Jump to ratings and reviews
Rate this book

Keo&Noaki Series #1

Go, Keo! No, Noaki! #1: Double Kacau!

Rate this book
Hidup Keo jungkir balik!

Pindah sekolah, pindah rumah, pindah kota, itu saja sudah bikin duniamu jungkir balik. Apalagi kalau kamu ketemu kembaran beda ayah-ibu yang ngajak
kamu berantem terus. Iya, itu yang Keo alami. Ajaib memang, muka Noaki mirip banget dengan Keo. Tapi masa, sih, itu jadi alasan ribut? Belum lagi teman-teman Noaki yang aneh. Ada si jenius yang eksentrik, si lembut yang penuh perhatian tapi bikin enggak nyaman, si kembar yang sial kalau terpisah, dan dua lagi yang menantangnya “duel secara beradab”.

Tuh, kan! Keo punya waktu sebulan untuk menaklukkan tujuh anak itu. Eh, tambah satu lagi, si misterius yang katanya ingin membantu tapi malah bikin situasi tambah kacau. Sebulan saja, atau Keo kembali lagi ke Jakarta, ke rumah dan sekolah lama.

152 pages, Paperback

First published March 8, 2015

7 people are currently reading
79 people want to read

About the author

Ary Nilandari

63 books145 followers
Ary Nilandari was currently honored as IKAPI Writer of the Year 2022, and her Garuda Gaganeswara won the IBBY Honour List of 2022 for its high quality in writing. She is the author of over 70 books, in which she celebrates diversity and universal values and promotes Indonesian cultural heritage. Some of her works won national and international awards. She was once a freelance translator and editor for a decade before focusing mainly on children/teen content. She is one of the advisors of Forum Penulis Bacaan Anak, the biggest online community of Indonesian children’s book creators. She has worked with national institutions, such as Komisi Pemberantasan Korupsi, Indonesian Commission of Corruption Eradication, to develop a series of children’s books on integrity and anti-corruption values; also with IKAPI, the association of Indonesian Publishers, as a speaker/trainer on editing and writing craft. Her passion and goal are to see Indonesian children have fun reading more quality books written primarily about them and for them.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
34 (56%)
4 stars
20 (33%)
3 stars
4 (6%)
2 stars
0 (0%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
Profile Image for Sunshine.
5 reviews1 follower
December 14, 2015
Pertama kali ditawarin buku ini oleh kakak saya. Saya hanya memiliki rasa penasaran sedikit dengan cerita di dalamnya. Sekilas, saya berpikir, "Ah, ini paling cerita tentang persahabatan seperti halnya buku yang lain" Dan, yang membuat saya penasaran untuk membaca buku ini, justru adalah penulisnya. Ada apa dengan Si Penulis sampai kakak saya begitu menggemarinya? (Sebelumnya saya juga pernah membaca salah satu buku karya beliau yang lain. Dan saya suka dengan sajian cerita penuh imajinasi).
Maka, saya pun mulai membaca dari pertama. Lalu selanjutnya. Dan seterusnya. Tidak sampai satu jam saya selesai membacanya. Wew! Tak ada satupun adegan yang terlewat (biasanya saya menemukan celah tertentu yang terlewat dalam cerita dan jarang diperhatikan pembaca biasa seperti saya). It was so interesting. Saya suka cerita yang tak mudah ditebak jalannya. Itu membuat saya merasa tertantang dan exhausted.
Di luar semua emosi saya yang ikut meledak, peran setiap karakter terasa begitu sangat mewakili diri saya sebagai pembaca. Keo yang peduli dan mempertahankan haknya. Noaki dengan keluarganya yang saya banget. Ajeng yang perhatian. Toby yang baik hati. Wamena-Timika, mengingatkan saya pada teman saya yang kembar beda rupa. Lady yang tomboy dan, ugh, langsung flashback ke masa-masa SMP. Lalu, little monkey, Seb, yang nggemesin banget, mirip sekali sifatnya dengan adik terkecil saya.
Selain peran karakter, isi cerita dan keberagaman yang ada di dalamnya, benar-benar mewakili kehidupan anak-anak Indonesia seperti di lingkungan saya. Dari sini, saya belajar dan menjadi lebih semangat untuk belajar tentang pendidikan karakter anak. Cause every children is unique. Terima kasih kepada Kak Ary Nilandari untuk sajian yang lezat ini.
Last but not least, I would like to say, "This book is amazing"
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,436 reviews72 followers
January 9, 2017
So I've read it for twice and my good impression doesn't change. Only that I felt the writer should have made the identity of The Mysterious won't be guessed that easily. I think keeping the obvious secret for 4 volumes is too much.

Jadi ada beberapa perspektif baru yang kudapat setelah membaca untuk kedua kalinya. Bagian yang kutambahkan akan kuberi tanda (edited).

Kisah ini dimulai dengan manis, diselingi gelak tawa dan diakhiri dengan pahit. Dear, Indonesian children. EAT THAT. Cerita nggak harus selalu diakhiri dengan bahagia walaupun itu cerita anak-anak. Belajarlah menerima kenyataan, Anak-anak. Dan belajarlah menerima bahwa fase kanak-kanak membuat kepribadian kalian saat ini bisa jadi sangat menyebalkan.

(edited) Membaca buku ini untuk kedua kalinya tetap menimbulkan rasa sakit yang sama, terutama di adegan pembukaan. Rasa awkward dan asing yang mendera Keo saat menghadapi Noaki and the gang tetap menerpaku. Uh. (End of edited section)

Dadaku sakit pas baca endingnya. Rasanya seperti benar-benar menjadi Keo. Aku tahu benar rasanya disalahpahami. Ketika seluruh dunia rasanya sengaja membuat rumit. Ketika semua orang rasanya gemar cari gara-gara meski bukan kita yang memulai *senggol bacok!

Membaca serial ini dimulai dari jilid 5 dan 6 kemudian melanjutkan secara flashback dari jilid 1 seperti menjungkirbalikkan segala manis gulali yang kurasakan saat membaca dua jilid terakhir. Dalam cerita ini Keo yang baru pindah dihadapkan pada tantangan sekelompok anak yang sebenarnya masing-masing punya kepribadian menarik. Tapi juga menyebalkan. Noaki yang jutek tapi ternyata bisa sangat peka jika diajak ngomong heart to heart. Toby Chen yang sangat setia kawan. Seb yang angkuh tapi bisa perhatian meski malah bikin kacau. Lady yang tomboy dan maniak game (dia nggak terlalu menonjol di jilid 5 dan 6. Jadi aku baru sadar kalau ternyata dia tokoh favoritku). Lalu ada duo kembar Wamena dan Timika dengan separation anxiety-nya yang aneh. Dan Ajeng si putri solo yang ternyata punya ketegaran ala Srikandi kalau dia mau.

Keo sendiri tadinya nyaris kuberi cap Gary Stu. Cakep, imut, seperti peri, lincah, berani, dan punya bakat alami untuk menarik orang dengan caranya berbicara. Tapi ternyata dia punya kelemahan yang fatal. Lemah dalam pelajaran. YHA. Dan buat aku itu kelemahan yang sangat fatal (sori Keo). Tapi katanya dia jadi begini gara-gara mamanya tak pernah menemaninya belajar. Apa nggak dileskan ya? Kan orang kaya. Oh well... Tapi YHA, tahu banget sih rasanya. Nilai matematikaku saat SMP juga anjlok karena ibuku juga menyerah pada aljabar. So iya, dukungan langsung orangtua sangat penting bagi kelangsungan prestasi akademis putra-putrinya. Harusnya sih yang dileskan di bimbel-bimbel sampai maghrib itu bukan si anak, tapi ortunya! Biar mereka bisa nemenin anak-anaknya belajar di rumah. Tapi YHA, mana mau sih para orangtua egois itu (hahahahah).

(Edited) Yang menarik adalah sikap Keo yang menolak diberi contekan Ajeng saat dia lupa mengerjakan PR Matematika. Katanya lebih baik ia dimarahi Pak Hilal. WOW. Kok bisa? Sangat jarang ada anak yang bisa bersikap seperti ini. Terutama dalam keadaan rentan karena lupa mengerjakan PR ini.

Aku walaupun berprinsip antinyontek dari dulu sampai sekarang, hanya menerapkannya saat ujian. Karena sebenarnya PR kan cuma buat latihan aja. Terutama karena saat SMA dan kuliah ternyata para guru dan dosen lebih mengambil nilai dari ujian, bukan PR. Memang ada sih PR seperti esei dan semacamnya. Kalau yang seperti ini baru aku nggak "nyontek" alias nggak plagiat. Gengsi, dong buat mahasiswa yang dikenal aktif di organisasi kepenulisan ini. Tapi kalau untuk sekedar latihan soal aku lebih bersikap longgar. (End of edited section)

Tantangan yang dihadapi Keo nggak cuma dalam hal pelajaran, tapi juga pertemanan. Anak-anak seringkali kurang berempati karena perkembangan emosional mereka yang masih merangkak bahkan merambat. Jadi mudah bagi mereka untuk mempersulit orang lain. Kalau dipikir-pikir, saat kecil mungkin sering kita berselisih dengan teman-teman kita hanya karena alasan yang sangat-sangat-sangat sepele. Bodoh sekali.

