Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gerbang Dialog Danur

Rate this book
Jangan heran jika mendapatiku sedang bicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

Kalian mungkin tak melihatnya. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut... hantu---jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil.

Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukan. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick dua sahabat yang sering berkelahi, alunan lirih biola William, dan tak lupa; rengekan si Bungsu Johnsen.

Jauh dari kehidupan "normal" adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya. Aku tak bisa memberi itu. Aku mulai menyadari bahwa hidup ini bukan hanya milikku seorang....

Namaku Risa. Aku bisa melihat 'mereka'.

224 pages, Paperback

First published January 1, 2012

1455 people are currently reading
17375 people want to read

About the author

Risa Saraswati

25 books1,863 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2,654 (51%)
4 stars
1,170 (22%)
3 stars
740 (14%)
2 stars
308 (5%)
1 star
306 (5%)
Displaying 1 - 30 of 312 reviews
Profile Image for Vera Maharani.
305 reviews78 followers
April 14, 2017
Kisah seorang gadis kecil yang berteman dengan lima hantu anak kecil dari zaman penjajahan Belanda. Premis itu sangat menarik buat saya, apa lagi penulisnya, Risa Saraswati, adalah seorang penyanyi yang sedang naik daun. Salah satu teman baik saya, Dini Fauziah Pratiwi, sangat merekomendasikan penyanyi ini, yang menurutnya menyajikan pengalaman menikmati musik yang 'berbeda' (I haven't had the pleasure to listen to her music properly, though). Karena itu, saya pun membaca buku ini dengan ekspektasi yang cukup tinggi.

Buku ini merunut persahabatan Risa dengan sahabat-sahabat arwahnya (saya memilih kata 'arwah' karena sahabat-sahabat kecil Risa tidak suka disebut 'hantu'), walau tidak dalam urutan kronologis. Setiap bab menceritakan bagian yang berbeda dari persahabatan mereka, juga dalam format yang berbeda. Ada yang berbentuk narasi, dialog seperti naskah drama, surat, serta potongan entri buku harian. Pemilihan judul setiap bab sangat puitis dengan penggunaan kata-kata bahasa Indonesia yang jarang dipakai. Misalnya, saya yakin sebagian besar pembaca tidak mengenal kata 'Danur' sebelum membaca buku ini. Kerja bagus dalam memperkenalkan kata-kata bahasa Indonesia, Risa!

Kelebihan lain dari buku ini adalah ilustrasinya. Artsy, terkesan bleak tanpa harus jadi menyeramkan. Menarik. Cocok dengan buku ini, yang ingin menceritakan tentang arwah tanpa stereotipe biasa mengenai mereka; baju putih, rambut panjang, muka berdarah-darah, dan semacamnya.

Secara garis besar, buku ini sangat mudah dibaca. Mungkin bisa tamat hanya dalam sekali duduk. Saya pun akan membacanya dalam waktu singkat, seandainya saya tidak menemukan banyaknya keluputan dalam penyuntingan. Contoh yang paling menggelitik naluri grammar-snob saya adalah penulisan kata depan yang disatukan dengan kata dasar ('dikalangan') dan kata 'merubah'. Untuk alasan yang tidak jelas, saya sangat sensitif pada kesalahan remeh semacam itu.

Mengingat tokoh-tokohnya sebagian besar anak-anak, bahasa yang digunakan agak kaku, tapi itu saya paham karena mereka kan anak-anak pada masa penjajahan Belanda. Lagipula siapa yang tahu pasti, mungkin Risa memang berkomunikasi dengan teman-teman kecilnya menggunakan gaya bahasa seperti ini. Pada beberapa bagian, saya merasa lebih baik kalau dialog tokoh-tokoh yang berbeda dibuat dalam paragraf yang berbeda pula, tapi baiknya saya mingkem karena saya bukan penyunting buku ini (dying to be one, though).

Kelima tokoh sahabat arwah Risa berhasil dilukiskan sangat manusiawi, terlepas dari jati diri mereka yang sebenarnya mantan manusia. Begitu juga tokoh arwah yang lainnya. Latar belakang kehidupan mereka sebelum meninggal disajikan cukup menarik (saya sebenarnya berharap lebih rinci, tapi sudahlah. That's just the history-geek in me speaking). Saya sangat bisa merasa simpati pada arwah-arwah tersebut, terutama jika Risa menulis kisah mereka dalam bentuk narasi. Saya kurang menyukai bagian di mana bentuk penulisannya berupa surat. Emosinya justru kurang menyentuh bagi saya, juga ada beberapa hal yang menurut saya janggal. Misalnya di bagian surat dari Annabelle, kakak Janshen (apakah itu cara yang betul dalam menulis nama Janshen? Saya lebih akrab dengan ejaan 'Jansen' atau 'Janssens'). Annabelle 'menulis surat ini dalam barak penjara yang sangat gelap'. Kok hebat amat Annabelle bisa menulis dalam kondisi yang sangat gelap, dan masih cukup bisa dibaca?

Bagian favorit saya dalam buku ini justru bukan kisah teman-teman arwah Belanda Risa, melainkan kisah mengenai arwah wanita pribumi bernama Asih. Penuturannya terasa lebih dekat dengan kenyataan. Risa menuliskannya dengan baik sekali, menurut saya.

Rating yang saya beri tergolong rendah, sebagian besar karena penyuntingannya yang menurut saya kurang rapi. Beberapa di antaranya adalah banyak koma yang seharusnya dijadikan titik, satu paragraf yang sebaiknya dipecah, penulisan kata depan yang mengganggu mata itu, serta penulisan kata 'mahkluk' dan 'merubah'. Terlepas dari itu, saya merasa buku ini sangat baik. Saya harap kesalahan-kesalahan ini dapat dibetulkan pada edisi selanjutnya.

Sukses buat Risa dan karya-karyanya selanjutnya!
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews64 followers
June 15, 2015
This is basically DANUR (2012) with a few changes/additions. The cover design changes (so does the logo of the publisher, Bukune). GDD has an adorable illustration of Risa & her 5 ghost friends. I like this very much, though I think DANUR also has a unique cover design that I like, employing cut out technique. Hence, I don't regret buying both books. In GDD, the name RISA SARASWATI is bigger than in DANUR. I think it's because she becomes more famous lately... Her name becomes a selling point.

The blurb on the back cover also slightly changes. GDD is more concise, and it doesn't show any endorsement (DANUR has an endorsement from Soleh Solihun). I think Risa is famous enough now, so she doesn't need the endorsement anymore.

In terms of the size, GDD is a bit bigger than DANUR (I don't know the exact measurement).

The content of the book is the same, except that GDD adds one page of Risa's contemplation after each chapter/story. The lay-out design and font choice are different. I like GDD's better because it looks neater, and the font choice (for the chapter titles) is prettier.

What I like about GDD: cover design, illustration, lay-out design, font choice, and Risa's signature on the first page.

What I don't like: TYPOS! Why do I still find some??! They should have done better. Tsk.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
March 20, 2015
kau tau kan apa itu Danur? itu adalah air berbau busuk yang keluar dari mayat yang mulai membusuk.

membaca buku ini membuat saya memahami kalau 'mereka' juga butuh curhat, 'mereka' kesepian, butuh teman

.......
review lengkap di http://www.kubikelromance.com/2012/06...

Jangan heran jika mendapatiku sedang berbicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat sedang bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

Kalian mungkin tak melihatnya… Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu. Ya, mereka adalah hantu, jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil.

Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukanku. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda tawa Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick-dua sahabat yang sering berkelahi- alunan lirih biola William, dan tak lupa: rengekan si Bungsu Jahnsen.

Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya. Aku tak bisa memberi itu. Aku mulai menyadari bahwa hidupku bukan hanya milikku seorang….

Namaku Risa. Aku bisa melihat “mereka”. Dan “mereka”, sesungguhnya, hanya butuh didengar.



Kalian percaya hantu? Guru agama pernah bilang kalau mereka sebenarnya tidak ada, mereka sebenarnya adalah jin yang bisa berubah wujud. Saya tidak pintar soal agama, tidak tahu yang benar yang mana, yang jelas saya merasa tidak asing dengan mereka karena teman saya ada yang mempunyai ‘bakat’ seperti Risa, dia bisa melihat hantu. Pernah pertama kali jaga malam saya dengannya, dia menunjukkan ada ibu tua yang sedang menangis di pojokan sebuah sudut rumah sakit di bangsal anak, saya langsung muntab, gila dia membagi ketakutannya dengan saya, saya bukan penakut, jujur itu (tapi jangan suruh nonton film horror sendirian atau berjalan-jalan di kuburan pada malam hari sendirian), saya sering di rumah sendirian, sering bercengkrama dengan kematian, tapi kalau dihadapkan seperti itu saya jadi takut bukan kepalang, hahaha. Kemudia saya bilang sama teman saya tersebut, jangan seperti itu, saya tidak takut kalau dia tidak bercerita macam-macam dengan keahliannya, tidak di malam hari, tidak di rumah sakit. Tapi lama-lama saya terbiasa, bahkan tidak jarang bertanya ada mahkluk apa di tempat ini itu (ah sekarang jadi kangen dengannya, dengan cerita-ceritanya).

Lambat laun saya paham kenapa teman saya sering bercerita tentang ‘bakat’nya kepada orang lain, selain membagi ketakutan dia ingin merasa lega, setidaknya tidak dia pendam sendiri dan stress sendiri. Sama halnya dengan Risa Saraswati dengan kisahnya di buku ini, dia ingin membagi kisahnya dengan sahabat kecilnya, rasa kehilangan mereka, rasa kangen terhadap keberadaan mereka, dan rasa takut yang pernah dia alami dengan mahkluk yang tidak dia harapkan lihat dan dengar.

Mereka juga pernah hidup dan mempunyai kisahnya sendiri, kadang menyenangkan, kadang menyedihkan. Kulalui banyak cerita di gerbang dialog yang kubuka untuk mereka walau gerbang itu tak selalu dengan mudah terbuka. Kadang dialog itu mengalir begitu saja. Namun beberapa kali sempat kututup, kukunci dengan gembok dan ingin kuenyahkan selamanya dari hidupku karena aku merasa terusik dan tidak dapat menemukan kedamaian. Danur yang keluar dari jasad mati mereka menyeruak mengganggu penciumanku dan membuat hidupku sesak. Bau amisnya membuatku sulit benapas dengan benar. Kulalui tahap sulit yang membuatku begitu membenci mereka, bahkan kebencian itu membuatku membenci diriku sendiri karena mereka yang kubenci tak pernah bisa kutolak atau kuraih.

Sewaktu berusia sebelas tahun, masih berseragam merah putih, jauh dari orang tua dan tinggal di rumah neneknya yang berupa peninggalan Belanda, Risa berkenalan dengan sahabat pertamanya, Peter, yang mengaku sebagai tetangga baru, kemudian dia bertemu juga dengan Will, Hendrick, Hans dan Janshen. Awalnya Risa tidak menyadari kalau mereka berbeda, mengganggap mereka sama, bermain bersama dan bercanda setiap hari, Risa tidak pernah merasa kesepian karena ada mereka, ada yang menginggatkan untuk tidak bolos sekolah, mengganggu kunti bersama-sama, ada yang menemani harinya, tidak ingin kebersamaan mereka pudar. Risa merasa dia sudah ditakdirkan menjalin hubungan pertemanan yang tidak biasa dengan lima hantu cilik Belanda tersebut, hantu yang meninggal karena tebasan pedang tentara Nipon dan dia sangat mensyukuri akan keberadaan mereka. Peter si jahil yang selalu mencari Mamanya, William dengan Nouval-biolanya, Hans dan Hendrick yang selalu bertengakar, tak terpisahkan, saling mengejek, menyukai roti jahe buatan Oma Rose, saling menyayangi, dan ada si bungsu dan si ompong Janshen yang merindukan kakaknya, Anna. Mereka ingin selalu bersama, selamanya.

Aku sadar, suatu saat ini akan mengalami sebuah akhir. Mereka akan tetap menjadi anak kecil yang polos, lugu, jahil, dan tidak pernah tumbuh dewasa, sementara aku akan terus tumbuh berkembang dan bermetamorfosa menjadi seorang wanita dewasa.

Sampai ketika usia Risa menginjak 13 tahun, menjadi pertemuan terakhir mereka. Dulu Risa berjanji dia akan mengakhiri hidupnya di usia yang sama seperti Peter. Tiga kali percobaan bunuh diri namun gagal, Risa sadar kalau hidupnya bukan miliknya seorang, ada keluarga nyata yang tidak bisa ditinggalkan. Peter datang dan menagih janji ketika Risa berulang tahun ke-13 dan menerima penghianatan, sejak saat itu Risa tidak pernah melihat Peter dan keempat sahabat lagi.

Risa mencoba menjalani kehidupan yang normal, berusaha menyibukkan diri, bahkan sempat terbersit untuk melenyapkan ‘bakat’nya tapi dia urungkan karena siapa tahu Peter dan yang lainnya berhenti marah dan mau berteman dengan Risa lagi. Sejak mereka menghilang, Risa ‘kedatangan’ hantu-hantu yang usil dan mengerikan, meminta bantuan Risa untuk menyelesaikan masalah yang belum tuntas di kehidupannya dulu. Samantha yang merasa kecewa dengan kedua orang tuanya karena dia tidak sehat, Sam menginggatkan Risa dengan kelima sahabatnya karena dia juga hantu Belanda yang meninggal karena kebrutalan Nipon, ada Asih yang meminta tolong melepaskan tambang yang melilit lehernya, kesurupan, dihantui penunggungu lift, rambut yang berjalan di pintu toilet, dan masih banyak sekali pengalaman yang mengerikan dan selalu dicoba diabaikan Risa, berpura-pura buta dan tuli menghadapi mereka.

Ada rasa sedih yang mendalam tentang situasi sekarang, ketika semuanya telah berubah. Kini hanya ada mahkluk-mahkluk asing yang kutemui, mahkluk yang tak mau kujadikan teman, mahkluk yang menakutiku tanpa sebab.



Aku ingin mencari Peter… Aku ingin bertemu kelimanya untuk menceritakan hal ini, bukan menceritakan betapa kacaunya hidupku semenjak mereka menghilang tanpa kejelasan….
Profile Image for Mpur Chan.
Author 1 book39 followers
March 29, 2015
“Jangan heran jika tak sengaja mendapatiku sedang berbicara, atau tertawa ketika tidak ada siapapun yang sedang terlihat bersamaku. Aku tidak sendirian seperti yang terlihat. Coba picingkan sedikit mata kalian, dan lihat aku sedang berbicara dengan siapa.”

Risa memiliki kelebihan. Tidak seperti kebanyakan orang, ia bisa melihat dan berdialog dengan mereka yang tak kasat mata. Kelebihan ini membawanya ke dalam persahabatan dengan lima anak hantu Belanda bernama Peter, William, Janshen, Hendrick, dan Hans.

Kelima sahabatnya itu ternyata masih menyimpan harapan untuk menemukan orang yang mereka cintai di masa lalu. Seperti Peter yang mencari Mama-nya. Sosok ibu yang ia rindukan itu menganggap manusia sama di mata Tuhan, harus dihargai tanpa perbedaan, ketika sang ayah justru bersikap sebaliknya.

“Aku tak mengkhawatirkan Papa, dia dapat melindungi dirinya sendiri. Aku mengkhawatirkan Mama, selamanya akan kucari Mama.”

Dalam perjalanannya mencari sosok Mama, Peter bertemu dengan William ketika William sedang memainkan sebuah lagu berjudul Boneka Abdi dengan biolanya yang ia beri nama Nouval. William yang masih trauma dengan perbuatan Nippon akhirnya berteman dengan Peter dan bertekad untuk mencari ibu Peter bersama.

“Kami mencari seseorang yang Peter sebut ‘Mama’, dan tak pernah berhasil kami temukan hingga kini.”

