Jump to ratings and reviews
Rate this book

A livraria dos recomeços

Rate this book
O que nos resta depois de uma infância traumática? Delicado e reconfortante, A livraria dos recomeços, de Casey, é uma jornada sobre feridas invisíveis, memórias dolorosas e a lenta — mas possível — reconstrução de si. Um romance emocionante sobre abandono, acolhimento e a força silenciosa dos vínculos que escolhemos construir.

Marcada por uma infância de silêncios e pela ausência de afeto materno, uma jovem decide ir embora e deixar tudo para trás. A fuga a lança em um mundo solitário, onde o trabalho é árduo, os dias são longos e o passado insiste em acompanhá-la. Ainda assim, é nesse momento de ruptura que algo dentro dela começa lentamente a se rearranjar.

O cerne dessa transformação é The Library, uma livraria discreta e acolhedora, quase totalmente escondida do mundo. Entre livros usados e objetos esquecidos, a garota encontra um refúgio — um lugar onde não precisa fingir ser forte, apenas existir. Aos poucos, com a gentileza inesperada de desconhecidos, laços improváveis se formam e a livraria se revela mais do que um estabelecimento: torna-se um espaço de escuta, pertencimento e cura.

Sensível e acolhedor, A livraria dos recomeços aborda temas como abandono, maternidade e perdão e a maneira como dialogam com a solidão da vida urbana e as pressões da sociedade contemporânea. Um romance que nos mostra que podemos encontrar abrigo onde menos esperamos e que livros, pessoas e lugares são capazes de nos ensinar a desacelerar e descobrir um novo sentido para a vida. Uma narrativa que prova, com delicadeza e esperança, ser possível construir um futuro mais gentil a partir dos fragmentos do que um dia fomos.

314 pages, Kindle Edition

First published December 18, 2024

Loading...
Loading...

About the author

Casey

18 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (10%)
4 stars
31 (44%)
3 stars
25 (36%)
2 stars
3 (4%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Fikriah Azhari.
387 reviews171 followers
April 26, 2026
❝Bisa dibilang, tujuanku pergi ke toko buku adalah untuk mengalami gesekan yang menyenangkan dengan buku-buku yang secara kebetulan menyapaku.❞

Ayahnya memang baru saja meninggal, tetapi “Aku” sejatinya sudah tidak punya tempat pulang sejak ibunya pergi 10 tahun yang lalu. “Aku” pun tumbuh dengan kesepian dan luka batin, hingga akhirnya menemukan penyembuhan lewat sebuah toko buku. Di The Library, langkahnya dengan sang Ibu semakin dekat, membuka kesempatan untuk menebus kerinduan dan segala tanya yang selama ini mendambakan jawaban.

Buku ini unik banget! Sampai akhir, kita nggak tahu “Aku” ini sebenarnya namanya siapa, pun dengan tokoh-tokoh lain di buku ini yang diberikan nama panggilan khusus; Kuku Kaki, Hiki, Belek. Interaksi “Aku” dan temen-temennya juga lucu! ASBUN BANGET! Terkadang mereka tuh ada di kondisi yang-penting-NGOMONG, bukan ngomong-yang-PENTING. HAHAHA. Pokoknya dari ngatain satu sama lain [lovingly] sampai ngatain aparat #OOPS.

Made in Library pada dasarnya ngajakin kita mengikuti proses bangkitnya “Aku”. Keteguhan terpancar darinya yang meski hidup bersama ayah penjudi di tengah kesulitan ekonomi dan putus sekolah, tapi tak lantas membiarkan hidupnya berakhir begitu saja. Dan untungnya, dia nggak sendirian menghadapinya. Bersama Kuku Kaki, Hiki, dan Belek, walau masing-masing berada dalam kesulitan berbeda, mereka dapat berbagi perjuangan serupa dan saling menarik satu sama lain untuk bangkit bersama.

The Library nggak sekadar jadi latar cerita, tapi hadir sebagai hiburan dan penyembuhan yang membantu “Aku” bangkit dari luka yang ikut tumbuh bersama dirinya. Proses penyembuhan diri dan hubungannya dengan buku ini digambarkan dengan hangat. Di sana, “Aku” bertemu dengan Ibu Pengurus dan Kak Kenari yang menyambutnya dengan hangat sejak menjadi pelanggan hingga bergabung menjadi pegawai. “Aku” juga belajar banyak dari Ibu Pengurus, bahwa orang-orang yang terlihat baik-baik saja bisa jadi pada kenyataannya adalah orang-orang kuat yang sedang mengatasi tragedi dengan hati yang lapang. Sebagai pembaca, aku melihat bahwa kebaikan yang diterima tokoh utama “Aku” inilah yang mendorong dirinya untuk melakukan hal yang sama pada Kuku Kaki, Hiki, dan Belek. “Aku” ingin Kuku Kaki sukses dengan studionya, Hiki nggak lagi mengurung diri, dan Belek bisa menyelesaikan perkuliahan dengan baik.

Berdamai dalam hidup bagi “Aku” sendiri nggak hanya hidup mandiri dan lepas dari ayah yang gila judi, tetapi juga dengan menemukan ibunya. Nggak jarang kalau lihat sepasang ibu-anak di toko buku, “Aku” jadi keinget ibunya. Perasaan dia ke ibunya nih sebenarnya tarik-ulur, pengin ketemu tapi takut ibunya udah punya kehidupan lebih baik tanpa dirinya dan tentunya dia nggak mau mengacaukannya. Sedih banget, tapi ternyata lebih sedih lagi waktu tahu alasan ibunya "pergi".

Konsep The Library terasa seperti toko buku yang aku dambakan! Tata ruang hangat dan ramah anak, meja-kursi untuk membaca, papan pembaca untuk berbagi ulasan, pegawai yang paham betul buku untuk direkomendasikan. Mereka nggak hanya membangun bisnis, tetapi juga komunitas. Sebagaimana bagi “Aku”, membaca bukan sekadar hobi pengisi waktu luang, melainkan akar yang menjadi penguat dalam menjalani hidup. Penulis juga tampak menikmati momen menyisipkan judul-judul seperti The Little Prince, The Old Man and the Sea, One Hundred Years of Solitude, hingga Cosmos, membuat novel ini terasa seperti surat cinta dari pembaca untuk pembaca lain.

Overall, Made in Library terasa cocok dibaca saat piknik di cuaca yang cerah; kisah di dalamnya mengantarkan sensasi hangat yang menjalar pelan, menghadirkan ketenangan, bahwa walau merasa hidup terasa sudah hancur, kita masih punya peluang untuk pulih, sebab setiap orang punya kesempatan untuk terlahir kembali.
Profile Image for Aira Zira.
259 reviews5 followers
September 23, 2026
Rate : 4⭐

Buku yang berbicara tentang buku.
Asalnya kita peduli nak tahu siapa watak ‘Aku’ dan pencarian ibunya. Kenapa tajuk dan gambaran kulit buku tidak seiring? Yang sebetulnya bila pembaca dah masuk ke dunia ‘Aku’, segalanya terungkai. Dari kedai serbaneka, dia belajar tentang corak kehidupan manusia. Dari kedai buku, dia belajar tentang ketenangan hidup.

Semakin saya selak, semakin banyak teguran halus tentang hakikat di sekeliling. Buku yang bukan sekadar cerita tapi pelajaran bagi mereka yang tergapai-gapai tiada sokongan. Buku yang menjadi dunia untuk kita teroka tanpa mengembara. Bestnya bacaan bila banyak kata-kata yang boleh dikaitkan dengan diri kita. A lot!

Ye pada awalnya saya kekok sedikit dengan terjemahannya. Mungkin belum biasa tapi, semakin ke belakang saya semakin sayang nak habiskan. Kisahnya terlalu dekat dan nyata. Kata-katanya lurus ke akal untuk dihadam. Bukan sekadar seseorang yang rindukan ibu tapi bercerita tentang matlamat hidup yang lebih baik.

Made In Library, hasilkan seorang yang tiada hala tuju kepada sesuatu. Menjadikan seseorang lebih tenang dan lapang menerima takdir. Menyakinkan hidup ini penting dan punya tujuan berbeza setiap orang. Ibu yang dekat tapi jauh. Tersentuh betul saya lepas faham keadaan si ibu. ‘Dendam’ terlunas.🫶🏻

Saya sangat recommend buku ni pada reader yang lain. Bukan sekadar punya kulit buku yang cantik tapi, isi ceritanya yang unik. Buat otak kita bekerja dan berfikir. Tentang persahabatan, cinta pada buku dan pelajaran. Cara berdamai dengan takdir dan kematangan dari hasil pembacaan. Ada juga sedikit thrill! Menarik!
Profile Image for Athyrah Nazry.
32 reviews
September 24, 2026
⭐️⭐️⭐️⭐️.5

Made In Library bermula dengan seorang “Aku” yang membesar tanpa ibu dan hidup bersama ayah yang mempunyai masalahnya sendiri. Jadi, pencarian terhadap ibu menjadi satu persoalan besar dalam hidupnya. Tetapi semakin cerita bergerak, saya sedar bahawa perjalanan mencari ibu itu sebenarnya hanyalah sebahagian daripada perjalanan “Aku” untuk memahami dirinya, masa lalunya dan kehidupan yang sedang dia jalani.

