Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sisi Balik Permadani: Catatan-Catatan tentang Seni Penerjemahan

Rate this book
“Setiap bahasa berkembang secara berbeda dan untuk alasan-alasan emosional dan gramatikal yang berbeda. Membahas penerjemahan yang tepat adalah suatu cap birokratis, bukan suatu kebutuhan estetik, dan para penerjemah bukan birokrat, kecuali kalau mereka berniat untuk gagal.”

Sebagai salah satu ahli perbukuan dan pembacaan terkemuka di dunia—yang sendirinya juga seorang penerjemah poliglot—Alberto Manguel berbagi renungan-renungannya tentang teks dan seni penerjemahan. Dengan meluaskan definisi penerjemahan, Manguel seolah bertanya: adakah sesuatu di dunia ini yang bukan penerjemahan, yang bukan penafsiran—sesuatu yang asli murni?

124 pages, Paperback

Published April 20, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Alberto Manguel

261 books1,838 followers
Alberto Manguel (born 1948 in Buenos Aires) is an Argentine-born writer, translator, and editor. He is the author of numerous non-fiction books such as The Dictionary of Imaginary Places (co-written with Gianni Guadalupi in 1980) and A History of Reading (1996) The Library at Night (2007) and Homer's Iliad and Odyssey: A Biography (2008), and novels such as News From a Foreign Country Came (1991).

Manguel believes in the central importance of the book in societies of the written word where, in recent times, the intellectual act has lost most of its prestige. Libraries (the reservoirs of collective memory) should be our essential symbol, not banks. Humans can be defined as reading animals, come into the world to decipher it and themselves.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (6%)
4 stars
7 (46%)
3 stars
5 (33%)
2 stars
1 (6%)
1 star
1 (6%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Genut Wahyu.
37 reviews1 follower
May 14, 2026
Sebenarnya buku ini cukup menarik, catatan Alberto Manguel cukup lugas dalam merangkum seni penerjemahan dari berbagai perspektif. Namun saya kurang enjoy membacanya. Jika dieksplore menjadi naskah sejarah penerjemahan mungkin akan lebih nyaman dibaca sebagai cerita.
Profile Image for Tyas.
Author 39 books94 followers
May 20, 2026
Buku ini berisi tulisan-tulisan pendek hasil perenungan Manguel sebagai seorang penerjemah poliglot. Akan tetapi, jangan berharap akan mendapatkan tip-tip praktis penerjemahan atau semacamnya. Buku ini lebih filosofis, dan kerap menyebutkan contoh atau referensi yang, walaupun menarik, mungkin jarang terdengar oleh pembaca. Adalah kebetulan saya pernah punya fase getol membaca berbagai legenda dan misteri di dunia sehingga tahu apa yang dimaksud dengan 'kerajaan Prester John'.

Ada total 44 tulisan pendek dalam buku ini, menyerupai kolom surat kabar. Akan tetapi, isinya kadang terasa benar-benar 'melintas' saja, tidak sampai menimbulkan pemikiran mendalam. Jujur saja, awalnya saya tidak bisa langsung 'masuk' membaca buku ini. Tulisan 1 sampai 4 rasanya terlalu mengawang-awang, romantisasi penerjemahan yang disampaikan dengan kata-kata indah, tapi malah membuat saya bertanya, "Naon?" Baru terasa ada sesuatu yang kongkret pada tulisan ke-5, yang membahas soal penerjemah Qur'an ke bahasa lain yang awalnya justru dengan maksud untuk dibantah. Setelahnya tulisan bercampur-campur antara yang terasa sangat membumi (pembahasan penerjemahan sebagai alat penyensoran bagi saya sangat menarik) dengan yang lebih sulit dicerna, kadang justru karena tulisannya terlalu pendek sehingga 'tendangan' gagasannya tidak terasa.

Selain itu, sebagai buku tentang terjemahan, yang berulang-ulang menyoroti bagaimana terjemahan seharusnya terasa seperti karya orisinal dalam bahasa target, saya kira terjemahan buku ini seharusnya bisa terdengar lebih alami lagi dalam bahasa Indonesia.
Profile Image for Ms.TDA.
310 reviews8 followers
August 11, 2026
Perspektif 44 chapters yg di sajikan oleh Manguel seputaran dunia penerjemahan tp entah kenapa aku kurang mencermati, mungkin karna terlalu singkat.

“Penerjemahan dpt menjadi sebentuk penyensoran, pengayaan, perampasan, metamorfosis. Penerjemahan dpt menjadi instrumen utk mengubah suasana hati, niat, dan moral. Dihadapkan dengan karya asli, penerjemah dapat memilih untuk mengabaikan bukan hanya kata2 atau bahkan paragraf tertentu, tapi juga konsekuensi dan akhir. Setiap penerjemahan adalah suatu kelahiran kembali.”

“Penerjemahan adalah seni mengimajinasikan kembali, dg bahasa lain dan melalui mata yg lain, bagaimana suatu teks tertentu muncul menjadi pengucapan. Penerjemah menuntut dari seorang pembaca tdk hanya kecerdasan atas suatu teks, tp konstruksi teks yg lain, suatu teks yg berbeda, yg akan memungkinkan pembaca lain menangkap kecerdasan yg sama.” 🤔🧐
Profile Image for Satvika.
600 reviews43 followers
August 9, 2026
"Dengan diam-diam, rendah hati, dan tekun, para penerjemahlah yang mengajak karya karya yang lahir di luar tembok kota masuk ke dalam bahasa kita."

44 bab prosa singkat tentang seni penerjemahan, dunia penerjemahan tak luput dari politik dan penuh ironi, sangat banyak insight ya saya dapat dari membaca buku ini, praktik kolonialisme yang kejam ikut memberangus banyak bahasa di dunia dan buku ini membuat saya tertarik dengan filosofi bahasa Aymara, bahasa yang dipakai oleh beberapa bagian penduduk wilayah pegunungan Andes.

Recommended buat semua kalangan dan semua usia, benar2 memberikan banyak sudut pandang baru dan bahan untuk berpikir 😊
Profile Image for Ahmad Kurnia.
60 reviews
August 4, 2026
Ada 44 hal, yang bisa dijadikan tuntunan sekaligus peringatan bagi penerjemah dan pembaca terjemahan. Tiap-tiap hal berisi renungan yang padat namun kaya, agaknya agar pembaca mudah menangkap.

Dan pada akhirnya, membacanya melalui terjemahan juga bisa jadi yang kudapatkan bukanlah ketepatan yang dimaksud oleh penulis.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews