Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perfect Mistakes

Rate this book

320 pages, Paperback

First published March 1, 2015

6 people are currently reading
76 people want to read

About the author

Rons Imawan

4 books23 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
19 (24%)
4 stars
22 (27%)
3 stars
31 (39%)
2 stars
5 (6%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
July 3, 2015
Judul Goodreads-nya kok pakai 'The', ya? Tak apa lah.

Perfect Mistakes terdiri dari sembilan cerpen (jauh lebih sedikit dari kumcer sebelumnya, ToD) yang memiliki kesempurnaannya masing-masing. Layaknya kumpulan kisah yang ditulis beberapa tangan berbeda, PM juga memiliki unsur gado-gado yang tetap berkohesi, disatukan oleh tema penebusan dosa.

Langsung bahas satu per satu saja, ya.

1. Untuk Indira oleh Heruka
Err... penulisnya bukan fans Haruka JKT48, kan? Selamat ya, cerpennya memang pantas ditaruh paling depan. Alurnya rapi, temanya dapat, dan seperti cerpen pembuka di ToD, expectation-builder. Saya jadi tahu mau ke mana tema ini dibawa berkat cerpen ini. Tapi rasanya kurang satu paragraf untuk endingnya, ya. Seperti masih ada yang belum selesai. Selebihnya, good job!

2. Lamunan Jendela oleh Kwartika Ade Arimbi
Serupa lamunan di jendela, banyak telling-nya. Terutama bagian masa SMA, sebab si tokoh utama agak sensi dengan kata 'cinta terpendam'. Beberapa ingin saya pertanyakan, seperti penerbit apa yang mau menerbitkan naskah anonim dan bisa jadi best seller? Cerita ini masih mentah kalau menurut saya. Sayang sekali, saya tidak begitu menikmati yang satu ini.

3. Crown for a Brave Girl oleh Nday
Saya kira mahkota secara harfiah, tapi tidak pakai 'A' di depannya, dan ternyata memang bukan. Suka! Dari kalimat pertama, lalu sampai ke twist hingga resolusi. Satu catatan saja--peran psikiaternya bisa lebih dimunculkan lagi. Dan cara Bu Risma bicara masih kurang 'psikiater' rasanya (efek baca buku psychothriller dan suicide lit). Idenya bagus banget dan eksekusinya cukup matang.

4. After Heart oleh Rons Imawan
Mau protes. Saya nggak nyaman sama cara berceritanya yang tiba-tiba tokoh lain muncul seolah dari dimensi kelima. Saya bingung tujuannya apa. Mau promosi The Fabulous Udin-kah? Teknik itu jujur saja menghancurkan tone dan mood cerita yang sudah dibangun sampai bagian dua. It irked me a lot. Argh! Padahal saya sudah suka dengan kisahnya, sudah dibawa hanyut, terus tiba-tiba 'doeng-doeng' macam tokoh komik yang tetiba berubah chibi. Sebal rasanya. Maaf ya, Bang Onyol.

Tapi saya suka endingnya, kok. Manis dan realistis. Ada apa sih, dengan saya dan tema cinta beda jarak usia jauh?

5. Alibi oleh M.H. Mubarok
K-E-R-E-N. Pembukanya ciamik. Agak sinetroniyah tapi termaafkan karena saya suka. Memang selera juga sih, lagi menikmati banget cerita keluarga semacam ini. Tinggal sedikit lagi dipoles nih, sebetulnya, terutama pas di percakapan yang memuat dua speaker dalam satu paragraf. Contohnya:

Mia terkikik, bukan karena permainan peran sang ayah. "Ya iya dong, Ayah, masa sarapannya dibuat pakai kaki." Ayah tak mampu menahan tawanya. "Kamu memang anak pintar." Ia mengacak-acak rambut anaknya yang menggemaskan.


Kan, lebih enak begini:

Mia terkikik, bukan karena permainan peran sang ayah. "Ya iya dong, Ayah, masa sarapannya dibuat pakai kaki."

Ayah tak mampu menahan tawanya. "Kamu memang anak pintar." Ia mengacak-acak rambut anaknya yang menggemaskan.


6. Realitas Palsu oleh Dita Indira
Premis seperti ini sudah banyak. Banget. Kloning--bukan hal baru lagi. kan? Syukurnya, twist dan endingnya jagoan. Cukup menyenangkan menemukan kedua faktor itu ditulis dengan baik setelah sebelumnya saya sempat skeptis karena idenya. Penulisnya memang punya bibit bakat bagus. Pertahankan dan tingkatkan!

7. Sumpah Konyol oleh Afgian Muntaha
Favorit! Kalau kata Gordon Ramsay, cerpen ini 'perfectly cooked, easy to slice and you can see the juiciness' jika diibaratkan hidangan olahan ayam. Masa bodoh terkesan kekanak-kanakkan, ini jenis cerpen yang saya rindukan keberadaannya. Kisah seperti inilah alasan saya membaca dan menulis cerpen. Semua tokohnya menyenangkan. Alurnya pas. Dan yang penting, pesan moral. This story restored my faith in humanity. Terima kasih Kang Afgian karena sudah menuliskannya.

8. Bulan Belum Datang oleh Dadan Erlangga
Dilihat dari biodatanya, sepertinya penulis ini yang paling berpengalaman. Saya tidak kaget menemukan twistnya yang memang mengagetkan saya. Rapi banget. Terus konsisten menulis ya, Kakaknya. Ini bisa jadi contoh cerpen yang baik karena memuat semua unsurnya dengan tepat.

9. Perfect Mother oleh Rons Imawan
Saya langsung tahu kalau cerpen ini berbasis atau terinspirasi kisah viral berjudul 'Unconditional Love'. Saya mengingat cerita itu karena menjadi teks bacaan di ujian Bahasa Inggris SMA dan itulah pertama kalinya saya belajar arti kata Unconditional. Jujur saja, saya sempat kecewa di bagian-bagian awalnya karena itu.

Tapi ternyata, ada lanjutannya. Penulis membawa premis itu ke dalam tema penebusan dosa. Bukan hanya dosa sang anak, tapi juga ibunya. Rangkaian kata-katanya sangat indah di sini, pas sesuai tone, dan tidak ada perusuh di tengah-tengah. Ada satu yang mengganggu, punten pisan nya, 'A, di kalimat 'selain embusan karbon dioksida'. Karena kita tak hanya mengembuskan CO2 tapi juga uap air. Beda dengan ketika menghirup, memang kebanyakan oksigen karena tubuh kita lebih membutuhkan gas itu.

Maaf sekali, kalau yang kayak begitu saya suka merepotkan diri sendiri, punten pisan sakali deui. Namun saya berharap dari situ Abangnya akan menulis lebih smooth lagi karena ya, cerpen-cerpen beliaulah yang paling klop dan ngena di tema.

Fiuh. Sampai juga di akhir. Satu lagi yang mau saya sampaikan--saya melihat ada beberapa unsur serupa yang terdapat di cerpen-cerpen ini.



Selamat untuk Bang Onyol dan para kontributor buat kumpulan kisah ini, yang menemani saya di hari pertama libur seolah selebrasi. Dan ya, membaca buku ini seperti merayakan sesuatu--kebebasan berekspresi, manifestasi imajinasi, dan 'menebus' rasa bosan.
Profile Image for Fatoni M.
367 reviews82 followers
May 22, 2016
Buku ini merupakan hasil lomba cerpen-nya Rons Imawan yang kedua. Kali ini bukunya bertemakan tentang dosa dan penebusannya. Ada 9 cerpen dan semuanya sudah lebih matang dari buku yang pertama. Berikut saya ulas satu2 cerpennya:

(1) Untuk Indira
Cerpen tentang seorang pemuda yang tiba2 ngekos dan bersikap baik pada ibu kosnya. Seakan-akan dia sedang menebus dosanya. Sangat ketebak. Ceritanya hambar. Endingnya juga datar. Sosok pacarnya si pemuda menurutku nggak terlalu penting untuk dihadirkan.

(2) Lamunan Jendel
Pengarang cerpen ini adalah favorit saya di buku pertama. Sudah pasti membuat saya berekspektasi tinggi. Cerpen ini berkisah tentang karyawati yang nggak punya ide untuk nulis namun tiba2 menemukan sebuah buku yang berkaitan dengan masa lalunya. Bagian awal membosankan, tapi di bagian cinta monyetnya karyawati itu bagus banget. Kisah cintanya menyegarkan ingatanku saat SMA, hihihi. Tapi, ending-mu sangat ketebak dan twist-nya melempem. Padahal aku berharap ending kali ini sangat menampar seperti di buku pertama.

(3) Crown for a Brave Girl
Cerpen ini berkisah tentang wanita yang dihantui gadis remaja dari masa lalunya. Cerita ini dititikberatkan pada tema perkosaan tapi justru bukan tokoh utama yang mengalami. Jadinya, nggak ngena sama sekali ceritanya bagi saya.

(4) After Heart
Cerpen ini (yang terlalu panjang) adalah karya yang punya hajatan, Rons Imawan. Cerpen ini punya ide yang brilian yaitu penerima donor hati yang akhirnya melanjutkan kisah cinta sang pendonor. Entah kenapa aku butuh usaha yang besar untuk membacanya (sempat beberapa kali kutinggalkan). Saya tidak suka gaya penulisan Rons. Terlalu banyak majas personifikasi dan hiperbola yang berlebihan. Majas itu dipake di seluruh cerita. Mungkin tujuannya untuk menggaet perasaan pembaca, tapi malah bikin muak bagi saya (entahlah mungkin justru ada yg suka dengan gaya lebay ini). Satu lagi, Rons selalu menceritakan keadaan ceritanya bukan menunjukkan. Btw, untuk alurnya sendiri bagus tapi sayang malah tersembunyi di majas-majas yang berlebihan.

(5) Alibi
Cerpen ini berkisah tentang kehidupan seorang ayah yang membesarkan seorang anak kecil cacat dan dibantu oleh seorang wanita yang masih kuliah. Terdengar biasa saja memang, tapi ada sesuatu yang salah. Cerita dimulai lewat percakapan dua penderek mobil (kental Sunda banget, untung saya ngerti, hihi). Dari situ saya kaget karena tiba2 ceritanya jadi sinetron banget tentang anak kecil cacat yang bertingkah lucu dan disayangi banyak orang. Namun setelah itu, cerita berubah kompleks dan menguras air mata. top banget dah.

(6) Realitas Palsu
Aduh judulnya sangat spoiler. Cerpennya sci-fi banget. Kisahnya tentang ayah yang bersedia di-kloning demi membahagiakan putrinya. Kukira jangan2 bakal mirip film The Island (konsep kloningnya sama soalnya). Lalu cerita berlanjut dan isinya tek terduga dan bagus banget. Mantaf deh.

(7) Sumpah konyol
Tema seperti ini sudah sangat jarang ditemukan. Kisah cerpen ini adalah tentang seorang anak yang mencuri uang ibunya untuk main PS. Sederhana banget kan? Tapi serius deh ceritanya walaupun sederhana tapi berefek dalam untuk introspeksi diri. Menurutku inilah penebusan dosa yang sesungguhnya. Dan menurutku lagi cerpen ini harusnya bersemayam di Majalah Bobo, hehe. Memuaskan dan jadi inget masa-masa kecil.

(8) Bulan Belum Pulang
Cerita cerpen ini adalah tentang seorang siswi yang tetiba menghilang entah kemana. Alurnya sederhana dan tidak terlalu rumit. Tapi penulis berhasil membuat saya bersimpati dengan Bulan. Dan endingnya, aish, nggak tega rasanya.

(9) Perfect Mother
Ini cerpen Rons kedua di buku ini (kok dobel? iya lah, dia yang punya hajatan). Kisahnya adalah tentang tentara amerika yang baru pulang dan dikecewakan ibunya. Bingung kenapa berlatar di Amerika sedangkan penggambaran latarnya kurang menggambarkan Amerika (masih umum banget dan seperti biasa Rons terlalu banyak mendeskripsikan perasaan dengan majas personifikasi dan hiperbola yang lebay). Padahal kisahnya mungkin bisa menjadi sedih banget tapi yah, udah capek duluan bacanya.

OK, dari uraian di atas, saya pilih untuk favorit saya di buku kedua ini adalah Alibi. *yeay*
Profile Image for Qunny.
195 reviews9 followers
December 29, 2018
Untuk semua cerita:

1. Untuk Indira, 3 stars.
It's a okay okay story, and the detail is one good thing of the story. Twistnya terlalu biasa dibandingkan cerpen lain yang berada di buku ini.

2. Lamunan Jendela, 3 stars.
Tadinya mau kasih 2 karena terlalu biasa di awal, tapi akhirannya oke, jadi saya kasih tiga bintang.

3. Crown for a Brave Girl, 3.5 stars.
Idenya bagus, eksekusinya kurang suka.

4. After Heart, 3.5 stars.
Gak suka banget sama diksinya, terlalu banyak majas personifikasi dan hiperbola hampir di seluruh kalimat. Bukannya menikmati cerita, justru malah ngebaca majasnya itu yang bikin bete dan maaf, agak eneg. Idenya oke, tapi ... ya ... gimana ya. Bagaimana Penulis membawa alur sampai ke akhir karena penulisan yang (terlalu) emosional jadi kebawa sedikit, jadi, ya, okelah. Itu poin + nya.

5. Alibi, 4.5 stars.
Suka banget sama idenya, apalagi ekskusinya. Opening di awalnya itu sangat, sangat, intriguing dan menentukan apakah saya akan menyukai cerita ini atau tidak. Tentu saja saya sangat menyukai cerita ini.

6. Realitas Palsu, 4 stars.
Didn't see that twist coming, though.

7. Sumpah Konyol, 4.5 stars.
Ini tipe-tipe cerpen yang biasa hadir di majalah anak, karena kesederhanaannya namun juga pesan yang luar biasa yang ada di dalamnya. Sangat sederhana, namun berkesan dan istimewa. A really heart warming fiction, if I may say.

8. Bulan Belum Pulang, 5 stars.
Endingnya itu, lho. Saya nggak bisa berkomentar apa-apa lagi.

9. Perfect Mother, 4.5 stars.
Saya nangis hanya di cerpen ini. Seperti biasa, pembawaan Penulisnya terlalu berlebihan, tapi saya suka idenya (apalagi tentang Ibu, saya sangat sensitif jika itu mengenai Ibu). Latar zaman dulunya agak kurang, tapi ini fiksi yang sangat emosional dan sangat menekankan pada poin kesalahan itu, tentu saja menambah nilai dalam cerita ini.

Banyak banget cerita-cerita bagus di buku ini. Secara personal, paling suka Alibi sama Bulan Belum Pulang.

Nilai rata-rata dari buku: 3.94. Jadi dapat 4 lah ya.
Profile Image for Ella Oktaverina.
291 reviews1 follower
May 19, 2018
Perfect Mistakes adalah kumpulan cerpen dari penulis yang berbeda. Terdapat sembilan cerpen di dalamnya, dan terdapat satu persamaan antara kesembilannya, seluruh cerpen tersebut bermuara pada penebusan dosa tokohnya. Berikut ini adalah ulasan untuk sembilan cerpen dalam Perfect Mistakes.

1. Untuk Indira

Ditulis oleh Haruka, Untuk Indira bercerita tentang Redi yang bersikukuh untuk ngekos di “Kosan Indira” yang ‘sepi penghuni’. Di sana Redi selalu berusaha membantu pemilik kos, Bu Rima, hingga si Ibu menganggap dia sebagai anaknya sendiri. Tapi, tentu Redi melakukannya karena ada alasan kuat, dan alasan itulah yang menyakiti Bu Rima.

Saya berhasil menebak plot twist dalam cerpen ini, bukan sesuatu yang mengejutkan. Redi yang sudah panik sejak awal berhasil mendorong saya untuk berpikir ke arah ‘situ’. Agak menyayangkan tokoh Kelly yang notabene pacar Redi hanya sekedar lewat saja di cerpen ini. Secara keseluruhan, 3/5 bagi saya.

2. Lamunan Jendela

Krasivaya mencoba kembali untuk menulis karena dorongan sahabatnya, Kalis. Bukan hal yang mudah karena menulis mengingatkannya pada pengalaman pahit semasa SMA. Menulis mengingatkannya pada buku harian yang ia buat di masa itu,buku yang berisi banyak coretan dan puisi tentang cinta pertamanya. Cinta pertama yang menolaknya mentah-mentah. Dan kini, seseorang mengklaim dan menerbitkan kisah Krasivaya dalam buku hariannya itu secara masif, bahkan hingga menjadi best seller. Siapa orang itu?

Plot twist-nya mantap! Nggak kepikir bagaimana Askar harus ‘membayar’ apa yang dia lakukan secara ‘kontan’ di masa depan. Saya suka bagaimana cerita ini mengalir, membawa pembaca untuk menyusuri masa SMA Krasivaya, sakitnya dicampakkan cinta pertama hingga rasanya jijik dengan diri sendiri, dan usaha untuk melupakan rasa sakit itu. Vaya adalah karakter yang kuat, saya sangat salut dengan dia termasuk ketegasan dia. Masa lalu memang kadang membuat nostalgia, tetapi jangan biarkan masa lalu itu merusak masa depanmu :) 4.5/5 karena saya suka sekali dengan ceritanya (I feel like I can relate though I didn’t experience it when I was a high schooler)

3. Crown for A Brave Girl

Melihat orang bunuh diri di depan matamu bukan hal yang menyenangkan tentu saja, begitu yang dirasakan oleh Marin. Sudah beberapa kali ia melihat seorang gadis berseragam SMA itu melintasi jembatan, hingga akhirnya memutuskan untuk lompat dari sana. Setelah beberapa kali melakukan observasi, Marin akhirnya menyadari bahwa gadis itu bukan sosok yang asing. Gadis itu adalah selingkuhan mantan pacarnya.

Awalnya saya pikir ini cerita bakal jadi horor, tapi ternyata saya salah. Saya suka dan agak speechless ketika tahu ending-nya ... 4/5.

4. After Heart

Kenanga, pengidap sirosis biliaris primer sangat membutuhkan donor hati untuk menghentikan penderitaannya. Ternyata, setelah mendapatkan donor hati tersebut penderitaannya belum usai, karena dia mewarisi perasaan sang pendonor termasuk rasa cinta menggebunya kepada sosok yang tak bisa ia miliki.

First of all, peeps ... this is one of the best! I literally couldn’t put down the book while reading this. What a masterpiece! Saya serasa digebuk berulang-ulang dengan twist-nya, tapi sorry, I could guess the last twist yea ;) Selain gonjang-ganjing masalah twist, saya harus bilang bahwa saya suka diksi yang digunakan oleh penulis, sangat indah, syarat emosi. 4.5/5 T____T (masih belum bisa move on)

5. Alibi

Perdebatan terjadi ketika kasus kecelakaan di masa lalu kembali diblow up karena ditemukannya fakta baru. Di sisi lain, Mia, putri dari orang tua tunggal, menjalani masa kecilnya dengan riang gembira. Hingga suatu saat ayahnya ditangkap oleh polisi dan ia ingat segalanya ... ia ada di kecelakaan itu.

Not really enjoying this one. Tapi plis ... ending-nya kok cem gitu?????? 3/5.

6. Realitas Palsu

Tony kehilangan lengan kirinya akibat kecelakaan dan mencoba menggunakan teknologi kloning untuk mengembalikan cacat tubuhnya dengan bantuan rekannya, Sam. Semua ia lakukan agar putri semata wayangnya, Sara, bisa bahagia memiliki seorang ayah dengan tubuh utuh. Tetapi ketika kloning tersebut sukses, Sara malah berkata ia menginginkan Tony yang dulu, ayahnya dengan kekurangannya.

Saya nggak menduga bahwa akan ada genre sci-fi di sini dan wow ... saya hanya bisa menganga membaca akhir cerita. Bagus sekali, nggak terduga. And, I keep imagining Robert Downey Jr. Being ‘that’ Tony, sorry! :D Overall, 4.5/5.

7. Sumpah Konyol

Cahyo mencuri uang ibunya untuk taruhan PS bersama teman-temannya. Ibu dan ayahnya memintanya untuk mengaku, dan setelah berkelit beberapa kali ia mengaku bahwa ialah yang mencuri uang tersebut. Tidak terima putranya telah melakukan perbuatan tak terpuji, sang ayah menampar pipi Cahyo. Dan semenjak itu Cahyo tak pernah berbicara lagi pada kedua orangtuanya.

Sangat kental kekeluargaannya. Sangat menyenangkan untuk membaca cerpen ringan seperti ini, bikin kangen keluarga dan masa kecil :”) 4/5.

8. Bulan Belum Pulang

Pernah punya teman yang baik banget rela traktir kita terus-terusan? Dalam kisah ini, Bulan adalah tokoh tersebut. Citra ‘kaya dan pengasih’ ala Bulan ternyata membutakan mata teman-temannya. Hingga pada suatu saat Bulan hilang dan membuat salah satu teman dekatnya, Silvi, khawatir. Dari pencariannya, akhirnya Silvi tahu bahwa Bulan bukan orang yang selama ini ia dan teman-temannya bayangkan.

