Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cita Rasa untuk Jiwa yang Mati Rasa

Rate this book
Asa, seorang fotografer, percaya bahwa tidak hanya peristiwa, setiap momen, perasaan, dan cita rasa bisa diabadikan-kecuali rasa sakit. Itu sebabnya ketika Jaffa, kekasihnya yang seorang food researcher menghilang tanpa jejak, Asa kehilangan lebih dari sekadar cinta. Ia juga kehilangan selera, bukan hanya pada makanan, melainkan juga pada hidup.

Di tengah kehampaan yang membahana, Reiner mengingatkan keberadaannya sebagai lebih dari sekadar “sahabat Jaffa.”
Sosoknya yang tak kenal lelah menyeret Asa ke dalam petualangan rasa yang baru. Dari sepiring asinan di sudut kota hingga bertualang menjajal berbagai makanan khas Nusantara langsung di tempat asalnya, Reiner menantang Asa untuk berdamai dengan kenangan dan mungkin, mungkin menemukan makna lain dalam kehilangan.

Namun, apakah rasa saja bisa menyembuhkan luka? Atau justru membuka rahasia yang seharusnya dibiarkan terkubur?

168 pages, Paperback

Published May 19, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Aya Widjaja

13 books64 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (60%)
4 stars
4 (40%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for aynsrtn.
647 reviews27 followers
July 7, 2026
Jika kalian butuh tips move on dari mantan, bacalah novel ini. Sungguh penulisnya memang spesialis permantanan. Mulai dari mantan terindah, mantan bingung, mantan ngeselin, mantan yang pergi tanpa pamit, sampai mantan rasa setan. Lengkap. Butuh bacaan tentang mantan? Bacalah karya Aya Widjaja.

Novel ini bercerita tentang Asa, seorang fotografer makanan, yang menjadi mati rasa karena ditinggalkan begitu saja tanpa pamit oleh pacarnya, Jaffa. Reiner, sahabat Jaffa, yang menemani masa-masa mati rasa Asa. Saking gregetnya, Reiner sampai memberikan tips move on dari Jaffa. Apakah semua berhasil?

Mie instan adalah koentji.
Tak pernah kuduga, tak pernah kusangka, bahwa dari mie instan akan membawaku pada sebuah peristiwa patah hati yang begitu dalam hingga closure-nya ditandai dengan dimasakin mie instan. Hanya Aya Widjaja yang bisa menuliskan hal yang sederhana dengan kompleksitas yang begitu dalam.

Tips move on dari mantan.
Kalau kata Reiner, sistem ingatan kita itu cuma mau mengingat apa yang mau kita ingat aja dan melupakan apa yang nggak mau kita simpan. Nah, demikian dengan mantan. Bisa dibuang juga, jika diri sendiri menghendaki.

Move on itu bukan dengan cara menjauh, menghindar, atau melupakan, tapi menjalani dan menghadapi. Seolah kita tuh nggak pernah kehilangan atau malah menjadikan kehilangan itu sebagai pelajaran untuk melangkah ke depan.

Reiner oh Reiner.
Dengan membaca buku ini, maka posisi pertama Dewangkara dan Menteri Muda sebagai jajaran pria matang mapan tampan dalam semesta Aya Widjaja telah tergantikan oleh Reiner. Duh, Reiner oh Reiner. Bener sih ketika dia bilang, “di dunia ini cowok mana lagi yang hatinya selapang samudra kayak gue.” Gilak, karakter Reiner ini nggak hijau royo-royo banget, dia itu ada ngeselinnya, tapi untuk soal kelapangan hati, Reiner bener sih juaranya. Mahkotamu sudah terpasang, King.

Berikut ini 5 besar ucapan Reiner yang membuatmu asdfghjkl:
“Gue nggak usah anter lo balik, ya. Takut ada yang baper.”
“Siapa yang baper?”
“Gue.”

“Itu karena belum ada yang mau gue seriusin. Soalnya, yang mau diseriusin sibuk berkutat sama masa lalu.”

“Daripada nunggu Jaffa ngasih penjelasan, mendingan lo sama gue yang sudah jelas ngajak ke pelaminan.”

“Habis gelap terbitlah terang. Kalau nggak terang-terang mungkin mati lampu. Badai pasti berlalu. Kalau nggak berlalu, kita mengungsi diri.”

“Jadi … siapa sangka kalau akhirnya akulah pemenang di hati kamu?”


Catatan.
Sejujurnya aku penasaran dengan kisah juru masak adat yang sempat dibicarakan di buku ini, tetapi sayangnya nggak dieksplor lebih dalam. Lalu, buku ini punya tema kuliner (satu rangkaian dengan sesama pemenang cerita khatulistiwa), tetapi pembahasan makanan dan pekerjaan yang berhubungan dengan kuliner, tidak terlalu dalam dibahas. Mungkin juga karena keterbatasan halaman. Buku ini memiliki jumlah halaman kurang dari 200, jadi memilah-milah mana yang lebih banyak diceritakan (baca: mantan dan bagaimana cara untuk move on).

Rekomendasi.
Buku ini cocok bagi kamu yang sedang berjuang untuk move on dari kisah lama, menyukai romansa tentang mantan dan cara untuk segera move on, dan suka cerita cinta dengan konsep kuliner sebagai coping mechanism dan self-defense.

🌹 4.5 bintang untuk Danau Dendam Tak Sudah.
Profile Image for mita.
130 reviews2 followers
August 14, 2026
BAGUS BANGETTTT <3

Buku yang pas banget menurut aku. Berisi tentang perjalanan Asa move on dari orang yang meninggalkannya tanpa penjelasan. Trus ‘dipaksa’ untuk menghadapi makanan-makanan yang selama ini dia hindari karena mengingatkannya akan mantan. Kebetulan juga nih orang yang membantu dia move on adalah temen deketnya si mantan. Awalnya aku agak skeptis, tapi ternyata jadi bisa paham sama perspektif orang yang bisa menjalin hubungan romantis dengan temennya mantan.

Ceritanya ngalir banget, enak dibaca, nggak kerasa aja tau-tau udah selesai haha. Buku ini juga berhasil bikin aku senyum-senyum gemes sendiri ((REINER LU BERHASIL MENCURI HATI GW JUGA TAU GAK?!)). Trus daftar isinya unik banget, diawali dengan “Asa dan…”, misalnya Asa dan Terbunuhnya Rasa; Asa dan Terangnya Pertanda; Asa dan Terbentangnya Cahaya. Kreatif banget! Bener-bener buku yang harus banget dibaca kalo mau ikutan bahagia & salting hihi.

Selain itu, aku menyimpan banyak penggalan kutipan yang mengena dari buku ini, diantaranya:

“Aku tidak percaya bahwa ada hal baik dalam sebuah kebohongan. Berbohong untuk kebaikan hanya bom waktu yang meruntuhkan segala sesuatu.”

“Kematian adalah suatu yang pasti meski kita tidak pernah tahu kapan terjadi. Namun, kehilangan seseorang untuk selamanya tetap menyakitkan. Ibarat lubang kosong, dia tidak akan pernah pulih. Hanya tertutup di permukan, tetapi suatu saat tersingkap, kita bisa melihat bahwa kehilangan dan kekosongan itu tetap ada.”

“Jika semesta saja menyeret kita dari nestapa, akankah kita keras kepala membelenggu diri dalam dilema?”

“Waktu tidak menyembuhkan. Waktu juga tidak memberi jawaban. Waktu akan memberi keduanya, hanya jika kita berusaha meraihnya.”

Suka banget eh sama penokohan Reiner yang kocakkk abis. Masa dia ngomong, “Habis gelap, terbitlah terang. Kalau engga terang-terang mungkin mati lampu. Badai pasti berlalu. Kalau engga berlalu, kita mengungsi dulu.” AHHAHAHA kocyaak lovvvv <3
79 reviews
May 21, 2026
Buku datang langsung tancap gas. Langsung selesai. cepat. Namun, berasa kurang. Kurang panjang ceritanya. Tolong buatin extra partnya khusus Reiner dong. Plis. Pasti lucu kalau cerita dari sudut pandang Reiner. Mie Nusantara ini lebih cocok disebut Mie Patah Hati atau Mie Move On, Bisa Juga Mie lupakan Mantan. Mie Kenangan. Mie Penyelamat. Pertama beli buku terbitan kompas. Gx expect banget bukunya pakai bahan cover tebal tapi bukan Hard Cover. Bagus dan Kokoh di pegang. Udah lama novel gx pake bahan cover gini, biasanya soft dan mudah melengkung.
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 21 books156 followers
August 19, 2026
Kalau ada tambahan 200 halaman mungkin aku akan kasih bintang penuh, soalnya aku butuh lebih banyak gombalan dari Reiner biar jatuh cintanya gelundung-gelundung 🤣

