What do you think?


Persalinan Maryam Melahirkan Keshalihan
Rasa yang dirasakan ibu menjelang bersalin itu akan membuat pintu lahir membuka. Begitu juga dengan pintu-pintu langi. Doa perempuan menjelang bersalin akan membuka pintu-pintu langit... Mengantarkan dia itu pada Allah. Subhanallah, doa itu akan menembus lapis demi lapis langit dalam sekejab. Kerana ibu adalah layaknya seorang mujahid yang bersungguh-sungguh melahirkan puteranya, Sang Penerus Keshalihan.
Rasa luar biasa itu yang akan mengantar ibu pada redho Ilahi. Jika ibu ikhlas, maka Allah ridho. Maka tak ada selain penerimaan tulus yang akan membantu ibu melewati semua itu. Terimalah rasa itu dengan penuh keikhlasan. Rasa yang menyatakan kepantasan seorang ibu menyandang predikat
IBUMU IBUMU IBUMU
Rasa luar biasa itu yang akan mengantar ibu pada redho Ilahi. Jika ibu ikhlas, maka Allah ridho. Maka tak ada selain penerimaan tulus yang akan membantu ibu melewati semua itu. Terimalah rasa itu dengan penuh keikhlasan. Rasa yang menyatakan kepantasan seorang ibu menyandang predikat
IBUMU IBUMU IBUMU
192 pages, Paperback
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
March 17, 2015
Bagi mereka yang mencari 'solid evidence based' tentang kelahiran alami, buku ini bukanlah yang disarankan.
Walau bagaimanapun, Mugi Rahayu, seorang bidan benar-benar menyarakankan bahawa mengandung dan bersalin adalah satu fitrah yang Allah jadikan buat mana-mana perempuan. Beberapa 'medical term' diulas dengan bahasa yang mudah difahami.
Penulisannya sangat menyentuh jiwa. Beliau berkali-kali mengaitkan kisah Maryam AS, diuji dengan mengandungkan seorang tanpa ayah, dicemuh masyarakat, tetapi mengambil inisiatif untuk beruzlah kerana beliau tahu kata-kata itu tidak membantu pembentukan janinnya.
Ketika kelahiran, Maryam AS makan kurma, menarik pokok kurma, air sungai yang mengalir, dan doa serta kehadiran Jibril dikaitkan dengan posisi yang sesuai ketika bersalin, boleh makan dan minum,water birth dan peranan doula.
Mugi Rahayu mementingkan aspek spiritual perlu dihidupkan sebaik mungkin sewaktu mengandung, melahirkan dan membesarkan anak-anak. Kerana akhirnya anak itu amanah bukan milik mutlak seorang ibu.
Walau bagaimanapun, Mugi Rahayu, seorang bidan benar-benar menyarakankan bahawa mengandung dan bersalin adalah satu fitrah yang Allah jadikan buat mana-mana perempuan. Beberapa 'medical term' diulas dengan bahasa yang mudah difahami.
Penulisannya sangat menyentuh jiwa. Beliau berkali-kali mengaitkan kisah Maryam AS, diuji dengan mengandungkan seorang tanpa ayah, dicemuh masyarakat, tetapi mengambil inisiatif untuk beruzlah kerana beliau tahu kata-kata itu tidak membantu pembentukan janinnya.
Ketika kelahiran, Maryam AS makan kurma, menarik pokok kurma, air sungai yang mengalir, dan doa serta kehadiran Jibril dikaitkan dengan posisi yang sesuai ketika bersalin, boleh makan dan minum,water birth dan peranan doula.
Mugi Rahayu mementingkan aspek spiritual perlu dihidupkan sebaik mungkin sewaktu mengandung, melahirkan dan membesarkan anak-anak. Kerana akhirnya anak itu amanah bukan milik mutlak seorang ibu.
August 11, 2018
"Pena telah diangkat dan tinta telah kering. Ketetapan Allah berlaku mutlak dan tak dapat diubah. Kecuali dengan doa. Lalu kita mengambil hikmahnya. Persiapkan diri untuk ikhlas menerima ketetapan-Nya.
Kesempatan seorang ibu untuk hamil dan bersalin adalah bagian takdir-Nya. Kesemuanya telah selesai ditulis di Lauh mahfuz. Sudah ditetapkan.
Kepasrahan membuat Allah mempunyai hak total untuk berkehendak. Pernyataan hamba-Nya akan semakin menguatkan kehendak-Nya. Meyakinkan bahwa hamba itu hanya bertumpu pada-Nya.
Jangan pernah sangsi atas keluarbiasaan Allah. Tangkap semua dengan ketenangan atas dzikir-Nya. Keluarbiasaan-Nya berjalan setiap waktu, menghampiri hamba-Nya yang yakin dan ingat pada-Nya. Yakin bahwa tak ada yang tak bisa. Tak ada yang tak mungkin. Tak ada yang tak ada.
Selalu ada asa. Akan terbentang harapan. Karena Dialah yang membuka semua kemungkinan untuk jadi kenyataan. Maka serahkan saja semua pada-Nya.
Cara-Nya amatlah halus dan tak teraba. Apapun permasalahan itu maka cepatlah kembali mengadu pada-Nya. Bahkan di detik-detik terakhir. Semua akan mendapat jawaban di waktu yang tepat.
Tingkatkan terus ilmu dan pengetahuan kita. Belajar tanpa kenal lelah dari berbagai sumber terpercaya. Teruslah menjadi ibu yang selalu haus ilmu. Karena ilmu ini akan menjadi warisan berharga bagi anak-anak kelak.
Apapun cara yang dipakai untuk proses bersalin, maka kunci utamanya adalah mengolah rasa. Kelola rasa itu lewat keyakinan akan takdir Allah.
Allah yang memiliki 99 nama kebaikan. Padanyalah seluruh harapan terkumpul. Nama yang mencerminkan sifat agungnya dengan segala Maha-Nya. Tempat sebaik-baik meminta pertolongan.
Lahirnya sang penerus keshalihan adalah tanda sebuah kepercayaan Allah pada kedua orang tua. Dia memberikan amanah yang membahagiakan. Ibu menjadi tokoh dalam proses kehamilan dan persalinan. Ayah adalah penggerak semangat.
Karena seorang anak adalah amanah dan ladng tempat bertanam amal bagi ayah ibunya. Anak yang dididik secara benar adalah sebuah kebaikan yang terus mengalir bagi kedua orang tuanya.
Keshalihan bukan diturunkan tapi melalui pembelajaran dan proses yang panjang. Tugas orang tuanyalah yang menjadikan bayi itu menjadi penerus keshalihan.
Ceritakan keshalihan para nabi terdahulu dan juga penghulu para nabi, Rasulullah teladan kita. Ceritakan juga keshalihan para sahabat dan orang-orang shaleh. Ceritakan dengan hati. Ceritakan dengan riang jika itu nendatangkan kebahagiaan. Sediakan airmata jika itu tentang azab yang pedih."
_ Bidan Mugi Rahayu dalam Buku "Persalinan Maryam, Melahirkan Keshalihan : Tak Pernah Mengkhawatirkan Rasa Sakit"
Kesempatan seorang ibu untuk hamil dan bersalin adalah bagian takdir-Nya. Kesemuanya telah selesai ditulis di Lauh mahfuz. Sudah ditetapkan.
Kepasrahan membuat Allah mempunyai hak total untuk berkehendak. Pernyataan hamba-Nya akan semakin menguatkan kehendak-Nya. Meyakinkan bahwa hamba itu hanya bertumpu pada-Nya.
Jangan pernah sangsi atas keluarbiasaan Allah. Tangkap semua dengan ketenangan atas dzikir-Nya. Keluarbiasaan-Nya berjalan setiap waktu, menghampiri hamba-Nya yang yakin dan ingat pada-Nya. Yakin bahwa tak ada yang tak bisa. Tak ada yang tak mungkin. Tak ada yang tak ada.