Sungguh, saat membaca ini saya ikut emosi. Silvi yang menganggap dirinya sebagai ‘teman dekat’ Bulan ternyata tidak benar-benar mengenal Bulan. Akhir yang ironi pula. 4/5.

9. Perfect Mother

Jonah, seorang anggota militer Amerika Serikat yang selamat dari Perang Indochina menelpon ibunya. Ia ingin pulang ke rumah, tetapi dengan syarat yakni ibunya mengizinkan rekannya, Tobias, untuk tinggal di rumah mereka. Ibunya menolak secara halus setelah mengetahui bahwa Tobias kehilangan kaki kanannya akibat ranjau saat di medan perang. Penolakan ibunya membuat Jonah enggan pulang karena ia tak bisa membiarkan Tobias sendiri – lelaki malang itu tak memiliki sanak saudara. Sang ibu menyesali keputusannya dan akhirnya ia pergi mencari anaknya.
Setting barat dan kental sekali unsur kekeluargaannya. Ending-nya membuat saya terenyuh. Twist nggak terduga. Percayalah, ibu juga manusia ... ibu juga bisa khilaf ... tapi satu hal yang pasti ... kasih ibu tak lekang oleh waktu bagi anaknya. 4/5.

Sangat layak dibaca untuk siapapun, karena kaya akan membelajaran di dalamnya. Menebus dosa bukan hal yang mudah – butuh banyak pengorbanan, rasa sakit dan bahkan air mata.

P.S: Saya suka ccover-nya <33333
Profile Image for Nunung Rostiyanti.
17 reviews
Read
June 15, 2015
pernahkah kau membuat sebuah kesalahan atau telah mengecewakan seseorang? sehingga membuatmu merasa bersalah? apa yang akan kau perbuat?
kesalahan tak sekedar salah. kau harus belajar darinya.
After Heart misi cinta yang kau wariskan
Profile Image for Putri B.
2 reviews
June 17, 2021
Perfect Mistakes, buku berisi 9 kumpulan cerpen dengan penulis yang berbeda.

1. Untuk Indira oleh Heruka 3/5
Cerpen yang ringan namun cukup gelap untuk dibaca sebagai pembuka.

2. Lamunan Jendela oleh Kwartika Ade Arimbi 2.5/5
Kurang suka dengan penulisannya, agak canggung (bagi saya) untuk dibaca.

3. Crown for a Brave Girl oleh Nday 4/5
Singkat namun cukup membekas. Sangat suka dengan endingnya.

4. After Heart oleh Rons Imawan 3.5/5
Cerpen dengan halaman terbanyak, terasa terlalu panjang. Suka dengan gaya penulisan penulis, namun terkadang memang terasa (sangat) terlalu belebihan. Cukup suka dengan twist dan endingnya.

5. Alibi oleh M.H. Mubarok 3.5/5
Tema cerpen seperti agak sinetron namun sangat bisa dinikmati.

6. Realitas Palsu oleh Dita Indira 3.5/5
Salah satu cepen favorit saya di buku ini. Tidak terlalu panjang ataupun terlalu singkat, pas. Suka dengan twistnya!

7. Sumpah Konyol oleh Afgian Muntaha 3.5/5
Favorit banyak pembaca yang lain, cerpen yang akan mengingatkanmu dengan cerpen di majalah saat masih kecil.

8. Bulan Belum Pulang oleh Dadan Erlangga 3/5
Suka dengan gaya penulisannya, bisa membawa saya bersimpati dengan karakter utamanya.

9. Perfect Mother oleh Rons Imawan 4/5
Cerpen favorit saya di buku ini. Majas yang digunakan penulis tidak se-hiperbola di cerpen After Heart, terasa sangat pas dan enak dibaca.

Summary: 9 kumpulan cerpen dengan nuansa agak gelap menurut saya, cukup membawa emosional, inspiratif, menambah wawasan akan kata-kata baru/cukup asing bagi saya. so-so.
Profile Image for Arya Dp.
59 reviews
January 25, 2021
Kumpulan cerita yang cukup nendang.

Buku ini berisi sembilan cerita dengan background penyesalan. Nuansa yang dibangun oleh cerita-cerita didalamnya cukup kuat, sangat mendalami penyesalan.