Mungkin pada dasarnya Keo meski lemah dalam pelajaran tapi memiliki hati yang kuat. Jadi bukannya menghindar, ia malah berusaha menaklukkan keadaan (hmm kurasa kamu akan jadi orang dewasa yang menarik, Keo. Tanteh nggak sabar nunggunya *ketawa najong*). Dengan gagah berani ia menghadapi para lawan yang kemudian akan jadi kawan-kawan terbaiknya itu. Keo orang yang sportif. Dia nggak segan minta maaf meski kesalahan seratus persen bukan pada dirinya. Kalau memang dia merasa dia salah, dia juga dengan berani dan tenang mengakuinya. Keo mungkin tumbuh dengan keluarga yang tidak lengkap-- Maminya super sibuk, sedangkan orang yang tadinya menjadi sosok ayah, Om Nug, sepertinya sudah tidak ada lagi di dunia ini-- tapi yang jelas keadaan itu tak membuatnya jadi anak manja dan egois. Aku jadi penasaran bagaimana sang Mami bisa menanamkan nilai-nilai sekeren itu pada diri anak semuda Keo meski dia tak selalu hadir di sisi anaknya.

Bunda Ary, kapan bikin buku parenting? Hehehehe...

Sebenarnya aku heran kenapa Keo mau bersusah payah untuk menaklukkan Noaki and the Gang (JITAK NOAKI! KAPLOK! JAMBAK! HIIIH! *hoy!). Soalnya waktu aku seumur Keo aku nggak akan ambil pusing soal itu. Mau temenan ya temenan aja. Nggak mau ya nggak masalah. Tapi kemudian aku berpikir. Kalau saja aku dulu sepeduli Keo, mungkin kenangan masa kecilku akan jauh berbeda? Entahlah. Rasanya teman-teman masa kecilku sifat dan mentalnya tak seterpuji Keo dkk sih. Hahaha... Dilema. Benar-benar masa kecil yang rumit dan penuh amarah serta rasa frustrasi (sori, memang pengen curhat).

So, bagus sekali jika Keo dan teman-temannya di sini bisa menjadi role model bagi generasi muda sekarang untuk belajar mengelola emosi dan masalahnya sejak dini. Bayangkan jika sejak kecil anak-anak kita sudah terlatih memiliki simpati dan empati. Mungkin masa depan dunia tidak perlu dihadapi dengan rasa skeptis dan apatis.


(Edited) So just as the first time I read this, now I'm also continuing to the 2nd volume directly. YEEHAW.
Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
May 22, 2015
menyenangkan sekali membacanya, cukup 1 jam saja.. setelah baca langsung lanjut buku #2 dan ngewatsap mbak maria pesen buku #3 hwahahaha..... penasaran, apa ada hubungan darah antara keo dan noaki atau kemiripan mereka hanya sebuah kebetulan?
pengen tau naoki dan keluarganya... sepertinya ada sesuatu yg membebani naoki.. hanya sekedar kebosanan anak kecil yg selalu diminta bantuannya oleh ibunya utk pekerjaan rumah tangga atau memang ada hal lain? dan penasaran dengan ke-enam teman lainnya... apa akan punya cerita masing2?
yuk lanjut ke buku 2..
4 bintang untuk gKnK, buku anak lokal yg menyenangkan untuk dibaca...
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews65 followers
June 21, 2018
Sebelum baca buku:
Tipis nih, bisa lah dibaca cepat.
Ini genre middle grade. Aku suka middle grade.

Ceritanya tentang Keo, anak lelaki kelas 5 SD yang baru pindah dari Jakarta ke Bandung. Permasalahan yang dia hadapi? Beradaptasi dengan lingkungan baru dan menghadapi teman-teman baru yang 'ajaib'.
Premisnya bukan sesuatu yang luar biasa, tapi cara penyampaian ceritanya sangat asyik dan seru.

Aku suka sekali sama Keo. Pengen deh punya anak kayak Keo. Kepribadiannya oke; sopan, ramah, taat beribadah. Padahal bisa dibilang dia anak broken home (ayahnya sudah meninggal, ibunya sibuk kerja), tapi Keo tidak menjadi anak berandalan yang suka cari masalah. Malah, kalau nemu masalah dia ingin segera mencari solusinya.