Selalu ada asa. Akan terbentang harapan. Karena Dialah yang membuka semua kemungkinan untuk jadi kenyataan. Maka serahkan saja semua pada-Nya.
Cara-Nya amatlah halus dan tak teraba. Apapun permasalahan itu maka cepatlah kembali mengadu pada-Nya. Bahkan di detik-detik terakhir. Semua akan mendapat jawaban di waktu yang tepat.
Tingkatkan terus ilmu dan pengetahuan kita. Belajar tanpa kenal lelah dari berbagai sumber terpercaya. Teruslah menjadi ibu yang selalu haus ilmu. Karena ilmu ini akan menjadi warisan berharga bagi anak-anak kelak.
Apapun cara yang dipakai untuk proses bersalin, maka kunci utamanya adalah mengolah rasa. Kelola rasa itu lewat keyakinan akan takdir Allah.
Allah yang memiliki 99 nama kebaikan. Padanyalah seluruh harapan terkumpul. Nama yang mencerminkan sifat agungnya dengan segala Maha-Nya. Tempat sebaik-baik meminta pertolongan.
Lahirnya sang penerus keshalihan adalah tanda sebuah kepercayaan Allah pada kedua orang tua. Dia memberikan amanah yang membahagiakan. Ibu menjadi tokoh dalam proses kehamilan dan persalinan. Ayah adalah penggerak semangat.
Karena seorang anak adalah amanah dan ladng tempat bertanam amal bagi ayah ibunya. Anak yang dididik secara benar adalah sebuah kebaikan yang terus mengalir bagi kedua orang tuanya.
Keshalihan bukan diturunkan tapi melalui pembelajaran dan proses yang panjang. Tugas orang tuanyalah yang menjadikan bayi itu menjadi penerus keshalihan.
Ceritakan keshalihan para nabi terdahulu dan juga penghulu para nabi, Rasulullah teladan kita. Ceritakan juga keshalihan para sahabat dan orang-orang shaleh. Ceritakan dengan hati. Ceritakan dengan riang jika itu nendatangkan kebahagiaan. Sediakan airmata jika itu tentang azab yang pedih."
_ Bidan Mugi Rahayu dalam Buku "Persalinan Maryam, Melahirkan Keshalihan : Tak Pernah Mengkhawatirkan Rasa Sakit"
January 6, 2016
Bahasanya terlalu mendayu-dayu, hampir seperti puisi dengan banyak kata-kata yang diulang. Buku yang saya baca terdapat banyak kesalahan tanda baca, hal yang membuat saya sangat tidak nyaman ketika membaca buku.
Dari segi konten, penulis menguraikan kisah Maryam dan dikaitkan dengan kondisi ibu modern ketika akan melahirkan. Banyak sisi spiritualnya supaya calon ibu menyiapkan hati menghadapi takdir Allah berupa persalinan, sedahsyat apapun sakitnya.
=======
Update.
Saya ngga sanggup menyelesaikan baca buku ini. Terlalu monoton dan membosankan, dan terlalu banyak hal diulang-ulang.
Namun jika kondisinya kita butuh motivasi untuk lebih bersyukur menghadapi persalinan, mungkin buku ini cocok dibaca.
Dari segi konten, penulis menguraikan kisah Maryam dan dikaitkan dengan kondisi ibu modern ketika akan melahirkan. Banyak sisi spiritualnya supaya calon ibu menyiapkan hati menghadapi takdir Allah berupa persalinan, sedahsyat apapun sakitnya.
=======
Update.
Saya ngga sanggup menyelesaikan baca buku ini. Terlalu monoton dan membosankan, dan terlalu banyak hal diulang-ulang.
Namun jika kondisinya kita butuh motivasi untuk lebih bersyukur menghadapi persalinan, mungkin buku ini cocok dibaca.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews


