Jump to ratings and reviews
Rate this book

Thy Will be Done

Rate this book
"Papaku masuk rumah sakit karena pneumonia kronis. Aku nggak nepatin nazarku ke Tuhan. Hubunganku dengan Mamaku nggak baik. Dan aku baru aja selingkuh dari pacarku.” Rahangku mengeras. Balkon tidak sehangat tadi saat hanya ada Esther dan diriku.

Bermula dari menyanggupi permintaan sang Ayah kepadanya untuk bernazar, Adela Priscia Hutagalung sadar bahwa ia telah menarik batas antara kehidupannya yang baru dan yang lama. Kejadian demi kejadian silih berganti menghampiri hidupnya, tak peduli sekeras apa pun hatinya menolak nazar yang terpaksa dibuatnya itu.

Keluarga, cinta, bahkan pekerjaannya dipertaruhkan demi memenuhi nazar tersebut.

Jadi, pertanyaannya cuma satu:

“Sampai kapan Adela bisa mengelak dari janji yang telah terikat dengan Sang Pencipta?”

216 pages, Paperback

First published April 2, 2015

2 people are currently reading
51 people want to read

About the author

Diego Christian

5 books127 followers
Diego Christian Immanuel Mulatua Pakpahan lulus dari jurusan Sastra Indonesia, Universitas Indonesia, tahun 2013. Masuk ke dalam 9 Penulis Pendatang Baru Terbaik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2012 untuk novel debutnya, Percaya. Di tahun 2013, novel keduanya, Travel in Love, mengantarkannya menjadi juara pertama NouraBooks Academy.

Penggemar berat lagu-lagu Corinne Bailey Rae dan India Arie ini masih akan terus menulis sampai Semesta punya andil untuk menghentikannya. Selalu percaya kepada pertanda, intuisi, dan firasat yang menggiringnya berjalan. Cita-cita yang paling ingin diwujudkannya adalah memiliki rumah di Ubud dan menetap di sana untuk berkarya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (16%)
4 stars
15 (20%)
3 stars
36 (48%)
2 stars
8 (10%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Putri Ananta.
Author 1 book12 followers
March 11, 2016
"Kata orang bijak, jangan pernah membuat janji di saat senang dan jangan membuat keputusan di saat marah." Hlm. 31
Sebagai novel pertama Diego Christian yang kubaca, novel ini tidak memberikan impresi yang buruk. Berkisah tentang seorang badgirl yang bertemu dengan goodboy memang bukanlah hal yang baru lagi dalam dunia novel, namun Diego berhasil meramu kisah tersebut dengan bumbu-bumbu agama sehingga menjadi cerita yang berbeda dan menarik. Ya, novel ini merupakan Christian Romance. Semula, saya tak tahu bahwa ini merupakan novel religi, namun karena saya telanjur tercebur dengan kisahnya, saya meneruskan membaca Thy Will Be Done ini.
Karakter yang diangkat pada novel ini memang umum, tetapi Diego berhasil memberikan nyawa pada setiap tokohnya. Seluruh tokoh pada novel ini cenderung konsisten dengan karakternya, bila ada perubahan pada karakter tokoh, hal itu terasa halus sehingga tidak terkesan dipaksakan. Kegalauan Adela yang menjadi premis utama pada Thy Will Be Done berhasil digambarkan dengan baik. Dirga yang agamais juga terlihat masuk akal dan natural. Gani yang memiliki kehidupan bebas sebagai produser juga digambarkan tanpa menimbulkan ketimpangan.
Review selengkapnya http://ladistances.blogspot.com/2016/...
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
February 19, 2016
Novel pertama karya Diego Christian yang saya baca.

Adela lahir dalam sebuah keluarga Kristen. Di suatu kesempatan, Adela ikut dibaptis bersama Ayah, Mama dan kakaknya Enzo. Sebenarnya Adela hanya ikut-ikutan saja, sekedar menyenangkan hati ayahnya. Dia pernah bernazar di depan ayahnya bahwa jika dia lulus kuliah dia akan melayani Tuhan. Kondisi kesehatan ayahnya yang mulai menurun membuat Adela ingin menuntaskan nazarnya itu. Dalam kesempatan baptis itulah Adela bertemu dengan Dirga.

Ada kendala yang menghalangi Adela untuk datang kepada Tuhan. Kehidupan Adela yang bebas menjauhkannya dari Rumah Tuhan. Untungnya Adela masih bisa bersandiwara, sehingga keluarganya tidak ada yang tahu kalau dia suda tidak suci lagi. Tidur dengan pria bukan hal yang baru bagi Adela. Termasuk ketika dia tidur dengan Gani, seorang produser di sebuah stasiun TV swasta.

Pertemuan Adela dan Gani membuka jalan bagi karir Adela yang ingin menjadi news anchor. Gani sendiri memang menaruh perhatian khusus pada Adela. Tapi hati Adela sudah tertambat pada Dirga. Meski Dirga selalu membuatnya kesal karena terus-terusan mengingatkan nazarnya untuk melayani Tuhan dan mengajaknya beribadah, jauh di dalam hatinya Adela tahu Dirga adalah pria yang akan menemaninya sampai tua.

Thy Will Be Done (KehendakMu-lah yang jadi), adalah petikan kalimat dalam doa Bapa Kami. Dan judulnya ini memang menggambarkan isi novelnya. Penulis menggambarkan pergumulan hati Adela dengan baik. Perubahan karakter Adela juga dikisahkan dengan baik, tidak mulus, tidak instan, penuh pergumulan. Kegalauannya saat harus memilih antara kehidupan sekuler dan kehidupan rohani. Bab yang saya suka adalah yang berjudul "Marta ata Maria?". Saya tertohok membaca bagian itu, dan membuat saya melihat kembali pada diri saya.

Novel ini memang salah satu novel Christian Romance, jadi jangan heran kalau di dalamnya penuh ayat Alkitab dan ajaran Kristiani. Jadi jangan terlalu berharap novel ini akan seperti novel metropop lainnya, meski ada logo Metropop di sampulnya.

Ohya, saya sempat bingung dengan gambar sampulnya, ini gambar apaan sih? Ternyata ada 3 orang dengan bayangannya masing-masing. Eh tapi kenapa yang satu bayangannya meliuk-liuk ya? Hehehe
Profile Image for April Silalahi.
227 reviews213 followers
August 2, 2016
KENAPA ENDINGNYA KAYAK GITU? ZZZZZZZ...

Gue selalu jatuh hati sama tulisan Diego Christian sejak buku pertama. Termasuk bukunya yang ini.
Fyi, buku ini sebenarnya sedikit nipu dari segi label. Bilangnya metropop, ternyata isinya christian romance.

Tapi... it's okay. Karena kebetulan gue juga seorang Kristen.

Adela mempunyai sebuah nazar yang harus dia genapi. Nazar tersebut berkaitan dengan kondisi ayahnya. Jauh sebelum nazar itu sebenarnya Adela bukannya cewek yang memikirkan urusan agama. Hari minggu dimana seharusnya dia ke gereja, malah dihabiskan untuk hal yang gak berguna.

Tapi semua itu harus Adela pikir ulang saat kondisi Ayahnya memburuk. Adela hanya ingin Ayahnya bahagia dan tidak pergi meninggalkannya. Walaupun hal yang diminta ayahnya merupakan hal yang tidak pernah dia lakukan.

Saat proses penggenapan nazarnya, Adela bertemu dengan seorang pria, Gani. Pria itu yang membuka jalan cita-cita Adela untuk bekerja di media. Tapi tanpa Adela sadari dia mulai diperhadapkan dengan 2 pilihan: menepati janjinya atau mengejar karir?

Namun, Adela lupa, tidak menepati janji dengan Tuhan itu amatlah menakutkan akibatnya.

Gue terhipnotis akan pilihan kata yang digunakan Diego dalam bukunya kali ini. Simpel, mengalir begitu saja. Hal itu didukung dengan setiap bab dalam novel ini hanya memiliki sedikit halaman. Sehingga dengan mudahnya membaca buku ini dalam 1 hari saja.

Membaca buku ini juga ngebuat gue ngeri. Gue jadi mempertanyakan kembali apa kebiasaan ibadah gue dengan Tuhan udah bener apa belum. Atau masih memikirkan pekerjaan dibandingkan waktu ibadah.

Penggambaran dunia kerja Adela juga terlihat real, ya bisa dibilang karena Diego pernah berkecimpung juga di dalamnya. Penggambaran tentang gerejanya juga bener. Gue jadi bertanya-tanya, Diego gereja di tiberias apa JPCC? :p

1 hal yang buat gue kesel itu hanya endingnya. Gitu doang? Seriusan gitu doang? Zzzzzz...

Menunggu buku terbaru Diego selanjutnya~
Profile Image for Diego Christian.
Author 5 books127 followers
Read
March 9, 2015
Hi, this is my third novel, published by Gramedia Pustaka Utama. This is my first metropop genre. Hope you enjoy reading this. :)
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
May 20, 2015
Novel pertama Diego yang gue baca. Sebelumnya mau ngomong dulu ya, novel ini kurang tebal. Kurang puas dengan segala aktifitas2 tokohnya yang kalau menurut gue akan lebih bagus lagi kalau saja penulis mau menulis cerita ini lebih panjang lagi. Karena jujur aja, untuk tema cerita ini gue suka banget. Dan plisss, kasih gue 1 cowok kya si Dirga ini :p

Cerita ini bagus, tentu aja dengan lini nya ChRom, pasti inti cerita ini menyangkut "rohani" agama, Tuhan, dimana seseorang yang pasti selalu mendapatkan pertolongan dari Tuhan.

Adela, yang hidupnya agak bebas, *baca: sex, dugem* baru aja lulus dari kuliahnya. Ayahnya sakit, dan dia mempunyai nazar kepada ayahya untuk mau menjadi pelayan Tuhan. Tentu aja gk mudah bagi Adela untuk melakukan itu. Hingga akhirnya, dia bertemu dengan Dirga yang notabene adalah anak Tuhan, selalu mendukung Adela dan menasehati Adela agar selalu tetap di jalanNya. Hingga akhirnya mereka berdua berpacaran. Di sisi lain, Adela baru saja diterima menjadi new anchor di salah satu stasiun TV dan berkenalan dengan Gani.

Nah, ini nihh disini. Adela yang masih belum berubah ini tentu aja selingkuh sama Gani. Sampai akhirnya ayahnya masuk rumah sakit dan dia bertobat., Dia berjanji akan memenuhi nazar ayahnya untuk menjadi pelayan Tuhan.

Tapi tetep aja hidup Adela gk semulus maunya, yang gk disangka Dirga yang sudah mengetahu Adela seperti apa ini awalnya gk mau nerima dia. Tapi ya namanya jodoh dan Tuhan udah berkehendak tentu aja mereka bisa balik lagi.

Ya intinya seperti itu ya. Suka dengan cerita ini, dan berharap Diego mau nulis 1 buku khusus untuk Enzo kakaknya Adela :p

Sebenernya masih gk terima pas baca di halaman terakhir. Masih mau liat kisah Adela dan Dirga ini, itulah kenapa gue bilamg kalau cerita ini kurang tebel :p

Banyak banget memang pelajaran dari cerita ini yang bisa gue petik. Saat kita mengeraskan hati, saat Tuhan memberi cobaan untuk kita sadar, saat Tuhan tetap mau nerima anak2Nya yang sesat kembali ke jalanNya, dan saat pertolongan Tuhan tepat pada waktuNya. Semua akan sia-sia tanpa ada Tuhan di samping kita, dan ya itu yg gue rasain selama ini ^^
Profile Image for Gita L. T..
52 reviews1 follower
July 16, 2016
Yak. Cuma butuh waktu dua jam buat selesaiin novelnya.


Sesungguhnya saya masuk deretan orang yang nge-judge buku dari covernya. Jadi saya jarang sekali yang namanya baca sinopsis di belakang buku kalau saya udah klik sama covernya.

Okay jadi buku ini adalah metropop. Itu termasuk alasan saya untuk beli setelah saya lihat cover-nya menjanjikan.

Saya ga liat ada kode chrom di belakang buku. Hal ini saya sadari ketika saya sudah mulai membaca bab pertama.

Cerita di buku ini simple sebenarnya. Tentang gaya hidup, keluarga, cinta, pekerjaan, dan Tuhan. Saking simpelnya terasa dekat dengna kehidupn sehari-hari.

Gaya hidup yang bikin jauh dari Tuhan
Pekerjaan yang bikin jauh dari Tuhan
Sampai...
Mimpi yang juga menjauhkan dari Tuhan.

Sosok Adela ini adalah contoh nyata dari seorang pemudi Kristen jaman sekarang.

Dan terasa dekat sekali dengan pribadi saya sendiri. Beruntunglah Adela sudah menemukn dari jawaban : bagaimanakah saya akan melayani Allah?

Karena sampai detik ini saya belum juga mendapatkan jawaban itu.

Dan ada satu part dimana saya meringis dan rasanya mata mulai basah, adalah saat retreat dan salah satu roommate Adela mengingatkan: Tuhan Yesus punya sejuta back up plan untuk hidupmu.

God has back up plans.

Amen.

Thanks for reminding me. God bless!!!

Ps: Dirga ini Batak bukan yah? Kalau iya, cari Dirga dimana yah, Han?
Profile Image for Emilya Kusnaidi.
Author 3 books40 followers
May 24, 2015
Novel ini adalah novel pertama Diego Christian yang saya baca. Sempet baca draft awalnya juga, tapi memilih buat ngerate buku ini setelah baca versi cetaknya.

Saya suka tulisan Diego, mengalir dan terasa hangat. Untuk metropop-chrom, novel ini masih kerasa sentuhan urbannya, tapi nggak melupakan chrom-nya juga. Sisi agamawinya sendiri juga cukup kental, tapi nggak mencekoki dengan kutipan yang berlebih-lebihan.

Satu-satunya kekurangan novel ini, mungkin hanya di tokoh utama cowoknya aja sih, yang menurut saya too good to be true. Alangkah baiknya jika ada sisi lain dari tokoh hero di novel ini meskipun memang, konflik utamanya adalah tentang Adela.

Jadi, empat bintang. Plus, ditunggu novel berikutnya ya, Go! :)
Profile Image for Mario.
74 reviews6 followers
May 21, 2015
Keluarga, orang tua, kekasih yg dicintai, dan kedekatan dengan Tuhan memang menjadi faktor turning point yang sangat kuat buat seseorang untuk kembali pada path-nya, bahkan pada saat ia sudah terlalu jauh melampaui batasnya sendiri.

Penulis berhasil menginspirasi pembacanya -terutama saya- dengan menjadikan unsur turning point tersebut sebagai tema utama dalam buku ini, meskipun saya bukan kristen/katolik.
Profile Image for Rya.
13 reviews
May 28, 2015
Asli.. mendadak jadi "Imanis" banget pas baca novel ini :D

Aku sukaaaaaaaaaaaa banget karakter Dirgaaaa :* :))
Ada ga ya manusia selembut dan setenang kaya dia?
haha..

Trus, yang paling bikin berkesan banget ; renungan saat retret : soal kaki yang kapalan. Ouch.. itu sedikit banyak seperti kehidupanku yang hampir mati rasa :(
#curcol
hahaha

Ditunggu novel selanjutnya kak Diegoooo... ^_^
Profile Image for karasuhibari.
33 reviews1 follower
October 12, 2015
Ini pertama kalinya saya baca novel ChRom. Terlepas dari itu, gaya bahasanya asyik banget! Waktu baca, nggak sadar tiba-tiba sudah halaman terakhir. Emosi saya dibawa naik turun karena tokoh utamanya kadang terasa menyebalkan. Yah, mungkin karena egois dan galaunya si tokoh utama ini bisa sedikit mengingatkan saya tentang diri sendiri, haha! Enjoyable, layak dikoleksi!
Profile Image for Siska.
92 reviews
September 13, 2018
Awalnya sedikit penasaran dengan blurb yang tersaji. Ada kata 'nazar' dan 'Pencipta', membuat beberapa spekulasi mengenai jalan cerita novel ini. Sewaktu mulai membaca, aku disadarkan bahwa dugaanku melenceng.

Membaca novel ini, rasanya menyentil sekali. Seperti pengingat bahwa kamu pernah membuat nazar pada Tuhan saat menginginkan sesuatu, dan setelah mendapatkannya, justru melupakan nazar itu sendiri bahkan melupakan Tuhan.
Dan yesss, berhasil buat aku becucuran air mata, merasa mendapat pencerahan untuk ingat sama Tuhan dan rindu saat teduh.

Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan menulisnya dengan baik sekali, sehingga berhasil membuat aku sebagai pembaca larut di dalamnya.
Alur bergerak maju dan jalan cerita terasa wajar, pas dan tidak terburu-buru.
Ide cerita sangat fresh dan konflik di dalamnya terhitung berat.
Tokoh-tokoh di dalamnya konsisten.
Novel ini menunjukkan kehidupan adalah sebuah perjalanan, tidak akan selalu mulus. Pasti akan ada orang-orang yang tidak menyukai keputusan dan pilihan kita. Tapi keputusan dan pilihan ada di tangan diri kita sendiri dalam menentukan jalan hidup kita.
Kita diajak untuk menghargai keberadaan orang - orang di sekitar kita, sebelum akhirnya kita menyesal di saat mereka sudah tidak ada di sisi kita.

Kelebihan :
- Novel ini menyelipkan kisah dalam Alkitab dan ajaran umat Kristiani di dalamnya.
- Sedikit menyelipkan adat tradisi Batak di dalamnya.
- Terdapat catatan kaki yang menjelaskan istilah yang berkaitan dengan dunia penyiaran, sehingga tidak bingung saat membacanya.
- Novel ini menghadirkan tokoh utama yang jauh dari kata sempurna, di mana sang tokoh utama jauh dari jalan hidup yang lurus dan berusaha untuk memenuhi nazar pada ayah dan Tuhan-nya.
- Konflik di dalamnya relevan dengan kehidupan sehari-hari dan penyelesaian konfliknya terasa masuk akal.
- Bukan hanya membahas percintaan, tapi juga keyakinan, berserah.
Profile Image for Dhamala Shobita.
Author 7 books15 followers
February 26, 2019
Sudah lama melihat novel ini dan tertarik dengan covernya. Karena cover-nya terlihat cool dan tipografinya tidak umum untuk novel Indonesia. Setelah baca, ternyata saya lebih kaget lagi dibuatnya. Tema yang diusung novel ini tidak biasa. Ya, saya jadi tahu banyak mengenai ibadah umat Kristen karena novel ini. Jarang sekali saya membaca novel dengan muatan seperti ini. Dan menurut saya ini cukup keren.

Menurut pendapat saya pribadi, tokoh Adela kurang strong untuk ukuran karakter yang tadinya adalah seorang yang agak bandel kemudian kembali ke jalan Tuhan. Sementara untuk karakter Dirga rasanya sudah pas dengan segala kealimannya. Satu yang disayangkan juga adalah perkembangan hubungan Gani dan Adela. Rasanya seperti kurang digali, dan serba tiba-tiba.

Overall, saya mendapatkan warna baru dari membaca buku ini. Karena ini buku pertama Diego Christian yang kubaca, mungkin aku akan baca novel lainnya juga. :)

-DS
Profile Image for Nanaee.
28 reviews3 followers
February 25, 2019
Awalnya memutuskan membeli buku ini karena membaca blurbnya yg menyinggung tentang 'nazar'..
Pada awal buku langsung tau arah cerita ini tentang Christian romance.. mengisahkan tentang seorang gadis tokoh utama dalam cerita ini yaitu Adele yg memiliki perjanjian dengan ayahnya yg sedang sakit dan perjanjian itu bukan sekedar perjanjian karena juga menyangkut perjanjian dengan Tuhan.. lalu mulai muncul lah sang 'tokoh laki-laki' bernama Dirga yg membuat cerita semakin menarik.. Sosok Dirga menggambarkan seorang yg sempurna dan memang layak untuk jadi idaman *ceilaahh.. tapi tidak sampai situ, konflik lain mulai bermunculan menimpa Adele yg tentunya selalu dikaitkan dengan nazar-nya pada Tuhan yg selalui ia hindari dan belum ditepati..
Alur cerita cukup menarik dan bahasa serta gaya penulisan menarik mudah dimengerti.. Bacaan yg ringan tidak menguras tenaga untuk mengerti jalan cerita yg simple
Walaupun akhir yg sedikit kurang 'klimaks' tetapi overall ini buku yg menarik untuk dibaca dan banyak mengandung pesan-pesan bermakna dalam kehidupan..
Sip!
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
May 19, 2017
Novel ini kental akan Kristennya membuatku kurang bisa mengerti akan sesuatu halnya -bukan diskriminasi, cuman agak gak ngerti aja.
Adela, yang penganut kebebasan, pada akhirnya bertobat dan menjadi pelayan Tuhan.
Profile Image for Kelen.
26 reviews
February 12, 2018
Pemeran utamanya nyentrik. Malah bisa dikategorikan pendosa walau penulis tidak terlalu mengekspos karakter-karakter bengalnya. Bersyukurlah, Tuhan selalu punya cara menunjukkan kasih-Nya yang tak terselami akal manusia.
Profile Image for Novita Arlika.
25 reviews
January 4, 2021
When urban life, religion, love and family become a whole story. First book of Diego I ever read, I like the idea and execution. Worth to read despite minimum explanation for kind of (christian related) vocabulary.
Profile Image for Ana Widia.
21 reviews8 followers
January 23, 2016
First of all, cliché. I mean, I'd surely give this book five-rate-stars if only I was a newcomer who just first got herself into this kind of genre. Unfortunately, I've come across this kind of plot too many too my liking. I, honestly, am not a reader who is into Indonesian literature. Sure, I've read fews from Indonesian author, but to read this one, which is metropop-genre, is a semi-new experience for me, if it does make a sense, hahaha.

One thing that literally suprised me when read this is, buku ini punya writing-style kayak western authors di luar sana makanya gue, tbh, sempet mistook ini buku as a translated-novel dari pengarang luar, tapi pas gue baca biografi si penulis ternyata doi penulis lulusan sastra Indonesia and suprisingly is a bataknese kayak gue, hahahaha. Terus, karena penasaran gue carilah maksud genre metropop tuh apa dan ternyata metropop tuh subgenre dari novel populer di mana penulisan settingnya seperti ala-ala barat sana atau urban life. Pantes, kok pas gue baca kultur Indonesia jadi liar banget (PDA di mana-mana, sex before marriage lumrah, dll.), ya, gue tau ini notabene nya cuman sebuah cerita fiktif belaka dan lagipula gue juga udah liat kalau ini novel rated, jadi maklumlah. Cuman, suer, aslilah, gaya penulisannya niruin kayak pengarang di luar sana banget, makanya kenapa gue bilang semi-new experience soalnya di satu sisi gue udah sering nemuin gaya penulisan kayak gini, tapi di sisi yang lain ini gue temuin di novel karya pengarang Indonesia.

Terus kenapa cliché? because I've seen this plot way too many, where in bad-bitchy woman meets that kind-of-boy-next-door-type one and sometimes also in reverse. Aslilah, novel romance plotnya kayak gitu mulu, capek hayati nemuin plot yang predictable banget, ujung-ujungnya si cewe tobat, nyesel, and finally chasing after him because that one party doesn't want to interfere the other party's life again. But, over all, it's still worth it lah, walaupun I'm teensy-weensy bit disappointed with the plot but it still is fun to read you book! Semoga di masa yang akan datang, gue bisa baca karya novel lo yang lain bang! Luv ya :)
Profile Image for Dewi Natalia.
114 reviews14 followers
February 13, 2016
Di antara banyaknya novel yang berjejer di toko buku, perhatian saya tertuju pada novel ini. Judul buku ini membuat saya penasaran untuk mengetahui ceritanya. Saya pun membeli novel ini.

Novel ini berkisah tentang Adela, seorang wanita keturunan batak yang mempunyai nazar untuk menjadi pelayan Tuhan. Dalam perjalanan memenuhi nazarnya tersebut, Adela diperhadapkan pada dua dunia; Gani dan Dirga. Mereka adalah dua dunia yang berbeda. Gani, dunia yang membawa kesenangan sementara baginya. Pria mapan yang mencintainya tapi tidak membawa dia dekat kepada nazarnya. Sedangkan Dirga adalah dunia yang selalu mengingatkan dia agar menepati nazar yang dia buat. Dia adalah pria yang lembut dan juga pelayan Tuhan.

Saya suka dengan karakter yang diciptakan oleh si penulis. Penggambaran karakternya sangat jelas. Yang membuat saya sedikit terganggu adalah karakter Dirga. Dia digambarkan sebagai seorang pelayan Tuhan yang menjaga kesucian hubungannya dengan Adela tetapi ada beberapa kali diceritakan kalau Dirga mengecup bibir Adela dan dia tidak menghindar sama sekali. Padahal menurut saya di Indonesia kecupan di bibir itu merupakan hal yang agak tabu kecuali bila sudah menikah.

Despite of that, saya suka Dirga sih. I wish I could have a boyfriend like Dirga huehehehe.

Good job Diego. I'm looking forward for your next novel!
Profile Image for Sawitri.
19 reviews2 followers
April 2, 2015
Buku ketiga Diego ini, gua hanya butuh waktu 3 jam untuk menyelesaikannya. Kalau dari jenis ceritanya, gua sih lebih suka novel keduanya yang berjudul Travel in Love karena menurut gua lebih berisi dan banyak informasi yang terkandung didalam ceritanya. Di novel ini, gua berharap Diego bisa lebih detil menceritakan kehidupan Adela sebagai News Anchor, sehingga isi novel akan terasa lebih kaya. Selain itu, penjabaran konflik dan penyelesaiannya dlm cerita ini entah kenapa terasa cepat sekali. Nggak berasa perkembangan karakternya, dan menurut gua akan lebih menarik kalau bisa dibuat lebih panjang lagi.

Namun begitu, dari segi bahasa penulisan gua merasa Diego mengalami kemajuan. Bahasa yang digunakan lebih dewasa dan lebih enak dibaca buat gua, dengan tidak menghilangkan kekhasannya. Baca novel ini kayak lagi ngobrol sama penulisnya beneran, wkwk.

Profile Image for Marina Lee.
65 reviews26 followers
April 4, 2015
Oke... gue beli ini karena gue pikir ini metropop. Taunya Chrom. Ok, gapapa. Gue tetep baca meskipun gue picky reader. Apalagi kata temen gue, tulisan Diego Christian tuh bagus.

Bagus sih, sebetulnya.

Gue suka sama tema yang diangkat penulis. Gue juga suka sama background ceritanya yaitu di dunia broadcasting n pertelevisian. Jadi ngebuka wawasan aja, dan bayangan gue tuh mereka kerjanya kayak di Komp*sTV atau Tr*nsTV yang rata-rata anak muda semua karyawannya.

Gue suka cara penulis cerita. Ringan. Yang gue gak sreg disini karena karakternya menurut gue kurang kuat. Gak tau kenapa tapi gue kurang simpati aja sama si Adela, gitu yak. Menurut gue affairnya juga gitu aja. Gak gimana-mana banget. Cepet banget pula konfliknya selesai.

Lumayan sik, buat baca-baca di waktu luang. Kurang nail-bitting aja menurut gue.
Profile Image for Meytatak.
14 reviews1 follower
April 17, 2016
saya membeli buku ini sudah cukup lama. Namun, saya tidak langsung membacanya habis. Setelah beberapa halaman, Saya terasa enggan untuk melanjutkannya. Tapi, saya cukup sering seperti ini. Merasa kecewa pada awalnya, Namun, ketika saya melanjutkan membacanya beberapa bulan kemudian.. saya merasa baru mengerti, saya merasa baru tertarik. Buku ini buku yang tidak biasa saya baca. Cerita yang ditulis juga tidak umum. Namun, ini salah satu alasan saya membacanya sampai habis. Buku yang membuat seseorang terhibur dan menambah pengetahuannya sekaligus. Buku ini pun nyaman dan nikmat untuk dibaca.
14 reviews
October 16, 2015
Buku Diego Chiristian yang kedua yang pernah saya baca. Berharap lebih dari buku ini dari buku Percaya yang saya sukai. Karakter Mas Enzo kakaknya Adela yang hanya sedikit di tampilkan. Sosok Dirga juga kurang menggigit ceritanya. Kelebihannya aku suka ilmu dunia jurnalistik yang diceritakan dalam novel ini. Tapi cerita romansenya kurang cocok untuk dibuat Chrom. 3 bintang buat buku ini. Aku ingin baca karya Diego yang selanjutnya yang suka seperti novel Percaya.
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.