Rani, seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang lahir, tumbuh dan besar di Bandung, mengalami hal-hal aneh setelah perceraian kedua orang tuanya. Mulai dari tersesat di bukit yang tidak ada puncaknya, kedatangan pakde dan sepupu yang tidak pernah dikenalnya, berkenalan dengan budaya jawa, sampai menemukan sebuah portal menuju ke dunia lain! Tidak sampai di situ, Rani dan sepupunya, Bima, nekad memasuki portal itu dan menemukan bahwa apa yang ada di balik Gapura ternyata jauh dari bayangannya tentang 'dunia lain'. Di dunia itu Rani melihat kota yang sangat mewah, binatang-binatang aneh dan seorang pangeran tampan yang memikat hatinya. Masalahnya, waktu kunjung Rani dan Bima di dunia itu terbatas. Mampukah mereka kembali ke dunia nyata dan melupakan dunia ajaib itu?
Pengembangan dari "Gapura" (draft edition) - 27 Agustus 2014.
Victoria Tunggono was born in Ende on March 17, 1984. She was raised in Jakarta but the family decided to move to Bandung in 1992 and lived there until 2012. Tori studied Visual Communication Design at Bina Nusantara University in Jakarta but she was interested more in Interior Design, so she moved and finished her study at Maranatha Christian University in Bandung. Tori had worked in several interior design and interior magazine companies in Jakarta before she decided to move to Bali in 2012. She moved back to Jakarta in early 2017.
Her journey to find her identity as Indonesian nationality started in Bali, which then led her to unveil layers of glorious secrets hidden by the ancestors in the past. Follow Tori's journey revisiting Indonesia's history represented by Rani and Bima in 'Gateway To Nuswantara' book!
Konsep peradaban kuna yang sengaja menutup diri dari peradaban manusia sudah banyak digunakan dalan fiksi2 ala Indiana Jones dari luar negeri. Tetapi untuk konteks peradaban mataram kuno di Jawa, buku ini mungkin yg pertama. Memang para ahli sejarah sampe skrng blm menemukan posisi tepat di mana pusat kerajaan Mataram hindu. Hanya sebatas perkiraan bahwa ibukota kerajaan ini ada di Lembah Para Raja yang membentang dari Jogja - Depok - Kalasan - Prambanan - Klaten. Wilayah inilah yg paling banyak ditemukan candinya. Letusan akbar Merapi tahun 1006 M diduga menjadi sebab terhapusnya peradaban ini.
Tetapi penulis memiliki sudut pandang lain. Lewat novel ini, Victoria menyodorkan sejarah alternatif berbumbu fantasi terkait hilangnya kerajaan Mataram kuno--juga Majapahit dan kerajaan2 lain di Jawa. Bagian sejarah alternatif ttg Mataram Islam juga ada, dan ini malah yg menarik walaupun terdengar fiksi.
Premisnya bagus sebenernya, hanya saja alur lini masa sejarahnya agak kacau dan terkesan menyamaratakan semua peradaban kuno yang ada di Nuswantara. Dan, bagaimana ya, entahlah kok pas bagian prosanya agak kesendat2 gitu saya bacanya, semacam kurang luwes pas bagian berkisah tapi jadi bagus banget pas bagian mendeskripsikan. Dan, ternyata novelnya masih bersambung saudara-saudari.
- A book wrote by my friend, Vicky - A good start for sure although I give 3.5 stars - Looking forward for the second and third book. - Onward Wilangan 17 is a good plot and more interesting for me - I think best to put all the history in the end of the rather than mixing up into the plot. - And please more illustration :)
“Hidup adalah perjalanan. Setiap orang punya jalannya masing-masing yang sudah disiapkan oleh Yang Maha Kuasa. Ada yang jalannya lurus, ada yang berbelok. Ada yang sempit, ada yang lebar. Ada yang mulus, ada yang berbatu-batu. Tetapi, itu semua bukanlah alasan untuk tidak meneruskan perjalanan sampai ke titik finish. Tugas manusia yang tidak bisa dibantah adalah menyusuri jalannya, setapak demi setapak sampai di garis akhir. Bagaimana cara kamu menjalaninya, itu semua tergantung pada keputusanmu senidiri.”
Blurb: Rani, seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang lahir, tumbuh dan besar di Bandung, mengalami hal-hal aneh setelah perceraian kedua orang tuanya. Mulai dari tersesat di bukit yang tidak ada puncaknya, kedatangan Pakde dan sepupu yang tidak pernah dikenalnya, berkenalan dengan budaya Jawa, sampai menemukan sebuah portal menuju dunia lain! Tidak sampai di situ, Rani dan sepupunya, Bima, nekad memasuki portal itu dan menemukan bahwa apa yang ada di balik Gapura ternyata jauh dari bayangannya tentang ‘dunia lain’. Di dunia itu Rani melihat kota yang sangat mewah, binatang-binatang aneh dan seorang pangeran tampan yang memikat hatinya. Masalahnya, waktu kunjung Rani dan Bima di dunia itu terbatas. Mampukah mereka kembali ke dunia nyata dan melupakan dunia ajaib itu?
So, kalau kalian ingin tahu jawabannya, baca novel ‘Gerbang Nuswantara’ 😊 . . Jujur, aku bingung harus bikin review—suka-suka—untuk novel ini kayak gimana. Pada awalnya aku tertarik dengan judul dan cover dari novel ini, dan karena novel ini berlebel sebagai novel sci-fi Jawa. Pikirku, “Waah ini pasti bakal seru...”, karena pada dasarnya aku suka sekali bacaan yang berbau unsur Jawa. Tapi saat aku baca dan menuntaskannya, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kuharapkan.
Pendeskripsian tentang latar dan keadaannya menurutku terlalu mendetail, dan kurangnya dialog yang tejadi antar Tokoh, membuatku sedikit bosan saat membacanya. Entahlah, menurutku interaksi yang terjadi antar Tokoh kurang. Lebih banyak ke pendeskripsiannya.
Padahal yang paling ditunggu-tunggu oleh pembaca—seperti aku ini—adalah, bagaimana keseruan petualangan si Tokoh itu. Sangat disayangkan sich menurutku pribadi. Ya mungkin, sebuah deskripsi itu perlu, agar pembaca bisa melihat, merasakan apa yang dialami oleh para Tokoh. Tapi, sekali lagi, kalau terlalu detail, itu akan membosankan—menurutku.
Dan, satu lagi yang menjadi unek-unekku ketika membaca novel ini. Di novel ini, ada sejarah singkat tentang beberapa kerajaan. Salah satunya Majapahit. Karena aku, akhir-akhir ini sedang menggandrungi kerajaan tersebut.. Aku seneng banget dong, saat novel ini menyinggung tentang Majapahit.
Tapi ketika aku baca, ada beberapa bagian yang berbeda dengan apa yang aku ketahui tentang Majapahit selama ini. Contoh ya ini, di novel ini diterangkan bahwa Raja Hayam Wuruk, adalah anak kandung dari Mahapatih Gajah Mada, dan anak angkat dari Raja Jayanegara.
Sedangkan menurut dari beberapa buku tentang Majapahit yang pernah kubaca sebelumnya, menerangkan bahwa Raja Hayam Wuruk adalah anak dari Maharani Tribhuwana Tunggadewi—yang merupakan anak dari Raden Wijaya dan Putri Gayatri.
Nah, kalau Raja Jayanegara sendiri, beliau adalah Pakde dari Raja Hayam Wuruk—karena Raja Jayanegara adalah kakak dari Ratu Tunggadewi, beda ibu. Sebelum Ratu Tunggadewi naik tahta menggantikan Raja Jayanegara, bukankah Raja Jayanegara sudah mangkat terlebih dahulu. Dan bisa dipastikan kalau Raja Hayam Wuruk masih kecil ketika itu. Lalu bagaimana bisa Raja Hayam Wuruk diangkat anak oleh Raja Jayanegara?
Ada beberapa hal lain juga, mengenai Majapahit di novel ini, yang berbeda dengan buku yang sudah kubaca dan kuketahui tentang Majapahit selama ini. Entahlah, mungkin aku yang salah baca atau gimana. Yang jelas aku sedikit bingung saat memperoleh keterangan tentang Majapahit di novel ini.
