Jump to ratings and reviews
Rate this book

Oni Jouska

Rate this book
DAFTAR PENDEK KUSALA SASTRA KHATULISTIWA 2025

Pernahkah kamu berusaha berbicara dengan seekor ikan? Jika tidak, kamu harus tahu bahwa di lautan sana terdapat seekor ikan remora kecil yang berusaha dengan keras untuk bisa berbicara dengan manusia.

Konon katanya, ada dua hal yang tak banyak terjamah manusia, yaitu lautan dan dirinya sendiri. Untuk membantu menjamah lebih dalam dua hal itulah kisah ini tercipta.

Berawal dari rasa marah dan berbagai pertanyaan dalam hidupnya tentang manusia, Oni Jouska dengan kekurangannya yang tak bisa menempel di ikan mana pun, memberanikan diri bertualang.

Dalam petulangan itu ia menceritakan berbagai masalah yang ditimbulkan sampah di lautan; mengungkap berbagai pertanyaan tentang kerumitan dirinya, keluarga; dan mengungkap berbagai fenomena, mitos, dan kisah legenda yang beredar di antara ikan untuk diresapi oleh kita sebagai manusia.

271 pages, Paperback

First published September 1, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (15%)
4 stars
24 (46%)
3 stars
18 (34%)
2 stars
2 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,489 followers
July 25, 2026
Oni Jouska adalah nama dari ikan remora yang merupakan karakter utama sekaligus narator novel ini. Oni yang lahir dengan kepala datar tanpa organ penghisap selayaknya ikan remora pada umumnya dibesarkan dalam kawanan yang melekat di punggung seekor ikan pari tua. Hingga pada suatu hari Oni memutuskan untuk kabur dan mengembara di lautan luas. Di sana lah Oni bertemu dengan berbagai ikan dan terlibat dalam konflik dan politik antar klan.

Walau terbilang singkat (130-an halaman), fabel ini mengangkat banyak isu yang menjadi bahan refleksi bagi manusia. Isu sampah dan rusaknya ekosistem laut menjadi latar belakang cerita. Namun, lebih dari itu, penokohan dan konflik yang ada dalam cerita terasa familiar dengan kelakuan manusia yang serakah dan terus berseteru atas nama kekuasaan tanpa menyadari betapa kecilnya mereka.

Saya sepakat dengan beberapa ulasan yang mengatakan bahwa ada banyak 'pesan' dan 'sindiran' yang terlalu tersurat, namun karena tokoh-tokohnya adalah ikan, jadi buat saya malah rasanya... apa ya... lucu (in a positive way) karena seperti dinasihati ikan gitu ya 🐟🤣 Selain itu, menurut saya, pendekatan ini sebetulnya membuat karya ini bisa dibaca oleh berbagai usia, termasuk remaja.

Saya rekomendasikan novel debut Aep Ardian yang masuk daftar pendek penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 ini. Seru tapi juga bikin merenung!
Profile Image for Teguh.
Author 10 books347 followers
May 8, 2026
Dalam salah satu esai Pak SDD, disebut kecenderungan sastra Indonesia (meski ini tidak disebut baik atau buruk) adalah didaktis yang sangat tersurat. Mungkin ini sebab budaya lisan kita (entah dongeng, pantun, atau legenda) selalu terbebani oleh keharusan makna.

Saya suka sekali cerita leterlek mengkritik soal kebejatan manusia dan semena-mena dia merusak lautan dengan sampah. Sebagai bacaan yang "syarat" pesan ini seru. Cuma andai karakter ikannya diperdalam, aku rasa akan ada karakter ikan yang nempel lebih lama.

Kusuka sih. Penulisnya aku yakin punya materi lebih. Aku akan menanti novel selanjutnya.
Profile Image for Ms.TDA.
337 reviews11 followers
August 13, 2026
Koloni remora membuat sistem kasta bukan berdasarkan keturunan, keterampilan, atau pengalaman perjalanan, melainkan seberapa berkelas ikan yg mereka tumpangi. Semakin besar, buas, kekar ikan yg mereka tinggali, semakin angkuhlah mereka, sebab tidak semua ikan besar bersedia ditumpangi remora yg menyebalkan. Interesting…🤨🐟

Aku suka skali dg isu lingkungan di buku ini berdasarkan POV para ikan serta hewan laut lainnya. Buku tipis, tapi banyak skali renungan2 di bawah laut ini yg cukup menendang☹️

“Apakah manusia melakukan cara kotor dan menjijikkan juga demi dipandang lebih tinggi oleh manusia lainnya?”

“Aku mengira sampah2 yg mengotori lautan adalah kotoran yg manusia hasilkan. Tp ternyata aku salah, yg menyeramkan bukanlah bentuk manusia, melainkan tindakannya yg kerap membuang sampah ke laut.” Like asdfghjk!!! Couldn’t agree more 💯

Kayak menyelam kehidupan sosial manusia, tapi ini di kehidupan sosial laut! What a swim…🌊
Profile Image for Alfin Rizal.
Author 10 books58 followers
May 12, 2026
baru inget kalau belum ngulas novel ini. padahal udah agak lama selesai baca.

yah, intinya di novel ini kita akan dikasih tahu bahwa apa yang selama ini manusia lakukan terhadap kehidupan laut itu jahat banget. buruk. tapi… yang dilakukan manusia bernama asep ardian terhadap cerita buku ini bagiku lumayan bagus. haha

apa bagusnya?

premisnya sederhana. seekor ikan remora yang berusaha keras bicara pada manusia dan menceritakan masalah sampah dan segala yang ia alami di lautan. perkembangan karakter oni, ikan remora ini, mulus dan terjaga hingga akhir. pertanyaan2nya nempel dan kadang nampol diriku. yah tinggal diperdalam lagi karakternya supaya kejutan soal keluarga di akhir tambah ngena.

ceritanya mudah diikuti meski ketemu banyak karakter, dan mitos-mitos serta legenda antar ikan pun tersampaikan dengan oke.

oh! dan menarik juga gimana asep menutup cerita. kekuatan rahasia yang dimiliki oni, kurasa, memang pilihan jitu untuk menjahit semuanya.
Profile Image for amrifaizalm.
32 reviews
September 10, 2026
Aku baru aja menyelesaikan Oni Jouska dan dibikin menangis karena banyak hal yang terkandung di ceritanya. Pesan humanisme yang sungguh lembut lewat petualangan ikan remora menyusuri lautan. Tentang kekuatan hebat di balik kekurangan. Tentang prasangka yang menyembunyikan kebenaran. Tentang tanggung jawab keberadaan di bumi. Tentang tujuan hidup. Ditutup dengan baik ketika ia upayanya menemukan hasilnya. What a wonderful blind! Meski ada beberapa penyelesaian bagian yang begitu cepat dan saltik yang menggangu sedikit.
Profile Image for Shofiya Hasna.
40 reviews
May 15, 2026
When they say quality over quantity... Here is what they mean. Halamannya gak sampai 150 & jumlah babnya gak sampai 15 tapi aku mendapatkan banyak hal dari ini.
Penulis sukses membuat filosofi dari fenomena alam. Penulis sukses mengaitkan fenomena alam dengan pelajaran hidup. Seperti awan yang mengeluarkan air hujan supaya manusia sadar bahwa air hujan ini adalah azab bagi mereka karena dari air laut yang tercemar sampah. Se-filosofis itu tapi bahasanya tetap ringan. Aku baca ini hanya dalam sekali duduk, padahal sedang mengalami reading slump. This book succesfully made me out of my reading slump.
Profile Image for Nila Pratiwi.
161 reviews4 followers
June 7, 2026
menengok keresahan laut lewat mata remora
membaca “oni jouska” terasa seperti menyelam ke dalam dongeng kontemporer yang sarat akan refleksi. dengan format fiksi fabel, novela ini mengambil sudut pandang yang sangat unik: seekor ikan remora. berbeda dengan kaumnya yang biasanya pasif menempel pada predator besar, tokoh utama kita ini dianugerahi kemampuan spesial. melalui interaksinya dengan seorang manusia yang terdampar, si remora menjadi narator yang menuturkan berbagai dinamika bawah laut—mulai dari kisah keseharian, legenda samudra yang imajinatif, hingga luka-luka yang dialami ekosistem laut.

