Jump to ratings and reviews
Rate this book

Work Love Balance

Rate this book
Rawi Baskara: pintar, sukses, dan punya karier cemerlang sebagai head account officer di Bank Santara Capital.

Namun, hidupnya tidak berjalan semulus kariernya: ia sudah 31 tahun, masih jomlo, dan suatu pagi terbangun di kamar hotel bersama Rhysaka Abisatya—account officer baru di kantornya!

Meski Rhysaka bersikeras tidak terjadi apa-apa malam itu, sikapnya justru terus menunjukkan keinginan untuk mendekat. Rawi ragu, jelas belum siap membuka hati, apalagi pada pria yang lebih muda darinya.

Namun, di tengah pekerjaan yang menumpuk dan tekanan yang terus berdatangan, mungkinkah ini kesempatan bagi Rawi untuk perlahan membuka ruang di hatinya? Dan mungkin, menemukan keseimbangan antara karier dan cinta yang selama ini ia abaikan?

296 pages, Paperback

Published June 24, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Michelle Che

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (17%)
4 stars
18 (46%)
3 stars
13 (33%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
1 review
July 11, 2026
Rating: 3 / 5 🌟

Judul: Work-Love Balance
Penulis: Michelle Che
Halaman: 292

Saya membeli buku ini karena awalnya cukup lumayan hype di IG. Sebagai penggemar berat lini Metropop dari GPU, saya selalu punya ekspektasi tinggi terhadap buku-buku di genre ini. Sudah cukup lama rasanya saya tidak membaca cerita yang benar-benar kental dengan nuansa dunia kantoran. Dilihat dari judul dan sampulnya, buku ini memang sangat menjanjikan dan menarik.

Jujur saja, pengalaman membaca saya kali ini agak mixed feeling.

Pros:
Penggambaran Rawi terhadap traumanya, cara dia overthinking, serta usahanya untuk menjaga jarak pasca terjebak toxic relationship selama lima tahun terasa sangat manusiawi dan jujur saya sempat ketriger di bagian flash back nya. It really hurts and deep. Apalagi antagonisnya di sini pun, alias mantan dan ceweknya pun jahatnya gak nanggung. Lalu juga, ada banyak kutipan menarik dan relatable buat saya pribadi yang tersebar di sepanjang cerita. Saya jadi banyak kasih tanda mark di sini. Buku ini membawa pesan moral yang baik tentang pentingnya berdamai dengan diri sendiri sebagai langkah krusial sebelum memulai hubungan baru.

Cons:
Melihat hype-nya. Jujur, ekspektasi tinggi saya terhadap buku ini sayangnya tidak terpenuhi sepenuhnya.

Meski konflik yang disajikan tergolong ringan dan alurnya cukup membuat saya penasaran untuk terus membalik halaman, saya justru merasa lelah di tengah jalan. Rasanya butuh effort ekstra untuk menyelesaikan buku ini karena di beberapa bagian terasa membosankan khusunya dialog Rawi dan temannya yang itu-itu saja.

Masalah utama bagi saya terletak pada pembangunan hubungan antar karakternya. Eksekusi kisah cinta antara Rawi dan Rhysaka terasa hambar dan kurang memiliki chemistry khususnya di bagian awal cerita. Sehabis kejadian hotel, aku kira akan ada something ternyata yaudah gitu aja. Mereka say bye tanpa ada potensi dijadikan konflik dan tanpa diduga mereka kerja di kantor yang sama lalu yang satu mengejar-ngejar dan yang satu berusaha menghindar.

Rhysaka digambarkan sebagai sosok yang too good to be true, namun motivasinya untuk mengejar Rawi sama sekali tidak terbangun dengan kuat dan terasa tidak berdasar. Sulit bagi saya sebagai pembaca untuk memahami ketertarikan Rhysaka kepada Rawi, apalagi sejak awal karakter Rawi sendiri tidak memiliki daya pikat yang cukup untuk membuat saya ikut jatuh cinta pada sosoknya juga.

Rawi memang digambarkan sebagai wanita karier yang sukses, namun kepribadiannya justru terasa membosankan dan kurang menarik untuk diikuti.

Sebagai Head of Account, posisinya bisa digali lebih dalam lagi agar karakternya terbentuk kuat, misal ruwet dan carut marutnya sehingga ada alasan dia membentuk kepribadian dan apa motivasi di baliknya. Selain itu, intensitas hubungan antara dia dan Rhysaka sebagai bawahannya perlu ditingkatkan lagi

Lelucon yang diselipkan dalam dialog pun seringkali terasa garing dan kurang masuk di saya. Ditambah dengan alur yang mudah ditebak serta gaya bahasa yang kaku dan kurang luwes, sehingga sensasi baper atau dag-dig-dug yang diharapkan tidak kunjung hadir.

Ironisnya, saya justru merasa Tara, sebagai karakter pendukung di dalam cerita ini jauh lebih menonjol dan berkarakter dibandingkan Rawi sendiri.

Saat rahasia besar Rawi akhirnya terbongkar pun, eksekusinya terasa biasa aja. Perasaan baper-nya hanya lewat sekilas, membuat konflik yang seharusnya menjadi klimaks justru berakhir antiklimaks dan yasudah gitu aja. Akhirnya, alih-alih menikmati perjalanan ceritanya, saya justru merasa hanya ingin buku ini agar cepat usai.

Membaca buku ini ibaratnya, Nothing to worry about, nothing to really feel.

Sepanjang cerita, saya terus bertanya-tanya, apa sih yang sebenarnya membuat sosok Rhysaka mau repot-repot mengejar Rawi sedemikian rupa? Karena proses ketertarikan mereka tidak dibangun secara emosional, perasaan Rhysaka ke Rawi terasa sangat dangkal bagi saya. Semuanya terasa dibuat terlalu green flag dan pada akhirnya saya pun boring juga. tidak ada landasan yang kuat kenapa dua karakter ini harus bersama, selain Rawi yang ingin dicintai dan Rhysaka yang mengejarnya. tensi dalam cerita dibangun kurang menggigit. Sebagai pembaca, saya sama sekali tidak merasakan spark di antara mereka. It just doesn't click, and that’s the most frustrating part of the whole experience.

Kesimpulan:
Secara keseluruhan, konsep cerita ini sebenarnya cukup fresh dan memiliki potensi yang menarik. Saya sangat mengapresiasi penulis yang berani menyentuh isu traumatis dengan cara yang manusiawi, karena pada akhirnya, berdamai dengan diri sendiri adalah langkah paling krusial sebelum kita siap mencintai orang lain. Banyak kutipan di dalam buku ini yang sangat relatable dan deep, membuat kita tersadar bahwa memulai hubungan baru memang membutuhkan effort dan keberanian.

Namun, sangat disayangkan eksekusinya terasa kurang maksimal karena saya kurang dapat sensasi baper yang diharapkan. Bagi pembaca yang mencari office romance dengan intensitas emosi yang kuat atau plot penuh kejutan, buku ini mungkin akan terasa sangat biasa saja. Meski begitu, cerita ini tetap membawa pesan moral yang indah, ritme kisahnya tetap terasa lumayan meninggalkan kesan yang membekas.
4 reviews
July 6, 2026
Jujur nih, ekspektasiku lumayan tinggi pas baca judul novel nya Work-Love Balance. Tapi setelah dibaca sampai habis... emm, plotnya ternyata cukup ketebak dan konfliknya mirip-mirip drama fiksi remaja.

Tokoh utamanya adalah Rawi, cewek usia 31 tahun yang sukses di kariernya sebagai Head Account Officer. Tapi di balik kariernya yang cemerlang, dia tuh deeply traumatized karena pernah kejebak toxic relationship. Saking takutnya terluka lagi, dia sampai jomblo 5 tahun.

Sampai akhirnya takdir iseng banget mempertemukan Rawi dengan Rhysaka lewat insiden yang canggung abis. Dan apesnya lagi, besoknya pas masuk kantor, ternyata si Rhysaka ini malah jadi rekan kerja barunya.

Buat aku, gaya bahasa nya kerasa agak kaku. Alurnya juga monoton, kurang ada rasa kaget atau bikin deg-degan. Pas rahasia besar di antara mereka kebongkar eksekusinya juga terasa hambar. Bapernya cuma sekilas doang, habis itu lewat. Jadi bayangan konflik yang seru di kepala aku tuh jadi antiklimaks.

Tapi aku respect sama penulisnya karena gak bikin karakter Rawi langsung sembuh instan pas ketemu cowok baru yang green flag. Ketakutan dia, cara dia overthinking, dan usahanya buat jaga jarak tuh digambarkan manusiawi banget.

Buat aku, Work-Love Balance ini cerita yang ringan tapi dapet pesan moralnya. Cerita ini ngingetin kalau memulai hubungan baru itu emang butuh effort dan keberanian, tapi damai sama diri sendiri adalah step awal yang paling krusial. Sayang banget, eksekusi romansanya kurang nendang. Jadi buat yang nyari cerita office romance yang bikin baper brutal dan penuh kejutan, kayaknya buku ini bakal terasa biasa aja deh.

Rate dari aku: 3 / 5 🌟
Profile Image for Fikriah Azhari.
385 reviews170 followers
July 14, 2026
❝Zaman sekarang, selain bobot, bebet, bibit, BI checking juga penting untuk dicek. Jangan sampai lo malah bertanggung jawab buat bayar utang orang! Lo udah cek belum, Wi?❞

Siapa aja nih yang tiap weekend kerjaannya kalau bukan kondangan beneran, ya kondangan online lewat algoritma media sosial yang tiap geser stories temen, mau itu siang/malam, kok lagi pada kondangan semua? Kek yaampun orang-orang udah pada menikaaah? [lalu teringat umur yang emang udah wajar...]

Di tengah kariernya yang gemilang sebagai head account officer di usia 31 tahun, Rawi nggak lepas dari ibunya yang mulai mempertanyakan kehidupan percintaannya. Rawi bukannya takut menikah, ia hanya takut menikah dengan orang yang salah (AREN'T WE ALL?). Kerja nine-to-five, jarang teng-go, weekend penginnya istirahat aja, kalau siklusnya gini terus, kapan dong, ketemu jodohnya?

Ketika Rhysaka muncul sebagai account officer baru setelah pertemuan pertama mereka pada malam yang tak terduga, apakah kali ini work-love balance itu benar-benar bisa diwujudkan? 👀

Cowok ijo neon? ❌
Cowok ijo matcha ✅

Kalau kamu penggemar Metropop sepertiku, Work-Love Balance bakalan terasa menyenangkan untuk dibaca. Terhibur banget sama Tara yang ngide pengin share LinkedIn Rawi ke circle-nya demi membuka peluang menemukan jodoh, atau ketika Tara nyuruh Rawi meriksa BI checking Rhysaka. Guyonan-guyonan yang dikemas lucu tapi emang reasonable gitu lho.

Rhysaka ini wah handal sih, tahu strategi dengan ngambil hati orangtuanya Rawi duluan. Walau dia berondong, tapi nggak ada konflik yang muncul dari perbedaan usia ini, bahkan dia bisa mengimbangi Rawi. Komunikasi bukan masalah bagi mereka; bahkan sejak awal udah tukar pikiran terkait usia, pasangan, hingga pernikahan. Tipe yang straightforward dan intention-nya jelas, nggak ada missed signal yang berpotensi disalahpahami. Meski memang, di awal Rawi sempat ketakutan akan ditinggalkan (lagi).

Yakin deh setan aja bakalan insecure ngelihat mantannya Rawi. The audacity to muncul lagi dan ngungkit masa lalu sambil gaslighting dan seakan-akan jadi pusat dunia? Waktu tahu seperti apa hubungan Rawi dengan Rubim dulu, ada rasa sesak yang membuatku mendadak kehilangan kata-kata. Rubim bukan sekadar pasangan yang buruk, tapi dia juga menggunakan dominasinya untuk memanipulasi Rawi, meruntuhkan pertahanan dirinya sampai Rawi kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Pada akhirnya, #WorkLoveBalance bukan hanya tentang perjalanan Rawi menemukan keseimbangan antara karier dan percintaan, tetapi juga bagaimana ia dipertemukan dengan pasangan yang membuat dirinya kembali merasa berharga.

Dear Rhysaka, aku juga mau ditemenin minum matcha dan diajakin menyusun matchadepan bersamamu
1 review
July 10, 2026
Akhirnya selesai juga baca Work-Love Balance karya Michelle Che yang tebalnya 292 halaman ini. Honestly, dari awal lihat cover dan judulnya, aku udah punya ekspektasi tinggi banget. Sebagai penggemar metropop yang selalu nyari cerita dengan office vibe, aku tuh emang picky banget soal gimana penulis ngegambarin dunia kerja karakternya. And after finishing the book, menurut aku ini punya potensi yang besar banget.

Tokoh utamanya, Rawi, adalah seorang Head Account Officer di perbankan. Ini poin yang bikin aku tertarik banget. Jujur ya, aku sebagai pembaca tuh ngerasa kurang puas kalau detail kerjaan cuma sekadar tempelan. I really want to feel the pressure. Sebagai Head Account Officer, kan pasti banyak banget tuh target atau drama politik kantor yang menantang. Kalau porsi tentang realita kerjanya ditambah sedikit lagi, ceritanya bakal jauh lebih immersive dan kita bakal lebih paham kenapa Rawi itu sosok yang punya mental kuat tapi juga menyimpan banyak luka.

Terus ada Rhysaka, the younger guy yang beneran definisi green flag banget. Interaksi mereka itu manis banget, trope berondongnya dapet dan bikin salting. But honestly, aku berharap ada lebih banyak tension di kantor. Bayangin deh, mereka kerja bareng, harus jaga profesionalisme, tapi ada perasaan yang tumbuh. It is actually a gold mine buat konflik yang seru. Kalau tensi di kantornya lebih digali lagi, chemistry mereka berdua pasti bakal jauh lebih nendang dan bikin kita ikut deg-degan.

Satu hal yang aku appreciate banget dari buku ini adalah cara penulis ngegambarin trauma Rawi. Itu rasanya manusiawi banget dan bukan tipe penyembuhan yang instan. Perjalanan Rawi buat berdamai sama masa lalu dan buka hati lagi itu relatable banget sama kehidupan kita sekarang. It is a really beautiful journey. Pesan moral tentang healing sebelum memulai hubungan baru itu dapet banget dan bikin aku mikir cukup lama setelah tutup bukunya.

Overall, aku kasih 4 bintang buat buku ini. Work-Love Balance adalah bacaan yang sangat enjoyable dan pas banget buat nemenin weekend kamu. It is a sweet, light, yet meaningful read. Kalau kamu lagi cari cerita romansa yang nggak cuma manis tapi juga punya pesan moral yang dalam, this book is totally for you. Aku beneran berharap ke depannya penulis bisa eksplorasi sisi dunia kerja yang lebih kompleks lagi di karya berikutnya, karena itu bakal jadi nilai plus banget buat pembaca seperti aku. I am really happy with this book, really a solid weekend companion.
Profile Image for aynsrtn.
639 reviews27 followers
July 31, 2026
This is how romance novel should be written! Wow! Literally, definitely, exactly my style. Akhirnya aku menemukan kembali metropop yang terasa benar-benar "metropop": percintaan orang dewasa yang dibangun lewat komunikasi, karakter yang matang, dan kehidupan profesional yang bukan sekadar lewat.

Sesuai judulnya, novel ini benar-benar berhasil menjaga ✨work-love balance✨. Bukan cuma soal membagi waktu antara pekerjaan dan pasangan, tetapi juga tentang menemukan keseimbangan antara ambisi, luka masa lalu, dan keberanian untuk membuka hati lagi.

Okay, let’s break down the scale! #bersiaplah with the long way essay, haha.

Lima alasan mengapa harus membaca Work-Love Balance.

1. Rawi Baskara, perempuan yang tahu bagaimana menerima luka dan bahagia.
Menjadi perempuan usia 31 tahun, karir mapan, dikelilingi rekan kerja rasa saudara kandung. Namun, dibandingkan apresiasi atas karir dan kehidupannya, suara yang paling lantang adalah, “Kapan nikah?” Pasti di keluarga ada aja bude-bude yang gemar nanya kapan, bilang makin tua perempuan, makin susah dapat jodoh. Hal itu sudah menjadi barang keseharian bagi Rawi.

Yang aku suka dari karakter Rawi adalah pengembangan karakternya. Sebagai seseorang yang memiliki trauma dan luka dari hubungan sebelumnya, Rawi sangat manusiawi karena dia perlu waktu untuk menerima love bombing dari Rhysaka. Ada proses dia meragukan keyakinannya, ada proses menutup hati dan menjadikan semua rasanya sama, serta ada proses di mana dia mau bangkit dan pulih.

“I’m just a human being full of wishful thinking, while God already has a plan. Lagipula saya rasa tiap perempuan pasti memiliki keinginan. Entah ingin berkarir, berkeluarga, atau ingin keduanya. Hanya saja, nggak semua yang diinginkan langsung terwujud. Ada yang membutuhkan waktu, ada pula yang mungkin nggak terwujud sama sekali. Kadang ada yang baru sekali menginginkan sesuatu, langsung terwujud. Tapi ada juga yang sudah jungkir balik berusaha, tapi keinginannya nggak kunjung tercapai.” (p. 215)

Suka banget sama perspektif Rawi. Luvv sekebon mawar. Sebagai perempuan, aku merasa kalimat itu begitu dekat. Bahwa setiap orang punya garis waktunya masing-masing.

2. Rhysaka Abisatya, bukan sekadar green flag, tetapi juga emotionally stable.
Dalam sebuah novel romansa, pasti identik dengan laki-laki berbendera hijau lengkap dengan 5 bahasa cintanya. Apakah di novel ini ada? JELAS ADA. Tapi, apakah sama saja dengan cowok green flag di novel romansa lainnya? ADA BEDANYA. Sini aku bisikin.

Namanya Rhysaka Abisatya. Pantas jika disebut berondong of the year karena di usia yang terpaut 5 tahun dengan Rawi Baskara, beliau ini sangat stabil dan tenang secara emosional.

Hal yang paling kusukai dari Rhysaka bukan semata-mata karena dia green flag. Yang membuatnya berbeda adalah cara ia menghargai Rawi sebagai manusia. Ia tidak datang untuk "memperbaiki" Rawi, tetapi memberikan ruang agar Rawi bisa pulih dengan caranya sendiri.

Berikut 3 top moments bagaimana seorang Rhysaka mampu mengacak-acak daftar cowok green flag versiku—dan hati Rawi juga.

Satu.
“Tapi, kalau nanti istri kamu mutusin child-free gimana?”
“Kalau kamu gimana?”


KOK UDAH NANYA KALAU KAMU GIMANA??? HEI, itu kalimat sebelumnya tentang istri lho. Kok nanya kamu gimana itu maksudnya udah bertujuan menjadikan sebagai istri, kah? HEI! *insert sticker guling-guling.*

Dua.
Spiderman direkrut Tony Stark karena dia manusia laba-laba. Kalau laba rugi, masuk akuntansi.

Kalian ketawa aja deh pas dia ngelucu gini. Katanya kalau joke-nya udah macam bapak-bapak begini, cocok untuk menjadi bapak dari anak-anak kita. *eh.*

Tiga.
Consent is the first, BRO! Bahkan mau pegang tangan aja, nggak sengaja pula, dia tetap minta maaf karena merasa seharusnya izin dulu. Okay, masih kurang? Nih, aku kasih lagi. Tahu kan kalau cewek suka foto-foto makanan terus di-upload ke IG? Nah, oknum Rhysaka ini paham banget. Dia membiarkan Rawi foto-foto dulu, terus malah minta di-tag. Apa itu sembunyi-sembunyi? Kasih tahu sedunia kalau kamu lagi makan sama aku.

Dan yang terakhir... ini paling gong sih. Nggak akan aku kasih tahu. Mending baca sendiri bukunya dan kau akan ter-rhysaka-rhysaka. Aku kasih clue aja: HRD. Setelah adegan itu, aku resmi menjadi anggota klub "ter-Rhysaka-rhysaka". Hihi.

Ps. Apa itu cowok bingung? “If he wanted, he would.” Begitu kata Rhysaka.

3. Tara & Hasya, have a special place in my heart.
Ada dua tokoh pendukung yang memiliki tempat spesial di hati pembaca, termasuk aku. Yaitu, Tara & Hasya. Mereka berdua seolah menjadi keseimbangan bagi Rawi. Ketika Rawi fokus banget sama karir sampai lupa lovey dovey asmara, Tara datang dengan semangat juangnya.

Boleh sih cinta sama kerjaan, tapi jangan lupa juga untuk mencintai orang lain supaya hati nggak gersang-gersang amat … Pokoknya, kita usahakan work-love balance itu sekarang! (p. 36)

Terima kasih untuk reminder-nya, ya, Bunda. Tapi, yang paling berkesan adalah jargon 3S: Setara, Seiman, dan Seamin. Plus jangan lupa cek BI Checking calon pasangan karena in this economy, ya, jaga-jaga.

Dan Hasya ini, aduh. Memang pria satu ini. Aku tunggu deh next bukunya tentang pasangan tembok tinggi ini. (ps. aku sudah #bersiaplah!)

4. Teruntuk kamu yang pernah terjebak dalam toxic relationship.
Pernah terjebak dalam sebuah hubungan beracun yang membuatmu menihilkan dirimu sendiri? Menjadikan dirimu tidak berarti? Menjadikanmu mempertanyakan apakah kamu masih pantas bahagia setelah luka dan hal yang mungkin bisa dibilang aib?

Buku ini akan memelukmu dengan hangat.

Yang membuatku paling tersentuh adalah buku ini tidak menganggap luka sebagai sesuatu yang harus "diperbaiki" oleh pasangan. Penyembuhan tetap datang dari diri sendiri, sementara pasangan hanya menjadi ruang yang aman untuk bertumbuh.

“You’re not worthless, Wi. Kalau ada orang yang bikin kamu merasa worthless, artinya kamu jauh di atas mereka. Cut them off. Jangan mau turunin standar atau nilai kamu buat orang yang nggak menghargai kamu.” (p. 113)

“Aku pengin kamu belajar untuk memaafkan dirimu sendiri karena pernah menganggap kamu worthless.” (p. 261)

“Yang mau saya ajak kenal kan Rawi Baskara, wanita yang berdiri di hadapan saya sekarang. Bukan masa lalunya.” (p. 118)

Kalimat-kalimat itu sederhana, tetapi rasanya seperti pelukan hangat. Bahwa masa lalu tidak mengurangi nilai seseorang, dan kita semua tetap layak dicintai tanpa harus menjadi versi "sempurna" terlebih dahulu. Peluk🫂

5. Romcom untuk Comedy, bukan misCom.
Ada satu adegan yang kalau divisualisasikan udah mirip komedi Warkop versi romansa.

“Wi, aku perlu kamu.” Hasya langsung nyebut kopi sampai batuk. Tara langsung nganga sampai pipinya kecoret lipstik yang lagi ia pakai.

Jujurly, adegan ini mengingatkanku akan film-film romcom tahun 90-an yang komedinya bikin mesam-mesem. Hahaha.

Dan ini yang kusuka adalah penulis tidak memakai trope miskom yang dipanjang-panjangkan. Di sini kalau ada masalah, ya dibicarakan. Kedewasaan karakter benar-benar terasa. Konfliknya tetap ada, tetapi bukan konflik yang lahir karena dua orang malas berkomunikasi. Terus konfliknya apa dong? Temukan langsung di buku ini. #bersiaplah

Catatan.
Sebenarnya ini lebih catatan minor saja. Yaitu, fase cinta Rhysaka terasa berkembang escalated too quickly. Kayak tiba-tiba aja mau kenal Rawi lebih dalam, jadi pas awal agak kurang smooth.

Lalu, ada konflik internal keluarga yang sebenarnya cukup pelik untuk dibahas lebih dalam. Karena konflik tersebut begitu cepat saja selesai di act ketiga, padahal itu masih keluarga dan bisa “berpotensi” menjadi sesuatu di kemudian hari.

Rekomendasi.
Sebagai karya debut di penerbit mayor, novel ini sudah sangat rapi ditulis. Foreshadowing-nya pun kusuka, sehingga pembaca bisa menebak sendiri melalui showing yang diberikan oleh penulis.

Akhir kata, Work-Love Balance bukan hanya mengajak pembacanya mencari keseimbangan antara karier dan cinta. Lebih dari itu, novel ini mengingatkan bahwa sebelum membuka hati untuk orang lain, kita perlu berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu.

Novel ini cocok bagi kamu yang suka metropop yang page turner, minim drama miskom, dipenuhi karakter begitu humanis, dan tentu saja age gap dengan berondong jaya jaya jaya! Gas baca buku ini.

🌹 4,5 bintang untuk “Will you spend the rest of your life with this berondong of your life?” di halaman 282.
Profile Image for Hayyu.
17 reviews
July 31, 2026
Work-Love Balance by Michelle Che // GPU, 2026 // Romance // 292 hal.

"Kadang kita nggak tahu hidup kita bersinggungan dengan siapa." —hal.194

Ringkasan:

Rawi Baskara, seorang head account officer berusia 31 tahun yang tiba-tiba dicecar oleh keluarganya untuk segera memiliki suami. Ini semua karena sepupunya yang lebih muda akan menggelar pernikahan. Masalahnya, pacar saja, Rawi tidak punya! Hidupnya sudah sibuk dengan urusan pekerjaan dan target dari pimpinan yang harus terpenuhi.

Lalu, tiba-tiba hidupnya ketiban Rhysaka yang muncul dengan cara ekstrem. Rawi menemukan dirinya terbangun di kamar hotel dengan seorang pria asing di dalamnya — Rhysaka. Dan yang paling parah, Rhysaka ternyata junior baru di divisinya. Celaka dua belas!

Di tengah tuntutan dari keluarga Rawi, Rhysaka justru dengan gencar dan lantang mendekati Rawi. Banyak hal membuat Rawi ragu akan Rhysaka. Dan hal itu berkaitan dengan orang terdekat Rhysaka serta masa lalu Rawi. Jadi, bagaimana Rawi harus berkompromi dengan hal tersebut?

Ulasan:

Work-Love Balance merupakan novel office romance dengan agegap yang inverse. Kalau biasanya kita menemukan tokoh utama pria lebih tua, kali ini sebaliknya. Bagiku, hal ini merupakan salah satu daya tarik tersendiri dari novel ini.

Alur ceritanya cepat. Penulis mengawali cerita dengan kegalauan Rawi yang tiba-tiba dituntut untuk segera berumah tangga. Lalu, secara tidak sengaja ia mengalami sebuah insiden dengan Rhysaka. Dari situ pula, kehidupan Rawi tiba-tiba dipenuhi dengan kehadiran Rhysaka. Pun masa lalu yang muncul kembali dan membuat Rawi merasa semakin kerdil.

Sudut pandang yang dipakai dalam novel ini adalah sudut pandng orang ketiga. Namun, penulis menempatkan diri sebagai Rawi. Sehingga, kesan penasaran akan tetap ada karena kita membaca kisah mereka dari kacamata seorang Rawi.

Tokoh yang terlibat dalam novel ini tidak terlalu banyak. Kalau dikelompokkan, hanya ada 3 kelompok tokoh. Ada Rawi dan keluarga, Rhysaka dan keluarga, serta teman-teman kantor Rawi dan Rhysaka. Semuanya memiliki peran penting, tapi tidak saling mendominasi. Intinya, sesuai porsi!

Rawi si ketua tim yang penuh pertimbangan harus berhadapan dengan Rhysaka yang gas pol-rem blong. Kehati-hatian Rawi berasal dari trauma masa lalu yang membuatnya merasa worthless. Untungnya, Rawi punya sahabat yang tegas dan loyal seperti Tara.

Sedang Rhysaka, berondong satu ini benar-benar definisi pria green flag yang ijonya royo-royo banget. Idaman para wanita di dunia nyata banget!!! Meski masih muda, dia tahu banget apa yang dia mau, dan dia mengusahakan hal itu. Sebagai pria yang baru 25 tahun, Rhysaka sangat penuh dengan perencanaan. Selain itu, love language yang dimilikinya benar-benar membuat melting. Awww, mau sungkem sama bapak dan bundanya Rhysaka!!!

Sahabat-sahabat Rawi juga sangat supportive terhadan Rawi dan hubungannya dengan Rhysaka. Aku cukup terkesan dengan Tara dan Hasya yang karakternya berkebalikan, tapi sangat bisa diandalkan. By the way, aku sempat mengira Hasya adalah seorang perempuan. Ternyata dia laki-laki!

Tokoh antagonis di sini datang dari masa lalu Rawi. Namun, yang sedikit bisa kuduga adalah 'siapa' tokoh ini. Dia memiliki benang merah dengan kedua tokoh. Dan ini salah satu hal yang membuat Rawi bimbang terhadap Rhysaka.

Tapi, karena alurnya cepat, konflik yang muncul diselesailan dengan cepat. Ibarat kata, muncul satu masalah, timbul solusi tepat. Jadi kita nggak merasa drained ketika membaca novel ini. Yang bikin geram tentu saja kelakuan sang tokoh antagonis. Abusive dan manipulatif banget. Benar-benar menyebalkan dan pasti menjadi trending topic seandainya Rawi spill kelakuannya di Threads atau X.

Anyway, pelajaran yang aku ambil dari kisahnya Rawi adalah tentang berdamai dengan diri sendiri. Kejadian di masa lalu memang bisa mengubah arah di masa depan, termasuk arah kita memandang diri sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah mengambil hikmah dan pelajaran dan hal itu. Dan, jangan menutup diri dari orang baru, sambil terus menyalakan radar kehati-hatian! Seperti kata Rhysaka di halaman 260, "The good thing about the past, kita bisa belajar dari masa lalu sehingga bisa lebih bertanggung jawab lagi di masa depan dan nggak mengulangi kesalahan yang sama."

