Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
[Sampul alternatif dari ISBN yang sama.]

Setelah tersengat listrik, Prim mendadak menjadi genius. Ia bisa memperbaiki apa saja, bahkan mencoba merancang sendiri pesawat antigravitasi. Suatu malam, aliran listrik di sekitar Lembang terputus dan banyak kendaraan mogok di jalan. Prim yakin, gangguan itu tidak biasa. Bisa jadi suatu benda mekanis dari luar angkasa. Mungkinkah ada makhluk asing yang mencoba ‘bertamu’ ke Bumi?

127 pages, Paperback

First published January 1, 1972

Loading...
Loading...

About the author

Djokolelono

146 books145 followers
adalah seorang penulis buku Indonesia tahun 70 hingga 80-an. Dia dikenal sebagai penulis buku fiksi-ilmiah seperti seri Penjelajah Antariksa (Bencana di Planet Poa, Sekoci Penyelamat, Kunin Bergolak), Jatuh ke Matahari dan sekuelnya, Bintang Hitam. Selain menulis buku fiksi-ilmiah, Djokolelono juga dikenal sebagai penulis buku anak-anak, seperti seri Astrid, dan beberapa cerita wayang. Djokolelono juga adalah seorang penerjemah. Buku-buku yang ia terjemahkan antara lain Petualangan Tom Sawyer dan karya Mark Twain yang lain, seri Pilih Sendiri Petualanganmu, seri cergam Mimin, seri Mallory Towers dan buku-buku Enid Blyton yang lain, dan seri Rumah Kecil Laura Ingalls Wilder[1]. Karya-karyanya diterbitkan oleh Pustaka Jaya (PT Dunia Pustaka Jaya), Gramedia, dan BPK Gunung Mulia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (13%)
4 stars
11 (47%)
3 stars
8 (34%)
2 stars
1 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for n-za.
149 reviews15 followers
October 12, 2026
This book is SOOO GOOD!!?? It feels like we’re going on an adventure w Prim, exploring technology & outer space, travelling aboard an alien spaceship, and making our way back to Earth. The pacing isn’t too slow or rushed either. It’s just right. This might actually become my new favourite genre
Profile Image for Steven S.
754 reviews67 followers
May 29, 2025
Getaran adalah novel kedua dari seri klasik yang kubaca. Keren!
Profile Image for Bivisyani Questibrilia.
Author 1 book29 followers
October 18, 2026
Aku adalah salah satu orang yang baru mengenal nama Djokolelono belakangan ini, berkat pacarku. Buku ini pun kupinjam darinya yang kegirangan menemukan buku ini sudah diterbitkan ulang dalam beberapa tahun belakangan (atau bahkan tahun ini?). Sebelumnya, aku tidak pernah mendengar nama Djokolelono sama sekali—entah mengapa. Aku juga sebelumnya tidak tahu sama sekali tentang kehadiran buku klasik anak-anak Indonesia yang bergenre sci-fi (atau fiksi ilmiah), jadi aku cukup terpukau mengetahui keberadaan buku dan seri ini.

Awalnya, aku tidak terlalu memiliki ketertarikan untuk membaca buku ini. Namun, akhirnya, kuputuskan untuk meminjamnya dari pacarku karena kupikir ini akan jadi buku yang dengan cepat dan mudah kuselesaikan, demi menambah jumlah buku yang kubaca tahun ini.

Ternyata...aku tidak sepenuhnya benar.

Berkaca pada pengalaman membacaku tahun ini, memang buku ini selesai relatif lebih cepat dari buku-buku lainnya. Namun, jika dibandingkan dengan pacarku yang sangat menyukai buku ini, tentu durasi membacaku terbilang lama (10 hari!). Pacarku sendiri bisa menyelesaikan buku ini dalam sekali duduk (beberapa jam saja).

Di sini aku menyimpulkan, ternyata aku memang tidak terlalu menyukai genre fiksi ilmiah, terlebih lagi yang ditulis untuk anak-anak. Sebagai pembaca yang sangat termotivasi oleh hubungan antar karakter, cerita yang lebih banyak menitikberatkan pada fakta dan teknologi untuk mendorong cerita sangat tidak menarik bagiku. Menurutku, penulisan Djokolelono cukup lugas, cukup mendetil untuk memasukkan elemen-elemen dunia nyata Indonesia dalam ceritanya (terutama terkait institusi-institusi yang diikutsertakan, seperti ITB, Bosscha, dsb.). Jadi, menurutku, secara objektif buku ini tentu berkualitas.

Sayangnya, yang menurutku jadi kurang menarik dari buku ini adalah ketidakberadaan karakter lain yang bisa dirasa dekat dengan pembaca, selain Prim itu sendiri. Kupikir jika ceritanya lebih banyak melibatkan kehadiran Ayah dan Ibunya dalam petualangan singkat yang ia alami, hal itu bisa menjadi lebih menarik, karena kita berkesempatan melihat dinamika hubungan semua karakter ini. Namun hal itu tidak terjadi. Selain itu juga, menurutku, akhir ceritanya cukup menggantung dan terasa terburu-buru.

Jadi iya, sayangnya, buku ini termasuk buku yang cukup memakan waktu untuk kuselesaikan karena aku cenderung harus memaksa diriku untuk terus membacanya sampai habis. Tapi, sekali lagi, kurasa ini terletak pada minatku pribadi, bukan pada kualitas cerita yang disampaikan oleh Djokolelono.
Profile Image for Putu Sastrawan.
Author 9 books18 followers
April 13, 2026
Senang membaca buku anak Sci Fic ala Indonesia ini. Ajaib juga, eyang Djokolelono sudah menulis ini 1970. Menurutku pribadi Djokolelono tidak berusaha menjadi kebarat-baratan saat menuliskan cerita yang berhubungan dengan scific. Meskipun genrenya fiksi ilmiah, latar dan karakter-karakternya terasa sangat Indonesia. Ia membuktikan bahwa imajinasi tentang teknologi tinggi tidak harus selalu bersetting di tempat-tempat yang maju dan maha canggih. Yang juga menarik adalah buku ini bicara soal etika. Djokolelono mempertanyakan apakah kemajuan teknologi selalu sejalan dengan kebijaksanaan manusia, atau justru membuat kita kehilangan empati. Akan membaca seri tulisannya yang lain!
Displaying 1 - 5 of 5 reviews