pilihan asep ardian menggunakan fabel tampaknya menjadi medium untuk menyuarakan keresahan mendalam yang menganggap manusia adalah pusat dari segalanya. alam semesta dan isinya baru dianggap berharga kalau ada gunanya buat menuruti kebutuhan atau kesenangan manusia. buku ini seolah menjadi cermin besar bagi pembaca: bagaimana manusia, yang kerap menganggap dirinya sebagai makhluk paling sempurna, justru sering abai terhadap dampak destruktif yang mereka tinggalkan bagi alam.

sebagai bacaan yang ringkas, novela ini sangat ramah pembaca. alurnya mengalir lancar, membuat kita bisa dengan mudah menikmatinya dalam sekali duduk. penerbit marjinkiri berhasil menyajikan sebuah hiburan ringan namun tetap membawa pesan ekologis.

walaupun konsepnya segar banget, novela ini rasanya masih agak tanggung dan belum benar-benar keluar potensi maksimalnya. salah satu hal yang paling terasa adalah pendalaman karakternya yang minimalis banget dan cuma main di permukaan. karakter-karakter di dalamnya, termasuk si remora, kayaknya gagal membangun chemistry yang kuat sama pembaca dewasa. efeknya, pas halaman terakhir ditutup, ceritanya jadi gampang lewat gitu aja dan kurang ngebekas di hati.

sensasi kurang greget ini makin kerasa waktu masuk ke pertengahan buku, di mana alur ceritanya mendadak melandai dan agak seret. alih-alih fokus pada konflik utama, pembaca malah diserbu sama kemunculan banyak tokoh ikan baru plus penjelasan sejarah fiksi dan legenda laut yang lumayan padat. buat sebagian orang, bagian ini pasti bikin agak jenuh sebelum akhirnya ceritanya mulai seru lagi di akhir.

ujung-ujungnya, gaya bahasa yang simpel dan konflik yang gak muluk-muluk bikin “oni jouska” lebih cocok diposisikan sebagai bacaan remaja. pembawaannya yang enteng memang pas banget sih jadi gerbang awal buat ngenalin isu lingkungan dengan cara yang manis. tapi, buat pembaca yang nyari fiksi ekologis dengan ketegangan berlapis, buku ini mungkin cuma bakal dianggap sebagai hiburan ringan pengisi waktu luang aja.

“oni jouska” adalah sebuah dongeng modern yang cantik dan penting dari segi isu yang diangkat. ia berhasil menjadi pengingat yang lembut tentang bumi, meskipun dari segi eksekusi sastrawi dan kompleksitas karakter, ia tampil sangat sederhana.
*.
Profile Image for Alexandreia Wibawa.
37 reviews1 follower
June 14, 2026
Saat membaca Oni Jouska rasanya sy kembali ke masa kecil, saat sy masih suka membaca buku2 dongeng. Buku ini mengangkat isu lingkungan yg dikisahkan oleh Oni Jouska, seekor ikan remora cacat yg tidak memiliki bagian kepala yg bisa menempel pd ikan lain. Oni terlibat petualangan dlm misi bersama kawan2nya di klan Denaya utk membersihkan sampah2 yg dibuang manusia di laut. Hal itu sebagai bentuk bargaining dg klan Dustha, syarat agar keluarga Oni dan ikan2 lain dibebaskan dari cengkeraman klan Dustha. Buku yg membuat sy seolah melihat film Nemo, Avatar dan petualangan dasar laut sekaligus ini sngat mengasyikan utk dibaca dua kali duduk.