Saat baca novel ini, aku merasa diajak kulineran oleh Rawi. Di novel ini, ada banyak makanan dan tempat-tempat kuliner yang dikunjungi Rawi dan teman-teman. Serasa menonton video kuliner, minus testimoni lengkap soal cita rasa dan bumbunya. Oh, bisa jadi referensi ketika main ke Jakarta! 🤣

Novel ini cocok buat para pembaca fiksi romansa dengan konflik yang satset. Meski sebenarnya ada trigger terkait rape dan abusive act, tapi aku merasa konfliknya tidak semelelahkan itu. So, you have to give a chance to this novel!!!

PS : aku suka novelnya, tapi ada beberapa salah ketik yang membuatku menghela napas. Like... Oalah, kukira aku salah baca. Begituuuuu....

Jadi, Will you spend your time with this berondong of Rawi's life? (Ini kalimatnya Rhysaka, dengan sedikit pengubahan 🤣🤣)
Profile Image for hopenpuff.
170 reviews3 followers
July 31, 2026
MAHADAHSYAT BERONDONG DENGAN SEGALA MANIS RAYUNYA 🤯

❝Saya nggak setuju kata 'manis' ada batasan usia. You're sweet and adorable, Rawi.❞

Work-Love Balance - Michelle Che
★★★½ (rounded to 4★)

Siapa sangka obat carut-marut kehidupan nyata adalah Rhysaka si Berondong Mahadahsyat! 😱🥰
Bukan office romance biasa, Work-Love Balance menawarkan cerita cinta yang dar der dor yang membuat kita salting nggak berhenti-berhenti! Selengkapnya, sini aku uraikan beberapa poin menarik soal buku ini.

𝙈𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙙𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙨𝙥𝙚𝙠𝙩𝙞𝙛 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙗𝙚𝙧𝙤𝙣𝙙𝙤𝙣𝙜
Kalau sebelum membaca buku ini aku memandang skeptis soal hubungan dengan cowok yang lebih muda—seperti berpacaran dengan anak kecil—stereotipe itu dipatahkan lewat tokoh Rhysaka. Dewasa ternyata tidak melulu soal umur, tapi juga tentang pola pikir dan sikap. Terlebih jila ada motivasi kuat seperti ingin membahagiakan pasangan. Persoalan ini juga semakin Kak Michelle tonjolkan dengan menghadirkan orang dari masa lalu Rawi yang berbanding terbalik dengan Rhysaka.

𝙄𝙧𝙤𝙣𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖𝙖𝙣 𝙧𝙚𝙨𝙥𝙤𝙣 𝙨𝙤𝙘𝙞𝙚𝙩𝙮 𝙩𝙚𝙧𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥 𝙨𝙩𝙖𝙩𝙪𝙨 𝙡𝙖𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙪𝙨𝙞𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜
Aku merasa buku ini hadir dari keresahan tentang isu sejuta umat, apalagi di Indonesia yang orang-orangnya cenderung rempong: pertanyaan "Kapan nikah?". Pada kasus Mas Cipta—kakak laki-laki dari Tara—hal ini tidak terlalu dipermasalahkan hanya karena sebatas dia laki-laki. Berbeda urusan kalau sudah bergeser ke perempuan. Sedari awal, kita sudah tahu jikalau tokoh Rawi adalah seorang wanita karir nan sukses dalam segala hal kecuali percintaan, atau setidaknya demikianlah pandangan orang-orang.
Tuntutan bahwa saat mencapai usia tertentu perempuan harus segera menikah seakan mempersempit definisi dan potensi perempuan itu sendiri. Bagi kaum perempuan seperti Rawi, hal semacam ini menjadi semacam borok yang walau sebelumnya kita tidak terpengaruh olehnya, lama-lama jadi beban pikiran juga. Ini juga menurutku adalah representasi kecenderungan dan budaya masyarakat Indonesia terkait hal ini. Miris, tapi sangat on-point!

𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙠𝙖𝙥𝙖𝙣, 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙥𝙖𝙩
Selain tuntutan keluarga, cemooh kerabat, dan standar lingkungan yang mencekik, sejatinya tak ada yang mengejar kita untuk buru-buru merangkul jodoh. Ditulis dengan ringan dan penuh canda tawa, kisah Rawi dan Rhysaka bagiku jadi secuil penenang sekaligus pelukan hangat bagi kawan-kawan pembaca yang juga merasakan keresahan serupa: jodoh tak kunjung datang atau malah sedang mempertanyakan kelayakan diri sendiri untuk dicintai tanpa syarat. Ini sih definisi hiburan yang juga menenangkan!

Selain kelebihan dan hal-hal menarik di atas, tentu suatu karya tidak lepas dari yang namanya kekurangan. Ada beberapa hal yang aku sadari, di antaranya:
• Ada ketidakonsistenan dalam karakter Rhysaka menggunakan kata ganti 'saya' dan 'aku' saat berdialog dengan Rawi. Bisa jadi ini termasuk kekeliruan editorial, tetapi semoga bisa lebih diperhatikan!
• Penokohan bisa lebih baik terlihat dari respon dan emosi karakter di beberapa momen tidak terasa natural. Misal, ada saat menegangkan ketika harusnya tokoh Rhysaka merasa marah, tapi dia seakan 'dipaksa' untuk stay on character-nya yang lemah lembut dan penyabar. Sepertinya akan lebih realistis kalau emosinya dibuat lebih beragam and it's totally normal!
• Di cetakan pertama ini ada beberapa kesalahan editorial seperti kata berulang atau kata yang terlewat yang kalau pembaca cukup jeli, bisa jadi membuat bingung dan berakhir rancu maknanya. Contohnya seperti di halaman 252, 279, dan 290. Semoga di cetakan berikutnya (aamiin) poin-poin ini bisa diperbaiki. Semangat!

Secara keseluruhan, bisa dibilang aku sangat menikmati setiap proses membaca buku ini. Karenanya ulasannya cukup panjang dan detail. Apakah aku merekomendasikan buku ini untuk dibaca? Huge yes! Aku akan menyodorkan ini untuk teman-teman yang ingin bacaan ringan dengan office romance yang menggelitik perut!

Tentunya, aku menantikan karya kak Michelle yang berikut. Mungkin, kita bakalan dikasih tahu di balik dinamika Tara dan Hasya? Apakah mereka akhirnya bakalan berhenti di level Tom and Jerry atau justru.. end-game? 👀 That's question for another day.

Until next time—!
Profile Image for Deby fty.
16 reviews
July 25, 2026
“Wi, kita jomlo udah 5 atau 6 tahun. Masa kita cuma sibuk nyari nasabah aja?” 😂

“Apa… jangan-jangan kita harus melukat ke Bali ya, Wi?”

“Jam kerja kita itu nine to five ya, Rawi Baskara. Kita baru free jam 12 siang. Mungkin kita bisa nyari jodoh sekalian makan siang?”

Begitulah celetukan-celetukan Tara kepada Rawi, sahabatnya yang punya masalah yang sama: disuruh cepat menikah karena terlalu sibuk bekerja, dilangkahi adik, dan jadi bahan perlombaan sepupu setiap kumpul keluarga.

Yah, memang makin bertambah usia, mencari orang yang benar-benar cocok rasanya semakin sulit. Kriteria bertambah, tapi pilihan justru makin menyempit. Lalu, sebenarnya masih ada nggak sih kesempatan untuk punya work-love balance?

Dilema itu yang dirasakan oleh Rawi Baskara, seorang Head Office Account di salah satu bank ternama di ibu kota. Kesibukan, banyaknya pertimbangan, dan pengalaman masa lalu membuat Rawi semakin selektif dalam memilih pasangan. Baginya, lebih baik tetap melajang daripada salah memilih. Tapi, seiring bertambahnya usia, keluarga mulai khawatir, ditambah lagi setiap acara keluarga selalu ada saja yang menjadikan statusnya sebagai bahan perbandingan.

Semua itu membawa Rawi pada kejadian tak terduga. Setelah semalaman mabuk bersama Tara usai curhat panjang soal jodoh, Rawi terbangun di tempat tidur asing dengan seorang laki-laki yang sama sekali tidak dikenalnya. Kepanikan pun melanda. Namun, yang lebih mengejutkan, sesampainya di kantor, laki-laki itu muncul lagi… dan ternyata adalah Account Officer baru di kantornya.

Ya, Rhysaka. Berondong mempesona yang akan menjadi cobaan terbesar bagi Rawi Baskara.

Kalau ngomongin Rhysaka… entahlah, aku juga heran ada laki-laki muda yang bisa sematang itu secara emosional, intelektual, bahkan finansial. 😂 Pokoknya kalau ngebayangin Rhysaka tuh rasanya paket komplet plus-plus. Muda, tapi dewasa.

Yang paling aku suka dari Rhysaka adalah maturity dan kepekaannya. Dia sadar kalau umur bukan patokan dalam memilih pasangan. Dia juga nggak mempermasalahkan masa lalu seseorang dan mau bertumbuh bersama orang yang dia sayangi.

Contohnya sesederhana soal drama Korea. Mungkin banyak orang yang langsung menghakimi, tapi Rhysaka malah bilang dia nggak bisa menilai suka atau tidak karena belum pernah mencoba menonton. Jadi, dia mau ikut nonton. Plis, demi apa. 😭

Terus… ada nggak sih cowok yang tahu pasangannya suka foto-foto, lalu dengan santai bilang, “Foto dulu aja,” bahkan minta di-tag kalau nanti diupload? Ada? Mana? 😂 Yaudah deh, mending kalian baca sendiri kelakuan berondong satu ini.

Selain Rhysaka, aku juga suka banget sama persahabatan Rawi dan teman-temannya. Tara terutama, ceriwisnya benar-benar menghibur. Celetukannya selalu bikin ngakak. Salah satu yang paling lucu waktu dia ngingetin Rawi buat cek BI Checking Rhysaka. Sangat berguna sih… tapi tetap aja lucu. 😂 Belum lagi ide melukat ke Bali buat buang roh-roh jahat. Ya, itu juga ulah Tara.

So far aku suka banget sama alur ceritanya. Yang paling bikin nyaman buatku justru narasi dan cara penulis mendeskripsikan setiap adegan. Sebagai orang yang kadang gampang cringe kalau baca romance, buku ini justru terasa ringan dan enak diikuti. Karakter-karakternya juga terasa pas, sama-sama dewasa dan kisah cintanya itu nggak berlebihan. Karena latarnya dunia perbankan, kita juga diajak melihat sedikit kehidupan dan pekerjaan mereka, yang menurutku jadi nilai tambah.

Tapi jujur, ada satu bagian yang bikin aku agak greget karena rasanya emosiku nggak sampai. Momen ketika Rawi akhirnya menceritakan detail masa lalunya kepada Rhysaka. Entah kenapa, aku berharap Rhysaka akan menunjukkan reaksi yang lebih emosional. Sebagai pembaca, aku ikut sakit hati, jadi rasanya ingin melihat dia marah atau setidaknya menunjukkan kemarahannya. Tapi Rhysaka tetap tenang. Sampai aku jadi mikir, apa memang EQ-nya sudah terlalu matang ya? 😂 Jadi di bagian itu emosinya terasa sedikit kurang mengena buatku. Tapi ya sudahlah… mungkin memang dia anak baik. Wkwkwk.

Secara keseluruhan, aku menikmati buku ini. Menurutku, buku ini bakal relate banget buat teman-teman yang usianya sudah mulai dikejar pertanyaan soal jodoh. Tentang rasa takut membuka hati lagi, tentang menjadi semakin selektif memilih pasangan, dan tentang menghadapi penilaian orang-orang di sekitar.

Dan ingat… siapa tahu jodoh kalian sekarang masih balita. 😭😂
Profile Image for Sella   (claudieslibrary).
127 reviews11 followers
July 31, 2026
Gimana rasanya pacaran sama berondong? Cuman Rawi yang tahu jawabannya!😆😆😆

Jadiii, novel ini menceritakan tentang sepasang anak muda yang nggak sengaja ketemu karena sebuah insiden. Awalnya, Rhysaka menolong Rawi yang sedang mabuk & membawanya ke hotel.

Nah, jika kalian berpikir ceritanya akan jadi one night stand, kalian salah besar girls!👀

Pokoknya Rhysaka ini nggak kayak cowok yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Yesss, dari awal Rhyasaka emang udah digambarkan se-HUTAN KALIMANTAN ITU! Uhuyy🍃

Terus, singkat cerita.. besok paginya mereka berpisah~~ dan ternyata usut punya usut, mereka berdua satu kantor. Dan yes, si Rhysaka ternyata bawahannya di kantor. Woyyy gimana nggak kicep si Rawi😌

Nggak cukup sampai di situ, ternyata.. Rhysaka itu MBG guiiis.. EH BUKAAAANNN! Ini bukan tentang makanan😌 MBG tuh #MyBerondongGanteng (baca novelnya supaya tahu beda umurnya berapa tahun😚) yang jelas pas Rawi udah TK, Rhysaka aja belum lahir😗

Tapii tenaaaang, berondong di sini bukan sembarang berondong. Karena Rhysaka punya semua spec yang dibutuhkan dari cowok fiksi: tampan berwibawa, pintar, penyayang, lemah lembut, pemikirannya dewasa, tapi tidak bisa dimiliki karena dia setidak nyata itu🥲🥲

Jadiii, karena karakter Rhysaka yang seperti itulah yang membuat romansa dalam buku ini jadi terkesan dewasa dan NO KEKANAKAN!

Seiring cerita bergulir, ternyata ini bukan workplace romance biasa, penulis justru memberi nyawa dalam hubungan mereka.

Mulai dari konflik batin hingga konflik dari red devil👹
(Mulai dari self love hingga toxic relationship)🫰🏻🫰🏻

Bagusnya, hubungan mereka berdua berkembang dalam konflik, bukan dari kenyamanan semata aja. Sebab, dalam konflik mereka menemukan apa itu “penerimaan”

Jujur, buku ini punya caranya sendiri untuk membuat perempuan merasa berharga seperti apapun kondisi dirinya. Kayaknya, buku ini bisa banget jadi “teman” bagi perempuan-perempuan yang sering kali merasa terhilang dari dirinya sendiri & dari lingkungannya.

Dan menurutku lagi, cowok perlu juga deh baca buku ini. Kenapa? Sebab mungkin saja kalian akan tahu bagaimana seharusnya memperlakukan wanita yang masalahnya seperti Rawi. Dunia perlu sebanyak mungkin laki-laki seperti Rhysaka😆

Terus lagiii, aku cukup suka bagaimana penulis memberi judul pada novel ini. Apa yahh, ini tuh jadi kayak pengingat bagi para pencari nafkah di luaran sana.. untuk jangan lupa bahagia!🥰🥰 bahwa nggak apa-apa banget mencari sandaran (pasangan hidup) di tengah kesibukan bekerja, bahwa.. nggak apa-apa banget membuat segalanya seimbang. Asal.. semua kamu lakukan bersama orang yang tepat.

Yang kerasa fresh di aku tuh keluarganya Rawi ya. Entah kenapa aku suka tingkah toddler vintage a.k.a ortunya Rawi yang suka kepoan percintaan anaknya WKWKWK. Lucu juga pas bagian papanya Rawi menolak dipanggil Om sebelum test kemampuan😂😂 please deh Om! Jadi pejab*t aja gada test kemampuan.. ehhh😌😗😆

Well, untuk karya debut penulis di penerbit mayor ini.. aku merasa kisah ini sudah memberikan cukup banyak pelajaran berharga. Aku hanya menyayangkan satu hal.. kenapa kurang tebel yaahh hehehe.. mungkin kalau lebih tebal lagi, ada hal-hal yang masih bisa digali lebih dalam.

Tapiiii.. meski begitu, buku ini tetap memberikan hal positif bagiku sesudah menutup halamannya.

Ringan, tetapi bikin manggut-manggut. Karena memang semua kita itu berharga di mata orang yang tepat. Iya nggak sih?😆😆😆😆

Terima kasih buat penulisnya, karena program MBG kali ini ternyata nggak seburuk yang dipikirkan🥰🙏🏻

*btw aku penasaran kisahnya Tara.. Tuhan memang satu, kita yang tak sama~~🎶
Profile Image for alletssbacabuku.
11 reviews3 followers
July 28, 2026
AAAAAA BRONDONG SATU INI EMANG NUMERO UNOO GREENFLAG + GENTLEMAN SEKALI YEOROBUN!!!!

Aduuhh aku gemes banget sm brondong satu ini yang love langguagenya diborong semua!

* Word of Affirmation ✅
* Act of Services ✅
* Sopan ✅
* Dewasa ✅
* Bapakable ✅

Pokoknya kalian harus ketemu sama Rhysaka ini guysss!

So, buku ini bercerita tentang Rawi, seorang head account officer yang masih menjomblo di usianya yang sudah menginjak 31 tahun. Keluarga besarnya sudah mulai resek menanyakan kapan dirinya akan berkeluarga karena ia kerap dilangkahi oleh adik2nya.

Tanpa keluarganya tahu, Rawi masih menyimpan trauma masa lalu yang disebabkan oleh mantannya yang membuat ia kerap merasa not worthy.

Trope cerita lebih ke office romance, insta love dan noona x dongsaeng trope (agegap 6 tahun)~

Ceritanya gemes dan super page turning karena aku berhasil selesaiin buku ini dalam setengah hari doang~

Konflik ceritanya cukup ringan bagiku, seperti konflik tuntutan keluarga karena belum menikah, mantan yang sangat abusif, toxic dan redflag sekaliii. RUBIM🤬
btw, Rubim dan Rhysaka ini bagai langit dan neraka😤😤

Tapi, aku sukanya penyelesaian konflik ceritanya itu satset sekali meski di dalamnya ada sedikit twist yang aku ga ekspek (a lil bit hint : ada benang merah antara ke 3 tokoh utama deh)

Klimaks konfliknya juga terasa pas dan eksekusi cerita menuju ending juga tergolong smooth bagiku.

Aku suka banget sm Rawi & Rhysaka yang sefrekuensi dan hubungan keduanya bukan yang langsung dar der dor tapi dibangun darii setiap pertemuan - komunikasi.

Awalnya aku kira ini tropenya One Night Stand tapii ternyata bukan🤣 misleading sekalii! Dan yahhh baca buku ini asli aku kegemesan sampai senyum-senyum sendiri.

Aku suka sm jokes receh Rhysaka yang meski garing tapi berhasil buat aku ketawa🤣🙏🏻 DAN AKU SUKA BANGET SM MODUSNYA RHYSAKA KE RAWI WOYYYYYYYY! apalagi pas adegan boncengan☺️

Oya, meski Rhysaka disini lebih muda 6 tahun dari Rawi, tapi doi ini Bapakable sekali🫶 Mana gombalan si Aa’ Rhysaka ini buat hatiku gonjang ganjing bacanya🤣 HELP!

Selain kedua karakter utama, aku cukup salfok sama sahabat Rawi, Tara dan Hasya. Meski ketebak konflik utamanya karena beda server tapi hmm aku berharap ada cerita mereka sendiri🤭

Aku suka dengan vibes office disini yang terasa kental dan sangat deskriptif, dan orang2 yang positif dan sangat suportif.

Sayangnya di dalam cerita ini aku menemukan beberapa typo ‘ku’ dan ‘mu’ yang untung aja ngga terlalu mengganggu.

Overall, aku suka ceritanya! Narasi ceritanya juga mostly dialog dan akuu kesengsem mulu baca cerita ini☺️ Page turning! Dan kalau kalian suka clean romance without sooo many drama antar 2 tokoh utama, aku jamin pasti cocok baca ini! Rekomen~
Profile Image for Rahmad Aidil.
6 reviews
July 30, 2026
Buku ini bercerita tentang Rawi baskara.wanita yang memiliki karir yang sukses di sebuah bank bahkan posisinya lumayan tinggi dan termasuk karyawan yang sudah cukup senior di bank tersebut. Tapi kehidupan pribadi Rawi berbanding terbalik dengan kesuksesan karirnya,di usia yang sudah menginjak kepala tiga Rawi belum juga menemukan pasangan.


Dia sulit untuk membuka hati karena trauma terhadap masa lalu nya dan sejak saat itu dia memilih untuk fokus bekerja tanpa memikirkan soal Asmara, sampai orang tua Rawi pun ikut khawatir karena Rawi belum memiliki pasangan di usia nya yang sekarang.


Tapi semua berubah saat ada sesuatu yang tak terduga mempertemukan rawi dengan Rhysaka Abisatya. lelaki yang tidak sengaja dikenal nya karena sebuah insiden memalukan, sejak saat itu lelaki yang akrab disapa Rhys itu gencar melakukan pendekatan terhadap Rawi, Rawi awalnya ragu apalagi perbedaan usia diantara mereka sangat jauh yaitu 6 tahun dan juga rawi masih takut untuk memulai sebuah hubungan karena trauma dan luka masa lalu nya. Tapi Ryhs tidak pernah menyerah untuk mendekati Rawi dengan selalu memberikan perhatian kecil, mulai dari bertanya makanan kesukaan Rawi sampai Rhys selalu memberikan kejutan2 manis untuk Rawi apakah rawi akan luluh dengan perhatian dan ketulusan Ryhs sekaligus menemukan work love balance yaitu keseimbangan antara perkerjaan dan cinta????



Kesan2 aku selama baca buku ini . Di buku ini membahas tentang stigma yang ada di masyarakat kalau belum menikah di usia tertentu merupakan sesuatu yang buruk, karena menurut Padangan aku lebih baik terlambat menikah tapi dengan orang yang tepat daripada cepat2 menikah tapi dengan orang yang salah.

Di buku ini aku juga suka sama sikap Ryhs yang mau menerima segala kekurangan Rawi dan pelan2 membantu Rawi untuk bisa pulih dari luka masa lalu nya, Ryhs juga tidak mempersalahkan masa lalu Rawi karena menurut nya yang paling penting adalah sekarang dan juga masa depan mereka berdua,

Disini aku juga belajar teryata hidup mungkin mempertemukan kita sama orang yang tidak tepat ,untuk dijadikan sebagai pelajaran sebelum akhirnya kita akan diberikan hadiah yang indah yang dipertemukan dengan orang yang tepat yang benar-benar tulus menyayangi kita.
1 review
July 28, 2026
Judul: Work-Love Balance
Penulis: Michelle Che
Halaman: 296
Genre: Romance Office, 17+
Rate: 4/5🤍

Pendapatku:

Jujur, aku beli novel ini karena gemas sama cover+bonus pre-ordernya! Tapi ternyata aku juga suka dengan ceritanya!

Novel ini diawali dengan huru-hara Rawi Baskara dan temannya Tara, yang sama-sama dituntut untuk segera menikah karena usia mereka sudah kepala tiga. Namun mencari pasangan tidak semudah membalikkan tangan. Perlu pertimbangan matang dan kesiapan mental serta finansial.

Karena pusing dengan desakan keluarga, Tara akhirnya mengajak Rawi untuk menemaninya minum-minum di SKYE. Sayangnya, Rawi terlalu banyak minum hingga saat ia membuka mata, dirinya mendapati terbangun di ruangan yang sangat asing. Di sanalah ia bertemu dengan Rhysaka Abisatya, yang ternyata anak baru di kantornya!

Awalnya aku ngira sikap Rhysaka ini gak dewasa, karena usianya lebih muda enam tahun dari rawi. Tapi ternyata aku salah! Rhysaka itu dewasa, gentleman, pengertian, ganteng, tinggi, semua dia borong! Aku yang gak suka berondong ini jadi kepincut, kan!

Rawi awalnya ragu, bahkan sempat berkali-kali menghindari Rhysaka, terutama ketika masa lalu Rawi muncul lagi setelah lima tahun berlalu. Namun Rhysaka tetap mendekatinya, berusaha untuk mendapatkan hati Rawi yang menyimpan luka masa lalu.

Rhysaka ini benar-benar green flag, dia menerima Rawi apa adanya tanpa mempermasalahkan masa lalunya. Rhys bahkan selalu ada untuk Rawi dalam keadaan apa pun.

Ada Tara dan Hasya juga yang melengkapi pertemanan Rawi. Dan, aku berharap Hasya dan Tara menikah saja! Dua sejoli ini hubungannya lumayan gemes!

Oh ya, di sini juga ada dua tokoh yang sangat-sangat menyebalkan, yaitu Rubim dan Almira. Entah apa masalah mereka, hingga sikapnya seperti titisan iblis. Pantas saja mereka menjadi pasangan.

Aku suka dengan relationship yang mereka bangun. Secara keseluruhan novel ini menyajikan kisah romansa yang ringan dan hangat, dan juga perjuangan mencari cinta di tengah kesibukan kerja.

Jangan terburu-buru dalam memilih pasangan, apalagi menikah karena tuntutan sekitar. Percayalah, tuhan akan mempertemukan kita dengan orang yang tepat, juga di waktu yang tepat.🤍

"Karena tujuan menikah adalah mau bertumbuh bareng. Kunci bertumbuh bareng itu menikah dengan orang yang tepat. Dan menemukan orang yang tepat itu butuh waktu, kesabaran, dan kepercayaan." —Rhysaka Abisatya.
Profile Image for AsChani.
1 review
July 30, 2026
First of all, Judul dan covernya Eye Catching banget menurutku. Buat yg pengen baca genre romance, lalu ketika pulang kerja mampir ke gramedia, ngeliat judulnya bisa aja tertarik buat beli.

Next, Aku suka cara penulis menggambarkan konflik batin dari Female Lead disini. Cukup realistis, ia ngasih waktu buat dirinya untuk sembuh perlahan. Tidak mematok kehidupan berdasarkan tuntutan sekitar juga. Sementara Karakter ML disini terlihat too good to be true,But still...yang dilakukan ML disini menurutmu bare minimum polll. Kalau FL punya kekurangan yang manusiawi, ML justru gak begitu keliatan kekurangannya apa. Aku suka ketika suatu tokoh punya kelebihan dan kekurangan, terasa lebih manusiawi, dan karakternya makin hidup seiring berjalannya cerita.

Interaksi mereka juga menghibur, sikap humorisnya klop bgt buatku. Sayangnya, aku merasa koneksi awal mereka terlalu cepat. Scene mabuknya kerasa kurang smooth, agak kaku dan kurang realistis juga reaksi dari tokohnya.

Furthermore, Tahap interaksi tokoh utama cukup menggemaskan buatku ya, mereka menghibur bangettt hahahhaha. Celetukan² dalam obrolan mereka realistis, apalagi tempat² yang digambarkan dalam ceritanya terasa hidup.

Next, soal tema office disini, gambaran pekerjaan para tokoh dideskripsikan dengan cukup baik ya. Job desc masing-masing dipaparkan, hanya saja rasanya agak kurang detail. Jikalau digali lebih dalam, mungkin akan punya impact office romance yang lebih mantap lagi.

Gak begitu kental di Office Romancenya, menurutku ceritanya lebih ke proses self recovery dari FL. Poin plus disini yaitu penggambaran konflik batin dari FL sangat jelas, penyelesaiannya juga oke menurutku ya.

So, kalau suka cerita romansa dengan konflik yg gak bikin pening, ada humor, interaksi lucu dan dialog yang bikin salting, novel ini recommended buat dibaca.
Untuk keseluruhan cerita, Novel Work Love Balance ini, aku ngasih ⭐3. Good Job mbak Michelle Che👍
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
162 reviews8 followers
August 1, 2026
"Kalau ada orang yang bikin kamu merasa worthless, artinya kamu jauh di atas mereka. Cut them off. Jangan mau turunin standar atau nilai kamu buat orang yang nggak menghargai kamu." - Pg. 113

Rawi Baskara - 31 tahun. Punya karir cemerlang, pintar, sukses, namun masih single. Tiba-tiba terbangun di kamar hotel bersama Rhysaka Abisatya yang ternyata adalah account officer baru di kantornya.

Rhysaka meyakinkan Rawi kalau malam itu tidak terjadi apa-apa. Tapi, kok malah Rhysaka semakin mendekat dan semakin sering berada di sekitar Rawi. Mana berondong pula. Rawi yang memiliki masa lalu kurang baik dengan mantannya merasa belum siap untuk membuka hati lagi, walau dihimpit tekanan dari sana sini.
.
Aku pertama kali tahu Rawi-Rhysaka pas judulnya masih Love in Credit di salah satu platform menulis online. Pas baca di sana tuh nggak bisa berenti. Penasaran terus. Eh, kejadian lagi dengan versi terbitnya. Sekian jam beres.
Ini bukan kali pertama baca karyanya penulis & aku suka, langsung klik banget sama tulisan kak Michi.

Balik ke cerita Rawi-Rhysaka, duh aku sih senyum-senyum banget. Mampu bikin hatiku yang aslinya lagi gundah gulana jadi tersipu-sipu malu. GEMES DAN MANIS BANGET SIH INI ORAAANG (re: Rhysaka). Beneran dia tuh hutan hijau yang hijau banget. Cukup menyayangkan kalo kakaknya (re: Rubim) dan calonnya pengen banget kujeburin ke laut. Hih!

Rawi juga menurutku bukan tipe perempuan yang menye-menye walau masa lalunya kadang bikin dia merasa kecil. Thanks to Tara dan Hasya sebagai garda terdepan support system Rawi. Keluarga intinya Rawi juga sebenarnya masih cukup hangat walau teteuuup namanya ibuk-ibuk kadang suka begitu. Tapi, budenya tuh no no no yah. No aja pokoknya. Aku sebel soalnya.

