Jump to ratings and reviews
Rate this book

Terkenang Nyonya Rissa: Bacaan-Bacaan Buruk dan Pengalaman Menyenangkan Lainnya

Rate this book
Terkenang Nyonya Rissa bukan sekadar kumpulan esai nostalgia. Buku ini adalah arsip hidup tentang bagaimana pop culture pinggiran, buku-buku roman picisan, film-film Category III, dan sandiwara radio membentuk sebuah generasi. Generasi yang dibesarkan bukan melulu oleh bacaan bermutu tinggi atau film-film festival, melainkan oleh karya-karya yang di masa itudianggap murahan, cabul, bahkan haram. Dan justru dari situ, lahir ingatan-ingatan paling jujur.

Di tangan Mahfud Ikhwan, semua ingatan yang tampak remeh-temeh itu berubah jadi tafsir personal atas sejarah: tentang wabah sandiwara radio yang menyapu kota-kota kecil dan desa di seluruh Indonesia, tentang novel lucah Freddy S. hingga Umar Nur Zain yang dibaca sembunyi- sembunyi, juga tentang ingatan pahlawan masa kecil macam Sakerah dan Sarip Tambak Oso.

Buku ini adalah perayaan atas ketidaksempurnaan. Tentang dosa-dosa manis yang begitu jujur diakui. Tentang rasa nostalgia yang akan selalu dikenang. Dan tentang bagaimana hal-hal pop-yang sering dianggap sampah budaya-justru membentuk cara kita membaca, menonton, dan memaknai dunia sampai hari ini.

240 pages, Paperback

Published May 13, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Mahfud Ikhwan

23 books75 followers
Mahfud Ikhwan lahir di Lamongan, 7 Mei 1980. Lulus dari Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada, tahun 2003 dengan skripsi tentang cerpen-cerpen Kuntowijoyo. Menulis sejak kuliah, pernah menerbitkan cerpennya di Annida, Jawa Pos, Minggu Pagi, dan di beberapa buku antologi cerpen independen.

Bekerja di penerbitan buku sekolah antara 2005–2009 dan menghasilkan serial Sejarah Kebudayaan Islam untuk siswa MI berjudul Bertualang Bersama Tarikh (4 jilid, 2006) dan menulis cergam Seri Peperangan pada Zaman Nabi (3 jilid, 2008). Novelnya yang sudah terbit adalah Ulid Tak Ingin ke Malaysia (2009) dan Lari Gung! Lari! (2011). Novelnya yang ketiga, Kambing dan Hujan, memenangkan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014.

Selain menulis dan menjadi editor, sehari-harinya menulis ulasan sepakbola di belakang gawangdan ulasan film India di dushman duniya ka, serta menjadi fasilitator dalam Bengkel Menulis Gerakan Literasi Indonesia (GLI).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
11 (73%)
3 stars
3 (20%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (6%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books346 followers
May 19, 2026
"Dan itulah kenapa bacaan, mulai dari yang terbaik, yang semenjana, hingga yang terburuk bisa punya kemampuan mengendap di kepala kita untuk selamanya, dan seringkali membentuk siapa kita: apa yang kita baca (dan tidak kita baca), apa yang kita pikirkan, hingga jadi apa kita.
(hal.71)

Kalau Cak Mahfud nerbitin buku esai, aku pasti akan membelinya. Dan ketika ini dikabarkan sudah bisa dipesan langsung deh! (Ada dua kata yang menarik teringat dan terkenang yang dipakai di cover). Aku membayangkan diajak ngobrol (sepede itu aku membayangkannya) ngobrol panjang lebar atas banyak hal: terutama buku dan bacaan.

Paling menarik adalah komentar atas sastra koran dan "cerpen jogja yang ketinggalan dari cerpen penulis jakarta." Ah ingin menyimak full tulisan penuh atas ini. Juga lebih ingin menagih apa komentar Pak Putu Wijaya atas novel pertama Cak Mahfud.

Esai yang sangat enak dibaca. Dan reflektif. Harusnya semakin banyak penulis menulis esai-esai personal seperti ini. Pembaca jadi "masuk" ke semesta penulis, dan siapa tahu "can relate".
Profile Image for Ilham Bangun Asmoro.
41 reviews
June 1, 2026
Saya lebih suka Kepikiran Dangdut daripada Nyonya Rissa. Kepikiran Dangdut terasa lebih pop sedangkan Nyonya Rissa terasa lebih Mahfud..
Profile Image for Dyoji.
39 reviews
July 5, 2026
After reading Kambing dan Hujan, Mahfud Ikhwan instantly became one of my favorite authors. To be honest, that was the only book of his I had read until today, when I finally picked up Terkenang Nyonya Rissa with great excitement.

Unfortunately, reading this book felt like a marathon. It felt like listening to someone talk endlessly about something they love passionately, but which I have no interest in and know nothing about (I could only finish half of the discussion about Hornby because it felt like it would never end) Perhaps because my generation is a bit younger than Mahfud's, half of the themes in this book just did not feel relatable to my own life experiences.

On the positive side, Mahfud’s writing skills are truly unquestionable. Because he is so talented, it feels completely fair when he judges several books as "bad readings". It also makes sense when he admits to being an egoistic writer who stubbornly protects every single period and comma in his drafts.

While this specific book was not the right match for me, it definitely does not mean I will stop reading his work. I am still looking forward to exploring his other books.
Profile Image for Wanderbook.
135 reviews34 followers
June 21, 2026
Baca buku ini berasa baca auto-biografi Mahfud Ihwan lewat buku-buku yang beliau baca. Saya lebih suka Mendadak Dangdut, kumpulan esai Mahfud yg sebelumnya saya baca yang juga diterbitkan oleh Warning.

Saya suka esai-esai Mahfud termasuk dalam buku ini. Tulisannya menghibur, saya suka caranya mengakui kalau buku yang belaiu baca jelek hehe tapi tetap bermanfaat buat karier kepenulisannya. Sayangnya sedikit sekali yang bisa relevan buat saya, padahal kami punya kesamaan: bocil pantura yang tidak punya akses ke bacaan bagus ketika kecil. Bisa jadi karena kami hidup di linimasa yang berbeda juga ya, jadinya gak terlalu nyambung sama bacaan dan budaya pop yang dibahas di buku ini. Nyonya Rissa, Freddy S, Peng Tan, Buku-buku Ganeca, bukan hal yang sering saya dengar ketika saya tumbuh dulu.
Profile Image for Sosa.
56 reviews3 followers
July 2, 2026
lumayan struggle bacanya karena tidak relate dengan pop culture pada era yang dibahas penulis. tapi tetap menyenangkan untuk mengenal gaya menulis Mahfud Ikhwan dan cara berceritanya.
Profile Image for bellaaa.
21 reviews1 follower
June 30, 2026
Sorry mas Mahfud, dibutuhkan pengalaman membaca yang banyak dan pengetahuan luas buat related sama bacaan ini. Saya suka Esai Perihal Keharaman Novel aja, sisanya berusaha menyukai. Sampulnya bagus banget
Displaying 1 - 6 of 6 reviews