Hidup ibarat panggung film layar lebar yang kita berperan sebagai pemain utama. Setiap kita tentu ingin hidupnya happyending. Dan saat tubuh telah berbalut kostum kematian, berarti Anda telah tururn dari panggung kehidupan. Film pun berakhir. Lalu, happyending seperti apa yang Anda harapkan? Peran utama seperti apa yang ingin Anda mainkan? Apakah Anda berhasil menaiki panggung dan memperoleh award?
Selangkah lebih maju dibandingkan dengan buku-buku pengembangan diri lainnya, buku ini berisi tentang pemikiran Jamil Azzaini yang ingin mengajak orang-orang untuk berpikir mulia dalam meraih suksesnya, menafikan pemikiran "kalau saya sudah sukses, baru saya bisa bantu dia". Bila setiap orang fokus memberdayakan orang lain, kesejahteraannya akan meningkat dan pasti dengan sendirinya derajatnya akan terangkat. Sebuah panggung kehormatan akan Anda naiki karena sukses diperoleh saat menjadi mulia.
A Tribute sebuah buku bergenre Pengembangan Diri (Self-Help) yang menurut saya sangat inspiratif, awalnya saya tidak tahu siapa itu Jamil Azzaini, beliau ternyata penulis dari berbagai sekian buku, dan ini buku pertama yang saya baca.
disamping itu, beliau juga merupakan Motivator yang sudah malang melintang dalam kancah nasional maupun Internasional. maka tak heran jika materi dalam buku ini saya katakan sangat berbobot dan baru karena memadukan sebuah pengalaman dan sedikit teori dengan gaya bahasa yang tidak terlalu formal.
yang menjadi plus dalam buku ini menurut saya analogi dalam kisah-kisahnya yang bernuansa humoris dan tidak sedikit pula yang sarat emosional dan menyentuh. semoga bisa membaca buku Jamil Azzaini selanjutnya...
Berlinang-linang air mata baca kisah Bilal bin Rabah radialllahu anhu, yang tidak bisa lagi menguamndangkan adzan setelah Baginda Rasul wafat... Hikmah untuk menjadi pengungkit keberhasilan orang lain, mengangkat derajat orang lain lebih tinggi. Seperti halnya Bilal, dari seorang budak hina menjadi ahli surga. Sehingga Bilal pun begitu kehilangan saat Rasulullah wafat dan selalu tak bisa menyelesaikan adzan saat tiba pada kalimat "wa asyhadu ana Muhammad...".