What do you think?
Rate this book


176 pages, Paperback
First published March 1, 2015
Di dunia ini memang tidak ada orang yang sepenuhnya jahat ... Sama seperti tteokpokki, kita tidak tahu bahwa dibalik rasa yang pedas ini mungkin saja ada rasa manis di dalamnya.
“Sama seperti tteokpokki, kita tidak tahu bahwa di balik rasa yang pedas ini mungkin saja ada rasa yang manis di dalamnya.” – hlm. 78
Masih sama lezatnya seperti buku pertama. Paling suka episode “Pertemuan yang Tidak Disangka-Sangka”. Cerita tentang seorang perempuan dan seorang tunanetra. Saya jadi teringat pernah mengalami kejadian serupa. Sayangnya, karena keterbatasan saya sendiri, saya tidak bisa membantu semaksimal mungkin sebagaimana wanita di dalam buku ini. :( Semoga bapak tunanetra yang bertemu dengan saya di bus waktu itu sehat selalu. Aamiin.
Kisah lain yang juga jadi favorit saya adalah “Makanan Penambah Umur”. Cerita tentang pasangan multikultural yang baru saja menikah dan meminta restu kepada para sesepuh. Manis banget dan bikin baper. :)
Nyesek maksimal saat membaca episode “Penghormatan Pertama Setelah Menikah”. Gimana coba rasanya ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya, lalu harus membantu menyiapkan pernikahan sang mantan. Sungguh, patah hati itu pedih, Jenderal!
“Aku belajar bahwa apa pun yang berlebihan itu tidaklah baik. Begitu juga dengan perasaan.” – hlm. 106