Ada pula Janshen ‘Si Ompong’. Ia merindukan sosok Anna, kakak perempuan yang sangat menyayanginya. Lalu, ada Hans dan Hendrick. Mereka adalah dua karakter yang bertentangan sehingga sering sekali mencomooh satu sama lain. Tapi, di balik itu semua, mereka saling menyayangi.

“Aku sedang membayangkan bagaimana sosok orang-orang yang mereka sayangi. Sedikit banyak aku mulai mengerti, bahwa sebenarnya mereka hanya ingin sebuah perhatian.”

Namun, justru pertemanan ini membawa Risa bertemu dengan makhluk-makhluk lain yang tak jauh berbeda dengan kelima sahabatnya itu. Bahkan, lebih seram. Ini membuat Risa berpikir bahwa kelebihan dapat melihat ‘mereka’ adalah anugerah tapi sekaligus kutukan.

Read more in http://readingwonderland.tumblr.com/p...
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews5 followers
January 13, 2022
well, seperti membaca diary dari masing-masing tokoh yang diceritakan.
ringan sekali, beberapa jam aja bisa selesai bacanya sambil ngerjain kerjaan yang numpuk.
bukan tipe-tipe cerita yang menyeramkan, bahkan cenderung mengharukan. dikit sih, kurang dapet feel nya. tapi seneng aja ngikutin alur ceritanya.

monmaap agak kocak tu yg pas bagian janshen bilang kalo risa besar dan gemuk. etdah lu bocah body shaming tu namanya. wkwkwkwk
Profile Image for Viona.
185 reviews6 followers
May 2, 2015
Jiwaku sudah hilang, tak bisa lagi disebut manusia. Tapi kini aku merasa jauh lebih hidup daripada saat aku hidup dulu. Aku bahagia, mungkin aku adalah jiwa mati paling bahagia yang pernah ada.- Will

Secara keseluruhan, buku ini adalah sebuah novel. Tetapi, tiap babnya memiliki ‘judul’ yang berbeda. Bukan hanya judul yang berbeda, tapi ‘tokoh’ yang diceritakan juga berbeda. Cerita ditulis dari sudut pandang orang pertama, setiap babnya.

Pada bagian prolog–atau bisa disebut saja pada bagian awal, berjudul Gerbang Dialog Danur, ‘perkenalan’ oleh Risa. Saat tiba di bab (bisa kubilang bab pertama) yang berjudul Anjung Temayun, disana kita akan mulai ‘mengerti’ tentang bagaimana nantinya cerita ini akan mengalir.

Risa memiliki sebuah kemampuan dimana kemampuan itu termasuk ‘kemampuan istimewa’. Risa dapat mendengar dan melihat yang mereka tidak dapat lihat. Hantu.

Sejak kecil, Risa memiliki banyak teman. Hanya saja, teman-teman Risa itu bukanlah jenis ‘makhluk’ yang sama dengan Risa. Mereka adalah William si pemain biola, Peter, Hans dan Hendrick yang narsis dan sering bertengkar, serta Janshen si bungsu dengan gigi ompongnya.

Jika pada bab satu kita disuguhkan tentang ‘cerita’ Risa dan teman-teman hantunya di rumah neneknya, pada bab ke dua, kita akan ‘diajak’ untuk kembali ke masa lalu. Ke masa saat bangsa Belanda masih menjajah tanah air. Ke masa dimana teman Risa, Peter masih hidup. Kala itu, hidup Peter sangat bercukupan. Ayahnya adalah anggota militer yang sangat gagah. Peter juga memiliki ibu yang sangat anggun. Terlebih, Peter memiliki ‘pengasuh’ orang pribumi asli, Siti yang sangat menyayanginya. Hanya saja, di umur 14 tahun, Peter harus kehilangan nyawanya karena orang Jepang yang mereka sebut– Nipon. Bab ini diberi judul Sendiri di Atas Bentala.

Kehidupan Hans dan Hendrick pun di ceritakan pada bab-bab selanjutnya. Bab ini diberi judul Berdecit Bersama Hans dan Hendrick. Tidak banyak yang diceritakan pada bab ini. Kebanyakan adalah potongan ‘curhat’ mereka pada Risa. Seperti biasa, mereka ‘selalu’ bertengkar. Hanya saja, pada bab ini, kita di’beri’ tahu tentang hal-hal yang mungkin ingin kita tahu= Apa yang dilakukan Hans dan Hendrick sebelum mereka mati? Hans jago membuat kue, Hendrick ‘pernah’ populer di sekolahnya.

Cuping Wajah William, bab ini diberi judul seperti itu. Seperti yang dikatakan judulnya, bab ini bercerita tentang kisah di balik sosok pendiam Will. William.

Ada dua jenis manusia yang terlahir ke dunia ini. Manusia yang beruntung dan kurang beruntung. Kita bisa menilai sendiri, masuk di kategori manakah kita?

William beruntung karena ia lahir di tengah keluarga bangsawan kaya raya. Namun, Will juga bisa di sebut kurang beruntung, karena ia hanya dibesarkan oleh harta benda orangtuanya. Ayahnya sangat memuja ibunya. Ibunya sangat peduli dengan gaya pakaian, pergaulan, teman-teman kaya, dan harta benda. Banyak teman ibu Will yang ‘memasukkan’ anak mereka ke sekolah musik ternama. Bagi ibu Will, menyekolahkan anak ke sekolah musik ternama juga ‘merupakan’ salah satu gaya hidup. Maka dari itu, tidak ingin ketinggalan, ibu Will juga menyekolahkan anaknya ke sekolah musik. Pada akhirnya, Will bertemu dengan biola. Dengan biola, ia bisa mengungkapkan ‘rasa’ yang dulunya hanya melintas di kepalanya. Dengan musik, ia lebih mudah mengekspresikan emosinya. Biola tersebut ia beri Nouval.

Pada bab ke-enam (atau bisa dibilang begitu), sebagai bab penutup untuk ‘perkenalan’ tokoh utama hantu (bisa dilihat pada cover) diberi nama Filsofi Gigi. Bab yang cukup singkat, sebenarnya. Seperti judulnya yang mengungkit-ungkit tentang gigi, seperti yang kita ketahui, si bungsu Janshen kehilangan giginya dan menyebabkan ia dipanggil ‘Ompong’. Nah, pada bab ini ‘kita’ akan diberi tahu ‘alasan’ kenapa Janshen kehilangan giginya? Kala itu, saat ia sudah hampir ditebas oleh Nippon, ia sempat terjatuh dan kehilangan gigi tengahnya.

Pada bab selanjutnya, konflik utama akan mulai ‘tersajikan’. Pada awalnya, Risa sudah berjanji pada Peter bahwa ia akan mengakhiri hidupnya agar bisa ‘bersama-sama’ dengan mereka (mengingat bahwa Risa adalah manusia yang akan terus bertumbuh). Kala itu, Risa berjanji, bahwa pada ulang tahun ke-14nya, sama seperti umur di mana Peter kehilangan nyawanya, Risa juga akan ‘meninggalkan’ dunia ini. Hanya saja, banyak hal-hal yang ‘diluar’ kendali. Risa merasa bahwa ia tidak dapat meninggalkan dunia ini. Maka dari itu, Peter marah dan semenjak itu, Peter dan kawan-kawan tidak pernah lagi mau menampakkan diri di depan Risa. Meski mereka masih tinggal di satu rumah yang sama dengan Risa.

Jalan cerita pada buku ini masih panjang. Setelah Risa ditinggal oleh teman-temannya, Risa mulai bertemu dengan ‘Makhluk’ lain. Berbeda dengan Peter dan keluarganya yang tinggal di rumah Risa yang wajahnya cenderung ‘masih bisa dilihat’, makhluk yang Risa temui akhir-akhir ini seringkali mengganggunya dan menampakkan wajah seram mereka. Ini membuat Risa menyesal dan merindukan teman-temannya.

Pada akhirnya, Risa tetap tumbuh dewasa, dan teman-temannya tidak. Apakah, setelah sekian lama, Peter dan teman-temannya akan kembali menampakkan diri di depan Risa?

