Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kismet

Rate this book
kismet//takdir//destiny. Kata yang melibatkan semacam rahasia kosmik, yang memberi letupan kejutan di sana-sini dalam hidup seseorang, menggiringnya ke tempat ia seharusnya berada.

Konsep itu menggelikan bagi Alisya.

Tetapi ketika di tengah hiruk pikuk New York City ia bertemu dengan Cia, perempuan yang seketika menjadi sahabatnya, Alisya bertanya apakah takdir sedang bekerja? Lalu muncul Raka, satu-satunya cowok yang bisa membuat Alisya jatuh cinta. Lelaki yang, lagi-lagi, dibawa takdir masuk ke hidupnya. Sayangnya, takdir yang satu ini berpotensi menghancurkan persahabatannya dengan Cia. Jadi, mana yang harus ia pilih?

Orang bilang persahabatan itu kekal, untuk seumur hidup. Namun, bukankah cinta sejati juga demikian?

296 pages, Paperback

First published March 23, 2015

8 people are currently reading
71 people want to read

About the author

Nina Addison

10 books41 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (12%)
4 stars
75 (46%)
3 stars
53 (32%)
2 stars
12 (7%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 79 reviews
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
September 18, 2015
Plotnya seru. Bikin gue jadi inget sama cerita saudara gue. Jadi ceritanya, dulu saudara gue dan nyokapnya suka makan bakso di sebelah rumah besar bergaya Jawa di deket Pasar Rumput. Trus tante gue penasaran sama isi rumah itu dan mikir, "kapan ya bisa masuk ke rumah itu?" Belasan tahun kemudian, saudara gue pacaran sama cowok yang ternyata pemilik rumah itu. Akhirnya sepupu gue merit sama itu cowok, dan tante gue bisa keluar masuk itu rumah, bahkan nginep. Hahaha.. Nikahnya bukan karena rumahnya yaaa.

Maksudnya gue cerita, kejadian kayak gitu ADA in real life. Kismet is real. Jadi, kalo kamu ngerasa terlalu banyak kebetulan di cerita ini dan terasa nggak mungkin di kenyataan, yaa kamu belum ngerasain aja. hehe.

Aaanywaaay... gue suka ceritanya. Seperti tadi gue bilang, plot ceritanya seru. Gaya bercerita penulisnya juga enak banget diikuti. Tapi yaa cover-nya sih kurang "menjual" menurut gue.
Profile Image for Reina Tan.
290 reviews143 followers
June 14, 2018
⚠ subjective opinion || Indonesia || panjang banget jadi bacanya pelan-pelan ya😂
° ° °
Setelah 3 tahun menginginkan buku ini, akhirnya aku sudah membacanya! Such a good thing. I'm quite satisfied with this book. Semacam penantian lama yang tidak begitu sia-sia.

#eakeak

Oke. Mari kita mulai me-review.

Kismet/destiny/takdir. Aku pun baru tau kalau arti Kismet adalah demikian. Aku kira semacam kependekan dari 'Kissing Meet'—yah, dua kata itu memang tercantum di buku juga sih 😂. Ternyata, mempunyai arti yang cukup dalam. Apalagi terhadap tokoh-tokoh di buku ini. 🙈

Buku ini dibagi 3 bagian dengan alur maju-mundur, kemudian pada bagian terakhir menggunakan alur masa kini. Pembagian bagian-bagian ini cukup membantu supaya pembaca tidak pusing dengan alur yang mendadak berubah fase waktunya.

Bahasa yang digunakan buku ini ringan—justru, sangat ringan. Terkadang, ada banyak kata 'slang' yang berkeliaran hingga membuatku sesekali tertawa 😂😂

Tokoh-tokohnya kadang likeable, kadang killable 😂 Suka kesal sama tokoh yang labil luar biasa padahal umur bukanlah ABG lagi. Tapi, kadang ada yang make sense sih kenapa dia labil begitu 😂😂

Tokoh utama dari novel ini ada tiga. Alisya, Cia, dan... Raka. Untuk tokoh ceweknya, aku kayak love and hate gitu. Kadang suka, kadang gondok. Untuk tokoh cowoknya... kayaknya sama sih 😂

Cuma kadang tingkah laku Raka tuh suka bisa kesengsem gitu. Yah, meskipun suka terlalu overlap dan berani gitu.

Ohiya, ini novel tergolong cukup dewasa. Bukan dewasa yang isinya banyak 'huwah huwah' macam Sylvia Day atau E. L. James juga sih.

Bahkan, enggak ada 'huwah huwah' sama sekali. Cuma rada menjurus, tapi enggak dibahas. Paham enggak? 😂😂

Menurutku, kenapa novel ini dilabeli dewasa karena banyak kata-kata kasar. Meskipun disensor satu huruf aja, yah... pasti banyak tau itu kata kasar yang sangat kasar(?)

Kalau enggak terbiasa banyak cursing, mungkin kalian bakal enggak nyaman. Tapi karena aku sering cursing(?), biasa aja sih 😂

Aku mungkin bisa saja kasih bintang lebih daripada ini jika....

Suasana New York-nya lebih dibangun lagi. Sebenarnya sudah lumayan terbayang, hanya saja kurang 'ugh' gitu. Yang disebutkan pun daerah metropolis yang sebagian besar orang tahu kayak apa kondisinya. Aku justru berharap penggambaran New York selain daerah metropolis dan mainstream itu.

Kedua, chemistry. Chemistry-nya enggak jelek, tapi juga enggak 'wah' gitu.

Duh, aku bingung menjelaskannya 😂😂

Maksudnya, chemistry antara Raka sama Alisya lebih condong ke instalove. Ya, enggak langsung 'plek' pas baru ketemu sih. Cuma udah kentara gitu kalau chemistry mereka rada instant.

Alasan kenapa Raka mendekati Alisya juga sebenarnya rada make sense, tapi juga enggak(?)

Sumpah ya, si Reina labil banget.

Yah.... Selama baca buku ini, aku suka 'bener juga' dan kadang 'lah? kok gak jelas' 😂😂

But, overall aku suka kok. Hal-hal yang kurang aku sukai di atas... it's not a big deal.

Bacaan ini sungguh ringan—hanya terdiri 296 halaman—dan manis. Enggak manis dari awal sampai akhir juga sih. Ada pahit dan 'shattered moment' khas-khas romansa Metropop 🙈

I recommended it! Kalau butuh bacaan ringan dan manis, mungkin novel ini bisa menjadi pilihan untukmu....

Jika berminat(?)

😂😂😂

Karena ini terbitan Gramedia, kemungkinan besar ada GD. Jadi kalau minat, bisa langsung caw ke GD!

HEHE
Profile Image for Nina Ardianti.
Author 10 books400 followers
March 30, 2015
Kalau saja Nina Addison mau menambahkan lebih banyak deskripsi tentang tempat, perasaan, karakter tokoh-tokoh... saya yakin bukunya akan jauh lebih menarik. Saya suka ceritanya--walaupun sebenarnya klise: cinta segitiga, tapi kisah menuju cinta segitiga itu berliku dan enak untuk dinikmati. Tapi ya, karena kurang deskripsi, yang saya baca hanyalah pindah setting begitu cepat, isinya hanyalah percakapan terus menerus--yang membuat saya agak skimming pada sepertiga bagian akhir.

Saya sangat menikmati 2/3 di awal terutama cerita tentang 'Gajah' dan kejadian-kejadian serendipity setelahnya. Aduh, sayaaaang banget pace-nya nggak dibuat lebih lambat sedikit biar kita bisa menikmati New York dan kota-kota lainnya. Selain itu, 4/5 buku menggunakan POV Alisya, tapi kenapa tiba-tiba ada POV Raka dan Ethan coba? Ya mungkin memang agak sulit untuk menggambarkan keadaan saat itu, jadi langsung ambil jalan pintas, ganti POV. Tapi seharusnya workable lah, dan nggak perlu ganti POV. Apalagi hanya untuk adegan itu. Satu lagi, saya kurang suka cover-nya. Kurang metropop aja gitu rasanya.

Overall, saya lebih menyukai ini dibanding Morning Brew dan saya menyukai percakapan-percakapan semua tokoh dan kalau ada buku Nina Addison yang terbit, pasti saya akan beli :))




Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
March 27, 2015
Feels amazing to be back reading plain ole romance story & a great one too. Gosh, why did I ever doubt this writer's ability to write a story? Silly me! Was a bit put off by the hint of love triangle. I don't usually have any objections toward love triangle, unless it is between friends & has a potential of ruining the strong bond of a friendship. Thanks to my friend who was so excited to read this book & spread the excitement to me. I'm not gonna talk abt the story, my friend, Kak Kiky has written abt it pretty well in her review here.

I love this story right from the start which begins with a punch (pun intended). I love watching how the relationship between Cia & Ali grew, how they gained each other's trust, reminds me of my best friends who are scattered all around the globe. They say opposites attract, that's probably true for them, cause Cia seems to be the impulsive & outgoing one while Ali is more the introvert & perfectionist one. Their kind of friendship makes me feel envious cause when hit by a huge storm, it held its ground & they came out even stronger. Ali is the kind of girl I admire. She had a dream & she worked hard to make it come true. She was such a successful & independent businesswoman. The love shared by Ali & Raka is pure & soul-deep it leaves me thinking that fate will always bring us & our soulmate together. And this quote is totally relevant Life may bring wrong turns, but destiny will take you there . I love how this story ends too, even though it would really be wonderful to catch a glimpse of their married life complete with their little ones.

One of my fave quotes :
"We took a chance, dear. Isn't that what life is all about? Atau kamu lebih memilih wondering about the 'what if' seumur hidupmu?"

Gw juga suka cara menulisnya yg ngalir & ga ngebosenin. Ga terlalu byk detail & yg plg penting ga sok inggris walopun byk kalimat inggrisnya. Inggrisnya ga kaku & definitely not a direct translation from Bahasa, walopun ada 1-2kalimat yg rada aneh sih, but I get what you mean. Typo juga kyknya minim bgt & seinget gw cm ada satu. Hehe too engrossed in the story to care.

I have to say that my decision to start reading this book so late at night did not disappoint me. Cause this book is sho freaking awesome. I think I've found another one of my fave Metropop authors (oh why don't you write more books) *off to swoon*

Ps: rada susah juga bayangin muka Raka & Ali yg kebule2an & agak aneh sih dgr mrk bykan ngmg Indo
P.p.s: Mba Nina bole dong kasi foto inspirasi Raka & Ali
Profile Image for Nina Addison.
Author 10 books41 followers
May 20, 2019
It was quite a jorney for me on this one.
They say the second book always the hardest coz you've set your bar with your first and you've got a lot to prove (like you are so much more than one-hit wonder, for example). So i was under pressure. Mostly dari diri sendiri sih memang.

Kalau Morning Brew berawal dari ingin menggambarkan proses healing,
this one started with: ingin ngasih konflik yang saling menarik satu sama lain. Karena dalam hidup, konflik nggak selalu hitam dan putih, bukan? Bahkan kebanyakan abu-abu, selalu ada bagian dari 'benar' di setiap pihak. And whats more intriguing than konflik antara teman? Coz that happens a lot too, right? Cemplungkan satu cowok dan kisah cinta di antara mereka, and you got yourself a story.


Anyway,
Menulis naskahnya penuh dengan 'iklan'.
Di antaranya: pindah negara, ngurus visa hingga harus nyemplung di ibukota kampung halaman lebih dari setengah tahun, lalu mencetak addison kecil yang kedua setelahnya.

Did i have fun writing it?
Absolutely! (lepas dari kick start yang somehow seret ya. hihihi)
I get to play with POV (for some this may not be seen as a great move, but i fully stand behind my choice) and some other things seperti nyemplungin foto dan gambar (yang maaf, seadanya ^^) sebagai bagian dari cerita. At least sekarang saya bisa coret ini dari bucket list. :p


Tentu salah satu bagian yang tersulit dari melepas karya ke luar sana adalah menerima feedbacknya. (Bayangkan anak yang lama kamu kandung, kamu besarkan, kamu lepas ke sekolah dengan doa, tiba-tiba pulang dengan pala benjol-benjol. Sediiih rasanya kan?)

Kismet nggak sempurna karena penulisnya jauuuuh dari sempurna.
Masih ada galaksi di luar sana yang belum tersentuh dan harus saya pelajari.
Jadi mohon bantuannya GR users,
semua feedback--good or bad berarti sangat.
Karena buat saya sebuah buku benar-benar sudah mati kalau nggak kedengeran bunyinya sama sekali.
So good reviews, keep 'em coming guys. :D
Not so good reviews, weeell they are reviews as well, so lets hear 'em! (hopefully i will make it a lot better in the next book)

*inhale exhale*
okey. im ready.

xoxo

twitter @ninaddison
fb: ninaddison morningbrew
Profile Image for Emilya Kusnaidi.
Author 3 books40 followers
December 29, 2015
Saya suka dengan latar belakang NYC yang dipakai oleh Nina Addison. Suka juga dengan karakteristik tokohnya yang memang cocok dengan sifat penduduk NYC . Tokoh-tokohnya believable meskipun konfliknya sendiri klasik.

Untuk judulnya super-catchy, dan cocok dengan ceritanya yang dipenuhi dengan kebetulan-kebetulan masif :)
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 6, 2015
"Lo pikir di dunia ini yang namanya cinta sejati tuh kayak apa? Yang penghuninya nggak pernah berantem? Yang mulus dan lancar macam 'a walk in the park'? salah, Al! Cinta sejati itu penuh bompel-bompel, growakan, tambal sana-sini, retak sana-sini. But guess what? Ketika dia masih bernyawa, dia akan tambah kuat selepas tiap cobaan yang datang."

Ini bukan pertama kalinya aku membaca novel Kak Nina, setelah sebelumnya jatuh cinta dengan tulisan Kak Nina di novel debutnya "Morning Brew" dan juga cerpennya di Autumn Once More "Perkara Bulu Mata", kehadiran Kismet ini menjadi novel yang benar-benar kutunggu saat terbitnya.

Berawal dari covernya yang hijau pupus, juga sinopsis, pikiranku pun mulai melanglang jauh ke dunia khayalku merangkai kisah yang akan dibawakan. Dan ternyata memang seperti dugaanku, ini tentang "CINTA SEGITIGA".

Tetapi, tunggu dulu, walau tema yang diangkat begitu "mainstream", aku berani menjamin kamu sama sekali tidak akan bosan membacanya. Kak Nina mampu membuatku betah membaca kisah Alisya ini dan tahu-tahu aku sudah sampai dihalaman akhir.

Dengan menggunakan sudut pandang Alisya, kita diajak berkenalan dan menemani perjalanan hidup Alisya menjemput "takdir"nya. Takdir yang membuatnya bertemu dengan Cia, seseorang yang nantinya akan menjadi sahabat terbaiknya sekaligus yang membuatnya "hampir" kehilangan pria yang dicintainya.

Mengambil setting New York, berawal dari sebuah tonjokan kisah ini bermula. Alisya, gadis keturunan Indonesia-Amerika yang sedang diganggu oleh orang asing malah bertemu dengan Cia. Dan mereka pun akhirnya berkenalan dan malah Cia pada akhirnya menawarkan untuk berbagi kamar di apartemennya. Awalnya Alisya masih ragu, apalagi Cia masih orang asing baginya, tetapi kebutuhan akan tempat tinggal membuat Alisya pun mengiyakan untuk menjadi "roommate" Cia.

Alisya dan Cia ternyata sama-sama masih keturunan Indonesia, yang menjadikan mereka perlahan-lahan menjadi sahabat. Perkenalan mereka itu bagi Cia adalah sebuah "kismet"/takdir. Apalagi setelah hubungan mereka mulai semakin dekat, mereka menyadari bahwa hari ulang tahun mereka saling berdekatan, yang membuat mereka sepakat untuk membuat ritual "membuat suatu kebaikan".

Ritual inilah yang membawa Alisya bertemu dengan sosok yang dia sebut "Mr. Gajah". Pria yang awalnya ingin ditolongnya, yang malah akhirnya mereka pun menjadi dekat. Sampai kemudian muncul ide Mr. Gajah untuk menjodohkan Alisya dengan adiknya. Sayangnya kencan buta yang diatur oleh Mr. Gajah tidak pernah terjadi, di hari yang seharusnya menjadi hari pertemuan pertama Alisya dan adik Mr. Gajah tidak pernah terjadi, Mr. Gajah seakan menghilang tak tahu rimbanya.

Alisya pun mulai merindukan sosok Mr. Gajah yang entah kenapa begitu rapat menyembunyikan identitas aslinya. Alisya tak pernah benar-benar tahu dan bagaimana mencari Mr. Gajah. Hingga waktu pun berlalu. Persahabatan Alisya pun menjadi semakin erat saja, mereka layaknya dua bersaudara. Tetapi takdir lagi dan lagi menguji mereka.

Cia, sahabatnya harus menelan kenyataan pahit hamil diluar nikah. Cia pun memutuskan untuk tetap mempertahankan bayinya, walau sebelumnya sempat berpikir untuk aborsi. Akhirnya Cia pun memutuskan untuk pulang ke Indonesia, pulang ke keluarganya. Namun, persahabatan Alisya dan Cia tetap terjalin walau jarak memisahkan mereka.

Hingga 5 tahun kemudian, Alisya kembali ke Indonesia untuk menghadiri ulangtahun Hope, putri Cia. Disanalah Alisya bertemu dengan Raka, pria yang sejak pertama membuatnya jatuh cinta, perasaan yang tak pernah sebelumnya dirasakan oleh Alisya kepada pria-pria yang dekat dengannya. Alisya seakan dejavu dengan sosok Raka, yang mengingatkan dirinya akan sosok yang begitu familiar dalam hidupnya, sayangnya Alisya tidak ingat pernah bertemu sebelumnya.

Namun, semua tinggallah cerita Alisya harus memendam perasaannya kepada Raka karena Cia ternyata punya perasaan yang sama terhadap Raka. Sayangnya Raka malah lebih tertarik kepada Alisya. Bagi Raka, Cia hanyalah seorang teman. Hal ini menempatkan Alisya dalam situasi yang begitu pelik antara memilih persahabatannya atau cinta sejatinya?

Ah, membaca novel ini hanya cukup beberapa jam saja. Ide cerita dieksekusi dengan baik oleh Kak Nina. Kebetulan-kebetulan yang hadir pun membuat jalinan cerita ini menarik. Kita akan diajak untuk menemani kisah Alisya dari awal persahabatannya dengan Cia hingga pertemuannya dengan Raka, pria yang juga dicintai oleh Cia.

Dengan menggunakan sudut pandang Alisya dan juga beberapa dari sudut pandang Ethan, adik Alisya dan juga Raka, aku bisa menyelami pikiran dan perasaan Alisya mengenai situasi yang dia alami. Semua terasa mengalir lancar.

Tokoh-tokoh yang hadir pun membuat chemistry dari cerita ini begitu erat. Semua punya porsinya masing-masing. Dan aku begitu kepincut dengan sosok Ethan, adik Alisya yang seorang chef.

Hingga aku menutup halaman akhir, aku begitu puas membaca kisah ini. Novel ini manis dan indah. Rasanya sudah lama sekali aku tidak membaca novel yang begitu ingin kuselesaikan secepatnya saking menikmati ceritanya.

Dan seperti pembaca-pembaca Kismet lainnya, aku sangat berharap Kak Nina akan membuat cerita tersendiri dengan Ethan sebagai tokoh utamanya.

"Life may bring you wrong turns, but destiny will take you there."

4 bintang kusematkan untuk novel yang indah ini...
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
October 8, 2015
Kira2 bakal ada sekuelnya yg tokohnya si Ethan nggak ya?

-------------------------------------------------------------------

Kismet [n.] : destiny, fate

kismet//takdir//destiny. Kata yang melibatkan semacam rahasia kosmik, yang memberi letupan kejutan di sana-sini dalam hidup seseorang, menggiringnya ke tempat ia seharusnya berada.

Jujur saja, saya baru pertama kali mengetahui kata kismet ketika membaca timeline @fiksimetropop yang mengabarkan bahwa @ninaddison akan menerbitkan novel terbarunya yang berjudul sama. Berhubung saya belum pernah membaca novel karya Nina, saya pun mendaftar dalam kuis yang berhadiah novel Kismet. Dan ketika saya mendapat kabar saya terpilih dari sekian orang yang akan mendapatkan novel itu, rasanya senang sekali.

Novel ini bercerita tentang persahabatan antara Alisya dan Cia. Dua orang Indonesia yang bertemu di kota New York pada satu kesempatan yang unik. Alisya yang sedang mencari apartemen di New York ditolong oleh Cia ketika seorang pemuda bengal mengganggu Alisya. Mengetahui rencana Alisya, Cia kemudian mengajak Alisya untuk sharing apartemennya, karena dia memang dia sedang mencari teman untuk itu. Bagi Cia pertemuan mereka adalah sebuah kismet. Bagi Alisya itu hanya kebetulan yang indah.

Meski awalnya sedikit ada masalah di antara mereka, Alisya dan Cia menjadi sahabat. Apalagi tanggal lahir mereka berdempetan. Atas usul Cia, untuk memperingati ulang tahun mereka setiap tahunnya mereka akan berbagi kebaikan pada orang lain. Di suatu momen ulang tahun Alisya, dia bertemu dengan seorang pria yang sedang menghadapi masalah. Pria ini gusar karena adiknya ditangkap polisi karena berbuat ulah. Sebenarnya pria ini (yang mengaku bernama Mr. Gajah) bisa saja membebaskan adiknya, tapi dia ingin agar adiknya berubah. Pada pandangan pertama, Alisya tertarik pada pria ini. Sayangnya Mr. Gajah telah beristri dan sedang menantikan kelahiran anaknya. Setelah sesi curhat dengan Alisya, Mr. Gajah merasa mendapat pencerahan. Singkat cerita, Mr. Gajah ingin agar adiknya itu bisa bertemu dengan Alisya. Pertemuan yang akhirnya tidak terlaksana karena Mr. Gajah dan adiknya tidak muncul di waktu dan tempat pertemuan mereka.

Balik lagi ke hubungan Alisya dan Cia. Cia mendapat masalah besar yang membuatnya harus mengambil keputusan yang sulit. Cia hamil dan dia berniat membesarkan anaknya seorang diri. Cia akhirnya meninggalkan Alisya di New York untuk kembali ke Indonesia. Lima tahun berlalu, Alisya yang sudah mulai hidup mapan menghadiri pesta ulang tahun Hope, anak Cia. Di situ dia bertemu dengan seorang pria bernama Raka. Seperti ketika pertama kali melihat Mr. Gajah, perasaan sama muncul lagi di dalam diri Alisya, tapi kali ini lebih kuat. Alisya sadar sepenuhnya, dia menyukai Raka. Namun Alisya juga tahu diri untuk menahan perasaannya, karena Cia juga menyukai pria yang sama.

Awal membaca kisah ini, saya sempat berpikir kisah ini sama dengan metropop pada umumnya. Sebuah kisah cinta bertabur brand dan selipan bahasa Inggris di mana-mana. Tapi saat saya menutup lembaran terakhir novel ini, pendapat saya berubah. Karakter tokoh-tokohnya baik tokoh utama maupun pendamping semuanya digambarkan dengan baik. Ceritanya juga mengalir dengan cepat. Alisya dan Cia adalah dua kepribadian yang berbeda, bisa bersatu dengan baik tanpa ada kesan dipaksakan. Ada masanya mereka sangat kompak, ada juga kala dimana mereka tidak akur. Persahabatan yang unik dan teruji oleh waktu dan berbagai masalah.

Salah satu tokoh pendamping yang membuat saya jatuh cinta adalah Ethan. Adik Alisya yang meski dicap tukang rusuh oleh kakaknya ini ternyata bisa bersikap dewasa. Oh… dia juga pintar memasak. Calon suami idaman nggak sih? Saya separuh berharap bakal ada sekuel yang menjadikan Ethan sebagai tokoh utama..hehe..

Kisah cinta dalam novel ini bukan hanya milik Alisya seorang. Ada juga kisah cinta Cia yang berkali-kali pada beberapa orang. Atau kisah cinta antara orang tua Alisya yang memberi trauma pada Alisya. Bahkan kisah cinta Ethan yang pedas. Saya mau mengutip kalimat tentang cinta yang keren banget di dalam novel ini.

"Lo pikir di dunia ini yang namanya cinta sejati tuh kayak apa? Yang penghuninya nggak pernah berantem? Yang mulus dan lancar, macam ‘a walk in the park’? Salah, Al! Cinta sejati itu penuh bompel-bompel, growakan, tambal sana-sini, retak sana-sini. But guess what? Ketika dia masih bernyawa, dia akan tambah kuat selepas tiap cobaan yang datang”


Ohya, saya membaca novel ini hanya dalam sekali duduk. Total waktu 3,5 jam dari halaman pertama hingga halaman terakhir. Setelahnya saya merasa sangat senang. Bukan hanya karena ceritanya bagus, tapi juga karena akhirnya saya bisa merasakan lagi quality time membaca tanpa banyak sela. Mungkin terkesan lebay kalau saya bilang, membaca novel ini membuat saya merasakan kembali kecintaan saya pada buku. Saya harus berterima kasih pada Nina yang sudah memberikan novel ini untuk saya. Sounds like kismet, maybe?
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
March 15, 2015
http://ariansyahabo.blogspot.com/2015...

Hal pertama yang saya lakukan ketika membaca buku ini adalah: mengetikkan kata “kismet” di kolom pencarian Google. Dan ini yang saya temukan dari Urban Dictionary:
The word Kismet is of foreign origin and is used in Turkish, Urdu, Hindi and Arabic. In Hindi it would be pronounced more like kismat, and it means "fate" or "destiny". The meaning is exactly the same in English. So instead of saying, "it is fate", you could say "it is kismet".

Menurut saya selain cover, judul buku juga bisa menjadi salah satu pertimbangan seseorang untuk memutuskan akan membaca buku tersebut atau tidak. Dan, buat saya sendiri judul buku ini sudah berhasil membangkitkan kekepoan calon pembaca.

Kismet bukan tulisan pertama dari mbak Nina Addison yang saya baca. Sebelumnya saya sudah pernah membaca dua cerpennya di dua kumpulan cerpen yang diterbitkan oleh GPU; Autumn Once More dan Cerita Cinta Indonesia. Cerpen Perkara Bulu Mata di Autumn Once More jadi salah satu favorit saya di kumcer tersebut :D tapi sayang Karena Darren di Cerita Cinta Indonesia, walaupun lucu, ceritanya kurang berkesan.

Kembali membahas Kismet, di bagian awal saya mempertanyakan kenapa buku ini diberi label Metropop, karena usia Alisya & Cia yang masih muda—21-22 tahun—biasanya stereotype tokoh-tokoh Metropop itu biasanya wanita dewasa dengan karir cemerlang. Ternyata, timeline buku ini cukup lama. Bahkan konflik utamanya terjadi bertahun-tahun kemudian setelah pertemuan pertama Alisya dan Cia.

Bukunya ringan seperti Metropop pada umumnya, gaya penulisan mbak Nina berhasil membuat saya terhanyut dengan kisahnya. Dan saya harus mengucapkan selamat kepada kakak editor juga—kak Dinoy, buku ini benar-benar rapi, saya tidak menemukan ada typo di buku ini. Good job kak Dinoy ;)

Yang bikin kurang nyaman adalah ketika tiba-tiba terjadi perubahan sudut pandang melalui Ethan dan Raka. Porsinya memang sedikit, dan mungkin dimaksudkan agar adegan “menyedihkan” itu lebih nyampe ke pembacanya. Tapi malah menurut saya lebih baik kalau tetap memakai sudut padang Alisya saja yang menceritakan bagian tersebut. Soalnya berasa nanggung kalau porsi bercerita mereka Cuma di bagian itu.

Untuk endingnya, saya benar-benar puas. Karena di buku-buku romance seperti ini, yang jadi masalah biasanya ada pada endingnya. Diakhiri dengan begitu saja yang penting happy ending. Tapi tidak dengan Kismet. Mbak Nina tidak terkesan buru-buru mengakhiri kisah Alisya.

Bagian favorit saya adalah ketika Alisya mengunjungi ibunya di Houston. Dialog-dialog di bagian itu quotable banget! Dan juga bagian klimaks ketika penyelesaian konfliknya (yang setting-nya di Bryant Park). Lucu dan bikin terharu.

Overall, buku ini jadi salah satu Metropop favorit saya. Pantas mendapat 4 bintang. Dan buat mbak Nina, seperti pembaca lain juga, akan menyenangkan buat saya kalau bakalan ada kisah sendiri tentang Ethan. Saya sudah terbayang bukunya bakal bertebaran dengan hidangan-hidangan yang bikin ngiler. Atau, versi panjang Perkara Bulu Mata juga boleh loh mbak. Pleaseeeee ... *puppy eyes*
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
April 17, 2017
Ceritanya benar-benar menarik. Bahwa untuk mendapatkan cinta sejati kita harus berusaha sekuat tenaga. Menjaga agar persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun, terhindar dari orang ketiga yang merusaknya, meskipun itu adalah cinta sejati salah satu dari mereka, sungguh sulit.

Alisya dan Cialisa bertemu di New York City, sesama perempuan yang "kabur" dari keluarganya sendiri, pada akhirnya bersahabat. Long story short, persahabatan itu rusak karena seorang pria, Raka. Cia dengan terus terang menyatakan bahwa dia menyukai Raka, menyebebkan Al yang mulai menyukainya harus memendam rasa, padahal dengan jelas Raka menunjukkan perasaannya pada Al. Saat Al mulai membuka perasaan Raka, Cia merasa terkhianati, meskipun disaat yang sama Al berniat untuk memberitahunya. Al memutuskan menjauh dari keduanya, menyibukkan diri mengurus perusahannya yang semakin berkembang. Hingga pada akhirnya dia memutuskan berdamai denga keluarganya dan juga sahabatnya, serta mengejar cinta sejatinya.

Sayang banget Mr. G-nya harus pergi, padahal kalau mereka berkumpul pasti akan seru jadinya. Dan aku suka mereka membuat sebuah tradisi untuk menolong orang-orang di hari ulang tahun mereka, sebuah kegiatan yang sangat positif tentunya dibandingkan menghabiskan uang merayakan pesta ulang tahun secara besar-besaran. Seandainya semua manusia dapat berpikir seperti itu, tentu dunia ini akan indah.

"Home has never been a house or a place. And friendships are even rarer than red diamonds." -hal. 111

""Kamu itu kayak fatamorgana yang hilang ketika Ganesh pergi," jelasnya.
"But you've found me," kataku, tersenyum.
"I've found you. Setelah lima tahun Ali, di antara jutaan orang di New York, di Jakarta, tiba-tiba kita ada disini,duduk berbagi meja. It's so strange, like it's meant to be."
"Kismet," bisikku pelan." -hal 187
Profile Image for MAILA.
481 reviews120 followers
November 29, 2016
kismet//takdir//destiny. Kata yang melibatkan semacam rahasia kosmik, yang memberi letupan kejutan di sana-sini dalam hidup seseorang, menggiringnya ke tempat ia seharusnya berada.

Konsep itu menggelikan bagi Alisya.

Tetapi ketika di tengah hiruk pikuk New York City ia bertemu dengan Cia, perempuan yang seketika menjadi sahabatnya, Alisya bertanya apakah takdir sedang bekerja? Lalu muncul Raka, satu-satunya cowok yang bisa membuat Alisya jatuh cinta. Lelaki yang, lagi-lagi, dibawa takdir masuk ke hidupnya. Sayangnya, takdir yang satu ini berpotensi menghancurkan persahabatannya dengan Cia. Jadi, mana yang harus ia pilih?

Orang bilang persahabatan itu kekal, untuk seumur hidup. Namun, bukankah cinta sejati juga demikian?

***

Ini adalah buku berjenis Metropop pertama yang saya baca setelah beberapa bulan sebelumnya selalu membaca manga dan ternyata memuaskan. Setelah selesai membaca buku ini saya langsung berpikir kira-kira ada nggak ya kemungkinan kalau saya menemukan atau mengalami kismet seperti Alisya juga?

Saya suka judulnya. Kalau tidak iseng pinjam ini di iJak mungkin saya tidak akan tau apa itu kismet: takdir.

Menceritakan tentang Alisya dan Cia, dua orang Indonesia yang bertemu di kota New York pada satu kesempatan yang unik. Alisya yang sedang mencari apartemen di New York ditolong oleh Cia saat Alisya digoda oleh berandalan pada suatu malam. Mereka pun akhirnya berkenalan dan saat mendengar cerita Alisya, Cia kemudian mengajaknya untuk sharing apartemen. Suatu ketidaksengajaan yang pas karena Cia memang sedang mencari teman. Bagi Cia pertemuan mereka adalah sebuah kismet. Bagi Alisya itu hanya kebetulan yang indah.

Alisya dan Cia tanpa sadar telah menjadi sahabat. Kebetulan tanggal lahir mereka juga hanya beda beberapa hari dan atas usul Cia mereka menyepakati untuk memperingati hari ulang tahun bersama setiap tahun dengan cara berbagi kebaikan pada orang lain.

Suatu hari di hari ulang tahun Alisya, dia bertemu dengan seorang pria yang sedang menghadapi masalah. Pria ini sedang kebingungan karena adiknya ditangkap polisi karena telah membuat suatu masalah. Sebenarnya pria ini (Mr. Gajah) bisa saja membebaskan adiknya, tapi dia ingin agar adiknya berubah dan belajar.

Alisya tertarik pada pria ini. Sayangnya Mr. Gajah telah beristri. Setelah bercerita singkat dengan Alisya, Mr. Gajah merasa mendapat sebuah ide. Singkat cerita, Mr. Gajah ingin agar adiknya itu bisa bertemu dengan Alisya: yang sayangnya tidak terlaksana karena Mr. Gajah dan adiknya tidak muncul saat hari pertemuan itu tiba.

Di sisi lain, Cia mendapat masalah yang membuatnya harus mengambil keputusan sulit: Cia hamil dan dia berniat membesarkan anaknya seorang diri. Cia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Alisya di New York untuk kembali ke Indonesia. Lima tahun berlalu, Alisya mendapat undangan untuk menghadiri pesta ulang tahun Hope, anak Cia yang kini sudah tumbuh besar.

Di pesta ulang tahun tersebut, ia bertemu dengan seorang pria bernama Raka yang entah mengapa mengingatkan dirinya pada Mr. Gajah. Perasaan yang sama muncul lagi di dalam diri Alisya, tapi kali ini lebih kuat. Alisya menyadari sesuatu: ia menyukai Raka. Namun di sisi lain Cia juga menyukai Raka.

Konfilk utama dari buku ini sebenarnya sederhana; cinta segitiga. Khas remaja banget gitulah. Tapi mbak Nina Addison bisa mengemas cerita cinta segitiga itu dengan penuh kejutan tanpa kesan dipaksakan sehingga cukup masuk akal dan pembaca mudah terhanyut.

Hanya saja saya kurang bisa menikmati setting alur yang flashback seperti ini. Kadang maju-mundur dengan sangat cepat dan membuat saya beberapa kali kurang bisa mengikuti ceritanya dengan baik. Sudut pandang yang diambil penulis juga sempat membingungkan. Dari pertama mengambil sudut pandang Alisya tapi di beberapa bagian akhir sempat ada sudut pandang dari Raka dan Ethan juga. Pusing.

Oh, satu hal lain yang membuat saya menikmati buku ini adalah karena penggunaan bahasa yang dipakai antar tokoh. Latar tempat untuk buku ini berlokasi di New York, tapi percakapan antar tokoh yang menggunakan Bahasa Inggris bisa menyesuaikan dengan kondisi. Kadang kan suka ada tuh novel yang berlatar luar negeri juga dan suka menyelipkan kalimat dalam bahasa Inggris yang malah membuat ceritanya jadi aneh dan memaksakan.

Tokoh kesukaan saya Ethan, adik dari Alisya. Meski tidak banyak mendapat sorotan, tapi saya suka dengan penggambaran karakter Ethan yang ditulis mbak Nina. Mereka bisa saling menyayangi dan memahami satu sama lain. Kagum juga dengan bakat yang dimiliki Ethan, memasak. Ingin punya adik yang begitu juga dong :3

Saya juga menyukai bagian cerita tentang Mr.Gajah yang ternyata bernama Ganesha. Menemukan nama Ganesha disini yang menggunakan bahasa Jawa yang berarti Gajah membuat saya memiliki keinginan bila memiliki anak nanti saya mau menamainya dengan nama Jawa gini juga hehe.

Kalau ditanya kutipan yang saya ingat, maka jawaban saya adalah kutipan yang ini:

Hidup sungguh tak adil. Buat banyak orang, uang dua ratus dolar mungkin tak berarti apa pun. Seperti duit receh dan terlupakan. Buatku? Itu adalah harga mimpi yang tak terbeli. (hal 64)

Menampar. Membuat saya hening sejenak mengingat beberapa bulan terakhir saya sangat tidak menghargai uang.

Secara keseluruhan 3,5 bintang.

Desain sampulnya lumayan ok walaupun pas buku ini baru terbit dan dipajang di toko dulu sempat tidak tertarik. Tapi setelah dilihat-lihat lumayan ok juga dengan warna hijaunya yang kalem dan terlihat hidup dengan latar salju yang turun. Ceritanya mengalir lancar dan tokoh-tokohnya juga pas semua. Sangat saya rekomendasikan untuk bacaan santai. Jadi penasaran untuk menelusuri seri Metropop yang lain.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
July 14, 2021
Seperti pada novel sebelumnya yang kubaca—Perkara Bulu Mata. Novel kali ini pun tidak mengecewakan.
Aku sukaaaaaak..... 😊😊

Jelaaas.. novel Mbak Nina ini bukan jenis novel metropop yang receh. Bukan jenis novel yang hanya menyuguhkan kisah cinta yang menye-menye.

Aku suka dengan bagaimana cara Mbak Nina mengolah ceritanya, hingga membuat—aku sebagai—pembaca bisa ikut merasakan emosi yang dirasakan oleh Tokoh dalam novel ini.

Aku juga suka dengan kisah persahabatan yang diselipkan oleh Mbak Nina dalam novelnya. Seperti pada novel ‘Perkara Bulu Mata’, kisah persahabatan dalam novel ‘Kismet’ ini pun begitu menarik perhatian pembaca.

Overall, novel ini oke punya.. Rekomended banget buat kalian baca.... 😊
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
April 3, 2015
"Jadi aku, Cia, dan Raka. Tiga-tiganya adalah buronan dalam hidupnya masing-masing. Cia mungkin sudah berdamai dengan hantu masa lalunya. Aku tidak tahu apakah aku dan Raka akan punya kesempatan yang sama."

Buku ini berhasil aku habiskan dalam waktu yang singkat karena keseluruhan ceritanya terasa sangat mengalir dan mudah untuk dinikmati. Setelah cukup lama tidak membaca buku metropop, akhirnya aku menemukan kembali buku metropop yang benar-benar aku sukai. Bagian pertama bukunya fokus pada dua karakter utamanya: Alisya dan Cia. Menurutku penulisnya berhasil membangun dengan baik hubungan antara Alisya dan Cia yang berawal dari orang asing hingga menjadi sahabat yang benar-benar mengandalkan satu sama lain. Dan pada bagian ini juga, karakter Alisya dan Cia digali—membuat pembaca mengenal mereka dengan baik. Di bagian kedua-lah, diperkenalkan karakter Raka—yang kemudian juga menjadi konflik terbesar cerita ini. Chemistry antara Raka dan Alisya dibangun dengan sangat baik, sehingga meskipun mereka baru bertemu, ketertarikan mereka terhadap satu sama lain tidak terasa aneh. Walaupun konflik utama ceritanya cukup klise, aku tetap penasaran dengan perkembangan ceritanya dan ingin segera membaca hingga akhir. Aku juga bisa bersimpati dengan dilema yang dialami oleh Alisya karena aku tahu betapa ia menganggap Cia sebagai sahabat yang berharga. Walaupun aku sedikit geregetan dengan ending-nya yang bikin ngga sabaran, ceritanya diakhiri dengan manis dan semua konflik terselesaikan dengan baik :))
"Aku tahu bahwa dalam hidup ini ada konsekuensi di balik setiap keputusan. Bahwa tanggung jawab adalah salah satu definisi yang menjadikan kita dewasa. Dan setiap orang punya pandangan yang berbeda terhadap bentuk dari konsekuensi dan tanggung jawabnya.
Banyak orang terjebak ilusi bahwa mereka bisa atau bahkan berhak untuk mengoreksi pandangan orang lain. Padahal apa yang harus dikoreksi jika definisi benar dan salah sendiri berbeda bagi setiap orang?"

Aku suka dengan hampir semua karakter yang ada dalam buku ini; tetapi sebagai pembaca perempuan, tentu saja aku memfavoritkan karakter Raka dan Ethan. Raka adalah karakter yang menurutku sangat genuine dengan perasaannya—dan secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya. Yang jelas momen-momen Alisya bersama Raka berhasil membuatku senyum-senyum sendiri. Sedangkan Ethan, adik laki-laki Alisya, digambarkan dengan sangat tampan dan telah berhasil menggaet hati banyak perempuan. Aku memfavoritkan karakternya menjelang akhir cerita, saat Ethan menyatakan pendapatnya tentang konflik yang sedang dihadapi oleh Alisya. Jika suatu saat nanti Nina Addison memutuskan untuk menulis kisah tersendiri tentang kehidupan Ethan, aku tidak akan keberatan untuk membacanya ;) Siapa tahu aku bisa membaca lebih banyak bromance antara Raka dan Ethan ♥
"Seandainya aku bisa memilih kebalikannya, I would honestly do.... Tapi dalam hidup, sejak kapan kita bisa memilih nasib? Dan dalam situasi yang membuat kamu harus memilih persahabatan atau cinta, apa ada jalan keluar yang happy ending?"
....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2015/0...


Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
March 28, 2015
Judul: Kismet
Penulis: Nina Addison
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 296 halaman
Terbitan: Maret 2015

kismet//takdir//destiny. Kata yang melibatkan semacam rahasia kosmik, yang memberi letupan kejutan di sana-sini dalam hidup seseorang, menggiringnya ke tempat ia seharusnya berada.

Konsep itu menggelikan bagi Alisya.

Tetapi ketika di tengah hiruk pikuk New York City ia bertemu dengan Cia, perempuan yang seketika menjadi sahabatnya, Alisya bertanya apakah takdir sedang bekerja? Lalu muncul Raka, satu-satunya cowok yang bisa membuat Alisya jatuh cinta. Lelaki yang, lagi-lagi, dibawa takdir masuk ke hidupnya. Sayangnya, takdir yang satu ini berpotensi menghancurkan persahabatannya dengan Cia. Jadi, mana yang harus ia pilih?

Orang bilang persahabatan itu kekal, untuk seumur hidup. Namun, bukankah cinta sejati juga demikian?

Review

Terima kasih untuk Mas Ijul @fiksimetropop dan Mbak Nina Addison yang sudah memberikan buku ini sebagai buntelan untuk #BacaBarengMinjul. Lumayan seru juga ikutan baca bareng via Twitter ini.

Kismet ini terbagi atas 2 bagian. Bagian masa lalu yang bercerita tentang pertemuan Al dengan Cia di New York. Awal hubungan mereka sebagai teman berbagi apartemen tidak berjalan mulus. Namun saat semua ketegangan berhasil diatasi, Al dan Cia malah menjadi sepasang BFF. Di lini waktu ini jugalah Al bertemu dengan Mr. Gajah, orang yang kemudian memengaruhi kehidupan Al.

Bagian kedua bercerita tentang "masa kini". Saat ketika Al kembali ke Indonesia, menemui fakta tentang Mr. Gajah, serta bertemu dengan Raka, seorang pria yang mampu membuat Al deg-degan.

Saya suka banget sama ceritanya, khususnya di paruh awal cerita. Melihat bagaimana hubungan Al dan Cia awalnya terbentuk, saya merasa takjub. Soalnya mereka berdua ini bagaikan langit dan bumi kepribadiannya. Al adalah seorang gadis yang kalem, sementara Cia sangat meledak-ledak. Melihat bagaimana mereka jatuh-bangun berjuang untuk hidup di New York, serta memperoleh kisah cinta, sangat menarik untuk diikuti.

Bagian keduanya, bisa kubilang tipikal Metropop. Kehidupan perkotaan yang wah, bahasa Inggris berhamburan (dan jumlahnya sangat banyak di novel ini, walau kuakui kalau penggunaannya enak), dan, tentunya, cowok super hot.

Apalah arti Metropop tanpa cowok berwajah ganteng dan berbodi six packs.

Eits, tapi bukan berarti bagian keduanya ini klise loh. Tetap enak dibaca dan seru juga mengikuti perjuangan Al membangun usaha pakaiannya.

Secara keseluruhan, Kismet adalah sebuah novel dengan gaya penulisan yang mengalir dan enak dibaca. Ceritanya juga menarik untuk diikuti. Ada banyak kelokan serta naik-turun dalam plotnya yang membuat saya penasaran hingga akhir.



Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 New Authors Reading Challenge
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
- 2015 100 Days of Asian Reads
Profile Image for Fina is me.
5 reviews1 follower
April 17, 2015
Saya penyuka film drama romantis, seperti berbagai film adaptasi dari karyanya Nicholas Sparks atau aneka film yang dibintangi Hugh Grant, Sandra Bullock (edisi drama romantis), Tom Hanks-Meg Ryan.. ya tipe-tipe itulah! Di mana dalam film-film itu, pemeran utama akhirnya menemukan jati dirinya, dengan bumbu konflik di tengah, plus pemeran yang cakep dan setting lokasi yang menyenangkan, seperti New York.

Walaupun rumusnya mirip-mirip, saya toh tidak pernah bosan dengan film genre itu. bahkan film genre ini selalu diproduksi, selalu banyak peminatnya, selalu ditonton ulang... bahkan setelah sekian tahun setelah rilisnya, masih asyik untuk dinikmati. Entah sudah berapa kali saya nonton Notting Hill ataupun You've Got Mail.

Dan rumus tadi, rumus film asik-gak bosenin-keren-menyenangkan-ringan-tapi seru itu, dituangkan Nina dengan lancar di Kismet. Bedanya, ini BUKU, bukan FILM.

Apakah itu membuat ada yang kurang? rasanya tidak. Justru karena berupa kata-kata, kita bisa bebas membuat film-nya di kepala, dengan imajinasi masing-masing. Dan enaknya, imajinasi juga tidak terlalu sulit karena di beberapa halaman buku ini, Nina juga menyelipkan sketsa maupun foto, yang membantu kita menjadi sutradara Kismet, versi kita sendiri.

Namun saya sendiri berharap, suatu hari saya menonton film ini, as a motion picture (since a picture says a thousand words.. right?).. apalagi settingnya dominan di New York.. aww! Semoga rikwes ini nyampe deh ke produser atau sutradara.. hahaha.. smoga!

jika nanti cetak ulang, tolong dipertimbangkan kasih gambaran tampang2 pemainnya ya.. Mr. Gajah, Raka dan terutama Ethan... spesies ganteng. haruskah gue bayangin Ethan Hawke versi muda atau Jamie Addison versi dewasa? :D
Profile Image for Michelle.
10 reviews
April 15, 2015
Almost give it 5 stars!

BUT..... COME ON!!!!!!!!

COVERNYA DEH!

Seriously, I dont like the cover. Okay sih, gue tahu kayaknya yang desain pengarangnya. Tapi please, jadinya nggak oke. Gue tadinya nggak niat beli karena covernya. Untung gue cek reviewnya oke-oke.

Please, Mbak Nina. You should write again, but PLEASEEEE serahkan ilustrasinya sama yang ahli. Gue rasa nggak matang gambarnya situ *loh kenapa ngomongin desain sampulnya sihhh?!

But I love how Nina Addison's write.

Jujur ya, ngalir banget. Terus tau-tau udah mau abis.

Gue jadi penggemar baru lo, Mbak!

BUT PLEASEEEEE (AGAIN). Cover novelnya mesen aja ama orang biar keceh! Jadinya nggak classy padahal isinya classy abis! ;)
Profile Image for Gege.
63 reviews16 followers
August 8, 2015
well...., puas dan enjoy bacanya...

salah satu ciri aku enjoy bacanya adalah, ga ada kata lagi males baca, lg bosen atau ganti baca novel lain atau apapun in my free time...

menyenangkan bgt baca buku ini, salah satunya adalah gaya nulisnya, aku suka..., ga kaku dan yaah ga berasa smua dibuat2...

wlopun karakter raka, menurut aku it's kinda too good to be true.. tp ga berasa lebay sik..

ide cerita ttg kismet ini, aku suka, karena yaa apapun di kehidupan ini, klo kita pikir lagi, akan saling berhubungan semacam one thing lead to another gtu dan.. setiap org yg kita temui, pasti dipertemukan Tuhan dgn alasaannya masing2 dibalik itu..

balik lagi ke ceritanya, ada bbrp bagian yg ketebak ada yg ngga.., tpi tetep intinya sik, this novel is really fun to read, 4 bintang laaahh ★★★★
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
February 22, 2022
Kismet berhasil meyakinkan gue kalau gue memang nggak salah pilih memosisikan diri berada di barisan pembacanya Nina Addison. Kalau misalnya ada grafik yg menggambarkan taste menulisnya Nina Addison mulai dari Morning Brew, Perkara Bulu Mata (cerpen), Karena Darren (cerpen), sampai Kismet ini, yakin banget grafiknya pasti meningkat.

Selain gaya menulis yang semakin mantap, Kismet juga menawarkan konflik yang sederhana tapi juga rumit di waktu yang bersamaan.


"You can't force love to exist, or to non-exist. Just deal with it when it happened" - Alisya on Kismet, page 256

Another favourite book in my shelf.
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews9 followers
March 27, 2015
"Hanya karena lo maju ke medan perang dengan modal kejujuran, lo belum tentu bisa menang."--p. 230

Oke, awalnya, saya ngerasa berat buat baca buku ini. Bukan apa-apa, soalnya memang bukan tipe kesukaan.
Perkara cinta-cinta begini biasanya malah bikin saya jengkel. *atau emang udah beku kali hati saya >_<*

Dan..., biasanya juga, udah ketebak jalan ceritanya. Itulah kenapa novel detektif menurut saya lebih menarik *oke, ini sudah keluar jalur*

Ketika muncul Mr. Ganesha, saya mulai tertarik. Lalu, muncul lagi hal-hal lain yang menarik.

Sudah ketebak, tetep. Tapi, penyampaiannya yang manis dan "lengkap" membuat saya tertarik membaca sampai selesai.

(^-^)


Profile Image for Irene Dyah.
5 reviews5 followers
March 27, 2015
Suka banget novel ini. I read novels in a week (novelS ya..jadi banyak) tapi kalau ada yg tanya, rekomendasi novel yg bagus apa; saat ini saya pasti akan jawab Kismet (setelah menyebut novel sendiri tentu saja hihi )..

**maaf ga ahli nulis resensi**

Kismet ini renyah tapi mengaduk2 emosi..
Jadi kombinasi yg pas.
Bisa dikunyah pelan2 sepotong2 (utk yg ga pny waktu baca)
Atau dilahap sekali suap (utk yg suka 'larut' dalam satu buku)

Banyak deskripsi dan kalimat unik, yg rasanya tidak saya
Temukan di karya lain. Barangkali ini identitas, gaya khas nya Nina.

Seperti : selama ini gue pikir lo selalu bisa menjerat cowok sambil merem

Well done, Nina.. :D
Profile Image for Vinca.
219 reviews5 followers
March 28, 2015
Buat aku.. tiga bintang = so so
Walau menurutku jalan cerita di buku ini baru menarik setelah kehadiran Raka, tapi aku gak jatuh cinta sama dia. Malah penasaran sama Ganesh :p
Salah satu syarat buku romance yg bagus di mataku itu ya tokohnya harus ada yang bisa bikin jatuh cinta.

Kemudian yang agak mengganggu dalam buku ini adalah campur aduknya english dan bahasa. Mungkin ini masalah selera sih, tapi aku gak terlalu suka buku model seperti ini. Berhubung aku habis membaca In a Blue Moon nya Ilana Tan yang settingnya sama2 di New York, aku jadi membanding2kan deh. Ilana tan tak perlu mengobral banyak percakapan english untuk meyakinkan kalau setting ceritanya di New York :).
Profile Image for Pratiwi Utaminingsih.
67 reviews7 followers
June 19, 2015
Five stars buat mbak Nina! Karena lompatan gaya menulis yg melesat sejak Morning Brew. Padahal ide cerita Morning Brew lebih fresh menurut saya. Tapi biarpun ide cerita Kismet sudah cukup umum, gaya penulisan mbak Nina lah yg bikin saya ga ragu buat kasih 5 bintang.
Kemajuan yg sangat bagus, semoga buku selanjutnya lebih spektakuler. Maaf ga review cerita melainkan gaya tulisan, hahaha. Sukses mbak Nina :*
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
May 21, 2016
Meski ada banyak banget kebetulan, tapi bisa diterimalah karena judul novelnya.

Pas awal baca sih masih biasa-biasa aja. Tokoh yang menarik cuma Ethan. Kalo karakter macam Cia sih kayaknya udah banyak nongol ya di novel lainnya, jadi sayanya biasa aja. Ali apalagi. Meski pakai sudut pandang orang pertama, saya nyaris nggak bisa peduli sama dia.

Lalu, Raka muncul. Saya emang lemah sama cowok tampan. Dan buku ini kontan menjadi sangat menarik *kipas-kipas*

Suka sama ending-nya *nyengir kuda*
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
March 16, 2015
Nina menulis ala chicklit... kehidupan wanita metropolitan, between love and friendship. Gaya bahasa ringan, mengalir, tapi diselipi celetukan-celetukan yang mengandung makna hidup yang dalam. It's an honor to be a part of this book! ^^
#proudeditor
Profile Image for Nike Andaru.
1,643 reviews111 followers
April 6, 2019
89 - 2019

Nemu buku ini di obral buku Gramedia, ya pasti langsung bawa ke kasir lah. Suka sama Nina Addison sejak Morning Brew setelah itu baca Perkara Bulu Mata baru lanjut ke buku ini.

Kali ini settingnya di Manhattan, New York City, cerita tentang dua sahabat, teman satu apartemen awalnya, Alisya dan Cialisa. Awalnya menarik diceritakan bagaimana Al dan Cia bertemu dan menghadapi kerasnya hidup sebagai pekerja di Manhattan. Saya menikmati hingga Al bertemu Gajah.

Sosok Gajah saya pikir akan lebih banyak punya porsi, tapi ternyata digantikan dengan Raka hampir di tengah halaman buku. Dari sini ceritanya sudah mulai ketebak dan menuju ke cinta segitiga yang harus milih teman atau cowok yang disukai.

Saya merasa justru bagian terbaik buku ini adalah cerita awal hingga pertengahan, selebihnya saya bisa menebak hingga akhir ceritanya. Saya juga merasa Nina kurang memberikan perasaan suka yang dalam. Gak dapet aja gitu. Al tiba-tiba suka Raka pada pandangan pertama, segitu aja gambarannya. Walau saya percaya cinta pada pandangan pertama, tapi tetap aja rasanya kurang dapet gitu. Saya malah mendapati perasaan Al pada Gajah lebih mudah terasa.

Terlepas dari bagian perasaan, ada cerita tentang masalah keluarga yang datang dari pemikiran anak yang kadang tak bisa dipahami orangtua. Dan cerita tentang Kismet sendiri yang berarti takdir, memang bisa jadi demikian, kita dipertemukan dengan orang dengan cara-cara yang misterius.
Profile Image for Yacita Aditya.
230 reviews2 followers
May 19, 2019
Ini tulisan Nina Addison yg pertama kali saya baca. Dan responnya? Sukaaaaa dengan cerita ini! Dialognya yg ngalir abiis, alur maju-mundurnya yg paaaas banget, karakter para tokoh yg kuat (Raka tu bikin melting. Apalagi abangnya, hhahaha. Klo Cia sih ngeselin. Alisya? Cocok dijadiin sohib. Pengertian soale), daan permainan emosi yg mengaduk hati
.
.
Di awal, kisah ini banyak nyorotin kisah persahabatan Alisya dan Cia. Saya hampir di ambang bosan krn kesel dgn sikap semau gue-nya Cia. Tapiii ga lama kemudian nongol deh sosok pria ganteng (dlm bayangin ane, hahah) yg pengen jodohin Alisya ama adiknya yg bandel. Lucu, 'kan? Padahal baru kenal tuh!
.
.
Daan ndilalah-nya, gegara payung hitam yg dipake Alisya maka terkuaklah misteri kenapa pertemuan di hari Valentine beberapa tahun lalu tersebut batal. Dan ternyata itu ada hubungannya dengan Raka yg ditemui Alisya di rumah Cia
.
.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa persahabatan bakal runyam klo keduanya terlibat asmara dengan orang yg sama. Iya klo salah satunya mau ngerti. Lha ini? Hoaaaa, horor!! Di kisah Kismet ini lake aksi baku-hantam euyy!! Udh gitu, merana berbulan2. Ga ceweknya, ga cowoknya, podo aeee. Pas momen ini, bener2 sedihlah pokoknya. Sampe nyeeess ke hati!
.
.
Trus apa hubungannya dengan takdir? Jawabannya ada jika membaca cerita ini sepenuhnya. Dijamin ga bakal nyesel deh. Krn cerita ini bagus pake bangets
Profile Image for Siska.
92 reviews
October 26, 2018
Dari segi judul sudah menarik. Kismet.
Alur bergerak maju, sudut pandang yang digunakan, sudut pandang orang pertama, ada umumnya dari sudut pandang Alisya.

Setting tempat dan setting waktu dijabarkan dengan baik. Mengambil setting tempat di New York City, yang menarik adalah percakapan di dalamnya menggunakan bahasa Inggris, jadi terkesan masuk akal bahwa mereka ada di New York. Bukan hanya di New York, tapi juga di Indonesia, jadi sudah terasalah perbedaannya dari dialog tokoh di dalamnya.

Di dalam novel ada denah apartemen dan beberapa ilustrasi yang membuatnya menarik.

Ide cerita terbilang umum namun dikemas dengan sangat menarik, dibalut dengan konflik yang berat, menjadikan novel ini semakin menarik.

Novel ini bukan hanya mengangkat kisah cinta antara pria dan wanita, tetapi juga persahabatan, konflik keluarga, tanggung jawab, mengejar mimpi dan juga mencari kebahagiaan.

Full review menyusul di blog.
Profile Image for Leila Rumeila.
1,000 reviews28 followers
December 17, 2023
Suprisingly, i liked this book quite much!
Agak waswas sebenernya karna ini buku ke-2 yg gue baca setelah Perkara Bulu Mata, yg mana engga "berhasil" di gue sama sekali.
Yet see, gue menikmati baca ini tanpa ada rasa bosen sama sekali. Yey!

Berhubung PBM gue dengerin audiobooknya, jadi engga begitu paid attention to the writing style.
Dan setelah baca ini baru betul2 "ngeuh" salah satu yg gue suka karna gaya penulisannya yg cukup asik, straighforward jadi kesannya fast-paced dibaca.

Meskipun overall gue suka sama buku ini, ada 2 hal/karakter yg bothering buat gue pribadi.
I think this isn't a spoiler karna bukan tentang karakter utamanya langsung, tapi gue jelas engga setuju part ibunya Alisya yg jelas a/ romantisasi perselingkuhan no matter a reason is.
Dan gue engga suka dengan karakter Cia ini. Dari konflik pertama di bagian2 awal gue udah merasa dia teman yg short-tempered, short-minded, and kinda selfish. Dan begitupun di konflik ke-2, zzz.
Displaying 1 - 30 of 79 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.