Apa yang menarik, buku ini tidak memaksa pembaca untuk belajar sesuatu melalui nasihat yang panjang. Banyak pengajaran disampaikan melalui perkara kecil...daripada perbualan, pengalaman, pertemuan dengan orang lain dan cara “Aku” menghadapi apa yang berlaku dalam hidupnya.

Saya turut tersentuh dengan tema ibu, kehilangan dan penerimaan yang dibawa dalam cerita. Ada persoalan yang mungkin kita fikir mudah untuk dijawab, tetapi apabila melibatkan hati dan masa lalu seseorang, jawapannya tidak semudah yang disangka. Dari situ, saya rasa buku ini banyak mengajar tentang melepaskan rasa marah, memahami keadaan orang lain dan menerima bahawa tidak semua perkara dalam hidup akan berjalan mengikut apa yang kita mahu.

Sebagai seorang pembaca, saya juga suka bagaimana buku bukan sekadar latar, tetapi menjadi sebahagian daripada jiwa cerita. Ada rasa nyaman yang hadir setiap kali kisahnya kembali kepada dunia buku. Seolah-olah membaca sendiri menjadi salah satu cara untuk “Aku” memahami manusia dan memahami dirinya.

Made In Library mengingatkan saya bahawa proses untuk sembuh bukan sesuatu yang berlaku dalam satu malam. Kadang-kadang kita cuma perlu terus berjalan, walaupun perlahan, sehingga suatu hari kita sedar bahawa hati kita sudah jauh lebih ringan berbanding dahulu.
Profile Image for aynsrtn.
674 reviews28 followers
August 17, 2026
Bagiku, membaca buku adalah bukti nyata bahwa aku hidup. (p. 54)

Tertarik kepada buku ini pada awalnya karena dua hal. Satu, sampul bukunya cantik. Dua, tentang buku. Dan setelah membacanya, ternyata bukunya pengen kutandain semua kalimatnya karena saking relate-nya dengan hal yang kusuka. Curiga penulisnya avid reader sebab kalimat di catatan penulisnya tertulis, "sebab, orang yang membaca, pasti akan menulis."

Buku ini bercerita tentang Aku—di mana sampai akhir nggak tahu namanya siapa—yang sedang mencari ibunya yang telah lama pergi. Aku ini tinggal sebatang kara selepas ayahnya yang penjudi, mati begitu saja. Di tengah pencarian itu, dia bekerja di sebuah toko buku bernama The Library. Disanalah Aku  belajar memaknai hidup.

Kutipan buku yang kusuka.
Baca buku ini beneran banyak banget relate sama perbukuan, apalagi kutipan-kutipannya kusuka.
Sebab, ke mana pun aku pergi, akan selalu ada tempat pelarian yang luar biasa, yaitu buku. (p. 59)

"Orang yang membaca pasti akan menulis. Membaca membuat kita menyadari adanya sayap, dan menulis membuat sayap itu mulai bergerak. Kekuatan menulis membuat hal yang tidak terlihat menjadi terlihat. Bahkan lagu pun ditulis, kan? Menulis adalah hal pertama yang harus dilakukan untuk bergerak secara terperinci. Write dulu, barulah create dan make. Garis yang ditarik dengan berani adalah permulaan. Permulaan dari segalanya." (p. 124)

Aku dan caranya memanggil nama orang.
Ini buku unik banget. Selain sampai akhir, kita nggak akan tahu siapa nama si Aku ini, juga tokoh Aku punya panggilan unik untuk semua orang yang dia kenal. Mulai dari Si Kuku Kaki, Kak Kenari, Hiki, Ibu Pengurus, Kakak Penerbit, Belek, dan lain sebagainya. Sampai akhir pun nggak tahu nama asli mereka karena semua diceritakan dari sudut pandang Aku.

Transaksi narkoba di toko buku.
Biasanya kalau transaksi begitu di mana sih? Buku ini jadi bergeser genre ketika si Aku menyelidiki sebuah transaksi yang terindikasi ke sana di toko buku. Alih-alih menghubungi polisi, si Aku malah bertindak jadi detektif jadi-jadian. Seru sih, cuma kek ngapain sih dia? Haha.