~

Setelah cerita inti tentang penggenalan karakter dalam buku ini, masih banyak pengenalan-pengenalan lainnya yang ‘menarik’ hati. Hantu-hantu yang Risa temui kebanyakan meminta pertolongan dengan ‘curhat’ tentang apa yang mereka alami saat mereka hidup dulu. Ada Samantha yang mati karena penyakit yang mengerogotinya, ada Asih yang meninggal karena bunuh diri akibat tidak bisa menanggung aib, ada juga Elizabeth yang bunuh diri karena tidak tahan menjadi ‘pemuas’ nafsu tentara Nippon, persahabatan sehidup semati Jane dan Sarah, Teddy dengan perjuangannya untuk bertahan dari tentara Nippon.

Sebagian besar hantu yang diceritakan memiliki kisah yang kelam, sebagian tidak. Mungkin bagian yang ‘kelam’ terdapat pada bagaimana mereka mati, bukan bagaimana kisah hidup mereka dulunya.

Pada awalnya, aku tidak begitu ‘peduli’ tentang adanya kesamaan nama antara penulis dengan tokoh utama dalam cerita ini. Setelah aku menelah lebih lanjut, ternyata buku ini juga memiliki unsur ‘non-fiksi’. Ya, buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis.

Aku tidak pernah menyukai genre misteri ataupun horror. Bukan karena itu bukan ‘porsi’ku. Aku sangat menyukai film-film horror, terutama film dengan ‘zombie’ di dalamnya. Hanya saja, genre horror yang ditawarkan penulis indonesia seringkali melenceng dari topik utamanya,
More: https://starlibrary.wordpress.com/201...
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books98 followers
April 1, 2015
Gerbang Dialog Danur adalah edisi repackaged dari buku berjudul Danur yang pernah diterbitkan Bukune pada tahun 2011.

Buku ini bukanlah novel fiksi, tapi cenderung nonfiksi karena isinya berupa memoar pribadi penulis. Lewat buku ini, Risa Saraswati membeberkan pengalamannya selama mengenal hantu-hantu Belanda semasa kecil. Ya, hantu. Sejak kecil Risa sudah dihadiahi kemampuan melihat 'mereka'—sosok tak kasat mata yang akhirnya malah jadi sahabatnya. 

Ada Peter si anak remaja pendek yang sangat nakal, William si pemain biola yang pendiam dan bijaksana, Hans si pembuat kue unggul dan sahabatnya Hendrick sang primadona, juga si kecil Janshen yang bergigi ompong dan sangat cengeng. Kelimanya adalah hantuanak kecil keturunan Belanda yang tinggal bersama Risa dan keluarga, dalam rumah peninggalan zaman Belanda warisan neneknya. Diceritakan bahwamereka berlima adalah korban pembantaian bangsa pendek bermata sipit, Nippon.

Namun, karena ingkar pada janji yang pernah tak sengaja diutarakannya, pada akhirnya Risa harus kehilangan kelima sahabatnya tersebut. Momen itulah yang akhirnya menyadarkan Risa bahwa ia sudah terlalu jauh bergaul dengan makhluk yang sejatinya beda dunia dengannya.

Selain menceritakan konflik pertemanannya dengan Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen; penulis juga menuliskan kisah-kisah pertemuan lain. Ada Samantha, Jane, Ardiah, Edwin, Teddy, Sarah, Elizabeth, hingga Kasih yang menemani alur hidup Risa sampai ia beranjak dewasa. 

Walaupun frase 'berkenalan dengan hantu' terdengar agak horor, tapi Gerbang Dialog Danur bukanlah novel horor yang visinya menakut-nakuti pembaca, melainkan sebuah memoar dengan kisah berbeda yang mengajak pembaca melihat dunia dari sisi lain. Sisi yang tertutup gerbang dan tak semua orang bisa masuk. Jadi bisa dibilang, membaca buku ini sama dengan membuka gerbang untuk turut berdialog dengan mereka.
Profile Image for Sulhan Habibi.
805 reviews62 followers
December 25, 2017
Ok. Salahku yang berharap ada kengerian di buku ini walaupun sedikit, tapi nyatanya nggak ada.

Ceritanya cukup seru dan membuat ingin tahu lebih banyak lagi mengenai Lima Sahabat tak kasat mata Risa.

Ilustrasinya bagus.

Tapi, endingnya tahu nggak sih aku jadi kepikiran ingin melihat makhluk dari dunia lain. Tapi, aku tersadar ini bukan idea yang menarik 😂😂😂
Profile Image for Isnanto.
4 reviews2 followers
May 29, 2017
Saya bukan peminat buku bergenre horor, namun dikarenakan hype atas promosi film, trailer dan asal muasal cerita yang diangkat pada buku ini, membuat saya akhirnya membeli buku ini. Saya mendapatnya buku versi cover film yang menunjukkan bahwa saya termasuk dalam golongan orang-orang yang telat mengetahui kisah peter cs.

Ekspektasi dari buku ini awalnya adalah saya ingin menemukan jawaban berupa cerita bagaimana si Risa menyadari bau danur yang menjadi penanda bahwa peter cs bukan manusia, dan bagaimana para hantu-hantu cilik ini meninggal pada jamannya. Hanya itu, sekali lagi, horor bukan genre favorit saya.

Sebagaimana cerita-cerita novel yang kemudian diangkat menjadi sebuah film, akan ditemukan beberapa perbedaan cerita versi buku dengan cerita versi film. Hal ini juga terjadi pada buku ini. Gambaran awal yang saya peroleh dari trailer film (dan saya tidak menonton filmnya) ternyata gak begitu sama dengan cerita pada buku.

Buku ini tidak menggambarkan Asih sebagai sosok hantu jahat dan di buku ini hantunya tidak hanya Peter cs saja namun ada beberapa cerita tentang sosok-sosok hantu lain yang dikumpulkan dan dijadikan bab tersendiri.

Pada akhir membaca buku ini, saya mendapat sedikit jawaban tentang sejarah kematian peter cs namun dalam kadar yang sedikit. Mungkin cerita lengkap dan detailnya akan diceritakan pada buku-buku lainnya Risa yang diberi judul satu per satu tokoh hantu tersebut, yang saya ragu untuk melanjutkan rasa penasaran saya soal cerita peter cs tersebut.
Profile Image for Zulqa'ida Rizha Rizha Vahlevi.
88 reviews
April 12, 2017
Saya membaca cerita horor dengan pandangan berbeda.



Saya salah, seharusnya saya membaca buku ini terlebih dahulu baru menonton filmnya. Tetapi pada kenyataannya saya melakukan sebaliknya. Dan, semuanya membuat saya bertanya-tanya, mengapa begini dan mengapa begitu.

Pertama, Saya membaca Danur dengan pandangan berbeda. Saya kurang suka dengan film atau bacaan bergenre horor, tetapi di Danur saya sangat menyukainya. Dalam Danur, penulis tidak perlu memaksa membuat cerita itu mistis, karena dalam kesederhanaan penulis merangkai kisahnya, saya sudah merasakan kemistisan yang nyata.
Saat selesai membacanya, saya seperti bisa merasakan bahwa Peter Cs ada bersama saya, saat saya membaca tentang kisah Asih, saya merasa Asih berdiri di tengah pintu kamar saya dengan tali yang masih terikat di lehernya.

Kedua, teruntuk penulis Danur, Mbak Risa, bolehkah saya bertanya tentang Peter Cs? Jika bisa, saya sampaikan pertanyaan dalam kepala saya:
1. Mbak Risa, bisakah mbak tanyakan pada Peter Cs, saat setelah mereka diperlakukan secara tidak manusiawi oleh Nippon , saat mereka menjadi wujud seseorang yang pernah menjadi manusia, apakah mereka tidak bisa bertemu kembali pada keluarganya? Dalam wujud mereka yang saat ini?

Apakah saat mereka kembali ke dunia dalam wujud berbeda, keluarga mereka sudah tidak berada di tempat? Atau mereka kembali setelah bertahun-tahun kemudian?

Mbak Risa, betapa beruntungnya kalian melalui masa kecil bersama hingga saat ini. Danur sedikit banyak mengingatkan saya tentang masa kecil saya yang juga memiliki teman dalam wujud yang pernah menjadi manusia.

Akhir kata, saya titip salam buat si gemesh Janshen.

Profile Image for Winna.
Author 18 books1,966 followers
July 6, 2012
Buku ini tidak jatuh pada kategori horor maupun misteri, juga bukan teenlit, jadi saya mengkategorikannya sebagai general fiction.

Overall suka dengan formatnya yang variatif, dari surat, kisah pendek berbagai sudut pandang, dan jurnal. Suka juga dengan gaya penyampaiannya yang walau kadang agak kaku untuk beberapa karakter yang masih muda, menunjukkan begitu banyak potensi sebagai penulis debut. Ada beberapa adegan yang lumayan seram, tapi keseluruhannya sangat menunjang cerita. Ilustrasinya juga memberikan efek creepy dalam takaran yang pas.

Sedikit membuat bertanya-tanya, apakah sepenuhnya autobiografi penulis atau ada yang fiksi.

Like this one!
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
April 23, 2020
Satu kata yang bisa keluar setelah baca ini: WATIR :( (kasihan)

Dulu saat buku ini terbit, kukira bakal ngeri melihat ilustrasinya yang lumayan bikin aku remaja takut. Tapi setelah baca, ya, para sahabat tak kasat mata ini kisahnya membuat aku merasa...kasihan.

Dikira juga isinya cuma 5 hantu, eh ternyata banyak toh, seperti cerpen tapi ada beberapa cerita yang nyambung.

A nice book, but it's not my cup of milk.
Profile Image for mare.
156 reviews19 followers
May 2, 2021
Gonna start reading all of her books for the sake of my childhood memories
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
April 25, 2017
3,5 bintang dariku :D

Seru, seru. TBH, aku nggak suka cerita horor, tapi ternyata aku bisa menikmati buku ini. Danur berhasil kutamatkan hanya dalam beberapa jam saja (sembari diselingi ini itu).

Tulisannya ngalir dan enak dibaca. Bukan rasa takut yang kudapat setelah baca ini, tapi aku terharu. Di balik hal yang terlihat menyeramkan, banyak sekali kisah menyedihkan yang tersembunyi.

Btw, aku baca ini dalam rangka diajakin ibuku yang pengen banget nonton filmnya hari ini. Baca dulu sebelum nonton~~
Profile Image for Widodo Aji.
21 reviews2 followers
December 4, 2019
Novel yang berjudul Danur ini merupakan novel pertama karangan Risa Sarasvati yang dalam keseluruhan novel tersebut menceritakan tentang kehidupan pribadinya semenjak kecil hingga dewasa yang tak bisa dipisahkan dari dunia yang tidak semua orang dapat lihat. Walaupun demikian, dalam novel ini Risa lebih dalam membahas tentang kisah persahabatan yang dijalin oleh nya dengan 5 teman hantu yang dia miliki. Novel ini diterbitkan pada tahun 2015 untuk pertama kalinya. Novel ini pula yang mengawali karir Risa sebagai seorang penulis. setelah novel ini diterbitkan, banyak novel sekuel bertemakan horor yang Risa terbitkan untuk memberi gambaran tentang dimensi lain yang bersinggungan dengan dimensi manusia.

Hal yang paling menonjol dari novel ini dan membedakannya dari novel novel popular yang lain adalah tema yang diangkat. Secara garis besar, novel Danur karangan Risa Sarasvati ini mengangkat tema horor yang sangat jarang sekali diangkat pada novel populer lain. Tema pada novel danur sendiri sangatlah mudah dipahami dari cara pengarang menyampaikan cerita yang terkandung di dalamnya. Pengarang menyiratkan tema pada novel tersebut melalui narasi dan pengalaman pribadi penulis secara langsung. Tema horor tersebut sangatlah kental terasa dari awal hingga akhir novel. Selain itu, pengarang secara tidak langsung juga menyiratkan hal hal tentang persahabatan yang dijalin oleh pengarang dan tokoh tokoh lainnya.

Tokoh dalam novel ini dapat dikatakan sangatlah unik. Sedikit berbeda dari novel lainnya, tokoh yang memiliki peran paling besar dalam novel tersebut hanyalah berjumlah satu orang. Tokoh Risa atau aku, dapat dikatakan sebagai satu satunya tokoh nyata yang ada pada novel tersebut. Walaupun begitu, hampir tidaklah mungkin rasanya sebuah novel ditulis hanya menampilkan satu tokoh saja, tokoh tokoh pendukung yang berperan dalam novel ini bisa dikatakan tidaklah nyata, pasalnya tokoh pendukung pada novel ini adalah tokoh yang dianggap sebagian besar masyarakat hanyalah khayalan semata.

Berawal dari Risa yang merupakan tokoh utama dalam novel ini. Risa digambarkan sebagai sosok aku. Pada novel Danur ini diceritakan bahwa Risa adalah seorang gadis perempuan yang memiliki kemampuan untuk melhat hantu. Masas kecil Risa sangatlah berbeda dibandingkan masa kecil anak seusianya, Risa menjalin persahabatan dengan 5 hantu keturunan Belanda yang tinggal di rumahnya.
Profile Image for Ronald Otong.
112 reviews4 followers
April 11, 2015
Salah satu buku yg terbaca dalam 1 hari :D
Hanya ada 1 alasan kenapa bisa beres dalam 1 hari, rasa penasaran yg tinggi tiap membuka lembar demi lembar buku ini, aslinya da :D

Boleh dibilang buku ini adalah (50%) biografi sang penulis yaitu Risa Saraswati. Karena memang berisi pengalaman pribadi Risa bersama "temen2"nya dari dia mulai kecil (kelas 5 SD) klo tidak salah sampai dia sudah mulai mapan dengan dunianya di Sarasvati.

Secara garis besar buku ini menceritakan tentang kisah persahabatan Risa dan 5 sahabatnya yaitu: Peter, William, Hans, Hendrik dan si bontot Janshen. Awal pertemuan mereka, kisah kebersamaan mereka, lalu mereka berpisah krna suatu hal dan akhrnya bertemu kembali dengan sangat dramatis (menurut saya). Jadi buku ini bisa d bagi kedalam 3 bagian, kisah mereka ber-enam, kisah Risa saat ditinggalkan sahabatnya dan kisah di mana mereka akhirnya bertemu.

Ada satu bagian yg menarik perhatian saya, tapi memang tidak begitu jelas diceritakan di sni. Mungkin Risa memang sengaja untuk tidak terlalu mengeksposnya, yaitu cerita tentang Risa dan Peter. Tampaknya ada momen di mana mereka sebenrnya menyimpan perasaan satu sama lain, tapi mngkin mereka sadar bahwa mereka berasal dari dunia yang jelas2 berbeda. Dan mngkin inilah alasan Peter dkk pergi meninggalkan Risa. Ini hanya prediksi saya aja, hanya Mba Risa dan Peter yang tau, yang jelas di buku ini dijelaskan bahwa alasan Peter dkk sempat pergi adalah krna janji yang tidak ditepati.


Jujur saya katakan saya tak bisa berhenti membacanya, apakah krna ceritanya yang memang menarik ato krna saya memang suka dengan kisah2 kehidupan dunia sana. Bahkan saya sedang membaca buku selanjutnya dari Mba Risa. Judulnya berbeda namun isinya lanjutan dari buku ini. Kisah mereka berenam setelah bertemu kembali :D


Note: sebenarnya mau baca buku Danur yang versi pertama, cm kmrn dapetnya yg ini dan kata petugasnya sama aja, cm ini versi terbaru saja. Yuda saya lanjut baca :D
Profile Image for Nalia.
405 reviews44 followers
February 26, 2013
Buku ini di rekomendasikan sama teman dan ternyata merupakan kisah nyata...
Epik banget rasanya baca buku ini jam 12 malam, awalnya ga tau lho kalau ternyata buku ini menceritakan Kisah Risa dengan kelima sahabatnya yang bisa dibilang bukan manusia.

