Ini bukan kali pertama aku menolakmu. Aku ingin, tapi aku tidak bisa. Sejak malam pertama kita yang kulewatkan dengan berkelana ke alam mimpi, sesungguhnya hatiku didera cemas. Bukannya menyambutmu dengan rona bahagia, aku justru dihantui rasa bersalah.
Setiap momen itu tiba, melihatmu yang begitu tulus, ingatanku kembali pada kesalahan terbesarku di masa lalu. Sebuah rahasia yang hingga detik ini tak berani kukatakan kepadamu. Haruskah kucari dosamu agar kita impas dan kamu bisa memaafkan aku?
Aku begitu takut kehilanganmu. Pernikahan impian bak cinderela mungkin tak akan terwujud jika aku menyingkap tabir yang selama ini kututup rapat. Entah sampai kapan, aku akan bertahan mencurangimu. Maaf…maaf.
Beli buku ini karena tergoda dengan tulisan "pemenang lomba novel wanita dalam cerita". Dari bab 1 sudah langsung menyesal membeli buku ini.
Buku ini bercerita tentang seorang wanita dewasa dengan pemikiran modern (sangkin modernnya sampai tidak pernah masuk dapur dan di hari pertama menikah langsung membiarkan suaminya menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, sementara dia pura2 sakit). Wanita yang mengaku pekerja keras, tapi selain tidak bisa kerja dirumah, etika kerjanya juga tidak sesuai dengan deskripsi awal. Jam kantor dipakai untuk bergosip, ketemu teman diluar kantor, bahkan untuk pacaran...namanya juga kerja diperusahaan keluarga (walaupun mengakunya kerja disitu karena dibutuhkan kemampuannya). Mana ada wanita pekerja keras yang berkelakuan seperti itu.
Keanehan itu semakin ditambah dengan pemikirannya yg super duper sempit, tidak mungkin seorang wanita dari keluarga kaya, berpendidikan tinggi dan hidup di kota besar masih berpikiran sesempit itu. Charista memutuskan menikah dengan Nathan hanya karena membaca sepotong tulisan di majalah dimana Nathan berkata "dia tidak masalah dengan wanita yg sudah tidak perawan", sejak itu Charista terobsesi untuk mendekati Nathan. Lalu yang paling aneh...karena takut Nathan tidak bisa menerima keadaannya, Charista lantas meminta cerai dan memutuskan untuk berselingkuh.
Inilah kalau pria menulis cerita dengan mengambil sudut pandang wanita, terlalu banyak keanehan dan tidak sesuai nalar jadinya. Penulis seharusnya melakukan lebih banyak riset sebelum menulis cerita ini, supaya tidak jadi seperti sinetron2 Indonesia.
Buku weddinglit dari @bentangpustaka yang gak salah kalau dijadikan pemenang dalam sayembara menulis. Buku yang ringan namun di dalamnya terdapat banyak hal yang membuat kita berpikir. Berpikir kembali tentang arti sebuah persiapan dalam pernikahan. Berpikir lagi alasan-alasan kita memilih menikah, dan dengan siapa kita menikah.
Cerita Charista yang memilih untuk bertaruh dengan kartu buruknya, kemudian menemukan banyak prahara dalam prosesnya. Sungguh mungkin banyak dari kita yang terjebak dalam hal serupa, meski kasusnya berbeda. Kadang kala kita terlalu larut dalam prasangka. Terlalu takut oleh bayangan yang sendirinya kita cipta. Lalu bertindak bodoh hingga nyaris menghancurkan segalanya.
Menurutku, pernikahan bukan tentang permainan yang kita menjadi objek taruhannya. Bukan pilihan untuk diam-diam dan tak terbuka dengan keadaan sebenarnya. Pernikahan terlalu suci untuk dicicipi pada sebuah kebohongan dan buruknya rahasia.
Buku ini mengingatkan kita untuk benar-benar bersiap dengan segala yang ada pada diri kita. Mencoba sebaik mungkin untuk jadi versi terbaik diri kita saat ini. Bukan berangan-angan tentang masa lalu atau masa depan.
Pernikahan itu selalu melibatkan apa yang kamu yakini, dan kemudian kamu diberikan jalan untuk menggapainya. Jika kamu masih ragu, jangan dekati. Tapi ketika kamu yakin dan ditengah jalan menemukan keraguan, kembalilah pada asal keyakinannya. Bisa saja, keraguan itu hanya tipu daya. Dan satu-satunya jalan untuk mengentaskannya adalah dengan berbicara. Bicarakanlah,🙂
ah saya gemes sama tokoh perempuan nya, kenapa gak bilang jujur. malah memperlambat dan malah menerka nerka sendiri.
apalagi dia nyari cara bikin ide gila sama temen² nya.. ah makin aja gemes. Untung aja yaa di akhir perasaan dia gak labil.
overall lumayan bagus, detail juga. cuman kaya agak berbelit pas mau pengakuan aja. lah klo si perempuan gak bilang gimana laki² tau. meskipun kode udah di tebar, laki² tetep bukan cenayang. tema cerita juha unik.
SEJUJURNYA AKU...agak kaget karena begitu cepat selesai membaca buku ini, entah kenapa aku ga perlu waktu lama hanya perlu sekali baca untuk dapat memahami atau mengerti isi cerita ini. Biasanya lebih dari satu kali :) Atau mungkin karena endingnya sudah bisa ku tebak, dan jalan cerita dan bahasanya yang mudah dipahami ya.... SEJUJURNYA AKU...juga agak sedikit boring dengan monolog-monolog monoton dari tokoh utama Charista yang mungkin memang sengaja penulis 'mainkan" karena itu mewakili judul buku ini betapa sulitnya mengungkapkan sebuah kejujuran
Sorry to say, lebih banyak konflik batin Charista aja isinya. Selebihnya cuma asumsi-asumsi yang kadang kontradiktif dengan imej atau karakter Charista.