Ambisi sang ayah telah membuat Vena menjadi gadis introver, kaku, dan nyaris seperti robot yang diprogram untuk menuruti semua perintah ayahnya. Bahkan di kelas tidak ada yang mau menyapa dan
berteman dengannya. Hingga suatu hari, Asti, si cewek tomboi dan supel memilih duduk di sebelah Vena. Perlahan sikap Vena mulai berubah. Keceriaan dan kejailan Asti membuat dunia Vena semakin berwarna. Ia mulai membuka mata dan hatinya dengan menerima tawaran persahabatan yang diulurkan Asti. Dengan satu syarat: saling percaya.
Vena memercayakan segala rahasia, cerita, dan impian yang selama ini ia simpan rapat-rapat: menjadi penulis dan menerbitkan novelnya. Dukungan tulus Asti dan berbagai pelajaran kehidupan yang ia ajarkan telah menyentuh hati Vena yang selama ini dingin dan beku. Di mata Vena, Asti sosok sahabat yang sempurna.
Namun, ketika rahasia gelap Asti terkuak... Vena tak hanya merasa dibohongi, ia merasa dikhianati! Dan, persahabatan mereka terancam runtuh….
Aku membaca ini karena awalnya jenuh dengan bacaan-bacaan berat, setelah mencari-cari bacaan ringan, aku bertemu dengan TeenLit ini karena covernya super unyu. Begitu melihat sinopsisnya, aku tertarik karena tidak dicondongkan kepada romance melainkan tentang persahabatan dan masalah peran utama itu sendiri.
Aku menyukainya karena pendalaman karakternya sangat baik. Jadi, dengan permasalahan yang ada, aku dapat mengerti kenapa semua hal itu bisa terjadi. Perkembangannya juga perlahan tapi pasti, penulis membawa karakter utama menjadi lebih dewasa seiring dengan berjalannya waktu, ditemani persahabatan yang solid dan kemampuan mengambil keputusan yang sangat dilematis.
Dasar persahabatan itu berasal dari rasa kepercayaan ya. Novel ini cukup ringan. Pas baca, rasanya jadi pengen balik lagi ke masa sekolah hehe. Persahabatan antara Vena dan Asti menarik banget untuk diikuti. Masing-masing dari mereka punya pengaruh baik ke satu sama lain. Aku suka banget sama character development tiap tokoh, terutama papinya Vena.
selama baca aku nggak bisa mendapatkan emosi yang ada sih. entah kesel, sedih, atau senang, jadi kayak yang flat gitu aja. dan ada beberapa hal yang menurutku rada aneh, yang asti-lukman sama vena dan anaknya om panji, kayak yang gimana gitu...
buat bacaan ringan ini enak sih meskipun plot nya mudah di tebak. dari segi bahasa, oke lah meskipun sedikit cringe. karakter nya saling melengkapi, punya kelemahan dan kelebihan masing masing jadi gk toxic positivity. rate : 3.5
Teenlit ini bercerita tentang Vena, si cewek introvert kaku yang selalu dikekang oleh ayahnya. Vena dituntut untuk menuruti semua kemauan ayahnya, hingga suatu hari dia bertemu dengan..... Di lain sisi, cewek bernama Asti datang di kehidupan Vena yang monoton, mereka pun bersahabat dengan janji saling percaya. Teenlit ini dibumbui dengan konflik khas kisah persahabatan remaja yang menurutku ga bosan buat dibaca, covernya juga cute dan terkesan girly.
Baca buku ini dapet pinjem perpustakaan sekolah. Ceritanya sangat mudah diikuti dan mengalir, menceritakan tentang Vena yang menjadi kaku karena harus mengikuti ambisi ayahnya. Saya suka persahabatan antara Vena dan Asti, bagaimana Asti selalu mendukung Vena. Secara keseluruhan saya suka sama cerita ini. Hanya, saya jadi pensaran soal lanjutan kisah cinta mereka berdua. 🤭🤭