Terakhir.... Romancenya dapet, jokes bapak-bapaknya juga ada. Paket lengkap sih. Rekomen!

#MyBerondongGanteng
Profile Image for Selma Liesya.
1 review
July 24, 2026
Saat @gpuromance dan @bukugpu promosiin buku ini, tanpa berpikir panjang aku langsung ikut pre-ordernya dan telah sampailah buku ini dengan selamat di rumahku di bulan Juli 2026 ini.

RHYSAKA!!! Omygoodness! Sebagai penyuka novel metropop, aku happy banget setelah selesai membaca Work Love Balance alias yang kusingkat Wolobel ini. Apalagi karakter Rawi yang cukup relate dengan kehidupan in this economy, terutama sama aku pribadi sih wkwk, juga sudah di atas 30 tahun dan pernah dikecewakan oleh seseorang yang ia cintai tapi plot twistnya dia dihadapkan oleh kenyataan bahwa ada seorang brondong ganteng yang mencintainya dengan percaya diri dan terang-terangan tanpa malu sedikitpun, entah perihal gap usia maupun level karir diantara mereka.

'I wish keberuntunganku seperti Rawi', aku selalu berdoa selama membaca novel ini. Karena super langka sekali dan pasti dari POV Rawi itu agak impossible untuk layak dicintai oleh seseorang apalagi lebih muda daripadanya.

Cuma sangat disayangkan sekali untuk novel ini: KENAPA HALAMANNYA TIDAK LEBIH TEBAL LAGI? Wkwkwk. Karena judulnya menyangkut 'keseimbangan antara work dan love', mungkin bisa ditambahkan sedikit lagi konflik yang lebih menjadi sebuah keyakinan Rawi akan cinta Rhysaka kepadanya. Jadi bisa lebih nendang lagi untuk menjawab dengan segala pertanyaan para pembaca (mungkin) 'Oh, bisa loh work-love-balance itu, ga hanya work-life-balance aja.' Jadi sebagai pembaca pun akan lebih puas dan momenable banget dengan segala alur yang ada di novel ini. But this is just in my opinion aja yaa..

But overall, novel ini worth it banget untuk dibaca karena super menghibur dan banyak banget kalimat yang menjadi reminder kita. Salah satunya yang kuingat, intinya begini: menikah itu bukan perlombaan dan nggak perlu mempermasalahkan tentang gap usia, level karir, dan sebagainya. Selama keduanya saling mencintai, mau belajar satu sama lain, bisa saling berkomunikasi dengan baik, saling terbuka, dan 'saling' lainnya, ya nggak akan menjadi masalah untuk saat ini dan ke depannya kelak.

Yes, once again! I WISH ADA TOKOH SEPERTI RHYSAKA IN MY LIFE. Aamiin. ㅋㅋㅋ
Profile Image for Maulidah.
1 review
July 22, 2026
​✨Judul: Work-Love Balance✨
✍️Penulis: Michelle Che
🍂Genre: Metropop
📚Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
⭐Rating: 4.5/5

​Ada fase ketika satu-satunya hal yang tidak bisa kamu masukkan ke dalam to-do list atau rumus spreadsheet yang rapi adalah jatuh cinta💖

​Karier di dunia perbankan yang prestisius boleh saja terencana dengan matang dan penuh target sukses. Tapi gimana jadinya kalau hati kamu malah memilih jalan yang paling tidak praktis, yaitu jatuh cinta dengan seseorang yang usianya jauh lebih muda alias daun muda? Di saat kamu sudah menyusun masa depan profesional dengan begitu presisi, perasaan justru datang mengacaukan seluruh rencana logis tersebut.

​Itulah keseruan romansa dewasa yang bakal kamu temukan di novel Work-Love Balance ini karya kak Michelle che. Novel ini tidak menjadikan dunia corporate perbankan sekadar latar, melainkan bagian penting yang membentuk dinamika konflik, keputusan berat, dan gengsi antar karakternya. Pembaca akan diajak menyelami bagaimana susahnya memberi ruang bagi hubungan personal di tengah hidup urban yang terus bergerak super cepat.

​Kisah ini berpusat pada hubungan penuh kedewasaan namun manis antara Rawi dan Rhysaka. Kamu bakal disuguhkan dinamika hubungan yang sangat relate bagi para pekerja kantoran yang sering mengalami career burnout. Ketika karier yang sukses diadu dengan percikan asmara yang tidak terduga, Penulis dengan indah memperlihatkan bahwa hidup, dan cinta, tidak selalu harus berjalan kaku sesuai dengan rencana yang kita buat. Siap-siap dibuat gemas dan ikutan baper melihat cara mereka menyeimbangkan antara ambisi kerja dan urusan hati🤍

​Novel ini cocok banget buat kamu para pencinta Metropop dan pekerja korporat yang suka dengan cerita romansa perkantoran urban yang realistis, matang, minim drama kekanak-kanakan, sekaligus sedang berjuang mencari keseimbangan antara karier yang padat dan kehidupan personal.
​Yuk, langsung masukkan novel ini ke daftar bacaan kamu dan temukan jawaban apakah cinta atau karier yang akhirnya jadi pemenang❤✨
Profile Image for cel.
104 reviews5 followers
July 13, 2026
ARGHHHH gak tau kenapa dipertemukan sama buku ini tapi yang pasti mutual gue pasti tau lah ya kalo gue lagi oleng banget ke berondong??? dan pas baca buku ini gak berhenti nyengir!! soalnya karakter utamanya tuh berondong 🫵😣

dimulai dari Rawi yang agak trauma untuk bangun hubungan lagi sama orang baru, trus tiba-tiba dateng nih berondong green flag yang fafifu wasweswos yang berhasil menggoyahkan pertahanan Rawi. DAN YAP, gue nyengir brutaaallll 😂

ini buku sukses banget bikin salting dan kesemsem. alangkah lebih bagus kalo misalnya dibuat lanjutannya kali yah 🤭 tapi menurut gue sendiri, untuk pace di bukunya terlalu cepat sih. endingnya juga terlihat kurang pas karena kesannya jadi terburu-buru. mungkin bisa diperpanjang sedikit atau mungkin alurnya diperlambat. tapi overall suka sama buku ini karena bisa menyelamatkan gue dari reading slump :D

jadi buat yang lagi nyari buku romance ringan, bikin nyengir, bisa dibaca sekali duduk, dengan trope younger bf older gf, THIS BOOK IS FOR YOUUUUUU~
Profile Image for Semi.
87 reviews1 follower
July 30, 2026
Mixed feelings banget setelah baca ini. Glad, i finished this. Namun, dibeberapa sisi aku menyanyangkan ekspektasiku sendiri.

Terasa kering pada setiap karakternya, kaya kita kenal mereka dan sifatnya, tapi ga terlalu dalam dan terasa mengambang aja di permukaan. Paling mencolok buat aku, tidak ada rasa suka yang dibangun ke tokoh laki-laki sih. Kaya dia greenflag oke, tapi kaya terlalu apa ya, laki-laki ga punya temen gitu loh, cringe(?) satu-satunya yang menarik dari si Rhysaka ini adegan proposal dia di akhir, sih.

Terasa nanggung di beberapa kejadiaan terutama kejadiaan hotel itu, like woy?? What’s the problem?? Kaya tiba-tiba rahasia aman dan no beef sama sekali??

Last, tokoh antagonisnya yang iblis finalboss itu terasa timbul tenggelam aja. Sampai akhir aku kaya ga ngerasa puas sama closure mereka.

Overall, ceritanya ringan banget cenderung kaya bacaiin orang lagi butterfly era, not cup of my tea, tapi I finished this!!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for a.
28 reviews1 follower
July 18, 2026
2,75/5


Beli buku ini untuk cari hiburan aja sebenernya. Novel metropop memang sangat cocok untuk itu. Tapi, entahlah novel ini kayaknya memang bukan buat aku.

Aku merasa hubungan Rawi & Ryhs ini nggak dibangun dengan matang. Kayak, ya tiba-tiba aja terus melalui abc dan akhirnya jadi. Justru lebih tertarik dengan karakter Tara & Hasya di sini.

Ada cukup banyak typo yg mengganggu. Tapi yang menurutku cukup fatal ada di halaman 39 sih. Gimana maksudnya korporasi typo jadi koperasi. Jauhhh. Pls untuk cetakan selanjutnya fix all the typos.

Kalau biasanya aku akan baca ulang novel-novel metropop, kalo yang ini kayaknya enggak akan aku baca ulang.
Profile Image for Xell.
12 reviews3 followers
July 20, 2026
HALO INI ADALAH NOVEL TERCEPAT YANG AKU BACA DI
TAHUN INI... BENER-BENER NGGA ADA 3 JAM.. walaupun aku bikin thread dari hari sebelumnya tapi aku baru beneran baca malam ini sekitar pukul 21.00 dan bukunya habis pada buku
23.10.. DAN MENURUTKU BUKU INI WOW BANGET DAN BAGUSSS PARAAH

Buku ini mengangkat tema tentang culture di indonesia yang biasa nyinyir waktu wanita usia 30 keaatas belum menikah dan
memiliki anak. dan setelah aku baca novel ini aku makin sadar Kalo sebenernya alasan banyak wanita milih buat menunda pernikahan ya karena trauma di hubungan sebelumnya atau trust issues dalam memiliki hubungan serius. Aku juga jadi yakin kalo pernikahan bukan suatu ajang lomba siapa cepat tetapi tentang bagaimana memilih calon yang tepat dan bisa membuat kita merasa aman dan bahagia. Aku suka banget penggambaran tokoh dan alurnya karena aku beneran ngerasain tiap lembar dan beneran ngerasa terjun di dalemnya. Aku juga merasa di sayaaang banget habis baca novel ini dan beneran bikin hati jadi hangat dan mood jadi bagus

Aku beneran merekomendasikan semua orang untuk baca novel ini dan aku mau bilang kalo ini Jadi novel yang berhasil bikin aku SALTING 7 KELILING di 2026! Jadi kalo kalian merasa butuh buku yang heartwarming, kocak dan ringan tapi bikin greget AYO BACA IN!! karena kalian akan merasa di sayang sama Rhysaka
Profile Image for Readingwithhirai.
261 reviews7 followers
July 27, 2026
“Perempuan bukan barang yang punya label bekas atau kadaluwarsa. Memangnya kenapa kalau sudah berusia 30++ dan belum menikah? Bukankah sembuh dari luka dan berani bangkit dari masa lalu justru lebih penting dibandingkan asal membuka hati?”

Menyelesaikan buku Work-Love Balance dengan perasaan berbunga-bunga sekaligus terharu. Ada gemesnya, ada komedinya, ada tegangnya dan ada pula keselnya. Pokoknya semua rasa dan emosi itu terasa seimbang disajikan dalam satu alur cerita buku romance antara cewek 30++ dengan cowok brondong. Yap, lagi-lagi cowok brondong nih!! (otw masukin nama Rhysaka ke dalam koleksi brondongku). Di sini kita akan berkenalan dengan Rawi dan Rhysaka yang bertemu dalam momen memalukan. Namun siapa sangka awal mula yang membekas itu justru membuat keduanya sering berinteraksi dan tumbuhlah bunga cinta yang bermekaran. Rawi masih terjebak dengan luka masa lalunya, trauma ditinggalkan dan dinodai oleh mantan pacar membuatnya merasa tidak layak lagi dicintai. Sementara brondong ganteng Rhysaka cukup getol mendekati Rawi, bukan lagi hanya sekedar melontarkan gombalan melainkan disertai aksi nyata. Sosok Rawi dan Rhysaka tentu saja sangat berbanding terbalik termasuk karakter dan pemikirannya. Namun berbeda bukan berarti tak jodoh kan? Bisa jadi justru saling melengkapi.

Penulis memasukkan unsur toxic relationship dan manipulatif dimana lagi-lagi korbannya memang cewek dan ketika korban sudah mulai membuka lembaran hidup, mencoba bangkit bahagia justru direcokin intinya kebanyakan pelaku gak suka korbannya bahagia MEMANG SAKIT!!! KESEL BANGET! Aku percaya setelah rasa sakit pasti ada kebahagiaan meskipun terkesan seolah kita membuang waktu dengan orang yg salah namun bisa dijadikan pembelajaran agar mengerti apa yg salah dan apa yang seharusnya benar. Semua situasi di dalam buku ini terasa REAL!! Aku suka bagaimana penulis mendesripsikan pandangan masyarakat terhadap perempuan usia 30++ yang belum menikah seolah perempuan memiliki batas kadaluwarsa dan menjadi aib semua orang jika tidak kunjung mendapatkan pasangan. Padahal beban perempuan usia 30++ jelas banyak termasuk bagaimana memulai hubungan yang seimbang dengan pekerjaan sampai dengan skeptis masyarakat terhadap perempuan dengan pekerjaan settle namun belum juga menikah seolah mereka ini tidak ada prestasi terbaik selain menikah. Penggambaran kencannya juga sangat sederhana namun realistis mengingat keduanya adalah pekerja kantoran. Sosok Rawi memang pawangnya adalah Rhysaka, brondong dengan pemikiran dewasa yang mampu melindunginya.
Kilas trauma dan ingatan Rawi juga sangat valid tentang apa yang sudah terjadi dengannya di masa lalu. Kehancuran, rasa jijik, takut ditinggalkan dan merasa tidak berharga lagi memang nyata adanya. Dilema antara takut memulai hubungan baru dengan pria muda namun di sisi lain hatinya ingin memberikan kesempatan. Work-Love Balance menghadirkan kisah romansa komedi dengan kilas hubungan sakit yang menjatuhkan harga diri perempuan namun tak mampu berkilah karena masuk perangkap pria manipulatif. Rawi!! Rasanya pengen banget peluk kamu setelah semua luka yang kamu lalui secara dewasa akhirnya ada titik bahagia yang merujuk padamu. Kita itu perempuan bukan barang jadi tidak ada kata "bekas" ataupun "kadaluwarsa" karena kita tetap bernilai dan worth it untuk mendapatkan pasangan terbaik. Kita berhak dicintai ugal-ugalan!!! Kita berhak memilih dan membuka kembali sebuah hubungan.

Alur yang sat-set dengan konflik banyak yang cukup berani membuat pembaca dipertemukan dengan banyak kejutan di setiap lembar bahasan barunya. Sayangnya lapisan konflik dan beberapa hal janggal di dalam buku ini tidak sepenuhnya terjawab dengan gamblang. Beberapa hal seolah dipaksa selesai padahal bisa dikembangkan menjadi konflik baru yang lebih matang (konsekuensi jumlah halaman jadi banyak) atau mengurangi konflik yang tidak perlu bisa fokus satu sampai dua konflik saja, seperti halnya pertemuan yang memalukan itu, hubungan Rhysaka dengan mantan Rawi, kilas trauma Rawi sampai dengan datangnya Almira di beberapa lembar terakhir menjelang ending. Andai saja buku ini fokus dengan toxic relationship dan pertemuan memalukan antara Rhysaka yang menjadikan keduanya masuk dalam plot haters to lovers sepertinya lebih mengalir. Selain itu akan lebih mudah diterima jika Rhysaka sebenarnya adalah teman kantor Rawi sejak lama namun mereka tidak dekat hanya kenal nama. Namun ternyata Rhysaka memang suka dengan Rawi namun selama ini hanya memandang dari jauh. Setelah menolong Rawi yang mabuk dan terlibat dalam insiden memalukan itulah Rhysaka jadi lebih berani mengejar Rawi. Kalau dalam buku ini rasanya terlalu mudah bagi Rawi menerima pertemuan memalukan itu termasuk dengan kenyataan hubungan Rhysaka dan sang mantan belum lagi trauma atas toxic relationship yang dilaluinya. Begitupun tentang Rubim dan Almira juga banyak hal yang belum selesai namun dipaksa selesai.
By the way selain suka dengan hubungan Rawi Rhysaka nyatanya aku juga salah fokus dengan hubungan Tara dan Hasya yang MENCURIGAKAN WKWKWK apakah mereka ini bakal berlayar juga nantinya??? Dear kak Mici terimakasih sudah menulis kisah menggemaskan, lucu dan lekat dengan ketakutan banyak perempuan apalagi setelah berhasil keluar dari hubungan SAKIT! Pembaca yang suka dengan romansa ringan, lucu, gemas dan menggelitik bisa memasukkan buku ini dalam daftar bacaanmu bulan ini. Beberapa konflik memang terasa berat namun tak menjadi masalah cocok untukmu yang butuh selingan bacaan atau obat reading slump.

Cewek 30 Tahun ++ dan Cowok Brondong
Hal menarik yang disajikan dalam novel Work-Love Balance ini adalah dua tokoh utama di dalamnya yakni cewek berusia 30 tahun ++ dan cowok brondong yang terlibat dalam perasaan nyaman. Perbedaan usia memang sangatlah penting dalam mempengaruhi jalannya sebuah hubungan. Jika banyak miss komunikasi tentu saja hubungan terasa hambar. Uniknya Rhysaka memiliki karakter cukup dewasa sehingga mampu menyeimbangi sifat Rawi yang masih gampang kehilangan arah dalam mengambil keputusan. Rhysaka memiliki seorang kakak yang karakternya jauh berbeda dengannya bahkan bisa dibilang lebih bertanggungjawab Rhysaka dibandingkan sang kakak. Jadi bisa disimpulkan bahwa kedewasaan seseorang tidak bisa ditakar melalui usianya saja namun dari kebiasaan, pengalaman hidup dan tanggungjawab yang diembannya. Cewek 30 tahun ++ dengan cowok brondong? Siapa takut!! Inti sebuah hubungan adalah komunikasi. Selama komunikasinya lancar dan jalan terus ya udah trobos saja!

Memangnya Cewek Ada Batas Kadaluarsa untuk Menikah?
Buku ini menyinggung pemikiran kebanyakan masyarakat mengenai perempuan dengan usia 30++ yang belum punya pasangan atau belum menikah. Entah mengapa perempuan yang dilihat hanya bagian “belum menikahnya saja” padahal banyak hal yang sudah dicapainya seperti mendapatkan pekerjaan settle atau lulus dari perguruan tinggi. Rawi adalah perempuan mandiri yang sudah bekerja dengan gaji cukup nyatanya yang dilihat juga tetap bagian dirinya yang tak kunjung punya pacar ditambah sang adik sudah menikah duluan. Padahal tak semua orang paham apa yang terjadi, Rawi menangis sendirian meratapi masa lalunya, tubuhnya yang hancur dan sisa kenangan dari hubungan toxic itu. Rawi perlu pulih, tenang dan menemukan kembali rasa cinta terhadap dirinya sendiri. Intinya selesai dengan diri sendiri sebelum memulai hubungan baru dan semua itu harus diawali dengan keberanian. Di cerita ini Rawi memilih berani dulu membiarkan Rhysaka masuk dalam hidupnya dan itu adalah langkah terbaik.

Korban Toxic Relationship
Hubungan yang toxic tidak selalu berkaitan dengan luka fisik melainkan bisa juga langsung ke mental dan hati pasangan. Ada pasangan yang manipulatif mengatakan hal buruk pada kekasihnya seperti “Kamu gendut jelek nggak worth it yang mau hanya aku jadi jangan macam-macam.” “Kamu bisa apa tanpa aku? Kamu kan hanya di rumah nggak kerja nggak punya uang?” Kata-kata yang menusuk juga merupakan indikasi hubungan tidak sehat. Intinya jika kamu tertekan dalam sebuah hubungan dan merasa dipojokkan maka segeralah lari menyelamatkan diri. Satu-satunya orang yang bisa kamu percaya hanya dirimu sendiri jadi tetap berikan sedikit ruang untuk kecewa terhadap pasangan. Sama halnya dengan Rawi yang percaya sang mantan bisa berubah lebih baik bahkan memaklumi hal yang tak seharusnya dimaklumi. Rawi tertekan dengan usianya yang sudah 30++, tuntutan menikah dari keluarga dekat dan juga kalimat-kalimat manipulatif dari sang mantan. Hal inilah yang membuat Rawi tak bisa keluar dari sangkar dan dihancurkan secara sadar. Korban hubungan tidak sehat akan terus teringat kejadian tidak mengenakkan itu. Dampaknya apa? Saat memulai hubungan baru dia akan takut hal serupa akan terulang.

Hubungan itu Harus Ada Kata “Saling” Bukan Berjuang Sendirian
Perlu dipahami bahwa dalam sebuah hubungan memang harus selalu ada kata “saling” karena diisi oleh dua orang di dalamnya. Jadi kalau kamu merasa sendiri dan lelah sendiri percayalah hubunganmu tidak sehat karena effort keduanya memang harus seimbang. Hubungan Rawi dengan sang mantan jelas melelahkan karena dirinya selalu ditempatkan pada posisi salah untuk menutupi keegoisan Rubim. Rawi dipaksa untuk menurut atas hal-hal yang tidak diinginkan, dari sini terlihat yang mau hanya si Rubim sementara Rawi tak mau. Jika diteruskan maka pihak yang mengalah selamanya akan kalah dan hancur. Bukan lagi tentang saling mencintai namun satu sisi yang menghancurkan sisi lainnya. Bagus sekali Rawi bisa keluar dari hal menakutkan itu dan akhirnya bertemu dengan Rhysaka yang memberikan kata “saling” atas semua hal yang dilaluinya.

Apa yang Menarik dan Kurang dari Buku Ini?
Hal menarik dari buku ini adalah hubungan dengan perbedaan umur namun ternyata bisa dijalani bahkan jauh lebih baik dibandingkan hubungan sebelumnya. Kisah yang menggemaskan dengan sentuhan humor dan gambaran keseharian nyata seorang pekerja. Mereka jelas membutuhkan kisah gemas namun terbentur pekerjaan yang tidak ada habisnya. Ada sentuhan kisah masa lalu Rawi tentang toxic relationship dan juga ketakutan Rawi untuk memulai sebuah hubungan. Semuanya terasa nyata bukan hanya dari sisi dirinya sendiri melainkan tuntutan sekitar yang memintanya segera menikah. Rasanya seperti sangat nyata dan menyatu namun kembali lagi, buku ini mengajarkan kita untuk percaya bahwa semua perempuan berhak dicintai tanpa perlu mempertanyakan worth it tidaknya untuk diperjuangkan dan dimiliki.

Sayangnya buku ini terlalu banyak memasukkan konflik sehingga memberikan ruang janggal yang belum selesai namun dipaksa untuk selesai. Banyak bagian rumpang yang dibiarkan menjadi tanda tanya besar seperti penerimaan Rawi terhadap kejadian memalukan itu, hubungan Rhysaka dan mantan Rawi,. Kehadiran Almira dan mantan Rawi sampai dengan tanggapan orang tua Rhysaka terhadap Rawi. Mungkin jika beberapa konflik dipangkas dan fokus pada pengembangan konflik utama mungkin akan lebih menarik. Beberapa hal juga dibiarkan tanpa kepastian seperti kemana perginya Rubim dan bagaimana Almira setelah pernikahan dengan Rubim gagal karena pengakuan cintanya terhadap Rhysaka dan mengapa pihak Rawi biasa saja? Apakah memang tujuannya untuk memberikan gambaran penyelesaian masalah dari kacamata perempuan dewasa? Sehingga menghindari konflik receh yang hanya membuat pembaca tegang sebentar kemudian lega kembali?

Konsep, Penokohan, Alur dan Eksekusi Cerita
Dari segi konsep memang menarik dengan pertemuan tidak sengaja kemudian berlanjut dengan pertemuan intens membuat kedua tokoh akhirnya jatuh cinta. Tidak banyak tokoh yang perlu dikenal dalam buku ini bisa saja fokus dengan Rawi, Rhysaka dan Rubim (mantan Rawi). Alurnya linier dalam satu cerita meskipun bercabang sesuai konflik yang dihadirkan. Eksekusinya menarik hanya saja beberapa bagian masih terasa rumpang dan dipaksa selesai.

Pelajaran dan Pesan yang Diberikan dari Cerita
Work-Love Balance memberikan pesan bagus untuk para perempuan agar tidak lagi merasa kecil dan paham bahwa semuanya worth it diperjuangkan apalagi mendapatkan pasangan terbaik. Tidak ada label terlambat atau kadaluarsa karena masing-masing manusia memiliki waktunya masing-masing apalagi mulainya juga berbeda bukan? Dari hubungan masa lalu Rawi yang super menakutkan pada akhirnya Rawi mendapatkan Rhysaka yang sayang banget dan langsung memberikan kepastian untuknya. Hubungan dewasa yang tak lagi hanya baper-baperan atau main-main belaka namun tujuannya menikah. Bagusnya Rawi dipilih bukan karena Rhysaka memang sudah waktunya menikah dan harus memilih perempuan melainkan ya karena memang Rawilah tujuan Rhysaka untuk menikah. Buku ini juga mengajarkan kita untuk segera sadar atas hal-hal yang tidak wajar dalam sebuah hubungan biar bisa segera pergi sebelum semakin jauh. Kita dituntut berani melawan atas hak-hak yang sebelumnya sudah direnggut agar orang-orang yang menindas kita tak berani lagi menunjukkan muka.

Buku Ini Cocok untuk Siapa?
Buku ini memang ada konflik beratnya namun dikemas ringan sehingga tetap tidak menghilangkan sisi lucu dan menggemaskan dari cerita. Kamu yang suka dengan romansa dengan unsur komedi dan pesan mendalam terhadap mencintai diri sendiri sebagai seorang perempuan bisa banget memasukkan buku ini dalam daftar bacaan bulananmu. Banyak hal yang bisa dipelajari mulai dari kesenjangan usia, komunikasi dan ciri hubungan tidak sehat yang harus segera diakhiri.

Profile Image for Nunuy Majdiah.
1 review
July 23, 2026
“Yah… menikah memang bukan cuma butuh modal, tapi juga kesiapan mental.”-Rawi

“Menurut saya menikah itu bukan perlombaan, atau sesuatu yang harus dikejar, Wi.”-Rhysaka

Jujur, aku memutuskan untuk ikut PO novel ini karena merasa ada sedikit kemiripan antara aku sama Rawi—udah kepala 3, belum nikah, jomblo lagi.

Singkat cerita, Rawi yang tiba-tiba terbangun di hotel bareng Rhysaka—si Brondong Ijo Neon. Katanya sih gak ngapa-ngapain, tapi Rhysaka malah ngebetin Rawi.

Imo nih novel ringan, cocok buat bacaan pas lagi nyantai. Seru, lucu juga dan bagi aku relate sekali. Tbh aku gak nyangka ada konfliknya juga di sini, padahal ku kira nih novel lurus-lurus aja.

Jadi, ini rekomen bgt buat kalian yang suka banget ama romance dan gak mau bacaan yang berat-berat
Profile Image for Titantya.
7 reviews1 follower
July 13, 2026
Judul: Work-Love Balance 🏢
Penulis: Michelle Che

Aku memang punya soft spot di rakku buat novel-novel metropop, jadi waktu pertama kali lihat Work-Love Balance ini launching, aku langsung tertarik tanpa pikir dua kali. Dari judulnya saja, somehow dia kayak mewakili kehidupan budak korporat anak-anak nowdays yang setiap harinya berusaha cari keseimbangan antara karir, kehidupan pribadi, dan kesehatan mental juga. Ditambah cover-nya yang eye-catching dan cantik, rasanya susah buat nggak kepincut check-out buku ini. Selain itu, premisnya juga terdengar menarik. Dari blurbnya aku berekspektasi cerita ini tentang office romance yang akan berfokus pada kehidupan perempuan karier berusia 30-an dengan rekan kerja yang lebih muda, dibalut adanya mencari balancing love dengan berondong, hehehe.

MY REVIEW:
To be honest, aku sempat mengira novel ini bakal lebih banyak mengangkat hiruk-pikuk kehidupan dunia kerja. Soalnya Rawi diceritakan sebagai seorang Head of Account Officer, yang mana jabatan yang bisa terbilang oke untuk seorang bankir. Jadi kupikir kesehariannya bakal dipenuhi kerjaan yang seakan nggak ada habisnya, fokus mengejar karir dan posisi jabatannya itu yang membuat dia sibuk sampai nggak punya waktu buat sekadar memikirkan kehidupan percintaannya sendiri. Makanya judulnya work-love balance 🤭 Ditambah lagi ada trope perempuan yang lebih tua dengan laki-laki yang lebih muda, alias age gap dengan berondong yang kukira juga bakal dijadikan issue terhadap hubungan mereka. Kukira itu yang bakal jadi konflik utamanya. Ternyata dugaanku meleset, tapi nggak begitu mengecewakan juga, sih. Soalnya latar dunia kerjanya memang dibahas dengan cukup baik di sini, aku jadi lumayan punya sedikit banyak gambaran tentang kerjaan Rawi ini gimana. Tapi Work-Love Balance di sini, ternyata lebih banyak bercerita tentang perjalanan karakter Rawi sendiri yang perlahan berdamai dengan luka masa lalunya dan memberanikan diri membuka hati lagi setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang trauma hubungan masa lalu.

Rawi menurutku adalah tipe heroine yang terasa dekat dengan realita. Di usia ketika orang lain mulai sibuk membahas pernikahan, dia justru masih berusaha berdamai dengan luka akibat hubungan toxic yang pernah menghancurkan rasa percaya dirinya. Yang kusuka, penulis tidak membuat traumanya hilang hanya karena hadir sosok laki-laki green flag. Rawi juga tetap diselimuti adanya overthinking, rasa takut memulai hubungan baru, sampai kebiasaannya menjaga jarak juga dimunculkan berkali-kali sepanjang cerita. Buatku, ini salah satu bagian paling kuat karena proses healing untuk banyak sebagian orang memang tidak instan.

Lalu masuklah Rhysaka, si berondong yang ternyata pernah **** bersama Rawi di sebuah hotel. Kalau boleh jujur, awalnya aku mengira dia cuma akan jadi tipikal love interest yang too good to be true. Berondong, good looking, perhatian, sabar, romantis pula. 😎 Ah, pokoknya doi ini paket lengkap dari segala hal yang sering masuk list ‘what a woman wants from a man.’ Ya si Rhysaka inilah yang checklist semua kriterianya. Ijo mentok pokoknya. Dan ya, sampai akhir pun menurutku dia memang masih terlalu too good to be true. 😂 tapi, bukan sisi Green flagnya Rhysaka saja yang ingin kusoroti. Buatku, hal paling menarik dari karakternya adalah kesabarannya menghadapi tembok tinggi yang sudah lama dibangun oleh Rawi. Dia nggak cuma datang buat memperbaiki work-love balance-nya Rawi atau menjadi laki-laki baru yang otomatis menghapus semua luka masa lalunya gitu aja. Tetapi, Rhysaka hadir dengan konsistensi dan kegigihannya dalam memodusi si Rawi. Lewat deeptalk, action, dan all the little things yang menurutku cukup mulus si🤭 Right person at the right time and right place. Dia ini kayak ngasih unjuk ke kita, kalau hubungan yang sehat itu ada loh dan nggak perlu kita menormalisasikan perilaku pasangan yang toxic itu. Kesalahan atau salah memilih seseorang di masa lalu bukan berarti kita jadi nggak layak mendapatkan masa depan yang lebih baik. Itu poinnya.

Yang paling membuatku menikmati novel ini memang bukan di adegan-adegan romansanya atau latar dunia kerjanya, melainkan aku menikmati pesan dan perjalanan cerita yang ingin disampaikan penulisnya. Kak Michelle berhasil menggambarkan bahwa menjadi perempuan sukses dan punya karier mapan bukan berarti hidup otomatis bakal langsung enough. Rawi tetap punya ruang untuk merasa kesepian, takut, lelah, bahkan kehilangan arah sesekali. Apalagi di umur segitu dia mulai didesak supaya segera memiliki pasangan oleh orang-orang sekitar. Menurutku, sisi inilah yang membuat karakternya terasa dekat dengan kita.

Aku juga cukup menikmati gaya penulisan Kak Michelle yang ringan. Halaman demi halaman mengalir begitu saja dan cukup mudah untuk diikuti. Memang, di beberapa bagian menurutku narasinya terasa sedikit kurang luwes, tetapi penulis cukup detail dalam membangun suasana dan menggambarkan emosi karakternya. Bahkan ketika sedang membahas trauma atau kegagalan hubungan, semuanya nggak terasa seperti konflik yang sengaja dibuat aja. Tapi, ada rasa relate di sana. Kayak, “Oh, iya. Orang yang pernah terluka memang bisa sekompleks ini ketika harus memulai atau menerima hubungan baru.” Ada juga beberapa dialog dan kutipan yang menurutku cukup memorable dan layak buat dijadikan quotes.

Selain itu, aku suka bagaimana konflik di buku ini yang tidak harus diselesaikan lewat pertengkaran atau konflik besar. Konflik disellesaikan dengan refleksi, dan keputusan-keputusan kecil yang akhirnya membawa perubahan besar. Buat sebagian pembaca mungkin ritmenya terasa terlalu terburu-buru memang, tapu aku sih suka-suka aja dengan perjalanan Rawi di sini.

Meski begitu, menurutku kekuatan utama novel ini memang bukan pada plot twist atau konflik yang meledak-ledak. Work-Love Balance ini seakan ngasih tahu kita, sebelum sibuk mencari pasangan yang tepat, mungkin kita memang akan dihadapkan dengan hal-hal pahit dan perlu lebih dulu berdamai dengan diri sendiri. Sebab sebaik apa pun orang yang datang, kalau kita masih terus hidup dalam ketakutan yang dibawa dari masa lalu, menerima cinta yang sehat pun ternyata nggak semudah itu. Dan menurutku pesan itu berhasil sampai tanpa terasa menggurui.

Buat pembaca yang mencari office romance penuh intrik atau drama yang menggelitik, mungkin novel ini akan terasa kurang. Namun kalau lagi pengen baca kisah yang vibes nya berondong dan penuh bendera hijau bertebaran, serta banyak part yg quotable, Work-Love Balance ini WORTH TO READ!!! Apalagi sekedar untuk mengisi waktu luang.
2 reviews
July 31, 2026
​📚 Work-Love Balance
✍🏻 Michelle Che
📇 Gramedia Pustaka Utama
📑 296 halaman
✉️ Metropop, Romance, Office Romance, Slice of Life
⭐ 4.5/5 (in my opinion 🍵✨)

​⋆ ˚。⋆୨୧˚💼☕️˚୨୧⋆。˚ ⋆

​"Karena tujuan menikah adalah mau bertumbuh bareng. Kunci untuk bertumbuh bareng itu menikah dengan orang yang tepat. Dan menemukan orang yang tepat itu butuh waktu, kesabaran, dan kepercayaan." — 67 p.

BLURB🌟

Rawi Baskara: pintar, sukses, dan punya karier cemerlang sebagai head account officer di Bank Santara Capital.

Namun, hidupnya tidak berjalan semulus kariernya ia sudah 31 tahun, masih jomblo, dan suatu pagi terbangun di kamar hotel bersama Rhysaka Abisatya—account officer baru di kantornya!

Meski Rhysaka bersikeras tidak terjadi apa-ара malam itu, sıkapnya justru terus menunjukkan keinginan untuk mendekat. Rawi ragu, jelas belum siap membuka hatı, apalagi pada pria yang lebih muda darınya.

Namun, di tengah pekerjaan yang menumpuk dan tekanan yang terus berdatangan, mungkinkah ini kesempatan bagı Rawi untuk perlahan membuka ruang di hatinya? Dan mungkin, menemukan keseimbangan antara karier dan cinta yang selama ini ia abaikan?
.
​🕹 Pas awal baca buku ini, jujur aku langsung ngerasa relate banget sama isu yang diangkat! Work-Love Balance ini berhasil mengaduk-aduk emosi lewat dinamika kehidupan Rawi Baskara, seorang Head Account Officer sukses berusia 31 tahun yang kerap mendapat tuntutan dari keluarga besar karena status lajangnya. Atmosfer dunia kerja perbankan yang sibuk, ritme 9-to-5, sampai lelahnya menghadapi ekspektasi sosial tentang pernikahan disajikan dengan sangat realistis, kental, namun tetap dibalut humor segar yang bikin senyam-senyum sendiri🤭.

​📢 Ceritanya mengusung trope office romance dengan perbedaan usia (noona x dongsaeng, beda 6 tahun). Pertemuan awal Rawi dan Rhysaka Abisatya sebenarnya diwarnai insiden memalukan yang sempat bikin salah sangka. Namun, yang bikin seru adalah bagaimana hubungan mereka berkembang pasca kejadian itu. Bukannya makin canggung, interaksi mereka justru terbangun secara bertahap lewat komunikasi yang sehat. Nggak ada drama berbelit-belit atau missed signal yang bikin geregetan antar karakter utamanya, karena komunikasi mereka benar-benar sefrekuensi!

​🎥 Dinamika Karakter & Gaya Penulisan:
Dari segi gaya naskah, penulis mengemas cerita ini dengan narasi yang sangat dominan dialog mendalam dan interaksi antar tokoh yang hidup. Tulisannya mengalir cepat (page-turning), deskriptif dalam menggambarkan lingkungan kantor, dan lihai membangun suasana comforting.

​Karakterisasinya juga jadi nilai plus paling menonjol:
​Rhysaka Abisatya: Definisi cowok ijo matcha alias green flag berjalan🍵. Walaupun berondong, sikapnya sangat dewasa, straightforward, bapakable, dan penuh act of service. Dia nggak cuma pintar merayu lewat gombalan receh, tapi punya aksi nyata—bahkan tahu strategi untuk mengambil hati orang tua Rawi terlebih dahulu tanpa mempedulikan perbedaan usia mereka.

​Rawi Baskara: Sosok wanita karier yang mandiri tapi menyimpan trauma mendalam akibat hubungan toxic masa lalunya.

​Support System & Humor: Lingkaran pertemanan di kantor seperti Tara dan Hasya benar-benar menghidupkan suasana. Kelakuan Tara yang ngide mau membagikan profil LinkedIn Rawi ke circle-nya atau menyuruh memeriksa BI checking calon pasangan bikin komedinya terasa sangat reasonable dan relate di dunia nyata😭!

​📌 Dari sisi alur, temponya kerasa pas dari awal hingga menuju ending. Penyelesaian konfliknya dibuat cukup satset tanpa terkesan terburu-buru, dan penulis juga menyelipkan sedikit twist benang merah yang terhubung manis di antara tokoh utamanya.

​💥 Ulik Kelemahan Buku:
Kalau diulik lebih dalam dari segi kekurangannya, ada beberapa poin kecil yang bisa dicermati:
​Beberapa Typo Penulisan: Secara teknis masih ditemukan beberapa kesalahan pengetikan pada partikel seperti ‘ku’ dan ‘mu’, walau untungnya tidak terlalu mengganggu keasyikan membaca.

​Karakter Antagonis yang Terlalu Manipulatif: Kehadiran mantan pacar Rawi (Rubim) menghadirkan elemen toxic relationship dan gaslighting yang cukup pekat. Intensitas manipulasi karakter Rubim ini bisa bikin pembaca mendadak emosi atau merasa kurang nyaman di beberapa bab pertengahan.

​Eksekusi Konflik Utama Cenderung Aman: Bagi pembaca yang menyukai konflik percintaan yang dramatis, bertubi-tubi, atau penuh salah paham berat antar pasangan utama, buku ini mungkin terasa sedikit terlalu "aman" atau predictable karena hubungan Rawi dan Rhysaka pada dasarnya sangat stabil sejak awal.

​‼️ Overall, aku sangat merekomendasikan buku ini buat kamu yang lagi mencari bacaan clean romance dewasa yang menghibur, hangat, dan relevan dengan kehidupan pekerja modern. Buku ini bukan cuma tentang menemukan keseimbangan karier dan asmara, tapi juga tentang pentingnya menyembuhkan luka lama agar kita siap bertemu dengan orang yang mau menghargai kita sepenuhnya. Very recommended🌟!

#reviewbuku #worklovebalance
Profile Image for Miuwaaa.
1 review
July 30, 2026
4,5⭐

Not gonna lie, awalnya aku kira Work-Love Balance bakal jadi office romance yang yaudah... ketemu di kantor, jatuh cinta, ada konflik, terus selesai. Tapi ternyata setelah selesai baca, aku malah ngerasa kalau romance-nya bukan satu-satunya hal yang dijual di buku ini. Justru yang paling membekas buatku adalah perjalanan Rawi buat pelan-pelan berdamai sama dirinya sendiri.

Rawi ini menurutku karakter yang gampang banget dipahami. Di usianya yang sudah kepala tiga, dia terus dihadapkan sama pertanyaan yang mungkin buat sebagian orang terdengar biasa aja, tapi buat yang ngalamin pasti capek dengernya, "Kapan nikah?" Belum lagi dia masih dihantui masa lalu yang bikin dia kehilangan rasa percaya, bukan cuma sama orang lain, tapi juga sama dirinya sendiri. Dan aku suka bagaimana penulis nggak buru-buru menyelesaikan luka itu. Prosesnya terasa pelan, penuh keraguan, dan menurutku cukup realistis.

Sekarang kita bahas orang yang kemungkinan besar bakal bikin banyak pembaca ikutan senyum-senyum sendiri.

Rhysaka.

Ya ampun...

Awalnya aku sempat mikir, "Oke, cowok lebih muda enam tahun? Jangan-jangan nanti karakternya childish." Tapi ternyata ekspektasiku langsung dipatahkan. Rhysaka justru datang sebagai sosok yang dewasa, pengertian, dan tahu bagaimana cara memperlakukan orang yang sedang membawa banyak luka. Dia nggak pernah kelihatan memaksa Rawi buat cepat membuka hati. Sebaliknya, dia memberi ruang, tetap hadir, dan menunjukkan keseriusannya lewat tindakan. Dan menurutku itu jauh lebih manis dibanding seribu gombalan.

Aku juga suka banget sama dinamika mereka. Hubungannya nggak terasa terburu-buru, komunikasi mereka enak diikuti, dan chemistry-nya dapet banget. Ada banyak momen yang bikin aku senyum sendiri tanpa sadar. Ditambah lagi jokes receh yang diselipkan di beberapa bagian berhasil bikin suasana tetap ringan. Tara juga sukses jadi mood booster setiap kali muncul. Celetukan-celetukannya receh, tapi justru itu yang bikin suasana cerita terasa hidup.

Walaupun judulnya Work-Love Balance, menurutku buku ini bukan cuma soal romance di lingkungan kerja. Ceritanya lebih banyak membahas bagaimana seseorang mencoba menyeimbangkan karier, tekanan dari lingkungan sekitar, dan keberanian untuk membuka hati lagi setelah pernah dihancurkan. Latar dunia perbankannya memang nggak terlalu mendominasi, tapi cukup terasa untuk mendukung keseluruhan cerita.

Salah satu hal yang paling aku apresiasi adalah pesan yang dibawa novel ini. Tentang bagaimana perempuan tidak punya batas waktu untuk menikah. Tentang bagaimana menikah bukan perlombaan. Dan tentang bagaimana memilih orang yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi ekspektasi orang lain. Pesannya sederhana, tapi menurutku kena.

Tapi bukan berarti buku ini tanpa kekurangan.

Ada beberapa konflik yang menurutku selesai terlalu cepat. Padahal waktu konfliknya mulai memanas, aku udah siap dibuat ikut emosional. Sayangnya beberapa penyelesaiannya terasa terlalu mulus. Ada juga beberapa bagian yang menurutku masih bisa dieksplor lebih jauh supaya dampaknya terasa lebih kuat. Jujur aja, aku masih pengen lihat beberapa konsekuensi dari konflik yang muncul, bukan langsung selesai begitu saja.

Terus... maaf ya, tapi Rhysaka ini kadang terlalu sempurna. Sampai ada momen aku cuma bisa mikir, "Mas... kamu beneran manusia?" WKWKWK. Aku pribadi suka karakter yang punya sisi kurangnya juga, jadi kalau Rhysaka dikasih sedikit lebih banyak kelemahan, mungkin dia bakal terasa lebih relate sebagai manusia biasa.

Overall, aku menikmati buku ini dari awal sampai akhir. Pace ceritanya nyaman, dialog-dialognya mengalir, romance-nya manis tanpa terasa berlebihan, humornya pas, dan pesan yang dibawa juga nggak terasa menggurui. Ini tipe cerita yang bikin hati hangat, bikin senyum-senyum sendiri, tapi di saat yang sama juga ngingetin kalau proses sembuh itu memang nggak bisa dipaksa.

