Kita hidup di dunia yang serius. Bagi banyak orang, pekerjaan diwarnai dengan saling injak untuk mencapai tujuan, masyarakat memberi tuntutan yang tinggi, membesarkan anak menjadi beban, dan perkawinan merupakan suatu proyek. Agama menjadi sesuatu yang serius dan 'rekreasi' kita sebagian besar menonton. Selain itu, kita memproyeksikan etika sukses dan karya kita kepada anak-anak, menekan mereka - meski secara tak sengaja - untuk mencapai hasil, dan berhasil hampir sejak mereka masih bayi. Herankah kita jika kita menjadi bosan, lelah, dan kecewa akan kehidupan, dan anak-anak kita menjadi calon penderita tekanan mental usia muda?
Mengapa kita hidup seperti ini? Apakah ini disebabkan karena kita melupakan pentingnya bermain? Kita terlalu mengkaitkan harga dan martabat pribadi kita dengan milik dan prestasi kita. Kita terlalu menata dan terlalu menganalisa kehidupan kita. Dalam proses itu, kita lupa bahwa hidup adalah suatu karunia dan tugas. Bila kita hendak menikmati karunia ini dan benar-benar mengahayati hidup kita, kita sebaiknya belajar lagi untuk bermain secara tulus.
I have another of these little books: Be-Good-To-Yourself Therapy. I liked that one better. This one had some hints at Christianity more (these are Christian-based). Perhaps I didn't need to tap into my inner child as much because I'm already doing so? There were a few pages that really were profound for me. And they're tiny, short little books.
Es un libro de consejos profundos, ilustrados para niños. Me gustó especialmente el tono positivo y sencillo de aconsejar. Siempre sugiriendo y dando tips para aplicarlos a la vida cotidiana. Ser flexible, darte el tiempo de jugar solo y arriesgarte a jugar con otros.