Sederhana tapi mengandung banyak makna kehidupan, bahkan pelajaran hidup pun dapat diambil dari kisah para hantu yang Risa tuliskan di bukunya. Contohnya, sebagian hantu memang jahil tapi sebagiannya lagi hanya kesepian dan membutuhkan teman berbicara dan aku salut sama orang-orang yang memiliki kemampuan seperti ini, orang-orang yang memiliki kemampuan ini pasti punya mental yang sangat kuat. Sedih rasanya melihat kelima anak belanda itu yang belum dapat menyicipi kehidupan, begitu juga dengan 3 hantu remaja belanda yang belum menyicipi bagaimana rasanya cinta. Mereka malah menemukannya setelah meninggal dunia dan tidak bisa melakukan apa-apa demi perasaannya itu, begitu banyak yang harus kita syukuri karena sampai sekarang kita masih bisa merasakan indahnya hidup, walau terkadang hidup kita tidak berjalan lancar dan penuh dengan kekacauan namun jika kita berkaca kepada hantu-hantu itu, kita masih beruntung...
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews64 followers
April 11, 2012
Thanks to Danur, my thirst for horror story is satiable (for now).
It was love at the first sight when I see the cover design (no, the photo you see here doesnt do it justice, it's way nicer when you see the actual book), and it turned out the inside layout/design is lovable as well. Though I'm not really fond of the illustrations, they suit the story well.

Now, I'm sure I'm not the only one wondering what the meaning of Danur is when hearing/reading this word. The author explains it nearing the end of the book: Danur is the horrible-smelling liquid produced by a rotting corpse.

I finished reading the book in one night (well, it's only about 200 pages anyway) and I'm glad that the story has a happy ending. And even though this is a story about ghosts, mostly I feel sad rather than scared.
Profile Image for Truly.
2,763 reviews12 followers
October 10, 2015
Namaku Risa. Aku bisa melihat 'mereka'.
Namaku Truly. Aku bisa (tapi sangat tidak ingin) melihat 'mereka"

......
......
......

http://trulyrudiono.blogspot.co.id/20...

Konon khabarnya, 'mereka' bisa dilihat dan berkomunikasi dengan Risa atau orang-orang seperti Risa dikarenakan mereka 'klik'. Ada yang berpendapat kedua pihak memiliki gelombang frekuensi dan aura yang sama jadi bisa saling mengetahui keberadaan satu sama lain. Ada yang mengikuti pelatihan khusus untuk bisa berkomunikasi dengan 'mereka' ada juga yang langsung menutup diri dan berupaya menekan bahkan menghilangkan kemampuan itu. Semuanya tergantung individu masing-masing.

Sudah......
Sana pergi, saya tahu ada kamu tapi saya tidak mau berurusan denganmu
*menatap lurus ke layar monitor*
Profile Image for Dian Hartati.
Author 37 books35 followers
February 5, 2014
Keinginan membaca Danur datang ketika saya ingin membandingkannya dengan naskah-naskah bergenre horor yang pernah edit.

Hm, ternyata setelah membacanya saya tidak takut (perlu diketahui saya seorang penakut). Dan ternyata juga hal yang membuat buku ini "ngena" banget sama diri saya adalah perihal kepergian.

Batas antara benci dan cinta itu tipis sekali. Saya hampir saja "membenci" Tuhan ketika kehilangan suami dan kisah itu saya dapatkan dalam Danur.

Satu pelajaran penting setelah membaca Danur adalah saya tidak mau bunuh diri.
Profile Image for Alvi Syahrin.
Author 11 books725 followers
February 5, 2013
Buku ini menarik sebenarnya. Tapi karena diset seolah-olah kisah nyata, saya tidak bisa relate sama ceritanya. Masalahnya adalah... saya tidak percaya adanya hantu. Apalagi hantu gentayangan. ._.
Profile Image for Tristanti Tri Wahyuni.
193 reviews6 followers
September 13, 2017

Jangan heran jika mendapatiku sedang bicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

Kalian mungkin tak melihatnya. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut... hantu–jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil.

Jujur, sebenarnya saya ini penakut. Jangankan berurusan dengan hantu, mau ke kamar mandi di rumah lewat jam 10 malam saja saya tidak berani. Namun, saya memiliki kesenangan yang aneh terhadap cerita-cerita atau film horor. Pada kondisi tertentu, saya membutuhkannya sebagai pelarian ketika hidup terasa mulai penuh dengan drama. Melihat tokoh di film-film tersebut dikejar hantu, saya jadi lebih bersyukur karena segala kegalauan yang sedang saya alami tidak ada apa-apanya dibanding dengan penderitaan mereka. Hahaha #ditendang

Karena kegemaran tersebut, sampailah buku ini ke tangan saya. Buku yang sangat menarik, menurut saya. Berbeda dari buku-buku bergenre horor lainnya, yang umumnya berisi full teror dari bangsa hantu. Di buku ini saya menemui hantu-hantu yang friendly, tampan, dan menggemaskan. Buku ini menceritakan tentang Risa, seorang anak manusia yang dikaruniai kemampuan dapat melihat makhluk tak kasat mata. Dengan kemampuannya itu, Risa kemudian berkenalan dengan lima hantu anak Belanda yang kemudian menjadi sahabatnya.

Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen, nama lima sahabat hantunya itu. Kelimanya meninggal secara tragis akibat kekejaman Nippon. Mereka tidak langsung pergi menuju kedamaian, akan tetapi malah bergentayangan untuk menemukan sesuatu yang berharga dan mereka cintai dalam hidup mereka dulu.

“Aku tak mengkhawatirkan Papa, dia dapat melindungi dirinya sendiri. Aku mengkhawatirkan Mama, selamanya akan kucari Mama.” – Peter

Peter Cs membuat hari-hari Risa yang sebelumnya sepi menjadi lebih berwarna. Mereka selalu menemani Risa ke sekolah, mengusir hantu-hantu jahil yang mengganggu, bermain dan tertawa bersama. Namun, sebagaimana dalam kehidupan di dunia, yang namanya persahabatan pasti mengalami pasang surut. Suatu hari, Peter Cs marah karena Risa tak bisa menepati janjinya untuk ikut ke alam mereka pada usianya yang ke-13. Kelima sahabat hantunya itu marah, lalu pergi meninggalkannya.

Semenjak kepergian Peter Cs, hari-hari Risa pun mulai penuh teror. Hantu-hantu yang mendatanginya bukan lagi hantu-hantu bule yang necis dan cakep, melainkan hantu-hantu yang menyeramkan dan buruk rupa. Paling bikin saya merinding adalah hantu korban kebakaran bioskop dari Jogja. Ngeri banget penggambaran wujudnya, suwer. :( Hantu-hantu tersebut mendatangi Risa untuk menceritakan kisah-kisah mereka semasa hidup hingga akhirnya menjadi arwah penasaran.

Nah, yang menarik di sini adalah kita jadi kayak bimbingan konseling dengan hantu gitu. :D Banyak petuah-petuah kehidupan dari kisah-kisah flashback para hantu tersebut. Membaca kisah-kisah para hantu yang tragis dan menyedihkan itu, seharusnya membuat kita bersyukur dan lebih menghargai kehidupan ini.

“Baru kali ini aku mengerti alasan kenapa mereka selalu mengeluarkan suara tangisan pilu. Baru sekarang aku tahu kenapa mereka selalu membuat suara-suara tawa mengerikan. Mereka sedang menangisi diri mereka sendiri, dan segala penyesalan atas apa yang telah mereka lakukan. Mereka juga sedang menertawakan diri mereka, yang begitu bodoh membuat sebuah keputusan.” – hlm. 116

Last, buku ini asyik juga kalau dibaca sambil dengerin lagu Bilur-nya Kak Risa Saraswati yang gloomy banget itu. Biar makin gregets.