Dari sembilan cerita, tiga cerita menjadi favoritku, Crown for a Brave Girl yang mampu menghadirkan plot yang kuat dengan menampakkan penyesalan dan keberanian yg dipadukan. Alibi, yang sukses membuat emosiku diaduk-aduk oleh seorang anak kecil. Sumpah Konyol, yang lagi membuatku tercengah melihat kisah seorang anak sd.

Tapi sayang, cerita-cerita yang lain masih kurang eksekusinya, hanya tiga cerita diatas yang menarik hatiku. Bahkan, cerita dari si penulis sendiri menurutku menghancurkan suasana buku.
Profile Image for Ratih Cahaya.
413 reviews7 followers
October 4, 2019
Sesuai judulnya, Perfect Mistakes merupakan kumpulan cerpen dengan benang merah ‘mistake’ alias kesalahan. Tentang mengapa kesalahan itu dibuat dan bagaimana menghadapi konsekuensi dari kesalahan tersebut.
Saya membaca buku ini sebentar saja, tidak menyangka kalau cerpen demi cerpennya tersaji begitu menarik, hingga tahu-tahu sudah tidak ada cerpen lagi yang bisa dibaca. Saya menyukai hampir semua cerpen di buku ini. Ide-idenya menarik dan cara masing-masing penulis menyajikan ceritanya menurut saya patut diacungi jempol.

baca ulasan lengkapnya di https://ratihcahaya.blogspot.com/2019...
Profile Image for Hasita Visakha.
147 reviews
July 7, 2019
kumpulan cerita tentang orang-orang yang merasa bersalah dan ingin menebus salahnya.
Profile Image for Lelita P..
632 reviews59 followers
April 13, 2015
Buku keempat Bang Onyol yang saya baca. Yang ini kumcer kontributif seperti Truth or Dare. Temanya "perasaan bersalah", dan cerpen-cerpen di sini mengupas tema itu dengan cukup baik. Guilty feeling-nya dapet. Atmosfer satu buku ini mostly kelam dan tragis. Tapi setiap cerpen mengangkat topik dan latar yang berbeda-beda sehingga enak bacanya, terasa sangat heterogen.

Untuk cerita-ceritanya sendiri, ada yang kelihatan sudah-cukup-berpengalaman-menulis dan ada yang mungkin-belum-seberpengalaman-itu. Twist-nya ada yang benar-benar mengejutkan, tapi ada juga yang ketebak. Banyakan yang mengejutkan, sih. Menariknya, di setiap cerpen selalu ada plot twist.

Cerpen yang paling mengganggu saya adalah cerpen karya Bang Onyol sendiri, After Heart. I can't get it out my mind, bahkan sampai sekarang. Ceritanya terlalu ... mengganggu. Persis seperti apa yang saya rasakan setelah membaca Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng karya Jostein Gaarder, atau menonton akting Steve Carrell di film Foxcatcher. Gimana ya, saya juga bingung jelasinnya. Ceritanya "nggak biasa" sampai nyerempet "ekstrem", yang saking ekstremnya (bagi saya), sampai mengganggu pikiran dan emosi. Ada hal-hal yang nggak bisa saya terima dari cerita itu, yang saking nggak bisanya saya terima, saya jadi terganggu. Mungkin karena bagi saya, apa yang dilakukan Ismet dan Dewanti itu nggak masuk akal. Gila. Ekstrem. Bullshit bangetlah melakukan hal kayak gitu untuk sesuatu yang mereka sebut cinta. Tapi karena udah kadung baca, dan penasaran juga, jadi saya lanjutkan membaca. Makin lama pikiran saya semakin terganggu. Akhirnya sampai sekarang malah nggak bisa lupa.

Terlepas dari itu, diksi Bang Onyol luar biasa, baik di After Heart maupun cerpen dia yang satu lagi, Perfect Mother. Sudah lama sekali saya tidak membaca rangkaian kata-kata seindah itu berhubung akhir-akhir ini saya lebih sering baca novel terjemahan. Jalinan diksi Bang Onyol hampir saya akui setingkat master-master diksi Indonesia yang selalu saya kagumi (Tasaro GK, Sinta Yudisia, Sanie B. Kuncoro, Andrea Hirata). Diksinya kaya, nggak pasaran, dan ... cantik, tapi nggak sulit dicerna. Berbunga-bunga, dewa, namun terjangkau. Saya sudah mengagumi diksi Bang Onyol sejak The Fabulous Udin, dan saya salut karena di sini keindahan diksi itu meningkat. Saya mencecap tiap kalimatnya dengan bahagia, kagum dalam hati pada pria-pria yang bisa merangkai kata-kata indah begitu.

