Jump to ratings and reviews

Misteri Pembunuhan Tanpa Jejak

Suatu malam, Latif pulang ke rumah kosnya dalam keadaan sakit. Begitu membuka pintu kamarnya dia menemukan Rima, teman sesama kos yang disenanginya, tewas tercekik di atas tempat tidurnya.

Tak ada sidik jari orang lain itu kecuali sidik jari mereka berdua. Latif ditahan di RS Kramatjati karena dia memang sakit parah. Keraguan sempat timbul. Mampukah Latif yang lemah karena sakit mencekik orang sampai mati? Saat kematian Rima bisa diperkirakan, tapi sayangnya tak ada saksi mata yang melihat Latif pada saat pergi dan pulang.

Jadi kalau bukan Latif, siapakah pembunuhnya?

180 pages, Paperback

Published January 1, 1993

Loading...
Loading...

About the author

V. Lestari

77 books49 followers
V. Lestari dilahirkan di Bogor dan tinggal disana sampai menyelesaikan sekolah menengahnya, sebelum pindah dan menetap di Jakarta. Ia mengkhususkan diri menulis cerita detektif-kriminal, jenis cerita yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus untuk meramunya. Dan yang lebih khas lagi semua novel-novelnya menampilkan tokoh utama wanitanya sebagai "detektif"-nya. Novel pertamanya, Yang Tak Ternilai, terbit tahun 1982. Sejak itu sudah lebih dari 30 novelnya diterbitkan Gramedia.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
2 (100%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 1 of 1 review
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 25 books198 followers
July 31, 2026
Dalam kondisi demam tinggi, Latif pulang ke kosannya. Pikirannya hanya satu, berbaring di kasurnya untuk menyembuhkan kepalanya yang berdenyut dan badannya yang panas tinggi. Tp bukan istirahat yang ia dapat. Pintu kosnya dalam kondisi tak terkunci dan ada sosok cewe yang ternyata tetangga kosnya tengah terbaring di kasurnya. Dalam kondisi bingung, cowok itu berusaha membangunkan si cewek--yang ternyata cewe itu sudah tewas karena tercekik. Latif kaget, berteriak dan langsung pingsan. Teriakannya didengar oleh 2 penghuni kos terdekat, yang ikut berteriak hingga seluruh kos induk semangnya terbangun. Latif pun dijadikan tersangka.

Novel tipis dan sangat ringan, misteri hanya satu dan lokasi pun sepanjang cerita hanya di rumah indekos dan sedikit di RS. misteri diselesaikan dengan proses wawancara para saksi satu per satu. Dari situ, penyidik dan juga pembaca mungkin bisa mencari petunjuk untuk menguak siapa pelaku pembunuhan tersebut. Dan saya berhasil menebaknya. Rapi, tulisannya, seperti biasa.
Displaying 1 - 1 of 1 review