Penulis buku ini, Mbak Ary, punya jam terbang tinggi dan kualitas tulisannya sudah tidak usah diragukan lagi ❤

Endingnya:
Apaaaa? Kok gitu sih? Serius ini udahan? 😂 Jadi ingin segera baca buku keduanya. Masih ada 5 buku lagi dalam serial Go Keo No Noaki 😆
Profile Image for Iyut.
231 reviews26 followers
November 27, 2016
Hah! Keren banget buku ini.. enak dibaca. Kok baru sekarang kubaca ya padahal belinya dah dari entah kapan
24 reviews
March 27, 2022
saat pertama kali Keo bertemu Noaki itu lucu banget.
Saat Keo harus menang dari tantangan Toby, karena kalo gak menang keo harus meminta maaf kepada Noaki.
Waktu keo pertama masuk sekolah itu lucu, kinanti bilang hanya Satu K.E.O di kelasnya yaitu kinanti, walaupun keo dan noaki sering berantem , mereka lucu banget.. apalagi pas Keo sebel sama Seb karena sok tau..
Profile Image for Mami Veve.
91 reviews3 followers
December 10, 2016
Buku ke-1 Go,Keo! No, Noaki ! bercerita tentang Keo, seorang anak laki-laki kelas 5 SD , pindah ke lingkungan baru, yang berarti sekolah baru, teman-teman baru.

Tidak hanya itu, dia juga bertemu dengan masalah baru! Seorang anak perempuan bernama Noaki yang mirip dengan dirinya bersama dengan sahabat-sahabatnya yang unik. Ada Ajeng yang lembut, Wamena-Timika si kembar yang tak terpisahkan, Seb si Jenius, Toby Chen yang suka musik dan Lovely Lady yang sama sekali tidak seperti lady.


Baru selesai membaca 1 bab, saya langsung membongkar meja belajar Veve, mencari kertas-kertas sketsa yang biasa dibuatnya ketika bercerita , sama seperti yang dilakukan Keo ketika menulis di jurnalnya. Ga ketemu, entah disimpan dimana atau mungkin sudah dibuang, saya lanjut membaca, ceritanya seru , manis dan hangat. Seperti membaca isi pillow talk saya dengan Veve sebelum tidur. Apa semua anak kelas 5 punya konflik yang sama ya ?


This book is GOLD, saya suka bagaimana Bunda Ary Nilandari menghidupkan setiap karakter dan emosi di dalamnya. Ilustrasinya keren melengkapi ceritanya yang super keren.

Saya ikut merasa senang, bersemangat, tersipu-sipu seperti Ajeng, bahkan gemas dengan Kinanti ( can i pull her hair ?)

Konfliknya diramu dengan cantik, dibumbui dengan misteri yang bikin penasaran.

Aaah,...pokoknya super kereen deh. Saya tahu , buku ini pangsa pasarnya adalah anak-anak, tapi dengan membacanya saya jadi ikut bernostalgia, mengingat-ingat bagaimana saya sewaktu SD dulu.


Veve ? begitu tahu bukunya datang, dia membawanya ke mana-mana. Ganti baju sambil membaca, cepat-cepat menyelesaikan tugas sekolahnya supaya bisa terus membaca, makan sambil membaca, menyapu, melipat baju sambil membaca. Saya bahkan menangkap basah dia memasukkan bukunya ke dalam tas sekolah sebelum berangkat , dan insiden itu berakhir dengan omelan saya ketika mengantar dia ke sekolah.Ups!

Ketika saya minta untuk menuliskan kesannya, di sibuk membaca ULANG !!


Profile Image for Kerlip Bintang.
167 reviews32 followers
December 21, 2016
haaaah??
ini novel serial lokal?
trus pas liat penulisnya, juga gak nyangka banget ibu ini bisa nulis seperti ini.
oke sebetulnya tertarik dengan buku ini ketika liat reviewnya @speakercoret di account goodreads. dan setelah mampir sana sini beberapa toko buku offline deket-deket kantor, semua stok ternyata habis, ludes.
saya gak ngerti ini buku emang booming ya? kok aku gak tau? (emang siapa guwwweeee hihiihi)
akhirnya setelah nanya di WAg goodreads, merekalah yang meracuni aku untuk kenalan sama salah satu (eh beberapa) toko buku online di facebook. hadeeuuuh.... menyesal deh kenal mereka (nyandu banget). walhasil borong langsung 6 bukunya (plus.. buku2 lain, yang jumlahnya lebih banyak dibanding tujuan awal).
kejaaar......... @speakercoret dan @tukangkuekeren

