awal lihat daftar isinya ga nangkep runtutan alurnya, kok kayak esai2 sembarang. dan kurang tertarik. beberapa hari setelahnya dapet ajaran, beberapa pelajaran memerlukan "penkondisian jiwa" tertentu untuk bisa memahaminya dengan pemahaman yang benderang. Setelah coba ngelakuin beberapa tata "pengkondisian jiwa", beh ternyata bener kelihatan terang alur tulisannya gimana. Buku pertama yang tak baca dengan melakukan tata "pengkondisian jiwa" dulu setiap mau bacanya. Pengalaman lah..
Kalau menilai buku ini sih, secara perfek aku bilang banyak kekurangan (terutama dalam tata penyuntingan naskah dari sisi huruf (font), perataan teks (margin), dan wajah isi maupun sampul (lay out)). Di luar segala kekurangannya itu, khas daripada "perekaman" 10 ceramah penulis ini ialah penyampaian umum, ringkas, yang memang lebih mendahulukan sampainya pemahaman kepada pembaca daripada keakuratan referensi2 yang digunakan. Beberapa tokoh seperti Henri Bergson, Bertrand Russel, ibn Sina, hingga Sigmund Freud dan Carl G. Jung dikutip baik perkataan maupun pemikirannya tanpa disertai penyantuman sumber yang jelas. Namun daripada sebuah kekurangan, itu lebih menjadi sisi khas daripada apa yang dibawakan oleh penulis, agar tidak menyulitkan pembaca awam pada perujukan referensi2 tertentu (yang tentu saja diktat yang cukup berat).
Dengan penyampaian penulis yang rasanya langsung merasuk ke pemahaman (dengan tambahan quranic taste), entah karena pengkondisian jiwa yang tak lakukan setiap sebelum baca atau memang pemaparannya yang benderang, hampir perfek lah kalau ga ada kekurangan2 dari sisi penerbitannya.
Mantap!