Dongeng adalah hal yang akrab di telinga kita sejak kanak-kanak. Ia mengisi ruang bawah sadar manusia. Sebuah dongeng mampu melepas pikiran untuk mengembara dengan bebas menembus batas-batas jasmani maupun sekat-sekat alam dalam dunia nyata. Ia akan membantu manusia untuk menertawakan kemanusiaannya sendiri. Makhluk yang menurut Sang Pencipta adalah karya paling sempurna di alam semesta raya.
Kisah di depan pembaca ini bukanlah dongeng kanak-kanak. Ia diperuntukkan bagi jiwa yang telah mapan dan mampu merasakan kenyataan dunia dalam sebuah dunia yang nyata. Alur ceritanya merupakan bentuk pengamatan terhadap eksistensi manusia dalam kacamata kosmos. Ia bisa dianggap sebagai sebuah "dongeng kosmik".
Kejutan imajinasi tak pernah berhenti. Seperti kata Einstein: imajinasi akan membawa anda ke manapun saat ilmu pasti hanya bisa membawa anda dari A ke B.
Seorang arsitek yang gemar menulis. Menulis memberi ruang lebih luas untuk imajinasi dan idealisme. Lahir di Makassar, 20 Maret, sembilan bulan setelah kepergian Bung Karno. Tumbuh dan besar serta menyelesaikan tingkat universitas di kota ini. Pengalaman bekerja di beberapa kota Indonesia termasuk tujuh tahun di DKI Jakarta memberikan pengalaman dan wawasan cukup untuk berinteraksi sebagai arsitek professional maupun sebagai penulis blog dan situs Citizen Jurnalisme, baltyra.com. Memiliki keinginan kuat untuk melihat NKRI berhasil meraih cita-cita kemerdekaan. Menulis adalah pilihan medan perjuangannya.
Firstly, I really wanna say thank you for Mr. La Makkuraga who kindly sent me the e-book few days ago. I'm kinda stunned with the main idea of this book. This combines the Indonesian tale with modern twist. At few first chapters, I'm overwhelmed by it but when I keep turning the pages, it becomes captivating!
I love the characters' name by the way! That's so beautiful.. I found Offo and Ono are very funny, tho they described as 'Red Angel' and 'White Devil'. I really liked your imagination! That's so unique and creative.
On the other side, for me it lacks of character-depth and executed too fast in 30% to the end of the book. I can't really understand about the relationship between Prince Soka Purnama, Citra Nur Aurora and Boyan Ningnong. I'm confused whether the arrival of Prince Soka to Gentong Gadang was just to unite Citra and Boyan, or he has another purpose? And is it connected to next installments or not? If it's connected then I can't wait to read the next one, just to clear my confusion.
Overall, I'm really impressed by the concept. Keep writing, Makkuraga!