Rekomendasi.
Akhir kata, cerita tentang buku itu selalu seru buat dibaca. Made in Library tidak hanya buku tentang seseorang anak perempuan yang mencari ibunya, tetapi juga proses untuk pulih dari trauma dan bagaimana untuk terus mencintai buku dan ekosistemnya.

Buat yang suka asian lit dari Korea Selatan dengan tema buku, bisa banget baca ini.

🌹 4 bintang untuk Thus Spoke Zarathustra karya Friedrich Nietzsche.
Profile Image for Mohamad Nasrul.
262 reviews7 followers
October 20, 2026
Made In Library
Casey (diterjemah oleh Miza. A)

Dari ayah yang pemabuk yang meninggal dunia, 'Aku' meninggalkan rumah dan sekolah, lalu mengorak langkah bekerja secara separuh masa di kedai serbaneka demi meneruskan kehidupan. Kemudian, 'Aku' bekerja di The Library, sebuah kedai buku yang membuka jendela hidup yang lebih luas buat 'Aku'. Misi utama 'Aku' ialah mencari ibunya yang meninggalkannya sejak kecil.

Separuh novel pertama, aku banyak sekali menemukan kata-kata indah yang menyentuh hatiku.
"Sejujurnya, jika tiada impian itu bahaya. Orang yang hidup tanpa memikirkan hari esok sangat membimbangkan."
"Pengalaman yang mempesonakan ialah perjudian yang tidak mengapa jika kalah."

Seterusnya, kejadian ketika 'Aku' kerja di The Library, walaupun agak thrilling, tetapi tidak cukup mengujakan bagi aku.

Perjalanan 'Aku' dalam menemui ibunya masih terasa mengharukan. Setiap takdir ceritanya memang membawa 'Aku' semakin dekat dengan ibunya tanpa 'Aku' sedari. Watak-watak sampingan juga mengajar pembaca akan banyak hal. Perkembangan karakter mereka yang positif, turut menggerakkan keseluruhan cerita menjadi lebih bermakna.

Sebuah lagi cerita slow yang aku baca, tetapi isinya begitu menyentuh jiwa dan turut menyembuhkan dalam The Library yang tenang dan nyaman. ❤️📚
Profile Image for Nay B.
70 reviews4 followers
September 18, 2026
No sé muy bien cómo valorar esta lectura.

Ha sido todo un viaje de emociones y, desde luego, no me ha dejado el corazón calentito como pensaba que pasaría al tratarse de una novela «feel good».

Este libro habla del abandono, la pérdida de sí misma y la esperanza, pero lo hace desde una perspectiva bastante cruda y con una protagonista de moralidad gris. Creo que refleja muy bien cómo es el ser humano y la realidad a la que algunas personas tienen que enfrentarse.

No voy a negar que ha sido duro de leer en algunos momentos. Además, no he acabado de conectar con la manera en la que está escrito. Hay saltos temporales constantes y toda la historia está narrada en primera persona, algo que en determinados momentos hizo que me perdiera y no terminase de entender qué estaba pasando.

A pesar de todo, creo que es un libro que merece la pena leer. Es una historia que emociona y, sobre todo, que invita a pensar y reflexionar sobre algunos temas bastante complejos.

Eso sí, solo lo recomendaría a personas que disfruten del drama y de las historias duras. Porque, desde luego, no es ni mucho menos una lectura «cozy».


Profile Image for Mariela.
533 reviews81 followers
September 16, 2026
No sé ni qué pensar de este libro. 🤔📖

Tuvo partes que me gustaron, pero otras no tanto.

Nuestra protagonista fue abandonada por su madre cuando era chica y, a lo largo del libro, vemos cómo intenta encontrarla. Pero también conocemos un poco de su vida cotidiana, su trabajo en un minimercado, las relaciones con los clientes y cómo termina trabajando en una librería. 📚

Y acá estuvo mi mayor problema. La protagonista no es una persona del todo buena y, con la subtrama de la librería y los hombres que van a comprar libros, sentí que eran dos historias diferentes que se superponían, pero que nunca terminaban de coexistir dentro del libro.

Es entretenido, pero por momentos me perdía y no terminé de disfrutarlo del todo.

Tal vez también influyó mi idea previa de que la literatura oriental suele ser reconfortante y dejar algún mensaje positivo. Y este libro definitivamente no fue el caso. La protagonista nunca llega a ser alguien particularmente positiva y tampoco sentí que su historia fuera reconfortante o feliz.

Así que terminé el libro un poco como lo empecé, sin saber muy bien qué pensar. 🫠

¿Te gusta la literatura oriental? 📚
✨ ¿Cuál me recomendarías para seguir descubriendo este tipo de historias?
Profile Image for Nia potterr.
265 reviews6 followers
July 7, 2026
FMC nya hebat banget bisa begitu mandiri di tengah ujian dan keterpaan yang tengah dialaminya. Mulai dari mencari ibunya, bekerja di supermarket, memberantas organisasi narkoboy, hingga membayar hutang yang ayahnya tinggalkan, hingga ia bekerja di toko buku yang akan memulai hidupnya dengan baik dan bertemu ibunya kembali
Profile Image for Encarni Prados.
1,586 reviews123 followers
October 13, 2026
Este libro es tan bonito por dentro como por fuera.

Para empezar os diré que, aunque parezca un cozy, es mucho más, nuestra protagonista, que no tiene nombre, acaba de perder a su padre alcohólico y su madre la abandonó cuando era pequeña. Ella siempre ha vivido con las ganas de conocer a su madre y el porqué de su abandono. La chica, que ahora cuenta con diecisiete años, trabajará en una tienda de conveniencia y, más tarde en una librería preciosa llamada "Biblioteca", hasta aquí puedo contar.

La novela es mucho más que una historia que habla de libros, que lo hace, porque la metaliteratura es obvio que esté, tratándose de una librería; aquí se habla de amistad, de la rabia de no tener una familia normal, de la rabia de no saber por qué la abandonaron; pero también de la solidaridad, de la paciencia, de cuidar a la infancia y de muchos temas importantes.

Este libro, sin duda, es de los que volveré a releer pasado un tiempo, los valores que muestra, las frases tan especiales, que tiene, y muchas, hacen de él un libro que recomendaría a todo el mundo.

Os dejo una frase por aquí:

" Este libro ofrece una experiencia visual, no solo de lectura. Además, provoca una reacción física, y eso es un valor añadido.
Dicen que los libros envejecen junto a las personas. Descubra el encanto de un libro maduro."

Imaginad la vida de la protagonista que debía ponerse un nombre de planta y eligió Hiedra Venenosa, una Hiedra que, sin duda os recomiendo descubrir, porque es una historia maravillosa.
Profile Image for Zsuzsi.
2 reviews
August 21, 2026
I’m usually not one to write reviews, but this book was so painfully bad that I simply can’t leave it without saying a word.

It’s marketed as “healing fiction,” but honestly… what exactly did I just read? An underdeveloped, painfully slow and boring story about… what, exactly? Throughout the entire book, I had the feeling that even the author didn’t know.

It’s riddled with logical inconsistencies, while the protagonist is exhausting, inconsistent, and frustratingly poorly written. The side characters are nothing more than props scattered throughout the story, serving no real purpose whatsoever.

I wouldn’t recommend this book to anyone. The only remotely redeeming part of this entire disaster is the cover. But let’s be honest: charging money for this scribble of a novel is a crime.
Profile Image for Maria García .
123 reviews1 follower
October 22, 2026
📚 A veces, para encontrarte a ti misma, primero necesitas perderte entre libros…

Una chica marcada por una infancia complicada se ve obligada a vivir sola tras la repentina muerte de su padre.

Desesperada por encontrar a su madre, tendrá que descubrirse a sí misma y sanar antes de responder a la pregunta que más la atormenta: ¿por qué la abandonó?

🌸 Este libro es RARO. Sí, ese es el adjetivo que mejor lo define. Aunque, con una protagonista tan peculiar, tampoco podía esperar otra cosa. JAJAJA.

🌿 P. Ivy (quien haya leído el libro lo entenderá y quien no, le animo a hacerlo) es una borde que no llama a nadie por su nombre: prefiere poner motes. Tiene un carácter explosivo, es cabezota como ella sola y… podríamos ser amigas. JAJAJA.

🎲 Su historia es dura. MUCHO. Sobre todo, los momentos con su padre. En serio, algunas escenas me resultaron bastante incómodas porque digamos que no es ni el mejor padre ni la mejor persona del mundo.

📖 Sin embargo, empezar a trabajar en la tienda de conveniencia y, posteriormente, en La Biblioteca fue de lo mejor que le podría haber pasado.

Ojalá todes pudiéramos encontrar un lugar como Bib. Me lo imagino como un auténtico paraíso.

❤️‍🩹 Y, siendo totalmente sincera, no es solo la librería lo que la ayuda a evolucionar. Las personas que la rodean también tienen muchísimo que ver con que empiece a sanar, a mejorar como persona y a tener las cosas más claras.

Vaya cuadrilla se monta. Y qué adorables son. En especial, Uña.

✒️ El único pero que le pondría al libro es su forma de estar escrito. La prosa es algo compleja y lenta, hasta el punto de que al principio me costaba entender qué estaba leyendo. Pero, hacia las 100 páginas, le pillé el gustito a la pluma de la autora y pude disfrutar de la historia por completo.

Y, jo, con deciros que me emocioné con el final y todo… VAYA EPÍLOGO. 🥹

📚 En definitiva, Hecha de libros es una historia peculiar, dura y emotiva sobre redescubrirse, sanar y abrazar a las personas que se convierten en nuestro hogar. Una lectura que requiere un poquito de paciencia, pero que a mí me terminó conquistando.
Profile Image for Nidia Represa Martínez.
126 reviews6 followers
October 24, 2026
Me ha costado decidir qué escribir sobre esta novela, porque lo cierto es que me ha tenido un poco confundida.

Aunque te la presentan como una novela contemporánea cozy, no creo que esta etiqueta la defina.

Tengo la sensación de que la autora quería contar dos historias completamente diferentes:
- Una oda o dedicatoria a los libros y lo que ellos pueden ayudarte a crecer como persona. (Algo muy bonito para un lector).
- Una novela contemporánea con tintes de thriller.

Y de hecho con la protagonista me ha pasado exactamente igual, me parecía que este mismo personaje era una persona diferente dependiendo de la parte de la historia que estaba contando; lo cuál significa que la novela no está bien cohesionada.

A pesar de ello, me lo he leído súper rápido, y de hecho sí que puedo decir que estaba enganchada ¿Por qué? Pues yo diría que por la crudeza de la historia, el objetivo que mueve a la protagonista y la manera que entrelaza a los amigos que, a la larga, se convierten en su peculiar familia.

Quizás el error ha sido intentar introducir ese ambiente cozy, porque es justo lo que me sacaba de la historia, y más cuando sentía que intentaba aleccionar al lector con mensajes sobre cómo deberíamos encauzar o vivir nuestra vida a pesar de lo que nos suceda.
Algo que no funciona si encima, acto seguido, la protagonista actúa contradiciendo esta lección.

Lo cual es curioso, porque lo que más me ha gustado a mí, es que la protagonista sea de moralidad gris.
Eso y la trama de la madre, porque aunque en ocasiones tienes la sensación de que te está volviendo loca con sus idas y venidas y sus cambios de opinión repentinos sobre lo que siente por ella, muestra muy bien la mente humana y cómo funciona ante situaciones en las que nos sentimos vulnerables o inseguros.

Creo que es una novela con mucho potencial, pero que quizás el querer meterla en el género cozy, le ha puesto la zancadilla, porque de verdad que no era necesario.
Profile Image for sansuriya82.
196 reviews2 followers
September 27, 2026
MADE IN LIBRARY karya CASEY diterjemahkan oleh Miza. A

Personal Rating Suri: ⭐⭐⭐⭐½ / 5

Ada sesetengah novel yang kita baca sebab nak tahu apa yang berlaku seterusnya. Tapi Made in Library bagi saya ialah novel yang membuatkan kita berhenti sekejap dan fikir tentang hidup, kehilangan, keluarga dan peluang untuk bermula semula.

Pada awalnya, kisah “Aku” terasa agak berat. Kehidupan yang dilalui sejak kecil bukan sesuatu yang mudah, ditambah pula dengan kehilangan ayah dan persoalan tentang ibu yang sudah lama meninggalkannya. Apabila sebuah alamat misteri membawanya ke kedai buku bernama The Library, cerita mula membuka ruang yang berbeza dan lebih hangat, perlahan dan penuh dengan sisi manusia.

Saya suka bagaimana buku dan kedai buku dalam novel ini bukan sekadar latar. The Library terasa seperti sebuah tempat perlindungan, tempat watak-wataknya boleh mencari sedikit ketenangan dan mungkin, tanpa mereka sedari, mencari semula diri sendiri.

Ada unsur misteri yang membuatkan saya terus mahu membaca, tetapi kekuatan utama novel ini bagi saya terletak pada perkembangan wataknya. Ia tidak terasa seperti cerita yang hanya mahu memberikan jawapan kepada persoalan tentang masa lalu, sebaliknya mengajak kita melihat bagaimana seseorang boleh belajar menerima apa yang telah berlaku dan memilih untuk meneruskan kehidupan.

Sebagai pembaca yang memang suka buku tentang buku, Made in Library memberikan satu rasa yang menyenangkan. Ada bahagian yang menyentuh hati, ada yang membuatkan tertanya-tanya dan ada juga yang membuat saya mahu memperlahankan bacaan supaya dapat menikmati suasananya.

Bukan bacaan yang terlalu tergesa-gesa, tetapi mungkin itu yang menjadikannya sebuah cerita yang sesuai dibaca perlahan-lahan.


Profile Image for Nani S.
29 reviews4 followers
September 23, 2026
'Aku terfikir, jika kita menelusuri kebaikan seseorang, mungkin di hujungnya tersembunyi sebuah tragedi.'

Pada ayat ini, aku berhenti lama. Sangat terkesan. 🥲

Made in Library membawakan kisah Aku dalam mengubah hidupnya dan mencari ibunya yang lama menghilang. Bagaimana dia masih boleh waras walaupun punya ayah yang tidak bertanggungjawab. Ceritanya hidup dan menghidupkan.

Terselit misteri dan aksi. Hidup ini begitulah. Ada random moments tiba². Dan sebenarnya, aku rasa kisah Aku dalam Made in Library ni memang random. Dari kedai serbaneka, beralih ke kedai buku.

Dalam perjalanan mencari ibunya, dia jumpa pelbagai ragam manusia dan akhirnya menemukannya dengan Si Kuku, Hiki, Kak Walnut, Birch, Pengarah dan Si Tahi Mata. Nama² dalam novel ni comel eh. 😂

Overall, this is a good storyline. Perbualan yang menggunakan analogi dan kiasan, I feel like that's beautiful. Frasa dan kata² yang menghidupkan dan membuatkan kita berfikir tentang kehidupan.

Meminjam ayat di dalam novel,

'Selepas membaca, kita perlu berani berdiri di hadapan buku itu. Kita tidak boleh hanya membaca dan kekal sama. Jika membaca, kita harus berubah. Jika tidak, kita akan ditelan oleh cerita itu sendiri.'
Profile Image for Hamidah Effendi.
731 reviews13 followers
September 14, 2026
📚 Made in Library

Buku ini adalah kisah slice of life yang berlatarbelakangkan sebuah kedai buku. Watak utamanya ialah “Aku”, seorang yang membawa trauma dari masa lalu dan mempunyai satu misi — mencari “ibu” yang hilang sejak kecil.

Apa yang menarik bagi aku ialah nama-nama wataknya yang unik. 🤣 Ada Kakak Walnut, Pengarah, Si Tahi Mata, Si Kuku, Hiki, Puan Guru… malah pekerja-pekerja kedai buku pun diberikan nama pokok oleh “Aku”. Kreatif betul! 🌳😂

Selain kisah kehidupan di kedai buku, terselit juga sedikit misteri tentang pencarian ibu. Sepanjang cerita, kita dapat lihat bagaimana “Aku” perlahan-lahan merawat luka lama yang selama ini dibawa. Ada juga banyak kata-kata tentang kehidupan dan dunia buku yang boleh buat kaki buku berhenti sekejap dan fikir. 🥹📖

Cuma satu yang buat aku penat… “Aku” ni kadang-kadang sibuk sangat jadi detective menyiasat benda yang mencurigakan sebab nak protect apa yang dia anggap sebagai safe space. 😭

Hello, boleh fokus tak? Ibu tu nak cari juga! 🤣

Tapi overall, aku suka perjalanan ceritanya.

⭐ Rating: 4.5/5

Kredit juga kepada penterjemah. Terjemahan sangat selesa dibaca dan tak memeningkan. Saya suka. ❤️

Dan design buku ni pun cantik! Ada efek shining-shining ✨, flap pun tak keras bila selak. Memang seronoklah nak pegang dan baca. 📚💕

Akhir kata…

Adakah anda sudah jumpa “safe place” anda? 🏡📖
Profile Image for Ana Clara.
50 reviews
October 6, 2026
Fue un libro que me gustó, pero fue raro. Hay partes que me quedé como WTF, que es esto o como pasó esto de un momento a otro. Si te distraes dos segundos cagaste. Por otro lado, me pone un poco mal todo el asunto de ella. Que a la madre la obliguen a abortar; que luego se la saquen; que la mamá la quiera ver y que el "padre" le pida guita a cambio de; que le hayan cambiado el nombre; nunca supimos sus nombres tampoco. Cómo que hay cosas que no me cerraron realmente.

Me quedo con toda la parte de los libros y las enseñanzas a través de comentarios o frases que se van leyendo.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lyana.
23 reviews
September 19, 2026
Made in Library telah diterjemahkan ke dalam bahasa melayu. Banyak beautiful quotes dalam buku ini.

Tentang buku, tentang kehidupan, tentang kehilangan dan tentang mencari seseorang yang pernah meninggalkan kita. Kisah seorang anak yang ditinggalkan ibunya sejak kecil dan memilih untuk bekerja di sebuah toko buku, dengan harapan dapat mencari semula ibu yang telah meninggalkannya.
Profile Image for Sonia GV.
131 reviews
October 27, 2026
Reconozco que al principio me defraudó pero poco a poco te va atrapando, es un libro que necesita sus pausas dejando pose que hace que se lea despacio. Una novela intimista y lenta
Profile Image for Vida Ariff.
241 reviews
September 30, 2026
Kisah 'Aku' yang mencari ibunya. Tiada klu yang ditinggalkan melainkan satu lokasi asing yang terekod dalam sistem gps kereta ayahnya.

Dalam usia muda, 'Aku' menempuh perjalanan hidup yang tidak mudah. Dari kedai serbaneka hingga ke kedai buku, 'Aku' mula mendewasa.

Buku-buku menjadi pengaruh terbesar kepada 'Aku' menilai erti sebuah kehidupan. Berbagai pengalaman suka duka ditempuhinya bersama kawan-kawan baru dan suasana yang baru.

Kisah yang menyembuhkan. Kita yang membaca jadi turut sama perlahan tenggelam dalam dunia 'Aku'.
Profile Image for Mohammad Amirul Firdaus Bin Nor.
14 reviews
September 16, 2026
"Tanggungjawab orang dewasa adalah melindungi kanak-kanak. Tiada apa yang lebih penting daripada itu. Langsung tiada."

Ayat ini sahaja sudah cukup menggambarkan betapa sakit dan terlukanya watak 'aku' dalam novel ini.

Ditinggal ibu sejak dari kecil. Membesar dengan ayah yang kaki judi dan selalu mabuk. Dibelenggu kemiskinan yang berpanjangan.

Sepanjang hidup 'aku', 'aku' selalu membawa banyak pertanyaan. Ke mana ibu pergi? Kenapa ibu pergi? Kalau 'aku' menemukan ibu, adakah ibu akan bahagia atau kehadiran 'aku' hanya akan menyusahkan ibu?

Saya tertanya-tanya kenapa penulis guna watak 'aku' tanpa nama. Rupa-rupanya, ada sebabnya dan saya rasa sedih bila tahu sebabnya.

Made In Library adalah untuk sesiapa yang sedang dalam proses untuk sembuh daripada luka lama.

Made In Library ditulis untuk pencinta buku yang menemukan kenyamanan dengan membaca buku.

Made In Library adalah untuk kita yang sedang bergulat dengan takdir yang menyakitkan dan sedang mencari semula hidup yang sepatutnya kita dapat.

Pernah tak memandu di lorong kanan, dengan kelajuan tinggi dan di belakang kita ada kenderaan lain sedang meluncur laju, lalu kita menukar ke lorong kiri, memandu lebih perlahan, lebih santai?

Membaca Made In Library bagi saya adalah seperti kita berada di lorong kiri. Perlahan. Tetapi dengan keperlahanan itulah yang membantu kita melihat banyak perkara yang kita selalu terlepas pandang.

Seperti watak 'aku' yang menikmati momen-momen sewaktu 'aku' bekerja di kedai buku bernama The Library. 'Aku' menemukan kekuatan daripada buku-buku. 'Aku' belajar banyak benda daripada pelanggan di situ. 'Aku' belajar tentang hidup daripada Pengarah dan Kak Walnut.

Sedikit demi sedikit, luka-luka lama seakan-akan mula proses penyembuhan.

Novel ini antara novel yang akan saya ulang baca dari masa ke masa. Saya suka bila saya tenggelam dan larut dalam novel ini.

Kalian sudah baca?
Profile Image for loundraw.
241 reviews8 followers
July 31, 2026
Padahal paruh pertama ceritanya udah menarik banget soal si tokoh utamanya ini yang mencari keberadaan ibunya, tapi pas di rekrut jadi pegawai The Library kenapa tujuan ceritanya malah kelempar sana sini jadi ga fokus lagi ke tujuan utama dan terasa bertele tele.
Displaying 1 - 24 of 24 reviews