padanan istilah dalam bahasa Indonesianya terasa asing untukku.

Aku merekomendasikan buku ini dibaca oleh mereka yang memutuskan untuk menikah. Tapi, aku sarankan untuk membaca juga buku-buku bu Ester yang lain agar lebih mudah memahami bagaimana pola pikir beliau terkait relasi romantis menggunakan pisau bedah feminisme dan pendekatan psikologi. Bu Ester juga kerap mengutip buku-bukunya yang lain dalam Anaotmi Berpasangan - Kejatuhan ini. Rasanya, akan bisa lebih mudah dimengerti jika kita sudah "kenal" dengan bu Ester sebelum membaca buku ini nantinya.

Keintiman adalah menikmati dependensi yang sehat, dengan saling mendukung dan berbagi.


---
Terima kasih EA Books untuk kiriman bukunya!
Profile Image for Ivo.
6 reviews
April 28, 2026
Aku udah lama penasaran sama karya bu ester & akhirnya kesampaian baca tulisan beliau!🥹🫶🏻. Ini merupakan buku terbaru setelah revolusi hati dan aku rasa kita semua perlu buku ini! WHYYY? 😱

Karena pembahasannya sederhana, tapi kena menurutku🤧. Hal-hal yang semua pasangan pasti pernah merasakannya. Dalam buku ini kita diajak menelusuri fase-fase dalam hubungan, fase jatuh cinta, mencintai, disillusion (mulai melihat realita pasangan apa adanya), fase perebutan kekuasaan, dll. MENARIK KAN??😌🙌🏻

Dan di buku ini juga ditekankan satu hal penting kalau kita gak bisa merubah orang lain, kecuali dia sendiri yang mau berubah. Jadi no no yh i can fix her/him😒🫷🏻😭

Kita juga tanpa sadar menstandarkan hubungan, padahal manusia memiliki sifat yang berbeda. Apalagi standar dari sosial media, ini bisa jadi bumerang karena hubungan yang tadinya baik-baik aja jadi terasa kurang, cuma karena pasangan kita gak melakukan hal-hal romantis versi sosial media. Akhirnya kita jadi lupa melihat hubungan kita secara utuh. 😖

Aku juga suka bagaimana buku ini ngebahas sisi feminin dan maskulin, sisi laki-laki maupun perempuan, bahkan sampai ke konstruksi patriarki yang bikin perempuan sering merasa gak cukup dengan dirinya sendiri baik secara fisik maupun emosional dan ini sangat amat berdampak besar ke relasi. 😒💔

Bagian favoritku dalam buku ini adalah tentang bagaimana membuat perempuan bahagia, bagaimana cinta bisa mengungkap sisi tergelap diri dan kejatuhan pasangan sesuai judul buku ini. Dari buku ini aku juga belajar kalau semakin lama kita berelasi, hasrat bukan lagi yang menggebu-gebu tapi harusnya menjadi lebih tenang💗. Bukan karena cinta memudar tapi karena itu adalah evolusi alami dari sebuah hubungan. Karena konflik gak akan pernah hilang mau kamu ganti pasangan berkali-kali dan kita tau kalau hubungan itu bukan sesuatu yang statis tapi dinamis yang terus bergerak dan berubah.
Profile Image for Tita Amelia.
82 reviews
August 27, 2026
This book showcases “fall out love” phases in which couples usually encountered in their relationships. While reading the book I had this epiphany that feeling left out, on a crisis, struggling even questioning the relationship (or more specific questioning our other half’s feelings to us), arguing with our partners is actually very natural. We will never be in “fall in love” phase for a long time. But the author also highlights to take on conflicts, doubts, etc in mature and destructive ways in order to keep the relationships healthy.
Profile Image for Aloe.
1 review
April 7, 2026
Sangat penting dibaca oleh yang ingin menikah ataupun yang sudah mulai merasakan pasangannya berubah, sedang dalam tahap penyesuaian, dan memasuki tahap konflik dalam perkawinan. Terima kasih sudah menulis buku ini.
Profile Image for dee.
47 reviews1 follower
July 5, 2026
One of the books about relationship that’s actually insightful and easy to digest.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews