Serombongan muda-mudi mengunjungi gedung sekolah lama mereka untuk bernostalgia. Ketika seseorang di antara mereka mengusulkan sebuah permainan pemanggilan arwah, firasat Gaby mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi, sehingga dia menelepon kekasihnya - Baron - agar datang menjemput. Dua jam berikutnya, Baron datang sendirian. Panggilan teleponnya tidak pernah terhubung, dan pesan Gaby terputus semenjak gadis itu mengatakan bahwa upacara telah dimulai. Sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Baron masuk ke dalam sekolah, hanya membawa senter dan jas hujan.
kungguru-kaskuser Epic banget ceritanya. Gaya penulisannya keren, gan, ane takjub.
ngarouz - kaskuser Keren banget, ini baru namanya cerita horror! :D Gaya berceritanya enak jadinya seremnya dapet banget, imajinasi gue jadi liar ngebayangin situasi di sekolah itu, gue jadi kayak ada di dalam cerita.
Mogul kahri - kaskuser Astagaa gak nyangka gue kalo cerita ini bener - bener produk lokal. Dari segi alur cerita, latar belakang, karakter dari setiap pemain... semuanya benar-benar bikin jantung pengen lompat.
huweee....... pretty good this book is. Sekilas jadi teringat Battle Royale, tapi di sini kurang seremnya. kurang tegang. tapi tetep seru. Awalnya bagus banget, meski ke belakang makin bosen dengan kalimat2 percakapan yang datar dan cliche. But again, meski plot twistnya juga ok, it was expected, i'm not even surprise. BUT this is good indeed. *puas baca, ga bikin pening*
Sumpah ini buku bikin kebayang-bayang mulu abis aku baca.. Minakonya itu loh aduh. And Baron, dia menurut aku so sweet banget karena rela ngorbanin keselamatannya demi nolongin Gaby uhh.. Akhir buku ini bikin aku takut main petak umpet sumpah ..
Bagus banget novelnya, bener-bener mencekam dan kelam banget. Satu-satunya persoalan waktu baca novel ini adalah kadang saya suka bingung sama deskripsi lokasinya karena emang suka pindah-pindah tempat.
Seandainya di halaman awal disertakan gambar denah sekolah ini mungkin bikin lebih mudah mengikuti alur ceritanya
Unlike any other horror stories/books, this book instills fear to the reader by providing a lite, easy to understand story with some creepy twists that will always stick in your head. Beware!
Menemukan buku ini pada tahun 2015, waktu itu iseng saja membelinya, baca sinopsisnya cukup keren. Cerita dibuka dengan tokoh utama Baron yang datang terlambat pada acara reuni sekolah, rupanya beberapa temannya sudah memindahkan acara reuni itu pada gedung sekolah mereka sambil memainkan permainan yang cukup unik, disebut dengan Hitori Kakurebo, permainan petak umpet dari jepang. Hide and Seek Alone. Atau juga bisa disebut sebagai Petak umpet Minako, karena permainan ini menggunakan benda atau medium boneka yang diberi nama Minako.
Tokoh-tokohnya meski cukup banyak, tapi semua berperan penting. Orang pertama yang memberi saran untuk melakukan permainan adalah Vindha, sahabat dan sekaligus teman dari TK Baron. Saat hampir tengah malam, kekasihnya Gaby mengirim pesan yang menurutnya sedikit aneh dan mengherankan. Karena khawatir Baron langsung menuju sekolah bekas SMA mereka. Bukannya menemukan teman-temannya, pemuda ini malah menemukan keanehan demi keanehan.
Keterlambatan Baron menjadi salah satu keberuntungan, dia tidak ikut dalam ritual pemanggilan arwah, harusnya dia bisa tidak ikut dalam permainan, tapi karena ingin menyelamatkan kekasihnya, Baron mau tidak mau jadi terlibat.
Cerita bergulir dengan teman-teman Baron yang kemudian jadi korban, siapa yang tertangkap si boneka akan mati, lalu dijadikan penjaga dan pengikut si boneka, seperti mayat hidup (zombie). Mereka yang masih hidup harus bersembunyi dengan benar kalau tak mau tertangkap atau terbunuh oleh boneka. Malang, mereka harus memainkan permainan sampai akhir, harus menyisa satu orang saja. Baron bertekat membawa kekasihnya keluar dari situasi itu.
Apakah Baron dan Gaby bisa keluar dari wilayah kekuasaan Minako. Yuk baca sendiri ceritanya, aku yakin kalian yang menyukai cerita sejenis horor thriller akan sangat menyukai ini. Endingnya pun dikemas dengan sangat epik.
Penulis juga sepertinya juga sangat memahami apa yang mau dia ceritakan, tentang boneka dan permainan dan plot twist-nya. Aku jadi ingat buku dari seorang penulis Indonesia yang suka memasukan unsur-unsur Jepang dalam bukunya dan itu cukup mengesankan. Kalau bukan nama-nama Indonesia dipakai di sini, niscaya aku mengira ini adalah buku terjemahan dari penulis jepang.
Cara bercerita penulis sendiri juga sangat keren. Penuh ketegangan, horor dan mencekam. Itulah yang kurasakan saat membacanya. Cerita ditulis runut dan epik. Siapa yang menyangka permainan yang tampak biasa saja dan main-main ini, bisa menjadi ajang pembunuhan. Mereka harus mempertahankan nyawa masing-masing. Saat hal paling kritis dan terdesak, karakter murni manusia yang egois dan busuk jadi terlihat.
Tetapi, bukan tentang keegoisan dan keburukan sifat manusia saja yang akan kita lihat. Permainan itu juga membuka jati diri sebenar-benarnya dari arti apa itu cinta, persahabatan dan ketulusan.
Aku merasa semua point dalam semua cerita teramu dengan baik dalam buku ini, merasa speechless berkali-kali. Setelah itu memikirkan, andainya aku dalam posisi mereka, apa yang akan kulakukan? Pasrah dengan nasib, melawan dengan cara yang buruk atau memilih bekerja sama dan memercayai mereka penuh-penuh. Pilihan yang sulit, karena taruhannya adalah nyawa. Tapi tentu saja, dalam semua hal terburuk pasti ada pilihan yang lebih baik. Semoga meski itu adalah waktu terakhir kita, kita tetap menjadi manusia yang baik, ya. Semoga.
Kekurangan dari buku ini apa ya, menurutku tidak ada. Kalau harus memberi rating, aku akan memberi angka: 4,5/5. Ini buku thriller horor Indonesia yg paling bagus, menurutku. Hehe aku jarang baca thriller Indonesia. Ini pun karena baca ada jepang jepangnya.
Jujur saja, ini adalah pertama kalinya saya membaca novel bertemakan horor hingga ending. Biasanya saya hanya membaca novel-novel bergenre fantasy, romance, dan juga komedi. Jadi saya sama sekali belum memiliki pengalaman membaca novel bergenre horor. Jadi saya memutuskan untuk memulainya dari novel berjudul Petak Umpet Minako ini.
Dan saya benar-benar lega setelah selesai membaca novel ini. Karena saya telah memulai dengan sesuatu yang sangat bagus. Novel ini memang bagus, dan juga memberikan sensasi tersendiri bagi pembacanya.
Jalan cerita novel ini bagus, tidak ada kebingungan dalam membacanya, sederhana tetapi mampu memberikan ketegangan dan gejolak emosi bagi pembaca. Cerita horornya juga bukan hanya menakut-nakuti saja, dan bukan hanya soal hantu, tetapi melebihi itu. Menceritakan tentang sebuah kutukan dan boneka kerasukan iblis yang mengerikan.
Walaupun cerita ini mengambil tema tentang permainan asal jepang, yaitu Hitori Kakurenbo, tapi tidak ada unsur jejepangan lain. Cerita ini tetaplah karya lokal yang bagus.
Penggambaran karakter setiap tokoh juga baik, banyak rahasia juga dalam jalan ceritanya, dan juga akan ada hal-hal yang tak terduga, yang akan membuat pembaca semakin bermain dengan emosinya.
Penggambarang tempat dan suasana ceritanya juga bagus, seakan-akan kita bisa masuk ke dalam alur ceritanya. Dan endingnya juga bagus, saya suka endingnya, cukup seperti yang saya harapkan.
Yang pasti ini bukan hanya sekedar novel horor yang menakut-nakuti, tetapi terdapat juga kisah pertemanan dan pengkhianatan. Perjuangan bertahan hidup hingga akhir, dan menceritakan perubahan watak manusia ketika hidup mereka terancam kematian.
Saya rekomendasikan untuk yang suka novel horor, dan bukan hanya sekedar horor.
Alur ceritanya cukup bagus. membaca novel ini di malam hari, sendirian di rumah.. Membayangkan bagaimana game Hitori Kakurenbo yang diadakan di bangunan sekolah tua, sesuai dengan apa yang dideskripsikan di novel, sukses membuat bulu kuduk saya beberapa kali merinding.
Walaupun merinding juga bacanya, tapi beberapa plot twist dan ketegangan yang ada dalam cerita, membuat saya ketagihan untuk melanjutkan membaca hingga tamat. Novel ini bisa saya selesaikan dengan cepat. 5 hari selesai kalau tidak salah.
