Jump to ratings and reviews
Rate this book

Toko Buku Bekas Warisan Ayah

Rate this book
Naraya Atmadja mewarisi toko buku bekas dari orang yang paling ia benci: ayah kandungnya. Namun, bangunan itu justru melemparnya ke tahun 1995 ketika orang tuanya masih muda, naif, dan baru saling jatuh cinta. Naraya yakin perjalanan waktu ini adalah kesempatannya untuk mengubah takdir agar hidupnya dan ibu tidak lagi berakhir dalam duka.

Akan tetapi, keinginan itu justru membuatnya terlibat kasus penculikan dan pembunuhan yang menggemparkan tahun 1995 dan belum terpecahkan hingga masa kini. Pertanyaannya, benarkah ini adalah keputusan yang tepat? Atau justru penyesalan terbesar dalam hidupnya?

252 pages, Paperback

Published January 9, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Tessia

8 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (36%)
4 stars
7 (36%)
3 stars
5 (26%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
315 reviews267 followers
June 3, 2026
Selesaiiiii! Cukup sukaaa! Cara berceritanya aku cukup suka tapi namanya juga aku, ada beberapa bagian yang bikin bingung 😵‍💫. Kayaknya karena aku lemot aja. Aku suka covernya 😍.
.
“Kadang,”— “waktu kita ngerasa nggak butuh siapa-siapa itu sebetulnya kita lagi butuh banget ditemani orang lain.” (Hal 82).
.
“Ini bukan tentang membiarkan atau melarang, Nak, tapi memercayai bahwa pilihan ibumu— seberat apa pun— adalah miliknya. Bukan milikmu. Kamu tidak bisa mencintai seseorang sambil mencabut hak mereka untuk memilih. Bahkan, jika pilihanmu itu menyakitimu.” (Hal 95).
.
“Menurut Abang, menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya, lewat perbuatan, jauh lebih penting daripada sekadar kata. Mereka yang benar-benar mau tahu, akan bisa melihatnya lewat perubahan, Nay.” (Hal 116).
.
“Abang percaya, nggak ada yang sempurna di dunia ini, Nay, termasuk soal cinta dan kehidupan. Tapi, Abang juga percaya kalau kita melakukan semuanya dengan tulus, nggak ada yang perlu disesali bagaimanapun hasilnya. Bahagia, menyakitkan, apa pun akhirnya, Abang nggak akan menyesal karena sudah mencintai dengan sepenuh hati.” (Hal 144).
.
“Kamu bisa menyesali apa pun yang sudah kamu perbuat, tapi menyesali perbuatan tanpa mengambil hikmah hanya akan menciptakan mimpi buruk.” (Hal 194).
Profile Image for Yudho.
26 reviews23 followers
July 5, 2026
Bukunya seru amat! Rasanya kayak lagi nonton drama Korea time travelling 12 episode yang penuh twist. Lebih tepatnya sih drama Korea dengan bumbu kriminal.

Ini tipe bacaan ringan yang bisa selesai dalam sehari atau dua hari karena susah banget berhenti buat balik tiap lembar. Tessia pinter banget. Dia enggak cuma merangkai kata dengan baik, tapi juga membangun momen-momen manis yang enggak bikin meringis. Beberapa ilustrasi yang muncul, yang justru bertolak belakang dengan perasaan karakternya, malah bikin ngenes.

Nah, karena penulisnya pinter membangun momen manis itu, twist-nya jadi terasa enggak terduga.

Ceritanya tentang Naraya yang harus pulang ke kampung halamannya karena neneknya meninggal. Di sana, dia mengetahui kalau dirinya mewarisi sebuah toko buku bekas dari ayahnya—ayah yang selama ini ia percaya telah meninggalkannya sejak kecil. Mendengar kabar itu, pacarnya menyarankan agar dia setidaknya melihat toko tersebut dan mungkin menemukan petunjuk tentang ayahnya.

Awalnya Naraya menolak. Trauma itu enggak pernah benar-benar hilang dan dia sama sekali enggak ingin tahu apa pun tentang ayahnya. Namun, tiba-tiba dia berada di toko itu dan tiba-tiba pula dia kembali ke tahun 1995, saat kedua orang tuanya masih muda dan mulai jatuh cinta.

Tanpa pikir panjang, Naraya menyusun rencana agar kedua orang tuanya tidak pernah bersama sehingga ketidakbahagiaan di masa depan tidak terjadi.

Seru, kan?

Kalau penulisnya enggak pinter memainkan kata dan menjaga rasa penasaran kita untuk terus mengikuti kehidupan para karakternya, buku ini mungkin bakal terasa hampa. Kita bakal terus-terusan bertanya, "Hah, gimana?" atau "Kok bisa?" dan sibuk mempertanyakan mekanisme penjelajahan waktunya.

Namun, kenaifan Naraya justru bikin gemas, dan itu sangat beralasan karena traumanya hidup tanpa ayah digambarkan dengan baik.

Bagian crime-nya memang terasa datang tiba-tiba. Kayak drama Korea yang awalnya hangat dan manis, eh tahu-tahu ada kasus pembunuhan dan vibes-nya langsung beda. Untungnya, di buku ini peralihan itu masih masuk akal dan enggak bikin aku merasa lagi baca dua cerita yang berbeda.

Karena kita udah telanjur peduli sama Naraya, dan karena apa yang ayahnya lakukan terasa begitu keterlaluan dari sudut pandang Naraya, kehadiran unsur crime ini malah bikin kita makin penasaran buat nebak siapa pelaku pembunuhan dan apa sebenarnya rahasia di balik kepergian ayahnya.

Momen-momen ketika Naraya akhirnya merasakan punya keluarga saat kembali ke masa lalu juga bikin ngenes. Ada rasa hangat sekaligus sedih karena kita tahu semua itu enggak akan berlangsung selamanya.

Sekali lagi, kekuatan buku ini ada pada cara Tessia membangun rasa penasaran. Dia piawai menyusun kata-kata sampai kita merasa seperti sedang binge-watch sebuah serial dan enggak bisa berhenti membalik halaman.

Dan ending-nya... aduh. Terasa menggantung, terasa open ending, tapi di saat yang sama juga manis dan haru. Buatku, itu benar-benar penutup yang sempurna.

Aku suka banget karena Tessia berani mengacak-acak hati pembaca. Aku yakin bakal ada pembaca yang nyari penulisnya dan maksa supaya ending-nya diubah. 🤣🤣 Tapi kalau aku? Yep, sukaaaa.

Dan itu yang bikin buku ini jadi bintang lima buatku. Hahaha. Soalnya dari dulu aku penasaran gimana rasanya membaca drama Korea 12 episode yang padat dan enggak bertele-tele. Ternyata rasanya persis kayak baca *Toko Buku Bekas Warisan Ayah*.
Profile Image for Rahmaptrr.
17 reviews
April 21, 2026
Jujur, aku baca buku ini karena aku tertarik sama covernya, cantik dan berhologram gitu. Pas aku beli, belum ada yg review gimana buku ini. Akhirnya aku penasaran, masa covernya cantik isinya gak bagus? hehehehe.

OKE. Ternyata, aku baca buku ini hanya dengan sekali duduk. Novel ini sangat page turner. Gak terlalu banyak karakter, dan kurasa seua karakternya penting dan hidup. Setelah dipikir2 ceritanya memang cuman kaya gitu. Tapi menurut aku emang udah pas dan cocok. Gak lebay dan gak ngegantung.

Aku rasa novel ini agak mirip twingkling watermelon, yang tokoh utamanya balik lagi ke masa lalu dan dipertemukan dengan ayah ibunya dulu. Trus pas balik ke masa lalu ternyata banyak plot twist yang jd bikin cerita hidup dan bikin penasaran.

Yaudah pokoknya buku ini aku kasih bintang 4/5 karena aku suka!
Profile Image for Wita Dwi.
31 reviews
August 23, 2026
Menurutku ini novel yg cukup berani krn menggabungkan konsep time traveler dan juga issue thn 1995 yg banyak kajahatan ke kaum perempuan. Di awal-awal bikin bosen dan bingung POV tpi pas di tengah seru banget sampai gk kerasaa bacanya. Tapi di ending aku merasa kurang. Kayak terlalu dipaksakan endingnya. Aku belum merasa momen "greget" endingnya. Bikin bertanya-tanya jugaaa itu si Kanaya / Naraya jd gimana.

Rasanya kayak kabur aja jadinyaa mau pake waktu mana. Scene-scene yg krg penting harusnya bisa dimampetin biar endingnya lebih gong. Ya meskipun dijelasin kalau si Naraya gk bisa balik , tapi trnyata Kanaya jg gk balik. Jdi menyayangkan aja kejelasannya gimana. Kehidupan 2024 gimana? Semuanya jadi kerasa gk nyatanya. Sayang bgt.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Caren Gultom.
116 reviews1 follower
May 2, 2026
Buku dengan cover cantik yg menawarkan lebih dari penampakannya ☺️ Light reading satu ini ternyata nuansanya cukup kompleks. Bermuara pada persoalan hubungan antar anggota keluarga, penulis menyajikan alur yg ada tegang2nya, gemes2nya, sedih2nya 🥹

Ceritanya ttg Naraya yg kembali ke masa lampau krn ingin memisahkan ayah dan ibunya. Melalui tokoh buku bekas warisan ayahnya, ia melalui kejadian demi kejadian di masa lampau yg membuat ia mengambil keputusan yg jauh berbeda dr rencananya 😭👍🏻

Secara plot sgt menghibur & terasa pas. Beberapa tokoh mmg sgt mencurigakan. Antagonisnya terlalu menakutkan hahaha 🥲 Aku berharap dia tidak datang lagi di masa dpn 🥹
Profile Image for Mohammad Arief.
12 reviews
July 29, 2026
(3,4/5 ⭐️)

almost dnf this book, karena kurang suka aja dengan penulisannya, tapi dari awal udh ke hooked bgt sama premis bukunya makanya tetap dipaksakan

dan untungnya kupaksakan karena aku lumayan suka degn buku ini khusunya bagian akhir2, lot of twist lot of emotion, buku ini ngajarin ttg kebahagiaan dan harga dari kebahagiaan itu, tentang pilihan yg mungkin kita kira yg terbaik untuk org lain ternyata itu malah buruk, dan menunjukkan bahwasanya gaada hak kita dalam menentukan apa lahi menebak apa yg terbaik bg org lain, apa lagi org yg kita sayang
1 review
June 24, 2026
BAGUS YA AMPUNNN, SEHARI KELAR SUMPAH 😭😭 SUKA BANGET SM PENULISANYAAAAA
Profile Image for avocatara.
97 reviews8 followers
May 13, 2026
Nggak ekspek ceritanya sejauh ini sih. aku kira ini teenlit gitu.
Baca buku modal pinjem orang soalnya 😆
Profile Image for WonderBOOK Land.
35 reviews
May 28, 2026
karena membawa judul "toko buku" ekspektasi saya akan berkutat dengan dunia toko buku atau soal buku- buku. drama pasti ada dalam setiap cerita fiksi, namun dengan membawa judul "toko buku" harapannya porsi soal buku bakal lebih dieksploitasi. ternyata toko buku hanya latar tempat tinggal saja. keseluruhan kisah fokus pada drama keluarga, percintaan, thriller dan fantasi.

saya pikir toko bukunya bakal membawa pada suatu rahasia yang mengungkap hal-hal perbukuan yang dominan dan ajaib.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews