What do you think?
Rate this book


296 pages, Paperback
First published March 23, 2015
"Lo pikir di dunia ini yang namanya cinta sejati tuh kayak apa? Yang penghuninya nggak pernah berantem? Yang mulus dan lancar, macam ‘a walk in the park’? Salah, Al! Cinta sejati itu penuh bompel-bompel, growakan, tambal sana-sini, retak sana-sini. But guess what? Ketika dia masih bernyawa, dia akan tambah kuat selepas tiap cobaan yang datang”
"Home has never been a house or a place. And friendships are even rarer than red diamonds." -hal. 111
""Kamu itu kayak fatamorgana yang hilang ketika Ganesh pergi," jelasnya.
"But you've found me," kataku, tersenyum.
"I've found you. Setelah lima tahun Ali, di antara jutaan orang di New York, di Jakarta, tiba-tiba kita ada disini,duduk berbagi meja. It's so strange, like it's meant to be."
"Kismet," bisikku pelan." -hal 187
"Jadi aku, Cia, dan Raka. Tiga-tiganya adalah buronan dalam hidupnya masing-masing. Cia mungkin sudah berdamai dengan hantu masa lalunya. Aku tidak tahu apakah aku dan Raka akan punya kesempatan yang sama."
"Aku tahu bahwa dalam hidup ini ada konsekuensi di balik setiap keputusan. Bahwa tanggung jawab adalah salah satu definisi yang menjadikan kita dewasa. Dan setiap orang punya pandangan yang berbeda terhadap bentuk dari konsekuensi dan tanggung jawabnya.
Banyak orang terjebak ilusi bahwa mereka bisa atau bahkan berhak untuk mengoreksi pandangan orang lain. Padahal apa yang harus dikoreksi jika definisi benar dan salah sendiri berbeda bagi setiap orang?"
"Seandainya aku bisa memilih kebalikannya, I would honestly do.... Tapi dalam hidup, sejak kapan kita bisa memilih nasib? Dan dalam situasi yang membuat kamu harus memilih persahabatan atau cinta, apa ada jalan keluar yang happy ending?"....