Aku suka banget sama ceritanya, karakternya, juga alasan-alasan yang muncul dari tiap konfliknya. Aku lebih suka lagi sama eksplor kuliner dan daerah di Indonesia. Dan yang paling kusukai adalah betapa mudah dibaca novela ini, jelas nggak perlu meragukan kemampuan Kak Aya.

Sangat kurekomendasikan buat kalian yang pengin menambah nafsu makan— eh, maksudnya buat kalian yang cari buku menyenangkan dan bikin lapar 😆
Profile Image for kangenaksara.
23 reviews
June 19, 2026
Judul Buku : Cita Rasa untuk Jiwa yang Mati Rasa
Penulis : Aya Widjaja
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Tahun Terbit : Mei 2026
Ketebalan : 160 Halaman

Mau Reiner, boleh?
Wkwkwk

Buku ini the real romance yang tumbuh gara-gara Mi Nusantara. Berbeda dengan kebanyakan buku Aya Widjaja lainnya yang bikin guling-guling, buku ini lebih soft.

Berfokus pada proses penyembuhan masa lalu yang alasannya bikin aku nangis, berasa relate. Alur maju mundurnya bikin kita tahu kenapa Asa sesusah itu melupakan Jaffa.

Buku ini mengisahkan Asa, seorang food photographer yang bekerja di sebuah perusahaan. Di dunia yang sama ia bertemu dengan Jaffa dan Reiner yang merupakan sahabat. Asa menjalin kedekatan dengan Jaffa dan sangat terikat dengannya lantaran Jaffa adalah perekomendasi kuliner ulung dan setiap tempat makan yang enak pernah mereka kunjungi.

Hubungan Asa dan Jaffa kandas tanpa penjelasan apapun dari Jaffa. Reiner berusaha keras mempertemukan keduanya supaya bisa melanjutkan hidup. Dan alasan dibalik putusnya Asa dan Jaffa sebenarnya cukup klise, tapi sangat relate bagi pasangan yang terpaksa berpisah.

Cerita tentang Asa dan Jaffa menghabiskan hampir setengah jumlah halaman buku ini. Meski Reiner ada, Rei disini seperti bayang-bayang sebelum akhirnya Rei memiliki perasaan kepada Asa. Dari awal Rei sebenarnya ada, tapi seperti tidak nampak.

Kekurangan di buku ini menurutku adalah timeline masa putusnya Asa dan Jaffa yang kurang spesifik, hanya menggunakan kata lama, beberapa waktu lalu, sudah berlalu, hingga di ada kata tiga bulan dan setahun.

Buku ini menggunakan POV orang pertama yaitu Asa dan alurnya menggunakan alur maju-mundur. Karena POVnya dari Asa, jadi nggak heran jika Jaffa menempati cerita lebih banyak karena Asa belum terlepas dari masa lalunya.

Yang aku suka dari buku ini adalah tokoh Reiner yang sangat positive vibes. Meski dikemas dengan pembawaan Rei yang suka bercanda dan nggak bisa berkompromi dengan suasana, tapi tetap mau Reiner satu, boleh?

Buku ini sangat tipis, cuma 160 halaman saja, page turner, bisa dihabiskan sekali duduk, apalagi kalau baca di cafe sambil minum kopi lagunya “jatuh cinta memang manis”, dahlah sejam setengah juga selesai, sambil membayangkan Rei di depan kita. Eh
Profile Image for Adelia Putri.
14 reviews
July 18, 2026
Awalnya agak skeptis ini nggak akan seseru Dewa Angkara Murka atau Monster Minister. Ternyata aku sukaaa! Huhu, I Love Reiner!

Seperti biasa, buku kak aya selalu page turner. Selesai dalam 3x baca.
Kalau aja aku bacanya nggak di hari kerja, aku yakin buku ini selesai sekali duduk seperti 2 buku lain yg aku sebut tadi.

Ditunggu anak2 barunya kak aya! semangat terus menulisnya ✨
Profile Image for Leea Hapsari.
100 reviews2 followers
July 27, 2026
Suka banget dengan novel terbaru Aya Widjaja ini, karena dalam novel ini karakternya tidak digambarkan secara hitam putih.
Gaya bahasa dan diksi yang digunakan Aya dalam novel ini juga lebih matang dibandingkan tulisan-tulisan dia sebelumnya.
Profile Image for belongstosyaa.
10 reviews
July 13, 2026
Judul: Cita Rasa untuk Jiwa yang Mati Rasa
Penulis: Aya Widjaja
Penerbit: Kompas
Genre: Romance
Halaman: 162

●○●○●○●○●○●○●○●○

◇ Walaupun termasuk novel yang tipis, cerita ini tetap berhasil meninggalkan kesan. Mengangkat tema tentang patah hati, kehilangan, dan proses menyembuhkan diri, novel ini terasa hangat tanpa harus dipenuhi konflik yang terlalu berat.

◇ Ceritanya menggunakan alur maju-mundur dengan sudut pandang orang pertama dari Asa. Menurutku, alur seperti ini bikin ceritanya jadi lebih menarik karena setiap potongan masa lalu perlahan mengisi teka-teki yang sebelumnya belum terjawab. Jadi selama membaca, rasa penasaran kita bakal terus ada💫

◇ Jujur, waktu pertama baca blurb aku langsung nethink sama Jaffa. Kupikir dia bakal jadi karakter yang bikin emosi berat. Tapi ternyata setelah tahu alasannya, aku jadi paham kenapa dia mengambil keputusan itu. Tetap aja, ninggalin Asa tanpa penjelasan bukan sesuatu yang bisa dibenarkan. Tapi sampai akhir pun aku nggak bisa benar-benar benci sama Jaffa😵‍💫👊🏻 Menurutku selama Jaffa berhubungan dengan Asa, dia termasuk karakter yang green flag, hanya saja satu keputusan besarnya itu memang salah dan menyakiti Asa😖🤏🏻

◇ Setelah patah hati, Asa dipertemukan dengan Reiner yang menemani proses penyembuhannya. Reiner adalah sahabat Jaffa. Bayangin aja sahabat dari mantan yang ninggalin kamu tanpa penjelasan, tiba-tiba balik ngejar kamu? Apa nggak panik tuh?😵😵Pastinya, Reiner butuh effort dan waktu lebih buat yakinin Asa😸

◇ Yang aku suka, Reiner bukan tipe male lead yang sempurna. Dia juga pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Tapi di timeline sekarang, dia tumbuh menjadi sosok yang dewasa, perhatian, setia, dan punya selera humor yang bikin suasana jadi lebih hangat🍃 Jujur aja, zaman sekarang masih ada nggak sih cowok kayak Reiner? Kalau ada, coba komen ya🤗 (canda guys, tapi kalo beneran ada komen aja yaa😋)

◇ Salah satu kesalahan yang aku lakukan adalah baca novel ini ketika puasa😣Serius deh, penulis mendeskripsikan makanan dengan detail sampai rasanya pengen langsung nyari tempat makan yang sama. Saran personal dari aku, jangan dibaca ketika puasa, bikin laper!🍜🌭🍰

◇ Yang aku suka lagi dari novel ini adalah romancenya nggak cuma soal siapa berakhir dengan siapa. Tapi juga tentang proses menerima luka, berdamai dengan masa lalu, dan belajar membuka hati lagi untuk orang yang benar-benar hadir🤍

◇ Secara keseluruhan, Cita Rasa untuk Jiwa yang Mati Rasa adalah romance tipis yang bisa selesai dalam sekali duduk, tapi tetap berhasil meninggalkan kesan. Hangat, ringan, dan cocok buat kalian yang suka cerita healing dengan sentuhan kuliner😻🍔🍲🍭
Displaying 1 - 8 of 8 reviews