Bila menatap nanar kedua mempelai yang ada di depan penghulu, duduk dengan tegap, dia adalah Fadli, sahabat Bila. Seharusnya Bila berbahagia melihat sahabatnya mengawali hidup baru. Iya, seharusnya begitu. Namun, faktanya saat ini, hati Bila sesak melihat prosesi itu.
Bukankah seharusnya Bila yang ada di sana-di sampingnya? Seharusnya Bila yang menghabiskan masa tua bersamanya. Seharusnya Bila yang menjadi mempelai wanita. Sedikit egois memang, tetapi faktanya Bila lebih mengenal Fadli daripada wanita itu. Bila lebih mengenal Fadli luar dalam dibandingkan dengannya. Bila tahu rutinitas apa saja yang dia lakukan setiap hari. Bila tahu apa makanan favorit dan makanan yang dibencinya, bahkan Bila juga tahu berat badannya. Bila tahu segala hal dalam diri Fadli, tetapi mengapa justru wanita yang baru satu bulan mengalihkan perhatian Fadli yang kini menjadi pendampingnya. Kenapa, Tuhan?
"Novel dengan tema yang jarang, membuat penasaran untuk dibaca sampai selesai. Pada awalnya, bersimpati pada Bila, tetapi kemudian mengaguminya. Karena tidak mudah mengalami cinta seperti Bila, dan berhasil melaluinya. Worth to read!" - Namarappuccino, Penulis dan Blogger
"Ini cerita yang kaya. Seharusnya kita memang bisa memilih yang kita mau, tapi kadang cinta adalah perihal belajar menerima kenyataan." - Boy Candra, Penulis “Origami Hati”, “Setelah Hujan Reda”, dan “Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang”
Sebuah cerita keluarga beruang yang dikemas dengan apik ... Bagi kalian yang sulit move on, baca novel ini deh. belajar dari cara bila yang berusaha move on dari Fadli sang sahabat yang dicintainya ... Tentunya dengan hadirnya daffa si om mesum yang membuat dunia bila jadi lebih berwarna .. ditambah lagi dengan hadirnya masha, putri kecil pelengkap kebahagiaan keluarga beruang ... Dijamin nggak bakal nyesel deh ngeluarin duit buat beli novel ini ..
Papa Daffa beruang, om ketjeh si super irit ngomong yang akhirnya bisa membuat si crewet Bila move on dari sang sahabat tercinta. Tiap baca si papa beruang bawaannya pengen ngejitak, pengen nyubit tapi bikin senyum-senyum sendiri. Fix saya gila!!! Apalagi setelah ada dede masha yang super lucu, bau-baunya sih dede masha ini bakalan tengil mirip memey-nyaaaaa. ah gemes gemes gemes.
Entertaining. A word for Bila: Pada Akhirnya aku memilihmu. Many of parts made me smile and laugh. Interaction both Daffa and Bila are quite different with other, but very sweet.
Bila menatap nanar kedua mempelai yang ada di depan penghulu, duduk dengan tegap, dia adalah Fadli, sahabat Bila. Seharusnya Bila berbahagia melihat sahabatnya mengawali hidup baru. Iya, seharusnya begitu. Namun, faktanya saat ini, hati Bila sesak melihat prosesi itu.
Bukankah seharusnya Bila yang ada di sana-di sampingnya? Seharusnya Bila yang menghabiskan masa tua bersamanya. Seharusnya Bila yang menjadi mempelai wanita. Sedikit egois memang, tetapi faktanya Bila lebih mengenal Fadli daripada wanita itu. Bila lebih mengenal Fadli luar dalam dibandingkan dengannya. Bila tahu rutinitas apa saja yang dia lakukan setiap hari. Bila tahu apa makanan favorit dan makanan yang dibencinya, bahkan Bila juga tahu berat badannya. Bila tahu segala hal dalam diri Fadli, tetapi mengapa justru wanita yang baru satu bulan mengalihkan perhatian Fadli yang kini menjadi pendampingnya. Kenapa, Tuhan?
"Novel dengan tema yang jarang, membuat penasaran untuk dibaca sampai selesai. Pada awalnya, bersimpati pada Bila, tetapi kemudian mengaguminya. Karena tidak mudah mengalami cinta seperti Bila, dan berhasil melaluinya. Worth to read!" - Namarappuccino, Penulis dan Blogger
"Ini cerita yang kaya. Seharusnya kita memang bisa memilih yang kita mau, tapi kadang cinta adalah perihal belajar menerima kenyataan." - Boy Candra, Penulis “Origami Hati”, “Setelah Hujan Reda”, dan “Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang”
Waktu beli langsung bundel 3 buku. Dan aku paling suka Bila ini. Walau Bila ngeselin nyebelin, tapi suka saat Daffa membalas kelakuan kekanakan Bila dengan bijak.
Berawal dari konflik friendzone dan sumon alias susah move on, Bila sebagai tokoh ‘aku’ di novel ini seolah jadi orang yang paling tersiksa di dunia. Sebagian orang mungkin akan menganggap sikapnya lebay, tapi sebetulnya itu sangat wajar bila mengingat posisinya yang seperti itu. Bila memang dikarakterkan sebagai wanita labil dan susah mengerem mulutnya yang cerewet. Karena kelabilannya itulah yang akhirnya membuatku terus saja mengutuk “Bila bodoh! Bila bodoh! Bila bodoh! Bila bodoh! Bila bodoh!” tiap kali timbul sikap kekanakannya dan tidak bisa mengerti perasaan orang lain. Benarlah jika disebutkan Bila ini egois. Ah, emosiku benar-benar diuji oleh tokoh Bila. Uugghh!!!
Jangan terkecoh dengan blurb-nya ya. Itu hanya menggambarkan sebagian kecil dari kisah awal hidup Bila di sini. Bukan bermaksud spoiler, tapi sebagian besar isi novel ini memang menceritakan perjalanan kehidupan pernikahan Bila dan Daffa.
Nah, siapakah Daffa? Kenapa Bila da Daffa bisa menikah sementara Bila masih sumon dari sababatnya, Fadli, yang sudah menikah duluan?
Inget banget versi wattpadnya, agak beda sih tp ttplah demen ma si Daffa.. Kl buat versi wttpd aku ksh 5bintang dah tp versi novelnya cuma 3,5bintang tp digenepin aja deh jd 4bintang. Wkwkwkkw :p btw, makasih loh, Nte Lai, novelnya... :D wkwkwkwkwk
ini adalah novel pertama karya mbak laili yang sudah saya baca... tema yang sangat jarang digunakan. ceritanya sangat ringan, sederhana. novel ini sangat saya rekomendasikan bagi yang tidak suka konflik yg kuat.