Tapi ya itu, setelah selesai membaca, tidak ada perasaan yang sangat membekas di hati tentang perjalanan para tokoh untuk berusaha keluar dari game mematikan ini. pas bacanya emang keren, cuma abis selesai ya udah gitu aja. Apalagi ada beberapa chapter yang rasanya pacing ceritanya terlalu cepat. beberapa flashback para tokoh nya pun masih dirasa kurang lengkap untuk mensolidkan suasana thriller yang bagus di awal, tapi agak berkurang di pertengahan, lalu intense lagi di klimaks dan ending cerita.
Novel ini bukanlah novel yang benar-benar istimewa, secara estetika bahasa pun masih terbilang standar. sehingga novel ini layak dibaca oleh kalian yang memang menyukai novel horor dengan penyampaian yang ringan dan alur cerita yang mudah dipahami. Tapi Novel ini kurang cocok bagi kalian yang menyukai novel dengan gaya penyampaian bahasa yang punya nilai estetika tinggi, disertai dengan pesan moral yang tinggi pula.
Saya baca buku ini dulu sekali. Sekitar kelas 3 SMP atau kelas 1 SMA. Saya ingat kalau saat membacanya saya merasa sangat takjub. Gaya dan substansi berceritanya matang nan segar. Penyusunan latarnya cukup jelas, walaupun saya masih agak sulit membayangkan beberapa bagian. Yang paling saya sukai adalah karakterisasi dari setiap tokoh yang berbeda-beda sehingga cerita terasa berwarna. Penokohannya, berdasarkan paham saya, memang mengikuti stereotype tokoh-tokoh di manga, namun menurut saya penulis mampu menghidupkan mereka lebih dari sekedar klise. (Walaupun menurut saya karakter Gaby kurang jelas karena penggambaran yang minim kecuali semacam damsel-in-distressnya Baron). Saya sampai mengalami book hangover pasca membaca Petak Umpet Minako, menandakan betapa kerennya buku ini. Yang saya sayangkan hanyalah tidak ada penjelasan lebih dalam mengenai Minako kecuali "dia ini setan." Seingat saya, cerita ini terinspirasi dari permainan Hitori Kakurenbo - walaupun di permainan aslinya si boneka tidak akan sampai berubah wujud. Untuk akhirnya sendiri tidak saya permasalahkan. Cerita misteri memang biasa memiliki open ending. Saya tertarik untuk membaca karya-karya horor penulis di masa mendatang.
P.s.Book Hangover: ketidakmampuan untuk memulai buku baru disebabkan kalian masih "tinggal" di dunia buku yang kalian baca sebelumnya.
personally i really like this bookkkk,like it literally gave me a "horror vibes" that im looking for,and the plot twist>>(chef kiss),i bought this book a day before my birthday which is 6th may(my birthday is on 7th may) but i finally read this book like months ago which is on november..but yeahh many tbr is on shelf. if u ask me if i'll re-read this book in the future,the answer is i realy dont know..but if i trully want to,i'll re read this.
bcs in 2024,i hv plans to read literature books,rory booklist,etc but yeah we'll see.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Petak Umpet Minako mengangkat permainan mistis asal Jepang yaitu Hitori Kakurenbo. Awalnya kukira ini novel terjemahan tapi ternyata tidak.
Kisah horor, gore, dan survival yang seru. Bercerita tentang Baron yang diminta Gaby, sang pacar untuk menjemputnya pulang dari reuni SMA yang tidak sempat didatanginya. Rupanya setelah reuni, Gaby dan teman-temannya mengunjungi sekolah SMA mereka dan memainkan permainan berbahaya.
Kagum dengan penulisannya, ceritanya ngalir dan asik ga bikin suntuk. Buatku ingin cepat-cepat menyelesaikannya saking penasarannya.
Saya sempat kesulitan mengikuti alur cerita dari novel ini. Beberapa part seperti "lebay" dan terkesan dipaksakan. Hubungan antara karakter pun di beberapa bagian masih terlihat rumpang. Dari segi ide, saya bilang ini termasuk "segar" untuk penulis baru. Mengingat banyak novel horor Indonesia yang didominasi legenda, mitos atau kejadian pribadi. Petak Umpet Minako jadi jawaban serta dahaga dari pembaca yang haus novel horor thriller. Overall, saya masih bisa menikmati walau tersendat-sendat.
Suka banget sama buku ini. Kita dibuat tegang melulu dari bab 2 hingga akhir. Paling, dikasih nafas bentaran sama penulisnya, terus digenjot lagi adrenalinnya. Saking penasarannya, habis dalam 1 hari ni buku
Bacanya sempat skip-skip-skip karena rada bertele-tele. Hubungan para tokoh di masa lalu pun kurang mengena, tapi bisa jadi itu karena tokohnya buanyak banget dan saya rada kesusahan menghafalnya. Tapi, overall it's good, walaupun aku kurang sreg sama si Minako.
Cuba baca sebab dari segi sinopsis agak menarik dan ini first time baca novel horror. Actually plot menarik, even novel agak panjang. Watak macam terlalu banyak, ada beberapa saja watak yang penting untuk storyline. Sebenarnya kesian sebab Kaisar meninggal huhu, sedangkan dia lebih kuat dari Baron. Geram juga actually dengan Baron sebab dia pentingkan nyawa Gaby berbanding nyawa sendiri, sedangkan dia mati-matian lawan dengan Penjaga tu. Part paling annoying, masa di studio Gaby tu macam takut dengan Baron sedangkan Baron yang selamatkan dia. Padahal Gaby tu sangatlah tidak menyumbang apa-apa dalam perjuangan melawan Minako. Ending dia saya satisfied haha.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Petak Umpet Minako punya plot yang bagus, nggak datar sama sekali. Hubungan antar tokohnya pun tidak sederhana, salut deh. Hanya saja, tokohnya bisa diperdalam lagi mengenai masa lalunya sehingga pembaca bisa percaya bahwa mereka tega untuk saling bunuh. Kekurangan lainnya adalah, teknik penulisannya masih telling, jadi kurang melibatkan pembaca.
Tapi, salut banget untuk plotnya bagi penulis baru.
In my not-really-humble opinion, this scary novel is overrated. Many chapters went unnecessary long while in fact it's just just going on in circles. Reading the passages made me feel like I rode on a neverending merry-go-round. Finally I had to skip pages upon pages just to reach an unsatisfying ending. What a disappointment.
Awal ceritanya seru dan menegangkan, ke belakang-belakang jadi ngebosenin. Endingnya oke. Batal ngasih 4 bintang. Apa lagi karakter favoritku dimatiin dgn cara begitu. Huh.
"Sudah sampai mana, Ron? Kami sudah di sekolah. Sekarang Vindha sedang memulai 'upacara'-nya. Perasaanku tidak enak, cepatlah datang!" •••••••••••••••••••••••• Kalo boleh jujur ini novel ini satu-satunya novel horror karya anak bangsa yang nggak kalah sama buatan luar negeri. Nggak kalah serem, nggak menegangkan. Bercerita tentang muda-mudi yang mengunjungi gedung sekolah lama mereka untuk bernostalgia. Namun niat bernostalgia itu hilang gara-gara salah satu teman mereka mengusulkan permainan Hitori Kakurenbo. Acara reuni berubah menjadi sebuah kutukan.
Novel ini bener-bener cocok dibaca malam hari, malam jumat, plus sendirian di kamar pas rumah lagi nggak ada orang. Seremnya kerasa banget. Aku jamin yang habis baca novel ini bakal parno sendiri (karena aku merasakan itu). Sedikit cerita tentang permainan Hitori Kakurenbo. Permainan ini berasal dari Jepang. Arti Hitori Kakurenbo sendiri "Alone hide and seek". Permainan ini memanggil arwah untuk diajak bermain petak umpet. Ada ritual khusus yang harus dilakukan pemain sebelum bermain. Mengangkat mitos Hitori Kakurenbo, membuat novel ini antimainstream. Setiap adegan, ekspresi, dan reaksi tokoh-tokohnya seolah nyata dan disini aku benar-benar dibuat seperti aku yang ada disana memainkan permainan gila itu. Setiap ketakutan, ketegangan, keresahan, kekejaman, dan rasa bersalah pemain ikut aku rasakan disini.
Latarnya terasa nyata. Suasana sekolah, udara yang lembab, dinginnya malam hari, dan tanaman-tanaman liar, perpaduan yang pas untuk menghadirkan suasana menyeramkan dan membuat bulu kudukmu merinding. Aku bisa mencium aroma khas tempat yang terbengkalai saat membaca novel ini. Merasakan bahwa aku hadir disana.
Dan plot twist bikin rasanya aku pingin bakar novel ini saking kagetnya.
well, lumayan bagus serem juga sih kalo ngebayangin main petak umpet sama setan macam minako gitu, terus ngebayangin juga gimana bentukan si 'penjaga' yang mungkin udah macam zombie. kayaknya sih oke kalo dibikin film yaa..