Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero

Rate this book
"Aku merasa menjalani hidup menggunakan topeng."

Entah sudah berapa kali ucapan seperti itu terlontar dari bibir pasien yang datang ke ruang konsultasi. Kemungkinan, kamu pun pernah mengucapkan hal seperti itu, bukan?

Beberapa orang akan mengatakan, "Kita harus tampil apa adanya, jangan menggunakan topeng!" Tapi, menit yang sama ketika topeng itu dilepas, dunia tidak siap melihat wajah asli kita. Akhirnya, kita menggunakan kembali topeng yang selama ini membuat kita diterima oleh masyarakat.

Buku ini membahas tentang bagaimana trauma dan pengalaman masa kecil menempa topeng yang kita gunakan hari ini.

Dari luar, kita adalah dewasa yang tampak tangguh. Tapi di dalam, sebenarnya kita hanyalah seorang anak ketakutan yang berlindung di balik topeng superhero.

268 pages, Paperback

Published May 6, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Andreas Kurniawan

6 books109 followers
A psychiatrist with a sense of humor

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
79 (79%)
4 stars
20 (20%)
3 stars
1 (1%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 33 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,459 followers
June 5, 2026
Buku ketiga dr. Andreas yang saya baca, dan tentu saja, saya sangat menikmatinya. Buku 'Cuci Piring' spesifik membahas duka, sementara buku 'Semangka', topiknya berkembang lebih banyak tentang menjalani hidup sebagai orang dewasa. Nah, buku 'Stroberi / Superhero' ini juga bahasannya cukup macam-macam, tapi payung besarnya adalah 'inner child' (dan, menurut saya, 'self-acceptance').

Saya pribadi termasuk orang yang tidak banyak mengasosiasikan masalah hidup saya dengan inner child, tapi di buku ini, cara dr. Andreas menuliskannya betul-betul mengalir. Kalau di buku 'Semangka' ada Lalin, di buku ini ada Stelora dan Viktor. Perlahan kita dibawa ke kehidupan Stelora dan Viktor dengan luka-luka masa kecilnya dan bagaimana itu mempengaruhi hidup mereka sebagai orang dewasa, juga orang tua.

Seru banget deh pokoknya. Hal yang saya suka adalah bagaimana buku ini bisa mempuk-puk secara realistis, bukan tipe yang membuat kita berlarut-larut menyalahkan masa kecil dan pola asuh orang tua kita di zaman dulu. Selain itu, ada banyak referensi buku untuk dibaca-baca, dan pastinya, jokes-jokes dr. Andreas yang dengan mudah bisa kita bayangkan beliau katakan secara live 😂👍🏼

Walau temanya berat tapi penyampaiannya segar dan mengalir banget. Recommended pokoknya! ✨️
Profile Image for Karisma Vinda.
11 reviews
June 26, 2026
Rating dariku terkait buku ini 4.5 dari 5 :)

Sebenernya agak bimbang mau ngasih 4 atau 4.5, karena aku tuh tipe orang yang beli buku self improvement hanya jika merasa relate sama judul atau reviewnya/butuh insight tentang suatu hal (Harusnya gaboleh gini yaaa huehue).

Jujur aku tertarik baca buku ini karena dari judulnya aku punya ekspetasi bahwa aku akan relate dengan permasalahan yang diangkat oleh buku ini, tapi ternyata 'jenis luka' yang ada di buku ini tuh (alhamdulillahnya) tidak relate di aku. Jadi pas baca agak kecewa karena sebenarnya aku berharap menemukan jawaban dari "luka" yang aku punya wkwkwk 🙏 Walaupun begitu, cukup banyak kata2 mutiara yang bisa aku catat dari buku ini sebagai pengingat 💌

Fyi, ini buku pertama dari Dr. Andreas yang aku baca, dan aku bisa bilang ini salah satu buku self improvement yang menyenangkan untuk dibaca karena bahasanya nggak kaku dan menurutku cukup lucu.
Profile Image for theresia cleopatra.
173 reviews3 followers
May 28, 2026
as always, suka banget dengan penulisan dr. Andreas 😭🫰🏼 bener-bener ngalir dan berasa kayak lagi denger cerita gitu, alias bahasanya ga kaku bagi ku. Terus yaa, ini tuh berasa kayak aku lagi konseling juga ❤️😇 bener-bener tiap baca tuh kayak “TRUE TRUEEE”, “Sepakattt 🤝🏼”, atau “omg, baru tahu tentang ini”.
pokoknya recommended buat kalian semua yang suka baca nonfiksi tapi pengen yang rasanya kayak lagi curhat. ya recommended buat semua orang lah.
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 15 books64 followers
June 30, 2026
"Sebenarnya, dalam keluarga disfungsional sekalipun tetap ditemukan apresiasi dan cinta, tapi harganya sangat mahal: harus menurut, berprestasi, atau jadi anak baik." Hal.19.

Setelah hadir dengan buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring (2023) dan Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya (2025) yang oleh dr.Andreas sendiri ia menyingkatnya dengan "Buku Cuci Piring" dan "Buku Semangka", di tahun ini dr.Andreas kembali lagi dengan buku terbarunya yang banyak menyoroti tentang hubungan orang tua dan anak.

Saya beruntung, Minggu 7 Juni lalu berkesempatan untuk berbincang -walau singkat ketika sesi meminta tanda tangan, di acara peluncuran "Buku Superhero" ini di Gramedia Burlian, Palembang. Bisa dibilang, pertemuan dengan dr.Andreas -yang buku pertamanya berhasil bikin saya nangis itu, datang di saat yang tepat. Pertemuan itu hadir di saat kondisi psikis saya pun sedang tidak baik-baik saja. Dan, ada banyak sekali insight yang saya dapatkan, dan dilengkapi lagi ketika saya berhasil menuntaskan "Buku Superhero" ini.

Sebagai mantan seorang people pleaser, saya agak tersentak juga ketika membaca salah satu bagian di buku ini.

""People pleaser bermula dari parent pleaser." Ada sosok orang tua yang memberikan tuntutan tanpa diimbangi apresiasi dan diskusi dua arah. Seorang anak harus menurut agar merasa pantasi dicintai. Seorang anak yang tumbuh dalam rumah seperti ini mau tidak mau harus memasang mode parent pleasing untuk bisa bertahan hidup." Hal.37.

Tanpa bermaksud "menyalahkan" orang tua, jujur saja, ya apa yang disampaikan oleh dr.Andreas ini ada benarnya. Mungkin ada bentuk didikan orang tua yang kurang tepat sehingga saya menjadi seorang yang people pleaser untuk waktu yang sangat lama. Hingga entah kapan, di satu hari saya memasang tulisan "ex-people pleaser" di akun media sosial saya dan sejak itu saya berusaha untuk lebih kejam menolak permintaan atau lebih selektif untuk menyenangkan orang lain.

Sebagaimana buku-buku sebelumnya, di "Buku Superhero" ini, pembaca akan diperkenalkan ke pasien dr.Andreas yang kali ini ada dua yakni Stelora dan Viktor yang sama-sama punya hubungan tak mulus dengan orang tua masing-masing mereka. Stelora seumur hidupnya berada di bawah controlling sang ibu, sementara Viktor harus mengubur mimpi-mimpinya karena sang ayah begitu keras memaksanya masuk ke dunia militer.

Tak hanya dari segi fisik, secara cara berkomunikasi Viktor ini sangat mengintimidasi. Dr.Andreas dalam tulisannya beberapa kali menunjukkan ketidaknyamanannya di balik "topeng" psikiaternya. Namun, ya, itu dia tugas seorang psikiater, untuk menggali kenapa pasiennya bisa berperangai seperti itu.

"Nama saya Viktor."

"Salam kenal, saya Andreas"

"Sudah tahu. Saya bisa lihat nama Anda di depan."

"Oh, ya, benar juga. Ada yang bisa saya bantu?"

"Ya ada, lah. Makanya saya ke sini."

"Baik.... Apakah boleh diceritakan apa yang membuat Viktor datang ke sini?"

"Ya boleh, lah. Kalau nggak boleh, ngapain saya ke sini?" Hal.55

Wah gak kebayang kalau saya yang berada di posisi dr.Andreas saya itu. Istilahnya ya jiper juga. Tapi, jam terbang nggak bisa bohong sih, ya. Walaupun pertemuan pertama itu jauh dari mulus, namun dengan ilmu yang dipelajari di kedokteran, akhirnya dr.Andreas menemukan cara-cara untuk menggali masalah yang ada di pasiennya ini.

Ini yang menjadi salah satu keunggulan dari (buku yang ditulis oleh) dr.Andreas. Kasus-kasus yang ia angkat terasa dekat. Kita tentu mengenal satu-dua teman atau kerabat yang punya perangai seperti Viktor, bukan? atau jangan-jangan diri kita sendiri yang seperti itu. Dan, jujur jika ketemu orang kayak itu, yang ada di pikiran saya, "seberat apa hidup yang sudah kamu jalani, mas/mbak"

"Satu-satunya cara memahami penderitaan adalah dengan masuk ke penderitaan tersebut. Itulah mengapa kita tidak mau mendengarkan motivator yang tidak pernah menjalani hidup susah atau anak seorang miliuner yang menjelaskan cara membangun bisnis dari nol." Hal.160.

Lalu, berlanjut ke pasien lainnya -Stelora tadi. Ada satu hal menarik yang dijelaskan oleh dr.Andreas ke Stelora dalam sesi pertemuan mereka. "Ketika sudah siap, maafkan orangtuamu karena tidak mampu mencintaimu dengan cara yang kamu butuhkan. Mereka memperlakukanmu berdasarkan cara yang mereka ketahui. Lalu, kalau sudah, maafkan dirimu sendiri kalau kamu pernah mencari cinta penggantinya di tempat yang salah dan dari orang yang salah."

"....Faktanya, beberapa orang memang sungguh-sungguh jahat, kan? Tugasmu mungkin bukan memaafkan mereka yang sudah kamu anggap sebagai monster itu. Tugasmu adalah untuk tidak menjadi monster yang sama." Hal.172.

Ah menarik, ada satu bab yang bikin aku terharu banget, yakni bab "Seorang Dokter yang Membohongi Pasiennya" di mana dr.Andreas untuk pertama kalinya (dan mungkin satu-satunya) harus berbohong ke pasiennya dikarenakan pasiennya ini.

"Sebagai dokter, aku sebisa mungkin berusaha jujur pada pasien dan keluarganya. Bukankah kepercayaan adalah dasar penting untuk suatu terapi? Tapi, aku pernah berbohong kepada pasienku, seorang pria berusia tiga puluhan tahun." Hal.181.

Saya gak akan ngebocorin kebohongan macam apa yang dilakukan oleh dr.Andreas, itu tugas kalian sebagai pembaca untuk mencari tahunya sendiri. Yang jelas, "Buku Superhero" ini bagus banget. Bahkan, saya merasa buku ini jauh lebih bagus (atau lebih tepat dan dibutuhkan oleh saya) dibandingkan "Buku Semangka".

Semoga makin banyak psikiater atau psikolog yang menulis buku seapik ini. Bagus banget!

Skor 9/10
Profile Image for Ms.TDA.
295 reviews8 followers
July 1, 2026
🎡Pada akhirnya, hidup adalah tentang bagaimana kita memilih utk menghabiskan waktu di taman hiburan tak terbata sini. Kita tidak pernah meminta utk di lahirkan, tetapi kita memiliki kekuatan utk menciptakan makna dan keberuntungan dalam hidup kita sendiri. Kadang terasa membingungkan ketika kita berjalan tanpa peta dan tutorial, tapi bukankah menemukan hal baru juga tak kalah menariknya? 🗺️

Ngomong tentang “rumah”, secara psikologis, manusia selalu butuh utk berinteraksi dg apa pun. Yg membuat rumah menjadi suatu tempat yang nyaman bukanlah gedungnya yg besar, tapi interaksi di dalamnya. Dok..😶‍🌫️🏡

🚏Interaksi yg paling tulus justru ditemukan bukan dengan orang yang memberikan uang, melainkan orang yang memberikan ruang berkembang. Kita punya tugas mengembangkan diri. Bukan salahmu bila kamu tumbuh besar dalam lingkungan yg tdk memenuhi kebutuhan itu. Tanggung jawabmu adalah memenuhi utk dirimu sendiri. 👤

🏚️Tubuh itu seperti rumah, semakin luas rumah dan semakin banyak ruangannya, maka butuh perencanaan lebih baik lagi. Dan semakin banyak kisah yg dijalani, maka ruangan dalam jiwa kita pun semakin luas (bahkan makin berantakan). Maka, merapikan dirimu adalah prioritas, bukan pilihan kalau sempat. 🏡

👧🏻Buku ini aku mencangkup nya sbg buku parenting yg memeluk diri inner child kita. Disebutkan juga menurut Eric Berne, ada 2 jenis parent ego state yg berbeda: critical parent dan nurturing parent. Kita bisa menjadi salah satu dari keduanya, tergantung seperti apa sosok orangtua/dewasa yg dikenal dan bagaimana kita menjalani hidup selama ini. Dan sisi kanak2 dalam diri kita tidak jahat dan tidak perlu disingkirkan, karena anak kecil dalam diri kita terus bergerak dan butuh sesuatu. 👩🏻

Tugas kita sbg pemilik tubuh adalah memenuhi kebutuhan itu dan terus berlatih dg bijaksana. Pulih terjadi bukan ketika kita menghilangkan bagian yg terluka itu, melainkan menerima luka tsb sbg bagian dari hidup kita. ❤️‍🩹🥹
Profile Image for Soraya Nur Aina.
176 reviews1 follower
June 28, 2026
Buku ketiga dr. Andreas yang aku baca dan ini subyektif, tapi ngena di buku ini daripada buku kedua. Mungkin karena sebagian relate. Baca buku ini saat kondisi anxiety lagi naik-naiknya dan terasa dipeluk langsung dengan sesama tokoh di buku ini, Stelora :). Trenyuh saat baca kisah Bapak B yang menderita Luka Bakar.

Stelora dan kecemasannya yang mengawali kalimat "kalau aku begini, dokter marah nggak?". Dari buku ini aku belajar bahwa cara terbaik mengatasinya ya exposure therapy atau hadapi langsung kecemasan itu. Ini berhubungan juga dengan konsep reality check yang berkaitan dengan kecemasan "benarkah itu akan terjadi?" atau konsep bandingkan kecemasanmu dengan kenyataan saat ini. Sejalan juga dengan konsep predicton - correction = otak manusia selalu membuat prediksi yang belum tentu benar dan seringkali tanpa sadar kita berusaha membuktikan prediksi itu. Konsep ini membuktikan bahwa pikiran kita bisa salah.

Seperti biasa, aku belajar banyak sekali dari buku-buku tulisan beliau seperti apa itu Efek Proust dan konsep inner parent plus reparenting. Belajar juga kalau otak memang harus diberi stimulus terus, makanya hukuman terberat seorang narapidana adalah penahanan sendiri (solitary confinement).

Ubahlah pandanganmu tentang pola pengasuhan orang tua bukan "mereka melakukan yang terbaik" tapi "mereka melakukan yang terbaik, yang mereka bisa, saat itu"
Profile Image for Mithaza Monica.
133 reviews9 followers
May 25, 2026
Review lengkap nanti akan aku tulis di blog. Walau entahlah aku udah lama banget nggak nulis review buku non-fiksi. Kayak bingung mau nulis darimana. Ditambah isi buku ini tuh kek ‘daging’ bangeet haha.

Meski ini buku ketiga dr. Andreas yang terbit, ini kali pertama aku membaca buku beliau. Dan… aku SUKAA! Dua buku beliau sebelumnya, buku Cuci Piring dan Buah Semangka tiba-tiba auto masuk wishlist 😆 terima kasih buat yang meratjuni aku untuk ikutan PO buku ini kemarin 😌

Intinya sih buku ini membahas tentang manusia (diri kita) pasti memakai topeng dalam menjalani kehidupan sehari2. Dan ternyata… perjalanan hidup kita dari kecil hingga dewasa inilah yang membentuk berbagai macam topeng kita.

Aku suka gaya menulis dr. Andreas yang luwes. Sehingga buku non-fiksi ini bisa dinikmati dengan nyaman (padahal aku jarang baca non-fiksi 🥲). Perpaduan antara scene dialog dgn pasien tuh smooth banget, eh tiba-tiba udah baca narasi penjelasan yang panjang.

Penjelasan narasinya pun enak diikuti karena aku kayak diajak ngobrol gitu. Engga berasa baca non-fiksi dan buku ini teman perjalananku tiap ga dapat tempat duduk di KRL wkwk. Daripada gabut mending baca buku 🤓

Sangking sukanya aku dengan buku ini, rasanya pengeeen bangeet bisa mengingat tiap detail isi buku ini agar bisa aku praktekkan/coba dalam kehidupan nyata 🥲
Profile Image for Dintamay.
29 reviews
May 29, 2026
Sebagai manusia yang digolongkan menjadi kelompok usia dewasa, sering sekali kita harus memerankan beberapa peran sekaligus. Peran sebagai anak, sebagai rekan kerja, sebagai ibu, sebagai kakak dan berbagai peran yang harus kita jalankan. Pertanyaan yang sering muncul adalah "apakah kita berani menujukkan diri kita yang sesungguhnya?". Ternyata Carl Jung telah membahasnya melalui konsep persona dan shadow. Bisa dikatakan buku ini adalah terapi lembut untuk memahami persona kita sebagai orang dewasa dan kita diajak untuk menelaah kembali apa saja yang telah kita lalui. Kita diajak pelan-pelan untuk belajar membuat batasan, memaafkan petani strawberry (yang akan kalian ketahui siapa itu petani strawberry setelah membaca buku ini), mengendurkan keterikatan dengan sesuatu, merapikan ruangan untuk mengurangi beban. Pada akhirnya buku ini adalah buku self help yang benar benar membantu pembacanya jika disimak baik-baik dan dijalankan semua tips-tips dan anjurannya.
69 reviews
June 26, 2026
Lewat buku ini, dr. Andreas ingin menjelaskan bahwa memakai topeng bukanlah sebuah kesalahan, apalagi dosa. Bahkan, memakai topeng adalah salah satu cara kita bertahan hidup. Namun, kita harus menyadari topeng yang kita pakai, dan menggunakannya dengan tepat, sesuai pada tempatnya. Ada beberapa kisah pasien dr. Andreas (tentu identitasnya disamarkan) yang dibahas dalam buku ini dalam bentuk narasi cerita yang ringan dan tidak membosankan. Dari beberapa cerita itu, kita dapat memahami bahwa orang-orang ini (dan bahkan kita juga) punya masalah masa lalu yang membuatnya berperilaku dan bersikap seperti saat ini. Di bagian akhir, dr. Andreas juga mengingatkan bahwa selain inner child, kita juga punya inner parent yang bertindak layaknya orang tua yang bijaksana saat kita menghadapi hal-hal berat dalam hidup. Inner parent inilah yang tanpa sadar telah membuat kita semua menjadi seorang superhero.
Profile Image for Karina Mariz.
4 reviews
May 23, 2026
Beli 3 buku dr. Andreas di saat yang bersamaan, di saat aku benar-benar merasa perlu untuk memperbaiki luka batin yang membentuk karakter dan sifatku sekarang. This is his 3-rd book, yet I chose to read this first.

I found this book helpful, banyak banget parts yang aku tandain. Cocok buat yang mau break generational trauma atau simply trauma masa kecilnya aja. Kamu akan menemukan bahasan seperti tentang child vs parent ego state, juga perbedaan antara tidak tahu, tidak mau, dan tidak mampu, yang menurutku sangat berguna untuk menganalisis kejadian-kejadian di masa lalu yang masih terasa menyakitkan, lalu perlahan membantu proses memahami dan memaafkan. Terakhir, bahasan mengenai parts. Ah, kalau penasaran coba baca saja bukunya. ;)
Profile Image for Erica.
9 reviews
June 9, 2026
first time sampe PO buku!!! I'll be waiting for dr. andreas 4th book and will do the same thing again.

I reflected a lot while I was reading this book-- which made me grateful to have my parents.

the writing flows like water, just as you'd expect if you've read his other books. I guess some people are blessed with such excellent storytelling skills hahaha-- but ofc comes with dedication.

i guess the one star missing because I lost it a bit on the part where he wrote the step by step. The explanation is a bit dragging for things so simple.

do i recommend? ofc i do. I hope we can all find our own way to heal 💛

Profile Image for Penti R.
14 reviews
May 7, 2026
Buku pertama dari dr. Andreas Kurniawan yang aku beli dan baca. Setelah membaca buku ini, jadi kepengin buat baca buku lainnya.
Bagus, tentang kita yang sering memakai topeng ketika ke luar rumah atau bertemu orang lain.
Ada saatnya kita melepas topeng itu ketika kita sedang sendirian atau berada dengan orang yang kita rasa aman untuk melepasnya.
Pembahasannya lebih banyak tentang menerima luka dan bagaimana cara kita memaafkan orang-orang yang memberikan luka itu ketika kita kecil, dan trauma itu perlu di sembuhkan agar tidak diwariskan.
Profile Image for Hanifah Rahmania.
84 reviews2 followers
May 20, 2026
Buku pertama dr. Andreas yang kubaca padahal ini seri ketiga. Buku non-fiksi yang bahasanya mengalir, jadi seperti membaca buku fiksi dengan bonus ilmu jiwa.

Setelah membaca buku ini, saya jadi semakin tahu tentang apa itu persona, shadow, boundaries, ego state, mindfullness, dan banyak lagii.

Mixed feelings saat membaca buku ini; tertawa saat bertemu jokes millenial, menangis saat sesi percakapan dr. Andreas dengan pasien-pasiennya, tersenyum dengan kalimat-kalimat harapan.
Buku yang ringan untuk topik yang berat.
Profile Image for dennisaden28.
43 reviews
June 7, 2026
Ketiga bukunya membahas ttg kehidupan yg sdg aku jalani, apalagi yg terbaru ini. Sangat rekate dgn kehidupan sehari-hari, di kantor dan bersosialisasi. Terlalu banyak topeng di lemari sehingga aku jd bingung, sbnrnya topeng yg mana yg bisa membuatku nyaman dalam menjalani peran dalam kehidupan.

Selain topeng, di sini jg membahas inner child. Jujur, saya sdg mengalami tahap ini. Masih ke trigger dgn sikap orgtua dalam mendidik sedari dulu. Walau sudah dewasa, tetap, kita adalah anak di mata mereka.
Profile Image for hawin.
7 reviews
May 17, 2026
selalu suka baca bukunya @dr.ndreamon , memperbincangkan trauma dengan cara yang menyenangkan. luka seringkali tabu untuk dibahas, karena sosial menuntut manusia untuk harus terlihat kuat. buku ini adalah perjalanan bagaimana trauma bukan untuk dimusuhi, tetapi dengan hadir dan menerima luka tersebut adalah bagian dari hidup. sebagai pembaca seperti ditampar berulang kali karena apa yang ditulis dr. andreas adalah kenyataan yang tak sedikit pernah dialami dalam keseharian. buku yang menarik!
Profile Image for literaturees.
22 reviews4 followers
July 10, 2026
some wounds don’t ask to be seen—they simply learn to hide.

buku ini terasa seperti pelukan yang pelan, mengajak kita memahami mengapa seseorang memilih memakai “topeng”, gimana luka yang tak selesai dapat membentuk cara kita bertahan, dan mengapa menerima diri sendiri sering kali menjadi proses yang paling panjang. tidak ditulis dengan bahasa psikologi yang berat, tetapi cukup hangat untuk membuatmu berhenti sejenak dan mendengarkan dirimu sendiri 🤍
Profile Image for Dwi Ayu Hidayati Ab.
7 reviews
May 16, 2026
These three books made me reflect on mental awareness. We mask, hide, talk, and sometimes need to be alone. Whatever the reason, hiding behind a mask obscures our true colors. But the truth is that I'm currently projecting and facing the goal of improving myself, becoming more productive, and not procrastinating on everything I've accomplished.
1 review1 follower
May 18, 2026
Buku ketiga dari dr Andreas yang saya baca. Suka dengan bagaimana dr Andreas menjelaskan tentang sebuah topik, karena dr Andreas memberi analogi yang sederhana dan mudah dimengerti. Cerita tentang Victor dan Stelora juga menurut saya relevan dengan kondisi saat ini.
Terima kasih dr Andreas telah menulis buku yang bagus. Sehat selalu dokter
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Riska ◡̈.
36 reviews1 follower
June 10, 2026
baca buku ini tuh vibes nya kayak lagi konsul ke psikiater hehe (thanks ya dok). jujur aku lebih relate dengan buku topeng ini daripada buku cuci piring dan buku semangka. hm mungkin karena buku topeng ini bahas tentang inner child yaa. si kecil yang nyangkut di tubuh orang dewasa ini emang butuh perhatian.

recommended for healing your inner child ❤️‍🩹
5 reviews
June 27, 2026
Kalimat favoritku

"Anak kecil dalam dirimu terus bergerak dan butuh sesuatu. Tugasmu sebagai pemilik tubuh adalah memenuhi kebutuhan itu dengan bijaksana. Pulih terjadi bukan ketika kita menghilangkan bagian yang terluka itu, melainkan menerima luka tersebut sebagai bagian dari hidup kita"

Baca buku ini berasa dipeluk🥹🤍
Profile Image for Daniel Kurniawan.
12 reviews
July 3, 2026
Buku lain yang bagus dari dr. Andreas. Kali ini, menurut saya, tentang identitas dan penerimaan diri. Penjelasan medis/psikologis dirajut dengan reflektif-berbumbu-naratif. Jelas. Bahasa mudah dipahami, mudah diikuti. Bonusnya: ada cliffhanger di hampir tiap akhir bab, yang selalu bikin penasaran/nagih untuk lanjutin sampai kelar. Bonus lain: topeng superhero buat menyamarkan identitas pembaca. 😎
Profile Image for Dean Adrian  Baihaqi .
2 reviews
May 26, 2026
Buku ini bukan hanya membahas bagaimana kita menerima masa lalu sebagai bagian dari hidup kita, buku ini juga membahas bagaimana kita bisa berinteraksi dengan inner child yang kita miliki dan melatih inner parent untuk menjadi orang tua
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for smokylime.
12 reviews
June 24, 2026
i give this book 5/5 krn personally ini sgt relate and make me cry a couple times pas baca. dari ketiga bukunya fav gua yg ini krn RELATE ABIS. kebetulan gue jg lg terapi (well i haven’t talk about my past) tp pastinya most of my problems i face today are the result of what happened in the past. at the end, semoga kita semua bisa berdamai dgn masa lalu kita masing2.. 🥹🫶🏻
Profile Image for Knox Fraud.
19 reviews
June 25, 2026
Ini buku bagus banget, suer. Gua sarankan anak-anak gen Z mending coba baca buku ini dah. Lumayan banyak hal yang related sama kondisi yang barangkali sudah/sedang dialami banyak orang. Cukup memotivasi. Walau ada beberapa part yang gak masuk di gua alias gua gak setuju, hm.
Profile Image for talsss.
3 reviews
May 11, 2026
terima kasih udah bikin buku sebagus ini dokter, i cried a whole river while reading this 🥲❤️
230 reviews28 followers
May 18, 2026
4.5 stars!
Simple dan mudah dicerna ✨
Rasanya seperti datang ke sesi dengan psikiater, pulang-pulang aku jadi memahami diriku lebih baik lagi
Profile Image for Dhils.
6 reviews1 follower
June 3, 2026
Baguuuussss bangettt, tentang innerchild dan luka batin inner child, dikasih tau juga cara berdamai dan pulihnya, sangat relate
Profile Image for wulanss28.
36 reviews1 follower
June 14, 2026
Ini buku self-help pertama yang kubaca, dan buku ini sangaaaaat nyaman dibaca. Banyak noted yang sayang bermanfaat untuk dipraktikkan.
Displaying 1 - 30 of 33 reviews