Dan, buat temen-temen yang mungkin membaca review—suka-suka—ku ini, yang juga kebetulan sudah membaca novel ‘Gerbang Nuswantara’, dan mengetahui lebih tentang Majapahit, barangkali bisa membantu untuk membenarkan dan menjelaskan. Dipersilakan buat semua temen-temen pembaca... 😊
Well, di luar dari itu semua, tidak mengurangi niatku untuk menyelesaikan novel ini hingga akhir—dan membaca lanjutan dari novel ini nanti. Mungkin, bisa jadi novel ini bukan santapan favoritku, tapi bukan berarti aku tidak mau melahapnya. Dan, bisa jadi, ini adalah santapan favorit kalian.. So, buat kalian yang penasaran dengan novel ini... Tunggu apa lagi, kuy ah baca... 😉 Dan aku juga mau minta maaf, barangkali ada kata-kata yang tidak berkenan di hati para pemabaca review—suka-suka—ku ini.. Happy reading.. 🤗
Buku ini menceritakan petualangan di tanah Jawa dengan setting present-day yang dibumbui cerita sejarah dan mitos & legenda daerah sekitar Bandung-Wonosari yang mengantarkan petualangan Rani dan sepupunya, Bima, yang keduanya berusia 16 tahun masuk ke dunia 'lain' lewat gerbang (gapura) dan menemukan bahwa dunia 'lain' itu penuh dengan segala perpaduan modern dan tradisional, masa depan dan masa lalu yang tidak pernah terpikir oleh kedua remaja ini. Buku ini sangat menarik untuk melihat sisi lain sejarah dan menguak tradisi lokal seputar Jawa. Di buku Trilogi kedua (judulnya "Çandi") akan lebih banyak cerita petualangan memecahkan sandi untuk menemukan kembali gapura dan buku ketiga (judulnya "Garuda") akan bercerita tentang kejadian di dunia 'sana'.. Jika kamu mau tahu cerita yang tersembunyi di balik kebesaran nama Nuswantara, kamu wajib baca yang satu ini!
Buku ini dipinjemin Feli..hahahhahha ga papa lah yaw, lumayan gratisan.
Saya cukup familiar dengan cerita-cerita seputar Nuswantara, kerajaan yang tidak bisa dilihat, atau bahkan kejayaan nenek moyang kita dan berbagai teknologi yang dimiliki sebelumnya. Saya senang ada orang yang mau menulis buku mengenai hal ini dan diberi sentuhan modern.
Tapi yang bikin saya geregetan adalah penokohan dari novel ini. Terlalu timpang, kalau memang benar itu tujuannya. Di satu sisi Rani diceritakan sebagai sosok yang jauh dengan hal-hal di luar nalar, sangat naif, tapi orang-orang di sekelilingnya tahu segala hal. Terlalu naif saja buat saya.
Mudah-mudahan pada buku selanjutnya Vicky dapat lebih matang dalam melakukan penokohan, dan juga dalam mengolah konflik serta emosi :)
Buku ini membuka wawasan mendalam tentang budaya, sejarah dan hubungan kita dengan leluhur dengan bahasa dan cerita yang ringan.. Rani dan Bima menjadi perwakilan kita mengarungi petualangan di 'dunia ajaib' yang selama ini bertetangga dengan kita, tapi tak pernah kita sadari. Gerbang atau portal benar-benar menjadi pintu masuk pembaca menuju pengetahuan tentang kesejatian bangsa Indonesia: bangsa Nuswantara.
Judul Buku: Gerbang Nuswantara Penulis: Victoria Tunggono Penerbit: Kompas
~ Blurb ~
Menguak Sejarah dan tradisi lokal seputar Jawa lewat petualangan Rani dan Bima. Perpaduan latar antara present-day dan sejarah masa lalu yang dibuat berjalan beriringan, membawa pembaca pada rahasia masa depan dan masa lalu Nuswantara yang tidak pernah terpikir sebelumnya. Sebuah novel yang menantang untuk ditelusuri.
~ Sinopsis ~
Menceritakan kehidupan Rani remaja yang baru saja dihadapi tragedi perpisahan kedua orangtuanya yang memilki efek domino dikehidupan akhir masa SMA nya dan membuat hubungan Rani dan Ratih (ibunya) memburuk. Suatu hari saat sedang melepas penat, tak sengaja ia menemukan bukit melar, ia sebut begitu karena saat pertama kali di lihat dari bawah bukitnya nampak pendek, tapi ketika berusaha ia daki pucuk bukitnya tak kunjung ia raih meski sudah berjam-jam didaki tapi hanya butuh waktu 30 menit saja untuk ia bisa kembali turun, lantas ia sematkan bukit itu sebagai tempat angker dan bergegas pergi.
Berikutnya, ia kedatangan Pakde Nur dan sepupunya yang bernama Bima dari sisi ibunya yang jauh-jauh datang dari Wonogiri untuk memberi konseling agar hubungan ibu-anak itu kembali rukun. Keluarga jauh yang tak pernah Rani ingat eksistensinya selama ini, pakde nya pun menceritakan silsilah keluarganya yang masih keturunan dari kerajaan Mataram dan meminta Rani untuk lebih mempelajari sejarah leluhurnya lebih dalam lagi. Sepupu Rani ini dari segi usia masih sebaya tapi perilakunya sedikit aneh karena kemana-mana selalu membawa keris dan kerap tertangkap basah berbicara sendiri. Bahkan Rani pernah menegaskan apakah sepupunya ini memilki 'imaginary friend'? tapi hanya ditanggapi bahwa dia memang memiliki teman yang tidak bisa dilihat orang lain tapi dia 'tetap manusia' hal itu justru membuat Rani semakin heran.
Suatu waktu, Pakde Nur meminta Ratih & Rani dan untuk 'pulang' ke Wonogiri untuk bertemu Eyang Tirto & Eyang Ningrum (kedua orangtua Ratih). Kedatangan mereka pun disambut dengan haru karena belasan tahun mereka tidak pernah bertemu. Rani awalnya canggung, tapi merasa nyaman kemudian. Petang hari ditengah-tengah perbincangan para orangtua, Rani mengikuti Bima bermain ke sebuah bukit yang direkomendasikan Eyang Ningrum. Sesampainya di sana keduanya mengalami hal tak biasa, seperti suara mereka kadang-kadang bisa menghilang dan jarak mereka kadang menjauh begitu saja. Puncaknya ketika Rani melihat ada seekor kupu-kupu yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana datangnya disusul sosok anak kecil cantik dengan pakaian tak biasa bernama Drupadi. Bahasa yang anak kecil itu pakai merupakan bahasa kawi, Bima yang memang fasih berbahasa jawa pun sedikit kelabakan untuk memahami dan menterjemahkan apapun yang Drupadi katakan. Singkatnya, anak kecil itu bukan dari dunia/peradaban yang sama dengan Rani maupun Bima dan mereka berdua berusaha mengembalikan Drupadi ke tempat asalnya dengan cara yang tak biasa juga.
Pertemuan Rani dan Bima dengan Drupadi menghantarkan mereka ke suatu gerbang, Gerbang Nuswantara!
~ Review ~
Dari awal penulis sangat bersikeras menggambarkan setiap tokoh dengan amat detail, tapi entah kenapa justru sedikit mengganggu diksi-diksi nya. Bagian penceritaan sejarah kerajaan-kerajaan di Nuswanatara ini jujur sangat menarik, tapi sebagian besar terlalu textbook dan jadi terlalu banyak footnote. Ada beberapa part tentang Bima yang kurasa agak sedikit 'lost' background karakter dan side story nya, tapi semoga hal ini bisa kutemuin di 2 chapter lainnya (Candi Nuswantara & Jagat Nuswantara). Ada beberapa tokoh lain juga yang kurasa mungkin nanti punya porsi tersendiri (di chapter lain) karena di chapter pertama ini spotlight nya dirasa minim. Tapi aku berterimakasih sekali untuk penulis dengan kekayaan literatur yang berhasil di-collect dan disederhanakan dalam buku ini.
Title : Gerbang Nuswantara Author : Victoria Tunggono Genre : Sci-Fi Penerb:it: Penerbit Buku Kompas Rating : 3.5/5
Blurb: Rani, seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang lahir, tumbuh dan besar di Bandung, mengalami hal-hal aneh setelah perceraian kedua orang tuanya. Mulai dari tersesat di bukit yang tidak ada puncaknya, kedatangan Pakde dan sepupu yang tidak pernah dikenalnya, berkenalan dengan budaya Jawa, sampai menemukan sebuah portal menuju dunia lain! Tidak sampai di situ, Rani dan sepupunya, Bima, nekad memasuki portal itu dan menemukan bahwa apa yang ada di balik Gapura ternyata jauh dari bayangannya tentang ‘dunia lain’. Di dunia itu Rani melihat kota yang sangat mewah, binatang-binatang aneh dan seorang pangeran tampan yang memikat hatinya. Masalahnya, waktu kunjung Rani dan Bima di dunia itu terbatas. Mampukah mereka kembali ke dunia nyata dan melupakan dunia ajaib itu?
Gerbang Nuswantara adalah novel Sci-Fi beraliran budaya Jawa yang pertama kali ku baca. Awal membeli novel ini karena aku penasaran banget sejauh mana dunia fiksi berunsur kejawen ini akan membawaku. Sampai selesai membacanya, malah banyak bengongnya. Loh kok gini tok? Piye iki ngene tok? ☹ It doesn’t match my expectations at all. Aku tertarik membaca novel ini karena novel dengan latar budaya yang berbeda sering kali menyajikan pengalaman membaca yang menarik dan mendalam.
Menurutku, novel ini terlalu banyak narasi dan lebarnya latar cerita yang disampaikan, sampai-sampai penggambaran tokohnya seuprit doang. Dialog antar tokoh bisa dikatakan sedikit, interaksinya juga terbatas, padahal kalau diolah lebih mendalam, cerita novel ini akan semakin hidup dan sangat menarik.
Selain itu, perpaduan antara budaya Kejawen dengan modern state seharusnya bisa menghadirkan nuansa yang berbeda. Namun, penyampaian pada novel ini nanggung. Rasanya mau takjub itu kayak ga sampe hati wkwkwkw.
Alur cerita dalam novel ini cukup lambat. Bagian awal cerita cukup panjang sampai bosan baca untuk sampai klimaksnya, setelah sampai di klimaks kurang tegang juga, malah di akhir-akhir cerita baru kerasa ceritanya hidup, penokohan semakin kuat.
Dalam menulis novel ini, penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga dimana terdapat beberapa penyisipan istilah dan bahasa Jawa yang disertai catatatan kaki yang berisi penjelasan. Novel ini mempunyai 3 sekual yaitu Gerbang Nuswantara, Candi Nuswantara, dan Jagat Nuswantara.
Dari membaca novel ini, aku jadi tahu banyak istilah-istilah baru dalam bahasa Jawa. Aku juga menjadi tahu sedikit-sedikit tentang Sejarah Kerajaan-kerajaan di Jawa seperti Majapahit, dll.
Baca buku ini jadi ingat serial Bumi-nya Tere Liye, karena ada portal-portalnya 😁
Novel ini bercerita tentang Rani, remaja 16 tahun dari Bandung yang hidupnya mendadak jungkir balik setelah menemukan sebuah gapura aneh yang membawanya ke dunia lain.
Bersama sepupunya, Bima, Rani terseret dalam petualangan penuh teka-teki, teknologi tinggi, dan budaya masa lampau yang dibalut dalam konsep dunia paralel.
Portal ke Nuswantara bukan sekadar gerbang waktu, tapi juga gerbang menuju identitas dan akar kebudayaan yang lama terlupakan. Ya, ini tentang menguak sejarah yang tertutupi oleh maraknya modernisasi.
🔶🔶🔶
Unik sih, Kak Victoria meramu novel ini dengan gaya yang tidak biasa. Penuh catatan sejarah, deskripsi arsitektur khas Nusantara, sampai detail busana dan adat istiadat yang membuat dunia dalam bukunya terasa hidup dan otentik. Meski genrenya historical fiction plus fantasi ilmiah, rasa lokalnya tetap kental.
Aku sendiri sebagai anak dari orangtua Jawi tulen, sempat percaya nggak percaya, ini beneran yang disampaikan disini? Magis banget. Tapi aku selalu diingatkan, bahwa hal ghaib itu memang ada. Dan nggak semua orang diberi kemampuan untuk mendeteksinya.
Tapi, menurutku novel ini slow pace. Alurnya berjalan perlahan dan cukup penuh detail, terutama saat menyampaikan sejarah dan latar dunia, jadi perlu sabar, hehe.
