Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pendosa Yang Merindukan Tuhan

Rate this book
Dalam hidup yang penuh luka dan kehilangan, seorang anak laki-laki tumbuh dengan kerapuhan, kehilangan kasih sayang seorang Ayah, kemiskinan mencuri masa depannya, dan dunia malam yang memberinya pelarian sesaat. Ia bukan anak baik, melainkan pendosa yang marah pada Tuhan dan muak pada manusia.

Namun justru di tempat paling kotor, ia menemukan makna yang mengubah segalanya, Tuhan tak pernah menutup jalan pulang. Kekuatan doa dari seorang Ibu yang tak pernah berhenti menjadi pintu yang akhirnya mengetuk hati dan membawanya kembali.

Ini adalah kisah seorang pendosa yang tenggelam dalam alkohol, amarah, dan kehilangan, namun justru diselamatkan Tuhan, sebagai bukti bahwa seburuk apa pun manusia, selalu ada kesempatan kembali kepada-Nya untuk dipulihkan.

204 pages

2 people are currently reading
2 people want to read

About the author

Yoga Maulana

3 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (100%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Reza.
5 reviews1 follower
April 25, 2026
Cukup kaget ku pikir tadi ku menumukan judul buku ini di bagian “self improvement” di banding “novel”. Sudah menjadi wishlist beberapa lama. Tidak perlu banyak berfikir akhirnya aku ambil.

Setelah aku baca sampai akhir. Akhirnya aku mengerti kenapa buku ini di masukkan ke bagian “self imprement”

*Latar belakang*
Cerita di buku ini cukup sederhana dimana di ceritkannya sorang anak laki-laki yang hidup di rumah yang broken home. Broken home bukan berarti kedua orang tua nya terpisah, tetapi di kedua orang tua memutuskan menikah bukan karena saling mencintai melainkan kapentingan pribadi yang dimiliki oleh sang ayah.

Karena pernikahan yang tidak di dasari oleh cinta, maka kedua orang tua tidak pernah harmonis yang menyebabkan anak nya menjadi “menjaga jarak” secara fisik dan emosional. Ayah yang mudah marah dan ibu yang cenderung tidak peduli. Maka dari itu anak tumbuh menjadi seorang yang tidak percaya diri dan menggap teman dapat dibeli dengan menggunakan uang

Singkat cerita sang ayah jatuh sakit akibat diabetes yang di derita nya. Enam bulan sebelum kepergian sang ayah, hubungan ayah dan anak yang sebelumnya tidak harmonis, mencoba untuk lebih dekat walaupun dalam bentuk senyuman dan obrolan yang sederhana.

Setelah ayah nya meninggal, keadanaan ekonomi keluarga menjadi tidak stabil yang diakibatkan usaha sang ayah sebelumnya mengalami musibah. Sang anak menjadi harus menjadi dewasa sebelum waktunya; diatas rata2 anak seusianya.

Sang anak merasa marah kepada keadaan yang menimpanya dan merasa kehidupan yang dialami tidaklah adil.

Dalam ketepurukan itulah sang anak mulai satu persatu menyadari bahwa sesungguhnya kehidupan yang dimiliki saat ini adalah anugrah dari tuhan

*review*
Setiap bab nya di sajikan dengan tulsan yang tidak bertele-tele dan penuh makna

Buku ini cocok untuk pembaca di segala usia, yang mungkin dalam tahap kehidupan yg tidak baik-baik saja. Buki ini dapat mengingatkan ketika untuk tetap bersyukur kepada keadaan yang kita punya saat ini.
Displaying 1 of 1 review