What do you think?


Friends With Addiction
Keira punya kehidupan yang nyaris sempurna, orangtua yang suportif, kekasih yang baik, dan sahabat yang setia. Namun, suatu hari kekasihnya memutuskan hubungan mereka setelah beberapa bulan sikapnya mendadak berubah. Kresna mengatakan penyebab putus hubungan keduanya adalah perempuan lain yang dikenalnya melalui dunia virtual FWA, Friend With Affection.
Keira merasa tindakan Kresna sangat tidak masuk akal; memutuskan kekasih nyata demi cewek virtual. Ia pun meminta Clara, sahabatnya, mengajarinya bermain di dunia virtual itu, mulai dari membuat akun sampai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana. Keira pun bertemu dengan Edmund, partner FWA-nya yang membuat keadaan semakin rumit. Hubungan Keira dengan orang di sekitarnya termasuk orangtuanya memburuk. Clara sudah beberapa kali mengingatkan Keira, tapi dia seolah tidak peduli. Keira justru memutuskan bertemu Edmund, meski akan banyak risiko di belakangnya.
Keira merasa tindakan Kresna sangat tidak masuk akal; memutuskan kekasih nyata demi cewek virtual. Ia pun meminta Clara, sahabatnya, mengajarinya bermain di dunia virtual itu, mulai dari membuat akun sampai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana. Keira pun bertemu dengan Edmund, partner FWA-nya yang membuat keadaan semakin rumit. Hubungan Keira dengan orang di sekitarnya termasuk orangtuanya memburuk. Clara sudah beberapa kali mengingatkan Keira, tapi dia seolah tidak peduli. Keira justru memutuskan bertemu Edmund, meski akan banyak risiko di belakangnya.
152 pages, Paperback
Published May 13, 2026
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 1 of 1 review
May 28, 2026
Bermula dari, “sayang banget … adik selucu itu kelakuan kakaknya kayak musang,” menjadi pacar kesayangan *uhuk, ya begitulah anak remaja.
Bercerita tentang Keira yang diputusin oleh pacarnya, Kresna, dengan alasan dunia kita berbeda dan Kresna ini kepincut teman yang ia temui secara virtual. Keira nggak paham kenapa Kresna bisa naksir seseorang yang tak pernah ia temui di dunia nyata. Maka dari itu, Keira pun ingin mencoba sebuah platform yang Kresna ikuti, yaitu Friends with Affection (FWA). Dibantu oleh sahabatnya yang bernama Clara (dibaca: Klara), Keira pun menyelami dunia virtual tersebut. Melalui nama cyber, Elle, dia bertemu dengan Edmund, sosok yang ternyata membuat Keira nyaman di sana. Sejak itu, Keira pun memahami perasaan Kresna. Tetapi, afeksi itu lambat laun berubah menjadi adiksi.
Kalau kata peribahasa, awalnya sih coba-coba eh malah coba lagi, coba terus, dan keterusan deh. Itulah yang dirasakan Keira. Bahkan Keira yang asalnya anak yang begitu penurut, ikut apa kata orang tua, perlahan mendobrak batas aturan yang selama ini dia lakukan. Keira mulai terbiasa berbohong. Wow.
Hubungan anak dan orang tua.
Mungkin karena ku sudah berada dalam fase dewasa, maka ketika melihat begitu concern-nya orang tua Keira, malah membuat aku iri. Keira ini bisa bebas bercerita ini dan itu kepada ibunya. Ayahnya mendatangkan relawan yang seumuran Keira di acara amal kantornya agar anaknya tidak kesepian—ada temannya yang seumuran. Namun ternyata semua itu justru membuat Keira sesak dan seperti terkurung.
Melalui sudut pandang Keira, aku diajak melihat sisi lain bahwa sesuatu yang penuh perhatian bisa saja justru terkesan mengekang. Atau sebenarnya, bentuk perhatian itu malah hanya untuk citra dan pesona saja, tanpa memikirkan perasaan sang anak sebenarnya.
Keira menjadi berbohong untuk pertama kalinya, Keira menjauh dari ibu dan ayahnya, Keira yang menginginkan ruang personal untuk dirinya sendiri, adalah bentuk akumulasi dari pengekangan yang bermanifestasi menjadi perlawanan—rebel.
Untungnya, aksi rebel ini tetap di jalan yang benar, ya, malah dapat pacar *eh. But seriously takes note, aku suka dialog orang tua dan Keira di sini. Pada akhirnya mereka sama-sama belajar dan saling rekonsiliasi.
Teruntuk 4K.
Makna 4K ini bukan 4000, ya, tetapi 4 nama K di buku ini: Keira, Karel, Kresna, dan Klara (ditulisnya Clara) yang bikin duhhh … gemes kali ini remaja-remaja, haha. Ada twist yang sebenarnya bisa ditebak, tetapi tetap saja bikin mesam-mesem.
Dan Karel ini bahaya banget lhooo. Di usia dia yang masih SMA aja, dia udah thoughtful dan considerate lho jadi cowok. Setiap Keira curhat tuh dia nanya dulu, “ini kamu mau aku hanya dengerin atau boleh aku kasih saran?”, kek WOW … 1 sekolah butuh 1 Karel!!
Persahabatan Keira dan Clara pun cukup hangat dan lucu juga. Mereka ini opposite attract yang di mana kalau Keira udah keluar jalur, Clara yang ngingetin. Sosok Clara pun lebih dewasa dan mengayomi Keira yang kadang-kadang masih sumbu pendek, haha.
Kalau soal Kresna, aduh … pas adegan itu tuh kek pengen ngetawain aja si Kresna Kresna ini, haha. Tidak mau spoiler. Tapi baca aja, gaes, mereka berempat itu ngegemesin kisahnya.
Cerita yang selesai.
Buku ini masuk kedalam seri Light Novel Bentang Belia tahun 2026. Sudah ada 5 buku dengan buku ini dan aku sudah baca semuanya. Nah, dari kelima ini, menurutku kisah di buku ini yang “selesai”.
Karena ini konsepnya LN, hanya 130 halaman sekian, sungguh tipis, dan bisa dibaca sekali duduk, kadang memiliki 1 permasalahan: ceritanya terburu-buru. Ya, karena tipis, sementara yang diceritain kayaknya masih banyak. Namun, aku tidak menemukannya di buku ini.
Friends With Addiction benar-benar selesai sampai akhir. Ceritanya nggak njelimet, ringan, namun tetep ngena. Dan pas aja segitu. Epilognya pun mengakhiri cerita dengan apik. Sukaaa.
Rekomendasi.
Buku ini cocok bagi kamu yang butuh bacaan sekali duduk, yang ringan, dan membuat mesam-mesem. Tidak hanya kisah kasih sekolah, tetapi ada relasi dengan orang tua dan kisah persahabatan yang hangat.
🌹 4 bintang untuk Good Girl.
Bercerita tentang Keira yang diputusin oleh pacarnya, Kresna, dengan alasan dunia kita berbeda dan Kresna ini kepincut teman yang ia temui secara virtual. Keira nggak paham kenapa Kresna bisa naksir seseorang yang tak pernah ia temui di dunia nyata. Maka dari itu, Keira pun ingin mencoba sebuah platform yang Kresna ikuti, yaitu Friends with Affection (FWA). Dibantu oleh sahabatnya yang bernama Clara (dibaca: Klara), Keira pun menyelami dunia virtual tersebut. Melalui nama cyber, Elle, dia bertemu dengan Edmund, sosok yang ternyata membuat Keira nyaman di sana. Sejak itu, Keira pun memahami perasaan Kresna. Tetapi, afeksi itu lambat laun berubah menjadi adiksi.
Kalau kata peribahasa, awalnya sih coba-coba eh malah coba lagi, coba terus, dan keterusan deh. Itulah yang dirasakan Keira. Bahkan Keira yang asalnya anak yang begitu penurut, ikut apa kata orang tua, perlahan mendobrak batas aturan yang selama ini dia lakukan. Keira mulai terbiasa berbohong. Wow.
