Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tersungkur dan Tetap Melawan: Sekumpulan Reportase

Rate this book
Adi Renaldi | Alfian Putra Abdi | Asrida Elisabeth | Astuti N. Kilwouw | Bambang Muryanto | Febrianti | Mawa Kresna | Permata Adinda | Rabul Sawal | Reno Surya | Titah AW | Viriya Singgih | Yuli Saputra | Yuli Z

Kumpulan 14 reportase ini adalah sebagian cerita terbaik yang diterbitkan Project Multatuli selama lima tahun (2021-2026), dengan topik yang merekam perlawanan rakyat biasa di tingkat tapak tatkala berhadapan dengan korporasi, proyek infrastruktur negara, dan kekerasan aparat.

Tulis Raisa Kamila dalam pengantar, “[Reportase] menempatkan suara warga dalam jaringan yang lebih luas: kebijakan, institusi, sejarah, dan relasi kuasa. Dengan demikian, yang semula tampak sebagai pengalaman individual dapat dipahami sebagai bagian dari pola yang lebih sistemik.”

222 pages, Paperback

Published May 1, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Fahri Salam

8 books1 follower
Fahri Salam adalah seorang penulis dan wartawan lepas.

Pernaskahan dan jurnalisme adalah dunianya, ia aktif menulis di media baik cetak hingga media online, dan menyunting banyak buku. Kerja-kerja jurnalisme ia geluti bersama Majalah Pantau (2001-2004). Saat ini, ia bergiat di Pindai.org, sebuah situs yang berisi tulisan naratif dengan analisis mendalam.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (69%)
4 stars
3 (23%)
3 stars
1 (7%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,465 followers
June 6, 2026
Di saat situasi negara sedang kacau dan kita dipertontonkan segala kejahatan di depan mata tanpa bisa melakukan apa-apa, membaca buku ini jadi dobel perihnya 😢

Buku ini berisi 14 reportase Project Multatuli. Project Multatuli adalah media alternatif yang memperjuangkan suara masyarakat yang terpinggirkan agar bisa didengar publik. Terbagi menjadi 4 bagian, Tanah, Raksasa, Cinta, dan Api, buku ini memuat reportase tentang masyarakat adat yang tanahnya dirampas demi kepentingan industri ekstraktif dan kebun sawit, orang-orang yang dikriminalisasi karena melawan pemilik modal, hingga para korban tragedi kegagalan negara yang tidak jelas nasibnya hingga kini.

Setiap reportase ditulis dengan gaya yang berbeda, tapi perasaan 'nelangsa' itu selalu hadir. Sekalipun saya adalah Kawan M (sebutan untuk 'subscriber' Project M) dan terbilang cukup rutin membaca tulisan-tulisan di sana, tapi pengalaman membaca di buku tetap istimewa.

Selamat Project Multatuli. Panjang umur perjuangan; walau tersungkur, tetap melawan!
Profile Image for Luthfi Ferizqi.
533 reviews21 followers
June 15, 2026
After reading this collection of reports on Indonesia between 2021-2025, I honestly found myself speechless, reflecting on how much injustice still exists.

From ecological destruction and police brutality to unequal power relations, these issues are presented in a clear and straightforward manner.

Readers are invited to remember and preserve the memory of, while also empathizing with a number of contemporary cases, ranging from the Korindo palm oil controversy, the Wadas mining conflict, and the Kanjuruhan tragedy, to the death of Affan Kurniawan, who was reportedly run over by a Brimob vehicle during the August 2025 protests.

As a closing note, I enjoyed this book far more than Reset Indonesia which I read previously. Perhaps that is because these pieces were written by journalists and presented in a highly engaging style.
Profile Image for Widyanti Fitriany.
12 reviews2 followers
July 25, 2026
Baca buku ini di saat kondisi negara Indonesia lagi nggak baik-baik aja is another level of PAIN. Aku sangat berterima kasih kepada penerbit, terutama Project Multatuli yang hadir untuk menyadarkan masyakarakat Indonesia tentang isu yang terjadi di negara ini karena sangat berkaitan erat dengan sistem keadilan dan peraturan yang seringnya diselewengkan begitu saja demi kepentingan penguasa tanpa mempertimbangkan bagaimana kelangsungan masyarakat kedepannya. Entahlah, saat membaca buku ini dalam beberapa waktu aku bisa merasa marah, kecewa, dan merenungkan banyak hal, terutama bagi nasib seseorang yang menjadi korban dari kejadian ini. Misalnya, bagaimana kondisi keluarga mereka sekarang? Apakah kehidupan memberi mereka kesempatan untuk mencicipi "kemenangan"? Ataukah ketidakadilan terus melingkupi kehidupan mereka? Aku melihat Indonesia dari sisi dan perspektif yang lebih luas lagi, karena masalah negara ini bukan hanya menyangkut diri kita sendiri, tapi juga kemaslahatan negara kedepannya. I really enjoyed this book dan aku harap semakin banyak pegiat literasi, penulis, atau siapapun yang tetap berani menyuarakan hak bersama demi kehidupan yang lebih baik. Tetap Tersungkur dan Melawan menjadi judul yang benar-benar menggambarkan keadaan Indonesia saat ini. Please, read this book💔
Displaying 1 - 3 of 3 reviews