Oke, klise mungkin. Tapi itulah yang saat ini bisa kulakukan. Membiarkan hati ini terobati dengan sendirinya. Dan membuka hati ini untuk siapapun yang ingin singgah di dalamnya.
Jangan katakan aku single mother yang patah hati parah. Tapi kalau ditanya apakah aku merindukan sosok lelaki yang jujur dan tulus mencintaiku? Dengan berat hati kujawab, iya tepat sekali.
Lantas, saat sebuket bunga selalu rajin datang di cubicle-ku setiap pagi dan surel puisi cinta tidak pernah absen singgah di surel-ku. Apakah aku harus berbunga-bunga, karena sebentar lagi akan merasakan cinta?
Ya, mungkin seharusnya seperti itu, kalau si pengirim bunga dan puisi itu tidak menyembunyikan identitasnya.
Berkisah tentang kehidupan single mother dengan satu anak yang dilema dengan 3 pria di kehidupannya, mantan suami, atasan sekantor dan temen sekantor yang ternyata adik tingkatnya saat kuliah. Sejujurnya aku bisa merasakan emosi tokoh utama dimana dilema apakah memilih dengan pria baru atau rujuk dengan mantan suami karena sang suami terlihat sudah berubah. Bacaan yang bagus menurutku, menambah wawasan bagaimana kehidupan seorang single mother yang harus menghidupi dirinya dan anaknya, tudingan masyarakat tentang statusnya. Menikah tidak mudah dan bercerai tidaklah mudah. Jika kalian pernah menonton series "Layangan Putus" di Wetv, aku membayangkan bagaimana kehidupan Kinan pasca cerai akan seperti tokoh utama dalam novel ini.
aku bukan orang jakarta sih, jadi tidak tau kehidupan disana gimana, tapi dari novel-novel dan sosmed, aku tau kalo orang2 sana biasa menggunakan "lo-gue" tapi di novel ini semua tokoh menggunakan "aku-kamu" jadi agak aneh aja. trus pendekatan antara dante sama lea, menurutku kurang smooth, jadi aku nggak bisa merasakan chemistry-nya. trus ini sewaktu mikel sama alfa buat kesalahan, yang sampai mereka ribut besar, trus tiba2 lea maafin gtu aja tuh, rasanya kurang sreg aja gtu
review jujur ya.. entah kenapa puisi2 nya jauh lebih menarik dari pada penulisan dan gaya bercerita sang penulis. karena terkesan ga konsisten, bingung ini cerita mau disajikan secara baku atau nyelow.
aku lebih suka lea balikan sama alfa huhu demi kira. tapi juga ga rela dante patah hati lagi hahaha.. dari awal dialog mereka, udh ketebak sii siapa pelakunya wkwk
overall, hmm, lumayan. bahasanya gak ribet dan gak aneh-aneh. lucu-jayusnya ya udah deh yaaa... emang pantes sih kalo menang lomba yang sempet diadain Bentang waktu itu. juara 2 ini, pengen tau kayak apa juara 1-nya.
+ enak dibaca, ngalir, gak bertele-tele + tipis (hehehe) + kover dan blurb sama-sama menarik, kombinasi yang jarang. biasa kalo kovernya bagus, blurb-nya sampah. + judulnya bagus dan bau-bau mistis (well, of course I know who Adonis is!) + tokoh-tokohnya oke, gak ada yang terlalu nyebelin tapi juga gak ada yang berhasil mencuri hati saya
- ending terlalu manis, saya sampe diabetes (selera pribadi sih, saya lebih demen sad-ending karena lebih nampol.) - saya lebih suka Lea balik sama Alfa - saya lebih suka Adonis sakit hati, karena lelaki yang tersakiti itu cool (well, emang selera saya aneh) - puisinya bagus, tapi KURANG BANYAK, wakakakakkk - di beberapa bagian, trying too hard to be funny, tapi ya udahlah...
Aku gak gitu suka sama karakter Lea. Sorry to say ._.
Tapi, yg paling ganggu dari bab pertama sejatinya dialog yg campur aduk. Kadang baku, kadang santai. Dan buat aku yg 'gatel' banget sama hal-hal sesepele itu, lumayan ngurangin kenikmatan baca. Aku pecinta dialog non baku garis keras (kecuali terjemahan), tapi gak keberatan juga baca yg baku, asal konsisten. Gak campur aduk.
Secara keseluruhan, ceritanya masih bisa dinikmati buat ngisi waktu luang ~
Dan aku lumayan suka sama puisi-puisi yang ditulis Adonis di sini :)