oke.. oke... beralih ke buku ini, ceritanya tentang persahabatan anak SD kelas 5. dimulai ketika Keo harus pindah sekolah dari Jakarta ke Bandung, karena ibunya pindah kerja ke bandung.
dan jeng jreeeng di sekolah barunya Keo menemukan "kembarannya" yang tidak satu ibu juga tidak satu bapak. aneh sih. yang satu cowok, satunya lagi cewek.
Keo diberi waktu sama ibunya selama 1 bulan untuk mencoba di kota baru, sekolah baru dan lingkungan baru.
bila tidak suka, Keo boleh pindah lagi ke Jakarta.
tokoh ibunya ini jarang sekali muncul, padahal dia-lah awal kenapa semua ini terjadi.
sekalinya muncul cuma di bab terakhir.

duh cerita mula awal persahabatan ini yang bikin saya sebagai pembaca baper sama tingkah polah anak esde.. hehehe..
meski rasanya anak esde ini kelihatan lebih dewasa dari anak usiannya.
tapi biarlah... abaikan saja.
yang penting asik dilahap.

dan pas sampai di halaman terakhir saya benar-benar tercele.. gak nyangka bakal gantung gini ceritanya.

dasar kampreeeettt.....
mana buku keduanya ditinggal di tempat lain lagi..
hu hu huuuu.....
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
May 1, 2015
ini novel anak favorit saya :-)

Tadinya saya pikir Noaki itu laki-laki, ternyata bukan. Noaki adalah seorang anak perempuan dan Keo itu laki-laki. Jadi, ini menarik :D

Keo baru pindah ke Bandung. Dia pindah ke Bandung demi sebuah kebersamaan dengan maminya walaupun maminya juga enggak menjamin bakal ada terus di rumah seperti yang Keo kehendaki. Mami memberi batas waktu satu bulan masa percobaan, terhitung dari hari pertama Keo masuk sekolah. Jika betah lanjuuut... Jika enggak betah balik lagi ke Jakarta.

Sebelum masuk sekolah tiba, Keo ingin melihat-lihat sekolahnya dulu. Saat itulah dia bertemu dengan Noaki dan 6 orang temannya yang unik. Mereka semua kaget, Noaki dan Keo sangat mirip. Tapi kemiripan itu bukan berarti mereka bisa cepat akrab, malah mereka berseteru. Perseteruan yang terus mempertemukan Keo dengan Noaki dan teman-temannya hingga mereka pun menjadi teman. Walaupun begitu, Keo tetap merasa dia belum bisa masuk ke dalam persahabatan sesungguhnya bersama Noaki dan teman-teman.

Saat Keo sudah merasa asyik dengan teman-teman barunya, ada masalah muncul yang membuat Keo jadi serba salah. Pada saat bersamaan, Maminya menawarkan solusi untuk Keo. Apa yang diambil Keo?

Go, Keo! No, Noaki! Adalah novel anak yang saya sukaaa banget. Saya suka persahaban yang terjalin di dalamnya, dll. bersambung ke buku kedua :-)
Profile Image for Ayu Lestari Gusman.
121 reviews
March 15, 2022
Perdana menggunakan audiobook bahasa Indonesia via Storyt*l. Ah, bahagia rasanya bisa tetap ‘mendengarkan’ buku kalau lagi di jalan menuju tempat kerja.

Bercerita tentang Keo yang harus pindah ke Bandung, dan bertemu dengan Noaki. Betapa kaget Keo ketika melihat Noaki yang wajahnya mirip Keo, namun versi perempuan. Selain Noaki, Keo bertemu dengan teman2 baru. Teman-teman yang memiliki perbedaan kepribadian. Ada Sebastian yang jenius, Ajeng lembut, si kembar Wamena dan Timika, dll.

Ini cerita anak SD tapi sukses bikin senyum senyum sendiri. Jadi ingat jaman SD dulu
Profile Image for Leila Rumeila.
993 reviews30 followers
February 9, 2024
Actual 2.5⭐
Tertarik karna rating yg lumayan besar di GR dan kebetulan durasi audiobooknya juga engga panjang.

Alur cerita utama di buku ini tentang persahabatan.
Kinda messy plot dan bagi gue keseluruhan ceritanya kurang mengena.

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for QS Emmus.
16 reviews
November 20, 2019
Suka banget sama buku seri ini! Dibaca berulang kali pun tetap seru.
Displaying 1 - 18 of 18 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.