Adi Renaldi | Alfian Putra Abdi | Asrida Elisabeth | Astuti N. Kilwouw | Bambang Muryanto | Febrianti | Mawa Kresna | Permata Adinda | Rabul Sawal | Reno Surya | Titah AW | Viriya Singgih | Yuli Saputra | Yuli Z
Kumpulan 14 reportase ini adalah sebagian cerita terbaik yang diterbitkan Project Multatuli selama lima tahun (2021-2026), dengan topik yang merekam perlawanan rakyat biasa di tingkat tapak tatkala berhadapan dengan korporasi, proyek infrastruktur negara, dan kekerasan aparat.
Tulis Raisa Kamila dalam pengantar, “[Reportase] menempatkan suara warga dalam jaringan yang lebih luas: kebijakan, institusi, sejarah, dan relasi kuasa. Dengan demikian, yang semula tampak sebagai pengalaman individual dapat dipahami sebagai bagian dari pola yang lebih sistemik.”
Fahri Salam adalah seorang penulis dan wartawan lepas.
Pernaskahan dan jurnalisme adalah dunianya, ia aktif menulis di media baik cetak hingga media online, dan menyunting banyak buku. Kerja-kerja jurnalisme ia geluti bersama Majalah Pantau (2001-2004). Saat ini, ia bergiat di Pindai.org, sebuah situs yang berisi tulisan naratif dengan analisis mendalam.
Di saat situasi negara sedang kacau dan kita dipertontonkan segala kejahatan di depan mata tanpa bisa melakukan apa-apa, membaca buku ini jadi dobel perihnya 😢
Buku ini berisi 14 reportase Project Multatuli. Project Multatuli adalah media alternatif yang memperjuangkan suara masyarakat yang terpinggirkan agar bisa didengar publik. Terbagi menjadi 4 bagian, Tanah, Raksasa, Cinta, dan Api, buku ini memuat reportase tentang masyarakat adat yang tanahnya dirampas demi kepentingan industri ekstraktif dan kebun sawit, orang-orang yang dikriminalisasi karena melawan pemilik modal, hingga para korban tragedi kegagalan negara yang tidak jelas nasibnya hingga kini.
Setiap reportase ditulis dengan gaya yang berbeda, tapi perasaan 'nelangsa' itu selalu hadir. Sekalipun saya adalah Kawan M (sebutan untuk 'subscriber' Project M) dan terbilang cukup rutin membaca tulisan-tulisan di sana, tapi pengalaman membaca di buku tetap istimewa.
Selamat Project Multatuli. Panjang umur perjuangan; walau tersungkur, tetap melawan!