Masih ada buku kedua dan ketiga ya, karena ini novel trilogi. Buat kamu yang suka kisah petualangan fantasi bercita rasa lokal, cocok baca buku ini.
My first impression of this book is the cover, like my history textbooks (that makes me didn't want to read this book). Gladly, I open the synopsis. If the synopsis doesn't persuade me enough, I will not read this book.
For this content, I can't stop myself for speechless. The writer explains every detail with the footnote about the history without me feeling uncomfortable cause I feel being lectured is incredible.
This book tells about time by the time about the kingdoms in Indonesia, although still focusing on Mataram and Majapahit. I love how the writer describes the detailed background that makes us feel part of the story.
One of the weaknesses of this book is that some parts make us si bored due to many details. Also, some of the stories made me slightly confused with the story because of the parties. But overall, this book is fun for us to learn about Indonesian history with the royal background.
If I don't know there will be a sequel for the ending, I think it's an open ending. Now I am currently reading the sequel of this book.
Ini cerita petualangan seperti dibayanganku pas SD XD Buku ini aku pinjam via ipusnas, pertama kali aku nyobain aplikasi ereader via hp, ternyata lumayan juga mata jadi capek, jadi kurang menikmati sajian "data sejarah" yang disajikan di buku ini. Sebenarnya penjelasan soal urutan kerajaannya cukup menarik dan lengkap, tapi karena aku baca via ereader dan belum terbiasa, jadinya seperti penuh sekali, tapi untungnya tidak mengurangi keasikan membaca buku genre ini
i was REALLY invested in this story,,, seruuu banget, the whole back-in-time vibe was so fun. but ngl, some parts felt a bit sleepy like a historical book… but still enjoyable.
Buku yang menguak sebuah sejarah yang menyajikan informasi-informasi dalam balutan fiksi dari penulis. Memasukkan sejarah yang satu dengan yang lain hingga membuat rantai yang saling menyatukan.
Buku ini menceritakan petualangan di tanah Jawa dengan setting present-day yang dibumbui cerita sejarah dan mitos & legenda daerah sekitar Bandung-Wonosari yang mengantarkan petualangan Rani dan sepupunya, Bima, yang keduanya berusia 16 tahun masuk ke dunia 'lain' lewat gerbang (gapura) dan menemukan bahwa dunia 'lain' itu penuh dengan segala perpaduan modern dan tradisional, masa depan dan masa lalu yang tidak pernah terpikir oleh kedua remaja ini. Buku ini sangat menarik untuk melihat sisi lain sejarah dan menguak tradisi lokal seputar Jawa. Di buku Trilogi kedua (judulnya "Çandi") akan lebih banyak cerita petualangan memecahkan sandi untuk menemukan kembali gapura dan buku ketiga (judulnya "Garuda") akan bercerita tentang kejadian di dunia 'sana'.. Jika kamu mau tahu cerita yang tersembunyi di balik kebesaran nama Nuswantara, kamu wajib baca yang satu ini!
Buku ini menceritakan petualangan di tanah Jawa dengan setting present-day yang dibumbui cerita sejarah dan mitos & legenda daerah sekitar Bandung-Wonosari yang mengantarkan petualangan Rani dan sepupunya, Bima, yang keduanya berusia 16 tahun masuk ke dunia 'lain' lewat gerbang (gapura) dan menemukan bahwa dunia 'lain' itu penuh dengan segala perpaduan modern dan tradisional, masa depan dan masa lalu yang tidak pernah terpikir oleh kedua remaja ini. Buku ini sangat menarik untuk melihat sisi lain sejarah dan menguak tradisi lokal seputar Jawa. Di buku Trilogi kedua (judulnya "Çandi") akan lebih banyak cerita petualangan memecahkan sandi untuk menemukan kembali gapura dan buku ketiga (judulnya "Garuda") akan bercerita tentang kejadian di dunia 'sana'.. Jika kamu mau tahu cerita yang tersembunyi di balik kebesaran nama Nuswantara, kamu wajib baca yang satu ini!
Worst book I have ever read. Bad writing, story was ok, but too detailed like the author was trying to hard to set the scene. You should leave something to the imagination.