Yang sy suka dari buku ini adl imajinasi pengarang tentang bgmn proses penciptaan, masa prasejarah sebelum adanya manusia, dan terbentuknya siklus hujan, yg semuanya benar2 baru buat sy. Sy bisa bilang ini brilian. Bahkan sampah yg dibuang manusia di laut dikatakan menjadi pemicu perang antar klan penghuni laut yg berakibat jatuh korban dan kematian dari kedua belah pihak. Jadi jika kita melihat ratusan ikan mati mengambang atau paus mati yg terseret arus ke pantai seperti yg kerap kita dengar di berita, mereka adl korban peperangan dua klan di laut, sungguh mind blowing. 😄

Sayangnya kisah ini terlalu cepat berakhir dan banyak bagian yg dipapatkan, padahal berpeluang utk dikembangkan lebih jauh dan membuat pembaca lebih punya keterikatan emosi dg para tokoh. Sy sempat bertanya2 kenapa tokohnya harus ikan remora? Kenapa ngga bandeng atau tuna? Kesimpulan yg sy buat setelah membaca bab2 terakhir, agaknya menjawab pertanyaan itu.

Sy teringat sebuah buku novel filsafat karangan Daniel Quin, berjudul Ishmael, mengenai eksistensi manusia di alam semesta. Hewan dan tumbuhan dikategorikan sebagai "kaum peninggal/pemberi" (the provider) dan manusia sebagai "kaum Pengambil" (the taker). Sebelum ia mati, manusia tidak punya produk apapun yg bisa diberikan kepada alam, beda dg pohon atau hewan penghasil telur, misalnya, manusia hanya bisa mengambil.
Mengapa manusia berpikir bahwa alam ini diperuntukan dan diciptakan 'untuk' manusia? Mengapa tidak berpikir bhw manusia sebagai mahluk hidup sama spt pohon dan hewan yg sama2 berbagi tempat di alam? Arogansi dan kerakusan, hal yg hanya dimiliki manusia, adalah alasannya. Manusia menempatkan diri sebagai si paling.
Apa konsep berpikir spt itu dipengaruhi oleh kitab suci agama2 samawi ttg teori penciptaan? Entah 😌
Profile Image for Tri Wahyudi.
92 reviews3 followers
June 17, 2026
Selesai baca buku Oni Jouska karya Asep Ardian. Bukunya menceritakan Oni Jouska, seekor ikan remora muda cacat yang tak ingin jadi parasit seperti koloninya. Oni pun bertualang ke lautan dan menemukan ada perang berkecamuk antara dua klan makhluk laut. Berkat kegigihan dan kekuatan tersembunyinya, Oni jadi sosok penting dari salah satu klan. Nah salah satu misinya adalah bertemu manusia.

Suka sekali dengan cerita fabel ini, karakter Oni Jouska ini punya mimpi besar walau dengan keterbatasannya. Emosional melihat karakter Oni berkembang dan bertumbuh, dulu penuh emosi negatif karena koloninya tidak suportif. Dia bertemu teman baru dengan segala cerita dan luka, membuatnya jadi bijaksana dan berempati. Oh iya ikan remora ini ikan yang suka nempel ikan-ikan besar, numpang hidup gitu kaya parasit.

Kemudian buku ini bahas isu lingkungan yang mana sampah-sampah manusia merusak rumah mereka. Oh iya dua klan yang sedang berperang itu bernama Denaya dan Dustha. Denaya pro manusia dan Dustha membenci manusia. Banyak sekali sindiran untuk manusia dan saya setuju.

Buku ini bisa juga dibilang dongeng, karena menyelipkan kisah makhluk hidup di bumi sebelum manusia hadir. Bukunya imajinatif sekali dan ceritanya pun ringan, saat baca ini otak langsung membayangkan versi film pasti akan wah. Ayo Ryan Adriandhy dan tim Visinema Pictures baca bukunya, siapa tau tertarik dibuat film animasinya hehe.

Total halaman buku ini 130, bahasanya mudah dimengerti dan ada beberapa ilustrasi yang indah. Kutipan yang mengena di pikiran pun banyak, salah satunya ini:

“Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, manusia. Apa kau diciptakan oleh Sang Pencipta untuk menjadi kuat? Apa kau pernah merasa ingin mengakhiri hidupmu karena kau tak tahu bertahan? Aku selalu ingin bertahan, meski tak selalu tahu caranya.“
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
338 reviews8 followers
July 23, 2025
Oni Jouska karya Asep Ardian, merupakan salah satu novel yang masuk dalam daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2025. Bercerita tentang petualangan seekor ikan remora cacat bernama Oni Jouska dalam upayanya memberikan dampak baik untuk ekositem laut tempat dimana ia tinggal yang dari hari ke hari kian mengkhawatirkan tersebab sampah yang terus berdatangan. Meskipun terlihat mustahil, Oni tidak lantas menyerah dengan keterbatasan yang ia punya. Bersama-sama dengan temannya dari klan Denaya, Oni terus mengusahakan kemustahilan itu meskipun ia berkali dihadapkan dengan maut karena ia terlibat dalam perseteruan yang sudah terjadi sekian lama antara klan Denaya (yang menginginkan bersahabat dengan manusia dan percaya bahwa bersama-sama bisa menjaga ekositem di lautan) dan klan Dustha (yang menginginkan manusia musnah supaya lautan menjadi tenteram).

Membaca novel ini, saya merasa sedang membaca peringatan dari dasar laut. Tentang kondisi laut yang tidak baik-baik akibat ulah manusia tidak bertanggung jawab, membuang sampah sembarangan yang berujung dan bermuara di dasar lautan yang dalam. Melalui Oni, para pembaca akan disuguhi potret dunia bawah laut yang penuh sampah dan upaya dari para ikan menanggulangi itu semua. Dengan segala carut marutnya sistem yang ada, kebaikan demi kebaikan terus diusahakan.

Sosok Oni Jouska juga dapat menjadi gambaran dan representasi dari kaum kecil atau bahkan marjinal yang tekun dalam mendobrak sistem digdaya yang nyatanya merugikan banyak pihak (utamanya rakyat kecil). Suara Oni terus konsisten menggemakan keadilan meskipun harapan untuk perubahan itu kecil, namun jika terus digaungkan suatu saat akan memberikan dampak.
Profile Image for Malfin N.R.
9 reviews
June 27, 2026
Membaca novel ini rasanya seperti membaca cerita "Finding Nemo" tapi versi lebih dalam dan lebih dewasa. Di sini, ikan remora yang menjadi karakter utamanya tidak sekadar mengajak pembaca untuk menjelajahi lautan, melainkan juga diajak untuk melihat lika-liku serta konflik dalam lautan yang ditimbulkan oleh limbah dan sampah manusia.

Yang membuat novel ini menarik adalah pembaca akan dibuat membayangkan bagaimana jika di dalam lautan ada kehidupan yang lebih kompleks? Mulai dari adanya struktur sosial di antara para ikan, adanya folklore lokal, hingga munculnya konflik kepentingan politik!

Novel ini seakan menelanjangi pemikiran manusia yang cenderung antroposentris. Meskipun tendensi moral di dalamnya masih cenderung berpusat pada manusia, akan tetapi penulisnya mampu menggiring pembaca untuk melihat berbagai kerusakan yang telah dibuat manusia. Memicu kita untuk mempertanyakan kembali "Apakah adanya manusia di bumi ini adalah sebuah anugerah atau bencana?"
Profile Image for F. Yedico Adrian.
3 reviews
August 15, 2026
Premisnya sederhana: Oni Jouska, seekor ikan remora yang berusaha keras menceritakan segala masalah pelik kehidupannya di lautan luas kepada manusia.

Disertai isu-isu lingkungan: sampah yang disebabkan oleh manusia dan akibatnya terhadap ekositem laut. Beberapa paragraf memang terasa didaktis namun tak terlalu tersurat, karena wajar (menurut saya) untuk menyempilkan pepesan kebajikan jika membahas isu lingkungan ini.

Sepertinya akan sangat keren jika diwujdukan oleh tim Visinema dalam bentuk film animasi. ✨
Profile Image for Yuniar Ardhist.
168 reviews19 followers
May 18, 2026
Seperti buku anak. Mungkin yang baca lebih cocok anak atau remaja. Terlalu biasa untuk diharapkan bisa menjangkau isu lingkungan yang lebih mendalam. Banyak yang perlu dikembangkan dari segi penulisannya. Selama baca aku jadi inget film Finding Nemo —bayangin tokohnya ikan kecil, lucu, petualang, dan Aquaman —isu lingkungannya sama nih, kemuakan penghuni laut pada manusia yang udah merusak ekosistem laut.
Profile Image for Mulaka.
1 review
May 20, 2026
Novel ringan dengan daya imajinasi yang luar biasa. Saya akan menyodorkan novel ini kepada siapa pun yang bertanya buku pertama apa yang layak dibaca. Isu yang diangkat pun terasa sangat dekat dengan percakapan yang ramai belakangan ini: kerusakan ekosistem, khususnya laut, akibat ulah manusia. Cara novel ini membungkus keresahan ekologis dengan cerita yang ringan membuat pesannya mudah diterima tanpa terasa menggurui. Seyogianya novel ini wajib ada di setiap perpustakaan sekolah.
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
August 10, 2026
Novel bagus yg menceritakan kehidupan dalam laut dari pov seekor ikan remora. Berbagai hal dibicarakan mulai dari pengetahuan akan alam semesta dan evolusi, kisah nabi nabi, sampah yg dibuang manusia ke laut dengan seenaknya dan menyengsarakan para ikan, sampai ke koloni dan klan yg membagi makhluk bawah laut menjadi dua golongan besar.
25 reviews
Read
May 21, 2026
Cukup kecewa sama buku ini. Ceritanya terlalu sederhana dengan penyelesaian yang terasa sangat malas. Karakternya terlalu putih abu2. Lebih cocok dipasarkan sebagai buku anak2

Shout out untuk penerbit marjin kiri, kualitas buku bagus. Ilustrasinya juga bagus.
Profile Image for Reiza.
202 reviews7 followers
August 2, 2026
Sebuah fabel dengan premis dan penokohan yang menarik. Hanya saja menurutku terlalu banyak karakter yang ada sementara waktu untuk mengenal masing-masing, tidak terlalu banyak. Sehingga…pendalaman investasiku terhadap masing-masing tokoh (kecuali tentu, Oni Jouska) masih kurang.
Profile Image for Johan Arda.
10 reviews
September 29, 2026
Novel yang membuat kaget pembacanya. Di akhir refleks bilang “Sialan! Ternyata selama ini saya……”
Profile Image for KALAU WEEKEND BACA BUKU Setyadi.
102 reviews1 follower
June 1, 2026
Bilamana finding nemo dan aquaman bertemu, mungkin itu akan menjadi gambaran yang mirip tentang novel ini. Oni Jouska karya Asep Ardian adalah cerita tentang kehidupan laut sepanjang 130 halaman.

Mengambil sudut pandang dari seeokor ikan remora kecil (ikan yang hidup hinggap di ikan-ikan besar di laut) yang punya kemampuan spesial. Ia pun menceritakan berbagai masalah yang terjadi di dalam laut, kisah dan legenda kehidupan laut kepada seorang manusia yang terdampar.

Novela fiksi fabel ini cukup seru dan bisa dinikmati dengan sekali duduk. Isu lingkungan juga menjadi masalah utama yang diusung. Mungkin ini adalah gambaran keresahan Asep Ardian tentang dominasi manusia sebagai mahluk sempurna ciptaan Tuhan namun tidak pernah menyadari pengaruh besarnya kepada alam semesta dan bumi.

Jujur di pertengahan saya agak bosan mengikuti ceritanya. Ada banyak tokoh ikan di novela ini dan sejarah fiksi tentang lengenda kehidupaan laut yang imajinatif. Singkat kata novela ini adalah hiburan ringan semata. Saya memberi 3,6⭐️/5⭐️
Profile Image for Aida.
44 reviews
July 5, 2026
Oni Jouska
(⭐️4.5/5)

To be honest, ini buku bertema environmentalism pertama yang pernah aku baca. Biasanya genre kayak gini kan kerasa agak too heavy atau membosankan, tapi serunya, di novel ini isu marine pollution dikemas jadi cerita fiksi yang emosional bgt lewat POV para karakter bawah lautnya…
selain itu, kita juga dapet banyak new insights tentang kehidupan paus, orca, penyu hijau, bahkan interaksi unik si ikan remora. jadi pembawaan isu yg tadinya berat jadi jauh lebih ringan dan seru buat diikuti... a must read!
Displaying 1 - 21 of 21 reviews