Jump to ratings and reviews

Grey Chamber

Sudah sepuluh tahun Fara seorang diri merawat ibunya yang mengidap skizofrenia. Selama itu pula Fara mengorbankan masa mudanya, menelan stigma dari orang-orang sekitar, dan membangun tembok dari dunia. Pekerjaan barunya adalah satu-
satunya yang menopang mereka berdua.

Saat itulah Fara bertemu Dante, pria arogan yang menyerobot antreannya. Walau awalnya antipati terhadap pria itu, Dante selalu muncul saat Fara butuh bantuan. Ketulusan pria tampan itu menggoyahkan dinding pertahanan Fara.

Meski trauma karena dihina dan dijauhi semua orang karena kondisi ibunya, Fara ingin membuka hati untuk Dante. Namun, apakah dia berani mengambil risiko saat hidupnya sendiri berada di ujung tanduk? Atau akankah dia kembali dikecewakan realitas dan harus melepas impiannya untuk hidup normal?

260 pages, Paperback

Published June 24, 2026

Loading...
Loading...

About the author

Bey Tobing

8 books7 followers
Carolina Betty Tobing, usually called by her nickname Bey, was born in Rumbai, Pekanbaru. She was graduated from Trisakti University as a Bachelor Economic, and now she resides in Jakarta.

She fell in love with writing when she was in Elementary and it became her passion ever since.

In 2010, her writing had succesfully gotten into top 20 (out 0f 300 novels) of "100% Roman Asli Indonesia" which held by Gagas Media. She also attended a film-making class in order to learn how to visualize a writing and how to deepen a figure's character.

Aside from writing, Bey loves to spend her spare time by reading books and travelling. She said that many inspirations could come up whilst traveling.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (12%)
4 stars
6 (75%)
3 stars
1 (12%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for aynsrtn.
661 reviews28 followers
July 7, 2026
Grey chamber, begitulah Fara menyebut kamarnya Monoton, gelap, dan tidak menarik.

Hidup Fara dihabiskan untuk mengurus ibunya yang mengidap Skizofrenia. Ayahnya telah meninggal. Karirnya berpindah-pindah jika lingkungannya mengetahui bahwa Fara memiliki ibu yang gila. Hidup Fara kacau sampai di titik untuk jatuh cinta pun Fara tidak berani. Siapa yang ingin bersama seseorang yang mempunyai ibu yang gila? Sampai ia bertemu Dante, seseorang yang “menyebalkan” yang merebut antriannya saat sedang mengantri kopi.

Being a caregiver is not easy.
Berat banget. Melihat bagaimana Fara harus was was setiap hari karena takut ibunya kenapa-napa. Berkali-kali harus izin pulang lebih dulu saat ibunya kambuh. Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk berobat. Menjadi caregiver benar-benar menguras emosi, mental, fisik, bahkan finansial.

Ada adegan di mana Fara berandai-andai jika ibunya meninggal, semua akan lebih mudah. Meskipun rasanya sangat manusiawi dan … wajar? Adegan itu sungguh hooked sekali dan menandakan bahwa karakter Fara itu benar-benar manusiawi. Dia bukan karakter pemeran utama yang dibuat tanpa cela, too good to be true. Fara ini sangat dekat dan nyata dalam merepresentasikan para caregiver dengan segala kelelahan yang menderanya.

Metropop dengan isu kesehatan mental.
Berada di lini metropop, buku ini tidak fokus pada hingar bingar ibu kota dengan segala keglamorannya, tetapi lebih menekankan pada isu kesehatan mental yang begitu kental. Skizofrenia dan depresi. Sangat terlihat penulisnya riset dengan baik untuk awareness isu ini.

Beberapa hal tentang skizofrenia yang aku dapat dari buku ini:
- Warna-warna memberi pengaruh baik untuk pasien skizofrenia. Warna terang seperti biru muda, kuning, atau hijau lembut bisa meningkatkan energi dan suasana hati. Warna pastel seperti biru muda, hijau pastel, atau krem dapat menenangkan.
- Pasien RSJ dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan gaduh-gelisah itu ditangani di ruang intensive care, dan golongan tenang masuk kedalam ruang intermediate care.
- Skizofrenia paranoid ditandai dengan melakukan perilaku agresif secara berulang dan menetap.

Chemistry Dante & Fara.
Dante ini dibilang hijau banget juga iya, tapi di awal dia memang agak bossy(makanya menyerobot antrian), dan di saat konflik lagi menumpuk, dia juga ada fase keselnya juga. Manusiawi sih. Aku suka bagaimana penulis menuliskan karakter Dante, bukan hanya melengkapi Fara, namun juga ada perjuangan internalnya tersendiri yang dihadapi bersama-sama.

Sebagaimana novel romansa metropop, Dante-Fara ini skinship tipis-tipis, namun sekalinya ada, sukses membuat menjerit. Kebersamaan mereka itu bagaikan, “you’ve got my back, don’t worry.” Dante yang diam-diam melindungi Fara, sungguh jentelmen. Whoahhh, 1 kantor butuh 1 Dante.

Konflik dan pengembangan karakter.
Ada satu konflik yang bermanifestasi bagai efek domino yang membuat para karakter utama mempertanyakan keyakinan dirinya, lalu mengatasi konflik itu dengan kekuatan cinta *tsahh. Dan efeknya tuh aku suka. Aku suka karena dengan itu Fara jadi punya temen. Dengan itu Dante jadi nggak misterius seperti CEO yang sedang menyamar. Penasaran? Baca bukunya deh, hihi.

Rekomendasi.
Akhir kata, novel ini adalah comeback stage penulis setelah 6 tahun. Jika kamu suka metropop dengan balutan isu kesehatan mental, buku ini bisa banget untuk kamu baca.

🌹 4 bintang untuk pelukan ibu kepada Fara.
Profile Image for Aisyha.
93 reviews
Did Not Finish
August 16, 2026
I think the reason why i dnf this book is simply cuz the narration and the dialogue type are just not my cup of tea (obviously not in a negative way) :)
Profile Image for Azcaile Gita.
3 reviews1 follower
September 28, 2026
Banyak bgt nangisnya baca ini karena merasa relate semua semua apa yg dirasain fara :")

Buku ini bener2 ngerepresentasiin gmn perasaan sbg caregiver dan menurutku gaafa yg missed. Baca ini jg jd pengen peluk faraa 😭🫂

Also about dante. Bener-bener tipe cowo yg dibutuhin bgt sama orang kaya fara dannn semua caregiver cewe di dunia (menurutku) 😭 when he said "I've got your back" duhhh nyes sampe dada, kayakk "gue ada yang temenin nih? Seriusan gasih?!" Dan fara yg susah untuk vulnerable juga dapaattt dipahami bgtttt

Big applause for this book 💝
Displaying 1 - 3 of 3 reviews