12 reviews
November 18, 2019
Menceritakan Risa dengan kelima sahabatnya berkebangsaan Belanda yang berasal dari dimensi yang berbeda. Kelebihan Risa melihat mereka adalah sebuah anugerah sekaligus kutukan untuknya. Kelebihan ini membawanya ke dalam persahabatan yang unik. Risa mulai sadar dan mendapati bahwa sahabat yang setiap hari diajaknya mengobrol itu hanyalah seonggok tulang belulang tanpa kepala yang bisa menapak di tanah dan mereka berbeda dimensi. Namun, Risa tidak mempersalahkan soal itu. Walaupun Risa dan kelima hantu Belanda itu berbeda dimensi, mereka tetap sahabat. Risa pun menyesal karena telah melanggar janji yang dia buat bersama Peter. Akibatnya, Peter pun marah besar dan mengajak empat sahabat Risa pergi meninggalkan Risa dan merekapun tak pernah muncul lagi dihidup Risa selama belasan tahun.
Selama ditinggal kelima sahabat hantunya, Risa encoba menyibukan dirinya dengan kehidupan nyatanya. Tapi tak jarang Risa bertemu dengan sahabat – sahabat hantu lainnya seperti Samantha, Ardiah, Teddy, Edwin, Jane, Sarah, Elizabeth dan Kasih. Tak sedikit dari mereka meminta bantuan kepada Risa untuk menemukan keluarga ataupun kekasih yang mereka cari. Sesungguhnya Risa sangat rindu terhadap kelima sahabat kecil hantunya itu.
Hingga Risa dewasa kelima sahabatnya itu tidak pernah menapakkan batang hidungnya lagi. Sampai saat itu tiba, ketika Risa sedang rekaman lagu untuk albumnya. Kelima sahabat Risa muncul dan memberikan Risa dukungan. Kini kemanapun risa bernyanyi dan pergi selalu ditemani kelima sahabatnya meski kini risa bukan anak kecil seusia mereka namun kebersamaan, canda dan tawa mereka tak pernah pudar.

Karakter
1. Risa
Seorang gadis perempuan yang memiliki kemampuan untuk melihat hantu. Masa kecil Risa sangat berbeda dibandingkan masa kecil anak seusianya. Risa menjalin persahabatan dengan 5 hantu keturunan Belanda yang tinggal di rumahnya.

2. Peter
Merupakan hantu bangsawan keturunan Belanda. Peter memiliki wajah tampan khas orang-orang keturunan Belanda. Berkulit putih dan bertubuh besar.
3. Hans dan Hendrick
Mereka terbiasa saling bercanda dan menyinggung satu sama lain

4. Janshen
Sesosok bocah Belanda yang memiliki tubuh mungil dan gigi yang tanggal pada bagian depan. Berperingai ceria dan periang

5. William
Sangat suka memainkan biola kesayangannya. Sangat suka memainkan lagu-lagu sedih dari biola tersebut. Sering merasa sedih terhadap keluarganya. Ayah William selalu memperhatikan ibu Willian dan sangat sering mengacuhkan dirinya

Perwatakan
1. Risa
Punya rasa belas kasih
“Hari ketika bukan rasa takut yang menyeruak di pikiranku, melainkan rasa iba dan rasa saying yang begitu dalam hingga ingin aku punguti satu-satu kepala mereka...”
Tertekan
“Masa kecilku memang tak bisa dibilang normal.. sebenarnya aku ingin menjadi orang yang normal, sekuat tenaga kucurahkan semua...”

2. Peter
Egois
“... dia berharap agar aku bis amengakhiri hidup di umur yang sama dengannya.”
3. Hans dan Hendrick
Suka mengganggu satu sama lain
Hendrick berkata, “Hans si muka jelek, buruk rupa”
Hans berkata, “Hei! Jangan bilang mukaku jelek! Mukaku hanya berbintik sedikit lebih banyak daripada mukamu!”

4. Janshen
Manja
“Risa, mala mini aku ingin bersamamu saja, boleh?”




5. William
Kurang perhatian
“Papa... hmmm, yang aku tahu, papa begitu memuja mama... bahkan sepertinya terlihat jauh melebihi cintanya kepada Tuhan”
Profile Image for Alfi.
45 reviews2 followers
April 9, 2020
Ini tentang Risa. Tentang kemampuannya bisa melihat sesuatu tak kasat mata. Bersahabat dengan 'mereka', lima hantu Belanda. Awalnya Risa tak mengerti bahwa sahabatnya itu tak bisa dilihat orang lain, lama-lama ia mulai merasa aneh. Sahabatnya pucat, lusuh dan bau. Barulah Risa paham bawa mereka sudah mati. Risa tak menyesal bisa kenal dengan mereka, karena mereka, Risa tidak lagi kesepian. Ia punya teman untuk bermain, merayakan ulang tahun, dan pergi sekolah bersama. Persahabatannya sangat indah dan tak terlupakan.

Buku ini juga menceritakan ketika sahabatnya masih hidup. Ada pula kisah hantu kuntilanak yang mati karena bunuh diri. Sepertinya tidak hanya itu, di buku ini juga menceritakan kisah Sarah, Edwin, Elizabeth, Jane, Lidya, Teddy, entahlah ... Terlalu banyak kisah hingga aku jadi bingung, sebenarnya mereka sudah mati atau masih hidup.

Kalian pasti sudah tahu sahabat tak kasat mata Risa. Ada Peter, anak 13 tahun yang selalu mencari mamanya karena dulu diculik Nippon. Ada Janshen, si kecil yang ompong. Hans dan Hendrick yang suka bertengkar padahal saling menyayangi dan William si pandai bermain biola. Mereka semua rata-rata mati karena dipenggal para Nippon. Kisah hidup mereka membuatku ngeri, karena mereka hidup zaman peperangan dulu dan harus mati mengenaskan saat masih kecil.

Halaman-halaman terakhir menceritakan Risa yang sudah tumbuh dewasa dan entah mengapa ia ingin menutup kemampuannya. Ia sering didatangi arwah mengerikan yang membuatnya frustasi. Seru lah membaca kisah Risa ini.

Aku sendiri nyaman membaca Danur ini karena ada rasa penasaran kepada orang-orang yang bisa melihat hantu. Oh ya, kadang juga ada part dimana seseorang menulis surat untuk seseorang, nah, font nya berbeda, diatur mirip seperti tulisan tangan. Entah mengapa aku rada kurang nyaman karena ada font yang terlalu absurd, jadi aku sulit membacanya, jadi capek. Lama-lama juga ceritanya membosankan, mungkin karena 5 hant Belanda itu nggak muncul kali, ya? Berasa ada yang hilang, kurang seru.

Overall, suka kok. Bisa ngerti aja kalau ternyata orang 'spesial' nggak selalu enak. Kalau dipikir-pikir, Alhamdulillah aku nggak punya kelebihan itu. Entahlah jika aku punya, mungkin juga frustasi. Banyak pelajaran berharga di setiap ceritanya. Harus banyak-banyak bersyukur sih ...
Profile Image for Christopher Massikki.
48 reviews
August 14, 2019
Seperti sebelumnya, buku Risa yg ini memiliki emosi cerita yang sama...banyak sekali cerita dari manusia yang sudah tidak lagi hidup yang pastinya menyedihkan dan sangat menyentuh hati.

Setiap cerita dibawakan dengan baik, sehingga saya membaca pun ikut terbawa kedalam cerita, satu yang sangat berbeda adalah cara penulis menggunakan surat surat untuk memperkenalkan lebih intim lagi soal karakter karakter manusia yg pernah hidup yg penulis temui.

Satu cerita yang menarik ada cerita 3 wanita yang ada dirumah nenek Risa yaitu Elizabeth, Teddy dan Sarah, selama ini saya pikir manusia yang pernah hidup yang menghuni rumah nenek Risa hanya Peter,dkk saja ternyata ada beberap lagi...selama menonton channel #jurnalrisa do youtube aku selalu penasaran dengan sosok 'Papa' yang kebanyakan ditakuti oleh sosok Belanda, ternyata sosok itu sedikit dijelaskan dibuku ini. Sosok Samantha juga sangat......saya mau bilang apa, Samantha tidak ingin dirinya dianggap menyedihkan, aku tidak habis tentang orang tuanya yg tega melakukan perbuatan sekejam itu, saya juga bisa merasakan ketegangan ketika tentara Nippon datang dan menghancurkan kehidupan sosok Belanda ini.

Saya juga sangat terkesan soal Risa yang tetap bertahan dengan bakatnya walaupun ia terus dalam keadaan dilema, ketika membayangkan saya berada di posisinya entah apa yang akan saya lakukan agar merasa tenang...disini Risa menulis perjuangannya mengalahkan dirinya sendiri, dan hasilnya ia menjadi pribadi yang lebih baik.

Saya sedikit mempertanyakan mengenai hal surat menyurat itu, apakah itu ditulis pada saat sosok sosok ini masih hidup kemudian hal itu diperlihatkan ke Risa, atau ini hanya kreatifitas Risa berdasarkan dari tutur sosok sosok ini??? Pada bagian cerita sosok Edwin dan Lydia, bagaimana surat surat ini bisa tersalurkan ke Risa??? Sosok yang mana yang Risa temui Lydia atau Edwin atau keduanya????

Masih terdapat beberapa kesalahan ketik yaaah....terkhusus untuk tim editor nya Risa, mohon diperhatikan secara seksama yaaah...jadi 4⭐ saya rasa sudah cukup untuk mengapresiasi buku ini.
Profile Image for Rizki Utami.
212 reviews21 followers
April 13, 2021
Aku baca buku ini di Google Play Book. Beli bukunya tahun kemarin ketika ada diskon dan baru bisa dibaca tahun ini.

Aku penggemar channel youtube Jurnalrisa. Jarang kelewat nontonin videonya mereka. Jadi, kalau aku baru baca buku ini sekarang, itu terhitung telat ya hahaha. Kalau berbicara tentang cara penulisan, Risa ini gayanya udah mengalir seperti sedang bercerita. Walaupun kadang ada pengulangan apalagi dibagian memanggil nama sosok-sosok tertentu. Tapi aku udah nyaman bacanya.

Isinya tentang cerita beberapa sosok yang Risa temui ketika dia dan teman-teman hantu kecil Belandanya perang dingin. Cerita mereka kebanyakan tragis. Yang paling berkesan adalah sosok Samantha, hantu remaja Belanda yang ditinggal oleh orang tuanya di Indonesia karena punya penyakit yang parah. Miris banget. Apalagi ketika Risa mengajak dia ikut pergi, Samantha menolak karena masih percaya bahwa orang tuanya akan datang menjemput dia. Karena dulu mereka berjanji sepetri itu sebelum pergi ke Belanda. Sosok lainnya adalah Asih, udah tau kan kalo itu... nggak usah diceritain lagi. Di sini dia muncul, dengan menyeramkan, cuman sekilas. Jadi nggak terlalu bikin aku merinding. Cuman ya... cerita dulu semasa dia hidupnya yang bikin sedih.

Aku sering berkeinginan untuk bisa melihat hal-hal gaib seperti itu, kayak Risa atau paman-pamanku atau adik dan ibuku. Tapi.. setelah baca buku ini, jadi mikir dua kali. Asik kalau yang dilihat indah-indah, kalau yang dilihat seram-seram dan buruk rupa sih kayaknya bikin stress juga ya. Maunya cuman enaknya aja. Mereka (ibu, adik dan paman-pamanku) nggak pernah sengaja ngobrol masalah begini. Kalau ada momen tertentu kayak gangguan datang tiba-tiba atau ada yang jail, barulah dibahas karena kan nyari solusi baiknya juga kayak gimana.

Anyway, enjoy baca buku ini dan terhitung fast read atau buku yang bisa dibaca sekali duduk. Next sih aku ingin baca cerita petualangan Risa sama sepupu-sepupunya waktu masih kecil yang judulnya Jurnal Risa: teror liburan sekolah. Semoga bisa dalam waktu dekat.
Profile Image for Vindaa.
184 reviews2 followers
December 24, 2025
Aku ini kalau nonton horor nggak pernah kuat, pasti udah merinding dan takut kemana mana pokoknya. Tapi beda pas baca bukunya Kak Risa, heran ! Kenapa di film gore banget, padahal di bukunya se-heartwarming itu loh 🥹

Udah pernah baca karyanya Kak Risa Saraswati belum? Aku baca yang kedua kalinya ini. Sebelumnya baca yang judulnya Ivanna, dari situ aku suka cara penulisan dia. Ngalir mulus, kayak bener-bener lagi dengerin dia cerita.

Terus.. yang bikin aku juga akhirnya penasaran sama bukunya yang lain, yang ternyata banyak lho, yaituu jkarena ceritanya nggak bikin aku ketakutan tapi malah bikin mewek 🥹

Iya, serius! Termasuk di buku ini sekalipun, lewat cerita Kak Risa aku yang orang awam jadi tahu kenapa ada arwah gentayangan.

Buku ini bercerita tentang perjalanan Kak Risa bertemu lima sahabat hantunya di masa kecil. Ialah Peter, Hans, Hendrick, William dan Jansen. Lewat kisah mereka yang dipaparkan secara singkat masing-masing per bab, aku jadi tahu bahwa sesungguhnya, keinginan mereka hanya satu, ingin didengar.

Mungkin ada masa lalu yang belum selesai, sehingga membuat arwah seseorang belum bisa kembali pulang, sehingga tidak jarang mereka memunculkan diri di hadapan manusia. Bukan untuk menakuti sebenarnya, tapi untuk meminta pertolongan. Karena mereka, masih penasaran dengan apa-apa yang terjadi pada kehidupan sebelumnya.

Di buku ini juga diceritakan bahwa ternyata, ada masanya arwah penasaran ini pergi juga, pulang juga, setelah apa-apa yang menjadi kebutuhannya terpenuhi.

Kadang aku berfikir, kenapa ya Allah menciptakan seorang indigo? Jawabannya ternyata ada disini. Keren sih, Kak Risa yang sudah terbiasa menulis diary sejak kecil, menjadikan tulisannya di buku-bukunya senyaman itu dibaca.

Cobain deh baca, setelahnya kamu akan punya pandangan baru tentang mereka yang tak bisa dilihat dengan kasat mata. Meski jujur saja, kalau ke kamar mandi malam-malam sendirian, ya tetep saja tremor 😁
7 reviews
April 12, 2024
ERAPLAY88 Slot Maxwin > SLOT, BETTING, & CASINO ONLINE ANTI RUNGKAD TERBAIK NOMER 1 DI INDONESIA

menudaftar


Selamat datang Slot Maxwin situs agen slot online dan slot gacor terpercaya di Indonesia. Mengapa dibilang terpercaya sebab kami sendiri telah berkerjasama dengan provider slot online ternama dan terkenal di dunia judi online, jadi tidak diragukan lagi tentang ekstensi dari situs Slot Maxwin sebagai agen slot online dan slot gacor terpercaya saat ini.

Keuntungan Join Dengan Slot Maxwin Situs Slot Online Gacor

1. keamanan
Salah satu faktor terpenting dalam memilih situs judi slot gacor online adalah keamanan. Slot Maxwin telah memiliki sistem keamanan maximal serta canggih untuk melindungi data privasi para pemainnya.

2. Kualitas permainan
Slot Maxwin menawarkan banyak permainan slot online gacor cukup menarik berkualitas tinggi. Dengan demikian yakin bahwa bermain di situs slot online gacor Slot Maxwin akan memberikan pengalaman bermain sangat memuaskan.

3.Promosi & bonus menarik
Kami memberikan promosi serta bonus menarik bagi para pemain.

4. Layanan pelanggan
Slot Maxwin menyediakan layanan pelanggan ramah, responsif. Kalian bisa menghubungi tim Cs 24 jam melalui live chat, telepon, atau email untuk mendapatkan bantuan serta dukungan teknis. Tim Cs 24 jam siap membantu Anda dengan cepat, efektif.

5. Metode pembayaran
Slot Maxwin menyediakan berbagai macam metode pembayaran yang mudah sangat aman. Bisa melakukan deposit, penarikan melalui transfer bank, e-wallet. Semua transaksi pada Slot Maxwin dilakukan sangat cepat serta aman, sehingga Anda dapat bermain dengan tenang, nyaman.
Displaying 1 - 30 of 312 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.