Dan mungkin itu yang paling aku suka dari Work-Love Balance.

Bukan karena ceritanya dipenuhi momen romantis, tapi karena buku ini mengingatkan kalau orang yang tepat nggak akan datang untuk menyembuhkan semua luka kita. Mereka hanya akan menemani prosesnya.

Oh iya...

Kalau suatu hari ada yang nemu Rhysaka versi nyata, tolong kabarin aku ya.

Aku cuma mau memastikan kalau cowok se-green flag ini benar-benar ada di dunia nyata, bukan eksklusif penghuni dunia fiksi doang. 😭🤍
Profile Image for Amaniya.
31 reviews
July 12, 2026
Ngaku dulu deh, aku beli novel ini karena tergiur promosinya di medsos GPU. Blurb-nya menarik, covernya cantik dan ML-nya berondong ganteng yang green flag abis. Cukup menjanjikan untuk memenuhi seleraku.

Work-Love Balance adalah office romance yang mengangkat tema kegelisahan wanita lajang di sebuah bank dalam usaha menemukan jodoh idaman. Isu kekerasan seksual terhadap wanita dikemas menjadi bagian dari konflik internal yang dihadapi Rawi—sang FL.

Rawi pernah mengalami date rape yang dilakukan oleh mantan pacarnya sebelum akhirnya dicampakkan begitu saja. Dia menjalani lima tahun berikutnya dengan dibayangi trauma yang membuatnya menutup diri rapat-rapat. Seolah kehidupannya belum cukup sulit, lingkungan keluarga yang toksik menuntut Rawi untuk segera mencari pasangan dan menikah—tak peduli bagaimana caranya.

Untungnya Rawi punya Tara dan Hasya—support system yang selalu siap sedia untuk membantunya. Sampai akhirnya, Rhysaka—si berondong green flag—hadir menawarkan harapan di tengah dilema dan trauma yang dihadapi Rawi. Bersama Rhysaka, Rawi mendapatkan semua hal yang dia dambakan—cinta, dukungan dan penerimaan.

Kira-kira begitu garis besar ceritanya.

Sayangnya, aku gagal berempati dan bersimpati dengan para tokoh utamanya. Rawi nggak punya kelebihan spesifik yang seharusnya jadi alasan bagi Rhysaka untuk mendekatinya. Karakternya flat, mengarah ke damsel in distress yang nyaris selalu bergantung sama orang lain.

Rhysaka juga nggak se-green flag yang di-sounding di promosi novelnya. Apa yang dilakukan Rhysaka untuk Rawi tuh asli standar banget—bare minimum. Nggak sampe yang gimana-gimana gitu. Intinya jauh dari ekspektasiku.

Selain itu, gaya penulisan ceritanya terlalu sederhana untuk ukuran Metropop. Ringan banget, jadi kayak baca teenlit. Alih-alih karyawan kantoran, tokoh-tokohnya jadi kayak mahasiswa yang lagi magang di bank. Dibilang dewasa nanggung, tapi usianya juga udah nggak remaja lagi. Aku juga gagal menemukan chemistry antara Rawi dan Rhysaka. Nggak ada percikan-percikan yang bikin pembaca merasakan lebih jauh ketertarikan di antara mereka. Pun nggak ada momen 'butterfly in the stomach' yang selayaknya muncul dalam novel romansa. Pembaca (khususnya aku) cuma tahu Rhysaka naksir Rawi, pedekate secukupnya, jadian, selesai. Problem yang muncul di sela proses itu cuma sebatas numpang lewat karena langsung diselesaikan dalam waktu singkat.

Hal lain yang mengganggu buatku adalah dialog tokoh-tokohnya. Penggunaan bahasa baku pada sebagian besar dialog—antara Rawi dan Rhysaka—terasa kaku dan kurang alami. Beberapa malah terkesan seperti sedang ceramah. Menurutku, daripada mengatakan 'Ayo makan, Sayang' lebih alami kalau dituliskan 'Makan yuk, Yang.' Aneh aja sih kalau pacaran pakai bahasa baku. Toh, meskipun dalam lingkungan kerja, kita juga nggak bicara menggunakan bahasa baku—kecuali untuk situasi tertentu seperti saat meeting, menghadapi klien, dll.

Oh ya, aku juga menemukan beberapa typo—korporasi ditulis koperasi, seharusnya 'kakakku' ditulis 'kakakmu' dan kesalahan penulisan lafaz istighfar: 'astagfirullahadaladzim'. Sepele tapi mengganggu kenyamanan membaca.

Dari awal cerita sebenarnya sudah ada hal-hal absurd (misalnya, adegan di kamar hotel. Dalam kondisi mabuk, Rawi menolak memakai lagi kemejanya yang terlanjur dilepas, tapi nggak menolak waktu dipakaikan kemeja Rhysaka. Like, why gitu lho?). Makin ke belakang alurnya makin datar dan bikin bosan. Hampir tiap bab ada adegan makan—mulai dari nasi goreng kambing, bakmi GM, es krim, bakso Malang, makanan Korea, Hokben, sampe dessert. Ini pacaran atau wisata kuliner? Apa ya nggak ada kegiatan lain—yang lebih kreatif—untuk quality time berdua selain makan? Hadeeh.

Yang bikin aku bertahan baca novel ini mungkin keberadaan Hasya dan Tara. Mereka ini jauh lebih pantes jadi tokoh utama secara karakter mereka unik, rame dan gaya bicaranya mengalir alami—nggak pakai bahasa baku. Chemistry mereka berdua juga dapet banget. Seru dan lucu. Ada gemes-gemesnya juga. Sayang banget mereka beda server. Well, tanpa mereka, mungkin aku bakalan DNF.

Kesimpulannya, aku suka tema dan isu yang diangkat di novel ini, tapi nggak sreg sama cara penyajiannya. Seandainya novel ini ditulis dengan cara yang berbeda—lebih dewasa dan detail—mungkin bisa jadi lebih menarik.
Profile Image for Day Nella.
317 reviews6 followers
July 31, 2026
Salah satu work place romance yang tipe akuuu bangett dan berlatar di dunia perbankan.
Tokoh utamanya adalah Rawi Bhaskara seorang Head Account Office yang usianya menjelang 32 tahun dan berstatus lajang.


TAHUUU BANGET RASANYA KAYAK GIMANA ketika keluarga udah misuh misuh soal status lajang. Dilangkahi nikah beberapa kali dan belum juga bawa pasangan berakhir ribut semua. Seakan kalau belum nikah itu jodohnya makin jauh.

Tapi, jujur. Rawi tuh keren. Dia nggak yang berpikiran sempit, nggak mau kepancing emosi dan berusaha menjaga jarak dari rentetan pertanyaan menohok, sampai sindiran tajam. Tetap legowo meski tekanan datang dari keluarga semua. Sayangnya pihak kerabat tidak mau tahu Rawi bagaimana. Jodoh tidak datang jatuh dari langit. Semua butuh proses. Kalau belum datang, apa mau dikata. Nggak bisa kan menikah main comot aja.
Ucapan Tara dan Tasya yang bikin adem juga begitu menyentuh.


"𝘽𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙞𝙝 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙖𝙣, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙜𝙚𝙧𝙨𝙖𝙣𝙜-𝙜𝙚𝙧𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙢𝙖𝙩. 𝙆𝙚𝙨𝙚𝙥𝙞𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖, 𝙜𝙪𝙮𝙨. 𝘼𝙥𝙖𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙪𝙨𝙞𝙖, 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙞𝙣𝙜𝙠𝙪𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙘𝙞𝙡 𝙙𝙖𝙣 𝙘𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧𝙪𝙣𝙜 𝙞𝙩𝙪-𝙞𝙩𝙪 𝙡𝙖𝙜𝙞." 𝙥. 36

"𝗞𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗹𝗼 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗻𝗮𝗹 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗮𝗿𝘂, 𝗪𝗶 𝗡𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗯𝘂𝗿𝘂-𝗯𝘂𝗿𝘂 𝗷𝗮𝘁𝘂𝗵 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗸𝗼𝗸, 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘁𝗮𝗵𝘂 𝗹𝗼 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗻𝗲𝗺𝘂𝗶𝗻 𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶 𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗹𝗼 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮." 𝗽 𝟭𝟭𝟳
-
Latar dunia kerjanya kuat dan bukan tempelan semata. Konflik dan isu yang dibangun begitu related dengan perempuan berkarier. Tekanan kerja ditambah tekanan dari keluarga yang mengukur keberhasilan seorang perempuan dari status pernikahannya.
Padahal sejatinya menikah bukan tuntutan seperti perlombaan. Semua butukesiapa dan kesiapan untuk membuat jalan hidup sendiri.
Suka banget dengan cara penulis menyisipkan motivasi melalui tokoh utama dan para tokoh pendukung. Tidak hanya menceritakan kisah cinta saja. Tetapi mengajak para pembaca untuk mempertanyakan keyakinan atau norma norma aturan yang selama ini dianggap wajar.

Salah satu novel yang memiliki isu sosial yang kuat dibalik romansa cinta kehidupan berkarier seorang wanita. Stigma terhadap perempuan lajang, tekanan keluarga, hingga cara masyarakat memandang pilihan hidup seseorang.

Suka banget dengan penyelesaian yang dibangun penulis melalui pendekatan yang elegan dari seorang Rhysaka. Tara & Hasya, teman kerja yang selalu support dan membantu Rawi untuk keluar dari luka masa lalu yang terus mengikuti.

Cocok banget buat kalian pecinta genre romansa office. Yang nggak mesti harus kejar target menikah seperti mengejar target kejar nasabah. Nikmati hidup dan jodoh tak akan ke mana. Akan selalu ada cara Tuhan mempertemukan kalian dengan seseorang yang akan jadi pasangan masa depan.
1 review
July 21, 2026
Honestly, i'm not into romance that much, jadi gak tahu apakah bisa review buku ini atau engga. First of all, buku ini tentang Rawi yang in her kepala tiga age dapat banyak tekanan untuk segera menikah, dia juga punya pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan (dalam hal romansa) kemudian bertemu dengan Rhysaka, intern di tempat kerja nya.

Umh.. It is a good, but didn't meet my expectation (once again, as someone yang jarang baca romance). Pace nya cepet, cepet banget malah, satset satset yang sometimes bikin aku merasa unreal, yaa gimanapun ini fiksi sih 😭tapi jatuhnya terlalu banyak kebetulan kebetulan yang terjadi dalam waktu beberapa bulan aja, ekspektasi aku akan mendapatkan romance slowburn antar cowerker, yang romance nya fokus ke bangun hubungan mereka dari sisi coworker, ternyata engga ˙◠˙

Romance nya dibangung dari mungkin yang pertama kebetulan or so called takdir, kemudian ML yang fall first (karena dia merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan FL nya yang padahal gak banyak dijelaskan juga dalam ceritanya bagian komunikasi nya tuh), waiting for the FL to heal herself, fight together for their love, then happy ending.

Hal yang aku suka dari buku ini, bagaimana penggambaran budaya Indo nya tentang tuntutan menikah ketika telah lewat usia 30 tahun, and then gimana banding bandingin jalan hidup orang, juga soal dilangkahi menikah. Sebetulnya aku belum related, karena keluarga bukan tipe yang suka banding bandingin hal semacam itu, but I think ini describe banyak budaya masyarakat di Indonesia, dan buku ini berhasil menggambarkannya. Aku juga suka HIJAU NEON NYA RHYS DISINI, his act of service just a 10 (walau cukup terasa fictional karena pembangunan hubungan mereka nya cukup kilat).

And for the con, aku gak tahu ini just didn't meet my expectation atau emang cerita ini bisa dikembangkan lebih luas. Mungkin memang cerita nya dibuat ringan, tipe cerita yang bisa jadi comfort reading, but since buku ini angkat tema pekerjaan, I wish I can find worker vibes nya lebih banyak dari ini. Gimana hubungan karakter nya dibangun lewat pengalaman pengalaman kerja, apalagi FL punya posisi yang tinggi, kaya... bisa loh karakter atau hubungan mereka dibangun dari situ juga kayanya, tapi justru hubungan mereka ini banyak dibangung dengan memunculkan konflik masa lalu, yang justru memudarkan nilai tema "work" nya ini.

Overall, bagus kok buku nya! Tapi kalau untuk tema "work" masih perlu ditambahkan lagi mungkin ya, karena ini kaya setting nya aja yang kantoran, tapi hubungan selama di kantor nya itu ga terlalu dibangun (especially di romance nya). Nice experience ⋆˚࿔
Profile Image for Leea Hapsari.
100 reviews2 followers
July 30, 2026
Judul novel ini sangat menarik dan menjanjikan cerita yang potensial, meskipun temanya sangat klasik. Seorang perempuan berusia 31 tahun, lajang, punya karir gemilang, dan mapan secara finansial. Bahkan yang lebih klasik dan too good to be true adalah hadirnya cowok brondong yang punya karakter hijau banget jatuh cinta mampus sama perempuan ini.
Secara ide dan tema, novel ini akan menarik untuk dibaca.
Memang benar, novel ini asyik untuk dibaca karena punya bahasa yang ringan dengan alur yang mudah diikuti. Namun, secara pengembangan karakter, novel ini terlalu dangkal. Penulis novelnya terlalu membuat karakter dalam novel hitam-putih. Antagonis yang dihadirkan terlalu antagonis, dan karakter utama cowoknya terlalu baik.
Secara logika, tidak mungkin dua orang anak yang dibesarkan oleh orang tua yang sama mempunyai karakter yang jauh berbeda tanpa ada penyebab atau cerita yang melatarbelakangi perbedaan tersebut. Rhysaka di novel ini digambarkan amat sangat baik dan dewasa, sedangkan kakak kandungnya, RUbim, digambarkan egois, narsis, gak sayang orang tua, dan tidak bisa menghargai perempuan. Semua hal yang buruk dilekatkan pada Rubim tanpa ada cerita kenapa Rubim bisa seperti itu dan sangat berebda dengan Rhysaka. Karakter calaon istri Rubim juga digambarkan antagonis sekali.
Oleh karen itu, membaca novel ini seperti menonton sinetron Indonesia yang jalan ceritanya mudah ditebak.
Jujur, saya cukup menikmati novel ini, bahkan berharap cerita semakin menarik saat Rawi mengetahui fakta bahwa Rhysaka adik dari Rubim, mantan pacarnnya, yang menorehkan trautam untuk Rawi. Sayangnya, penulis memilih untuk tidak memperlihatkan pergolakan batin Rhysaka. Bahkan novel ini tidak menunjukkan adanya kedekatan antara Rhysaka dan kakaknya tanpa ada alasan yang jelas.
Jadi, meskipun novel ini bertema perempuan usia 30 yang belum menikah, ceritanya justru lebih mirip teenlit, bukan metropop. Novel ini lebih cocok dibaca perempuan usia belasan dan dua puluhan tahun, bukan perempuan-perempuan mapan usia 30 tahun ke atas.
Displaying 1 - 30 of 30 reviews