Akan tetapi, diksi yang terlalu indah itu kadang membuat beberapa adegan bertele-tele, terutama ketika dialog. Saya paham itu untuk mengalirkan emosi, tapi kalau kebanyakan kan jadi sebel juga karena kesannya lama. Yang menyebalkan lagi adalah munculnya Bang Onyol sendiri di dalam cerita. -__- Ini kebiasaan buruknya banget deh; very annoying. Orang lagi asyik-asyik baca tahu-tahu diganggu oleh breaking the fourth wall. Cuma Deadpool yang boleh begitu!

Cara Bang Onyol mengakhiri ceritanya patut diacungi jempol, karena baik di After Heart maupun Perfect Mother, twist-nya betul-betul nampol (meskipun konklusi cerita After Heart buat saya agak sinetron-ish.) Untuk yang Perfect Mother, saya merasa agak aneh aja sih sama dialognya, soalnya saya nggak biasa baca cerita berlatar di luar negeri yang dialognya bahasa Indonesia sehari-hari (bukan bahasa baku ala terjemahan).

Sementara cerpen para kontributornya, saya paling suka "Kosan Indira" dan "Lamunan Jendela". Bukannya mengecilkan cerpen yang lain, tapi menurut saya dua itu yang feel-nya paling dapet dan lingers.


----

Walaupun sekarang udah jarang ngepoin akun Twitter Bang Onyol lagi, saya tetap akan menanti buku-buku Bang Onyol berikutnya. :3
Profile Image for Saifur Rizal.
2 reviews
August 4, 2015
Buku ke-4 bang Onyol yang saya baca lebih awal dari buku onyol yang lain karena buku yang masih diperjalanan delivery. Sebagian besar cerpen yang ada dalam buku ini merupakan hasil dari sayembara Onyol melalui twitternya, cerpen yang bercerita tentang penebusan sempurna sebuah kesalahan atau dosa. Dimana si penulis sendiri Rons Imawan (Onyol) menyertakan 2 cerpennya dengan judul After Heart dan Perfect Mother.
Profile Image for Ratna Sari.
308 reviews12 followers
August 13, 2016
Sejauh ini, ini kumcer yg paling menarik yg pernah gw baca. Sembilan cerpen yg ada di buku ini bertemakan tentang kesalahan. Bermacam-macam kesalahan yg sering diperbuat oleh manusia, baik yg terungkap maupun tidak.
Sebenarnya sih twist yg ada bisa gw tebak, tp karna penulisannya asyik, gw sangat menikmatin. Cuma untuk cerpen yg judulnya After Heart, gw rada mikir... masih gak percaya kalo hati yg sudah di donorkan ke orang lain, masih terkoneksi dengan pemiliknya. Xixiixi
Profile Image for Nene.
68 reviews1 follower
November 1, 2015
buku yang menginspirasi, yang beberapa susah di tebak endingnya, yang asyik di ikutin alurnya
paling suka yang after heart, apalagi cerita saat kenanga tenyata mengintai... si itu bukan si dia , banyak kejutan kejutan di cerita After heart.
bagi yang suka cerita nebak nebak berhadiah gitu, ni buku cocok banget. #recomended
Profile Image for nur'aini  tri wahyuni.
897 reviews30 followers
May 2, 2015
ga tau kenapa, ngerasa ada yang kurang di buku ini, semacam ga dapet gregetnya, ga kayak ToD.
15 reviews
April 5, 2017
Kumpulan cerpen dengan berbagai macam konflik dan kejadian yang berbeda-beda. Namun dengan maslah yang sama, yaitu "kesalahan di masa lalu". Dimana setiap kejadian menggambarkan si pelaku dengan segala macam perasaan dan kejadian yang menimpa dirinya akibat kesalah yang telah dibuatnya.
Ternyata makin banyak penulis-penulis Indonesia berbakat yang terus melahirkan karya-karya bagus untuk memuaskan hasrat para pembaca.
Displaying 1 - 19 of 19 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.