Hubungan anak dan orang tua.
Mungkin karena ku sudah berada dalam fase dewasa, maka ketika melihat begitu concern-nya orang tua Keira, malah membuat aku iri. Keira ini bisa bebas bercerita ini dan itu kepada ibunya. Ayahnya mendatangkan relawan yang seumuran Keira di acara amal kantornya agar anaknya tidak kesepian—ada temannya yang seumuran. Namun ternyata semua itu justru membuat Keira sesak dan seperti terkurung.
Melalui sudut pandang Keira, aku diajak melihat sisi lain bahwa sesuatu yang penuh perhatian bisa saja justru terkesan mengekang. Atau sebenarnya, bentuk perhatian itu malah hanya untuk citra dan pesona saja, tanpa memikirkan perasaan sang anak sebenarnya.
Keira menjadi berbohong untuk pertama kalinya, Keira menjauh dari ibu dan ayahnya, Keira yang menginginkan ruang personal untuk dirinya sendiri, adalah bentuk akumulasi dari pengekangan yang bermanifestasi menjadi perlawanan—rebel.
Untungnya, aksi rebel ini tetap di jalan yang benar, ya, malah dapat pacar *eh. But seriously takes note, aku suka dialog orang tua dan Keira di sini. Pada akhirnya mereka sama-sama belajar dan saling rekonsiliasi.
Teruntuk 4K.
Makna 4K ini bukan 4000, ya, tetapi 4 nama K di buku ini: Keira, Karel, Kresna, dan Klara (ditulisnya Clara) yang bikin duhhh … gemes kali ini remaja-remaja, haha. Ada twist yang sebenarnya bisa ditebak, tetapi tetap saja bikin mesam-mesem.
Dan Karel ini bahaya banget lhooo. Di usia dia yang masih SMA aja, dia udah thoughtful dan considerate lho jadi cowok. Setiap Keira curhat tuh dia nanya dulu, “ini kamu mau aku hanya dengerin atau boleh aku kasih saran?”, kek WOW … 1 sekolah butuh 1 Karel!!
Persahabatan Keira dan Clara pun cukup hangat dan lucu juga. Mereka ini opposite attract yang di mana kalau Keira udah keluar jalur, Clara yang ngingetin. Sosok Clara pun lebih dewasa dan mengayomi Keira yang kadang-kadang masih sumbu pendek, haha.
Kalau soal Kresna, aduh … pas adegan itu tuh kek pengen ngetawain aja si Kresna Kresna ini, haha. Tidak mau spoiler. Tapi baca aja, gaes, mereka berempat itu ngegemesin kisahnya.
Cerita yang selesai.
Buku ini masuk kedalam seri Light Novel Bentang Belia tahun 2026. Sudah ada 5 buku dengan buku ini dan aku sudah baca semuanya. Nah, dari kelima ini, menurutku kisah di buku ini yang “selesai”.
Karena ini konsepnya LN, hanya 130 halaman sekian, sungguh tipis, dan bisa dibaca sekali duduk, kadang memiliki 1 permasalahan: ceritanya terburu-buru. Ya, karena tipis, sementara yang diceritain kayaknya masih banyak. Namun, aku tidak menemukannya di buku ini.
Friends With Addiction benar-benar selesai sampai akhir. Ceritanya nggak njelimet, ringan, namun tetep ngena. Dan pas aja segitu. Epilognya pun mengakhiri cerita dengan apik. Sukaaa.
Rekomendasi.
Buku ini cocok bagi kamu yang butuh bacaan sekali duduk, yang ringan, dan membuat mesam-mesem. Tidak hanya kisah kasih sekolah, tetapi ada relasi dengan orang tua dan kisah persahabatan yang hangat.
🌹 4 bintang untuk Good Girl.
Displaying 1 - 1 of 1 review


